PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERSIAPAN MENUJU DUNIA KECIL.


__ADS_3

Setelah makanan mereka datang, Guansi meminta Lian Han dan Mimi untuk menggabungkan meja mereka agar bisa makan bersama. Dan kedua teman mereka saat makan tadi , merasa agak tidak enak hati untuk bergabung dengan pengusaha kerajaan Shi itu. Akhirnya mereka berdua minta undur diri lebih dahulu. Setelah mereka pergi Mimi dan Lian Han bergabung di meja Alea. Tak lama terlihat Alea, Pangeran Lingzhi serta kedua pengawalnya memulai makan. Karena Mimi dan Lian Han sudah selesai makan, mereka hanya memesan minuman untuk mereka berdua.


"Kak...aku ada kabar baru..." kata Alea perlahan sambil memandang Mimi.


"Kabar baru...?apa itu.?" tanya Mimi.


"Keluarga dari desa Calang akan pindah ke kota ini..." jawab Alea .


"Apaa.pindah..? .Yang benar Lea'er..?" seru Mimi antusias.


"Iya...aku menyuruh mereka agar pindah kemari, hanya saja aku bingung, aku harus membelikan mereka rumah di daerah mana...? Di desa Hanleng ini atau di ibukota kerajaan Shi..?" Kata Alea sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Kenapa kau memindahkan mereka kemari Lea'er...?" tanya Mimi heran.


"Aku takut akan keselamatan mereka jika di tinggal gege Zio Sang ..." jawab Alea.


"Lo Memangnya gege Zio mau kemana..?" tanya Mimi lagi.


"Bukankah gege Zio mau masuk ke perguruan Calang ini..?" ucap Alea lagi.


"Benar juga sich... Lalu mereka tinggal di mana...?" tanya Mimi.


"Ya itu..aku bingung, apakah aku harus membelikan mereka rumah di daerah sini atau di dalam kota kerajaan.." jawab Alea lagi.


"Lea'er...boleh aku memberi masukan.?" tanya pangeran Lingzhi lembut .


"Boleh...memangnya My Zhi punya ide..?" jawab Alea.


"Gimana kalau kau membelikannya dikota kerajaan saja...bukankah lebih baik dekat dengan kita, kalau sekarang kalian masih di perguruan Calang, kalian bisa bertemu setiap hari disini, tapi kalau kalian sudah selesai berguru, apakah kau mau mereka memiliki rumah jauh dari dirimu...? bukankah kalau kau sudah menjadi permaisuri kerajaan Shi, kau pasti akan selalu berada di kerajaan,..." jawab Pangeran Lingzhi sambil memandang gadisnya. Mendengar perkataan Pangeran Lingzhi , Alea tertegun.


"Benar juga..bukankah sekarang aku adalah putri Mahkota kerajaan Shi yang otomatis nantinya aku adalah permaisuri kerajaan Shi jika Putra Mahkota menikah denganku.." ucap Alea dalam hati.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencarikan rumah sekaligus restoran tempat kita akan membuka restoran makanan khusus kita..." jawab Alea..


"Soal itu biar kami yang akan mencarikannya buat putri , nanti saat kami sudah mendapatkan nya Kami akan mengabari Putri Lea..." kata Jihao tiba- tiba.


"Benar Sayang...lebih baik Jihao dan Guansi yang mencarikan rumah itu..." ucap pangeran Lingsi .


"Benar putri...biar kami yang mencari


rumah itu, Putri tenang saja di dalam Perguruan ini..." ucap Guansi menimpali.


"Baiklah kalau kalian mau mencari rumah itu buatku, aku akan menerima dengan senang hati..." jawab Alea dengan gaya kocak . Melihat tingkah Alea, pangeran Lingzhi mencubit hidung mancung Alea dengan gemas.


"Kau ini... Apa kau sengaja memancingku sayang...?" bisik pangeran Lingzhi di telinga Alea.


Mendengar ucapan pangeran Lingzhi Alea cemberut. Saat melihat Alea cemberut bukan saja Pangeran Lingzhi yang terpesona, namun Jihao juga Guansi dan Lian Han terpanah. Sedang Mimi tergelak melihat keempat wajah pria yang ada di depannya melongo karena melihat wajah Alea yang semakin menggemaskan. Memang tanpa Alea sadari. Jika Alea cemberut, terlihat kecantikannya bertambah dan kesan manja ada pada dirinya, hingga membuat pesona wajahnya semakin bertambah.


