
"Salam sejahtera pangeran Lingzhi...?" sapa guru Juan pada sang Pangeran Putra mahkota ..
"Salam juga guru, jangan terlalu formal guru...hamba di sini murid guru..." jawab Pangeran Lingzhi membalas sapaan sang guru. Guru Juan tersenyum memdengar ucapan sang murid. Alea dan rombongan juga melihat kalau kursi di sebelah tempat biasa guru besar berdiskusi dengan seseorang , ada dua orang pria yang sedang duduk membelakangi mereka ,
Mendengar suara Alea dan Pangeran Lingzhi salah satu dari tamu guru Juan segera membalikan tubuh nya . Dan orang itu ternyata guru Lao kakak dari guru Juan sendiri.
"Hanpey, Pangeran kalian sudah datang....?" sapa guru Lao sambil berdiri dari tempat duduknya di ikuti tamu yang satunya.
Mendengar suara seseorang yang menyapa Alea dan Pangeran Lingzhi ,membuat mereka menatap pada si pemilik suara. Mereka melihat guru Lao berjalan kearah mereka , dan di belakang guru Lao terlihat seseorang berjalan di belakangnya. merekapun segera berdiri dan mengucap salam
"Selamat sore guru Lao...." ucap mereka serempak.
"Sore juga...apa kabar kalian semua...?" tanya guru Lao lembut.
"Kami baik guru..." jawab mereka. Dan saat seseorang yang berada di belakang guru Lao terlihat, Mata Alea, Lian Han dan Mimi terbelalak kaget.
"Ayaaah....!" seru Alea dan Lian Han bersamaan.
"Tuan besar....!" seru Mimi.
"Apa kabar kalian bertiga...?" sapa Jendral Murong Han sambil tersenyum gembira.
"Kami baik Ayah..." ucap Alea dan Lian Han bersamaan. Mereka segera berjalan kearah Jendral Murong Han yang sudah merentangkan tangannya.
Jendral Murong Han segera memeluk kedua putra, putrinya yang sudah beberapa bulan ini belum berjumpa dengan mereka .Kini Alea menyadari kalau pria yang ada di depannya sekarang adalah Ayah dia sesungguhnya, walaupun perasaan kasih sayang papa di jaman modernnya malih melekat erat di dalam hati dan pikirannya.
"Ayah mendengar dari guru Juan dan guru Lao kalau kalian terlambat pulang karena kalian singga di sekte Tiangzui, apa benar itu nak...?" tanya Jendral Murong sambil melepas pelukannya .
"Benar Ayah, kami singga di sekte Tiangzi..." jawab Lian Han .
"Untuk Apa kalian kesana...?" tanya Jendral Murong Han heran.
"Ayah ...tetua agung sekte Tingzi adalah kakek kami Ayah..." jawab Lian Han gembira.
"Apa maksudmu...?" tanya Jendral Murong Han dengan wajah tak mengerti.
"Duduklah dulu Ayah...kami akan menjelaskan semuanya, tapi perkenalkan dulu ini Putra Mahkota kerajaan Shi,
pangeran Lingzhi ..." kata Lian Han sambil menuntun sang Ayah untuk di perkenalkan pada penguasa kedua kerajaan Shi itu. Mendengar perkataan sang putra , Jendral Muring Han sadar kalau mereka di sini bukan hanya bertiga dengan putra putrinya saja.
Dia segera mengucapkan salam pada putra Mahkota Lingzhi yang kini juga sudah berdiri .bersama kedua pengawalnya.
"Salam sejahtera Putra Mahkota..." sapa Jendral Murong dengan memberi hormat pada pangeran Lingzhi.
"Salam kembali Paman... Jangan terlalu fornal paman ,...." kata Pangeran Lingzhi sambil mengangkat siku Jendral Murong agar tidak membungkuk padanya.
"Trimakasih Pangeran...maafkan hamba yang tidak menyadari kehadiran Putra Mahkota, maklum hamba baru bertemu dengan putra putri hamba , setelah sekian lama berpisah dengan mereka...." kata Jendral Murong dengan sopan.
