
Pagi ini Alea bangun jam 2 dini hari jika waktu di jaman modern. Dia segera masuk kedalam ruang dimensi. Ruang dimensi yang selalu hangat membuat Alea segera pergi kearah air terjun untuk bermeditasi. Begitu pun dengan ketiga sahabat hewan kontraknya , mereka bertiga bermeditasi di bawah pohon kehidupan. Dia tak ingin mengganggu mereka, karena itu dia segera berjalan kearah Air terjun .
Alea segera duduk dengan posisi lotus di bawah air terjun kehidupan. Kesegaran dan rasa hangat aliran Qi masuk kedalam tubuhnya. Alea dengan tenang menyerap Energi Qi dan Mana seouasnya. Setelah beberapa hari di sana Alea merasakan kesegaran dan tubuhnya lebih kuat. dan lonjakan kekuatan dalam tubuhnya meningkat. dia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri meditasinya. saat dia keluar dari ruang dimensi ternyata hari sudah pagi. Alea segera membereskan Kamarnya. Tak berapa lama terdengar ketukan di daun pintu. Dengan segera Alea membukakan pintu kamarnya.
"Senior....ada apa...?" seru Alea kaget.
"Maaf ,siswa yang lolos ujian kemaren di harap datang keaula ...." kata siswa senior yang ada di depan pintunya.
"Sekarang kak...?" tanya Alea.
"Iya sekarang juga...." jawab si murid senior.
"Baik kak saya akan segera kesana... ijinkan saya merapikan kamar saya dulu.." kata Alea .
'Baik..tapi cepatlah..." jawab siswa senior tadi.
"Baik kak..." jawab Alea.
Siswa senior itupun segera pergi dari kamar Alea. Alea segera masuk kedalam kamar kembali.
"Lea'er ...makanlah buah pohon kehidupan ini dulu agar perutmu tidak kosong..." kata Eagle sambil memberikan buah pohon kehidupan pada Alea. Alea tersenyum dan mengambil buah dari tangan Eagle.
Dia segera makan buah pohon kehidupan sambil membetulkan bajunya kembali.
Tok tok tok...
Tiba- tiba terdengar ketukan di daun pintu. Alea segera membuka pintu takut sang kakak senior sudah mendatanginya kembali. Sambil memegang dan memakan buah pohon kehidupan, Alea membuka pintu kamarnya. Namun saat pintu terbuka, ternyata bukan kakak senior yang berdiri di sana, terlihat wajah tampan sedang tersenyum manis padanya.
Alea tertegun melihat senyum di wajah tanpa pangeran Lingzhi.
"Putra Mahkota..." seru Alea kaget.
"Selamat pagi Hanpey..." sapa pangeran Lingzhi lembut.
"Pagi pangeran..." jawab Alea.
"Hey...Kau sedang makan Apa...?" tanya pangeran Lingzhi saat melihat Alea sedang memakan sesuatu. Karena buah yang di berikan Eagle ada dua , akhirnya Alea memberikan satu buah kepada pangeran Lingzhi.
"Pangeran mau...?" tanya Alea.
"Apa itu...?" tanya sang pangeran.
"Buah..." jawab Alea cuek.
"Iya aku tahu itu buah , tapi buah apa...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea.
"Mau tidak....?" tanya Alea sambil memberikan buah pohon kehidupan pada pangeran Lingzhi. bagaimana dia bisa menjawab kalau buah di tangannya adalah buah langka.
"Iya..tapi ini buah apa...?" tanya Pangeran Lingzhi heran, sebab dia belum pernah melihat buah seperti ini selama hidupnya. Buah kuning keemasan dan berbau harum.
"Tuan besar pangeran yang tampan... Kalau anda mau , ambil dan makanlah.... , kalau tidak kembalikan padaku dan aku akan memakannya sendiri..." jawab Alea dengan wajah kesal. Mendengar perkataan Alea yang tanpa sengaja memujinya walaupun di ucapkan dengan nada kesal membuat pangeran Lingzhi bahagia.
"Benarkah aku tampan....?" tanya pangeran Lingzhi menggoda.
"Iya..."jawab Alea semakin Kesal.
Tapi Alea sadar dengan ucapannya.
"Ups...kenapa gue ngomong kalau dia tampan ya...ðŸ¤.
"Kenapa...? Kau mulai menyadari kalau aku tampan kan...? "Kata pangeran Lingzhi semakin menggoda, dan membuat Alea salah tingkah dan wajahnya memerah .
