PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENANTI KELAHIRAN SI KEMBAR.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua urusan masalah penyerangan kerajaan Tartar, Alea dan Raja Lingzhi segera kembali ke istana Naga. Sesampainya di sana Alea meminta para pelayan untuk menyiapkan hidangan yang banyak untuk para sahabatnya . Dia juga menyuruh membuat daging panggang yang banyak untuk ketiga harimau peliharaannya.


"Sella..tolong bilang pada kepala dapur untuk membuatkan daging panggang untuk ketiga harimau peliharaanku ya...bilang memanggamgnya jangan terlalu kering, setengah masak saja ..." kata Alea pada Sela .


"Baik yang mulia..." jawab Sella . setelah itu Sella mengundurkan diri pergi ke dapur istana. Sedang Alea masuk kedalam kamarnya. Jino yang sejak tadi selalu mengikuti kemanapun Alea pergi Kini masuk juga kedalam kamar sang permaisuri.


"Kau tidak ingin bermain di luar...?" tanya Alea pada Jino.


"Jino hanya ingin bersama bunda..." jawab Jino.


Baiklah kalau begitu Jino tunggu di sini bunda akan pergi mandi, .." kata Alea pada Jino.


"Baik Bunda..." kata Jino .


Tak lama terlihat Sella dan Gita masuk dan mereka merasa gemetar ketika melihat Jino yang sedang tiduran di dekat tempat tidur yang Mulia permaisuri. Untunglah masih ada permaisuri yang duduk di sebelah Jino.


"Ada apa Sella, Gita...?" tanya Alea melihat kedua gadis itu terlihat takut masuk.


"Permaisuri...i..itu ..apakah tidak masalah kami masuk...?" tanya Sella gemetar.


"Hey...kenapa kalian takut...Jino tidak akan menerkam orang yang tidak bersalah...ayo sini aku perkenalkan pada kalian berdua, kalian akan sering melihat mereka. Jadi biasakan bertemu dengan dia , .ayo sini....!" panggil Alea pada Sella.


"Ta..tapi yang Mulia..." ucap Gita takut.


"Sudah sini...." panggil Alea pada kedua pelayannya. Dengan rasa takut Gita dan Sella mendatangi Alea yang berada dekat Jino.


"Ha...hamba yang ..Mulia..." ucap Gita pada Alea , dan Sella hanya bisa gemetar di belakang Gita.


"Hey...jangan takut Gita, Sella..Jino tidak akan memakan kalian...kalian akan selalu bertemu di hari- hari yang akan datang. Apalagi kalau putra - putriku sudah terlahir , ayo kenalan...Jino kenalkan ini pelayan Bunda, kau jangan menakutinya " ucap Alea sambil mengusap kepala Jino.


"Apa kabar gadis- gadis cantik... kenapa kalian takut padaku , bukankah kalian sudah di ajari bundaku beladiri...kenapa kalian masih takut padaku..." ucap Jino.


Mendengar suara Jino yang bersahabat dan bisa bicara. Mereka tercengan dan menatap Jino tak berkedip sambil mata melotot .


"Hey...kenapa kalian malah melototi aku sich...?" kata Jino heran. Sedang Alea tertawa melihat wajah Gita dan Sella yang melongo tak percaya.


"Gita , Sella , kenapa sekarang kalian malah menakuti Jino..." goda Alea pada kedua pelayannya.


"Aah...yang Mulia...maafkan kami...kami hanya tidak menyangka kalau harimau anda bisa berbicara dan ramah..." ucap Gita dengan perasaan takjub..


"Benar yang Mulia, ternyata harimau anda ramah..." ucap Sella.


"Itu karena harimau milikku tahu kalau kalian orang baik. Tapi kalau hati kalian jahat dia akan lebih tahu dulu daripada diriku..." kata Alea lagi.


"Tentu saja kami baik...karena kami adalah pelayan setia ratu kami. Dan ratu kami adalah wanita terbaik buat kami..." ucap Gita bangga.


"Waaah...kau mulai pandai merayu Gita....?" ucap Alea .


"Itu kenyataan yang Mulia..." timpal Sella.


"Sudah, sudah kalian ini...ayo siapkan air hangat, aku akan mandi..." ucap Alea.


"Baik yang Mulia...." ucap mereka bersamaan. Tak lama terlihat Gita dan Sella berjalan pergi meninggalkan Alea dan Jino untuk menyiapkan air hangat permintaan Alea. Tak berapa lama Alea segera berendam di dalam bak mandi yang sudah di siapkan Gita dan Sella.


