
Alea dan kawan - kawan melihat kesumber suara. Terlihat Asuya sedang berjalan bersama taman- temannya yang juga siswa perguruan Calang.
Melihat kedatangan Asuya , Alea hanya tersenyum di wajah cantiknya.
"Oo..ternyata putri Asuya . maaf wanita yang tak di ingini keluarga ini tidak tahu kedatangan putri yang berbudi luhur, maafkan hamba yang mulia..." ucap Alea menyindir. Mendengar perkataan Alea terlihat wajah arogan putri Alea sedikit memerah . Dia yang sejak tadi sudah sangat marah karena kehadiran Alea, kini semakin marah mendengar perkataan Alea yang lembut tapi menusuk itu.
"Sialan, kenapa paman Guanyu belum membunuh gadis ini.. Apa dia belum bisa menemukan pe****r ini..? Dasar tidak berguna, Ayah...kenapa kau mengirimkan paman Guanyu yang harus melaksanakan eksekusi itu . lihatlah hasilnya, sampai saat ini gadis laknat ini masih hidup...!" teriak putri Asuya marah .
Dia telah meminta sang Ayah untuk mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh Alea di dunia kecil ini agar tidak ada halangan lagi keinginannya menjadi putri Mahkota kerajaan Shi, menjadi istri pria tampan yang dia ingini. Mereka telah sepakat membunuh putri Lea setelah mendengar kalau pangeran Lingzhi telah memilih putri sialan itu menjadi Putri Mahkota. Dan Raja Rong menyetujuinya pilihan Putra Mahkota . Mereka sangat marah karena Raja Rong Kyu malah memilih anak dari seorang jendral dari pada Asuya putri seorang Raja . Putri Asuya sangat marah karena pria yang dia cintai yaitu pangeran Lingzhi akan menjadi milik gadis lain.Rasa cemburu serta iri pada diri putri Lea , Membuat putri Asuya meminta pada sang Ayah untuk membunuh pitri Alea . Kenapa mesti gadis dari kerajaan Long itu yang di pilih Putra Mahkota Lingzhi. Apa kelebihan gadis sialan itu, kenapa bukan dia yang di pilih, Bukankah kalau dilihat dari kedudukan atau martanat dia lebih tinggi ,dan dia lah yang paling pantas menjadi permaisuri kerajaan Shi yang besar ini. Kenapa mesti putri seorang Jendral yang di pilih Putra Mahkota kerajaan Shi itu.
"Cih jangan sok menjadi gadis yang baik ,dan lembut, jika hatimu busuk.."
Ucapnya sinis.
"Busuk...? dari mana putri bisa melihat hatiku busuk..?hingga putri baik hati seperti anda bisa berucap kalau hatiku busuk.?" ucap Alea dengan tenang.
Saat mereka sedang berdebat tiba- tiba segerombolan peserta datang menemui Alea.
"Salam hormat tetua muda dan tuan muda ..." ucap lima orang pria dan dua gadis cantik pada Alea. Sikap mereka membuat orang- orang yang berada di sekitar Alea kaget, apalagi si Asuya.
Sedang Alea kaget ketika dia melihat peserta itu ternyata dari sekte Tianzi sekte milik sang kakek, atau tepatnya milik Alea sendiri. Karena di sana dia mengenal murid- murid dari Tiangzi itu .
Apalagi dua pria tampan yang ada di antara mereka yaitu Putra Mahkota Huang, dan Zhen Bai .
"Hey kalian ada di sini...!" seru Alea bahagia.
"Benar Putri... Hamba bersama yang Mulia Huang mendapat tugas dari sekte untuk masuk kedalam dunia kecil.." jawab Zhen Bai dengan masih memberi hormat.
"Sudah ayo bangun. Lagian Pangeran Huang kenapa harus ikut- ikutan melakukan seperti mereka.." ucap Alea kesal.
"Putri...mana mungkin kami tidak menghormati penguasa sekte Tiangzi, hamba adalah murid Tiangzhi.."ucap pangeran Huang dengan hormat.
