
Pangeran Lingzhi masih terlihat kesal ketika melihat Putri Alea masih menjadi pusat perhatian dari para kaum laki- laki apalagi yang masih lajang . walaupun Putra Mahkota telah datang di antara mereka . Fikir mereka kalau janur kuning masih belum melengkung, berarti masih milik kita bersama yang berarti ada kesempatan untuk merebutnya ( he he he ini mach pepatahnya si author ye😂)
Terlihat kegelisahan di wajah pangeran Lingzhi . dan itu terlihat oleh Ibu Suri yang duduk dekat dengan Pangeran Lingzhi.
Terlihat ada senyuman di bibir wanita tua dan anggun itu.
Setelah Raja dan Permaisuri datang dan duduk di singgasananya, Mereka segera berucap .
"Salam sejahtera untuk Raja dan permaisuri..semoga di beri panjang umur dan kebahagiaan berlimpah...!" ucap mereka secara bersamaan.
"Aku terima salam kalian, dan sekarang silahkan anda duduk di tempat yang sudah di sediakan..." ucap Raja Rong Kyu sambil merentangkan tangannya mempersilahkan para tamu untuk duduk. Dan para tamu mulai duduk di tempat yang sudah di sediakan. Untuk Para Raja sudah ada tempatnya masing - masing begitu juga para mentri dan bangsawan, serta tamu- tamu yang lain. Namun semua orang menjadi kaget ketika keluarga perdana Mentri Heng duduk berdekatan dengan keluarga Jendral Murong Han yang merupakan tamu dari luar kerajaan.
"Bunda..kenapa gadis itu duduk bersama keluarga Jendral dan Perdana Mentri Heng...?" tanya Putri Asuya yang duduk bersama sang ibu. Dia mengenal Jendral Murong Han dan Mentri Heng yang merupakan Perdana Mentri kerajaan Shi.
"Demi mengangkat derajatnya agar sesuai dengan para Mentri mungkin dia di ambil anak angkat oleh Jendral kerajaan Long itu, atau Mentri Heng .." jawab sang Bunda.
"Cih...dasarnya gembel, walaupun berlagak bangsawan tetap saja gembel...!" seru putri Asuya dengan nada sinis.
"Mau- maunya saja Mentri Heng dan Jendral Murong Han mengangkat dia menjadi putri mereka, dasar Bodoh..!" seru putri Asuya dengan wajah marah.
"Biarkan saja nak...biarkan saja dia berharap banyak untuk menjadi Putri Mahkota, dan Bunda yakin sebentar lagi pasti Putra Mahkota akan mendekatimu, bukankah kalian sudah di pertunangkan.!" kata sang ibu membujuk sang putri agar tenang dan mau diam.
"Apakah benar itu ibu...?" tanya putri Asuya dengan bahagia.
"Tent saja nak..." jawab sang Ibu.
Tak lama acarapun di mulai. Terlihat Raja Rong Kyu menatap para undangan.
"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangan para sahabat, serta para mentri, bangsawan kerajaan Shi ini. Hari ini saya menyelenggarakan pesta makan malam bersama untuk mensyukuri kesembuhan Ibu saya yang hampir tiada karena serangan jantung . untunglah Ibu Suri segera mendapatkan pertolongan dengan cepat. Saat itu tabib kerajaan sudah menfonis ibu Suri telah tiada. Namun karena kebandelan dan kegigihan seseorang yang menganggap sang nenek masih bisa di tolong ternyata keyakinannya benar. Untuk itu saya mengadakan pesta ini demi kebahagiaan keluarga kerajaan, dan juga merasa bersyukur karena gadis yang kami cintai kembali dengan selanat dari dunia kecil. Dan malam ini saya akan mengatakan pada seluruh kerajaan di benua barat ini dan seluruh penduduk kerajaan Shi yang saya cintai ini. Malam ini saya akan mengumumkan siapa Putri Mahkota yang sudah kami pilih dan putuskan akan mendampingi Putra Mahkota dalam menjalankan tugasnya sebagai Raja kerajaan Shi selanjutnya.." terlihat Raja Rong Kyu menjedah ucapannya. Dia menatap satu persatu para tamu kerajaan itu .