"Bu..bukan begitu pangeran.... Maksud saya....maaf pangeran...hamba harus pergi keaula jadi kita tunda omongan kita dah...." ucap Alea sambil berlari meninggalkan pangeran Lingzhi di kamarnya.
"Pangeran...kalau keluar dari kamar saya pintunya di tutup ya...." seru Alea yang lari dari kamarnya.
Pangeran Lingzhi tertegun melihat tingkah Alea yang kabur dari hadapannya.
"Brani dia kabur dan menyuruhku...? Dasar gadis nakal...awas kau nanti ya...? Gumam putra Mahkota sambil tersenyum. Dia merasakan kebahagiaan menjalar di hatinya . Dia segera menutup pintu kamar Alea dan berjalan kembali kekamarnya. Guansi dan Jihao bengong melihat pangeran Lingzhi yang malah tersenyum ketika seorang gadis berani memerintah Putra Mahkota. Karena selama ini tidak ada seorangpun yang berani memerintah pangeran Lingzhi selain Raja dan Permaisuri.
"Gila...berani sekali tabib Hanpey ..." kata Jendral Guansi pelan.
"Dan kita melihat kalau putra Mahkota bukannya marah malah tersenyum.." ucap Jihao tak percaya.
"Jendral...apakah ini efek orang yang sedang jatuh cinta ya....?" tanya Jihao pada Jendral Guansi.
"Entahlah..Karena aku belum pernah merasakan jatuh cinta..." jawab sang Jendral.
Sedang pria yang sedang merasa hatinya bahagia masuk kedalam kamar masih ada senyum di bibirnya.
"Dasar gadis nakal, kau mulai berani padaku ya..." gumam pangeran Lingzhi.
Dia duduk di kursi lembutnya sambil menatap buah yang di beri oleh Alea.
"sebenarnya ini buah aoa sich kok aku nggak pernah menjumpai buah seindah ini.. warnanya kuning dan berbau harum, dari mana gadis itu mendapatkan buah seindah ini..." kata pangeran Lingzhi pelan. pangeran Lingzhi segera memanggil kedua pengawalnya . tak lama terlihat Guansi dan Jihao masuk kedalam kamar sang pangeran.
"Salam pangeran...." sapa mereka berdua.
"Coba kalian berdua kemari...apakah diantara kalian berdua tahu buah apa ini..?"tanya pangeran Lingzhi pada kedua pengawalnya. keduanya segera maju kedepan mendekati sang Pangeran.
"Pangeran...hamba tidak pernah melihat buah yang sebagus itu bentuknya..." kata Jendral Guansi.
"Hamba juga pangeran...." ucap Jihao.
"Ee..tapi tunggu dulu, sepertinya hamba pernah melihat gambar buah yang bentuk dan warnanya seperti buah yang ada di tangan pangeran...?" seru Jendral Guansi.
"pernah melihat gambarnya...?dimana..?" tanya sang pangeran penasaran.
__ADS_1
"Tunggu...kalau nggak salah ada di buku yang berisi gambar benda - benda ousaka dan buah- buahan langka yang bisa menjadikan obat penyembuh pangeran. sebentar hamba ambilkan.." seru Jendral Guansi sambil berjalan ke rak buku milik pangeran Lingzhi. tak berapa lama dia membawa kitab yang sudah agak usang.
"Nach ini pangeran...coba kita lihat.." mereka segera membuka lembar demi lembar buku kuno itu. dan di pertengahan buku terlihat gambar buah yang persis dengan buah yang di pegang sang pangeran.
"Nach lihatlah...bukankah gambar buah ini persis dengan buah yang di pegang pangeran...?" ucap Guansi sambil menunjukkan buku di hadapan pangeran Lingzhi.
"Buah pohon kehidupan...? bukankah ini buah langkah yang tak ada lagi di dunia ini...? lalu dari mana gadis itu mendapatkannya...?" seru kaget pangeran Lingzhi .
"Apaa...pangeran mendapatkan itu dari tabib Hanpey....?" tanya Guansi dan Jihao bersamaan. pangeran Lingzhi hanya mengangguk.
"Lalu dari mana dia mendapatkannya...?" seru Jihao heran.
"Kalian tahu, dia tadi memberikan buah ini sambil mmemakannya dengan nikmat, seperti memakan buah biasa..." kata pangeran Lingsi penuh dengan keheranan.