"Gadis ini...apa kau tidak merasa kalau tingkahmu membuatku ingin memeluk dan menciummu..." gumam Pangeran Lingzhi di dalam hatinya.


"Ist...tuan Putri...mengapa wajah anda membuat hamba terpukau, anda memang pantas menjadi Putri mahkota. .untung putra mahkota adalah pemilik hatimu, " ucap Jihao dalam hati.


"Putri Lea...terang saja Pangeran semakin jatuh cinta pada anda...wajah anda yang imut menggoda siapapun berusaha untuk mendapatkan anda, untunglah pangeran kami yang telah mendapatkan dirimu lebih dulu..." ucap Guansi dengan bahagia.


"Tak kusangkah adik kecilku ternyata seorang gadis yang sangat cantik menggemaskan . kenapa aku dan Ayah dulu begitu percaya pada selir sialan itu. .." gumam Lian Han menyesali kesalahannya dulu.


Mendengar tawa Mimi Pangeran Lingzhi tersadar. Dia menatap Mimi dan terlihat Mimi sedang menatap Jihao , Guansi , dan Lian han. Dan diapun bisa melihat wajah ketiga peria itu terlihat bengong menatap Alea. Kini dia sadar, kenapa Mimi tertawa.


"Hey...apa yang kalian Lihat...kalian mau aku bunuh..." seru Pangeran Lingzhi kesal. Dia segera memeluk Alea yang duduk di dekatnya. Alea kaget ketika melihat tingkah Pangeran Lingzhi yang tiba- tiba memeluknya, dan dia melihat Mimi menutup mulutnya berusaha menahan tawa yang hampir meledak karena melihat pangeran Lingzhi yang begitu posesif pada Alea. melihat itu Akea memelototkan matanya pada Mimi.


Sedang ketiga pria yang mendapat teguran dari Pangeran Lingzhi segera menyadari kesalahannya. Untuk menutupi rasa malu dan canggung serta rasa takut, Guansi segera berucap.


"Maaf Pangeran...hamba kebelakang sebentar..." ucapnya sambil berdiri. Untunglah dia sudah selesai makan.


"Maaf Pangeran...hamba akan membayar makanan dulu..." kata Jihao sambil berdiri pula.


Sedang Lian Han yang tidak memiliki alasan hanya bisa tersenyum masam,


Dia duduk bersandar di sandaran kursi miliknya dengan wajah menatap kearah lain arah .


"Sayang...bukankah aku sudah bilang, jangan bersikap seperti itu di depan pria lain..." ucap Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea kesal.


"Ya ampun My Zhi...apakah kalau aku kesal aku harus tertawa..." ucap Alea menahan rasa ingin tertawa saat melihat Lingzhi yang ganti cemberut padanya.


"Aku tahu...tapi kau tahu sendiri akibatnya kan...?" jawab Pangeran Lingzhi kembali.


"Hadeh...apa begini ya kalau memiliki seorang kekasih, rasanya menyebalkan, tapi kenapa aku suka...?" ucap Alea dalam hati.


"Baiklah akan aku coba mengingatnya..." jawab Alea lembut.


"Trimakasih sayang...?" ucap Pangeran Lingzhi . dia segera melepas pelukannya walau dengan perasaan enggan .


Sedang di pojokan kantin , terlihat Putri Lan Wen sedang menatap Alea dan Pangeran Lingzhi dengan perasaan Cemburu , iri, dan kesal


"Putri Lan..bukannya kau bilang kalau pangeran Lingzhi sebentar lagi akan bertunangan denganmu...?" tanya salah satu teman putri Lan Wen yang juga merupakan putri seorang mentri. kedua gadis teman Putri Lan Wen yang lain mengangguk cepat sambil menatap Putri Lan Wen penuh tanda tanya.


Sebelum Putri Lan Wen menjawab ucapan gadis itu tiba- tiba seorang gadis manis datang ke meja mereka.

