
Alea kembali kekamarnya. Ternyata pangeran Lingzhi tidak kembali , dan itu berlangsung sampai hari ketiga . Alea tetap tenang di dalam kamarnya. Dia tidak pernah keluar dari kamarnya. Makanan akan Sela dan Gina antarkan kekamarnya . Dan jika ada yang bertanya Sela dan Gita akan menjawab Putri Alea sedang tidak enak badan . dan untunglah makan malam di istana Raja tidak ada karena kesibukan Raja dan seluruh anggota kerajaan karena akan adanya pelantikan Raja baru di Kerajaan Shi. Pagi Itu seperti biasa makanan Alea di antar ke kamarnya dan kebetulan hari ini Alea menugaskan Gita dan Sela untuk mengambil ijin pulang kerumahnya. Alea sengaja menjauhkan masalah ini untuk mereka. Untuk memperkuat bahwa mereka tidak berada di tempat , Alea menyuruh mereka berpamitan pada Putri Yinhan yang telah membawa mereka pada Alea. Saat dua dayang baru datang, Alea menyuruh White mencium minuman dan kue yang di bawa mereka. Dengan berpura- pura mengambil kue. walau sebenarnya Alea pun bisa mencium adanya racun .
"Tidak ada racun Lea'er..." jawab White.
Alea memakan dan meminum teh yang di bawakan untuknya. Setelah itu Alea masuk kedalam ruang dimensi , setelah kedua pelayan membawa teh dan bekas makanannya. Alea memakan buah kehidupan hingga habis dua buah setelah itu dia kembali kekamarnya.
Hingga siang tidak ada pekerjaan ataupun kejadian pada Alea sama sekali. Namun saat makan Siang di antarkan terlihat pelayan yang mengantarkan makanan beda lagi. Dan terlihat salah satu dari mereka gelisah walau dia berusaha menutupinya.
"Gege...ternyata rencana mereka di laksanakan sekarang,..." kata Alea pada mahluk kontraknya .
"White...apakah kau mencium aroma racun...?" tanya Lauyan yang ada di ruang dimensi. Sebab dia tidak bisa mencium dari jarak itu.
"Benar...waah...ternyata racun yang di siapkan untukmu sangat keras Lea'er... namun jika aku meminumnya akan membuatku segar...!" kata White sambil tertawa.
"Maksud Gege racun ini memiliki daya bunuh yang cepat...?" tanya Alea lagi.
"Benar...untuk orang biasa pasti dalam hitungan beberapa detik saja sudah mati. Tapi kalau menyerang tubuhmu masih memerlukan beberapa waktu . apalagi kau telah melindungi jantungmu. Sebab racun ini akan langsung menyerang jantung..." jawab White.
"He he he...benarkah...apakah aku harus membuka sedikit perlindungan jantungku...?" kata Alea sambil tertawa.
"Benar Lea'er...agar sandiwaramu lebih meyakinkan ..." ucap Lauyan sambil terkekeh.
"Hati- hati Lea'er...aku tidak ingin kau dalam bahaya..." kata Xiao Bai khawatir.
"Tenang gege...asal kau tidak lupa memasukkan pil itu kedalam mulutku.." jawab Alea ikut terkekeh pula.
"Baiklah aku akan mulai melakukan apa yang diharapkan Selir Qin..." ucap Alea dengan tenang .
"Gege...makanan Mana yang mengandung Racun...?" tanya Alea pada White.
"Masakan kesukaanmu Lea'er...sop tulang iga.." jawab White.
"Ais....kenapa harus di makanan kesukaanku sich...!kan aku jadi rugi...." gerutu Alea. Mendengar omongan Alea semua gegenya hanya bisa tertawa.
Dasar gadis aneh , di dalam menghadapi bahaya dia masih sempat bercanda.
