PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
KEHAMILAN ALEA.


__ADS_3

Kehamilan Alea membuat semua orang bahagia, saat kakek Jing Hao mendengar akan berita kehamilan Alea, kakek Jing Hao sampai kembali ke kerajaan Shi dan dia akan menunggu sampai sang Cicit terlahir. Begitu juga dengan Jendral Murong Han yang baru memiliki Cucu pertamanya . Hari- hari di lalui Alea penuh dengan kecerewetan Raja Lingzhi dan keposesifan Raja Lingzhi semakin besar . Seperti biasa setiap hari Alea akan berada di samping sang raja .semua itu membuat dia mengetahui masalah kerajaan. Dan dia dengan sukarela akan memberi solusi pada pemecahan masalah yang di hadapi sang suami. Kini perut Alea sudah terlihat berisi dan besar walaupun umur kandungannya masih berumur empat bulan.


Saat ini dia berada di istana Rosa Milik Putri Yinhan . Dia kesana karena merindukan pria kecil putra pertama Putri Yinhan.


"Putri...berapa usia kandunganmu..?" tanya Putri Yinhan sambil melihat perut Alea.


"Masih empat bulan Jiejie.." ucap Alea lembut .


"Mungkin karena hamil pertama ya... terlihat sudah besar...tapi ketika aku hamil, perut sebesar ini sudah berusia enam atau tuju bulan ..." kata Putri Yi han lagi.


"Masak sich jiejie...?" tanya Alea.


"Iya..tapi jangan khawatir, kau terlihat semakin cantik saat hamil..." ucap Putri Yinhan sambil tertawa.


"Iih..ada- ada saja kau jiejie..." ucap Alea. Mana ada wanita hamil perutnya besar di bilang cantik.


"Beneran sayang...kau terlihat cantik dan anggun..." puji Putri Yinhan lagi.


"Walaupun tidak hamil bukankah putri Alea memang cantik sajak dulu...!" sebuah suara terdengar dari arah pintu masuk. Terlihat pangeran kedua datang sambil membawa buah- buahan.


"Pangeran kedua..." ucap Putri Yinhan dan Alea bersamaan.


"Salam sejahtera untuk Permaisuri, semoga kebahagiaan selalu bersamamu..." ucap Pangeran Kedua sambil menunduk memberi hormat.


"Ck jangan terlalu formal Pangeran...Kita saudara, dam kita bukan di aula pertemuan..." ucap Alea sambil cemberut. Melihat wajah Alea yang cemberut siapa saja akan gemas melihatnya. dan semua itu dapat di lihat oleh Putri Yinhan. terlihat wajah Pangeran Kedua penuh kekaguman .


karena itu Putri Yinhan Membuyarkan perhatian Pangeran Kedua.


"Pangeran Honge..kau bawa buah- buahan...untukku atau untuk permaisiri...?" goda Putri Yinhan.


"Untuk kalian berdua, ..." jawab Pangeran Honge. dengan wajah merah menatap pada sang kakak.


"Waah kalau begitu ayo kita makan Lea'er...." seru Putri Yinhan. Sedang Alea tidak bisa menolak. Sejak dia mengandung. Dia tidak pernah makan nasi. Dia hanya makan buah- buahan saja. Jika memakan nasi dengan paksa. Maka makanan yang sudah masuk kedalam perutnya akan keluar semua.


"Boleh aku memakan buah yang kau bawa Pangeran...?" tanya Alea pada adik iparnya.


"Silahkan kakak ipar. ..." ucap Pangeran Honge. Mimi segera mengupaskan buah untuk Putri Alea, dengan telaten gadis itu membantu Putri Alea menyiapkan makanannya.


Tiba- tiba sang Raja datang sambil bersingut - sungut,


"Sayang...kau mengatakan cuma sebentar, kenapa lama banget...?" ucap Pangeran Lingzhi sambil memeluk dan menciuam bibir Alea sekilas. Tanpa malu di depan Pangeran Honge dan Putri Yinhan. Terlihat pipi Alea memerah karena tingkah sang suami. Entah kenapa sejak kejadian Alea keracunan Pangeran Lingsi terlihat over protektif pada Alea. Alea hilang sebentar , pasti akan dia cari sampai dia lihat kembali. Apalagi setelah Alea mengandung. Bisa kalian bayangkan sendiri dech....


