PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
HENG QUIRO.


__ADS_3

Setelah Mimi selesai ganti baju mereka segera pergi keluar. Ternyata perut lebih dulu minta di isi. Akhirnya Alea dan Mimi pergi ke kantin dulu. Ketika mereka masuk kedalam kantin, seperti biasa mereka akan menjadi perhatian para murid, apalagi Alea yang sudah mereka ketahui ternyata seorang wanita. Namun dengan wajah tenang mereka duduk di pojokan kantin .


"Lea'er tunggu di sini aku mau pesan makanan..." ucap Mimi sambil melangkah meninggalkan Alea.


"Baik kak..." jawab Alea sambil duduk dengan tenang.


"Hey...kalian tahu nggak, murid senior dari guru besar telah terluka parah...?" kata seorang siswa pada teman- temannya semeja. Mereka terdiri dari enam orang siswa dalam satu meja .


"Siswa yang mana...? Kan ada tiga siswa yang secara langsung menjadi murid beliau....? tanya sang teman .


"Itu yang jadi Alkemis..." jawab siswa tadi.


"Oo...senior Shecan....memang apa yang terjadi dengan dia..?" tanya yang lain.


"Dia di serang ular kirin saat mencari tanaman obat di hutan Halimun..." jawab siswa tadi.


"Ular kirin...." seru mereka serempak, hanya ada satu anak yang terlihat diam sambil menikmati makanannya.


"Bukankah bisa ular kirin belum ada penawarnya...?"jawab salah satu siswa.


"Iya benar...tetanggaku pernah tergigit ular itu, tak lama dia mati..." kata salah satu dari mereka.


"Lalu apakah Senior Shecan tertolong..?" tanya salah satu siswa.


"Dia masih bisa terselamatkan karena seseorang telah menolong dia, dan kabarnya orang itu siswa perguruan ini juga..." kata siswa yang sejak tadi diam saja.


"Apaa...telah tertolong dan yang menolong siswa perguruan ini juga..?" seru salah satu siswa di antara mereka.


"Dia yang mengeluarkan racun di tubuh senior Shecan..." jawab siswa tadi.


"Kau tahu dari mana ...?" tanya sang teman.


"Temanku ada yang menyaksikan secara langsung...dan berita itu sudah menyebar ..." jawab siswa tadi.


"Hebat sekali siswa itu...?" ucap yang lain.


"Kau tahu siapa dia...?" tanya sang teman .


'Katanya siswa baru yang bernama Hanpey..." kata siswa tadi.


Alea yang mendengar pembicaraan itu hanya diam saja. Dia menundukkan kepalanya takut di ketahui kalau dialah Hanpey .


"Quiro...kenapa kau tidak meminta tolong padanya untuk menyembuhkan penyakit kakakmu...?" kata salah satu siswa yang juga sahabatnya .


"Aku takut dia tidak mau.. lagian aku tidak tahu murid yang bernama Hanpey itu..." jawabnya sedih. Dia Quiro putra kedua dari seorang perdana mentri di kerajaan Shi . Dia mempunyai seorang kakak yang terkena kelumpuhan di kakinya, hingga dia tidak dapat berdiri sama sekali. Jangankan berdiri, duduk saja dia tidak mampu.


"Tunggu...siapa nama siswa yang telah menolong senior Shecan...?" tanya sang teman dengan wajah kaget.


"Kalau nggak salah Hanpey namanya , kenapa...apa kau mengenalnya...?" Tanya sang teman.


"Tidak...aku tidak mengenalnya, tapi aku tahu dia...bukankah dia siswa yang menyamar jadi laki- laki itu kan...?" kata siswa tadi.


"Kau tahu dia...?" tanya Quiro cepat.


"Iya aku tahu...bukankah itu dia gadis ya g kalian maksudkan ...?" kata sang teman sambil menunjuk pada Alea yang bertepatan saat itu Mimi dan seorang pelayan datang.


"Pey'er ini makananmu...kakak sudah membelikan ayam panggang kesukaanmu..." kata Mimi sambil meyodorkan piring berisi nasi dan menata makanan yang lain di atas meja.