Terlihat binar harap di wajah para putri bangsawan dan Mentri, apalagi putri Kan Wen yang telah menegakkan badannya. Begitu juga dengan istri mentri keuangan atau Bundanya yang berfikir pasti yang di ucapkan oleh sang Raja adalah putrinya. Bukankah sang putri baru kembali dari dunia kecil. Dia mengira sahabatnya si permausuri telah berhasil merayu Raja Rong Kyu untuk memilih putrinya. Terlihat dia tersenyum dengan bahagia.
"Bersiaplah Lan Wen...oasti sebentar lagi namamu yang di panggil oleh Raja Rong Kyu..." ucap nyonya Lan penuh semangat.
"Baik Bunda...aku bahagia Bunda..." jawab Lan Wen dengan wajah berseri.
Sedangkan putri LanLan terlihat duduk dengan gelisah. Dia takut bukan dia yang di pilih raja, karena terlihat terlalu banyak gadis cantik di dalam ruangan ini. Terutama gadis yang duduk di dekat deretan para putri dan Pangeran kerajaan Shi. Tabib Hanpey...! tabib yang terlihat begitu akrab dengan keluarga kerajaan .
"Ck..kenapa gadis itu begitu akrab dengan keluarga kerajaan..?, lihatlah.. dia bisa berbincang dengan Putri Sora dan Putri Yin Yi yang terkenal sombong dan dingin itu dengan akrab sekali. Sedang aku yang bertahun- tahun hidup di kerajaan ini jangankan dekat, untuk menyapa saja saja tidak ada kesempatan buatku ..." batin Putri LanLan dalam hati.
"Untuk Itu saya meminta Putra Mahkota datang kemari..Pangeran Lingzhi kenarilah...!" lanjut Raja Rong Kyu memanggil putra Mahkota dengan lembut. Dan dengan tersenyum Tipis Pangeran Lingzhi berjalan kearah Sang Ayah.
"Hamba yang Mulia..." ucap Pangeran Lingzhi sambil menunduk sedikit dengan tangan kanan di depan perut untuk menerima perintah dari sang Raja.
"Kau jemput calon Permaisurimu, dan bawa dia kemari..." kata Raja Rong Kyu dengan lembut.
"Baik Yang Mulia..." jawab Pangeran Lingzhi. Dia segera melangkahkan kakinya menuju Arah Alea yang duduk di dekat Jendral Murong Han.
Setelah dekat Alea, Pangeran Lingzhi membungkuk sedikit dengan tangan kiri di bekakang tubuh dan tangan kanan menjulur kearah Alea untuk meminta dia ikut bersamanya. Pembuatannya menunjukkan gaya seorang Satria yang menghormati sang kekasih.
"Maukah calon istriku ikut bersamaku..." ucap pangeran Lingzhi dengan lembut. Alea tersenyum dan mengangguk . Dia segera menaruh tangan kanannya di atas telapak tangan pangeran Lingzhi. Pangeran Lingzhi segera membantu Alea berdiri. Setelah itu menaruh tangan Alea di lengannya. Alea segera melingkarkan tangannya di lengan kekar sang pangeran. Dan dengan anggun dan gagah kedua pasangan itu berjalan kearah Raja Rong Kyu yang telah menunggu. Melihat tingkah sang pangeran pada Alea membuat para gadis patah hatinya. Terlihat wajah Putri Lan Wen memucat seketika. Terlihat air mata menetes dengan deras di pipi mulusnya. Sedang sang ibu terlihat sangat marah. Setelah menatap pangeran Lingzhi yang sedang menuntun Alea, wajah Nyonya Lan menatap pada Permausuri. Terlihat kemarahan di wajahnya.