"Tidak masalah Paman... Aku memakluminya. .." jawab Pangeran Lingzhi lembut dan sopan. Guansi dan Jihao menahan tawanya melihat sikap sopan pangeran Lingzhi pada orang yang baru dia kenal . Akhirnya mereka duduk bersama saling berhadapan. Jihao dan Guansi kembali duduk juga.
"Lian'er..coba kau jelaskan dengan benar apa yang kau maksud dengan tetua sekte Tiangzi adalah kakek kalian..?" tanya Jendral Murong lagi. Dia sungguh penasaran mendengar ucapan putranya.
"Baik Ayah.. Sebenarnya Bunda Mai Li bukan seorang anak yatim piatu Ayah.. Saat bertemu dengan Ayah dulu, sebenarnya dia masih memiliki kedua orang tua.( lalu Lian Han menceritakan semua apa yang terjadi pada sang Bunda, dan kejadian masa lalu sekte Tiangzi ) begitulah Ayah...dan kakek ingin bertemu Ayah, beliau berharap Ayah mau datang kesana....." kata Lian Han mengakhiri ceritanya. Terlihat ketiga wajah pria paruh baya yang ada di ruangan itu tertegun.
"Jadi kalian adalah keturunan dari pendiri sekte Tiqngzi...?" kata guru Lao memecah kesunyian di ruangan itu.
"Benar guru...dan sekarang Lea'er adalah penerus yang di pilih oleh kakek Jing Hao dan kakek Bing Hu untuk meneruskan memimpin sekti Tiangzi. Hanya saja Lea'er belum mau karena dia masih ingin belajar di perguruan ini , dan lagi seseorang tidak ingin jauh dari Lea'er guru...." kata Lian Han sambil tersenyum penuh arti.
"Gege..apa- apaan sich..." seru Alea kesal, karena dia tahu apa yang di maksud dengan perkataan Lian Han.
"Lo..emang beneran, kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada Putra Mahkota Lingzhi, benar kan pangeran..." goda Lian Han sambil menatap pangeran Lingzhi.
"Maksud kalian apa ini...?" tanya Jendral Han tak mengerti. Sedang ke dua guru mereka, sudah tahu kalau pangeran Lingzhi sangat mencintai putri Lea Min Han. Putri sah Jendral Murong Han.
"Maafkan saya paman..., saya akan berterus terang pada paman di depan kedua guru kami... Saya mencintai putri paman Lea Min Han. Dan saya menginginkan dia jadi putri Mahkota kerajaan Shi..." ucap pangeran Lingzhi tegas. Tentu saja Jendral Murong Han kaget. Putrinya yang dulu telah di tolak oleh putra mahkota kerajaan Long, dan namanya telah tercemar jelek, sekarang putra Mahkota kerajaan She yang sangat besar dan kuat menginginkan Putrinya. Jendral Murong Han terdiam tanpa bisa berbicara.
Tak lama dia menatap pangeran Lingzhi.
"Pangeran...apakah kau benar- benar mencintai putri ku...?" tanya Jendral Murong Han tak percaya.
"Sangat paman...aku sangat mencintai putri Lea Min Han..." jawab putra Mahkota Lingzhi dengan cepat.
"Apakah kau pernah mendengar rumor tentang putriku...?" tanya Jendral Murong Han dengan menatap pangeran Lingzhi khawatir .
"Soal Lea'er yang dikatakan sampah masyarakat , gadis Bodoh dan jelek, serta gadis yang pernah di tolak cintanya oleh putra Mahkota kerajaan Long...?' kata pangeran Lingzhi lengkap.
"Jadi anda sudah tahu pangeran...?" tanya Jendral Murong Han kaget.
"Keuntungan buatku, karena pangeran Fang telah menolak perjodohan itu paman...andai dia mau, akulah yang akan rugi , dan satu lagi paman...seandainya gadis secantik Lea'er di katakan gadis jelek, lalu gadis yang bagaimana yang di namakan gadis cantik itu...?" kata pangeran Lingzhi dengan wajah menatap Alea penuh dengan kasih sayang. Melihat perbuatan pangeran Lingzhi Jendral Murong Han hanya bisa menghela nafas lega. namun di hatinya, masih ada perasaan mengganjal, dia takut Raja Rong Kyu menolak putri Lea Min Han.
