
Mereka menempuh perjalanan lebih cepat karena hari semakin sore, mereka takut kemalaman di hutan . ketika hari menjelang senja sampai juga mereka di
Persinggahan selanjutnya. Dari jauh ternyata tempatnya seperti sebuah desa yang memiliki pagar tembok yang sangat tinggi. Saat mereka mulai masuk kedalam gerbang desa, ternyata di persinggahan ini terlihat suasananya cukup ramai, hampir seperti sebuah desa. Banyak berdiri rumah- rumah untuk para peserta istirahat.
"Kenapa temboknya tinggi sekali ..?" tanya Xio Wei dengan menatap pagar tembok dengan wajah kagum.
"Tentu saja tinggi, bukankah hewan dan monster di sini buas dan kuat sekali, jika temboknya dapat di lompati hewan- hewan itu, akan sangat berbahaya bagi kita yang berada di dalam desa ini .." jawab Qing Ju .
Mereka melanjutkan langkah mereka masuk kedalam desa persinggahan. Ketika rombongan Alea masuk, banyak praktisi yang melihat kedatangan mereka. Terutama wajah Alea yang cantik membuat semua orang tak rela untuk tak melihat wajah cantik itu. Dengan tenang mereka masuk ke desa persinggahan. Mereka segera mencari rumah yang masih kosong untuk mereka tempati, karena banyaknya para praktisi yang sudah datang di desa persinggahan itu, mereka agak kesulitan untuk mencari rumah yang kosong. Dan akhirnya mereka menemukan rumah yang memiliki dua kamar dan satu ruang kosong yang cukup lebar. Akhirnya mereka memutuskan tinggal disana dengan pembagian. Satu kamar untuk Xio Wei dan Xio Yixing, dan satu kamar yang terlihat agak kecil untuk tidur Alea. Sedang para pria tidur diruang kosong yang agak luas itu. Setelah masuk kedalam kamar, Alea segera masuk kedalam ruang dimensi untuk bermeditasi sekalian menunggu bunga salju mekar. Cukup lama Alea menunggu bunga itu mekar. Dan waktu yang di tunggupun tiba, entah berapa hari waktu di dalam ruang dimensi yang di lalui Alea.
Hingga akhirnya Alea merasakan adanya keharuman menyeruak di sekitarnya .Dan saat keharuman menerpa hidungnya , Alea segera membuka matanya. Dia melihat bunga salju yang di taruh Alea di ceruk dinding di belakang air terjun yang kelembapan dan dingin suhunya bisa untuk menaruh bunga salju mulai terlihat mekar secara perlahan. Alea segera bersila di dekat bunga dan minghisap harum bunga salju yang terasa menyegarkan seluruh badannya. Setelah mekar dengan sempurna Alea segera mengambil bunga itu dan membawanya keluar dari balik air terjun. Sesampainya di bawah pohon kehidupan , para mahluk kontraknya sudah menunggunya. Mereka tahu Alea telah membawa bunga salju itu .
"Kau akan membawa bunga itu keluar Lea'er.?" tanya Xiao Bai .
"Benar gege...aku ingin membaginya dengan mereka...?" jawab Alea dengan wajah ceriah.
"Kau memang master kami yang terbaik Lea'er...jika bunga itu ada di tangan orang lain, pasti mereka tidak mau berbagi. Tapi kamu tidak, kau selalu membagi dengan adil semua yang kau dapatkan bersama mereka . " ucap White dengan rasa bangga .
"Ck..jangan terlalu memujiku gege...aku juga seperti mereka, hanya saja keadilan akan selalu membuatku merasa tenang.." jawab Alea dengan tersenyum senang.
"Itulah sifatmu..." ucap Eagle sambil tersenyum lembut.
"Ya sudah aku pergi dulu gege, mungki. di dunia luar sekarang sudah tengah malam..." pamit Alea. Setelah itu dia menghilang dari pandangan mata para hewan kontraknya.
Mereka berempat tersenyum bahagia melihat tingkah dan sifat master mereka.
Sesampainya kembali di ruang tidur yang ada di dalam dunia kecil, Alea segera keluar dari dalam kamarnya setelah menaruh bunga salju di dalam cincin ruang miliknya.
Ketika para pria yang sedang tiduran sambil mengobrol melihat kehadiran Alea, mereka segera duduk .
"Ada apa Hanpey..?" tanya Qing Ju saat melihat Alea berjalan keluar dari ruang kamarnya.