Begitupun Putri Asuya dan Raja Saujin serta permausurinya sangat marah. karena bukan putri Asuya yang di jemput oleh oangeran Lingzhi .Mereka tak terima jika gadis rendahan itu jadi permaisuri kerajaan Shi yang mereka incar . Mereka tak rela putri mereka di kalahkan oleh seorang gadis biasa.
Beda dengan Lan Lan , dia hanya bisa terdiam dengan kemarahan di dalam hatinya. Namun dia masih ingin merebut pangeran Lingzhi dan mempermalukan tabib wanita itu.
Sedang Alea dan Pangeran Lingzhi telah berdiri di depan Raja Rong Kyu.
"Kalian kemarilah..." ucap Raja Rong Kyu dengan wajah bahagia dan bangga.
Saat dia melihat kalung dan perhiasan yang ada di tubuh Alea , Raja Rong Kyu kaget.
"Lo..perhiasan Ibu suri sudah ada di tanganmu sayang...?" ucap Raja Rong Kyu dengan nada heran.
"Nenek telah memberikan persiapan itu pada Lea'er Ayah...!" jawab Pangeran Lingzhi dengan wajah bahagia .
"Benarkah....?" kata Raja sambil menatap pada sang Ibu. Dan terlihat Ibu Suri tersenyum dan mengangguk sedikit.
Raja Rong Kyu sedikit iri pada Alea, sebab sang istri tidak ada yang mendapatkan kalung itu sebagai menantunya. Sedang Alea yang hanya seorang cucu mantu diberi kepercayaan untuk memiliki kalung warisan dari sang Ayah dan juga merupakan kalung warisan turun temurun Keluarga kerajaan Shi . Dan itu bertanda sang Ibu sangat percaya pada Alea. Namun dia juga merasa bangga dan terharu pada gadis cantik ini yang telah memikat hati seluruh penghuni kerajaan dengan kebaikannya dan keahliannya.
"Sebenarnya dengan kalung dan perhiasan di tubuhmu ini , kau sudah syah menjadi putri mahkota nak...karena perhiasan ini adalah perhiasan turun temurun keluarga kerajaan. Dan ternyata kaulah yang ampuh mendapatkan perhiasan itu, andai kakekmu masih hidup pasti dia sendiri yang akan memasangkan pada kehermu..." kata Raja Rong Kyu. Mendengar perkataan Raja Rong Kyu semua orang tertegun.
"Tunggu yang Mulia...hamba meminta keadilan pada yang mulia...!" tiba - tiba terdengar suara seorang gadis memecah keheningan didalam ruangan perjamuan.
"Kau gadis yang bernama Menwa itu kan..?" Kata Raja Rong Kyu dengan dahi mengeryit heran .
"Benar yang Mulia...hamba gadis Menwa cucu dari pemilik Sekte Feng Su..." jawab Menwa dengan bangga.
"Lalu ada apa kau mengganggu penobatan Putri Mahkota ini ..." tanya Raja Rong Kyu marah.
"Karena hamba tidak rela gadis itu mengambil calon suami hamba , pria yang sudah menjadi takdir hamba....." jawab gadis Menwa dengan berani.
"Lancang...! Tutup mulutmu...siapa yang mengatakan aku calon suamimu...! kita tidak pernah di takdirkan untuk menjadi pasangan suami istri, karena aku tidak pernah mencintaimu, kenalpun baru- baru ini saja.." teriak Putra Mahkota marah.
"Kita memang tidak pernah bertemu yang Mulia...tapi kita telah di jodohkan oleh dewa .hamba mencintai yang Mulia, karena perjodohan kita telah di setujui Ibu Suri..." jawab nya semakin berani.
"Gadis gila...!" seru Pangeran Lingzhi semakin marah.
"Gadis Menwa..dari mana keberanianmu mengatakan kalau Ibu Suri telah menyetujui perjodohan kalian...?" tanya Raja Rong Kyu yang terlihat menahan marah.
__ADS_1
"Ibu Suri tidak mungkin bisa menolaknya, karena beliau telah berhutang nyawa pada Nenek dan kakek kami, dan Nenek hamba hanya meminta perjodohan hamba dengan Putra Mahkota , tidak meminta nyawa Ibu suri , mana mungkin dia akan mengingkarinya.." ucapannya dengan tenang.
