PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENYEMBUHKAN PANGERAN LINGZHI


__ADS_3

Mereka segera pulang ke Sekte tiangzi . Kini Alea , Mimi dan Lian Han serta pangeran Lingzhi menaiki Eagle . sedang Lauyan membawa Guansi, Jihao, Zheng Bai dan Pangeran Huang . Mereka segera kembali di sekte Tiangzi.


Ketika Eagle sudah mengudara tiba- tiba pangeran Lingzhi jatuh pingsan , Alea segera berkata pada Mimi dan Lian Han akan membawa Pangeran Lingzhi ke ruang dimensi nya.


"Kak , gege aku akan mengobati Pangeran Lingzhi di ruang dimensi dulu. Kalian berdua tetap terbang bersama gege Eagle ya.." ucap Alea.


"Apa tidak perlu pertolongan dari kali Lea'er.." tanya Lian Han khawatir.


"tidak usah...ada gege White dan gege Xiao Bai di sana ..." jawab Alea.


"Kalau begitu Pergilah Lea'er biar aku dan Kak Lian di sini..?" jawab Mimi melihat kecemasan di wajah sang Adik.


.


"Trimakasih kak, gege..maaf kalian harus aku tinggal dulu, karena aku takut luka Pangeran akan semakin parah, apalagi dia dalam keadaan pingsan seperti ini , gege Eagle aku tinggal...." kata Alea.


"Pergilah ...!" jawab Eagle yang sedang terbang dengan membawa beban .


Alea segera masuk kedalam ruang dimensi bersama pangeran Lingzhi. Sesampainya di dalam ruang dimensi. Alea segera membawa Pangeran Lingzhi ke ruang pengobatan miliknya di bantu Xiao Bai dan White . Sesampainya di ruang pengobatan mereka menaruh Pangeran Lingzhi di atas Brangka tempat tidur pasien jaman modern. Lalu segera memakaikan infus di lengannya . Alea melakukan semuanya sendirian . setelah itu Akea membersihkan luka yang ada di tubuh pangeran Lingzhi. terlihat di punggungnya ada luka yang cukup dalam dan lebaran , Luka itu sangat parah dan masih mengeluarkan darah banyak, walau pangeran Lingzhi sudah meminum pil penyembuh , Akhirnya dengan terpaksa Alea menjahit luka itu setelah menyuntikkan anestesi pada pangeran Lingzhi. Setelah itu Alea mulai mengobati seluruh luka yang ada di tubuh pangeran Lingzhi. syukurlah luka yang terparah adalah luka yang ada di punggungnya .


Hampir satu jam kemudian selesai sudah penanganan luka di tubuh pangeran Lingzhi. Setelah itu Akea meminta tolong pada Xiao Bai dan White untuk mengganti baju oanheran Lingzhi . Sambil menunggu Pangeran Lingzhi siuman , Alea membuat makanan untuk sang pangeran. Dia membuatkan bubur Ayam untuk Pangeran Lingzhi .


Selain itu dia membuat makan sejenis lumpia yang terbuat dari daging dan wortel serta telor. Dia membuat banyak sekali. Saat harum lumpia mengudara Xiao Bai dan White datang menghampiri.


"Lea'er sedang membuat apa...apakah keadaan pangeran sudah baikan...?" tanya White.


"Sudah gege...tinggal tunggu dia siuman.." jawab Alea.


"Kau sedang membuat apa...?" tanya Xiao Bai penasaran.


"Lumpia..apa kalian ingin mencoba...? ambil saja...?" jawab Alea yang masih sibuk dengan adonan di tangannya .


Mereka segera mencomot kue yang bentuk persegi panjang itu dan langsung memakannya.


"Hmm..enak banget Lea'er...!" seru White .


"Kalian suka..? Ambil saja seouas kalian ...aku membuat banyak kok... aku memang sengaja membuat lebih banyak karena akan kubagikan pada mereka, sebab kita belum makan sejak beberapa hari ini , dan itu akan mempengaruhi kesehatan kita..aku takut diantara kalian akan mengalami jatuh sakit " jawab Alea yang kini telah menyelesaikan lumpia terakhir buatannya. terlihat White dan Xiao Bai masih bersama Alea. Mereka berdua menikmati makanan itu sampai kenyang.


"Aoakah kau akan keluar bersama pangeran Lingzhi Lea'er...?" tanya White.


