
Perjalanan mereka kembali ke Kerajaan Shi berjalan dengan lancar. Hanya ada beberapa kendala ringan saja yang di alami mereka, juga penghadangan gerombolan perampok yang menghalangi perjalanan mereka saat mereka sampai di sebuah hutan. Semua dapat di atasi oleh para pengawalnya.
Setelah tiga minggu kemudian, mereka telah sampai Di Kerajaan Shi.
Ketika mereka sampai di pinggiran kota hari sudah mulai senja. Alea berhenti sebentar.
"Kek...kita telah sampai di kerajaan Shi." ucap Alea sambil mendekati kereta sang kakek. Kakek Jing Hao dam kakek Bing Hu membuka tirai kereta untuk melihat keadaan kota.
"Terlalu lama aku tidak kemari lagi. Ternyata keadaan kota kerajaan Shi begitu ramai..." kata kakek Bing Hu sambil mengagumi ibukota kerajaan Shi.
"Kerajaanmu besar juga Pangeran Lingzhi..." kata kakek Jing Hao sambil tersenyum.
"Inilah kerajaanku kek..." jawab Pangeran Lingzhi bangga.
"Berapa tahun aku tidak kemari Ling...?" kata Pangeran Huang pada sahabatnya sekaligus saudaranya.
"Bukankah semenjak kau berguru di kerajaan Tiangzi kau sudah melupakan saudaramu ini...' jawab Pangeran Lingzhi datar.
"Bukankah kau begitu juga...?" kata Pangeran Huang mengejek .
"Cih siapa bilang...aku beberapa kali kesana saat kau masih di dalam pergutruan Tiangzi dan kau tidak tahu itu...dasar saudara tak tahu diri.." sungut pangeran Lingzhi kesal. Bagaimana tidak kesal, setiap dia pergi ke kerajaan Amora pasti pangeran Huang ada di Sekre Tiangzi.
"Hey...tapi kita juga pernah bertemu saat liburan...!" seru Pangeran Huang merasa salah. Pangeran Lingzhi cuek . Melihat itu Pangeran Huang merasa bersalah.
Alea yang melihat mereka selalu bertengkar hanya bisa tersenyum lucu karena dia tahu, kalau mereka sama- sama memiliki kasih sayang yang besar. Dua pria yang terlihat dingin dan kaku itu ternyata memiliki kasih sayang yang patut di acungi jempol.
"Pangeran...lebih baik kita mampir dulu di restoran, kasihan perut kita ingin di isi.." ucap Alea.
"Baik Ayo kita kesana. Sekalian mengantarkan paman Rekyu.." jawab Pangeran Lingzhi. Akhirnya mereka pergi kerestoran milik Alea. Ketika sampai di sana hari mulai menjelang petang. Alea segera membawa mereka masuk kedalam restoran saat melihat kedatangan Alea. Ibu San dan Ibu Zio langsung menyambut mereka. terlihat kegembiraan di wajah mereka.
"Putri...,Pangeran kalian datang.. , mari silahkan masuk.." ucap mereka gembira. dan kebetylan di sana ada putri Paman Rekyu.
"Ayaaah..kau datang...?" seru sang putri sambil berlari dalam pelukan sang Ayah.
"Kau ini...apa kabar nak...?mana ibu dan gege mu...?" tanya Paman Rekyu sambil mengusap kepala sang putri dengan sayang.
"Ada di dalam Ayah..." jawabnya sambil melepas pelukannya.
"Suru mereka kesini..." perintah Rekyu . sedang Alea sudah membawa sang kakek ketempat khusus mereka. Sebuah ruangan yang di tata dengan rapi. ternyata di dalam Restoran masih banyak pembeli yang sedang menikmati masakan restoran itu.
Setelahenemoatkan kakek di bilik khusus miliknya , Alea segera pergi ketempat ibu Zio dan ibu San untuk menemani makanan.
"Ibu...apa kabar kalian berdua...apakah keadaan rumah makan ramai...?" tanya Alea sambil memeluk kedua wanita paruh baya itu.