"Hati- hati Lea'er..." ucap Xiao Bai lagi yang masih mencemaskan Alea. Rasanya Xiao Bai ingin menggantikan tempat Alea. Biar dia yang memakan racun itu. Tapi mana mungkin ini adalah taktik Alea untuk menangkap Selur Qin.
"Baik gege Xiao Bai yang crewet tapi sayang sama Alea....oh ya, tolong kau sembunyikan nanti kedua pelayan itu di istanaku. Buat mereka pingsan sampai aku siuman.." ucap Alea sambil mulai menyendok makanan yang ada di meja.
Melihat Alea mulai makan, terlihat gadis yang mereka curigai mulai gelisah. Dia bagai ingin menghalangi Alea.
"Gege..salah satu dari kalian coba cari keluarga mereka. Aku kok jadi curiga, aku takut keluarga mereka dalam bahaya. Sepertinya gadis itu melakukan ini dengan terpaksa..." Kata Alea pelan.
"Baik Lea'er...aku akan pergi..." kata Xiao Bai dengan cepat.
Untuk menahan waktu, Alea memakan makanan yang tidak mengandung racun terlebih dahulu dengan pelan. Dan saat ada kabar dari Xiao Bai kalau keluarga kedua gadis itu sudah di temukan Alea mulai memakan sop iga kesukaannya. Benar saja saat Alea selesai makan masakan itu. Tiba- tiba perutnya sakit , kepalanya juga pusing dan sakit serta penglihatannya mulai kabur. Sebelum kesadaran hilang dia menarik alas meja dan menggenggamnya erat. Saat Alea jatuh otomatis alas meja ikut tertarik hingga semua yang ada di atas meja jatuh kebawa. Melihat semua itu kedua pelayan akan melarikan diri. Tapi White telah membuat mereka pingsan dan membawa mereka ke ruang dimensi bersama Eagle. Mendengar keributan di dalam kamar Alea. Mimi dan Zheng Bai segera masuk dengan cemas. Dan saat melihat Alea jatuh tak sadarkan diri mereka segera berteriak minta tolong. Mimi segera lari memeluk Alea. Saat melihat wajah Alea pucat membiru Mimi dan Zheng Bai semakin panik. mereka tahu ini tanda- tanda orang keracunan.
"Lea'er...Lea'er..bangun , ayo bangun...!" teriak Mimi histeris. Mendengar teriakan minta tolong Mimi dan Zheng Bai para pelayan dan penjaga berdatangan. Dan keributanpun terjadi. Tabib segera di panggil. Mimi dan Chen Bai mengangkat Alea keatas pembaringan. Mimi menangis dengan pilu sambil memeluk Alea. Beritapun cepat menyebar. Raja yang mendengar itu segera pergi ke istana pangeran Lingzhi. Begitu juga dengan permausuri. Semua orang dan keluarga kerajaan akhirnya sibuk menuju istana Pangeran Lingzhi.
Sedang sang pemilik istri kini masih berada di kediaman Guansi di temani Jihao. Karena Guansi pergi ke istana untuk mengambil Senjata yang di inginkan Putra Mahkota. Namun sebelum dia mencapai gudang senjata. Dia melihat banyak orang mondar mandir dengan wajah cemas dan sedih. Karena penasaran dia bertanya pada salah satu pelayan yang kebetulan lewat dengan tergesa- gesa.
"Hey kau kemari...!" seru pangeran Lingzhi sambil melambailan tangan pada pelayan itu yang berwajah cemas.
"Saya jendral..." tanya pelayan itu.
"Iya kamu..." jawab Guansi.
"Ada apa Jendral Muda..." tanya Pelayan itu setelah berada di depan Guansi.
"Ada apa...kenapa kalian terlihat panik..?" tanya Guansi .
"Apakah anda tidak tahu kalau Putri Mahkota Keracunan...dan sekarang masih di tangani tabib...?" kata pelayan itu balik tanya.
"Apa...Putri Mahkota di racun...?" tanya Guansi kaget.
