PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERGI KE MEDAN PERANG.


__ADS_3

Dua hari berlalu dengan cepat. Kini kesehatan Alea sudah pulih seperti semula. Begitu juga dengan Pangeran Lingzhi. Dia sudah kembali seperti sikapnya sedia kalah dingin , acuh dan sombong. Hanya saat ada di dekat sang istri saja, kelembutannya dapat terlihat.


Namun setelah kejadian masalah racun. Pangeran Lingzhi terlalu posesif pada Alea. Dia bagai tak mau jauh dari sang istri. Seperti pagi ini, Saat Alea akan berpamitan untuk pergi ke restoran miliknya, dengan Sigap dia berkata.


"Biar nanti aku ikut bersamamu sayang..." jawabnya tenang.


"My Zhi ...aku cuma akan ke restoran lo.." ucap Alea lembut.


"Iya aku ikut..." jawabnya tenang.


"Apakah Ayah tidak memberimu tugas..?" tanya Alea heran.


"Aku tidak ada tugas..." jawab Pangeran Lingzhi cepat.


"Baik kalau gitu kita pergi..." kata Alea mengalah. Setelah makan mereka segera berkemas akan pergi ke restoran. Namun sebelum langkah mereka keluar dari istana kediaman mereka, tba- tiba seorang prajurid datang menghadap.


"Salam yang Mulia..." ucap nya sambil memberi hormat.


"Ada apa...?" tanya Pangeran Lingzhi terlihat dia merasa terganggu.


Melihat tingkah sang suami , Alea menggemggam tangannya.


"My Zhi...sabarlah..." ucap nya menghibur.


"Maaf Yang Mulia, anda di suruh datang menghadap Raja..." ucap prajurid itu.


"Aaa...ada apa sich , bilang pada Ayah aku sibuk...!" ucap Pangeran Lingzhi marah.


"Tapi yang Mulia..."


"Sudah aku bikang aku sibuk, aku akan menghadap Ayah nanti...!" serunya Marah


"Baiklah yang Mulia..." jawab Orajurid itu dengan kesuh, sebab kata Raja Rong Kyu dia harus bisa membawa pangeran Lingzhi menghadapi beliau.


"Tunggu...!" seru Alea kaget melihat perbuatan sang suami.


"Ada apa sich sayang.,..?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.


"My Zhi...kenapa kau menolak..?itu tidak baik , siapa tahu ada kepentingan yang harus kau ketahui , kau harus kesana My Zhi...." ucap Alea sambil menatap sang suami.


"Tidak...tidak ada masalah yang lebih penting selain mengantarmu..." ucap pangeran Lingzhi.


"Sayang...dengarkan aku..." rayu Alea. Mendengar Alea mengatakan sayang , Pangeran Lingzhi sangat bahagia.


"Sayang...kau barusan memanggilku apa...?Coba katakan sekali lagi..." ucap Pangeran Lingzhi bahagia.


"Ck, keceplosan dech..." ru tuk Alea dalam hati.


"Iya aku tadi memanggilku sayang... dengarkan aku, kalau kau tidak datang sekarang apa kata Ayah. Ayah akan marah...apalagi kalau dia tahu alasan kamu tidak mau karena mengantarkan diriku, pasti Ayah akan membenciku . kau mau Ayah membenciku...tidak kan..? kau tahu kan kalau kau sebentar lagi dirimu akan menjadi seorang Raja...? Aku minta sekarang kau pergi menemui ayah ya...?" kata Alea lembut sambil memegang tangan sang Suami.


"Tidak , bukankah aku sudah bilang kalau kau itu lebih penting dari apapun..!" ucap pangeran Lingzhi dengan wajah tegas .


"Ya ampuuun...nich orang ya...kenapa sekarang jadi seperti ini... Kemanapun selalu ingin aku berada di dekatnya. .." teriak Alea dalam hati.


"Tapi My Zhi...." ucap Alea lagi.


"Tidak ada tapi- tapian..." ucapnya tegas.


"Baiklah , gimana kalau kau pergi menemui Ayah dan aku akan tinggal di rumah, kita akan pergi ke restoran lain kali saja ..." ucap Alea dengan lembut.


"Tidak...kau pasti akan pergi sendiri..." kata Pangeran Lingzhi lagi .


"Tidak , aku akan di rumah, aku akan menunggumu..." kata Alea membujuk pangeran Lingzhi .


"Tidak..ayo kita pergi..." ucap Pangeran Lingzhi.