"Ck pangeran...baiklah , sekarang aku memerintahkan kalian bersikap seperti biasa, karena saya tidak suka .." tegas Alea. Sedang teman- teman Alea semua kaget dengan sikap sekte yang terkenal kekuatannya dan kebesaran namanya memberi hormat pada Alea dan menyebut Alea sang penguasa.
" Gege lauyan , kau bisa memberikan bubuk itu pada putri Asuya sekarang .." ucap Alea pada Lauyan yang berada di ruang dimensi.
"Baik Lea'er..." jawab Lauyan , dia yang sudah menjadi burung kecil segera terbang tinggi lalu tanpa sepengatahuan semua orang dia mendekati Putri Asuya dan menaburkan bubuk buatan Alea yang tak terlihat oleh mata dan tak berbau ketubuh putri Asuya .
Setelah itu dia kembali kepada Alea dan hinggap dengan nyaman di bahu Alea, sedang White telah berada di pergelangan tangan Alea.
Mereka segera meninggalkan Putri Asuya dan rombongannya dan mencari tempat duduk sambil menunggu peninggalan purba yang belum muncul.
Setelah memperkenalkan timnya pada Murid Tiangzi , Alea segera menanyakan keadaan sang kakek.
"Gimana keadaan kakek Kak Zhen Bai..?" tanya Alea.
"Keadaan beliau baik- baik saja putri, hanya ada satu pesan dari beliau untuk putri..." jawab Zhen Bai.
"Apa itu...?" tanya Alea dengan wajah tanya.
"Sepulang dari berpartisipasi ini hamba akan langsung ditugaskan untuk menjadi pengawal pribadi anda putri.." ucap Zhen Bai dengan wajah tenang.
"Apaa...mana mungkin kak...kau banyak tugas di sana, kedua orang tuamu pun ada di sekte Tiangzi , mana mungkin kau mengikutiku di Kerajaan Shi ini..!" seru Alea kaget.
"Ini sudah keputusan guru agung putri.. Dan lagian bukankah hamba mengikuti ketua muda perguruan Tiangzi yang sebentar lagi akan menjadi Putri Mahkota, kakek mencemaskan keselamatan putri, .." kata Zhen Bai dengan wajah tenang .
"Ck..kakek.." ucap Alea tak dapat lagi berkata .
"Biarkan dia mengabdikan dirinya di sisihmu Putri Lea, andai aku bukan Putra Mahkota, mungkin aku akan bertindak seperti Zhen Bai..." ucap Pangeran Huang pelan.
"Kalian berdua memang orang aneh. coba untuk apa kalian mengikutiku, aku ini bukan siapa- siapa, kalau kalian tahu julukanku dulu sebagai putri sampah
apa kalian akan tetap seperti ini..." gerutu Alea.
"Hamba tidak melihat Putri yang dulu, hamba melihat putri yang sekarang, apalagi hamba berhutang nyawa padanya, jadi tolong biarkan hamba tinggal di dekat putri, hamba mohon putri..." ucap Zhen Bei sambil bersujud di depan Alea hingga membuat banyak orang melihat kearah mereka, begitu juga dengan putri Asuya dan putri Lan Wen yang duduk tidak terlalu jauh dari Alea. Mereka melihat semua kejadian itu. Putri Asuya dan putri Lan Wen sangat marah dan iri melihat Alea begitu di hormati banyak orang, mereka bisa melihat lima peserta daribTingzi adalah pria gagah dan tampat, serta dua gadis yang cantik. Apalagi dua pria yang sejak tadi berbicara dengan Alea. mereka merupakan pria- pria tampan yang memiliki karisma sendiri . dan mereka juga mendengar kalau Alea adalah ketua muda sekte Tiangzi yang terkenal di seluruh tiga benua. Merupakan sekte terkuat dan memiliki murid yang memiliki kedudukan tinggi di beberapa kerajaan.
"Kenapa gadis itu seberuntung itu... bukankah dia hanya gadis lemah dan sampah masyarakat, dasar wanita ja***g.. Bisa- bisanya dia membuat orang tertarik padanya. Lalu kenapa paman Guanyu belum membunuhnya, dan lagi di mana dia sekarang , dasar bodoh...!" seru Putri Asuya marah dalam hati.