"Apakah Raja Rong Kyu sudah tahu keinginan anda pangeran...?" tanya Jendral Murong Han dengan wajah cemas.
"Kalau soal Ayahanda jangan cemas Paman...beliaulah yang lebih dulu menginginkan Lea'er menjadi menantunya, apalagi Bunda permaisuri. Dia lebih sayang Lea'er dari pada putra Mahkota ini..." kata Pangeran Lingzhi sambil kembali menatap Alea.
"Ha ha ha...mana mungkin Pangeran... Mungkin itu hanya perasaan pangeran saja..." kata Jendral Murong sambil tertawa. Ternyata ini yang aku herankan sejak pertama kali masuk kekerasan Shi ini, aku merasa heran ketika merasa sambutan Raja Rong sangat berbeda dari biasanya. Saat dia datang, Raja Rong Kyu dan permausuri Shulia begitu ramah padanya .
"Ayah...pangeran berlebihan, ?" ucap Alea sambil cemberut . melihat itu Jendral Murong Han kembali tertawa.
"Oh ya Ayah...sebenarnya ada apa Ayah datang ke mari...? apa hanya karena Ayah Rindu pada kami...?" tanya Alea setelah melihat sang Ayah selesai tertawa.
"Tidak nak...kebetulan ayah bertugas mengantar baginda Raja Ruehan Long menemui baginda Raja Rong Kyu, beliau akan bertanya soal tabib yang telah menyembuhkan Raja Rong Kyu dari penyakit jantungnya..." ucap sang Ayah dengan wajah sedih.
Mendengar perkataan Jendral Murong Han, Alea, Pangeran Lingzhi dan semua orang yang ada di dalam ruangan guru Juan, selain guru Juan dan guru Lao saling berpandangan.
"Memangnya ada apa dengan Raja Ruehan Ayah...?" tanya Alea lagi.
"Raja Ruehan tidak ada masalah nak... tapi kaisar tua...dia sakit dan tak ada tabib yang bisa menyembuhkannya, Raja sangat khawatir dan sedih melihat penderitaan Kaisar tua...dan Raja Ruehan mendengar kalau di kerajaan Shi ini ada seorang tabib yang sangat pandai sekali. Dia mampuh menyembuhkan penyakit Raja Rong Kyu yang telah lama dia derita, dan aku juga mendengar tabib itu juga menyembuhkan penyakit putra sahabatku perdana Mentri Heng yang telah lumpuh selama dua tahun , karena itu Raja Ruehan datang kemari untuk menanyakan pada Raja Rong Kyu soal tabib itu, mungkin saja tabib itu bisa menyembuhkan penyakit Kaisar tua, Kau masih ingat dia kan nak...? Kaisar tua yang selalu menyayangi dirimu...?." kata Jendral Murong Han menjelaskan kedatangannya ke Kerajaan Shi ini.
Terlihat wajah kebingungan di mata Alea, dia memang mengingat sekilas dalam ingatan putri Lea tentang kakek tua , namun dia tidak tahu, sedekat apa putri Lea dulu pada kakek kaisar tua.
"Lea'er..biar nanti gege yang menceritakan soal kakek kaisar padamu.." bisik Lian Han pada Alea ketika dia melihat kebingungan di mata sang adik. dia tahu jiwa sang adik sekarang , bukan jiwa adiknya yang dulu, walaupun ini jiwa adik kandungnya yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Kenapa kalian saling berbisik...?" tanya Jendral Murong Han pada kedua anaknya.
"Tidak Ayah..." kata Lian Han sambil tersenyum.
"Lalu apa kata Raja Rong Kyu Ayah...?" tanya Alea lagi.
"Beliau menyuruhku untuk menanyakan pada perguruan Calang ini, karena kata beliau tabib itu siswa dari perguruan Calang. dan saat aku kemari gurumu bilang kalau tabib itu belum datang karena masih ada urusan pribadi. karena itu Ayah setiap hari harus datang kemari untuk menanyakan, apakah tabib itu sudah datang..."ucap Jendral Murong dengan wajah sedih.