__ADS_1


"Halo putri Lan, apa kabar...? lama tidak jumpa...boleh aku gabung dengan kalian...?" tanya gadis itu pada kelompok Lan Wen. sebelum mereka menjawab gadis itu sudah duduk lebih dahulu.


"kalau kau langsung duduk seperti itu, untuk apa kau bertanya..." jawab teman Putri Lan Wen.


"Aku bertanya cuma basa- basih aja kok.. bukankah kursi ini tidak berpenghuni.." jawabnya dengan enteng.


"Oh ya Kalian lagi ngapain...sepertinya kalian sudah selesai makan .." ucap gadis itu, namun tidak ada tanggapan dari mereka bertiga, mereka masih asyik menatap pangeran Lingzhi dan Akeh yang sedang mengobrol. . melihat itu, teman putri Lan Wen yang baru datang itu menatap kearah tempat mata mereka tertuju. dan kini dia dapat melihat kalau mereka sedang melihat kearah Pangeran Lingzhi dan Putri Lea, yang sudah terkenal di perguruan itu.


"Waah...ternyata kalian lagi memperhatikan Putra Mahkota dan Putri mahkota ya...? memang mereka sangat serasi sekali ya... yang satu cantik dan yang satu tampan...mereka memang sangat serasi..seperti memang di ciptakan untuk bersama ." ucap gadis itu pelan. namun suaranya dapat di dengar oleh siapapun yang duduk bersamanya .


"Apa...Putri Mahkota...?siapa ...? gadis itu putri mahkota...? hey kau..jangan sembarangan ngomong, dari mana kau tahu kalau dia adalah putri Mahkota, bukankah Putri Mahkota belum di umumkan...?" ucap salah satu dari kedua teman putri Lan Wen.


"Ya ampuun...apa kalian tidak mendengar berita kemaren...?" ucap gadis itu dengan muka serius.


"Berita...? berita apa...?" tanya teman Putri Lan Wen heran.


"Waah...kalian ketinggalan berita ya..? bukankah kemaren ada pertarungan di arena tempur di Alun- alun kota antara Putri Mahkota melawan Putri Menwa yang ingin menjadi Putri Mahkota..? dan pertempuran itu di menangkan Putri Mahkota, dan pada saat itu Pangeran Lingzhi mengumumkan kalau Putri Lea menjadi Putri Mahkota yang syah, mereka akan segera di resmikan..." jawab gadis itu.


"Yang benar..?" tanya mereka tak percaya.


"Benaran...malah ada yang tak sengaja menyaksikan pertempuran itu..." kata gadis itu lagi. Terlihat wajah Lan Wen memucat.


"Putri Lan..kau tidak apa- apa kan..?" tanya sang teman.


"Tidak, aku tidak apa- apa..maaf aku pergi dulu ya...?" ucapnya sambil berdiri dari duduknya.


"Ayo kita pergi sama- sama...aku juga mau pergi kok...?" kata sang teman .


Mereka akhirnya pergi meninggalkan gadis itu sendiri. ketika melihat kepergian Lan Wen, terlihat ada senyuman di bibir tipisnya.


"Rasakan sakitnya di tinggal pergi oleh orang yang kau cintai, walaupun dia tidak mencintaimu, tidak seperti diriku yang dengan mudahnya kakakmu meninggalkan diriku saat ada buah cinta kami di perutku, dan dia tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya , hingga aku harus kehilangan anakku..Karena keguguran " ucapannya dengan wajah penuh dendam.


"Dan sekarang...aku.akan melihat, apa yang akan di lakukan keluarga sombong itu, aku akan mendekati putri Mahkota, dan aku akan menjadi sahabat terdekatnya . Lihatlah nanti, aku akan menjadi pelindung untuk gadis yang akan menjadi musuh kalian. he he he...aku akan menikmati setiap kesakitan di wajah cantikmu. Kalian Keluarga Lan... kalian akan merasakan karma yang akan menimpa putri kesayangan kalian, Karena aku tahu, seberapa besar cinta putri kecil kalian pada putra Mahkota..." ucap gadis itu dengan senyum kebencian. perlahan gadis itu berjalan keluar kantin . ketika sapai di luar kantin tiba- tiba ada suara yang memanggil namanya.


"Jiejie Xio Yixing...!" terdengar suara memanggil namanya. dengan cepat gadis tadi yang ternyata bernama Xio Yoxing menoleh kearah asal suara.