Sedangkan Alea terlihat frustasi melihat tingkah Zhen Bei.
"Bangun kak Zhen..." seru Alea marah.
"Tidak sebelum putri menerima hamba.." jawab Zhen Bai.
"Ck kau ini..baiklah kalau kau tidak bangun , aku akan menyuruhmu pulang. dan tak memperbolehkan dirimu tinggal denganku.." ucap Alea kesal.
Mendengar perkataan Alea , Zhen Bai segera mendongakkan kepalanya gembira.
"Jadi putri Menerima hamba...?" tanya Zhen Bai tak percaya.
"Iya, iya..ayo cepat bangun...!" seru Alea . dengan cepat Zhen Bai bangun .
"Trimakasih Putri..." ucapannya bahagia.
"Putri ..bagaimana kalau kita berangkat bersama menuju ke kota penilaian, agar putri juga bisa bersama sekte Tiangzi .." ucap Putra Mahkota Huang.
Mendengar perkataan Pangeran Huang, Alea menatap teman- temannya.
__ADS_1
"Apakah kalian setuju..?" tanya Alea pada teman satu kelompoknya.
"Kami setuju putri...mungkin semakin banyak teman, kita tak akan merasa sendiri... "Ucap Qing Ju sambil tertawa.
Merekapun semua setuju kalau sekte Tiangzi berjalan bersama mereka.
Merekapun berbincang bersama sambil menunggu Kemunculan peninggalan purba itu walaupun mereka tidak tahu apa yang akan mereka lihat . Saat mereka asyik berbicara tiba- tiba terdengar gemuruh yang sangat keras, serta getaran di tanah yang membuat semua orang kaget. Beberapa lama terlihat sebuah bangunan muncul di tengah- tengah tanah yang luas itu, dan berdiri dengan mega di depan mereka. membuat semua orang terbelakak kagum. Bangunan itu terbuat dari batu Alam, dan terlihat sangat besar. Setelah sadar semua orang berbondong- bondong ingin masuk kedalamnya.
"Kita tidak masuk putri...?" tanya Zhen Baik pada Alea.
"Jangan terburu - buru..apapun yangvada di dalam sana kalau memang itu milik kita, maka pasti akan kita dapatkan. Tapi walaupun kita berjalan lebih dahulu, kalau benda atau apapun yang ada di sana bukan milik kita, kita tidak akan bisa memilikinya..." ucap Alea bijak.
Mendengar ucapan Alea, mereka semua menatap Alea dengan perasaan kagum. Akhirnya mereka membiarkan orang - orang itu bergegas untuk masuk kedalam bangunan kuno itu. Namun Apa yang terjadi, semua orang hanya bisa menatap bangunan itu dengan tatapan kecewa, karena pintu bangunan yang terbuat dari batu itu tidak bisa di buka dengan cara apapun juga .
Pintu batu itu tertutup dengan rapat, walaupun di buka dengan cara paksa, dengan tenaga dalam , tetapi pintu batu itu tetap berdiri dengan kokoh tak bergerak barang seincipun.
"Lea'er...kenapa aku merasakan femiliar sekali dengan bangunan itu..." ucap Lauyan.
"Apakah Yan'ge pernah melihat bangunan ini...? bukankah Yan'ge ketemu denganku saat kau masih baru menetas, dan setelah itu, Yan'ge tidak pernah pergi selain bersamaku...?" ucap Alea.
"Bukan di masa ini Lea'er..., kau sudah tahu umurku kan...?" ucap Lauyan gemas.
"Ha ha ha...benar juga... Bukankah kau seorang kakek tampan ya.." kekeh Alea menggoda Lauyan yang Ada di pundaknya .
***..
Lauyan mematuk pipi Akeh dengan paru kecilnya. Dan paru kecil itu sempat mencubit pipinya.
"Aauu...gege..sakit tahu.." ucap Alea, namun mulutnya masih ada tawa menggoda.
"Dasar gadis nakal...!" seru Lauyan gemas. Sedang ketiga mahluk kontrak Alea yang lain, hanya bisa menahan tawa, karena sekarang Lauyanlah yang terkena keusilan Alea.