Sedangkan Alea yang sedang di bicarakan oleh pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya sedang berjalan menuju Aula dengan cepat. Dan kini dia telah sampai di depan gedung tempat mereka akan berkumpul dan terlihat sudah banyak siswa calon prajurit utama yang datang. Dan dari duapuluh orang calon prajurit utama , kini tinggal dua orang yang belum datang.
Tak berapa lama merekapun telah hadir hampir bersamaan dengan guru besar dan tiga guru pembimbing . diantaranya ada juga guru Sen yang datang bersama mereka. Setelah mereka menyuruh kedua puluh calon prajurit khusus itu berbaris. Guru Sen segera berdiri di depan mereka dan mulai berbicara.
"Karena kalian sudah menjadi calon prajurit utama, maka di dalam dua tahun ini kalian akan mendapatkan pelatihan yang keras dari para pembimbing kalian,
Untuk itu saya berharap agar kalian bisa mengikuti dan mentaati segala peraturan yang ada, dan saya tidak ingin mendengar keluhan apapun dari kalian, jika ada yang merasa tak akan sanggup menjalankan setiap pelatihan , lebih baik mengundurkan diri dari sekarang.... " kata- kata guru Sen terlihat sangat tegas.
Namun mereka ternyata sudah memiliki tekat yang kuat. jadi mereka berucap
"Kami siap guru..." terdengar suara serempak mereka.
"Bagus...ternyata kalian memiliki tekat yang kuat untuk menjadi prajurit utama kerajaan Shi ini... Nach tugas pertama untuk kalian yaitu. Masuk kedalam hutan Halimun untuk mencari Hewan buas yang dapat kalian jadikan hewan kontrak kalian. Serta membasmi hewan roh yang liar dan mengambil inti roh dari hewan yang kalian bunuh. Dan perguruan hanya memberi waktu satu minggu untuk misi ini , kalian mengerti...?" seru guru Sen.
"Mengerti guru...." teriak mereka kembali.
"Kalian akan berangkat besok , para guru berharap kalian akan berkumpul di sini pagi hari, nanti akan ada guru pembimbing yang akan mengantar kalian dan melepas kalian di hutan Halimun, saat di dalam hutan ,kalian bisa jalan bersama beberapa orang atau jalan sendiri itu terserah kalian, dan dalam satu minggu kedepan kalian harus kembali ke titik awal kalian di lepaskan..kalian paham....!" Teriak guru Sen dengan wajah tegasnya.
"Paham guru...!" teriak para siswa calon prajurit utama serempak.
"Kalau begitu kalian sekarang boleh kembali ke kamar kalian untuk bersiap- siap, dan besok pagi harap kalian berkumpul di sini, ....nach sekarang kalian bisa kembali kekamar kalian masing- masing..." kata guru Sen mengakhiri ucapannya.
"Siap guru..." terdengar kembali ucapan serempak dari siswa calon prajurit utama. Tak lama mereka terlihat keluar dari ruang Aula. Begitu juga dengan Alea, dia keluar bersama para siswa terpilih.
"Hey..kau siswa baru itu kan...?" tanya seorang pria yang terlihat seperti siswa lama di perguruan calang. pria itu memiliki postur tubuh ideal seperti opa- opa korea kesayangan Alea.dan wajah tampan.
"Emang enak hidup di jaman kuno ini, banyak wajah- wajah tampan yang aku temui 😂.
"Benar kak....aku Hanpey siswa baru yang kebetulan terpilih sebagai calon prajurit..." jawab Alea ramah.
"Jangan merendah...kami tahu kekuatanmu...oh ya kenalkan namaku Han Yunja , aku sudah lima tahun di perguruan calang ini, ...." ucap Han Yunja memperkenalkan diri.
"Aku Hanpey kak...aku dari kerajaan Long..." jawab Hanpey dengan ramah.
"Lalu kamu tinggal di mana...? Kok aku nggak pernah melihat keberadaanmu di asrama calon prajurit....?" tanya Yunja.
"He he..aku masih belum datang keasrama kak... Mungkin setelah selesai misi..." jawab Alea.
"He.he.he...kita lihat aja nanti kak..." jawab Alea canggung.
"Wiiiii...mana mungkin gue tinggal sama pria ini. Cakep sich emang cakep, tapi mana ada cewek sekamar ame cowok. Bisa ketahuan gue ini cewek,...dan kita bukan muhrim Bro.😂 .teriak Alea dalam hati.
"Ya sudah kak aku tinggal dulu ya... " kata Alea dengan ramah .
"Oo..silahkan, ingat ya..kalau kau pindah keasrama prajurit kau cari aku.." kata Yunja dengan semangat.
"Baik kak sampai jumpa ..." jawab Alea sambil berjalan menjauhi Yunja.
Alea segera ingin menemui Mimi untuk berpamitan .
Alea berjalan ke arah tempat tinggal para siswa pemula 2. Namun setelah agak jauh dari ruang aula tiba- tiba terdengar suara menegurnya dengan dingin.
"Hanpey...kau mau pergi kemana lagi...?" tanya pangeran Lingzhi yang sudah berdiri di depannya bersama dua pengwalnya.
"Ya Dewa pangeran...anda mengagetkan hamba..." seru Alea merasa kaget .
Terlihat wajah pangeran Lingzhi sangat dingin.
"Kenapa kau kaget....? Apakah kau memiliki kesalahan...?" tanya pangeran Lingzhi dingin.
"Kesalahan....? Tidak...hamba merasa tidak memiliki kesalahan...?" jawab Alea polos.
"Lalu kenapa kau kaget...?" tanya pangeran Lingzhi kembali.
"Sebab anda tiba- tiba datang di depan hamba pangeran..." jawab Alea denga wajah kesal, dan terlihat wajah imutnya saat dia cemberut karena kesal .
"Hanpey...aku pernah bilang apa,.. jangan menunjukkan wajah seperti itu di depanku, atau kau ingin aku menunjukkan ancamanku..." ucap pangeran Lingzhi .
"Ya ampuuun....maunya apa sich manusia satu ini... Gue yang di kagetin napa harus dia yang marah ya...apa dia salah makan obat...? Tapi bukankah dia tadi hanya gue beri buah pohon kehidupan, bukan pil racun kan....?" teriak Alea dalam hati.
"Iya , iya..hamba nggak akan kesal lagi,
Lalu sekarang ijinkan hamba pergi pangeran....." kata Alea .
"Mau kemana....?" tanya sang pangeran masih dengan nada dingin.
"Mau keasrama kak Mimi. ...." jawab Alea .
"Baik aku antar...." kata pangeran Lingzhi lagi.
"Tapi pangeran.."
'Tidak ada tapi- tapi , ayo jalan..." seru pangeran Lingsi dengan datar. Akhirnya dengan kesal Alea melangkah di sebelah pangeran Lingzhi yang masih berwajah dingin menakutkan. Dan ketika sampai di asrama Mimi, Alea hanya bisa tinggal sebentar, hanya bisa memberi kabar kalau dia akan melaksanakan Misi ke hutan Halimun.
__ADS_1
Saat mendengar perkataan Alea, Mimi menjadi sangat khawatir , namun setelah diingatkan tentang ketiga gege mahluk kontraknya, Mimi menjadi lega.
Setelah selesai memberi kabar pada Mimi, pangeran Lingzhi mengajak Alea untuk kembali ke asrama tempat tinggal mereka. Dan Alea pun tahu kalau Pangeran Lingzhi masih terlihat marah tanpa tahu kesalahan apa yang dia perbuat.
Ketika mereka sampai di asrama mereka. Tiba- tiba pangeran Lingzhi menyeret Alea masuk kedalam kamarnya.
"Pangeran..." seru Alea kaget.
Namun sebelum dia sadar pameran Lingzhi telah menutup pintu kamarnya dan memojokkan Alea di pintu kamar yang tertutup.
"Pangeran...apa yang akan anda lakukan..." seru Alea kaget.
Dia kini berada di antara kedua tangan pangeran Lingzhi yang berada di kanan , kiri badannya dan wajah mereka berdekatan.
"Menghukummu...." jawab pangeran Lingzhi dengan dingin .
"Menghukum hamba...? Memang apa kesalahan hamba...?" tanya Alea tak mengerti.
"Kau tidak tahu kesalahanmu...?" tanya Pangeran Lingzhi marah.
"Pangeran....kalau hamba tahu mana mungkin hamba bertanya...?" jawab Alea benar- benar tak mengerti kesalahannya.
"Kau berani ingin pindah dari sini dan mau tinggal di asrama prajurit kan... Siapa yang mengijinkanmu pergi dari sisiku...?." teriak pangeran marah.
"Siapa bilang hamba akan pindah pangeran..." tanya Alea tak mengerti.
"Kau fikir aku tak mendengar pembicaraan kalian tadi ha..." terdengar suara pangeran Lingzhi sinis dan marah.