"Tunggu My Zhi...baiklah bagaimana kalau kita menghadap Ayah saja , aku juga ingin tahu ada apa Ayah memanggil dirimu.." kata Alea membuat pangeran Lingzhi menghentikan langkahnya.


"Benarkah...!" ucapnya bahagia.


"Hmm..." jawab Alea pasrah. Terlihat kebahagiaan di mata Pangeran Lingzhi. Dia bahagia karena Alea tidak jadi pergi ke restotan sendiri tanpa dirinya.


"Kalau begitu Ayo kita kesana..." ucapnya bahagia. Akhirnya Alea dengan terpaksa pergi mengantarkan pangeran Lingzhi menghadap sang Raja .


Keempat pengawal yang melihat semua itu hanya bisa tertegun dan menghela nafas. Di dalam fikiran mereka, mereka juga kaget melihat tingkah pangeran Lingzhi yang tidak mau jauh barang sebentar dari sang istri.


Di dalam perjalanan Alea bingung, aku harus bilang apa pada Raja kenapa aku ikut pangeran Lingzhi .

__ADS_1


Sesampainya di depan aula pertemuan sang kasim segera berteriak.


"Putra Mahkota dan Putri Mahkota telah datang..." teriaknya dengan keras.


Alea dan Pangeran Lingzhi segera masuk kedalam aula pertemuan.


"Salam sejahtera dan panjang umur untuk Raja , semoga selalu bahagia ." ucap mereka berenam bersama- sama.


"Salam kalian aku terima , duduklah..." kata Raja Ring Kyu dengan wajah lembutnya.


Mereka berdua bersama keempat pengawalnya segera duduk ditempat khusus mereka.


"Kenapa kau ikut Putri..." kata Raja Ring Kyu heran. sebab tadi perasaan dia hanya memanggil pangeran Lingzhi.


"Maafkan hamba Ayah...hamba hanya ingin menjenguk Ayah, sekalian ikut suami hamba..." jawab Alea sambil menunduk. Melihat wajah Alea yang memerah karena malu, Raja tahu pasti Pangeran Lingzhi yang memaksa sang menantu datang kemari.


"Oo..begitu, trimakasih kau sudah mau menjenguk Ayah. kalau begitu duduklah dengan tenang Ayah ada perlu dengan Suamimu..." kata Raja lagi.


"Hamba mengerti Ayah..." jawab Alea.


"Nach Pangeran...dua minggu lagi kau akan di lantik jadi raja. namun di perbatasan kembali terjadi kerusuhan. sudah banyak prajurit kita yang gugur apakah kau bisa menyelesaikan tugas ini nak...?" tanya sang Raja dengan penuh harap. Teihat wajah Pangeran Lingzhi kaget. dia terdiam sejenak , lalu menatap sang istri , Alea menggenggam tangan Pangeran Lingzhi dengan lembut . tak lama terdengar ucapannya.


"Baiklah Ayah...Lingzhi akan berangkat kesana..." jawabnya dengan berat.


"Maaf Ayah...apakah hamba boleh ikut.?"


kata Alea membuat sang suami kaget , begitu juga dengan sang Raja dan seluruh orang yang berada di sana. mana mungkin seorang Putri Mahkota akan ikut di dalam peperangan.


"Nak...mana mungkin..kau seorang wanita, mana mungkin pergi bersama suamimu yang akan berperang.." ucap Raja Rong Kyu


"Iya sayang...kau tidak boleh ikut.." ucap Pangeran Lingzhi.


"Ayah...Pangeran, apakah kalian lupa siapa Alea...selain hamba seorangvPutri Mahkota Bukankah hamba merupakan pengawal Khusus Putra Mahkota...?dan juga jika hamba ikut , Pangeran Lingzhi akan merasa tenang dalam menjalankan tugasnya..." kata Alea dengan wajah tenang. namun ada kekuatan di mata indahnya. Mendengar ucapan Alea, semua orang hanya bisa berharap sang Raja menghalangi niat Putri Mahkota. Namun mereka juga tahu kekuatan Putri Mahkota . Terlihat Raja Rong Kyu terdiam sesat. lalu...


"Baiklah kalau itu maumu Putri...tapi kalian harus selalu hati- hati...sekarang kalian kembalilah. besok pagi kalian akan berangkat..." kata Raja Rong Kyu lagi. Mendengar ucapan Raja mereka, para pembesar kerajaan jadi kaget, apa tidak masalah mengijinkan Putri Mahkota pergi..?ucap mereka dalam hati.