Melihat itu, hampir semua orang yang melihat Jendral Murong ingin tertawa. ternyata sang Jendral belum tahu kalau tabib yang dia maksud Adalah putrinya sendiri.
"Lalu apakah tabib itu sudah datang guru...?' tanya Alea pada sang guru.
"Dasar gadis nakal...kau mempermainkan Ayahmu ha...?" seru guru Juan sambil memukul pelan dahi Alea yang memang duduk di dekatnya .
"Aauu...sakit guru.." seru Alea pura- pura.
"Apa maksudmu Juan, apakah tabib yang kau maksud sudah datang..." kata Jendral Murong heran mendengar perkataan guru Juan. memang guru Juan dan guru Lao adalah sahabat Jendral Murong semasa mereka muda dulu. Mereka adalah teman karib saat muda dulu. sebenarnya mereka terdiri dari lima sahabat, yaitu guru Juan, guru Lao, perdana mentri Heng Jendral Murong dan dan satu lagi bernama Cuan Xyu yang kini telah kembali ke negaranya yaitu kerajaan yang berada di benua timur.
"Iya dia sudah datang, dan dia kini berada di depanmu Murong...." jawab guru Juan dengan tertawa.
"Apaa...? apa maksudmu...?" tanya Jendral Murong tak mengerti .
"Gadis di depanmu itulah yang bernama Hanpey..." kata guru Lao menjelaskan.
"Gadis di depanku..apakah yang kalian maksud Lea'er putriku...?" tanya Jendral Murong Han kaget.
"Siapa lagi...dialah tabib Hanpey yang telah menyembuhkan Raja Rong Kyu..." jawab guru Lao.
"Apa benar itu Lea'er...?" kata Jendral Murong tak percaya.
""Seperti itulah Ayah..." jawab Alea tenang.
"Kauu..." Jendral Murong menatap Alea dengan pandangan yang rumit. Dia merasa tak percaya , gadis kecil yang dulu begitu dia benci karena hasutan selirnya, sekarang benar- benar sangat berubah, gadis yang dulu terkenal akan kebodohannya, dan berwajah sangat jelek, kini berubah cantik malah teramat cantik dan memiliki kepandaian yang sangat menakjubkan.
"Apakah Ayah sudah lupa, bukankah dulu yang menyembuhkan Ayah dari racun yang hampir merenggut nyawa Ayah adalah Lea'er..." kata Lian Han mengingatkan sang Ayah.
'Ayah fikir itu karena adikmu memiliki seorang guru yang telah mengajari dia , Ayah tak menyangka kepandaian adikmu begitu tinggi..." kata Jendral Murong Han dengan perasaan bangga. Mendengar perkataan sang Ayah, Alea hanya bisa tersenyum .
"Lalu sekarang apa yang akan Ayah lakukan setelah bertemu dengan tabib Hanpey..." kata Lian Han lagi.
"Juan...boleh aku meminta ijin muridmu untuk kubawa ke kerajaan...?" kata Jendral Murong pada guru Juan .
"Boleh...bawalah putri mu , tapi apa dia tidak lelah...bukankah dia baru datang.." kata guru Juan .
"Gimana nak..kau ikut Ayah...?" tanya Jendral Murong sambil menatap sang putri.
"Baik Ayah..." jawab Alea.
"Kau tidak lelah kan...?" kata sang Ayah merasa bersalah.
"Biar nanti Lea'er istirahat di istana paman..." ucap pangeran Lingzhi.
"Baiklah kita pergi sekarang. Juan, Lao aku bawa dulu muridmu..." kata Jendral Murong berpamitan pada kedua guru Alea.
"Baik akan kulakukan itu..." jawab Jendral Murong sambil tertawa. dia melihat kalau kedua guru putrinya sangat menyayangi gadis kecilnya. Jendral murong merasa bahagia dan bangga pada Alea, putri kecilnya yang dulu sangat dia benci karena fitnah.