Sedang Jino sedang tiduran dikamar Alea. Tak berapa lama Aleapun sudah selesai mandi dan berdandan. Saat Alea akan keluar bersama Jino. Tiba- tiba pintu terbuka dan Raja masuk kedalam kamar.


"Sayaang...Ayah dan bunda ingin bertemu dengan kalian..." kata Raja Lingzhi sambil memeluk Alea.


"Bertemu kalian...maksud Yang Mulia...?" tanya Alea dengan wajah heran.


"Bertemu ketiga hewan peliharaanmu.." jawab Raja Lingzhi .


"Ooh...kalau begitu sekalian makan bersama , hubby..." ucap Alea pada sang suami.


"Ide bagus sayang.. tapi temui dulu Ayah dan Bunda mereka menunggumu.." ucap Raja sambil mencium kening Alea.


"Baiklah kami kesana. .." jawab Alea.


"Gege Eagle dan semuanya. Keluarlah kalian sekarang..." kata Alea. Tak berapa lama di kamar Alea telah berdiri empat pria tampan dan tiga harimau kesayangan Alea.


"Ayo kita sekarang keluar..." ajak sang Raja sambil menggandeng permaidurinya. Mereka segera keluar dari kamar Raja Lingzhi . Mereka berjalan menuju ruang tamu istana Naga. Sesampainya di sana ternyata telah menunggu Kaisar Rong Kyu dan Ibu Suri Shulia . serta para putra - putri Kaisar Rong Kyu. Saat Raja Lingzhi datang bersama permaisuri dan hewan peliharaannya serta mahluk kontraknya, mereka sangat kaget .


"Ya dewa....!" seru mereka bersamaan. Mereka tertegun dan melongo. Sebab saat mereka tadi sedang bertarung dengan para penyerang dari kerajaan Tartar, mereka semua ada di dalam istana mereka masing - masing. karena mereka sedang di lindungi.


Dan baru sekarang mereka melihat hewan yang menjadi pusat kehebohan anggota istana.


"Lea'er...apakah ini hewan peliharaan mu...?" tanya kaisar Rong Kyu.


"Benar Ayah...mereka adalah hewan peliharaan Alea..." jawab Alea.


"Ya ampun nak...sejak kapan kau memelihara hewan- hewan ini..." tanya Kaisar Rong Kyu pada Alea.

__ADS_1


"Sudah lama Ayah...Alea dapat hewan ini dari dunia kecil. Induk hewan ini telah meninggal dunia. Dan dia menyerahkan ketiga anaknya pada Alea. Sang induk mempercayakan anak- anaknya pada Alea..." ucap Alea pada Kaisar Rong Kyu


"Kak...boleh aku memiliki salah satu dari mereka kak..." tiba- tiba Pangeran Kedua berucap.


"Bunda...kami tidak mau di pisahkan dengan bunda. dan kami sudah menjadi milik putra Bunda yang masih didalam perut Bunda.." ucap Chesi marah.


"Sayang...tidak akan ada yang memisahkan kalian dengan bunda..." ucap Alea pada Chesi sambil mengusap kepala Chesi dengan sayang. Mereka yang mendengar ucapan Chesi yang terdengar marah. Bergidik ngeri.


"Maaf Pangeran Kedua...kau sudah mendengar jawabannya kan...?" ucap Alea sambil tersenyum lembut. Terlihat kekecewaan di mata Pangeran kedua .


"Tunggu...apa maksud harimaumu kalau mereka sudah menjadi milik Putramu.." ucap Kaisar Rong Kyu.


"Maaf Ayah , Lingzhi lupa berkata pada Ayah..." ucap Raja Lingzhi dengan wajah menatap Alea. Dan Alea membalas dengan Anggukan kecil..


"Ada apa Raja...?" tanya Kaisar penasaran.


"Sebenarnya Permaisuri sedang mengandung Anak kembar...' ucap Raja Lingzhi pelan.


"Apaaa...!" seru mereka bersamaan.


Terlihat binar kebagian di wajah Raja Rong Kyu.


"Jadi Putramu kembar dua..." tanya Kaisar dengan bahagia.


"Tidak Ayah..." jawab Raja Lingzhi .


"Lo kata nya kembar...maksudmu gimana Raja...?" tanya Kaisar bingung.


"Maksud hamba kembar tiga Ayah..." ucap Raja Lingzhi membuat mereka kembali kaget.


"Apaaa...!" teriak mereka kembali.


"Kau tidak berbohong kan nak...?" ucap Kaisar Rong Kyu tak percaya.