"Lancang benar ucapanmu gadis Menwa.. kau berani berucap seperti itu di depan sang Raja...!" seru seorang kasim kepercayaan sang Raja.
"Memang itu kenyataannya kasim..." ucap Gadis Menwa dengan sinis.
Melihat itu Ales menatap wajah gadis Menwa dengan tersenyum.
"Kau ingin menggantikan diriku menjadi putri mahkota...?" tanya Alea dengan Senyum sadisnya .
"Benar sekali Perebut kekasih Orang..!" ucapnya kasar.
"Aah...baiklah kalau itu mau kalian... apakah kakekmu setuju juga...?" tanya Alea dengan wajah dinginnya.
"Tentu saja kakekku setuju dengan kemauanku...!" serunya dengan wajah sinisnya. namun terlihat tuan Feng berwajah pucat.
"Baguslah kalau dia juga setuju...,
kau tadi bukang mau meminta balasan dari pertolongan Nenek dan kakekmu pada ibu Suri kan...? kami Akan membayar dengan lunas... dan permintaanmu adalah menikah dengan Pangeran Lingzhi untuk membayar pertolongan kalian pada ibu suri, baik kami sebagai perwakilan dari ibu suri akan mengabulkan permohonanmu.." mendengar perkataan Alea pada Menwa Pangeran Lingzhi dan semua orang terkejut .
"Lea'er. ..apa- apaan kau ini..." seru Pangeran Lingzhi marah. Alea menatap sang kekasih dengan lembut dan mengedipkan matanya tanpa setahu orang lain. Masalah ini kalau tidak di tuntaskan mereka akan selalu merongrong ibu Suri dengan alasan balas budi mereka .
"Bagus kau sadar diri juga gadis sialan.." kata kasar gadis Menwa dengan wajah bahagia. Begitu juga dengan Sang nenek dan kedua orang tuanya, tapi tidak dengan sang kakek. Dia merasa sangat cemas. dia merasa tangannya mengeluarkan keringat dingin.
Sedang putri Alea tiba- tiba mengeluarkan pedang saljunya.
dia mendekati gadis Menwa .
"Kau menagih janji Nenek pada keluargamu, nah sekarang aku juga menagih Janji kakekmu padaku, kau tahu kehidupan yang kau miliki sekarang adalah pemberianku . apakah kau tahu itu...? Oo..tentu saja tidak..., tapi aku fikir kedua orang tuamu dan nenekmu tahu..!
(Alea diam sejenak dan menatap tajam keluarga Menwa yang tiba- tiba merasakan hawa dingin menerima tubuh mereka) karena kau meminta janji Ibu Suri yang sampai sekarang masih tetap nenekmu pinta , walaupun aku tahu tidak sedikit pengorbanan yang ibu Suri berikan pada kalian terutama nenekmu yang serakah itu..." ucap Alea dingin .
"Tutup mulutmu itu..., jangan pernah kau menjelekkan nama nenekku...!" Teriak Menwa marah.
"Ooo kenapa ..? apakah aku salah...? coba kau tanyakan apa saja permohonan yang dia minta pada ibu Suri yang selaku di kabulkan.. tapi ternyata nenekmu belum puas juga . dan Kini dia kembali meminta sesuatu yang sangat nenekmu inginkan sejak dulu, baik , baiklah kami akan mengabulkan permintaanmu atau permintaan nenekmu, tapi sebaliknya, Karena kau meminta permintaan pada ibu Suri dan kalian mengatasnamakan balas budi, maka aku yang pernah menolongmu dengan perjanjian yang di seoakati kakekmu, maka aku akan menagih janji yang telah kakekmu ucaokan, sekarang Aku akan meminta kehidupan yang kuberikan pada mu pada saat itu. dan kehiduoan itu kuminta saat ini juga...!" ucap Alea dengan tegas. mendengar perkataan Alea kakek Feng kaget dan gemetar. dengan mengatakan perkataan seperti itu, Alea berkata kalau dia akan membunuh cucunya seperti perkataannya dulu.