"Hubby...aku cuma sebentar aja kok...


Kau mau...?" ucap Alea sambil menyuapkan buah anggur di mulut sang suami. dan Raja Lingzhi memakannya .


"Dari mana buah ini...?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.


"Itu orangnya yang memberi..." jawab Alea sambil menunjuk pada Pangeran Honge.


"Kau yang membawanya...?" tanya Raja sambil menatap sang adik.


"Kebetulan aku ingin membawakan untuk Jiejie...apa salahnya Permaisuri memakan juga..." jawab Pangeran Honnge dengan tenang.


" Oo..kalau begitu trimakasih..." jawabnya datar. Pangeran Honge hanya tersenyum mendengar omongan Raja. Dia tahu kakaknya cemburu terhadapnya setelah dia mengucapkan kata - kata saat putri Alea keracunan.


"Ayo sayang kita kembali...aku masih banyak tugas .." kata pangeran Lingzhi sambil mengangkat sang istri dalam gendongannya. Tanpa rasa malu pada kakak dan adiknya.


"Aauu...Hubby...kau mau apa...?" tanya Alea kaget.


"Membawamu ke ruang kerjaku..." ucap tenang sang Raja.


"Aku bisa jalan sendiri Hubby..." ucap Alea.


"Diamlah...atau..." terlihat wajah mengancam di wajah tampannya Raja Lingzhi.


"Ck kau ini...iya, iya..." ucap Alea sambil melingkarkan tangannya di leher Raja.


Alea tahu apa yang akan di lakukan sang suami jika dia ngotot tadi.


Dengan lembut Raja Lingzhi mencium dahi Alea sebelum dia membawanya pergi. Putri Yinhan hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Raja Lingzhi .


"Aku pergi jiejie, Pangeran Honge..." pamit Alea.


"Aku pergi jiejie , pangeran kedua..." kata Raja Lingzhi sambil melangkah keluar.


"Silahkan yang Mulia..." ucap Putri Yinhan dan Pangeran Hinge. Mereka melihat kepergian Raja Lingzhi yang sudah membawa Putri Alea keluar istana Rosa.


"Kau mencintainya Pangeran....?" tanya Putri Yinhan lembut.


"Siapa yang bisa menolak pesona putri Lea jiejie..." ucap Pangeran kedua pelan.


"Namun aku tahu batasanku jiejie...aku tahu putri Alea hanya mencintai Raja.." ucap pangeran Honge.


"Apakah kau tahu kalau putri Alea tidak mau di duakan...?" kata putri Yinhan lagi.


"Siapapun akan rela memenuhi pertanyaannya..." ucap pangeran kedua lagi.

__ADS_1


"Ya sudah jiejie...aku pergi dulu, doakan aku mendapatkan wanita sebaik dan secantik dia , walau tak secerdas dan sekuat dia..." ucap Pangeran kedua pada Putri Yinhan saudara kandungnya.


Putri Yinhan dan Pangeran kedua adalah anak dari selir Agung. Selir Agung memiliki anak tiga orang, dan putra terakhir Selir Agung adalah pangeran Kehnan yang berusia lebih muda dari Alea dua tahun.


"Aku selalu mendoakan dirimu Pangeran..." ucap Putri Yinhan dengan sedih. Dia tahu adiknya mencintai Alea.


Putri Yinhan Sadar, kecantikan, keabggunan, kecerdasan, kekuatan serta bauk budi Putri Alea membuat banyak lelaki kuat mencintainya. beruntunglah Raja Lingzhi memiliki pendamping seperti Putri Alea.


Sedang Alea yang masih dalam gendongan pangeran Lingzhi hanya bisa diam . tak lama dia merasakan tubuhnya terbang. Ternyata pangeran Lingzhi telah membawanya dengan memakai ilmu meringankan tubuhnya.


Tak berapa lama mereka telah sampai di ruang kerja Raja. Dengan perlahan Pangeran Lingzhi menurunkan Alea .