"He he..maaf gege.. Baik apakah kita akan mendekati gerbang itu...?" tanta Alea pada Lauyan setelah puas tertawa.
"Tunggu sampai mereka menyerah.." jawab Lauyan tenang.
Aleapun menunggu para peserta menyerah untuk membuka pintu bangunan itu. Setelah cukup lama mereka berusaha dengan segala cara. Akhirnya mereka menyerah. Satu- persatu para peserta pergi meninggalkan daerah itu. Dan mereka mulai menjauh dari pintu gerbang.
Setelah suasana agak sepi, Alea segera mengajak semua teman- temannya berjalan kearah pintu gerbang bangunan tua itu. saat itu kelompok putri Asuya dan Lan Wen belum pergi juga. setelah mereka berusaha membuka pintu gerbang itu tadi bersama beberapa peserta yang juga memiliki ilmu tinggi. akhirnya mereka menyerah karena pintu batu itu tak dapat tergeser barang seincipun. Saat mereka akan pergi, mereka melihat peserta dari kelompok Alea dan sekte Tiangzi hanya diam melihat perbuatan para peserta , tanpa berkeinginan untuk ikut membuka juga. melihat itu putri Asuya jadi curiga , apa sebenarnya yang akan di lakukan Alea, kenapa mereka hanya diam saja.
Kini saat Alea dan kawan- kawan berjalan kearah pintu gerbang batu itu, dia tertawa mengejek.
"Ha ha ha...jangan sok pintar kau gadis sampah...!" seru Putri Asuya pada Alea yang berjalan bersama Zhen Bai dan semua kelimpoknya. mendengar Alea di hina, Zhen Bai marah, namun sebelum dia bertindak, Alea segera memegang lengannya.
"Biarkan dia berkata apapun, anggap suaranya seperti Anjing yang sedang menggonggong..."bisik Alea. mendengar omongan Alea, pangeran Huang tak dapat menahan tawanya.
"Gadis seperti dia layak mendapatkan ucapan kasar Pangeran...apakah anda tahu, dia hampir membunuh kami semua..." bisik Qing Ju pada Pangeran Huang.
"Apaa...apa maksudmu...?" tanya Pangeran Huang kaget. seketika tawanya hilang.
"Dia menyuruh pengawal kepercayaan keluarganya , pengawal yang berilmu sakti yang bisa menyuruh berpuluh serigala iblis untuk menyerang kami, andai putri Lea tidak tangguh dan tidak memiliki hewan- hewan sakti, , mungkin saat ini kami hanya tinggal namanya saja.
"Sialan...jahat sekali gadis itu... Memangnya ada masalah apa hingga dia mau membunuh kalian...?" tanya pangeran Huang.
"Sebenarnya penjahat itu ingin membunuh putri Lea, karena perintah putri Asuya , dan mungkin juga dia mendapatkan ijin sang Ayah yaitu Raja kerajaan We untuk membunuh putri Lea , mungkin dia sudah mendengar kalau putri Lea adalah Putri Mahkota kerajaam Shi , yang merupakan pilihan dari putra Mahkota Lingzhi, Dan Raja Rong Kyu pun sudah merestui hubungan merek . dam kami tahu sejak dulu putri Asuya sangat tergila- gila pada Putra Mahkota Lingzhi sendiri.
"Dasar gadis murahan, hanya karena dia putra seorang raja, dia berani berbuat semena- mena pada gadis lain, ..lalu kenapa sekarang putri Lea mendiamkan perbuatan jeleknya. .." ucap Putra Mahkota Huang dengan marah.
"Putri menyarankan kami untuk tidak melakukan tidakkan yang akan membahayakan kami dan keluarga kami, kami di minta untuk bersikap seolah tidak pernah terjadi masalah dengannya, karena dia sudah mempersiapkan balasan yang lebih parah dari kematian..." ucap Qing Ju dengan wajah penuh kemarahan.
"Kau tahu apa itu...?" tanya pangeran Huang dengan wajah masih terlihat sangat marah .