" Tapi aku tidak seegois nenekmu, kak Zheng Bai..berikan pedang milikmu pada gadis ini...!" seru Alea pada Zheng Bai yang ada di belakangnya.
Alea tahu Zheng Bai mengikuti langkahnya ketika dia mendekati gadis Menwa. Mendengar ucapan Alea Zheng Bai memberikan pedang itu Pada Menwa.
"Lawan aku...pertahankan nyawamu yang akan aku ambil kembali...!" teriak Alea marah. terlihat aura membunuh keluar dari tubuh Alea yang sudah sangat marah. Dia sudah muak dengan keluarga Menwa. terutama Nenek liciknya. t
Tekanan kekuatan Alea di rasakan semua orang. mereka merasa terkejut ketika merasakan tenaga dalam yang di miliki Alea. terutama Raja We. Dia tak pernah menyangka gadis itu memiliki kemampuan seperti itu. tapi dasar egois , dia tak mau mengakuinya. sedang para tamu yang memiliki kemampuan rendah merasakan sesak nafas. untunglah Lauyan segera menyadarkan Alea tentang kekuatannya .
Mendengar perkataan Alea, keluarga Sekte Fang Su wajahnya menjadi pucat . mereka tahun kekuatan Alea, jangankan Menwa, Ayah dari Menwa pun belum tentu mampuh mengalahkan Alea.
Melihat semua itu, Kakek Menwa segera berlari mendekati Alea dan memohon maaf.
"Apakah kakek ingat perkataanku saat itu..? aku akan membunuhnya jika dia masih berbuat kebodohan...!" teriak Alea marah.
"Iya, iya kakek salah... kakek mohon maafkan kakek, kakek terkecoh oleh keluarga kakek sendiri. kakek mohon , berikan kesempatan lagi untuk kakek merubah kelakuan keluarga kakek..." kata Kakek Fang sedih. dia tahu bukan hanya sang cucu yang akan mendapat hukuman , tapi dia takut semua keluarga dan sektenya yang akan terkena imbasnya.
Terlihat wajah Alea menatap pria tua itu dengan wajah sedih dan masih marah.
Namun dia marah pada diri sendiri. mengapa masih memiliki perasaan iba pada seorang kakek yang terduduk menangis seperti ini.
""Ck..sudahlah, Kakek menang...Baik aku akan memberi satu kali lagi kesempatan padamu kek...tapi dengan satu syarat, bawah jauh- jauh keluargamu dari kerajaan Shi ini, aku tidak ingin melihat istri serakahnu dan cucu tak tahu diri ini tinggal di kerajaan Shi ini...!" jawab Alea sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Menwa dan sang kakek.
"Trimakasih putri mahkota...!" ucap Kakek Menwa pada Alea, dia segera membawa keluarganya keluar dari dalam istana. Dia tahu semua ini gara- gara sang istri yang terlalu ambisi dan serakah.dan Dia akan menghukum mereka sampai mereka akan selalu ingat akan kesalahan mereka.
Sedang di dalam ruang perjamuan terlihat Raja Rong Kyu akan segera menobatkan Alea sebagai putri Mahkota .
"Tunggu Raja Rong Kyu...apakah kau tak salah memilih seseorang menjadi putri mahkota...? Apakah ini berarti kau menolak permintaanku untuk menjodohkan Pangeran Lingzhi dengan putriku...?" tiba- tiba terdengar suara Raja We yang memprotes pengangkatan Alea sebagai putri mahkota.
"Apa maksud mu Saujin...? Bukankah sejak awal aku sudah berkata padamu kalau aku tidak akan menekan putraku untuk menikahi putri mu.. Aku sudah bilang padamu , kalau putrimu memang mencintai Putra Mahkota seharusnya dia berusaha untuk mendapatkannya, tapi ternyata Putra Mahkota tidak pernah tertarik pada putrimu. Dan sekarang dia telah memiliki seorang putri Mahkota, jadi itu bukan kesalahan kami kan...?" jawab Raja Rong Kyu tenang. Walau dalam hati dia sangat marah dengan Raja We yang telah berusaha membunuh Alea.