Dan Alea seperti biasa akan membantu Raja menyelesaikan atau meneliti laporan - laporan yang ada di meja kerja Raja. Jika ada sebuah masalah mereka akan berunding. Malah terkadang berdebat. Itupun Pasti Raja Lingzhi yang akan mengalah karena ide sang istri selalu benar. Sedangkan Zheng Bai dan Mimi jika tidak ada pekerjaan dari sang permaisuri akan melihat bangunan rumah sakit yang di dirikan oleh putri Alea . Bangunan itu berdiri di lahan kosong yang berada di dekat istana. Sebab Alea berfikir , jika di bangun di area istana maka rakyat jelata akan sulit masuk kedalam rumah sakit itu. Bangunan itu berdiri seperti yang Alea maui, yaitu dengan bentuk rumah sakit jaman modern yang terdiri dari beberapa ruangan kamar inap. Dari yang biasa sampai kamar inap VVIV. Rumah sakit itu akan Alea buat sesuai dengan rumah sakit jaman modern. Dan nanti rencana Alea akan mengeluarkan peralatan jaman modernnya yang ada di dalam ruang dimensinya satu persatu .


Sedang Mimi dan Zheng Bai datang kesana untuk mengecek atau melihat pekerjaan para pekerja.


Alea yang sedang membantu sang suami kini terlihat sudah lelah . sejak dia hamil beberapa bulan ini , dia memang sering merasa lelah jika terlalu lama duduk. Dan nafsu mananya terhadap buah- buahan sangatlah besar. Untung ada buah pohon kehidupan yang paling dia sukai. Dengan memakan buah kehidupan akan menghilangkan rasa mual yang ada di dalam perutnya. Atau dia akan pergi ke dalan ruang dimensi untuk bermeditasi. Namun dia melakukannya tidak bisa lama- lama karena bayi besarnya akan merasa kehilangan jika dia berada terlalu lama di dalam ruang dimensinya.


"Sayang...kau sudah lelah..." tanya sang Raja.


"Iya hubby...entah kenapa aku merasa akhir- akhir ini cepat lelah..." jawab Alea.


"Ya sudah...kau tiduran saja...aku akan menyelesaikan laporan itu sendiri..." kata pangeran Lingzhi lembut. Dia berdiri dan membersihkan tempat tidur yang ada di sebelah meja kerjanya. Sejak dia menjadi Raja, demi ingin selalu dekat dengan sang istri dia telah membawa sebuah ranjang kecil kedalam ruang kerjanya. Agar saat sang istri kelelahan dia akan menyuruh sang istri berbaring di ranjang yang ada di sebelah meja kerjanya itu. Dia cukup puas melihat sang istri berada di dekatnya. (Ampuuun si raja bucin..sahabat apa ada di antara jalian yang kayak si raja bucin ya...?)


"Baik...nanti kalau ada yang perlu di bahas , bangunkan aku hubby... ucap Alea sambil berjalan kearah sang suami dan mencium lembut kedua pipi dan bibir sang suami sekilas. Itulah yang harus Alea lakukan sebelum meninggalkan sang raja bucin.


"Iya sayang...beristirahatlah..." ucap Pangeran Lingzhi sambil membantu Alea naik ke atas pembaringan. Setelah itu sang Raja kembali menyelesaikan pekerjaannya .sesekali dia akan menatap sang istri dan mengusap kepalanya yang ada di sebelahnya.


******


Waktupun berjalan dengan cepat. Kini kandungan Alea telah berusia lima bulan, Kini perut Alea terlihat sangat besar. Dan bayi yang ada di perut Alea sekarang mulai bisa bergerak . Sesekali pangeran Lingzhi akan memegangi perut Alea. Dia sangat bahagia jika bisa merasakan bayi yang ada di perut Alea bergerak . seperti saat ini , mereka yang sedang tiduran di pembaringan terlihat pangeran Lingzhi sedang menaruh kepalanya di perut sang istri.


"Hey jagoan Ayah bangun...apakah kau sedang tidur ha..." ucap Raja Lingzhi sambil menaruh pipinya di perut Alea, dan dia merasakan denyutan lembut di pipinya. Sepertinya si buah hati sedang memukul pipinya.


"Ha ha ha...kau marah pada Ayah he...!" seru Raja Lingzhi bahagia.


Alea yang melihat tingkah pangeran Lingzhi hanya bisa tersenyum geli .


"Sayang...apakah kau pernah memeriksa bayi yang kau kandung...?" tanya pangeran Lingzhi pada Alea.


"Belum pernah..." jawab Alea.


"Apakah kau tidak ingin melihatnya...?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.


"Apakah itu perlu hubby...?" tanya Alea lagi.


"Kita coba aja sekarang,..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Ya dewa...." gumamnya pelan.


"Ada apa sayang..."seru Raja Lingzhi dengan wajah cemas.


"Hubby..." Alea tak bisa berbicara. haya pandangannya menatap pangeran Lingzhi seperti tak percaya.


"Sayang....ada apa..jangan membuatku cemas...!" seru Raja Lingzhi dengan wajah semakin cemas . Alea memandang sang suami lalu memberikan stetoskop padanya.


"Ada apa...aku bertanya padamu tentang anak kita , kenapa kau berikan benda ini padaku...?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah heran.begitu juga dengan keempat mahluk kontrak Alea yang melihat tingkah Alea.


"Kau pakai sekarang alat itu seperti yang aku lakukan, lalu kau dengarkan..." Alea membantu menaruh stetoskop pada telinga Raja Lingzhi dan menarik ujungnya di perutnya sendiri.


"Ada berapa detak jantung di dalamnya.." kata Alea pada pangeran Lingzhi.


" Apakah ini detak jantung anak kita sayang ...?" tanya Pangeran Lingzhi bingung dan sekaligus takjub.


"Iya...dan dengarkan ada berapa detak jantung di sana..." ucap Alea sambil menaruh ujung Stetoskop berganti- ganti tempat. dan Raja Lingzhi membelalakkan matanya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu...? ada berapa detak jantung...?" tanya Alea sambil tersenyum pada sang suami.


"Apa benar ini Lea'er..." tanya Raja Lingzhi tak percaya.


Alea hanya mengangguk dengan bibir tersenyum.


"Memang ada berapa detak jantungnya Raja...?" tanya Lauyan penasaran.


"Iya Raja...jangan membuat kami semua penasaran...ucap White penasaran. keenam mahluk kontrak mereka saling berpandangan.


"Ada..ada tiga detak jantung yang aku dengar..." ucap Raja Lingzhi dengan wajah masih tak percaya.


"Apaaa...tiga detak jantung....?" seru mereka serempak.


"Lea'er...apa aku tidak salah ya...?" ucap Raja Lingzhi dengan wajah masih tidak percaya.


"Itu benar Yang Mulia...sepertinya di dalam sini ada tingga penghuni..." ucap Alea dengan wajah bahagia sekaligus cemas. mana mungkin dia tidak cemas. dia ingat persalinan Putri Yinhan sang kakak ipar dulu . melahirkan satu bayi saja sudah sesulit itu, apalagi ini tiga. dan dia tahu letak kesulitan melahirkan tiga bayi sekaligus. andai itu di jaman modern, Alea tak akan secemas ini, di sana ada operasi caisar, jika bukan terjadi pada dia , mungkin Dia akan mengoperasi Caisar seperti pitri Yinhan. tapi yang jadi masalahnya dialah pasiennya , bagaimana dia bisa tenang.


"Ada apa Lea'er...?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.


"Apa di jaman ini ada yang pernah mengalami persalinan anak kembar yang mulia...?" tanya Alea pada Raja Lingzhi.

__ADS_1


"Setahuku belum pernah sayang...tapi coba kita tanyakan pada tabib Lao, mungkin beliau pernah menangani persalinan anak kembar..." ucap pangeran Lingzhi lembut.


"Baiklah nanti kita tanyakan pada tabib atau Bunda permaisuri.." ucap Alea.


"Raja...boleh kami memegang perut Permaisuri sebentar saja...?" ucap White yang selalu kepo jika terjadi sesuatu pada Alea.


"Benar Raja...sebentar saja...kami ingin memegang calon keponakan kami..." kata Lauyan menimpali . Alea dan pangeran Lingzhi menatap mereka satu persatu.