"Hamba juga tidak tahu Pangeran, dia hanya berkata untuk percaya padanya.." ucap Qing Ju kembali.
tanpa terasa langkah mereka telah sampai di depan pintu gerbang yang terbuat dari batu alam yang terlihat hitam pekat. namun di dinding pintu. terlihat hiasan burung Phoenix yang terlihat sangat indah. dan di gambar ekor burung terlihat sebuah lubang selebar kepala gagang pedang.
"Gege...kenapa di pintu ini ada ukiran burung Phoemix ..?" tanya Alea pada Lauyan yang ada di bahu kanannya.
"Sebentar Lea'er...aku femiliar sekali dengan gambar di dinding gerbang ini.." ucap Phoenix lagi.
"Hanpey...apa yang sedang kau lakukan?" tanya Pangeran Huang sambil mendekati Alea.
"Aku meneliti gambar ini Pangeran, mungkin kita bisa memecahkan kunci masuk kedalam rumah kuno ini..." jawab Alea.
"Benarkah ..." ucap Pangeran Huang.
"Semoga..." jawab Alea. tak berapa lama tiba- tiba Lauyan berseru.
"Lea'er aku tahu sudah, gambar apa itu.." seru Lauyan kegirangan.
"Benarkah ...? apa itu..?" tanya Alea antusias.
"keluarkan pedangmu...!" seru Phoenix degan gembira.
Dengan cepat Alea mengeluarkan pedang salju dari dalam tubuhnya. dan saat itulah Alea merasakan tarikan kuat dari pintu batu itu.
"Yan'ge..aku merasakan tarikan berat dari pintu batu.." ucap Alea.
__ADS_1
"Kau katakan pada mereka agar setelah pintu terbuka mereka harus cepat masuk kedalam , karena aku rasa pintu ini akan cepat kembali tertutup..." ucap Lauyan lagi. baiklah. setelah itu Alea meminta pada sang gege Lian Han untuk mberitahu pada teman- teman mereka agar bersiap- siap masuk kedalam dengan cepat saat pintu mulai terbuka , karena pintu akan segera tertutup kembali. Luan Han segera membisikkan kata- kata Alea pada semua anggota .
Sedangkan Alea kembali berbicara dengan Lauyan.
"Lea'er...kau masukkan pangkal pedang kedalam lubang yang terdapat di pintu. nanti setelah pintu terbuka cabut kembali pedangnya. .." kata Lauyan .
"Baik akan ku lakukan..." lalu Alea menatap teman- temannya, setelah mendapat anggukan dari mereka , Alea segera memasukkan pangkal pedang salju kedalam lubang yang ada di pintu batu itu. dan benar saja, terdengar gemuk nyaring di sekitar mereka. dan secara perlahan pintu batu itu terbuka selebar satu orang untuk masuk , dengan cepat Alea mencabut pedangnya dan dia masuk kedalam rumah kuno itu . begitu juga dengan teman- temannya. ke empat belas orang itu masuk semua. sebelum semua orang sadar apa yang terjadi. terlihat pintu batu itu tertutup kembali. Putri Asuya yang melihat kejadian itu segera berlari mendekat, agar dia bisa masuk kedalam. tapi terlambat ketika dia sudah sampai di depan pintu, pintu batu itu telah tertutup kembali. dia terlihat sangat marah
"Brengsek Putri Leaaa...buka pintunya..!" teriaknya dengan keras. namun semua sudah terlambat.
"Bedebah...kalau aku tahu dia tahu cara membuka pintu ini, sudah sejak tadi aku mengikutinya..!" teriaknya dengan marah.
Sedang peserta yang lain hanya bisa bengong menatap pintu batu yang telah tertutup kembali, seperti pintu itu telah menelan peserta dari perguruan Calang dan Sekte Tiangzi.
Mereka kembali berusaha membuka pintu batu itu. namun ternyata usaha mereka sia- sia.
Sedang Alea bersama teman- temannya sedang terbengong menatap sekelilingnya . Ternyata di dalam rumah tua itu terlihat memiliki beberapa kamar dengan pintu tertutup rapat.