"Benar...dan katanya racunnya sangat keras, orang- orang bilang Putri Mahkota sulit bertahan..." jawab Pelayan itu sambil menangis.
Tanpa berkata lagi Guansi lari kembali kerumahnya . dia berlari memakai ilmu meringankan tubuhnya. Dengan cepat dia sudah berada di rumahnya. Dia segera berlari kekamar Putra Mahkota.
__ADS_1
Saat itu Pangeran Lingzhi sedang minum teh buatan Jihao. Saat tiba- tiba pintu terbuka dengan keras membuat dia kaget.
"Guansi...apakah kau tidak punya sopan santun ha...?" seru Putra Mahkota marah.
"Maaf Pangeran...hamba minta maaf.. tapi berita yang hamba bawa penting sekali..." ucap Guansi sambil menatap Pangeran Lingzhi. Terlihat di matanya ada air mata menetes.
"Ada apa..kenapa kau menangis...?" tanya pangeran Lingzhi heran. Begitu juga dengan Jihao.
"Ada apa Guan...?" tanya Jihao.
"Putri Mahkota..." ucapnya terbatah- batak karena air matanya semakin. Banyak menetes. Melihat itu Pangeran Lingzhi kaget. Dia segera berdiri. perasaan cemas mulai melanda hatinya.
"Ada apa dengan Putri Mahkota..." terdengar suaranya mulai cemas dan takut .
"Seseorang telah memberi racun padanya, katanya racunnya sangat ganas, katanya dia sulit di tolong..." ucap Giansi sambil menangis.
"Apaaaa....!" teriak pangeran Lingzhi kaget. Begitu Juga dengan Jihao. Mendengar semua itu Pangeran Lingzhi melompat dan berlari menuju istana dengan ilmu meringankan tubuhnya. Terlihat gerakan pangeran Lingzhi bagai bayangan. di ikuti kedua pengawalnya.
Sesampainya di istana dia segera menuju ke istananya. Dan dia melihat semua orang berada di sana dengan wajah duka. Saat melihat pangeran Lingzhi datang, mereka memberikan jalan. Sesampainya di pintu kamar , Pangeran Lingzhi melihat sang istri berwajah pucat kebiruan. Dia segera berlari masuk dan memeluk sang istri.
"Lea'er...bangun..bangun sayang...aku mohon bangun..bangun Lea:er...' teriak Pangeran Lingzhi dengan panik sambil menangis dan memeluk tubuh Alea. Semua orang tidak pernah melihat tingkah Pangeran Lingzhi yang terlihat rapuh , merasa kasihan dan ikut menangis.
"Sudah Zhi'er Kita harus mencarikan obatnya...dia terkena racun yang sangat keras...kalau kau ingin dia hidup kau harus mencarikan obat penawar racunnya..." kata Sang Ayah mengingatkan pada Putra Mahkota.
"Bagaimana dia bisa terkena racun...?" tanya Panheran Lingzhi setelah mendengar perkataan sang Ayah.
"Dia pingsan setelah makan..." jawab Mimi yang berada di sebelah ranjang Alea.
"Apa maksudmu...?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.
"Sepertinya racun itu di taruh di makanan Putri Alea..." jawab Mimi.
Mendengar perkataan Mimi Pangeran Lingzhi sangat marah. Dia menatap kesetiap orang yang berada di ruangan itu .
"Siapa yang menyiapkan makanan buat Putri Mahkota...?" tanya pangeran Lingzhi dengan marah.