"Kami baik- baik saja Putri, Restoran lumayan ramai.... " jawab Ibu San sambil melepas pelukannya. Begitu juga dengan ibu Zio .
"Tolong buatkan makan spesial buat kakek dan saudaraku ya...?" kata Alea dengan wajah bahagia.
"Kakek...?" tanya nyonya Zio dan Nyonya San hampir bersamaan . mereka kaget mendengar Alea mempunyai seorang Kakek.
"Iya Bu...ternyata aku dan kak Lian Han masih memiliki dua orang kakek , itu mereka.. masih tampan dan gagah kan..?" ucap Alea narsis. Tentu saja kedua nyonya itu tersenyum mendengar gurauan Alea.
"Baik kami akan membuatkan makanan spesial untuk mereka..." ucap nyonya San pada Alea.
"Trimakasih ibu..." jawab Alea.
"Oh ya ibu..gege Zio Zang di mana..?" tanya Alea .
"Apa kabar Putri...?" sapa sebuah suara.
Mengagetkan Alea.
"Gege...kau membuatku kaget saja , dari mana...?" tanya Alea gembira.
"Dari mandi Putri...kapan datang...?" tanya Zio Zang .
"Baru saja gege...oh ya gege, apakah ada dua kamar kelas satu...?" tanya Alea pada Zio Zang.
"Sepertinya ada Lea'er...memang untuk apa...?" tanya Zio Zang heran.
"Untuk kedua kakekku dan untuk kamar paman Cheng Raw apa masih kosong..?" tanya Alea.
"Masih Lea'er..sebab beliau memang berkata akan kembali lagi, jadi aku tidak mengisinya untuk tamu.
"Syukurlah...lalu gimana soal restoran dan penginapan...?" tanya Alea lagi
"Soal restoran kayaknya kekurangan tempat , soalnya semakin hari semakin banyak pembeli yang harus antri untuk makan Putri. Dan penginapan kayaknya kurang kamar, apalagi kami mendengar sebentar lagi akan ada perayaan pernikahan Putri Dan pangeran , juga penerimaan murid baru di perguruan Calang, kami kira pasti banyak tamu yang akan datang di kota ini. Kalau bisa kita memperluas restoran dan menambah jumlah kamar Putri , agar kita bisa memaksimalkan kebutuhan tempat makan dan kamar..." kata Zio Zang dengan wajah serius.
" Kalau gitu kita akan merundingkan ini nanti malam setelah makan malam . sekarang tolong kau siapkan kamar untuk kakek. dan kamar untuk paman Cheng Raw di bersihkan lagi..." kata Alea pada Zio Zang.
__ADS_1
"Baik akan hamba lakukan putri..." jawab Zio Zang sambil berpamitan dan brjalan meninggalkan Alea. Sedang Alea segera pergi ketempat kedua kakeknya serta kawan dan kekasihnya.Terlihat ada istri dan Putra- putri paman Rekyu di sana.
Aleh segera menyapa mereka .Setelah itu segera duduk di dekat pangeran Lingzhi.
"Kau sedang apa di sana tadi sayang...?" tanya kakek Jing Hao pada Alea.
"Memesan Makanan buat kita kek.." jawab Alea.
"Kok lama sekali, dan kakek lihat kau akrab sekali dengan mereka...?" tanya kakek Jing Hao lagi.
"Karena restoran ini milik Lea'er kek...dan mereka tadi yang akrab dengan Lea'er adalah anak didik serta ibu angkat Lea'er kek..." Pangeran Lingzhi menjawab pertanyaan Kakek Jing Hao pada Alea.
"Apaa..restiran ini milik cucuku...? dan merekabkeluarga angkat Alea...? kok bisa ..ceritanya gimana sich..?" tanya kakek Bing Hu heran.
"Nanti Alea ceritakan semua apa yang terjadi pada Alea kek. Tapi setelah Alea cerita kakek nggak boleh marah pada gege Lian Han ya...?" ucap Alea lagi.
