PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PULANG.


__ADS_3

Setelah selesai urusan di sekte Tiangzi dan keadaan Pangeran Lingzhi telah sehat kembali, tiga hari berikutnya Alea dan kawan- kawan memutuskan untuk meninggalkan Sekte Tiangzi untuk segera pulang ke Kerajaan Shi. Dengan Kedua kakek yang ikut serta. Karena kedua kakek ikut , terpaksa Alea membawa kereta untuk perjalanan mereka. Namun sebelum oulang ke Kerajaan Shi mereka mampir dulu di kerajaan Amora bersama Pangeran Huang yang akan pulang. Tak lupa pangeran Huang mengingatkan masakan yang telah dia pesan pada Alea .


"Lea'er...jangan lupa kue yang akan kita bawa pulang ke istana..." ucapnya dengan wajah marah.


"Iya...Alea akan membuatnya...?" jawab Alea lembut.


"Ck...kau selalu meributkan kue itu... Aku tahu sebenarnya kaulah yang suka dengan kue itu...!" ucap Pangeran Lingzhi kesal.


"Ye...apa salahnya seorang gege mengingatkan pada adiknya..!" ucap Pangeran Huang tak mau kalah.


"Kalau gitu cari kekasih yang bisa memasak kue seperti calon istriku..." ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah kesal .Rasanya diabaikan rela Akeh membuatkan kue untuk Pangeran Huang , walaupun dia sahabat sekaligus saudara .


"Nach itu dia...gadis yang seperti Lea'er hanya satu. Dan dia sudah kau ambil.." ucap Pangeran Huang kesal juga .


Mendengar perdebatan mereka , Alea menjadi kesal sendiri.


"Kalian ini ya...kalau tidak bertengkar nggak enak ya...!" seru Alea menengahi perdebatan kedua sahabat yang juga saudara itu.


Pangeran Lingzhi yang ingin menjawab perkataan Pangeran Huang terdiam.


"Kalau kalian berdua masih bertengkar, aku akan pergi...!" ucap Alea kesal.


Mendengarkan ucaoan Alea , pangeran Lingzhi segera mendekati Alea .


"Sayang...baiklah kami tak akan ribut lagi..." kata pangeran Lingzhi sambil memeluk Alea.


"Janji..." ucap Alea yang masih di dalam pelukan pangeran Lingzhi. sebenarnya Alea ingin tertawa, namun kalau tidak bertindak tegas Alea akan selalu membuat mereka berdua bertengkar.


"Iya aku Janji..." jawabnya sambil melepas pelukannya.


'Dan anda tuan besar..." kata Alea pada pangeran Huang.


"Aku...?" tanya Pangeran Huang sambil menunjuk dirinya .


"Iya...apa yang akan kau janjikan padaku, atau kau tak ingin menjadi gegeku lagi...!" ancam Alea.


"Ooo...tidak, tidak...aku juga akan berjanji tidak akan bertengkar lagi.." kata Pangeran Huang sambil mendekati Alea. Namun sebelum mendekat sosok gagah sudah menghalangi tubuhnya.


"Nggak usah dekat- dekat.." terdengar suara pangeran Lingzhi.posesif .


"Ck bukankah dia adikku..." ucap Pangeran Huang kesal. (Baru juga berjanji🤣🤣)


Alea berdehem mengingatkan mereka.


"Ya sudah ayo berpelukan..." ucap Alea lembut.


"Kami....?" seru mereka berdua bersamaan.


"Iya kenapa...? Nggak mau...?" tanya Alea dengan nada mengancam.


"Iya kami mau..." ucap mereka serempak . Dan merekapun berpelukan. Lalu Alea memeluk mereka berdua.


"Kalau gini kan damai...satu calon suamiku, dan yang satu gege ku..." kata Alea lembut. Mendengar ucapan Alea, kedua pria tampan itu saling menatap dan tersenyum.


"Ya sudah aku tinggal dulu, aku akan membuat kue lumpia , Apa kalian ingin membantuku....?" tanya Alea lagi.


" Baik aku akan membantumu..." ucap pangeran Lingzhi.


"Aku juga..." kata Pangeran Huang.


Mereka saling menatap sebelum mengikuti Alea kedapur. Ketika melewati kediaman Kakek Jing Hao , Alea bertemu dengan sang Kakek yang berjalan bersama Mimi dan Lian Han.