"Ya ampun...bukanya rumah ini tadi terlihat kecil dari luar. lalu saat kita masik, kok di dalamnya memiliki banyak sekali kamar ya...?" seru Yu Kui dengan wajah heran .
"Benar..aku fikir mungkin hanya ada satu ruangan yang berisikan buku- buku jaman kuno.. tapi teryata kenyataannya kita bisa melihat beberapa kamar yang ada di dalam sini. .." kata Gu Jing dengan wajah heran.
"Kalau begitu coba kita masuk kedalam salah satu ruangan..." ucap Xio Wei.
"coba kita hitung ada berapa pintu di dalam ruangan ini..." kata Alea.
"Ada empat belas pintu..bukankah itu sesuatu dengan jumlah kita...?" seru Pangeran Huang .
"Kalau begitu setiap orang masuk kedalam satu pintu. .." ucap Alea.
"Baik Ayo..." kata Xio Yixing sambil berjalan kesalahan satu pintu. namun saat membuka pintu pertama , kedua dam ketiga, Xio Yixing tidak bisa terbuka, namun pada pintu keempat dia baru bisa membukanya. begitupun dengan yang lain, mereka tidak bisa langsung membuka pintu sembarangan, sepertinya pintu sudah terbagi- pada masing - masing orang. dan Alea mendapatkan pintu Paling ujung sendiri. dan saat si pembuka pintu masuk kedalam ruangan itu, secara otomatis pintu tertutup kembali. hingga mereka tidak bisa keluar. dan di dalam ruangan itu , mereka menemukan buku pelajaran tentang pedang sekalian dengan pedangnya , atau buku tentang ilmu tombak dan sekalian juga dengan tombaknya . melihat semua itu mereka pun segera tahu kalau buku dan pusaka yang mereka temukan merupakan warisan dari bangunan tua itu. mengetahui itu, mereka segera mempelajari nya. dan di dalam sana juga sudah tersedia buah- buahan untuk mereka. Sedang di tempat Alea, dia mendapatkan isi kamarnya penuh dengan tanaman obat, juga buku tentang ilmu teleportasi juga ilmu mempelajari tentang pembuatan Arai . setelah membaca sebentar , Alea mulai melihat- lihat kembali isi ruangan itu. dan dia melihat di sudut ruangan ada sebuah buku lagi yang terlihat kecil dan tipis. perlahan Alea mengambil buku itu dan mulai dia buka isinya.
cara membuka dentian...? apa maksudnya...? bukankah aku sudah memiliki dentian , maksudnya apa nich..!" ucap Alea. namun karena penasaran Akhirnya Alea mengambil buku itu dan mempelajarinya .
Dia duduk lotus dan mulai menyerap energi Qi yang ada di sekitarnya. dia merasakan kembali hawa panas menyerang dada kirinya perlahan dia memfokuskan rasa panas itu menyatu di dada sebelah kiri. dan saat itulah tiba Tiba dia merasakan hawa panas baru saja menyerang di dada kirinya namun kini kembali menyerang di ulu hati. dengan susah paya Alea menahan hawa panas itu dan mulai menyatukan di dada kirinya. tak berapa lama hawa panas di dada kiri menjadi tenang dan secara perlahan menghangat lalu menghilang . begitu juga di ulu hatinya. perasaan panas itu berubah menghangat lalu menghilang. dan Kini dia mulai fokus pada Penyerapan Qi yang ada di sekitarnya. namun tiba- tiba dia melihat cahaya kuning emas muncul di dalam bayangannya. bayangan kuning itu tiba- tiba membesar dan dia merasakan juga hawa panas di dalam ulu hatinya mulai kembali memanas. dan
Bom..
Bom
Dia merasakan kultivasinya naik dua tingkat hanya berjarak beberapa menit saja.
Kini dia sudah berada di rana langit tahap hijau awal.
dengan perasaan bahagia Alea segera kembali memusatkan diri. dan keempat mahluk kontraknya pun mengikuti Alea merasakan kekuatan untuk meningkatkan kultivasi mereka. dan tak lama keempatnya mengikuti Alea mengalami peningkatan kultivasi secara beruntun.