"Tentu saja gege..kalau tidak bersama dia , lalu apa yang akan aku katakan pada mereka nanti...?" jawab Alea.


"Iya sich..." kata White .


"kita menunggu pangeran siuman dulu, baru kita akan keluar ..." kata Alea sambil membawa bubur Ayam di tangannya .


Dia pergi ketempat ruang pengobatan. Ketika sampai di sana terlihat pangeran Lingzhi belum siuman. Setelah cairan infus sudah habis, Alea segera membuka infus yang ada di tubuh pangeran Lingzhi . tak berapa lama pengaruh anestesi sudah habis dan pangeran Lingzhi pun mulai siuman . Saat membuka mata terlihat wajah sang kekasih berada di hadapannya.


"Kau sudah sadar...?" tanya Alea lembut.


"Di mana ini sayang...?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Kita ada di ruang dimensi tepatnya di ruang pengobatan..." jawab Alea sambil tersenyum lembut.


"Apakah aku pingsan...?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Hmm..." angguk Alea.


"Apakah mereka tahu kita kesini...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Tidak...kau pingsan saat di atas tubuh gege Eagle , dan gege Eagle sudah terbang mengudara.." jawab Alea.


"Syukurlah..." ucap Pangeran Lingzhi.


"sekarang kau harus makan dulu.." kata Alea pada pangeran Lingzhi.


"Tapi aku tak ingin makan sayang.." jawabnya manja. Entah mengapa jika Pangeran Lingzhi berada dekat Alea, sifat manjanya pasti kambuh. jika ada yang melihat pasti mereka tidak akan percaya kalau pria itu pria yang terkenal dingin dan angkuh sekali .


"Kau harus makan dulu, baru kita akan keluar nanti..." kata Alea lagi.


Mendengar perkataan Alea pangeran Lingzhi tak dapat berbicara.


Alea segera mengambilkan bubur Ayam buatannya. Dengan telaten Alea menyuapi Pangeran Lingzhi.


"Ini bubur kan sayang...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah heran setelah memakan satu suapan bubur Ayam buatan Alea.


"Iya kenapa...? Tidak enak...?" tanya Alea khawatir.


"Bukan, bukan tidak enak...malah enak sekali. Beda dengan bubur yang biasanya istana buat...?" kata pangeran Lingzhi lagi.


"Oo..itu...ini namanya bubur Ayam...


My Zhi suka...?" tanya Alea.


"Suka sekali. Kau harus membuatkan ini tiap pagi ya...?" ucap Pangeran Lingzhi .


"Lo..kok tiap pagi...?" tanya Alea heran.


"Iya karena aku suka...?" jawab pangeran Lingzhi.


"Iya..tapi tidak tiap Hari kan...sesekali nanti aku buatkan..." janji Alea.


Pangeran Lingzhi mendengar janji Alea tersenyum senang.


Setelah selesai makan dan membersih kan badan pangeran Lingsi dengan air kehidupan, serta mengganti bajunya kembali . Alea segera membawa Pangeran Lingzhi keluar dari ruang dimensi . mereka kembali di tubuh eagle


yang masih mengudara .


"Gege..kita turun sebentar untuk mengisi perut kita, mendaratlah di tempat yang jauh dari pemukiman warga .." ucap Alea.


"tunggu Lea'er...kita akan mengisi perut kita dengan apa...bukankah kita tidak membawa makanan..?" tanya Lian Han heran.


"Aku punya sedikit makanan di cincin ruangku kak.." jawab Alea.


"Baiklah kita mendarat...!" seru Eagle dan segera menukik turun. Begitu juga dengan Lauyan, dia mengikuti Eagle yang turun.


"Ada apa...? kenapa kita berhenti terbang..?" tanya Pangeran Huang setelah turun dari tubuh Lauyan .


"Kita akan mengisi perut kita lebih dahulu Pangeran ..." jawab Lian Han.


Sedang Alea membantu memapah Pangeran Lingzhi untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang. Setelah itu dia menyuruh White untuk keluar. Mereka membawa kotak yang berisi kue lumpia buatan Alea .


Saat melihat kue itu. Mereka heran.

__ADS_1


"Apa ini..?" tanya Pangeran Huang sambil menatap isi kotak yang ada di depan mereka .


"Lumpia Pangeran .." jawab Alea.


"Apakah bisa di makan...?" tanya Pangeran Lingzhi ragu- ragu.