"Kak...kenapa makanannya beli sebanyak ini sich..." tanya Alea heran .


"Ini bukan aku yang beli, tapi tuan Lian yang membelikannya..." jawab Mimi.


Tak berapa lama Lian datang sambil membawa minuman untuk mereka.


"Hanpey...kenapa kau menatapku seperti itu...?" tanya Lian sambil duduk di kursi depan Alea.


"Gege ..kau melakukan pemborosan ..." seru Alea dengan wajah cemberut. Tentu saja wajah itu akan membuat orang yang menatapnya gemes ingin mencubit wajah cantik itu. Kini semua orang tahu kalau wajah tampan nan cantik itu milik seorang gadis bukan lagi seorang pria. Terlihat mata para pria yang berada di kantin menatap wajah Alea dengan bengong. Mereka seperti terhipnotis dengan wajah menggemaskan itu.


"Kau jangan cemberut seperti itu... Kau tahu wajahmu kalau cemberut seperti itu membuat orang ingin mencubitnya..." kata Lian Han benar- benar mencubit kedua pipi Alea.


"Gege...sakit tahu..." seru Alea. Dan Lian pun tertawa.


"Sudah ayo di makan...gege hanya ingin memanjakan dirimu...gege hanya ingin membayar semua hari- hari yang telah gege sia- siakan terhadapmu..." ucap Lian Han sambil membelai kepala Alea. Akhirnya Alea hanya bisa mengalah dan pasrah, Dia tersenyum mendengar perkataan Lian Han .


"Putri...apakah kau sudah merasakan bahagia sekarang..." ucap Alea dalam hati.


"Baiklah aku akan memakan makanan pemberian gege , tapi lain kali aku tak ingin makan sebanyak ini ..." kata Alea sambil mulai menyantap hidangan yang ada di atas meja.


"Iya gege janji tak akan melakukan lagi.." jawab Lian Han sambil tersenyum.


Sedang para pria yang tadi membicarakan Alea, kini menatap Alea penuh dengan kekaguman dan rasa hormat. Gadis yang sekarang menjadi perbincangan murid seluruh perguruan terlihat tidak sombong dan menonjolkan diri . dia terlihat sederhana manja dan sabar. tidak ada kesan sombong dari tingkah dan ucapannya,


Dan akhirnya pria yang bernama Quiro berdiri dari tempat duduknya. Dia berjalan mendekati tempat Alea.


"Permisi...maaf apa benar kau saudara Hanpey...?" tanya Quiro pada Alea dengan sopan.


Alea, Mimi dan Lian mengangkat wajah mereka dari makanan yang ada di depan mereka.


"Iya...ada apa ...?" tanya Alea lembut. Sebab dia tahu bukankah dia pria yang bercakap- cakap di meja sebelah mereka . Dia yang berkata kalau kakaknya sedang sakit .


"Apa boleh aku mengganggumu sebentar...?" tanya Quiro sopan.


Melihat Quiro ,Lian Han mengenali pria yang sekarang berada di depan mereka .


"Bukankah kau Heng Quiro putra perdana mentri Heng...?" tanya Lian Han tiba- tiba.


"Gege kenal dia...?" kata Alea pelan.


"Aku tidak mengenalnya, tapi siapapun tahu siapa dia... Siapa yang tidak mengenal keluarga Mentri Heng dari kerajaan Shi..." jawab Lian Han menjelaskan .

__ADS_1


"Saudara Lian terlalu membesarkan keluarga Heng, kami sama saja dengan keluarga lain..." kata Quiro merendah.


"Kau terlalu merendah saudara Quiro... " jawab Lian Han.


"Ayo silahkan duduk senior..." seru Alea menyela percakapan mereka.


"Trimakasih..." jawab Quiro sambil duduk bersama mereka.


"Senior sudah makan...?mari makan bersama kami..." ajak Alea ramah .


"Trimakasih tapi aku Sudah makan tadi.. silahkan anda lanjutkan makan dulu..." kata Quiro ramah.


"Maaf kami lanjutkan makan kami, tapi anda bisa mengatakan tujuan anda .." kata Alea ramah.