"Bisakah kita berkumpul sebentar kak.?" tanya Alea pada mereka ber empat
"Apakah ada yang penting Lea'er...?" tanya Lian Han
"Benar..." jawab Alea.
"Bisa...Yu Kui , kau bisa memanggil Xio Wei dan Xio Yixing...?" tanya Lian Han pada Yu Kui.
"Baik..." jawab Yu Kui sambil beranjak dari ranjang yang terbuat dari batu alam yang terhampar lebar di ruang kosong itu. Dia berjalan kearah kamar Xio Wei dan Xio Yixing. Tak lama terlihat ketiga orang itu berjalan kearah mereka yang sedang berkumpul. Setelah mereka berkumpul bersama, Alea segera berbicara.
'Maaf...aku mengganggu waktu istirahat kakak semuanya, aku ada satu berita yang membuat kita semua bahagia. Yaitu, bunga salju yang kita dapatkan tadi sekarang sudah mekar sepenuhnya, dan kita akan membagi kelompok bunga salju untuk kepentingan kita, kita tahu kelopak bunga salju akan sangat berguna untuk penyembuhan penyakit apapun itu, memberikan kesempatan pada kita untuk hidup kembali jika kita di ujung kematian, jadi kita akan melihat ada berapa kelopak bunga salju yang kita dapatkan tadi..." mendengar ucapan Alea mereka semua ternganga. Mereka tidak pernah berfikir kalau Alea memang sudah mendapatkan bunga salju yang banyak di cari orang itu
"Tunggu Hanpey...bukankah bunga salju itu kau yang mendapatkannya, mengapa harus di bagi pada kita..?" tanya Xio Yixing pada Alea.
"Benar itu Hanpey...kami tidak akan merasa iri maupun berkeinginan memiliki kelopak bunga itu, sejak kemaren kau selalu membagi hasil kerja, yang seharusnya kau sendiri pemiliknya .." ucap Gu Jing dengan wajah tenang.
"Tidak kak...kita satu kelompok , tentu saja aku harus membagi bersama apa yang kita dapatkan..." ucap Alea dengan wajah tenang.
"Hanpey...kami tak jadi masalah kalau kau memiliki bunga itu sendiri..." ucap Xio Yixing pada Alea.
"Sudahlah kak...ini milik kita bersama , kita melawan beruang itu secara bersama, jadi bunga ini kini milik kita bersama..." jawab Alea. Dan dia segera mengeluarkan bunga salju dari dalam cincin ruangnya. Saat bunga itu di keluarkan, terdengar seruan pelan dari mulut semua orang . mereka tak pernah menyangka kalau mereka akan dapat melihat keberadaan bunga yang bisa terlihat saat kemunculannya seratus tahun sekali. Terlihat mulut mereka ternganga tak percaya.
"Hanpey...apakah itu yang namanya bunga salju...?" tanya Xio Wei dengan wajah kagum dan terharu.
"Hmm..." angguk Alea.
"Ya dewa...aku tidak menyangka di dalam hidupku ini aku bisa melihat bunga salju yang merupakan bunga legendaris , yang hanya bisa di lihat setelah seratus tahun kemunculannya..." ucap Qing Ju sambil menatap bunga salju dengan mata bahagia.
"Dan kalian juga akan memiliki salah satu kelopaknya..." ucap Alea.
Dan lebih parah lagi Xio Yiking sampai meneteskan air mata karena rasa terharunya .
"Baiklah ayo kita lihat ada berapa kelopak bunga salju ini .." ucap Alea. Dia segera menghitung kelopak bunga salju, dan ternyata kelopaknya ada delapan buah .
"Waah...ternyata kelopaknya ada 8 buah, lalu akan tersisah satu nich..." ucap Alea.
"Sisah satu tentu saja itu untukmu Hanpey..." ucap Yu Kui .
"Benar sekali.. Sebenarnya kami tidak berhak atas bunga itu, tapi karena kebaikan hati Hanpey maka kita memiliki satu kelopak bunga salju, jadi kalau ada sisah nya pasti haknya Hanpey..." ucap Gu Jing dengan perasaan terharu.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua mendapatkan satu kelopak bunga yang langsung mereka simpan si dalam tas milik mereka masing - masing.
" Lea'er..boleh aku menitipkan milikku padamu..?" bisik Lian Han pada Alea.
" Boleh Lian'ge... Tapi gege..bukankah kau sudah memiliki cincin ruang...?" ucap Alea pelan.
Lian Han segera sadar kalau dia telah di beri cincin ruang oleh Alea.