"Hey gege...kau menghinaku...? Awas kalau kau ketagihan masakanku...!" seru Alea kesal.


"Ini kau yang membuatnya....?"tanya Pangeran Huang heran.


"Jangan meremehkan Alea ya...!" seru Alea semakin kesal.


"Sayang aku ingin makan satu..." ucap Pangeran Lingzhi.


"Baik..tapi cuma satu lo ya...kau masih sakit. Nanti kalau sudah sembuh akan aku buatkan lagi..." ucap Alea lagi.


"Iya..." jawab Pangeran Lingzhi nurut.


Mereka segera mulai memakan kue buatan Alea. Sedang pangeran Lingzhi menerima suapan dari Alea.


Setelah memakan satu gigitan tiba- tiba Pangeran Huang berseru heboh .


"Ya ampun...enak sekali...!" serunya keras. Tentu saja suaranya yang keras membuat yang lain kaget. Tapi merekapun merasakan keenakan masakan Alea.


"Iya, benar- benar enak..." ucap Zheng Bai dengan wajah kagum.


"Lea'er..kau beli dimana ..?" tanya Pangeran Hang yang berani memanggil Alea dengan panggilan Lea'er. Mendengar panggilan Pangeran Huang, pada Alea , Pangeran Lingzhi protes.


"Hey..Huang..berani sekali kau memanggil calon istriku Lea'er...!" seru Pangeran Lingzhi kesal.


"Bukankah dia adikku...tentu saja aku boleh memanggil Lea'er pada adikku...!" jawab Pangeran Huang tenang .


"Nggak boleh, dia calon istriku...!" ucap Pangeran Lingzhi marah.


"Suka- suka akulah...bukankah aku gege dia..." jawab Pangeran Huang koyol.


"Tapi dia calon istriku Huang ...!" seru pangeran Lingzhi tak mau kalah . Melihat pertengkaran pangeran Lingzhi dengan Pangeran Huang, Alea hanya bisa geleng- geleng kepala.


"Sudah- sudah...kalian ini ya... kalau kalian tetap berdebat, aku akan pergi sendiri..." ancam Alea.


Mendengar omongan Alea keduanya langsung diam. Melihat itu Alea tertawa kecil.


"Nach...kan damai kalau gini...sekarang teruskan makannya. Di habiskan sebelum kita pulang..." ucap Alea sambil tersenyum manis. Melihat tingkah kedua pria penguasa itu. Para penonton menahan tawa.


"Ha ha ha...kedua Putra Mahkota pada tunduk pada omongan seorang Putri Mahkota. .." seru Lian Han dalam hati menertawakan kedia putra Mahkota itu.


"Dasar Lea'er...dulu di buang dan di hina semua orang, tidak di kehendak Ayah dan gegenya. Dan setelah sadar dari koma, eee...jadi rebutan para Putra Mahkota.." kata Mimi dalam hati dengan gembira.


"Ya Dewa...kedua pria dingin ini berebut hak kepemilikan sang Putri..aku tidak pernah menyangka akan melihat pangeran Lingzhi jatuh cinta begitu parah. .." fikir Jihao sipengawal Pangeran Lingzhi.


"Siapapun akan tergila- gila pada Putri Alea . jika melihat wajah, serta kepribadian, dan sifat pitri Alea yang begitu mengagumkan. Kata hati Guansi.


Sedang Alea sendiri kini sedang duduk di sebelah pangeran Lingzhi sambil menyuapkan kue pada sang calon suami.


"Lea'er...kau bisa tidak membuatkan kue seperti ini lagi...? Aku ingin memberikan pada Ayah dan Bunda..." kata Pangeran Huang.


"Tidak boleh...!" seru pangeran Lingzhi tiba- tiba. Mendengar omongan pangeran Lingzhi , Alea menatap sang kekasih.


"My Zhi..kok gitu...Alea cuma membuat makaan buat Bunda permaisuri, apa itu nggak boleh...? Bukankah Bunda permaisuri masih bibi Pangeran...?" ucap Alea lembut. Oangeran Lingzhi menatap wajah Alea yang sekarang juga menatap matanya sambil tersenyum lembut. Setelah beberapa lama Pangeran Lingzhi bernafas dengan berat.


"Cih...sama saja..." jawab Pangeran Huang menggoda.