"Lo kenapa dengan Lian Han , apa hubungannya dengan gegemu...?" tanya sang Kakek heran.
"Pokoknya kakek nggak boleh marah..!" ucap Alea lagi.
"Baiklah aku janji.." jawab sang kakek.
"Kakek Bing Hu juga...!" kata Alea lagi.
"Baik kakek juga janji..." jawab kakek Bing Hu . Sedangkan Lian Han hanya bisa tertunduk malu. Kini dia tahu kalau adik kesayangannya sangat memperhatikan dan menyayanginya . Pada saat itu makanan yang di pesan Alea telah datang . Nyonya San dan Nyonya Zio datang bersama beberapa pelayan sambil membawa beberapa makan . Mereka menatata makanan dengan rapi di atas meja. Melihat semua itu kakek Jing Hao sangat kagum pada Alea. .
"Trimakasih ibu..baiklah sekarang kita makan dulu, dan soal ceritanya nanti Alea ceritakan..." ucap Alea. Merekapun segera menyantap makanan di atas meja dengan tenang. Dan saat merasakan semua makan yang ada di atas meja. Kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu tak bosan- bosan mengucapkan kata enak dan merasa sangat suka pada masakan yang ada di restoran Alea.
"Nak..dari mana mereka belajar masakan se lezat ini, ...?kakek rasa kami belum pernah menikmati masakan seperti ini selama hidup kami ..?" tanya sang kakek. .
"Semua itu Lea'er sendiri yang mengajari mereka...?" ucap Lian Han bangga pada sang adik.
"Benarkah...? Apa benar itu Lea'er...?" tanya sang kakek tak percaya . cucunya yang cantik ini teryata mempunyai banyak kelebihan.
"Benar kek... Kakek tahu kan Alea berasal dari mana ...? Di sana Alea suka sekali mencoba beberapa masakan, dan saat Alea sekolah maupun kuliah, Alea selaku memasak sendiri makanan Alea . jadi saat Alea kembali kemari, Alea memanfaatkan ilmu pengetahuan Alea di sini... Begitu juga dengan ilmu kedokteran yang Alea pelajari di sana ..." jawab Alea.
"Apaaa...ilmu do..ilmu apa tadi nak.." tanya Kakek Jing Hao .
"Ilmu kedokteran kek...kalau sekarang ilmu alkemia , sedangkan yang di sebut dokter, kalau di sini seorang tabib kek..? Rencana Alea, Alea ingin membuka pendidikan ilmu ke dokteran setelah Alea menikah. Dan mungkin kalau suami Alea dan Ayahanda Raja mengijinkan, Alea ingin membuka Rumah sakit disini, entah itu di istana atau di luar istana..." kata Alea lagi.
"Tentu saja aku mengijinkannya Sayang... Nanti aku akan merundingkannya dengan Ayahanda, tapi semua itu akan terlaksana kalau kita sudah menikah..." kata pangeran Lingzhi sambil menatap Alea dengan wajah penuh kasih sayang.
mendengar ucapan sang calon istri Putra Mahkota Lingzhi hanya tersenyum. terlihat sekali kalau pangeran Lingzhi begitu menyayangi dan memanjakan Alea.
"Putri...kalau itu sampai terlaksana, bolehkah hamba belajar sekaligus bekerja di rumah berobat anda..?" tanya tabib Cheng Raw penuh harap.
"Paman bukan rumah berobat, tapi rumah sakit..." kata Alea meralat.
"Iya rumah sakit..." jawab tabib Cheng Raw malu.
"Memangnya Paman mau pindah kesini..? Lalu bagaimana kerajaan Amora, itu ada putra Mahkotanya...?" ucap Alea pada sang Paman sambil menunjuk Putra Mahkota Huang.
Paman Zheng Raw menatap putra Mahkota Huang dengan wajah bingung.
"Kalau aku tidak masalah Lea'er... Kalau tabib Cheng Raw ingin memperdalam pengetahuan tentang Alkemia..." ucap Pangeran Huang.