"Maaf aku mengganggu kalian yang sedang makan..." ucap Quiro dengan malu.


"Tidak masalah...aku juga sudah selesai makan kok..." ucap Alea yang memang makannya sedikit .


"Apakah kau bisa ikut aku kekediaman kami untuk melihat keadaan saudara ku yang sedang sakit...?" tanya Quiro pelan.


"Saudara senior...?kenapa dengan dia...?" tanya Alea.


"Apakah yang kau maksud kakak laki- lakimu yang lumpuh itu...?" tanya Lian Han menyela pembicaraan.


"Gege...." tegur Alea.


"Tidak apa nona ... Itu memang kenyataannya...kakakku dua tahun lalu tiba- tiba pulang dari perjalanannya dalam keadaan terluka parah, kedua kakinya tidak dapat di gerakkan sampai sekarang. Jangankan kakinya untuk duduk saja dia tidak bisa...sudah balasan tabib yang kami datangkan namun kelumpuhan pada kakakku tidak bisa di sembuhkan.." ucap Quiro dengan wajah sedih .


Alea terdiam sejenak, dia menatap wajah tampan Quiro yang terlihat menyedihkan.


"Baiklah aku akan melihat keadaan kakak senior, tapi aku tidak bisa menjanjikan kesembuhan nya sebelum melihat keadaannya..." jawab Alea.


Mendengar omongan Alea , Quiro terlihat berwajah cerah.


"Trimakasih saudara Hanpey, atas kesediaannya mau melihat kakakku... kapan anda bisa datang ke kediaman kami,....?" tanya Quiro dengan wajah cerah.


"Terserah senior saja..." jawab Alea.


"Gimana kalau besok....?" kata Quiro berharap.


"Boleh...tapi kita pamit dulu pada guru besar sebelum kita pergi..." ucap Alea tenang.


"Baik...aku akan pergi menemui guru besar malam ini juga.?" jawab Quiro semangat .


"Kalau begitu kita putuskan besok kita akan pergi kerumah Senior.." jawab Alea.


"Lea'er gege ikut..." ucap Lian Han .


"Aku juga Lea'er....." seru Mimi.


"Iya, iya kalian ikut , aoa nggak masalah senior ....?" tanya Alea pada Quiro.


"Silahkan..." jawab Alea.


Quiro segera kembali ketempat teman- temannya. Setelah itu terlihat mereka pergi meninggalkan kantin. Quiro dan teman- temannya menatap kearah kelompok Alea tersenyum dan menganggukkan kepala. Alea membalas dengan senyuman.


Tak lama Alea , Mimi serta Lian meninggalkan kantin juga. Mereka pergi keruang perawatan untuk melihat keadaan Shecan.


Ketika sampai di sana terlihat Lhipo , Rhonsa dan guru Juan sedang berada di kamar perawatan sedang melihat Shecan.


"Selamat malam guru..." sapa Alea,Lian dan Mimi bersamaan .


"Malam...kalian dari mana...?" tanya Guru Juan sambil melihat kedatangan mereka.


"Dari kantin guru..." jawab Lian sopan. Mereka berjalan mendekati Shecan.


Alea segera melihat nadi Shecan sebentar. Dan ternyata aliran darah di tubuh Shecan telah pulih seperti sedia kala.


"Gimana keadaan Senior ...?" tanya Alea.


"Aku baik- baik saja junior Hanpey..." jawab Shecan pelan.


"Keadaan Senior sudah membaik, mulai besok senior sudah bisa kembali kekamar senior sendiri , perlu senior ingat harus minum pil penambah darah dua kali lagi. Agar kesehatan senior benar- benar telah sehat kembali..." kata Alea menasehati.


'Baik...aku akan memperhatikan perkataanmu..oh ya junior Hanpey, aku minta maaf akan sikapku tadi pagi...." ucap Shecan sambil menundukkan kepala.


"Hey...itu bukan masalah..Untuk apa kakak memusingkan masalah seperti itu...?" seru Alea sambil mengibaskan tangannya.


"Apa kabar Shecan...." sapa Lian Han pelan.