"Kaauuu..." seru Pangeran Lingzhi yang masih tidak dapat bergerak dengan keras. Karena punggungnya terluka cukup parah. Takutnya akan keluar darah lagi jika terlalu banyak bergerak . Melihat tingkah kedua Putra mahkota itu pengawal sekaligus sahabat juga yang lainnya menahan tawa.


"Ha ha ha...mengapa mereka seperti anak kecil saja...apa seperti itu orang yang sedang jatuh cinta...?" tanya mereka sambil tertawa dalam hati. ( maklum mereka jomblo semua 😂😂)


"Sudah, sudah...lebih baik kita berangkat sekarang. Makanan itu bisa kalian makan nanti saat kita istirahat lagi..." kata Alea sabar. Alea segera memapah Pangeran Lingzhi untuk kembali naik Eagle. Mereka segera meneruskan perjalanan .


Empat hari kemudian mereka telah berada di atas hutan Tiangzi. Mereka mendarat di pinggir hutan yang merupakan gerbang pintu perguruan Tiangzi. Setelah menunjukkan cincin giok sang pemilik, hutan pun berubah menjadi gerbang menuju Sekte Tiangzi.


Mereka segera masuk menuju Sekte Tiangzi. Saat Kakek Jing Hao dan kakek Bing Hu mendengar Alea telah kembali. Mereka segera keluar menyambut sang cucu . Saat melihat Alea datang dengan memapah pangeran Lingzhi, mereka kaget. Kenapa dengan pangeran Lingzhi..?" batin mereka.


"Cucu...kenapa dengan calon suamimu..?" tanya kakek Jing Hao.


"Dia terluka saat menolongku kek...dia bertarung dengan Raja kegelapan..." jawab Alea.


"Ya dewa...kalau begitu ayo bawa dia masuk..." seru kakek Jing Hao. Mereka


Segera membawa pangeran Lingzhi masuk kedalam istana Tiangzi.


Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka segera masuk mengikuti Alea .sedang mahluk kontrak Alea sudah masuk kedalam ruang dimensi .


"Apa sudah di obati nak...?" tanya kakek Jing Hao.


"Sudah kek...tinggal penyembuhan saja..." jawab Alea .


"Syukurlah..." kata sang kakek . mereka tahu kalau sang cucu merupakan seorang tabib yang sangat handal.


"Kakek...boleh aku membawa pangeran ke kamarku, karena Alea masih harus merawat luka di punggungnya yang agak parah...?" tanya Alea pada kakek Jing Hao dan kakek Bing Hau.


Kakek Bing Hu dan kakek Jing Hao saling pandang. Terlihat raut kecemasan di wajah tua mereka.


"Apakah lukanya parah nak...?" tanya kakek Bing Hu.


"Cukup parah kek.. " jawab Alea.


"Kalau begitu bawah saja dia kekamarmu dan Mimi bisa tidur di kamar lain." jawab sang kakek.


"Tidak kek...sementara ini kak Mimi akan membantuku merawat pangeran Lingzhi..." kata Alea .


"Oo..kalau begitu terserah kau nak.." jawab Kakek Jing Hao.


"Baiklah kek...kalau begitu Alea membawa pangeran kekamar dulu kek..?" kata Alea lagi.


"Pergilah...?" kata sang Kakek.


Alea segera membawa Pangeran Lingzhi dengan bantuan Lian Han dan Zheng Bai. Mereka membawa pangeran Lingzhi masuk kedalam kamar. Setelah Lian Han dan Zheng Bai keluar , Alea menatap pangeran Lingzhi.


"Apakah kau bisa berendam di sungai kehidupan..?tapi maaf, kau akan merasa kesakitan karena aku merasa lukamu mengandung racun.." tanya Alea dengan wajah lembut.


'Tentu saja...itu tidak masalah buatku sayang.." jawab Pangeran Lingzhi lagi.


"Kalau begitu kita langsung pergi kesana..." kata Alea lagi.

__ADS_1


"Ayo..." jawab pangeran Lingzhi.


"Kak Mimi...kau jaga di sini dulu, kalau ada orang masuk bilang saja aku sedang mengobati putra mahkota . jika ada yang penting panggil saja aku kak.." kata Alea.


"Baik Lea'et..." ucap Mimi.