"Trimakasih Pangeran ... Sebenarnya saya kemari ini juga sedang mempelajari pengetahuan tentang pengobatan pada Putri Alea.." jawab tabib Cheng Raw.
Mendengar perkataan tabib Cheng Raw pangeran Huang tersenyum memaklumi.
"Oh ya My Zhi.. Alea akan tinggal di sini malam ini, soalnya nggak enak pulang malam- malam ke istana. Biar besok pagi setelah selesai makan pagi Alea akan masuk ke istana..." ucap Alea sambil menatap sekilas pada pria yang ada di sampingnya.
"Aku juga akan tinggal disini...kita akan pulang sama-sama besok pagi , dan kau Jihao ,Guansi...kalian bisa pulang kerumah kalian sekarang. Besok pagi datanglah kemari. Kita akan pergi bersama- sama ke istana..." kata Pangeran Lingzhi dengan wajah datarnya.
"Jadi pangeran akan di sini juga...lalu gimana dengan Putra Mahkota Huang..?" tanya Alea Heran.
"Aku juga akan tinggal di sini Lea'er... Kita akan ke istana sama- sama besok pagi . Bukan begitu pangeran Lingzhi tersayang.." ucap Pangeran Huang menggoda sang sahabat sekaligus saudaranya itu.
"Terserah kau saja..." jawab Pangeran Lingzhi cuek. Melihat tingkah pangeran Lingzhi , Alea ingin tertawa keras. Namun dia tak ingin menyinggung sang kekasih yang selalu ingin memarahi pangeran Huang. Pria dingin dan arogan itu membuat hiburan tersendiri bagi Alea jika melihat wajahnya yang cemberut.
Akhirnya Alea meminta pada Zio Zang untuk menyiapkan ruang kamar khusus untuk Putra Mahkota Huang. Sedang Alea dan pangeran Lingzhi memiliki ruang kamar sendiri di penginapan itu .
Setelah selesai makan, Alea segera membawa sang kakek keruang tidur mereka . setelah sampai di kamar sang kakek, terlihat kedua kakeknya sangat kagum dengan kenyamanan penginapan itu.
"kakek Bing Hu , kamar kakek ada di sebelah. kakek akan langsung kesana, atau kita ngorok dulu di sini..?" tanya Alea sambil memberikan kunci kamar untuk sang kakek.
"Kita di sini dulu Nak, kita ngobrol- ngobrol dulu..." ucap kakek Bing Hu.
"Baik kalau itu mau kakek..." jawab Alea lembut.
__ADS_1
"Lea'er...apakah penginapan ini juga milikmu...?" tanya Kakek Jing Hao .
"Benar kek...ini penginapan dan Restoran milik Alea. .." jawab Alea.
"Kau ternyata gadis yang sangat luar biasa sayang.. Kakek tak pernah menyangka kalau kakek akan memiliki cucu perempuan yang sangat pandai sepertimu.." kata kakek Jing Hao dengan perasaan bangga.
"Benar kak...aku sangat bangga pada Alea yang kepandaiannya tak pernah aku bayangkan..." kata kakek Bing Hu.
"Karena semua ini meruoakan untungan diriku kek.. kakek telah menukarkan diriku dengan seorang putri dari keluarga kaya dan berpengaruh. kedua orang tua angkatku sangat mencintaiku. begitu juga dengan kedua kakak- kakakku. apapun yang aku minta, selalu saja mereka turuti. namun kebaikan hati dan budi mereka membuat aku menjadi gadis yang kuat dan mandiri , dan kekuatan serta keahlianku aku dapatkan dari kedua kakek angkat yaitu ayah dari Mama dan papa. mereka mengajariku tentang semua pengobatan herbal dan ilmu beladiri. membuat aku kuat dan pintar , namun sayang kek..." kata Alea dengan wajah sedih.
"Ada apa sayang...?" tanya Kakek Jing Hao kaget melihat wajah Alea yang sedih ,bahkan sampai meneteskan air mata.