Pangetan Lingzhi kembali dilema, apa benar Selir Qin dan Pangeran ketiga yang meracuni Alea...tapi untuk apa. Sedangkan Pangeran ketiga orangnya sangat dingin dan jarang mengurusi soal istana. Orangnya cuek dan tak perduli. Kalau ingin merebut tahta kenapa harus istrinya yang menjadi sasaran. Dia tak kembali sebenarnya menyelidiki kedua orang itu. Dia ingin tahu kenapa gadis yang dia sayangi harus menjadi korban, dan yang palimg membuat dia pergi dari sisi sang istri karena dia sagat malu pada Alea ternyata di dalam istanapun Alea dalam bahaya. Dia kembali memeluk sang istri. Perasaan dan hatinya hamcur melihat Alea yang sekarat dengan wajah pucat kebiruan. Tak lama terlihat Pangeran Mongli masuk dia melihat Alea yang dalam pelukan pangeran Lingzhi. Gadis itu terlihat pucat kebiruan ciri khas orang keracunan. Dia mengepalkan tangannya. Terlihat airmata mengalir dari kedua matanya. Ingin rasanya dia berlari memeluk gadis itu, tapi apa daya, dia juga takut sikapnya akan membuat nama Putri Alea akan buruk. Setelah melihat Alea dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Dan dia melihat sang ibu bersama sepupuhnya. Dia tahu sepupunya sangat mencintai Pangeran Lingzhi tapi Pangeran Lingzhi sama- sekali tidak melihat gadis itu. Dia menatap sang ibu penuh dengan kemarahan. Karena dia tahu kalau semua ini ulah sang ibu. Dia tahu ambisi sang ibu, tapi dia tidak pernah menyangka kalau sang ibu bisa sejahat ini. Tanpa di sadari pangeran Mongli , Pangeran Lingzhi melihat padanya yang sedang menatap sang ibu penuh kemarahan dan kebencian.
"Apa benar ini semua yuah Selir Qin Lea'er...lalu kenapa Pangeran Mongli menatap ibunya seperti penuh kemarahan. Apa sebenarnya yang terjadi. .." pikir Pangeran Lingzhi.
"Tabib separah apa racun yang ada di tubuh istriku..." tanya Pangeran Lingzhi dengan dingin.
"Ini racun ular Kirin namun di tambah dengan racun daun Likna yang Mulia.." jawab tabib kerajaan. Mendengar semua itu, penyesalan pangeran Lingzhi semakin besar, dia meninggalkan sang istri untuk menyelidiki masalahnya, dan malu oada sang istri namun kenyataannya malah membuat sang istri menderita. mungkin tak seharusnya dia menghidari masalah. namun kebodohannya membuat semua ini terjadi oada sang istri . Tak berapa lama keluarga Alea datang. Jendral Murong Han beserta selir dan putra- putrinya datang bersama kedua kakek Alea . Mereka datang dengan wajah duka. Andai Alea tidak memberitahukan tencananya mungkin saat ini Jendral dan kedua kakek Alea akan marah, untunglah Alea memberitahukan dulu rencananya . namun tak urung mereka terluka atas kejadian itu. Selir Jendral Murong menangis hebat karena dia tidak di beri tahu. Dia memeluk Alea dengan wajah penuh Air mata. Tidak terkecuali Lian Han yang menangis di sebelah Alea .
"Lea'er bangun...bangun sayang... gege janji, gege tak akan membuatmu marah lagi. bangun sayang... ayo bangun... " ucap Lian Han dengan pilu. Mimi yang melihat dan mendengar ucaoan Lian Han kembali menangis . Semua itu semakin menambah duka di hati Pangeran Lingzhi. Dia menyesali kepergiannya dari Alea. Saat matanya melihat di atas ranjang Alea. Terlihat ke empat mahluk kontrak Alea berada di sana. Wajah mereka terlihat sedih. Dan tubuh mereka loyo seperti orang kehilangan semangat. Melihat mereka masih dalam keadaan sehat walaupun Loyo, itu bertanda masih ada harapan pada Alea.
"Kalian ber empat...apakah kalian tidak ada yang bisa menghilangkan racun Lea'er...?" tanya Pangeran Lingzhi pada keempat hewan kontrak Alea.
"Kami bukan ahli racun pangeran..." jawab Eagle dingin. Dia ingat pangeran Lingzhi telah membuat Alea sedih.