"Lo..kau mengenal Hanpey...?" tanya Shecan.


"Tentu saja...dia adik perempuanku..." jawab Lian Han sambil tertawa.


"Apaa...jadi dia adikmu...?" seru Shecan kaget.


"Iya..dia adik perempuanku si Lea Min Han..." jawab Lian Han.


"Sebentar...bukankah adikmu itu manusia bodoh yang tidak berguna, dan dia terkenal dengan gadis sampah...?" seru Shecan heran.


"Iya benar sekali...dan dia sekarang berada di depanmu...?" jawab Lian Han .


Shecan menatap Alea tak berkedip dengan mulut menganga.


"Kakak senior ada apa...?" tanya Alea sambil tersenyum.


"Apa benar kau Lea si gadis tak berguna itu...?" tanya Shecan meyakinkan, sebab dia juga masyarakat kerajaan Long . Dan dia juga teman Lian Han. Jadi


dia tahu cerita gadis sampah Lea Min Han. Gadis yang tidak di ingini keluarganya dan di benci kakak serta Ayahandanya ,

__ADS_1


"Memang aku Lea Min Han kak...dan ini pengasuh sekaligus sahabatku kak Mimi... apa kau pernah bertemu dengannya...? jawab Alea tenang.


Shecan menatap Mimi dengan wajah serius. Dia menatap gadis muda yang terlihat cantik dengan pakaian kuning kontras dengan kulit putihnya.


"Apa benar gadis ini pengasuh putri Lea... gadis ini terlihat cantik dan anggun... ucap Shecan dalam hati.


"Dia pengasuhmu putri...?" tanya Shecan tak percaya.


"Benar kak...dia pengasuhku kak Mimi... kau tidak mengenalnya kan, apalagi kepadaku....sudah kak jangan terlalu banyak berfikit..otak kakak jangan di sibukkan masalah itu. sekarang yang penting kakak sehat dan kembali belajar..." kata Alea bijak.


"Benar kata putri Lea ...kau harus memikirkan kesehatanmu agar cepat sembuh..." ucap guru Juan.


"Murid mengerti guru..." jawab Shecan sambil tersenyum .


"Ya sudah kak aku akan balik kembali , kalau bisa kakak lakukan meditasi aja agar kesehatan kakak lebih cepat sembuh..."kata Alea lembut.


"Aku ucapkan banyak terimakasih Putri Lea. dan kini kalau ada apapun yang bisa aku bantu katakanlah...mulai saat ini kau kuanggap sahabatku atau saudaraku ...." kata Shecan dengan sungguh- sungguh.


"Baiklah jika aku membutuhkan pertolonganmu, aku akanmengatakan padamu, sekarang aku mohon pamit selamat malam..." pamit Alea.


"selamat malam hati- hati..." jawab Shecan dengan wajah gembira.


"Guru...Murid pergi dulu. oh ya guru..murid minta ijin besok akan keluar , apa boleh guru..?" tanya Alea pada guru Juan Bili.


"kalian semua...?" tanya Guru Juan sambil menatap mereka satu- persatu.


"Benar guru..." jawab Alea.


"Memangnya kalian mau kemana..' tanya guru Juan.


"Kami akan kerumah senior Quiro untuk menemui kakaknya guru..." jawab Alea.


"Putra mentri Heng, si Heng Quiro guru..." ucap Lian menjelaskan.


"Oo kakak si Quiro....? dengan siapa kalian kesana..?" tanya guru Juan .


"Dengan dia sendiri guru...sebenarnya tadi dia pergi ketempat guru untuk minta ijin keluar besok, mungkin sekarang dia ada di ruangan guru...."ucap Alea.


"Ya sudah kalian besok bisa pergi. lakukanlah dengan baik nak... dengan kau melakukan perawatan pada seseorang, akan menambah pengalaman tentang Alkemismu , serta mendapat asahan agar kau lebih pintar..." kata guru Juan .


"Baik guru...kalau begitu kami mohon diri kemi akan kembali kekamar kami lebih dahulu , selamat malam guru.." pamit Alea . setelah guru mengiyakan, mereka segera kembali ke kamar mereka.