Alea pun segera membawa Pangeran Lingzhi pergi kedalam ruang deminsi . Sesampainya disana para gege tampannya segera membantu pangeran Lingzhi berjalan kedalam sungai kehidupan. Pangeran Lingzhi segera duduk bersila di dalam sungai . Alea mencarikan sungai yang tidak terlalu dalam dan itu berada di pinggiran sungai . Sebab di tengah sungai tempatnya agak dalam. setelah air sungai merendam tubuh sang pangeran sebatas leher , Alea duduk juga di belakang sang pangeran . Lalu menaruh tangannya di punggung sang pangeran.


"My Zhi...jangan menolak tenaga yang akan kusalurkan , karena aku merasa ada racun bunga rampai di dalam tubuhmu..." kata Alea pelan.


"Sayang apakah tidak berbahaya untukmu..?" tanya Pangeran Lingzhi .


"Jika kau menolak itu yang berbahaya untukku. Tenagaku akan menyerang diriku sendiri..." jawab Alea.


"Baiklah...lakukanlah apa maumu.." kata pangeran Lingzhi lembut .


"Gege White...alakah kau mau membantuku mengambil kan pil penawar racun...?" kata Alea pada White.


"Baik Lea'er.." White segera berlalu dan sebentar saja White telah kembali berada di depan pangeran Lingzhi dan Alea .


"Ini pilnya Lea'er..." ucap White sambil memberikan sebutir pil penawaran racun.


"Trimakasih gege..." ucap Alea. Lalu menyuruh pangeran Lingzhi untuk menelan pil itu . Setelah itu dia mulai mengalirkan tenaga dalamnya kedalam tubuh pangeran Lingzhi untuk menekan racun yang ada di dalam tubuh pangeran Lingzhi. Sedang White kembali ke pinggir sungai mendekati tiga sahabatnya dan dua mahluk kontrak sang pangeran.Tak berapa lama pangeran Lingzhi memuntahkan dara hitam dari mulut nya. Setelah darah hitam keluar semua barulah Alea menghentikan tenaga dalamnya.


"Sudah...ternyata racun bunga rampai sangat keras . untung aku segera melakukan menyembuhannya. kalau tidak, akan berbahaya pada tubuhmu My Zhi..Dan sekarang pangeran harus berendam dulu, aku akan membuatkan bubur untukmu.. nanti kalau sudah selesai aku akan memanggilmu.." ucap Alea sambil beranjak dari belakang pangeran Lingzhi.


"Baik aku akan melakukan perintahmu..." jawab Pangeran Lingzhi patuh.


Alea segera berjalan kearah istananya. tak lupa dia menyuruh mahluk kontrak Pangeran Lingzhi untuk menjaga master kontrak mereka. Setelah sampai di dalam kamar pribadi nya Alea segera mandi dan ganti baju.


Oh ya di dalam kamar Alea, ada kamar mandinya yang bergaya ala modern dan airnya di alirkan dari air sungai kehidupan.


Setelah mandi dan berganti baju, Alea segera membuatkan bubur Ayam kesukaan Pangeran Lingzhi. Setelah selesai baru dia membawa pangeran Lingzhi keluar dari sungai kehidupan


Dia memberi baju ganti pada pangeran Lingzhi . Setelah oangeran Lingzhi sekesai . barulah mereka makan bubur bersama para mahluk kontrak mereka berdua . Selesai makan Alea membawa kembali pangeran Lingzhi keluar dari ruang dimensi dan berada kembali di dalam kamarnya. ketika samoai di dalam kamar, Mereka melihat Mimi sedang duduk menunggu.


"Ada apa kak...kenapa tidak istirahat..?" tanya Alea .


"Kita di tunggu kakek, tadi kak Lian datang memberitahu..." jawab Mimi.


"Sudah tadi....?" tanya Alea lagi.


"Tidak baru saja...gimana pangeran ..?" tanya mimi pelan.


"Sudah sembuh, tinggal istirahat sebentar..." jawab Alea.


"Kalau begitu ayo keluar..." ajak Mimi sambil berdiri dan mendahului mereka pergi keluar.


"Iya , ayo... My Zhi kita keluar, atau kau mau disini saja...aku keluar dulu sebentar..." kata Alea sambil menatap sang kekasih.


"Tidak aku ikut...pasti di sana ada si Huang ..." jawab Pangeran Lingzhi sambil berdiri.


"My Zhi...kau cemburu..?" tanya Alea sambil tersenyum.


"Ck..tidak..untuk apa cemburu...!" jawabnya dengan wajah angkuhnya.


"Benarkah...? Lalu kenapa kau marah kalau Pangeran Huang mendekatiku, atau...kau sudah mempunyai pengganti. Diriku..?" tanya Alea pura- pura kesal.