"Tidak Ayah..." jawab Raja Lingzhi.


"Apakah kalian sudah memeriksa pada tabib...?" tanya Kaisar Rong Kyu.


"Ayah....apakah Ayah lupa kalau menantu Ayah seorang tabib...?" kata Raja Lingzhi mengingatkan sang Ayah.


"Ya ampuun...ayah hampir lupa. tapi kita harus memeriksanya pada tabib kerajaan...Jihao..panggil tabib kerajaan kesini...panggil tiga orang tabib..!" seru Kaisar Rong Kyu .


"Hamba yang Mulia..." ucap Jihao lalu segera pergi ke luar untuk memanggil tabib yang di perintahkan Kaisar.


Tak berapa lama Jihao datang bersama tiga tabib yang di perintahkan kaisar Rong Kyu.


"Salam sejahtera bagi Kaisar dan Raja juga salam untuk permaisuri dan ibu suri..." ucap ketiga tabib istana.


"Salam kalian kami terima, nah tolong kau periksa kehamilan menantuku..." ucap Kaisar dengan tenang. Walau di dalam hatinya tegang. Sebab di jaman kekaisara Shi saat ini, anak kembar adalah suatu anugrah yang sangat mereka hormati. Apalagi sampai kembar tiga. Mereka menganggap kalau anak kembar adalah anak yang di berkahi oleh dewa.


"Baik Yang Mulia..." ucap tabib Kekaisaran bersamaan. Dan mereka satu persatu memegang denyut nadi Alea, namun saat mereka merasakan denyut nadi Alea, mereka sangat terkejut. Dan terlihat mereka berwajah bingung dan bahagia jadi satu.


"Ada apa dengan wajah kalian...apakah ada masalah denga. Kandungan menantuku..? Ada masalah dengan cucuku..?" tanya Kaisar cemas .


"I..itu yang Mulia..." ucap mereka gagap.


"Itu..itu apa...?" tanya Kaisar Rong Kyu tak sabar.


"Sepertinya calon Putra Raja Lingzhi kembar tiga...?" ucap tabib Lao dengan wajah bahagia .


"Ya dewa...ternyata benar katamu Raja.. Putra kalian ada tiga...!" seru Kasar dengan wajah bahagia.


Mereka semua berseru bahagia. Mereka tak menyangka kalau putri Alea bakal memiliki putra kembar.


"Sayang...kemarilah..." ucap Kaisar dengan wajah bahagia memanggil Alea.


"Ya Ayah..." Alea segera berdiri di bantu sang suami. Perlahan Alea mendekati Kaisar Rong Kyu .


"Kau semakin membuat Ayah bahagia nak...Ayah tidak bisa membalas kebahagian yang kau berikan pada Ayah. Untuk itu terimalah ini anakku..." ucap Kaisar Rong Kyu sambil memberikan sebuah giok warna putih yang di tengahnya ada lambang Phoenix berwarna emas.


"Apa ini Ayah..." kata Alea heran.


"Simpanlah dengan baik, suatu saat kau akan tahu kegunaan benda itu..." ucap Kaisar sambil mencium lembut kening Alea.


"Trimakasih Ayah...Alea akan menyimpan pemberian ayah ini dengan baik..." ucap Alea. Setelah itu ibu suri Shulia juga memanggil Alea dan memberikan gelang giok kesayangan pada menantu kesayangan mereka.


Setelah itu mereka melanjutkan makan bersama di istana Naga . begitu juga dengan tiga harimau kesayangan Alea . Mereka makan di piring khusus milik mereka.


#####


Dan hari- hari Alea semakin menjadi sorotan semua penghuni istana kerajaan Shi. Dan kabar kalau Permaisuri hamil putra kembar tiga tersebar di seluruh kekaisaran. Rakyat menyambut gembira kabar itu. Kini hari- hari yang di lalui Alea menjadi sangat ketat. Dia tidak bisa lagi pergi sendiri. Pangeran Lingzhi yang memang selalu nempel kayak prangko, kini semakin lengket lagi . hanya saat Putri lagi kekamar kecil saja dia tidak ikut.Terkadang Mandipun dia dimandikan sang suami . Terkadang Alea sangat kesal, namun Dia akan selalu menganggap itu adalah bentuk kasih sayang sang suami. Apalagi saat kandungan Alea semakin bertambah bulan. Berat kandungan yang semakin besar membuat Alea agak kesulitan berjalan. Dengan setia Raja Lingzhi selalu berada di dekat Alea. Hanya kala ada masalah yang harus dia datangi dan harus meninggalkan Alea, dia akan pergi dengan terpaksa meninggalkan Alea. Jika itu terjadi maka keempat mahluk kontrak Alea dan ketiga harimaunya akan menggantikan Raja ,menjaga Alea dengan sungguh - sungguh. Mereka akan berada di dalam kamar Alea .