"Guru...hamba juga mohon pamit untuk kembali pulang ke kerajaan ..." kata pangeran Lingzhi.
Mendengar perkataan sang putra mahkota, guru Juan dan guru Lao sadar akan perasaan putra mahkota.
" Pergilah..." jawab guru Juan sambil tersenyum.
Sebelum Alea pergi dia mendekati Mimi,
"Kak..kau di perguruan saja ya...aku tahu kau sangat lelah, dan aku takut kau akan ketinggalan pelajaran dengan murid - murid baru. jadi biarkan sekarang aku pergi sendiri. kau jangan khawatir ya...?" kata Alea sambil tersenyum .
"Baik Lea'er..kau harus selalu hati- hati..." ucap Mimi.
"Beres kak...aku pergi dulu..." pamit Alea.
mereka segera berpamitan pada semuanya. Lian Han juga berada di perguruan , tidak mengikuti Alea dan sang Ayah. mereka segera berangkat ke kerajaan Shi bersama- sama.
Di dalam perjalanan Alea bertanya pada sang Ayah.
"Ayah..apakah ayah dulu sahabat Perdana Mentri Heng...?" tanya Alea dari atas kudanya .
"Dari mana kau tahu itu...?" tanya Jendral Murong Han sambil menatap Alea yang berada di sebelahnya.
'Beliau mengatakan sendiri Ayah...?" jawab Alea.
"Benar nak...kami lima sahabat sejak muda..." kata mentri Murong Han sambil tersenyum.
"Lima sahabat...? siapa saja Ayah..." tanya Alea lagi.
"Dua gurumu itu, perdana Mentri Heng, dan satu lagi sahabat kami yang kini kembali ke benua timur...." jawab Jendral Murong dengan wajah bahagia mengingat para sahabatnya .
"Apakah Ayah tahu kalau dia sudah mengangkat diriku sebagai putri nya..?"
kata Alea sambil menatap sang Ayah.
"Apaa...mengangkatmu sebagai putri nya..? dasar Heng busuk...kenapa kemaren dia tidak berkata padaku..."kata Jendral Murong sambil tertawa.
"Sebenarnya beliau ingin mengangkat Lea'er sebagai menantu mereka Paman... tapi karena Lea'er adalah kekasihku, maka mereka mengangkat Lea'er sebagai putri nya..." kata pangeran Lingzhi tiba- tiba.
Mendengar kalimat yang di ucapkan Pangeran Lingzhi, Jendral Murong Han tertawa keras. untung mereka sekarang berada di sebuah perkebunan yang cukup luas, hingga jalan dalam keadaan sepi, hanya sesekali mereka berpapasan dengan para penduduk yang pulang dari kebun mereka.
"Dasar tua busuk...berani sekali dia mengangkat putri ku sebagai putrinya tanpa berkata padaku..." ucap Jendral Murong Han kesal.
"Ayah... istri perdana Mentri malah memberikan gelang ini padaku..." kata Alea sambil memperlihatkan gelang giok cantik yang melingkar dengan manis di lengan kirinya.
"Apaa...gelang giok...? bukankah itu gelang giok turun temurun milik keluarga Heng...?" kata Jendral Murong Han kaget.
__ADS_1
"Benar Ayah..." jawab Alea tenang.
"tapi kenapa gelang itu pas di tanganmu..? setahuku gelang itu terlalu besar ditangan istri perdana Mentri Heng..." ucap Jendral Murong Han Heran.
"Alea juga tidak tahu...saat gelang ini berada di lengan Alea, gelang ini sudah seperti ini, dan kini gelang ini tidak bisa di buka dari pergelangan tangan Alea .." jawab Alea.
"Kenapa bisa begitu...?" kata Jendral Murong heran.
"Karena itu Perdana mentri Heng mengangkatku sebagai putri angkat mereka. Dia juga berkata karena aku Putri sahabatnya..." jawab Alea.
mendengar itu Jendral Murong kembali tertawa . dan tanpa sadar mereka telah memasuki kota kerajaan Shi. tak berapa lama , mereka telah berada di gerbang istana kerajaan Shi. Saat penjaga gerbang kerajaan melihat kedatangan lima pengendara kuda. mereka segera bersiap untuk menghentikan mereka. tapi saat mereka melihat Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya berada di antara pengendara kuda itu, mereka segera membuka pintu gerbang istana.