Alea melakukan itu dengan terus menerus , dia akan berhenti berkultivasi jika dia akan mempelajari tentang cara berteleportasi atau membuat arai. dia mempelajari satu persatu . yang pertama tentang perteleportasi. setelah mempelajari dengan tekun , dia mencoba dengan berteleportasi di dalam ruangan saja, dan dia lakukan dengan tekun , serta mencoba membuat arai . dia mencoba membuat arai pelindung. beberapa kali dia gagal. dan hampir saja dia menyerah, namun di ujung rasa bosan tiba- tiba dia mampu membuat arai dengan hasil yang sempurna.. dan kinipun dia juga sudah bisa berteleportasi dengan cepat. sedang kultivasinya kini naik lagi dua tingkat, kini dia berada di rana langit tahap hijau menengah. selama didalam ruang rumah kuno itu, Alea tidak bisa pergi ke ruang dimensi. begitu juga dengan para mahluk kontraknya. jadi selama di sana , Alea hanya bisa memakan buah- buahan yang tersedia di sana. hingga akhirnya saat Alea selesai berkultivasi dan sedang memakan buah apel, tiba- tiba pintu terbuka. Alea kaget bukan main, namun ternyata bukan hanya dia yang bisa keliar dari ruang itu. semua teman - temannya pun juga bisa terbebas dari ruang mereka masing- masing. dan anehnya. setelah mereka keluar dari ruangan itu, buku dan senjata yang tadinya menjadi pedoman mereka belajar, tiba- tiba hilang semua. tentu saja mereka kaget. untunglah mereka sudah hapal di luar kepala. mereka segera berkumpul dengan suka cita.
"Lea'er..kau sudah keluar..." tanya Lian Han.
"Putri kau juga baru keluar..." tanya Zhen Bai pada Alea.
"Hanpey...apakah kau juga terjebak di dalam kamar...?" tanya Pangeran Huang.
Dan banyak lagi pertanyaan dari teman satu perguruan atau teman murid Tiangzi. Dan Alea pun menjawab dengan tawa gembira, karena dia tahu . mereka semua memiliki pengalaman sendiri - sendiri.
"Kalau begitu Ayo kita keluar, mungkin sekarang mereka para peserta yang lain sudah pergi dari daerah ini..." ucap Alea sambil tertawa bahagia.
"Baik Ayo..." jawab mereka serempak.
Mereka segera berjalan keluar dari dalam rumah kuno itu menuju pintu gerbang dari batu itu. ternyata kalau dari dalam rumah, pintu itu mudah di buka. dan ternyata benar, setelah mereka keluar, keadaan di luar rumah sudah sepi.
"Sudah berapa hari kita di dalam rumah itu.." kata Alea pada teman- temannya.
"Entahlah...bukankah kita semua ada di dalam sana, jadi kita sama- sama tidak tahu berapa hari kita ada di sana, kalau begitu lebih baik kita segera pergi ke kota penilaian saja..." ucap Pangeran Huang.
"Benar kata pangeran Huang...kita harus cepat pergi , takutnya kita akan terlambat sampai di sana..." ucap Lian Han.
"Baiklah Ayo kita pergi..." kata Alea .
Mereka segera pergi meninggalkan. rumah kuno peninggalan purba itu.
Namun baru saja mereka melangkah, tiba- tiba mereka bertemu dengan segerombolan siswa perguruan lain.
Sepertinya mereka akan pergi ke kota penilaian.
"Lo...kalian juga terlambat sampai disini ya...?" tanya mereka.
"Apa maksud mu saudaraku...?" tanya Zhen Bai ramah.
"Bukankah kota ini dua setengah bulan yang lalu di buka..? tapi kami seperti kalian , baru bisa sampai di sini hari ini.. dan aku dengar ada dua perguruan yang terperangkap di dalam rumah kuno itu.." ucap pria muda sepertinya pemimpin dari rombongan itu.
Mendengar ucapan pria muda itu, Alea dan kawan- kawan ternganga tak percaya , Dua setengah Bukan....??
Maaf sampai di dini dulu ceritanya ya..
jangan Lupa like, vote, dan komennya selaku aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung.