
"Baiklah aku akan mandi dulu , oh ya Bai ge.. kau bisa memakan buah pohon kehidupan sebelum kau kembali bermeditasi. Dan kau bisa meminum air kehidupan sebanyak- banyaknya untuk menghilangkan jejak racun yang ada di tubuhmu. Dan kalian berdua juga bisa meminum air itu juga..." kata Alea panjang kali lebar.
"Baik Lea'er..." jawab Xiao Bai.
"Baik Nona..." jawab kedua pengawal Xiao Bai.
"Ya sudah aku mau mandi dulu..." kata Alea , dia segera berjalan kearah air terjun kehidupan . dia mandi dan berendam di bawah air terjun. Dia berendam sebentar untuk menghilanhkan gerah dan lelah di bawah derasnya air terjun. Setelah merasa tubuhnya kembali segera, Alea segera keluar dari bawa air terjun itu. Dia berjalan masuk kedalam istana nya dengan baju basa . Setelah selesai berganti pakaian Alea kembali menemui mereka ber enam yang kini masih di bawah pohon kehidupan.
"Gege Xiao Bai...kalau nanti kau sudah merasa sehat, kau bisa kembali ke kerajaan mu..." kata Alea datar.
"Lea'er...kau mengusirku...?" tanya Xiao Bai sedih. Alea terkejut mendengar perkataan rubah ekor sembilan itu.
"Bukan.. maksudku bukan mengusirmu.. Bukakah kau memiliki tanggung jawab sebagai Raja mereka... Aku tidak akan egois menahanmu bersamaku..." jawab Alea.
"Tapi Aku sudah memutuskan , kalau aku akan selalu bersamamu..." jawab Xiao Bai dengan keyakinan kuat .
"Lalu gimana dengan rakyatmu...?" tanya Alea.
"Biarkan saja mereka berdua yang akan memimpin rakyat kerajaanku..." jawab kembali Xiao Bai.
""Baginda...." seru kedua pengawalnya serempak.
"Itu sudah menjadi keputusanku...kalian kembalilah ke kerajaan , pimpinlah rakyat serigala dengan benar, aku sesekali akan kesana untuk melihat kinerja kalian,..." kata Xiao Bai tegas.
"Tapi kami ingin bersama anda dan nona Alea ..." ucap salah satu dari mereka.
"Tidak, itu sudah menjadi keputusanku... aku tidak akan pernah meninggalkan tuan pemilik jiwaku..." jawab Xiao Bai tegas . Kedua pengawal rubah ekor sembilan terlihat berwajah sedih.
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu Bai ge...., dan kalian berdua, jika kalian menginginkan bertemu dengan Raja kalian, kalian bisa mencari keberadaanku ...?" ucap Alea memberi solusi.
"Baiklah Raja...hamba akan kembali ke kerajaan , tapi jika ada masalah yang kami tidak bisa menangani , kami akan mencari baginda..." kata mereka berdua.
"Hmm..." gumam Xiao Bai sambil mengangguk .
"Okey...karena keputusan sudah di ambil, Aku akan keluar, dan nanti jika kalian berdua akan kembali ke kerajaan kalian, Kalian bisa membawa dua buah dari buah pohon kehidupan dan air kehidupan, simpanlah buah itu dengan baik, mungkin suatu saat akan bermanfaat bagi kalian..." kata Alea lagi.
"Baik Nona....." jawab kedua pengawal itu serempak. Setelah selesai berkata yang semestinya, Alea segera keluar dari ruang dimensinya. Ketika baru saja menginjakkan kaki di lantai kamar, Alea mendengar ketukan di daun pintu kamarnya.
"Lea'er...kau sudah selesai...? Lea'er...Kera'er..." terdengar suara pangeran Lingzhi dari lua kamarnya.
Ada kecemasan yang bisa di tangkap Alea dari suara pangeran Lingzhi.
"Iya..iya sebentar pangeran...." jawab Alea.
Alea bernafas lega, karena waktu di dalam dimensi lebih lambat dari waktu di alam dunia kuno ini. Dia segera melangkah kearah daun pintu kamarnya. Saat pintu terbuka terlihat wajah tampan itu sudah berdiri dengan gagahnya di depan pintu.
"Kenapa lama sekali... aku sampai cemas tadi...?" tanya pangeran Lingzhi .
"Maaf pangeran...hamba tertidur di bak mandi..." jawab Alea berbohong. Mana mungkin dia akan bilang kalau dia pergi ke ruang dimensinya.
"Kau ini... Jangan kau ulangi lagi... Bagaiman seandainya saat kau tertidur ada manusia jahat yang masuk...?" ucap pangeran Lingzhi sambil mengusap pelan rambut Alea. Mendapat perlakuan itu, Alea terkejut dan membeku seketika. Melihat tingkah Alea, terlihat ada senyuman di bibir Pangeran Lingzhi . Dia segera mengambil tangan Alea kedalam genggamannya.