"Salam sejahtera Putra Mahkota..." sapa mereka sambil memberi hormat.
"Hmm...." jawab pangeran Lingzhi sambil mengibaskan rangannya bertanda penghormatan mereka di terima olehnya. mereka melanjutkan langkah kaki kuda mereka masuk kedalam istana. ketika mereka sampai di istana, mereka segera turun dari punggung kuda masing- masing dan memberikan kuda mereka pada penjaga yang langsung membawa kuda itu kebelakang istana. Sedang Jendral Murong, dan Alea segera di bawa pangeran Lingzhi ke istana tempat para tamu kerajaan berada. Sedangkan kedua pengawalnya kembali kekediamannya . Ketika sampai di sana, Jendral Murong berjumpa dengan Raja Ruehan yang baru keluar dari kamarnya.
"Salam sejahtera Yang Mulia..." sapa Jendral Murong Han, Alea dan Pangeran Lingzhi bersamaan.
"Kau sudah datang Jendral Murong Han...?" ucap Raja Ruehan sambil mengibaskan tangannya .
" Benar yang Mulia..." jawab Jendral Muring Han .
"Apakah kau sudah bertemu dengan tabib Hanpey...? dan siapa gadis ini..?" tanya Raja Ruehan sambil menatap Alea.
"Sudah yang Mulia...dan gadis inilah tabib Hanpey itu, dan dia putri hamba Lea Min Han..." ucap Jendral Murong Han mengenalkan Alea pada Raja mereka sendiri.
"Apaaa...putrimu Lea Min Han...?" tanya Raja Ruehan tak percaya .
Raja Ruehan tak percaya karena dulu saat putri Lea Min Han bertunangan dengan putranya Fang Xing Long, yang dia tahu gadis itu memiliki rumor berwajah buruk sekali, hingga putra Mahkota Fang membatalkan pertunangan mereka. ee ...tapi tunggu dulu....bukankah saat tragedi ulang tahun Jendral Murong ,gadis ini pernah datang dengan wajah tertutup cadar. dan cadar itu terbuka karena kesengajaan salah satu putri Jendral Murong , tapi kini gadis ini lebih cantik dari saat itu... ucap Raja Rueyhan dalan hati.
"Apa benar dia putrimu Lea Min Han...dan dia juga tabib Hanpey yang terkenal itu..?" tanya Raja Rueyan tak percaya.
"Benar yang Mulia..." jawab Jendral Murong Han.
"Apa benar kau putri Lea Min Han nak...?" tanya Raja Rueyan pada Alea.
"Hamba yang Mulia..." jawab Alea.
'Ternyata gadis ini benar- benar Putri Lea Min Han...ucap Raja Rueyan dalam hati. dan dia menatap pria yang ada di sebelah Alea. Raja Rueyan kaget.
"Bukankah dia putra Mahkota Lingzhi.." ucap Raja dalam hati.
" Pemuda ini...bukankah dia pangeran Lingzhi putra Mahkota kerajaan Shi ...?" tanya Raja Rueyan sambil menatap Pangeran Lingzhi.
"Hamba yang Mulia..." jawab Pangeran Lingzhi sopan.
"Apa kabar nak...?" sapa Raja Rueyan lembut.
"Hamba baik- baik yang Mulia..." jawab Pangeran Lingzhi sopan.
"Waah..kau semakin Gagah dan tampan Lingzhi..." puji Raja Rueyan pada pangeran Lingzhi.
"Trimakasi yang Mulia..." Jawab Pangeran Lingzhi sambil tersenyum.
"Kenapa aku merasa kalau putra Mahkota kerajaan ini ada hubungan dengan putri Lea...batin Raja Rueyan .
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita merundingkan pengobatan kaisar tua sekarang..." kata Raja Rueyan tiba- tiba.