__ADS_1


Hari- Haripun berjalan dengan cepat. Tak terasa hampir sembilan bulan sudah umur kandungan Alea. Untuk itu Raja Lingzhi sudah tidak pernah lagi meninggalkan Alea. Jika ada tugas yang mendesak maka Jihao dan Guansi lah yang akan menggantikannya. Kakek Jing Hao dan kakek Bing Hu sudah berada di istana , mereka berada di istana tempat para tamu menginap. Ibu Suri tua yang mengetahui kehamilan Alea sangatlah bahagia, dia sangat bahagia mendengar Cucu mantu yang sangat dia sayangi bakal memberi keturunan kembar yang sangat di berkati dewa. Dia pindah tinggal di kediaman Kaisar Rong Kyu yang berada dekat dengan istana Naga. Sang Putra sangat senang karena ibunda yang sangat beliau sayangi mau tinggal bersamanya.


Pagi ini terlihat Alea yang sedang berjalan bersama sang Raja. Sejak sebulan lalu dia sudah mulai berjalan - jalan di sekitar istana selama hampir satu jam hal itu dia lakukan setiap hari bersama sang suami . walau perutnya terlihat sangat besar. Namun gerakannya terlihat ringan walau terlihat sesekali kelelahan di wajah cantiknya. Dan tak lupa satu atau dua ekor harimau besar selalu mengiringi langkah sepasang suami istri itu.


Alea berjalan smbil berbincang dengan sang Raja. Namun tiba- tiba rasa sakit dia rasakan di perutnya.


"Aaaa...." terdengar keluhan pelan dari mulutnya. Kakinya berhenti berjalan.


"Sayang...ada apa...?" tanya Pangeran Lingzhi cemas.


"Jangan cemas...aku tidak apa- apa..ayo kita pulang..." ajak Alea setelah dia merasakan sakitnya hilang. Tapi sebagai orang yang perna menjadi seorang dokter di masa modern dia tahu saat persalinannya akan terjadi hari ini.


"Lo bukankah kita baru saja berjalan sayang...?" tanya Pangeran Lingzhi lembut.


"Si kecil akan lahir Yang Mulia..." bisik Alea pelan.


"Apaa....!" teriak Pangeran Lingzhi karena kaget.


"Sstt...tenanglah , kalau Yang Mulia tidak tenang maka anak ini tidak akan lahir..." goda Alea pada sang suami.


"Ck kau ini...sudah kesakitan masih saja bisa bercanda..." ucap sang Raja sambil cemberut.


"Kau tampan jika cemberut seperti itu Sayang..." goda kembali Alea. Mau tak mau akhirnya Raja Lingzhi tersenyum.


"Mau ku gendong..." tawarnya .


"Tidak...dengan banyak berjalan akan dapat melancarkan saat melahirkan..." jawab Alea. Namun sang Raja merasakan pegangan tangan Alea mengencang di telapak tangannya. Dan dia melihat Alea sedikit mengeryitkan dahinya. Bibirnya terangkat seperti orang yang sedang menahan sakit. Namun dia tetap berjalan dengan tenang. Melihat itu perasaan Raja Lingzhi bagai terkoyak.


"Sayang...aku gendong ya....?" pintanya.


"Istana Naga sudah dekat , lebih baik aku berjalan . oh ya, panggilan tabib untuk datang keistana kita, agar persalinan berjalan dengan lancar. Tapi ingat jangan panik, aku akan merasa takut kalau kau panik..." ucap Alea masih sempat juga dia mengancam sang suami. Walaupun dia sendiri merasa ada kepanikan di dalam hatinya , namun dia memperlihatkan wajah tetap tenang.


"Baik sayang....Jiahao....!" seru pangeran Lingzhi dengan. Keras namun wajahnya terlihat tenang . Dia menahan sekuat tenaga kecemasan di dalam hatinya agar tidak terlihat sang istri.


"Jihao menghadap Bagina..." ucap Jihao yang sudah berada di depan Sang Raja dengan cepat.


"Panggilkan tabib istana yang akan membantu persalinan Permaisuri ..!" ucap Raja Lingzhi dengan wajah terlihat sedikit menegang.