"Melihat wajah mereka yang terlihat mengharapkan , Alea berucap.


"Biarkan mereka melihat sebentar hubby.. bukankah mereka gege yang selalu menjagaku..." ucap Alea sambil tersenyum lembut pada sang suami. mendengar kata- kata Alea, Raja Lingzhi sadar kalau Alea adalah kesayangan mahluk kontraknya. Akhirnya terlihat kepala Raja penguasa kerajaan Shi itu mengangguk.


"Baiklah karena kalian adalah teman mereka kelak, maka aku perbolehkan kalian memegang perut istriku, tapi kalian harus selalu menjaga dia setiap saat. kalau aku tidak ada kalian boleh keluar dari ruang dimensi ini untuk menjaganya.


"Baik kami setuju...!" ucap mereka serempak . tak lama mereka satu- persatu memegang perut Alea. dan sepertinya bayi yang ada di perut Alea mengerti dan merasakan ketulusan dan keinginan para mahluk kontrak Alea. saat tangan mereka menyentuh perut Alea. mereka merasakan gerakan kecil di tangan mereka. dan itu membuat mereka tertawa bahagia. saat keempatnya selesai memegang terlihat kedua mahluk kontrak Raja Lingzhi menatap sang tuan dengan penuh harap.


"Apakah kalian juga ingin merasakan gerakan bayi yang ada di perut istriku..?" tanya pangeran Lingzhi sambil menatap mereka berdua. Mereka mengangguk kecil.


"Baiklah, kalian juga boleh memegang perut Lea'er..." ucap pangeran Lingzhi. dengan cepat mereka memegang perut Alea dengan lembut. dan tanpa Raja Lingzhi dan Putri Alea sadari. mereka telah menyalurkan kekuatan pada otak dan meridian Putra Alea yang masih di dalam perut Alea. dan author tak bisa bayangkan akan jadi anak sejenous apa mereka kelak jika sudah terlahir di dunia.


"Ya sudah..karena kalian sudah selesai merasakan anak yang ada di dalam kandungan istrimu, kami akan kembali. dan ingat kalian harus selalu menjaga Lea'er...aku takut ada orang yang ingin mencelakai dia..." ucap Raja Lingzhi dengan suara tegas.


"Baik Yang Mulia..." jawab mereka serempak.


"Bagaimana kami tidak menjaga Lea'er kesayangan kami , biarpun yang Mulia tidak berkata seperti itu, kami pasti akan menjaga Lea'er kami semampu kami Yang Mulia..." ucap Eagle dengan tegas.


"Baguslah kalau Lea'er menjadi perhatian kalian yang utama...ya sudah kami kembali..." ucap Raja Lingzhi sambil berdiri. dan membantu Alea berdiri.


"Aku pergi dulu gege..." ucap Alea sambil tersenyum. dan keempat mahluk kontraknya mengangguk sambil tersenyum bahagia. Alea dan Raja Lingzhi serta mahluk kontrak Raja Lingzhi menghilang dari ruang dimensi.


Ketika sampai di ruang kamar mereka kembali. terdengar ketukan di daun pintu kamar Pangeran Lingzhi.


"Maaf Yang Mulia...Jihao ingin menghadap...!" terdengar suara Jihao di depan pintu kamar mereka.


"Masuklah Jihao..." seru Raja Lingzhi dari dalam . Jihao segera masuk kedalam kamar Sang Raja. dia melihat Raja Lingzhi sedang duduk bersama Permaisuri di sofa miliknya.


"Salam Yang Mulia..." ucap Jihao pelan.


"Ada apa...tumben kau datang menghadap ketika aku tidak memanggilmu..." kata sang Raja sambil menatap pengawalnya sekaligus sahabatnya juga tangan kanannya itu.


"Maaf...sekali lagi maafkan hamba... hamba barusan mendapatkan kabar yang sangat membuat hamba marah. saat itu hamba ingin langsung membunuh orang itu. tapi Jendral Guansi menahan hamba.." ucap Jihao masih terlihat marah.


"Ada masalah apa sehingga kau terlihat sangat marah..." ucap Raja dengan wajah heran.