"Maaf Yang Mulia...bagaimana kalau besok kita langsung saja kembali ke kerajaan Long, dan hamba langsung melihat kesehatan Kakek kaisar tua langsung..." saran Alea.
"Baguslah kalau itu maumu nak...besok kita akan berangkat pagi- pagi sekali , agar kita lekas sampai di kerajaan Long.." kata Raja Rueyan tegas.
"Baik yang Mulia..." jawab Alea dan Jendral Murong Han bersamaan.
"Kalau begitu kau istirahatlah dulu nak..sebelum kita menghadiri perjamuan makan malam yang di adakan oleh Raja Rong Kyu..." ucap Raja Rueyan lagi.
"Hamba yang Mulia..." jawab Alea.
"Paman...sebaiknya Putri Lea tidur di tempat Jiejie hamba, hubungan mereka sangat dekat Paman... Nanti saat makan Malam, saya akan mengajak putri Lea di perjamuan... ucap Pangeran Lingzhi pada Jendral Murong Han dan Raja Rueyan .
Raja dan Jendral Rueyan saling berpandangan. tak lama Jendral Murong berucap .
" Baiklah kalau putriku memang memiliki hubungan baik dengan Jiejiemu, kita akan bertemu kembali saat perjamuan.." kata Jendral murong lembut.
"Trimakasih Paman...hamba dan putri Lea mohon diri..." ucap Pangeran Lingzhi sambil memberi hormat , dan di ikuti Alea sambil berucap.
"Ayah..Yang Mulia...hamba pamit dulu..." ucap Alea.
"Hmmm...."Ucap Raja .
"Pergi lah nak..." jawab Jendral Murong lembut . Akhirnya Alea dam pangeran Lingzhi keluar dari istana tempat para tamu menginap. ketika di dalam perjalanan , Pangeran Lingzhi berkata .
"Lea'er..aku besok ikut denganmu..." kata sang Pangeran sambil menatap Alea sekilas.
"Lo..Memangnya Putra Mahkota tidak memiliki pekerjaan yang harus anda kerjakan...?" tanya Alea heran.
"pekerjaan bisa di tunda , aku tidak ingin berpisah denganmu lagi, apalagi kau besok akan kembali ke kerajaan Long, aku takut kau tak akan kembali lagi kemari, aku takut kau akan tergoda kembali dengan pangeran Fang , aku tahu pangeran Fang telah menyesali kebodohannya melepaskan dirimu, jadi aku takut kalau aku tidak berada di dekatmu, dia akan menghodamu..." ucap Pangeran Lingzhi dengan menatap Alea .
"Pangeran...mana mungkin hamba akan kembali pada orang yang telah membuang hamba, tak perduli dia menyesal ataupun tidak, hamba tak perduli lagi, kalupun mau, hamba mau dia hanya menjadi teman hamba. tidak lebih dari itu..." kata Alea menegaskan.
"syukurlah kalau itu yang ada di hatimu, tapi tetap saja akan ikut bersamamu, aku akan tetap menempel padamu, dan aku harap kau tidak akan menyuruhku menjauh darimu, walau saat engkau nanti mengobati kaisar tua..." ucap Pangeran Lingzhi panjang kali lebar.
"Baiklah...semua terserah anda..." jawab Alea pasrah. walaupun Alea melarang, kalau itu sudah kemauan sang pangeran , pasti percuma Alea berbicara. Alea sudah tahu dan memahami sifat dari Pangeran Lingzhi sang calon suami.
"Trimakasih sayang..." ucap sang Pangeran sambil mengambil tangan Alea dan menggandeng nya. mereka berjalan menuju Istana Rose tempat tinggal Putri Yinhan . Ketika sampai di sana, bisa kalian bayangkan kebahagiaan putri Yinhan saat melihat pangeran Lingzhi dan Alea berada di depan pintu istana nya. Dia segera memeluk Alea sambil berteriak gembira .
"Kayaknya cukup dulu dech ceritanya, besok gue lanjut lagi ya....
Jangan lupa, like, komen, dan votenya aku tunggu selalu.
Oh ya maaf kalau ada typo di dalam penulisan cerita. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Bersambung.