"Kemana saja kau selama ini...? Apakah kau tahu perbuatan mu sangat membuat Lea'er kami menderita..." jawab Xiao Bai kesal dan marah.
"Seharusnya kau biarkan saja kami pergi..sekarang jika kau tidak mampu lagi dan tidak mencintai Lea'er kami , biarkan kami membawa Lea'er pergi.." kata Lauyan dengan dingin.
"Kami kecewa padamu pangeran..., putri begitu mencintaimu, tapi kau lebih percaya pada musuhnya, kau lebih membela dia. Kau tahu kami tak pernah berbohong padamu. Sekarang biarkan kami membawa putri Alea pergi..." ucap White dengan nada marah.
"Tidak..maafkan aku, maafkan kebodohanku... bukannya aku tidak percaya pada kalian, tapi aku ingin membuktikan sendiri..." ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah terluka .
"Tapi bukan dengan cara meninggalkan Lea'er...!" seru Xiao Bai marah.
"Maafkan aku...maafkan kesalahanku.. aku mohon tidak adakah cara untuk menyembuhkan dia...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil meneteskan air mata.
"Setelah Putri sembuh lalu akan kau buat dia sakit hati lagi...?" ejek White dengan sengit.
Mendengar semua ucapan keempat mahluk kontrak Alea membuat Pangeran Lingzhi sadar. Dia telah melalaikan istri yang sangat dia cintai. Mereka tak salah. Dialah yang salah.
"Ada apa sebenarnya ini pangeran ...?" tanya Raja Rong Kyu heran.
Mendengar pertanyaan sang Ayah pangeran Lingzhi terdiam.
__ADS_1
"Pangeran....!" ucap Raja Rong Kyu sambil menatap Pangeran Lingzhi dengan wajah minta penjelasan. Akhirnya Pangeran Lingzhi memutuskan untuk mengatakan semuanya.
"Ayah...tolong suruh semua orang pergi...Lingzhi ingin di sini besama istri Lingzhi Ayah...kalau soal pertanyaan Ayah, nanti Lingzhi jawab.." ucap pangeran Lingzhi lagi. Lalu dia menatap pada keluarga Alea.
"Kakek, Ayah...maafkan Lingzhi..." ucap Pangeran Lingzhi pada Jendral Murong Han dan kakek Bing Hu dan Kakek Jing Hao.
"Baiklah kami pergi pangeran...kami akan menunggu putri di ruang tamu, tapi aku harap kau bisa me jelaskan semua ini..." kata kakek Bing Hu. Mereka segera pergi keluar semua. Kini hanya tinggal Raja, pangeran Lingzhi dan keempat Mahluk Kontrak Alea.
"Pangeran...sekarang katakan padaku, apa sebenarnya yang terjadi. Dan kenapa keempat mahluk kontrak Lea'er marah padamu...?" tanya Raja Rong Kyu dengan tegas. Akhirnya pangeran Lingzhi menceritakan semua kejadian saat pernikahannya. Dan tentang penyelidikan mahluk kontrak Alea.
"Apaaa...Selir Qin dan Pangeran ketiga..?" seru Raja Rong Kyu kaget.
"Nach Ayahanda kaget juga kan...karena itulah ananda merasa syok tak percaya. Dan kesalahan ananda , ananda pergi meninggalkan istri hamba. Ini memang salah hamba Ayah , hamba Pria bodoh..." jawab Pangeran Lingzhi menyesali.
"Sebenarnya saat itu kami ingin memberitahu pada anda pangeran tapi anda pergi , kalau Selir Rolia Ingin meracuni Putri Mahkota, sebenarnya niat itu sudah ada sebelum kalian menikah. Namun Pangeran Mongli mencegah perbuatan ibunya , karena dia juga mencintai Putri Mahkota..." ucap Eagle.