"Ayo kekantin....?"ucap pangeran Lingzhi .
__ADS_1
"Tunggu pangeran...hamba belum mengunci pintu kamar hamba..." kata Alea menahan langkahnya.
"Biar Jihao yang mengunci pintunya..." kata pangeran Lingzhi sambil menarik tangan Alea untuk berjalan kearah kantin perguruan.
Jihao yang mendengar omongan Pangeran Lingzhi saling berpandangan dengan Guanzi. Terlihat senyum pasrah di wajah Jihao. Sedang Guansi tertawa tanpa suara .
Pangetan Lingzhi dan Alea berjalan kearah kantin dengan mendapatkan tatapan iri dari para gadis siswi perguruan calang pada Alea. Bukan rahasia lagi kalau pria tampan Hanpey ternyata seorang gadis yang menyamar jadi laki- laki. Dan kini gadis itu adalah pengawal sang putra Mahkota. Dan setatus seperti itu , pangeran Lingzhi sendiri yang memilih. Kejadian yang menimpa gadis yang bernama Lan Yuyu juga telah tersebar di seluruh perguruan Calang. Karena itu saat melihat Alea berjalan bersama pangeran dan kedua pengawalnya, mereka tidak berani memorovokasi Alea. Saat mereka telah sampai di kantin, ternyata kantin telah penuh dengan siswa yang sedang ingin mengisi perut mereka. Saat mereka melihat Alea dan pangeran, mereka segera menyapa .
"Sore Hanpey..Selamat sore pangeran..." sapa seorang siswa pria pada mereka.
Alea tersenyum menjawab sapaan mereka, namun tidak dengan sang pangeran , dia hanya menunjukkan wajah dinginnya. Apalagi saat banyak mata memandang Alea dengan penuh kekaguman. Membuat pangeran Lingzhi kesal sendiri. Mereka segera mencari tempat duduk untuk mereka berempat . Guansi dengan setia mencarikan meja kosong tempat mereka berempat nanti akan menikmati makanan , sedang Jihao seperti biasa akan memesan makanan untuk mereka .
Tak berapa lama terlihat Jihao datang dengan pelayan sambil membawa makanan mereka. Merekapun segera menyantap makan yang telah tersedia di meja mereka. Saat mereka sedang asyik menikmati makanan , tiba- tiba sebuah suara mengganggu kegiatan makan mereka .
"Pangeran Lingzhi....?" otomatis suara nyaring itu membuat siswa yang ada di kantin mendongak menatap pada si pemilik suara.
"Putri Asuya ...?" gumam Alea pelan.
Baru saja kalimat Alea selesai terucap, tiba- tiba si pemilik suara telah berada di dekat sang pangeran.
"Pangeran...kenapa kau tidak menjemputku kalau kau akan datang kemari...? kenapa malah para pengawalmu yang yang kau ajak makan bersama...?" kata Putri Asuya manja.
"Apa urusanmu dengan semua perbuatanku...?" kata pangeran Lingzhi sambil menghempaskan lengan tangannya yang di pegang Putri Asuya. Lalu dia mengambil saputangan dari sakunya dan mengusap lengannya dengan wajah jijik.
melihat perbuatan pangeran Lingzhi , putri Asuya merasakan wajahnya merah karena malu.
"Tentu saja jadi urusanku pangeran..... karena sebentar lagi kita akan bertunangan dan menikah..." jawab putri Asuya dengan yakinnya .
"Itu benar pangeran...kemaren Ayahku datang ke istanahmu bertemu dengan Ayahmu Raja Rong Kyu untuk merundingkan perjodohan kita, apakah Paman Rong tidak mengatakan itu...' tanya putri Asuya dengan wajah penuh kemenangan .
"Apakah semua ini ide darimu...?' tanya pangeran Lingzhi sinis.
"Benar...karena aku sangat mencintaimu, dan tidak ada wanita yang pantas menjadi istrimu selain Aku..." kata putri Asuya dengan nanda sombong.
"Ha ha...apakah kau sudah bertanya pada Ayahmu, kalau ide gilamu itu sudah berhasil atau belum...?" tanya pangeran Lingzhi kembali.
"Aku yakin itu... karena Paman Rong tidak akan menyia- nyiakan kesempatan untuk menjadikan aku istrimu..., karena tidak ada calon yang sempurna selain diriku.. dan mengapa pangeran malah lebih senang makan bersama pengawal Anda dari pada hamba calon istri anda pangeran...." ucap putri Asuya kepedean.
"Banyak omong...lebih baik aku makan bersama pengawalku daripada bersamamu ..Jihao.." seru Pangeran Lingzhi marah.
Jihao yang tahu maksud pangeran Linhzhi segera membawa putri Asuya pergi dari sisi sang pangeran.
"Hey Jihao...apa yang kau lakukan..?' seru pitri Asuya marah.