"Raja Rong...apakah kau tak salah pilih, kau memilih rakyat jelatah dan membuang putriku yang cantik dan juga putri seorang Raja pula , yang derajatnya sama denganmu..?" ucap Saujin marah . dia masih tak rela Alea yang dianggap rakyat jelata itu menjadi putri Mahkota mengalahkan Putrinya. Walaupun dia tahu kekuatan gadis itu tadi. namun dia tetap akan berniat menghalangi pengangkatan itu, lebih baik lagi kalau putrinya yang akan terpilih menjadi putri Mahkota.
"Paman Saujin...kau mengatakan kalau Putri Lea adalah rakyat jelata...?apakah kau tahu siapa sebenarnya Putri Lea...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan tatapan menghina.
"Ha ha ha...pasti kau akan mengatakan kalau dia Putri Jendral Murong Han Kan..? aku tahu itu, dan aku tahu kalau dia cuma anak angkatnya saja...!" seru Raja Saujin sambil tertawa.
"Kau salah Raja We...dia memang benar- benar putri dari Jendralku, yaitu Jendral Murong Han..dia adalah Putri Lea Min Han putri Jendral Murong Han dari Permaisuri Min Li. dan perlu kau tahu juga, karena kebodohan Putraku, hingga dia gagal jadi menantuku..." terdengar suara menjawab perkataan dari Raja We. dan semua orang menatap kearah suara itu. ternyata dia adalah Raja Raeyan dari kerajaan Long. mendengar perkataan Raja Raeyan Raja Saujin kaget dia terdiam.
"Tidak...ini tidak mungkin, mereka pasti hanya bersekongkol saja untuk membuatku percaya...kata hati Raja Saujin.
"Dan paman juga harus tahu, kalau putri yang kau anggap Putri rendahan ini adalah cucu dari pemilik sekte Tiangzi yang terkenal itu yang kedudukannya di atas anda Yang Mulia..apa jadinya jika tangan kanan anda tahu kalau ketua muda mereka telah di hina oleh anda dan telah dengan sengaja anda ingin membunuhnya...anda harus tahu kalau dia sekarang adalah ketua utama sekte Tiangzi.." ucapan Pangeran Lingzhi membuat semua orang di ruangan itu bagai mendengar hantaman halilintar di telinga mereka. jangankan orang lain, Ayah putri Alea sendiri kaget ketika mendengar perkataan Pangeran Lingzhi. begitupun dengan Raja Rong Kyu.
"Apa maksudmu Putra Mahkota...?" tanya Raja Rong Kyu kaget.
"Benar Ayah...Putri Alea adalah Cucu dari kakek Jing Hao , Guru agung atau pemilik dari Sekte Tiangzi. dan sekarang, Cincin lambang kekuatan agung Sekte Tiangzi ada di tangan Putri Alea, karena kakek Menyerahkan Sekte Tuangzi pada putri Lea..." jawab Pangeran Lingzhi.
Semua orang terdiam mendengar penjelasan dari pangeran Lingzhi.
"Ha ha ha...kau jangan berbohong untuk membela gadis itu pangeran...!" ucap Raja We masih tak mau kalah.
"Kalau kau tidak percaya , kau bisa memanggil tangan kananmu kemari...!" jawab Pangeran Lingzhi. Tangan kanan atau orang yang paling di percaya Raja We adalah Murid atau masih ada darah Sekte Tiangzi.
"Baik akan aku lakukan..." jawabnya. dia segera meminta tolong pada penjaga bayangannya untuk memanggil tangan kanannya yang sekarang berada di luar. tak berapa lama terlihat seorang pria paruh baya yang gagah datang bersama orang yang mendapat perintah dari Raja We.