"Apakah kau tidak memakainya...? Dan lagi lebih baik barang- barang berhargamu kau masukkan saja kedalam cincin ruangmu..." ucap Alea sambil menatap sang gege.
Lian Han pun segera mengeluarkan cincin ruangnya dan memakainya. Setelah itu dia segera memasukkan barang - barang berharga miliknya.
Alea melihat tingkah sang kakak hanya bisa tersenyum. Dia memaklumi sang kakak yang lupa akan benda itu, karena baru beberapa hari dia memberikannya pada sang kakak.
Setelah itu mereka kembali tidur lagi. Sedang Alea menggunakan waktu untuk berkultivasi sampai hari menjelang pagi. Saat pagi hari, Alea mendapatkan buah dan air kehidupan dari sahabat hewan kontraknya . namun dia tak pelit, dia membawa sebotol air kehidupan yang dia bagikan pada teman- temannya .
"Ayo kita segera melanjutkan perjalanan kita, ..tapi sebelum itu, minumlah air ini dulu agar kalian merasa segar..." ucap Alea. Dia mengambil botol air itu dari dalam cincin dimensinya.
Mereka meminum air itu bergantian.
"Hanpey...air apa ini..? Kok rasanya segar sekali.. Perasaan aku nggak pernah meminum air sesegar ini..?" ucap Xio Wei sambil menatap Alea dengan wajah keheranan.
"Itu air ramuan yang aku buat sendiri, agar tubuh kalian selalu segar.." jawab Alea dengan tenang .
"Benarkah...?kapan- kapan boleh tidak aku meminta lagi...?" ucap Qing Ju dengan wajah lucu.
"Boleh kalau aku sudah membuatnya kembali...." jawab Alea sambil tertawa.
Sebenarnya Alea memberi air kehidupan pada mereka karena dia takut mereka terkena racun yang di keluarkan dari kelima orang-orang yang menyerangnya kemaren .
"Kalau kalian sudah siap, ayo kita segera pergi..." ajak Alea pada mereka.
Merekapun segera keluar dari rumah penginapan mereka. Ketika sampai di luar penginapan, mereka melihat satu persatu para peserta mulai meninggalkan desa persinggahan. Alea dan rombongan pun segera meninggalkan desa.
Dan merekapun segera kembali bertempur melawan hewan roh ataupun Monster yang mereka temui.
Saat mereka sedang berjalan dengan tenang, tiba - tiba sebuah bayangan hitam tiba- tiba menyabar Alea yang berketepatan ada di baris paling belakang, untunglah Alea dalam perjalanan nya tadi telah menaruh pedang kembarnya di punggung, hingga saat bayangan itu menyambar wajahnya dengan cepat, namun gerakan Alea lebih cepat lagi. hingga salah satu pedang milik Alea yang tercabut tiba- tiba sudah berlumuran darah di ujung pedangnya .
"Ya ampuun...dari mana datangnya serigala ini...kenapa kita tidak melihat gerakannya..." seru xio Yixing dengan wajah kaget.
"Tunggu...biasanya kalau seekor serigala sudah terlihat satu, biasanya sebentar lagi kelompoknya akan datang..." ucap Alea dengan waspada.
"Gege...apakah dia rakyatmu...?" tanya Alea pada Xiao Bai.
"Bukan...dia memiliki aura hitam Lea'et.." jawab Xiao Bai.
"Lalu apa yang harus Aku lakukan..?" tanya Alea lagi.
"Biarkan dulu mereka datang, aku ingin tahu siapa mereka. dan sepertinya mereka di gerakkan seseorang untuk datang kemari..." ucap Xiao Bai lagi.
"Baik...akan aku lihat siapa yang sengaja mengirim srigala itu padaku..." jawab Alea.
"Teman- teman kalian bersiap- siaplah... sepertinya akan ada perkelahian yang menguras tenaga kita, ..." kata Alea lagi.
"Baik kami akan selalu siap..." jawab mereka serempak.
"Aku berpesan jangan sampai kalian berpencar dalam melawan gerombolan serigala itu..." ucap Alea .
"Baik Hanpey..." jawab mereka lagi.
Benar saja ucapan Alea, belum jauh mereka melangkah, terdengar derap langkah liar menuju arah mereka. tak berapa lama terlihat gerombolan serigala hitam menghadang perjalanan mereka.
"Kalian harus waspada, ingat jangan berpencar saat melawan mereka..." kata Alea memperingati. Mendengar perkataan Alea, semua teman - temannya segara mempersiapkan diri mereka.