"Hey siapa yang ingin menggantikan dirimu...kau jangan ngomong yang nggak - nggak sayang... Ck kau ini..iya, iya aku cemburu...dan kau tahu itu kan..." ucap pangeran Lingzhi sambil menyudutkan Alea di tembok kamar.


"Tunggu, tunggu My Zhi...kau mau apa...?" tanya Alea panik.


"Aku mau apa...? Kau tanya aku mau apa ..?" tanya pangeran Lingzhi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Alea.


"I..iya...aku tidak tahu kau mau apa...?" jawab Alea semakin panik.


Terlihat senyum licik di bibir sexsi Pangeran Lingzhi. Dia semakin mendekatkan wajah dan tubuhnya ke tubuh Alea.


"Kau masih tidak tahu aku mau apa..?" ucap Pangeran Lingzhi lagi .


"My Zhi..My Zhi...tunggu, tunggu kita lagi ditunggu kakek lo." kata Alea berusaha membuat Pangeran Lingzhi menjauh darinya. Walaupun Pangeran Lingzhi pernah menciumnya tapi Alea masih merasa malu dan gelisah. Dia masih merasakan debaran jantungnya yang menggila.


"Kakek pasti tahu apa yang terjadi pada kita, dan dia pasti memakluminya.." kata Pangeran Lingzhi semakin membuat Alea kalang kabut.


"Tap.." belum sempat perkataannya selesai bibir lembut Pangeran Lingzhi telah mendarat mulus di bibir Alea.


"Hmm..." Alea melotot kaget dengan perbuatan pangeran Lingzhi. Dan Akhirnya Alea merasakan bibir merahnya mendapat lumayan lembut bibir pangeran Lingzhi. dan itu dilakukan cukup lama . Pangeran Lingzhi baru melepaskan saat Alea kalang kabut kehabisan asopan udara.


"Pangeran...!" seru Alea kesal .saat melihat pangeran Lingzhi tersenyum senang. Terlihat wajah Alea memerah karena malu.


"Kau semakin cantik jika merasa malu.." goda pangeran Lingzhi.


"Pangeran...apa yang kau lakukan..." ucap Alea dengan wajah memerah.


"Itu hukuman untukmu, jika kau lakukan lagi, aku akan menghukummu lagi.." jawab Pangeran Lingzhi .


"Sudah lepaskan aku...kau tahu kita di tunggu kakek dan yang lain..." ucap Alea berusaha mengalihkan masalah.


"Tidak Akan..." jawab pangeran Lingzhi.


"Pangeran....!" seru Alea .


"Kau harus janji dulu kalau kita pulang nanti harus langsung menikah, dam kau tidak akan pernah membuatku cemburu.." ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah terlihat manja.


"Kapan aku membuatmu cemburu...?" tanya Alea heran.


"Jangan terlalu dekat dengan pria lain..!" jawab Pangeran Lingzhi lagi.


"Maksudmu Putra Mahkota Huang...? Bukankah dia gege Angkatku, dan dia juga putra dari bibimu..." jawab Alea sambil menahan senyuman.


"Jangan mentertawakan aku sayang... Kau tahu, aku sangat cemburu saat kau dekat dengan pria lain , apalagi melihat para pria yang sedang menatapmu dengan wajah mesumnya. Rasanya aku ingin memcungkil matanya yang menatapmu dengan pandangan mesum pada dirimu .." kata Pangeran Lingzhi sambil cemberut. Alea tak dapat menahan tawanya lagi.


"Ha ha ha...ternyata kau sangat lucu bilah sedang kesal seperti ini My Zhi...!" seru Alea sambil tertawa. melihat tawa Alea pangeran Lingzhi bukannya. marah tapi malah tersenyum bahagia. dia sangat senang jika melihat sang kekasih tertawa bahagia seperti sekarang ini.


"Iya iya, kita akan langsung menikah setelah kembali dari sini. dan kau tahu kan..aku bukan gadis centil yang akan membuatmu cemburu..." goda Alea.


"Kau memang bukan gadis centil sayang...dasar gadis nakal..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencium lembut dahi Alea.


"Aku mencintaimu..." ucap pangeran Lingzhi.


"Aku juga..." jawab Alea. Akhirnya mereka berjalan bersama keluar dari kamar .


cukup dulu ya...jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu .

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2