"Xio Wei..." ucap Xio Yixing .


"Jiejie dari kantin...?" tanya Xio Wei dengan wajah penasaran.


" Iya..lalu kau sendiri dari mana dan mau kemana...?" tanya Xio Yixing dengan wajah heran.


"Aku dari ruang guru Can, dan sekarang akan kekantin... Jiejie ikut ya..kita makan sama- sama..." jawab Xio Wei. dengan wajah memohon.


"Baiklah...tapi kau harus mentlaktirku..." kata Xio Yixing menggoda.


Mereka berdua berjalan kearah kantin . setelah memesan makanan mereka segera mencari tempat duduk . saat itulah Alea melihat kearah Xio Wei yang sedang mencari tempat duduk. sedang dia sendiri akan pergi keluar karena sudah selesai makan. Alea segera menyapa Xio Wei teman saat di hutan Halimun.


"Kak Xio Wei...!" sapa Alea pada Xio Wei.


"Hanpey..? seri Xio Wei gembira. dia segera membas sapaan Alea. dan saat dia melihat Pangeran Lingzhi dan lainnya.sedang berdiri di sebelah Alea, Dia segera memberi salam bersama Xio Yixing.


"Salam sejahtera bagi Yang Mulia Putra mahkota..." ucap mereka bersamaan, pangeran Linhzhipun segera menggerakkan tangannya sebagai tanda hormat mereka ditera.


"Kalian mau makan...?" tanya Alea saat melihat mereka sedang mencari tempat duduk.


"Iya..aku dan jiejieku akan makan siang.." jawab Xio Wei.


"My Zhi..bileh aku tinggal di sini sebentar..?" ucap Alea dengan mamohon.


Melihat wajah Alea ang menggemaskan, Pameran Lingzhi hanya bisa memberikan ijin pada sang kekasih.


"Baik...tapi jangan lama- lama...aku tidak ingin jauh darimu..." bisik pangeran Lingzhi di telinga Alea yang membuat ada warna metah di wajah Alea yang pitih. melihat kemesraan Pangeran Lingzhi pada Alea, membuat Xio Yixing tersenyum.


"Ternyata Putri Mahkota adalah gadis polos dan baik, aku bersyukur Putra Mahkota ternyata mendapatkan jodoh seperti gadis ini, bukan gadis dari keluarga Lan itu. .." ucap Xio Yixing dalam hati.


Setelah kepergian Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya serta Lian Han. Alea dan Mimi bergabung dengan kedua gadis itu. Mereka segera duduk bersama,


Xio Yixing semakin ingin bersahabat dengan Alea, setelah kelihat keakrapan Xio Wei dengan Alea. dia melihat kalau Alea benar- benar gadis baik. Setelah berbincang sebentar , Alea segera kembali ke kamarnya. ketika sampai di sana terlihat Pangeran Lingsi sedang duduk di depan kamarnya sambil berbincang dengan kedua pengawalnya.


ketika dia melihat Alea datang, Dia segera berdiri dan menghampiri Alea yang sedang berjalan sendiri menuju kamarnya.


"Kok sendiri di mana Mimi...?" tanya Pangeran Lingzhi .


"Dia aku suruh kembali kekamarnya , ." jawab Alea. mereka berbincang sebentar, sebelum Akhirnya Alea mengajak pangeran Lingzhi untuk pergi keruang dimensi bersama- sama. mereka seperti biasa berkultivasi di ruang dimensi.


Keesokan harinya Alea, memulai setiap pagi belajar di belakang kediaman guru besar Juan dengan bimbingan langsung dari guru Juan dan guru Lao. setiap hari mereka selalu bergantian mengajar Alea selama satu minggu lebih sebelum Alea pergi ke dunia kecil. tiada waktu senggang yang di biarkan Alea tanpa berlatih. kalau tidak berlatih dengan kedua gurunya, maka Alea akan pergi ke ruang dimensi bersama Pangeran Lingzhi atau sendiri. mereka juga berlatih pedang bersama para hewan kontrak mereka. hingga akhirnya dua minggu berlalu dengan cepat. dan hari ini adalah seleksi pemilihan siswa yang akan berangkat ke dunia kecil . dan dalam seleksi itu, Alea dan Xio Wei bertemu kembali dan ternyata Xio Yixing adalah murid dari para murid khusus.