"Kami siap yang Mulia..." ucap Pangeran Lingzhi dan Alea serta keempat pengawalnya bersamaan . Mereka segera keluar di ikuti pandangan semua orang yang ada di aula pertemuan.


"Raja...apakah tidak salah membiarkan putri Mahkota ikut Ke dalam peperangan.?" tanya salah satu dari para Mentri.


"Apa kalian lupa siapa putri Mahkota...? dan kalian tahu, gadis itu sulit di larang.." ucap Raja Rong Kyu dengan wajah sabar.


Sedangkan sang Putri Mahkota sendiri kini sedang berjalan dengan Pangeran Lingzhi dan pengawalnya menuju istananya.


"Sayang...kenapa kau ikut...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menggenggam tangan sang istri.


"Apakah aku tidak menyadari keberatan dalam hatimu.." kata Alea sambil menatap sang suami.


"Tapi ini peperangan sayang..." ucap Pangeran Lingzhi lembut.


"Apakah aku tidak pernah perang... kau tahu aku bukan gadis manja kan...!" ucap Putri Mahkota.


"Baiklah tapi kau tidak boleh jauh dariku, aku tidak ingin terjadi apapun padamu.." ucap Pangeran Lingzhi sambil membelai rambut Alea.


"Baik, aku akan menurutimu..." jawab Alea sambil tersenyum. .Mereka terus berjalan menuju istana mereka untuk bersiap- siap


Setelah sampai di istana Alea dan pangeran Lingzhi menyuruh para pengawal pribadi mereka untuk bersiap- siap juga. Merekapun segera pergi meninggalkan Alea dan Pangeran Lingzhi.


💖💖💖💖


Keesokan Harinya Alea dan Pangeran Lingzhi berangkat bersama satu pasukan khusus milik Pangeran Lingzhi yang memang sudah terlatih. mereka berangkat setelah meminta restu pada Raja. dan ternyata Lian Han juga ikut, dia tanpa sengaja kemaren datang ketempat Zheng Bai , dan Zheng Bai memberitahukan kalau mereka akan pergi berperang besok pagi. mendengar perkataan Zheng Bai, Lian Han segera berpamitan pada sang Kakek dan Ayahnya. Mendengar Alea juga pergi , Jendral Murong Han malah menyuruh Lian Han mendampingi Alea.


Lian Han pun segera berkemas . dan paginya dia segera pergi keistana.


Kini mereka berangkat di antarkan sendiri oleh Raja Rong Kyu sampai depan istana. Rakyat yang melihat Putri Mahkota berangkat berperang mendampingi Putra Mahkota , sangatlah bangga , mereka tak menyangka kalau Putri Mahkota rela pergi berperang mendampingi sang Suami.


"Ya dewa...lihatlah putri mahkota terlihat gagah saat memakai baju perang...?" kata salah satu wanita yang melihat keberangkatan pasukan Pangeran Lingzhi.


"Aku tak menyangka Putri Mahkota kita rela pergi berperang mendampingi suaminya..." kata penduduk yang Lain.


"Ternyata Putri Mahkota kita tidak seperti gadis yang lainnya. tidak seperti gadis- gadis manja yang maunya hanya ingin di perhatikan dan di sayang saja..." ucap seorang Pria yang melihat Alea di depan bersama Pangeran Lingzhi dan para pengawal pribadi mereka.


"Aku sangat bangga pada Putri Alea... orangnya cantik dan terkenal baik hati dan dermawan. tetanggaku pernah di tolong dia saat dia jatuh sakit ketika pergi ke pasar untuk berdagang. ternyata dia juga seorang tabib yang handal. setelah di obati oleh dia, tetanggaku langsung sembuh dan sampai sekarang tidak pernah kambuh lagi...?" ucap salah satu pria yang berada di antara para penonton yang ada di pinggir jalan .


"Benarkah...? jadi putri Mahkota itu seorang tabib...?" tanya yang lain.


"Benar apa yang dia katakan ...aku pernah dengar dari tetanggaku yang menjadi pelayan istana, katanya dialah yang menyembuhkan Raja kita Raja Rong Kyu, dan dia juga menyembuhkan Putri Yinhan yang akan melahirkan saat semua tabib kesulitan untuk mengeluarkan bayi yang akan di lahirkan putri Yinhan. dan dia juga menyembuhkan Ibu Suri yang katanya sudah di katakan meninggal .." kata pria yang ada di antara mereka.