__ADS_1
"Rekyu menghadap yang Mulia..." ucap pria itu pada Raja We.
"Rekyu...apakah kau mengenal gadis itu..?" tanya Raja Saujin dengan tatapan sinis pada Alea.
Pria paruh baya itu menatap Alea , Lalu dia berucap.
"Tidak yang mulia..." jawab Pria yang bernama Rekyu itu.
"Ha ha ha...kau sudah mendengar ucapannya bukan..." ucapnya dengan tawa mengejek.
Alea mendengar perkataan pria tangan kanan Raja Saujin tersenyum. Dia melangkah kearah pria yang bernama Rekyu.
"Maaf paman...apakah paman dari Sekte Tiangzi yang ada di benua tengah...?" tanya Alea lembut.
"Benar...!" jawabnya tegas.Dia menatap Alea dengan wajah dingin.
"Apakah paman mengenal cincin ini..? tanya Alea sambil menunjukkan cincin giok Lambang dari Sekte Tiangzhi.
"Paman...apakah paman juga melupakan keponakan paman..." sebuah suara mengejutkan pria yang bernama Rekyu itu. Dia tadi sudah kaget dengan cincin di jari tengah Alea, sekarang malah dia melihat keponakannya anak dari sang kakak ada di depannya.
"Zheng Bai...?" panggil Rekyu pada Zheng Bai.
"Aku jadi Pengawal ketua Muda yaitu Putri Alea Paman..." jawab Zheng Bai.
Mendengar perkataan sang keponakan dia kaget , dia menatap Alea .
"Mohon maaf tetua...hamba tidak mengenal tetua muda ..." ucap pria itu sambil bersujud pada Alea. tentu saja tingkah Pria Rekyu membuat Raja Saujin kaget dan syok.
"Bangunlah paman...aku memaafkanmu, karena kau tidak mengenalku..." ucap Alea lembut. Pria itu segera bangun . dia menatap Alea sejenak , lalu menunduk .
"Hamba hanya mendengar kalau sekte telah menyerahkan kepemimpinan Sekte pada cucu perempuan guru besar yang katanya sangat kuat. namun hamba belum tahu orangnya...ucap Rekyu dengan wajah bersalah.
"Dan sekarang kau sudah tahu kan...?" jawab Alea lembut .
"Benar Putri..." jawab Rekyu .
"Paman..apakah kau akan tetap bekerja pada pria yang ingin membunuh ketua..?" tanya Zheng Bai lantang.
"Apa maksudmu...?" tanya Rekyu kaget.
"Apa paman tidak tahu kalau dia mengirimkan pengawal kepercayaannya paman pasti tahu siapa dia , untuk membunuh seseorang...?" tanya Zheng Bai lagi.
"Iya aku tahu itu..katanya gadis itu yang telah merusak rencana Raja We untuk menjodohkan putrinya, lalu apa hubungannya dengan ketua mudah..?" tanya Rekyu.
"Karena gadis yang Raja We maksud adalah tetua mudah kita. dan perlu paman ketahui , kalau tetua mudah dengan Putra mahkota Lingzhi saling mencintai , dan gadis putri Raja We lah yang ingin merusak hubungan mereka..?"
kata Zheng Bai dengan kesal. terlihat wajah Rekyu memerah karena marah.
"Maaf Raja ...hamba pergi...!" ucap Rekyu dingin.
"Apa- apaan kau Rekyu, kau adalah pengawalku...!" seru Raja We marah.
"Maaf hamba undur diri .." jawab Rekyu dingin. dia segera pergi dari ruangan itu.
"Kak kejar dia..katakan padanya aku menyuruh dia pindah ke mari..." bisik Alea pada Zheng Bai. Zheng Bai segera ikut keluar mengejar Rekyu.
Sedang Raja Rong Kyu menatap pada Raja Saujin.
"Apakah kau masih mau mengganggu penobatan putri Mahkota...?" tanya Raja Rong Kyu.
"Lebih baik kami pergi dari sini..!" serunya marah .