Alea segera mengambil posisi di depan.
Terdengar suara suitan panjang entah dari mana, yang memberi aba- aba pada para serigala untuk segera menyerang kelompok Alea, melihat bergerakan serigala mereka segera bersiap diri. untuk menerima serangan. dan akhirnya terjadilah pertempuran antara ketuju siswa perguruan Calang itu melawan berpuluh serigala. sudah banyak tubuh srigala yang tumbang karena sabetan pedang Alea dan kawan- kawan, namun serigala- serigala itu seperti tak pernah habis.
Melihat itu, Alea takut teman- temannya kewalahan melawan para serigala itu. Saat bertempur tanpa sengaja Alea melihat seseorang sedang berdiri di kejauhan dengan memakai baju serba hitam dengan tutup kepala hitam pula.
"Gege Bai...kau bisa keluar membantuku aku ingin langsung menyerang pria berbaju hitam di kejauhan itu. sepertinya dia yang menggerakkan Srigala- serigala ini, karena di sebelahnya terlihat seekor serigala besar...." seru Alea di dalam telepatinya.
__ADS_1
"Baik Lea'er...akan kubantu kau.." ucap Xiao Bai kesenangan karena di perbolehkan keluar.
"Aku Akan keluar juga..." ucap Lauyan.
"Aku juga..." seru White.
"Lea'er..kita keluar semua..!" seru Eagle dari ruang dimensinya.
"Baik..keluarlah kalian , kalian bisa membantu kami, sepertinya serigala yang mereka kerahkan banyak sekali..." ucap Alea sambil bertempur .
Tak lama terlihat empat pria tampan berada di antara siswa Calang yang sedang melawan para srigala hitan itu. dan terlihat di belakang sendiri , seekor serigala besar dan bermata merah sedang menatap ke arah pertempuran bersama pria berbaju hitam itu.
"Gege Xiao Bai...aku akan pergi ke arah pria itu...!" seru Alea sambil mempercepat gerakan ilmu pedang kambarnya.
"Aku akan bersamamu..." jawab Xiao Bai sambil bergerak di sebelah Alea, mereka telah membunuh banyak serigala, namun sepertinya pepatah mengatakan mati satu tumbuh seribu cocok untuk perumpamaan pertempuran Alea dan kawan - kawan melawan Serigala hitam itu.
Setelah melawan dengan sengit dan di bantu White yang tahu keinginan Alea, Akhirnya Alea bisa berada di depan orang itu tanpa orang itu sadari karena terfokus dengan pertempuran . Saat Alea sudah berada di depannya dia baru tersadar ketika serigala besar itu melolong dengan keras. dan setelah dia sadar dia tiba- tiba ingin lari. namun Lauyan tiba- tiba sudah berada di belakangnya menghadang pergerakannya.
"Kenapa kau mau lari kawan...?" seru Alea dengan ejekan.
"Brengsek...sejak kapan wanita ini sudah berada di hadapanku..dan dia besama kedua pria ini, siapa mereka..kenapa aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi dan kekuatan gadis dan ke dua pria yang bersamanya ini .." seru pria itu dalam hati.
"Apaa..kau fikir aku mau lari...? jangan terlalu percaya diri Nona, setinggi apa ilmu yang kau miliki hingga kau begitu percaya diri.." ucapnya dingin.
"He he he...lalu untuk Apa kau berbalik badan, hingga gegeku harus menahan langkahmu..." ucap Alea sambil terkekeh.
"Brengsek...apa kau kira aku takut padamu...? Che...bunuh gadis itu untukku...!" teriak Pria itu pada serigala di dekatnya. namun Xiao Bai berdiri di depan Alea dan berucap
"Kau lawanku Serigala bodoh..kau tahu siapa aku...?" seru Xiao Bai terlihat marah
Aaauuuu....
Ghrrr......
Lolongan dan geraman serigala itu terdengar sangat menakutkan. dan tiba- tiba di depan mereka telah berdiri Rubah putih besar berekor sembilan berdiri dengan mega di depan serigala hitam itu.
Melihat Xiao Bai yang sudah berubah menjadi wujud Aslinya bukan hanya Srigala hitam itu saja yang kaget, namun pria berbaju hitam itu juga kaget bukan main. dia tertegun dan mulutnya ternganga.
"K..Ka..kau, ru..rubah ekor sembilan..!" serunya dengan suara gemetar. Melihat tingkah pria itu tiba- tiba tangan Xiao Bai melayang menghantam pria itu. hingga terlihat dia terlempar menghantam sebuah pohon.
dia terduduk dan memuntahkan darah segar.