"Apaaa....!" seru Raja Rong Kyu dan Pangeran Lingzhi serempak. Melihat reaksi itu Eagle tidak meneruskan kalau Pangeran Mongli ada niatan menculik Alea. Mendengar ucapan Eagle pangeran Lingzhi ingat tatapan Pangeran Mongli pada sang ibu yang terlihat menatap dengan sangat marah.
Raja Rong Kyu tertegun mendengar ucapan dari mahluk kontrak Alea. Dia juga menyadari kalau Alea memang pantas jadi rebutan para Pangeran. tapi dia tak menyangka kalau putranya yang sangat dingin dan acuh pada wanita itu juga jatuh cinta pada Alea . Setelah beberapa lama terdiam Raja Rong Kyu keluar dengan wajah lesuh.
Setelah melihat kepergian Raja Rong Kyu, Lauyan dan Xiao Bai pergi melanjutkan rencana Alea, walaupun mereka belum tahu reaksi racun yang akan di perlihatkan oleh racun Alea.
Mereka segera pergi ke istana milik Selir Qin. Dan benar kata Alea. Ketika mereka masuk lewat cendela yang terbuka. Mereka melihat Selir Qin dan Putri Yuanli sedang menikmati makan dan minum merayakan kemenangan mereka. Melihat semua itu. Lauyan dan Xiao Bai sangat marah. Ingin rasanya mereka membunuh kedua wanita jahat itu. tapi dengan kematian yang mudah, terlalu enak buat mereka . Saat Lauyan dan Eagle melihat mereka sedang menyuapkan makanan kedalam mulut mereka, Dengan ilmu menghilang Xiao Bai memasukkan dua pil racun kedalam makanan yang akan di makan Selir Qin. Karena pil itu tanpa rasa. Maka dengan nikmatnya Selir Qin memakan makanan yang sudah berada di dalam mulutnya , hingga akhirnya racun itu tertelan seluruhnya. Begitu juga dengan Putri Yuanli. Dia menikmati makanan yang sudah di beri pil racun oleh Lauyan dengan perasaan bahagia. Karena sebentar lagi dia akan menjadi putri Mahkota dan akan menikah dengan pangeran Lingzhi. pria yang sangat dia dambakan dan dia cintai . Pria yang membuat gila semua gadis .Saat itulah terdengar ketukan di pintu. Tak berapa lama terlihat pangeran Mongli masuk dengan wajah marah.
"Bunda...kau tega kepadaku , kau tega meraccuni gadisku...bukankah aku sudah berkata pada Bunda jangan sampai bunda menyakiti Putri Alea, tapi bunda tidak perduli itu. Aku kecewa padamu bunda...aku malu memiliki bunda yang sangat ambisius seperti bunda. Aku tak menyangka demi kedudukan bunda mencelakai orang tak bersalah...!" ucap Pangeran Mongli marah.
"Tutup mulutmu...jika kau mau menjadi raja dan merebut kedudukan itu dari tangan Pangeran Lingzhi. Tentu Bunda tak akan membunuh gadis sialan itu. Tapi kau malah menolaknya. Akhirnya pilihan ibu jatuh pada putri sialan itu. Andai dia tidak hadir di kerajaan ini dia tidak akan merebut kedudukan yang bunda siapkan untuk Yuanli. dan dia tak akan mati... dasar anak bodoh...!" teriak Selir Qin marah.
"Tapi itu semua bukan salah Putri Alea Bunda...mengapa kau malah menyalahkan dia...!" teriak Pangeran Mongli marah.
"Itu salah dia...kenapa dia mau menjadi istri Pangeran Lingzhi...!" ucap Selir Qin tak mau kalah
"Baik bunda sekarang aku tahu kau lebih mencintai kedudukan dan harta daripada putramu. sekarang karena kau tidak menginginkan diriku , aku akan pergi dari kehidupan bunda. Memang aku salah mencintai istri kakakku sendiri, aku sadari itu. Namun aku tak sejahat ibu. Kini aku malu untuk bertemu dengan putri Alea, aku malu memiliki ibu seperti Bunda. Selamat tinggal bunda..." kata Pangeran Mongli sambil berbalik dan pergi dari istana sang bunda.