"Membawa putri menjauh dari pangeran.." jawab Jihao tenang.
"Kau berani melakukan ini padaku...? lepaskan...lepaskan..." teriak putri Asoya marah.
"Apa yang hamba takuti pitri... anda bukan majikan hamba , dan anda bukan orang yang istimewa buat junjungan hamba...." jawab Jihao datar.
"Brengsek....kau merupakan orang pertama yang akan aku pecat saat aku menjadi istri pangeranmu ...." seru Asuya dengan wajah merah padam karena marah.
"Akan hamba tunggu putri..." jawab Jihao tenang. sambil membawa putri Asoya keluar dari kantin . Setelah itu dia kembali kemejanya. Putri Asuya menghentak - hentakkan kakinya di tanah karena marah.
__ADS_1
Sedang Pangeran Lingzhi dan Alea melanjutkan makan mereka bersama kedua pengwal sang pangeran.
"Pangeran...maaf ..apa benar dia calon istri pangeran...?" tanya Alea sambil menatap Pangeran Lingzhi sekilas.
"Kenapa...? kau cemburu...?' tanya pangeran Lingzhi sambil menatap Alea dengan wajah menggoda.
"Ck...pangeran...bukannya hamba cemburu, hanya hamba tidak enak sendiri pada putri Asuya... mungkin dia akan memarahi hamba jika dia sudah tahu dan mendengar kalau hamba seorang wanita.." ucap Alea datar.
Pangeran Lingzhi berhenti makan dan menatap Alea.
"Coba kau lihat aku..." kata sang pangeran sabar. mendengar omongan Pangeran Lingzhi, Alea menatap wajah sang putra Mahkota.
pletak...
"Aauu...." seru Alea pelan. dia mengusap keningnya yang terkena sentilan tangan putra Mahkota.
"Pangeran.....sakit tahu..." seru Alea.
"Maka itu hilangkan fikiran jelek dari kepala kecil mu..." ucap Pangeran Lingzhi kesal.
"Tapi kenyataannya seperti itu kan...?" seru Alea kesal karena kini keningnya sakit.
"Siapa Bilang....?" jawab Pangeran Lingzhi.
"Lo...Bukankah barusan putri Asuya yang bilang..." jawab Alea .
"Biarkan saja dia beranggapan seperti itu, nanti setelah dia tahu dari Ayah dan Bundanya, baru dia akan tahu kebenarannya...." jawab pangeran Lingsi cuek.
"Bukankah baginda Raja sudah setuju..?" kata Alea lagi.
"Tidak...., Ayah dan bunda lebih setuju aku mendapatkan gadis yang sekarang aku kejar cintanya.." jawab Sang pangeran.
"Uhuk...uhuk...." Alea tersendak mendengar omongan Pangeran Lingzhi. dan Pangeran Lingzhi segera mengambilkan air yang ada di depannya. dan tanpa sengaja dia memberikan Air minum milik dia sendiri.?
Setelah selesai minum , Alea segera menaruh kembali minuman di atas meja. namun saat mangkok air itu ada di atas meja, ternyata dia juga melihat ada mangkok minuman lain didekat piring makanannya. dan mangkok itu tempat minum miliknya. lalu mangkok ini milik siapa...?jangan .jangan...Alea langsung melihat makanan milik sang pangeran, dan benar saja , mangkok minuman itu milik pangeran Lingzhi. menyadari hal itu, terlihat semburat merah di wajah Alea. dengan kejadian itu, tanpa sadar mereka bertukar minuman dan secara tak langsung mereka menyatukan bibir mereka. terlihat wajah Alea samakin merona merah. Melihat itu pangeran Lingzhi tersenyum gembira, dia segera mengambil mangkok minuman milik Alea dan langsung meminumnya.
"Pangeran...." seru Alea kaget.
"Kenapa....? bukankah kau sudah mengambil mangkok minumanku...?" ucap pangeran Lingzhi dengan wajah menggoda membuat wajah Alea semakin merona merah.
"Itu kan kesalahan pangeran...bukankah anda tadi yang memberikan mangkok itu pada hamba.." ucap Alea kesal.
"Yaa...aku juga nggak sengaja...karena aku khawatir melihat kau tadi tersedak.." jawab Pangeran Lingzhi. walau sebenarnya perbuatan itu memang dia sengaja.
Dan akhirnya Alea hanya bisa diam kesal tanpa bisa berkata lagi.
Tanpa mereka sadari, putri Asuya menatap kedekatan pengawal Hanpey dengan sang pangeran dari sudut kantin . dia duduk bersama kedua sahabatnya , terlihat kedua tangannya mengepal keras di bawah lengan baju hanfu nya.
Maaf...author up date hari ini segini dulu ya...sebab Author ada sedikit pekerjaan.
jangan lupa like, vote, dan komennya.
Bersambung.
__ADS_1