Sesampainya di kamar , Alea segera tidur dengan cepat. dia merasakan kelelahan setelah mengalami semua kejadian hari ini. Sedang Mimi mendekati Alea dan menyelimuti gadis itu dengan penuh ke lembutan. di tatapnya wajah gadis yang di asuhnya selama ini penuh kasih sayang. Dia tak menyangka gadis yang selalu dia sayangi dan dia lindungi dari kejahatan dan kebencian keluarganya , akan menjadi seorang yang sangat hebat sekarang ini. Dia tak menyangka gadis ini akan menjadi orang yang sangat hebat setelah bangun dari komanya, setelah di dorong secara sengaja oleh saudaranya.


Namun kini dia bahagia melihat perubahan dari putri Lea. karena kini dia bisa menjaga dirinya, malah dia sekarang menjadi orang yang sangat hebat.


"Putri....hamba bangga menjadi pelayanmu , hamba akan selalu setia pada putri sampai nanti..." gumam Mimi pelan. setelah itu dia berjalan kearah pembaringannya sendiri.


💖💖💖💖


Keesokan harinya, setelah berlatih sebentar diruang dimensinya bersama keempat hewan kontraknya , Alea segera kembali kekamarnya. Mimi yang sudah terbiasa dengan perbuatan Alea segera membersihkan kamar mereka dan bersiap untuk pergi.


Kali ini Alea ditemani oleh rubah ekor sembilan yang merubah dirinya menjadi rubah kecil.


Saat Mimi melihat rubah itu dia terkejut.


"Lea'er...dari mana kau dapatkan rubah imut ini...?" kata Mimi sambil mengusap kepala si ruba. namun sebelum tangan Mimi menyentuh bulunya, terlihat sang rubah menggeram marah.


Tentu saja Mimpi kaget bukan main, terlihat wajah rubah itu tak senang.


"Waah...Lea'er...rubamu pemarah..." seri Mimi ketakutan. Alea tertawa melihat itu.


"Dia tidak suka berteman kak..." kata Alea di sela tawanya.


"dari mana kau dapatkan dia...?" tanya Mimi..


"Dari hutan Halimun, Dia mahluk kontrakku juga...." jawaban dari Alea membuat Mimi kaget.


"Maksud nya kau memiliki hewan kontrak lagi...?" tanya Mimi kaget.


"Benar kak...aku memiliki hewan kontrak lagi..." jawab Alea kembali membawa melihat wajah Mimi yang aneh . Rubah putih seputih salju itu kini berada dalam gendongannya. tak berapa lama terdengar ketukan di daun pintu.


Mimi segera membukakan pintu kamar mereka . terlihat Lian Han telah berdiri dengan gagah di depan pintu kamar Alea.


"Apakah kalian sudah siap...? lihat Quiro telah menjemput kita..." ucap Lian Han sambil menunjuk Quiro yang berdiri bersama dua temannya di belakang Lian Han.


"Sudah kak...ayo kita berangkat..." jawab Alea sambil melangkah keluar dari kamarnya di ikuti Mimi .


Merekapun segera berangkat bersama menuju rumah kediaman Mentri Heng. Saat keluar dari perguruan Calang , mereka telah di tunggu oleh beberapa orang yang memegang kuda.


"Apakah kita akan naik kuda senior Quiro...?" tanya Alea.


"Benar....karena letak kediamanku agak jauh...." jawab Quiro .


"Baguslah , lebih cepat kita sampai di sana , lebih cepat pula kita mengetahui penyakit kakak Senior.." ucap Alea lembut .


"Benar sekali yang di katakan saudara junior Hanpey... lebih cepat kita sampai di rumah. lebih cepat pula kita mengetahui penyakit kakakku..." ucap Quiro dengan wajah senang.


"Kalau begitu apalagi yang kita tungu..


ayo kita berangkat...?" seru Alea dengan wajah tenang .


mereka segera naik satu persatu ke atas kuda, dan segera memacu kuda mereka kearah kota kerajaan Shi.


Udahan dulu ceritanya, jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu .


maaf jika ada typo di dalam tulisannya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2