"Aku tidak ingin mendengar mulut kotormu bersuara. nah Lea'er. bereskan dia, aku yang akan menghadapi serigala bodoh ini...!" seru Xiao Bai dengan wajah dingin menatap serigala itu dengan mata merahnya .
"Baik gege..." jawab Alea. dia segera melompat kearah pria berbaju hitam itu yang baru saja berdiri . dasar Alea, tanpa sadar dia telah di perintah hewan kontraknya 😂
"Apakah kau sudah siap...? Ck..kau ini.
perasaanku sepertinya aku tak merasa pernah bermusuhan denganmu, lalu kenapa kau menyuruh para serigala menghadang perjalanan kami, aku rasa kau bukan peserta di dalam kompetisi ini, lalu kenapa kau bisa masuk kedalam dunia kecil...?" tanya Alea dengan heran.
"Chi...bukan urusanmu...aku hanya di perintahkan untuk membunuhmu.., " kata Pria itu sambil menatap Alea dengan sorot mata tajam.
"Waah...ternyata kau suruhan seseorang untuk membunuhku...apakah kau mampu..?" ucap Alea dengan wajah dingin.
"Jangan sombong...kalau tidak ada rubah ekor sembilan pasti aku mampuh membunuhmu..." jawabnya dengan wajah kesal .
"Ha ha ha...apakah kau sudah berkaca pada dirimu sendiri...kau mengatakan kalau aku tidak bisa kau kalahkan karena aku mendapat bantuan dari rubah ekor sembilan, lalu apa bedanya dirimu...kau memakai berpuluh hewan serigala hanya untuk membunuhku, lalu kenapa kau sekarang menyalahkan diriku yang di bantu rubah ekor sembilan...?" ejek Alea.
pria itu terdiam mendengar perkataan Alea.
"Nach karena kita telah saling berhadapan sendirian, maka ayo kita tunjukkan siapa yang terkuat dari kita, .." kata Alea datar .
"Bagus...akan ku perlihatkan siapa diantara kita yang lebih kuat, nach sekarang bersiaplah...!" seru pria itu sambil mulai menyerang Alea . dan akhirnya terjadi perkelahian antara Alea dengan pria itu, sedangkan Xiao Bai dengan mudahnya membunuh raja dari serigala hitam yang ternyata teman atau sekutu dari pria baju hitam itu. Setelah melihat sang raja tewas, para anak buah serigala hitam lari tak tentu Arah dan ada yang menyerah dengan duduk sambil melolong lemah. sedang Alea masih melawan pria baju hitam itu, Saat pria itu mengeluarkan pedang hitamnya. dengan gerakan cepat Alea mengambil pedang salju miliknya menggantikan pedang kembarnya. melihat pedang di tangan Alea, pria itu terpanah , dan akhirnya dia menyerang Alea dengan gencar. dan tanpa kesulitan, Alea mengimbangi gerakan gesit pria itu. namun akhirnya Alea dengan gerakan cepat mematahkan semua serangan pria itu. dan saat Pria itu mengeluarkan tenaga dalam berupa gumpalan udara hitam , Alea segera mengeluarkan ilmu Bayu Birunya. maka terjadilah ledakan yang dasyat di udara. serta angin yang cukup kencang melanda daerah itu. melihat itu Xiao Bai dan Eagle mengeluarkan tenaga dalamnya untuk membuat arai pelindung pada keenam teman Alea, agar tidak terkena racun dari udara hitam yang di lontarkan oleh pria berbaju hitam itu. sedang Alea sendiri segera menutup indra penciumannya secara cepat. setelah udara kembali jernih mereka bisa melihat kalau Alea terlihat masih tegak berdiri. walaupun terlihat rambut dan pakaiannya sedikit berantakan, terlihat di sudut mulutnya ada sedikit darah. sedang pria berbaju hitam berdiri sempoyongan dan tak lama memuntahkan darah lalu roboh dan tak bisa berdiri lagi. melihat keadaan Alea keempat mahluk kontraknya dan Lian Han berlari menghampiri Alea sambil berseru cemas.
"Lea'er..." seru mereka bersamaan .
"Kau tidak Apa- apa...?" seru Eagle.
Maaf sekian dulu ceritanya ya...
Jangan lupa like, vote dan komennya selalu author tunggu 🙏🙏
__ADS_1
Bersambung.