"Siap yang mulia...apaaa...tabib yang akan membantu putri melahirkan...!" seru Jihao kaget. Dan saat dia menatap sang Permaisuri yang sedang berjalan perlahan, terlihat kalau Putri Alea menahan rasa sakit sambil berjalan, walau terlihat biasa namun Jihao tahu kalau sang Permaisuri menahan rasa sakit.


Mendengar teriakan Jihao , Alea menatap Jihao dengan marah.


"Kecilkan suaramu kak...atau kusumpal dengan alas kakiku...Panggil tabib tanpa mengatakan apapun pada mereka, bilang aku memanggil mereka ke istana Naga..!" ucap Alea marah.


"Ma..maaf permaisuri...baik Jihao akan pergi..." ucap Jihao panik .


Terlihat dia segera berlari kearah rumah obat kerajaan. Sedang Alea dan sang Raja melanjutkan perjalanannya kembali kedalam istana Naga. Ketika sampai di dalam istana Naga. Dia menyuruh Gita dan Sella menaruh kain panjang agak tebal dan beberapa peralatan untuk melahirkan.


"Baik yang Mulia..." jawab mereka dengan tenang. Namun saat mereka sedang melakukan tugas itu. Mereka kaget.


"Yang Mulia....a..apakah..apakah anda akan melahirkan...!" seru Sella dengan gagap. Mendengar teriakan Sella Mimi yang sedang berjalan masuk kedalam kamar kaget .


"Apaaa...Yang Mulia akan melahirkan..!" seru Mimi kaget.


"Ck...kalian ini ...kenapa harus panik , cepat sekesaikan tugas kalian, bisa- bisa aku melahirkan dengan berdiri...!" goda Alea.


"Baik- baik Yang Mulia ..." seru mereka . Dengan cepat mereka melaksanakan tugas mereka.


Alea juga menyuruh Hewan kontraknya mengeluarkan air Kehidupan yang di taruh di dalam cawan besar yang terbuat dari giok warna hijau. Sedang dia sendiri memakan buah pohon kehidupan yang di suapi sang Raja hingga habis dua sambil tetap berjalan di dalam kamar. Sedang harimau peliharaan Alea kembali kedalam ruang dimensi karena pasti nanti banyak orang. Tak berapa lama terlihat Jihao datang bersama para tabib perempuan yang telah di beri pelajaran Oleh Alea cara menolong persalinan yang benar . dan cara pertolongan pertama jika nanti Alea mengalami kesulitan dalam persalinan . di sana juga ada tabib Lao yang datang untuk memeriksa keadaan kesehatan Permaisuri.


"Kami menghadap yang mulia..." ucap mereka serempak.


"Bersih- siaplah kalian, Permaisuri akan segera melahirkan..." ucap sang Raja dengan wajah terlihat tegang.


"Apaaa....." mereka berseru bersamaan. Sebab mereka menyangka kalau mereka di panggil karena mereka akan mendapatkan pelatihan kembali dari Permaisuri. Sebab tadi tuan Jihao hanya berkata kalau Permaisuri memanggil mereka. Begitu juga dengan tabib Lao. Dia datang kesini hanya kunjungan rutin untuk melihat kesehatan Permaisuri. Mereka tak menyangka kalau sang Permaisuri akan segera melahirkan. Mereka serempak melihat sang Permaisuri yang masih berjalan dengan wajah terlihat kesakitan.


"Apakah kalian sudah puas melihat wajahku...?" ucap Putri Alea sambil masih bisa tersenyum walau wajahnya terlihat menahan sakit.


"Ba..baik yang Mulia..." seru mereka serempak. Mereka segera menyuruh semua orang yang tidak berkepentingan mulai keluar. Sedang sang Raja tidak mau dia memilih berada bersama sang istri.


Mereka segera menyiapkan peralatan yang di butuhkan . Terlihat Raja masih membantu Permaisuri berjalan- jalan.


"Sayang...apakah kau ingin tiduran...?" tanya Raja Lingzhi pada Alea.


"Iya , sepertinya Putra kita sudah ingin keluar yang Mulia..." ucap Alea sambil menahan sakit. dengan lembut Pangeran Lingzhi membantu sang istri berbaring di ranjang Setelah Alea meminum air kehidupan yang telah di sediakan oleh Lauyan . sedang sang Raja sendiri segera duduk di samping ranjang Permaisuri sambil memegang tangannya.


Udahan dulu ya...akublanjutkan besok.


jangan lupa Like, vote, dan komennya author tunggu.


jika ada typo maaf ya...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2