"Kasihan dengan Putri Lea yang menempati tubuhku..." ucap Alea dengan wajah sedih.
"Ada apa dengan gadis yang menempati tubuhmu...?" tanya kakek Jing Hao kembali.
"Hidupnya sangat menderita kek... Hidupnya kebalikan dari hidupku yang bahagia. Dia menderita sekali hingga membuat dia meninggal dunia. dan akhirnya aku bisa masuk menggantikan kehidupannya..." ucap Alea dengan wajah semakin sedih .
"Apa maksudmu nak...?" tanya kakek Bing Hu dengan wajah kaget.
Akhirnya Alea menceritakan semua yang terjadi pada Putri Lea Min Han pada kedua kakeknya. tentang penderitahan dan siksaan dari selir sang Ayah juga racun yang mengendap dalam tubuhnya karena perbuatan selir Ayahnya itu, hingga dia menjadi gadis sampah di kerajaan Long. tentang Ayah dan gegenya yang tak perduli pada Putri Lea Min Han. serta bagaimana dia bisa mengenal kedua keluarga yang sekarang mengelolah restoran dan rumah penginapan miliknya. tentang desa cahaya yang dulu pernah dia tempati. Semua Alea ceritakan pada sang kakek.
"Ya dewa....betapa kejamnya mereka padamu putri Lea Min Han ..." kata kakek Jing Hao dengan wajah terlihat antara marah dan kasihan.
"Tapi semua itu juga bukan satu- satunya kesalahan Ayah kek...wanita iblis itulah yang telah menjebak Ayah. dan dia juga yang membuat putri Lea menderita..." kata Alea dengan wajah sedih.
"Jadi karena inikah kau tadi membuat janji pada kakek untuk tidak memarahi gegemu...?" tanya kakek Jing Hao.
"Benar kek..karena Alea tidak ingin kakek membenci gege. karena Alea tahu gege Lian Han sangat menyesali perbuatannya begitu juga Ayah. apalagi gege sekarang sangat sayang padaku. setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya. Setelah mengetahui semua itu Ayah sangat marah pada selir Rolia dan putrinya. dia menghukum mati selir Rolia dan membuang putri nya yang ternyata bukan putri Ayah. .." kata Alea sambil menangis.
"Semua itu karena kebodohan Ayahmu saja, seorang Jendral bisa- bisanya kena tipu wanita sialan seperti itu. .." kata kakek Jing Hao dengan marah.
"Dan sekarang apakah dia tahu kalau kejadian itu telah merenggut putrinya dari sisihnya...?" tanya kakek Jing Hao lagi.
"Belum kek, aku belum memberitahunya." Kata Alea lagi.
"Baik...kalau begitu biar kakek yang memberitahukannya. dasar Ayah tak berguna..bagaimana kalau itu dirimu , mungkin sekarang kau sudah tidak adalagi di dunia ini..!" seru kakek Jing Hao marah. Sedang kakek Bing Hu terlihat sangat terpukul. karena dialah yang menukar kehidupan gadis yang seharusnya bahagia . Dan dia menempati tempat yang seharusnya Alea yang merasakan itu .
"Kek...kakek kenapa...?" tanya Alea pada kakek Bing Hu.
"tidak apa- apa ..kakek hanya merasa bersalah pada gadis itu. kakeklah yang menukar tubuhmu dengan tubuh gadis itu. andaikan kakek tak menukarnya, pasti dia tidak akan menderita hidupnya.' kata kakek Bing Hu dengan wajah sedih.
"Tapi untungnya di kehidupannya masih ada kak Mimi yang sampai saat ini sangat setia dan sangat menyayangi Alea kek .. walau dia tahu gadis yang ada di dalam tubuh ini bukan gadis yang pernah dia rawat. dialah yang selalu menolong Alea saat tubub Alea di dalam masa kesengsaraan dan penderitaan . hingga akhirnya takdir harus mengembalikan tubuh ini pada Alea..." kata Alea sambil memeluk kakek Bing Hu.