"Hey kak Xio Wei... kita jumpa lagi..." ucap Alea sambil tertawa gembira.


"Apa kabar Hanpey.. kau sudah siap bertarung...?" tanya Xio Wei.


"Sudah dong...lalu kakak juga sudah siap..?" tanya Alea .


"Pastilah...aku ingin pergi ke dunia kecil, aku ingin tahu sebenarnya ada apa sich di sana...?" ucap Xio Wei dengan wajah penasaran.


"Kita akan melihatnya nanti kak..." jawab Alea dengan tenang.

__ADS_1


"Hanpey..kita jumpa lagi..." suara sapaan seseorang pada Alea.


"kak Xio Yixing kau prajurid khusus juga..?" tanya Alea kaget.


"Benar sekali Putri Mahkota..." jawab Xio Yixing sambil tertawa.


"Ist kakak...apa- apaan sich..." ucap Alea pura- pura marah.


"Putri...kalau nanti sudah menjadi putri Mahkota, kau pilih aku jadi pengawal pribadimu ya...!" ucap gadis itu pada Alea.


"Beneran kakak mau jadi pengawal pribadiku...?" tanya Alea dengan wajah ceriah.


"Beneran Putri..kakak ingin mengabdikan diri jadi pengawal sekaligus sahabat putri..." jawab Xio Yixing dengan wajah serius.


"Aku juga Hanpey...aku ingin juga jadi sahabat sekaligus pengawal pribadiku. jadi kita bisa berkumpul berempat kembali, karena aku yakin kau pasti mengajak kakak Mimi mu jadi pengawal pribadimu...." kata Xio Wei dengan yakinnya.


"Hey ..kenapa Kakak bisa tahu...?" tanya Alea heran.


"Sebab kalau bukan karena terpaksa kaluan berpisah satu sama lain , pasti kakakmu ada di sebelahmu..." jawab Xio Wei.


"He he he...ternyata terlihat ya hubungan dekat kami..." jawab Alea sambil tertawa.


"Tentu saja.....kalian sangat dekat, aku sampai iri melihat kedekatan kalian,..." ucap Xio Wei lagi.


"Ya sudah ayo kita tunggu acara di mulai.." ucap Alea dengan wajah tenangnya.


"Semoga kita nanti di dalam berpetualang di dunia kecil satu kelompok ya.." ucap Xio Wei.


"Semoga saja kita satu kelompok..." jawab Alea .


"Tumben pengawal mu tidak terlihat...?" tanya Xio Yixing.


"Pengawal...?" tanya Akea tak mengerti.


'Kekasihmu...Pangeran Lingzhi..." ucap Xio Wei menjelaskan .


"Oo..dia kembali ke Kerajaan , Ada sesuatu yang akan dia selesaikan... ? jawab Alea sambil tersenyum .


Tak sampai satu jam menunggu seleksipun segera di mulai . Setelah mengambil nomor urut peserta Alea dan kedua temannya segera mencari tempat duduk untuk melihat seleksi anggota yang akan masuk kedalam dunia kecil .


Dari beberapa siswa prajurid khusus. hanya dua belas orang saja yang akan masuk kedalam dunia kecil. Setelah menunggu seleksi selesai sampai sore. akhirnya terpilih sudah siswa yang akan masuk ke Dunia kecil . lusa mereka akan di lepas dengan melalui teleportasi ke dunia kecil . suatu keuntugan buat mereka bertiga. Alea, Xio Wei dan Xio Yixing ikut dalam satu kelompok bersama tiga pria yang akan bersama mereka. yaitu Qing Ju , Gu Jing, dan Yu Kui Mereka berasal dari keluarga besar Gu , Qing dan Yu . Setelah penentuan kelompok mereka segera kembali ke asrama mereka. Ketika sampai di kamarnya, Alea melihat gegenya sudah berada di sana.


"Gege...ada apa...?" tanya Alea heran.


"Kau terpilih ikut kedunia kecil...?" tanya Lian Han .


"Benar kak...emang kenapa...?" tanya Alea heran.