"Baik...dengan cara seperti ini kau mengajak kerajaanmu bermusuhan dengan kami, silahkan kalau itu mau kalian..." jawab Raja Rong Kyu menahan marah. karena dia sudah mendapat bukti kalau Raja We memang sengaja ingin membunuh Alea. dan dia berkata seperti itu agar memiliki cara membuat masalah dengan Raja We. Mendengar perkataan Raja Rong Kyu. Raja We tetap melangkah keluar , namun putri Asuya berteriak marah.
"Ayah...aku tidak mau pulang...aku ingin menikah dengan Putra Mahkota Lingzhi.!" seru Putri Asoya tak tahu malu.
"Cukup Asuya...kita pulang...!" seru sang Ayah marah.
"Tidak Ayah...aku putri Mahkota ..aku tidak Mau pulang..." seru Putri Asuya marah. dan tanpa mereka sadari karena sentakan sang Ayah pada tubuh sang putri , membuat cadarnya lepas.
Hingga terlihat wajah putri Asuya yang bengkak terluka, hingga membuat wajahnya terlihat menjijikkan.
"Hey..kenapa dengan wajah putri Asuya... kenapa wajahnya seperti itu..." seru para tamu saat melihat wajah putri Asuya.
"Ya Ampun...apakah wajah seperti itu yang ingin menikah dengan Pangeran Lingzhi..." seru mereka kaget.
Mendengar perkataan mereka Putri Asuya pun sadar dengan keadaannya. dia melepaskan diri dari tangan sang Ayah, dan lari kearah pangeran Lingzhi. untunglah saat itu Guansi dan Jihao sudah mendekati pangeran Lingzhi dan Alea, ketika melihat pergerakan putri Asuya , Guansi dan Jihao segera memblokir jalan putri Asuya yang akan berlari memeluk pangeran Lingzhi.
Mereka memegang tubuh putri Asuya.
"Lepaskan...lepaskan aku...Pangeran tolong aku...dengarkan aku , kalau kau memilihku menjadi Putri Mahkota atau permaisurimu, aku akan membiarkan dirimu memiliki selir lebih dari satu ..." ucap Putri Asuya dengan yakinnya .
"Dasar wanita gila...Aku tidak mencintaimu, selamanya tak akan pernah terjadi. jadi jangan lagi menggangguku, dan aku tak ingin memiliki satupun selir di kediamanku. aku hanya memiliki satu permaisuri yaitu Putri mahkota . aku juga berkata ini pada semua gadis yang ada di sini. jangan pernah berharap menjadi selir dari putra mahkota, karena aku tidak akan pernah menginginkan seorang selir, ingat itu..!" ucap Pangeran Lingzhi dengan tegas. mendengar ucapan pangeran Lingzhi, semua gadis- gadis bangsawan yang tadinya masih berharap dapat di pilih menjadi seorang selir, akhirnya tertunduk kecewa . Sedang Putri Asuya sudah di seret oleh sang ayah dan pengawalnya keluar ruangan untuk membawanya pulang. Sedang di dalam ruang Perjamuan , acarapun di lanjutkan yaitu penobatan Alea menjadi Putri Mahkota kerajaan Shi. terlihat kegembiraan di wajah Pangeran Lingzhi dan semua keluarga istana, keluarga Jendral Murong Han dan juga Keluarga Perdana Mentri Heng. namun di tengah kebahagian ketiga keluarga itu, terlihat Putra Mahkota Kerajaan Long yaitu Pangeran Fang terlihat sedih menatap Alea dari kejauhan, serta Putri Lan Wen dan Ibunya yang terlihat sangat marah. di dalam hatinya mereka masih ingin mele yapkan Alea.
sedang Putri LanLan. terlihat mengepalkan tangannya dengan erat. menahan kemarahan di dalam hatinya.
Udah aku perbanyak hari ini, jangan lupa like, vote dan komennya ya sobat.
tak lupa aku ucapkan terimakasih doa dan perhatian kalian
__ADS_1
Bersambung.