"Mongli berhenti... berhenti Mongli.... Dasar bodoh...pergilah, aku juga tak menginginkan dirimu..." seru Selir Qin dengan marah. Pangeran Mongli sudah tidak mau mendengarkan perkataan sang Bunda. Dia berjalan bersama kedua pengawalnya keluar dari istana. Saat melewati istana Putra Mahkota, dia diam sejenak sambik menatap arah istana Pangeran Lingzhi . terlihat air mata kembali turun dari matanya .
"Maafkan Aku Putri Alea, maafkan aku kak...kita akan bertemu lagi di waktu berbeda, sekarang biarkan aku menghilangkan cinta di dalam hatiku. Putri kita akan bertemu lagi dalam suasana yang berbeda jika kau masih bisa hidup . selamat tinggal semuanya..." gumamnya pelan sebelum dia melesat pergi dari istana bersama pengawalnya.
Sedang di istana pangeran Lingzhi terlihat sang pangeran Lingzhi sedih di dekat tubuh putri Alea. Dia meratapi kebodohannya yang meninggalkan Alea.
"Sayang...maafkan aku...maafkan aku yang telah meninggalkan dirimu, bukannya aku meremehkan dirimu, bukannya aku tidak mempercayai kalian, tapi aku syok...aku tak percaya wanita yang terlihat sangat menyayangi diriku tapi ternyata dia tega ingin membunuh wanita yang sangat aku cintai. Maafkan aku Lea'er...kau boleh memarahiku, kau boleh membenciku, tapi tolong...tolong bangun Lea'er..." gumam pangeran Lingzhi sambil menangis .
Tabib dan para pelayan hilir mudik di sekitar istana pangeran Lingzhi. Banyak tabib yang di datangkan untuk mengobati Putri Alea. Tidak ketinggalan tabib Lao, tabib Cheng Raw juga guru besar Juan datang untuk menyebuhkan Alea. Dan semuanya haya bisa berusaha. Tapi racun di tubuh Alea tetap tidak bisa di atasi.
Namun sebenarnya Alea sekarang sedang tidur nyenyak. Dasar Alea...
Sebenarnya saat semua orang panik ketika Alea jatuh pingsan setelah makan. Dan saat tabib mulai melihat denyut nadi Alea. Saat itu Alea memang dalam keadaan kritis. Racun menyebar menyerang sebagian jantung Alea. Dan saat semua orang panik. keempat Mahluk kontrak Alea keluar dari ruang dimensi. Untunglah pangeran Lingzhi belum datang. Jadi saat tabib lengah dengan cepat Xiao Bai memasukkan Pil penawar racun kedalam mulut Alea. dengan cara itu racun yang ada di tubuh Alea sebenarnya sudah di netralkan. namun karena kepandaian Alea, dia bisa menipu semua orang agar tubuhnya masih mengandung racun itu.
Pangeran Lingzhi tak pernah pergi dari sisi Alea. Begitu juga dengan mahluk kontrak Alea. Mereka bergantian menjaga Alea. Dan keesokan harinya saat semua orang sibuk , tiba - tiba pelayan dari istana Selir Qin berlarian . ada yang pergi ke tabib , ada yang pergi ke Raja , dan ada yang pergi ke tempat Pangeran ketiga yang telah pergi dari kerajaan. Kegaduhan itu sampai juga di telinga pangeran Lingzhi. Mereka mengatakan kalau Selir Qin dan keponakannya telah jadi gila. Mendengar kabar itu, keempat Mahluk Kontrak Alea saling berpandangan, sedang pangeran Lingzhi meminta Mimi dan Zheng Bai untuk menjaga Putri Alea sebentar .