"Benar nak...semoga dia kini bahagia bersama ibumu..." kata kakek Jing Hau lagi.
"semoga kek..." jawab Alea.
"Ya sudah kau pergilah , mungkin calon suamimu telah menunggu kedatanganmu.." kata Kakek Bing Hu sambil mencium lembut dahi Alea.
"Baiklah Alea akan pergi. oh ya kek...sementara ini kakek tinggal di sini dulu ya...nanti setelah Alea menyediakan tempat tinggal di istana Alea, kakek akan Alea jemput..." kata Alea sambil berdiri.
"Iya...terserah kamu..." kata kakek Bing Hu.
"Ya sudah Alea pergi dulu. sebab ada sedikit pekerjaan yang harus Alea tangani. Alea pergi kek ...selamat malam..." ucap Alea sambil mencium pipi kanan dan Kiri kedua kakeknya. melihat perbuatan Alea. kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu terharu. mereka tak menyangka cucu mereka sangatlah santun dan penyayang.
Sedang Alea sendiri kini sudah berjalan pergi dari kamar sang kakek. Dia pergi ke restoran miliknya. sesampainya di sana. dia melihat Pangeran Lingzhi sedang mengobrol dengan kedua pengawalnya, serta Zheng Bai dan Zio Zang. Sedang Pangeran Huang dan Luan Han serta Mimi sudah pergi kekamar mereka.
"Kalian masih di sini...?" tanya Alea.
"Kami menunggumu...?" kata Pangeran Lingzhi. Alea segera mendekati pangeran Lingzhi dan duduk di sebelahnya.
"Gege Zio tolong gege pesankan pada bibi beberapa makanan enak untuk enam orang, nanti setelah kita selesai pembicarakan kita , aku akan membawa pergi makanan itu.. ." kata Alea lagi.
"Baik Lea'er..." jawab Zio Zang patuh. dia segera beranjak dari kursinya
"Gege...setelah pesan, gege kemari lagi..!" seri Alea pada Zio Zang .
"Iya..." jawab Zio Zang lagi.
Merekapun mengobrol sambil menunggu Zio Zang kembali. tak lama Zio Zangpun datang. mereka segera membahas restoran dan penginapan.
Setelah mendengar masalahnya seperti yang di ucapkan Zio Zang tadi . Alea segera memutuskan kalau mereka akan menambah penginapan dengan cara membangun gedung baru yang memiliki empat lantai. serta memperluas restoran. dan bisa di laksanakan pekerjaan itu setelah bahan dan tukang sudah tersedia. karena itu Alea meminta Zio Zang yang akan di bantu paman Rekyu dan Zheng Bai mencari bahan dan tukang. mendengar itu pangeran Lingzhi menyuruh Jihao untuk membantu mencarikan pekerja untuk bangunan yang akan di buat Alea. Aleapun setuju mendengarnya.
Akhirnya pembicaraan berakhir. Alea segera meminta Makanan yang di pesan tadi pada Zio Zang. Oangeran Lingzhi juga meminta oada Jihao dan Guansi untuk pulang., sedang Alea menyuruh Zheng Bai kekamarnya. Setelahnitu Alea segera pergi bersama Pangeran Lingzhi. Mereka segera masuk kedalam ruang dimensi tanpa di ketahui orang lain.
Sesampainya di ruang dimensi Alea menata makanan di meja makan yang ada di ruang makan istananya. setelah itu memanggil enam mahluk kontrak dia dan pangeran Lingzhi untuk segera makan. sedangkan dia dan Pangeran Lingzhi segera pergi ke air terjun kehidupan untuk berkultivasi , setelah memberikan daging setengah matang yang sempat dia buat pada ketika harimau kecilnya yang kini sudah tumbuh lebih dewasa.
Maaf Author telat up date karena kesibukan, jangan lupa like vote dan komennya author tunggu.
__ADS_1
Bersambung.