"Kakak ikut bersamamu..." jawab Lian Han dengan wajah memohon.


"Bukankah kakak mempunyai kelompok sendiri...?" kata Alea.


"Aku ingin bersamamu, karena kau jalan sendiri. di sana tidak ada Mimi maupun aku, jadi ayolah bilang sama guru besar kalau aku bisa ikut dengan kelompok dirimu ..." ucap Lian Han dengan wajah memelas.


"Gegeku yang ganteng...adik kecilmu ini tidak jalan sendiri.. aku pergi bersama lima orang anak, enam denganku gege sayang..." jawab Alea.


"Ayolah Lea'er..aku ingin melindungi dirimu..aku tak ingin adikku kenapa- napa..." ucap Lian Han merayu.


"Baiklah, tapi aku tak berjanji kalau guru akan membolehkan kita satu kelompok Lian'ge..." kata Alea lagi. dia juga bakalan tak tenang jika sang kakak di dalam kelompok lain, tapi apakah bisa , Alea belum tahu itu . semoga saja bisa doa Alea.


Setelah mengobrol sebentar dengan Alea, Lian Han segera kembali ke asramanya di dekat Asrama para Pangeran.


"Gege tunggu...!" seru Alea.


"Ada apa Lea'er...?" tanya Lian Han sambil membalikkan wajahnya menatap Alea.


"Apakah gege punya Cincin ruang...?" tanya Alea.


"Tidak...aku tidak punya cincin ruang, emang kenapa Lea'er..." tanya Lian Han .


"Gege...ini aku punya Cincin ruang untukmu , oleh - oleh dari kepulanganku dari Kerajaan Long..." jawab Alea.


"Waah...trimakasih Lea'er...kau memang yang terbaik..." seru Lian Han sambil memeluk Alea.


"Sama- sama gege..." jawab Alea.


Setelah itu Lian Han kembali keruangannya.


Sedang Alea segera pergi kedalam ruang dimensinya. Setelah beberapa waktu di ruang dimensi untuk berlari ilmu pedang yang diajarkan oleh guru Juan . sedang dari guru besar Lao, Alea mendapatkan ilmu pedang kembar. yaitu melakukan penyerangan dengan memakai dua pedang kanan dan kiri . namun sebelum melakukan pelatihan pedang kembar, Alea mencari dua pedang yang ingin dia gunakan untuk berlatih di dalam ruang dimensinya. Dengan bantuan keempat Mahluk kontraknya, Alea melakukan latihan pedang kembar itu. hari demi hari dia latih ilmu pedangnya dengan sungguh- sungguh. hingga dia benar- benar bisa melakukan latihan dua pedang dengan sangat indah. setelah itu dia mengambil buku pedang di ruang istananya. dengan tekun dan kerja keras dalam beberapa waktu di ruang dimensi yang perbedaannya sangat jauh dengan dunia luar, membuat Alea mampu menaklukkan ilmu dua pedang kembar. malah sekarang dia membuat kombinasi untuk ilmunya . hingga saat dua mulai berlatih, terlihat gerakan Alea bagai orang penari yang sedang melakukan pertunjukan.


Hingga akhirnya dua hari berlalu dengan cepat. Kini mereka mulai melangkah bersama sama untuk menghadap guru besar yang akan memberi wejangan pada siswa yang akan pergi ke dunia kecil. Saat Alea akan berangkat ke aula perguruan , saat dia keluar dari dalam kamarnya dia sempat melihat ke ruangan tempat Pangeran Lingzhi tidur. Sudah hampir satu minggu ini Alea tidak melihat sosok tampan yang selalu bersama dia . Saat pria tampan itu tak ada , Alea merasakan kekosongan di dalam hatinya.


"Ist...ada apa dengan hatiku ini... , bukankah lebih baik dia tak ada di sampingku , agar tak ada yang mengganggu..." kata Alea pelan sambil berjalan meninggalkan kamarnya.


Trimakasih Doanya , semoga Allah yang akan membalas doa kalian, Alhamdulilah author masih di kasih kesehatan yang baik, walaupun beberapa waktu yang lalu author kesehatannya terganggu. kalau author masih mampu untuk membuat cerita, insyaallah author akan membuat cerita buat kalian .🙏🙏🙏


jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2