Dia ingin melihat apa yang terhadi. dia segera pergi ketempat Selir Qin. Sampai di sana terlihat kediaman selir Qin penuh dengan keluarga istana dan pelayan. Para putri dan Pangeran semua ada di sana. Begitupun permaisuri dan Raja. Saat pangeran Masuk terlihat Selir Qin dalam keadaan menyedihkan dia di ikat di atas ranjang. Dan di kamar sebelah , Putri Yuanli juga dalam keadaan yang sama.
"Ha ha ha...kau sudah mati perempuan busuk...itulah akibatnya jika kau berani menghalangi jalanku . dasar wanita busuk berani sekali kau menjadi istri Putra Mahkota, kau itu tidak pantas, gadis rendahan sepertimu mana pantas menjadi istri Putra Mahkota Lingzhi. Karena kau akan mati, maka akan ku beritahu yang sesungguhnya....aku memang sengaja membunuhmu, setelah kau mati, keponakanku yang cantik putri Yuanli akan menjadi permaisuri Putra Mahkota, dan akan menikah dengannya dia akan jadi pionku yang sangat bagus. nanti akulah yang akan menguasai kerajaan ini. aah....senangnya diriku, sebenarnya keinginan membunuhmu sudah lama ingin aku lakukan , tapi aku tunda , semua ini karena putra brengsekku itu mencintaimu, jika tidak sudah hari- hari lalu kau mati ditanganku..sekarang aku sudah puas. Aku puas melihat kau sekarat. Sebentar lagi kekuasaan ada di tanganku.ha ha ha..." celoteh Selir Qin membuat orang kaget. Jadi yang meracuni putri Alea adalah selie Qin..." ucap mereka dalam hati. Sedangkan pangeran Lingzhi terduduk di sofa dekat sang ibu.
"Bunda...gara- gara wanita gila ini aku telah banyak bersalah pada Lea'er bunda..." ucap pangeran Lingzhi yang tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Dia terpuruk dalan kesedihan yang dalam. Sang Bunda hanya bisa membelai lembut kepala pangeran Lingzhi. Diapun kaget mendengar omongan selir Qin.
"Tenanglah Pangeran...pasti Putri Mahkota akan sembuh..." ucap sang Bunda lembut. Mendengar suara sang bunda Pangeran Lungzhi terdiam. Dia lalu keluar dari istana Selir Qin dan berlari menuju istananya. sesampainya di kamarnya dia melihat sang istri tergeletak dengan wajah pucatnya. perlahan dia mendekati dan duduk di sampingnya .
"Sayang...bangunlah, apakah kau tidak kasihan denganku...apakah kau akan tetap menghukumku....? sayang...kau boleh memukulku ,kau boleh menamparku, tapi tolong sadar lah..." ucap pangeran Lingzhi memelas. Mimi dan Zheng Bai yang melihat tingkah Pangeran Lingzhi merasa kasihan.
"Pangeran...pastri Putri Akan akan sembuh. bukankah racun itu sangat keras. biasanya jika tertelan manusia, manusia itu akan mati dalam beberapa menit, bukankah ini sudah ada tiga hari dan tuan Putri masih mampu bertahan..." kata Zheng Bai yang ada di sebelah Alea , dia dan Mimi akan bergantian berjaga. begitu juga dengan kedua pengawal pangeran Lingzhi.
"Kau benar Zheng...semoga putri tertolong dan cepat sadar..." ucap pangeran Lingzhi dengan nada sedih. wajah pangeran Lingzhi terlihat kucel tak terurus. dia sudah tiga hari ini tanpa makan dan tidur. dia berjaga di dekat Alea tanpa mau pergi. tidak ada seorang yang bisa membujuknya untuk pergi dari Alea.
Maaf cukup dulu ceritanya ya...besok aku lanjut lagi. biarpun nggak dobel up tapi udah autor panjangin ceritanya kan...? semoga kalian puas.
jangan lupa like, vote, dan komennya lo..
Bersambung
__ADS_1