"Kalian...?Tunggu...tunggu..maksud pangeran pembicaraan hamba dengan teman hamba tadi...?jadi pangeran marah karena mendengar perkataan hamba dengan dia...?" tanya Alea tak percaya.
"Bukankah kau memang berkata seperti itu..?" jawab pangeran Lingzhi dingin.
"Memang benar hamba tadi berkata seperti itu, tapi itu semua karena hamba belum tahu alasan apa yang harus hamba katakan saat mereka bertanya di mana tempat tinggal hamba pada mereka..." kata Alea menjelaskan permasalahannya .
"Katakan saja kau tinggal disini..." jawab Pangeran Lingzhi masih dengan nada marah.
"Mana mungkin pangeran...?" jawab Alea.
"Kenapa...?" tanya pangeran Lingsi heran.
"Karena jika hamba berkata seperti itu, mereka merasa pangeran telah membeda- bedakan atau pilih kasih pada sesama prajurit..." jawab Alea. Pangeran Lingzhi terdiam sejenak.
" Kalau begitu bilang saja kalau kau wanitaku..calon istriku." kata pangeran Lingzhi tenang. Namun perkataan pangeran Lingzhi membuat Alea kaget bukan kepalang.
"Pangeran....!" seru Alea kaget.
"Kenapa...? Kau kaget kalau aku mengetahui kalau kau seorang wanita...?" kata pangeran Lingzhi tenang.
"Ja..jadi pangeran sudah tahu kalau hamba ini seorang wanita...?" tanya Alea kaget bukan main .
"Iya..." jawab pangeran Lingzhi pelan.
"Sejak kapan...?" tanya Alea heran.
"Sejak kau berada di istana Rose terakhir kalinya...." jawab pangeran Lingzhi.
"Jadi selama ini anda mengetahui kalau hamba seorang wanita....?" tanya Alea sambil menatap wajah pangeran Lingzhi
"Benar..." jawab pangeran Lingzhi pelan.
"Dan Anda sengaja mendekati hamba...?" tanya Alea lagi.
"Benar..." jawab Pameran pelan.
"Untuk apa...?" tanya Alea .
"Untuk mengejarmu dan memiliki hatimu...." jawab pangeran Lingzhi.
"Lalu setelah bosan membuangnya..." jawab Alea kasar.
"Tidak....aku ingin hidup selamanya denganmu...?" jawab pangeran Lingzhi lembut.
"Apa karena anda telah berhutang nyawa pada hamba....?kalau soal itu pangeran tidak usah khawatir, hamba menolong anda tulus tanpa meminta balasan, jadi jangan khawatirkan itu.." ucap Alea perlahan.
" Jadi kau tahu kalau pria yang pernah kau tolong itu aku...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget.
"Benar pangeran...jadi jangan khawatir anda jangan berfikir berhutang nyawa pada hamba...?" jawab Alea datar.
"Cukup putri Lea...aku tulus mencintaimu..." seru pangeran Lingsi marah.
"Tapi hamba tak ingin memiliki suami yang banyak istrinya, hamba tak akan sanggup melihat suami hamba membagi cintanya... Karena itu hamba tak ingin memiliki suami seorang Raja.." jawab Alea dengan tegas.
"Mendengar perkataan Alea , pangeran Lingzhi terkejut dan tertegun. Melihat ada kesempatan Alea segera keluar dari himpitan tangan pangeran Lingzhi. Saat Alea membuka pintu kamar, pangeran Lingsi tersadar.
"Tunggu putri Lea..."seru pangeran Lingzhi sambil memegang tangan Alea yang akan keluar dari dalam kamarnya.
"Apa lagi...?" tanya Alea.
"Aku berjanji hanya ada dirimu di dalam kehidupanku selamanya..." kata pangeran Lingzhi dengan tegas.
"Mustahil pangeran...di dalam kehidupan anda akan banyak istri yang akan bersama anda...dan itu bukan keinginan hamba...hamba hanya ingin memiliki suami yang hanya milik hamba sendiri.." jawab Alea.
"Akan ku buktikan ketulusan cintaku dan ucapanku padamu.." kata pangeran Lingzhi dengan tegas.
"Benarkah...kita lihat saja...?" jawab Alea lalu segera melepas tangan pangeran Lingzhi. Dia segera berjalan ke luar dari kamar sang pangeran.
Besok lagi ya...jangan lupa Like, vote dan komennya.
__ADS_1
Bersambung.