"Tiga orang Prajurit dari kerajaan Tartar sedang makan di restoran Milik yang mulia permaisuri. Saat itu hamba dan Guansi sedang makan di bilik kami. mereka tidak menyadari keberadaan kami. ternyata mereka adalah mata- mata kerajaan Tartar yang di tugaskan melihat keadaan kerajaan Shi. Setelah melihat keadaan kerajaan kita yang makmur, ternyata Raja dan Putrinya menginginkan anda sebagai suami Putri itu dan menjadi menantu kerajaan mereka, mereka ingin menguasai kerajaan Shi yang makmur ini yang Mulia .." ucap Jihao .


"Apakah semudah itu mereka menginginkan kemauan mereka.." ucap Pangeran Lingzhi sinis.


"Mereka yakin bisa menaklukkan Raja, karena putri Yaman dari kerajaan Tartar itu memiliki ilmu sihir yang Mulia..." ucap Jihao dengan wajah marah.


"Begitukah...? aku malah penasaran, sampai di mana kekuatan ilmu sihirnya.." ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah marah.


"Dan mereka berkata kalau seandainya mereka gagal, mereka akan menculik Permaisuri . dengan cara itu mereka akan menekan kerajaan kita untuk meyetujui pernikahan antar kerajaan yang mereka inginkan. dan mereka ternyata telah membawa pasukan tentara mereka, yang sekarang sedang mendirikan perkemahan di perbatasan kerajaan sebelah barat..." ucap Jihao lagi.


"Waah...niat bener mereka ingin menjadikanmu Menantu mereka hubby..." goda Alea.


"Dasar manusia serakah...mereka fikir semudah itu mereka ingin memiliki kekuasaan Kerajaan kita, Sekarang biarkan mereka datang kemari. dan aku ingin tahu sampai di mana kekuatan yang mereka miliki..." kata Raja Lingzhi dengan marah.


"Hamba mengerti yang Mulia..." ucap Jihao .


"Sekarang pergilah, dan selidiki apa yang mereka lakukan di sini, oh ya kapan mereka akan datang...?" tanya Raja lagi.


"Kemungkinan besok yang mulia. hari ini mungkin utusan mereka yang datang berkunjung lebih dahulu..." jawab Jihao.


"Bagus...sekarang pergilah untuk mempersiapkan tentara untuk menyambut mereka, Ajak sekalian kakak iparku Lian Han..."kata Raja .


".Kakak ipar anda sudah tahu yang Mulia, saat itu kami memang berempat bersama paman Rekyu , mungkin dia akan ikut juga yang Mulia..." jawab Jihao.


"Baguslah..."


"Hamba mohon diri yang Mulia..." kata Jihao lagi.


"Pergilah..." tak lama terlihat Jihao pergi dari kamar pangeran Lingzhi.


Setelah melihat kepergian Jihao Alea berkata pada Pangeran Lingzhi.


"Hubby...apa yang akan kita kerjakan..?' ucapnya pelan.


"Aku ingin melihat kekuatan sihir gadis itu. dasar manusia serakah , sudah memiliki kekuasaan masih ingin merebut milik orang lain. jangan khawatir sayang. kalau soal ilmu sihir Baizi lebih kuat dari manusia..." ucap Raja Lingzhi sambil mencium lembut kening sang istri.


"Ayo kita keaula, kita akan melihat utusan itu datang. dan kau harus ikut agar mereka tahu kecantikan istriku agar mereka berfikir berulang kali untuk menggantilanmu dengan diri mereka yang tak sebanding denganmu..."ucap Pangeran Lingzhi dengan bangga.


"Baiklah aku akan menuruti keinginanmu. sekarang keluarlah aku akan ganti baju dulu..." ucap Alea lembut .


"Baik aku mematuhi perintah istriku, tapi jangan lama- lama...kau tahu aku tidak ingin terlalu lama jauh darimu..." kata Raja Lingzhi sambil mencium sekilas bibir merah Alea. setelah itu dia keluar dari kamarnya. Sella dam Gita dan Mimi segera masuk kedalam kamar ketika mendengar panggilan Alea.


Maaf sekian dulu ceritanya Author sambung besok ya...

__ADS_1


Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu selalu.


Bersambung.


__ADS_2