__ADS_1


"Ya ampun...hebat sekali putri Alea ya.. apakah dia tidak membuka rumah obat ya, agar kami para rakyat kekaisaran bisa berobat padanya saat kita terserang penyakit..." jawab yang lain.


"Aku doakan semoga Putri Alea selamat dan akan menjadi Permaisuri kita ..." kata salah satu pria di antara mereka.


"Bukanya pelantikan Putra Mahkota akan segera di laksanakan dua minggu lagi... semoga saja mereka cepat menyelesaikan peperangannya..." kata penduduk yang lain .


"Aku berdoa mereka cepat menyelesaikan peperangan, dan kita bisa melihat mereka menjadi Raja dan Permaisuri kita..." doa salah satu dari penduduk.


"Benar...kita harus berdoa untuk keselamatan mereka..." jawab yang lain.


Merekapun melanjutkan melihat rombongan itu pergi menjauh dari mereka. setelah melihat rombongan Pangeran Lingzhi menjauh mereka kambali melanjutkan pekerjaan mereka.


Sedang Pangeran Lingzhi dan Alea segera memacu kuda mereka bersama semua oasukannya ketika mereka berada di luar kota kerajaan.. memang mereka semua menaiki kuda , sebab mereka memburu waktu untuk cepat sampai di perbatasan yang sedang mendapat penyerangan dari para pengacau. Dua hari perjalanan tanpa henti mereka telah sampai di tempat peperangan .


Mereka di sambut oleh Jendral Xhenju yang memang di tugaskan berangkat lebih dahulu untuk memberantas para pengacau. saat melihat kedatangan Putra Mahkota, Jendral Xhenju menyambut sendiri Putra Mahkota dan Putri Mahkota . Mereka segera di bawa masuk kedalam markas mereka. Setelah istirahat sebentar. Pangeran Lingzhi dan Alea segera menanyakan keadaan saat itu. dengan sedih Jendral Xhenju mengatakan kalau Prajurid banyak yang gugur atau terluka.


Ketika mendengar aoa yang terjadi , Pangeran Lingzhi dan Alea mulai membuat strategi penyerangan.


Keesokan Harinya Pangeran Lingzhi dan Alea segera memimpin peperangan. Alea juga segera mengeluarkan Mahluk kontraknya. begitu juga dengan Pangeran Lingzhi. saat hari mulai terang mereka segera maju kemedan perang .


Pertempuranpun terjadi dengan sengit. ternyata Musuh memiliki bamyak prajurit yang kuat . namun saat kekuatan Alea dan Pangeran Lingzhi bersatu, mereka bagai sepasang dewa kematian bagi musuhnya . Apalagi keenam mahluk kontrak mereka.


Jendral Xhenju melihat sepak terjang Alea sangat kaget. kalau Putra Mahkota dia memang sudah tahu, tapi kalau Putri Mahkota baru sekarang dia menyaksikannya. apalagi melihat keenam pria tampan yang selalu bersama mereka berdua. mereka bagai pengawal terkuat bagi kedua pasangan itu. akhirnya terlihat kemenangan berpihak pada mereka.


"Gila...Pangeran Dan Putri Mahkota bagai sepasang dewa kematian. yang sedang menjemput kematian para musuh . Ternyata Putri Mahkota seorang ahli ilmu bela diri. apalagi ilmu pedangnya. pedangnya bagai pedang pengejar roh .." ucap Jendral Xhenju terkagum- kagum . dia memang berperang dekat dengan Putri Alea. hingga dia dengan jelas dapat melihat kekuatan Alea. Jendral Xhenju hanya bisa terkagum- kagum pada Alea sambil menyerang musuh. Hingga sore hari, pertempuran berakhir dengan kemenangan di tangan mereka.


"Pangeran...perasaan ada sesuatu yang janggal , aku merasa malam ini akan ada yang akan datang ketempat ini..." kata Alea saat mereka sedang beristirahat.


"Lebih baik kita mencegah mereka datang..." kata Pangeran Lingzhi.


"Benar My Zhi...." jawab Alea .


"Kalau begitu bagaimana kalau kita mengintai mereka di menara..." kata pangeran Lingzhi sambil tersenyum sinis.


"Ide yang bagus. kita akan mengintai dari ruang dimensi saja . kita lihat ada apa nanti..." jawab Alea.


"Baiklah setelah makan kita pergi kesana.." kata Pangeran Lingzhi sambil tersenyum devil.


"Siap Komanda. ayo kita membersihkan badan kita dulu..." ajak Alea. Mereka segera masuk kedalam kamar mereka.


Setelah makan malam Alea dan Pangeran Lingzhi segera pergi ke menara yang ada di bagian depan benteng.


Sesampainya di sana mereka segera masuk kedalam ruang dimensi. mereka segera berkumpul dengan mahluk kontrak mereka. dengan kekuatan Alea, mereka bisa melihat keadaan diluar maupun di dalam benteng yang dapat di lihat dari atas menara. saat benteng masih dalam keadaan ramai mereka tidak melihat Apapun. namun saat waktu menunjukan tengah malam, dan keadaan benteng mulai sepi, terlihat sesosok manusia berkelebat keluar dari dalam benteng dengan cepat. dan dia keluar dari jalan yang berada persis di sebelah kanan menara .


"Lea'er..siapa dia...!" seru Pangeran Lingzhi.


"Kita susul dia ..." jawab Alea. Alea segera memegang tangan pangeran Lingzhi dan keluar dari ruang dimensi. Pangeran Lingzhi membawa terbang Alea dengan ilmu meringankan tubuh. Dengan cepat pangeran Lingzhi dapat mengejar orang itu. namun mereka menjaga jarak dari orang itu. saat mereka melihat ada beberapa orang Lain di depan mereka , Pangeran Lingzhi segera membawa Alea bersembunyi. dengan perlahan mereka mendekati tempat orang yang keluar dari benteng. ternyata Pria itu mendekati beberapa orang yang sudah menunggu kedatangannya. Alea membawa Pangeran Lingzhi masuk kembali kedalam ruang dimensi .


"Bagaimana kau ini , gara - gara kau prajuridku banyak yang mati, apakah kau sudah tidak bisa melakukan tugasmu....? sekarang apakah kau sudah menaruh racun dalam minuman mereka...?" tanya seorang Pria yang terlihat seperti seorang pemimpin. pada pria itu .


"Mohon maaf yang Mulia..hamba belum sempat melakukan itu, karena kemaren Putra Mahkota dan Putri Mahkota datang..." jawab Pria itu dengan suara gemetar.


"Apaa..mereka datang...? ha ha ha baguslah kalau begitu...aku bisa membalaskan dendam Pangeran kegelapan, Gara- gara Putra Mahkota Kerajaan Shi, Pangeran Kegelapan bagai manusia mati..!" serunya dengan marah.


"Apakah kau mencariku...." suara bariton mengagetkan mereka semua. terlihat delapan orang pria sedang berdiri di belakang Prajurit penghianat itu. mereka terlihat gagah dan tampan. terutama dua pria yang berada di tengah- tengah .


"Putra Mahkota...!" seru prajurid itu ketakutan. dia segera ingin berlari menjauh dari kelompok orang yang berada di belakangnya. Namun sebelum dia melangkah sebuah pegang telah memenggal kepalanya. hingga jatuh menggelinding dan berhenti tepat di kaki Pria yang sedang di ajak bicara olehnya.


"Siapa kau....?!" ucap Pria itu dingin.


"Bukanya dia telah menyebutkan namaku, dan kau sedang mencariku bukan...?" ejek Pangeran Lingzhi.


"Jadi kau pangeran Lingzhi , Si Putra Mahkota sialan itu...?" ucapnya dengan marah.


"Siapa kau... sepertinya aku tidak pernah bertemu denganmu...?" tanya Pangeran Lingzhi dingin.


"Aku pangeran kedua kerajaan kegelapan, gara- gara kau, Pangeran kegelapan bagai orang mati..." ucapnya dengan marah.


"Cih...salah dia sendiri , kenapa dia menculik calon istriku...?" ucap Pangeran Lingzhi sinis.


"Kau yang salah...seharusnya dia di takdirkan menjadi permausuri Raja kegelapan , tapi kau yang mengambilnya dan menghalangi pernikahan kakakku ..." ucap Pangeran Kedua kerajaan kegelapan.


"Sembarangan...siapa yang mau jadi Permaisuri Kerajaan kegelapan..." kata Pria tampan nan cantik tanpa sadar.


Maaf sekian dulu ya...


Jangan lupa like dan komennya aku tunggu, jangan sakit hati kalau kugantung ceritanya ya...habis author ada sesuatu yang harus author kerjakan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2