"Kalian mau kemana...?" tanya sang kakek.


"Kek...Alea pinjam dapurnya ya...?" kata Alea sambil tertawa.


"Untuk Apa..? kalau kau menginginkan sesuatu lebih baik kau katakan saja pada para pelayan...?" kata sang kakek.


"Tidak kek...Alea akan membuat sesuatu yang di sini belum ada.." jawab Alea.


"Apa itu...?" tanya sang kakek.


"Nanti kakek akan tahu sendiri..." jawab Alea sambil tersenyum.


"Kalau begitu lakukan saja...kau bisa memakai dapur semaumu..." jawab sang kakek.


"Lea'er...aku ikut...?" kata Mumi


"Aku juga ikut Lea'er..." kata Lian Han.


Merekapun berlima pergi kedapur. Sesampainya di dapur para pelayan ribut. Karena tidak pernah seorang Putra Mahkota yang masuk kedalam dapur. Apalagi ini dua Putra Mahkota dan seorang Putri. Mereka terkejut dan tergopoh - gopoh mendatangi Alea.


"Putri apa ada yang bisa kami bantu...? Aoakah anda membutuhkan sesuatu...?Kenapa putri datang sendiri kesini apalagi bersama Putra Mahkota... kenapa tidak menyuruh pelayan saja ...?" tanya seorang pelayan yang ternyata dia kepala pelayan di sana.


"Tidak aku akan mau meminjam dapur kalian, apakah boleh...?' tanya Alea. Mendengar perkataan Alea, mereka saling pandang .


"Tentu saja bokeh putri..." jawab si kepala pelayan .


"Apa ada wortel yang segar..?" tanya Alea.


"Ada Putri...?" jawab kepala pelayan .


"Daging Ayam, telor dan tepung gandum apakah kalian punya...?" tanya Alea lagi.


"Ada putri..." jawab kepala pelayan lagi.


"Kalau begitu bawa kemari .." kata Alea.


Mereka segera menyiapkan pesanan Alea. Saat Alea berjalan di dapur dia melihat daun bawang dan jamur . Alea segera mengambil kedua bahan itu.


Alea juga mengambil beberapa rempah sebagai bumbu masakannya.


Tak berapa lama para pelayan membawa pesanan Alea. Alea segera memberikan pisau pada Pangeran Lingzhi, Pangeran Huang dan Lian Han. Sedang daging Ayam Alea meminta pada para pelayan untuk merebusnya. Dia meminta dua pelayan untuk membantu. Sedang yang lain di suru menunggu di luar.

__ADS_1


Namun karena mereka penasaran apa yang di buat oleh Alea, maka mereka melihat Alea dan kawan- kawan dari cendela dan pintu.


Setelah memberikan pisau , Alea menyuruh Para pria untuk mengupas wortel. Para pelayan sangat kaget melihat Putri Alea begitu mudah memerintah dua Putra Mahkota yang sangat terkenal itu. Mereka di buat ternganga. Setelah di beritahu, mereka mulai mengupas wortel. Setelah itu memberitahu cara motong. Sedang Mimi menghaluskan bubu . dan Alea sendiri membuat adonan kulit lumpia. Terlihat Alea mengerjakan semuanya dengan cekatan. Setelah sayuran isi lumpia sudah jadi. Kini tinggal membuat kulit lumpia dan membungkusnya .Mereka semua ternganga melihat apa yang di buat Alea. Harum bumbu yang di masak Alea sangat harum karena alat teflon di jaman ini tidak ada. Hanya ada di ruang dimensinya. Terpaksa Alea memakai alat penggorengan yang ada di jaman itu. Dia mengajari beberapa pelayan untuk membuat kulit lumpia. Merekapun senang membantu Alea.


Karena di dapur panas, Alea menyuruh Kedua Putra mahkota yang wajahnya sudah merah keluar dari dapur, begitu juga dengan Lian Han. Mereka yang sudah merasa kepanasan dengan patuh keluar.


Akhirnya Alea mengerjakan pembuatan lumpia di bantu para pelayan.


Karena banyak yang membantu , pekerjaan cepat selesai.


"Putri ini apa...?" tanya Salah satu pelayan.


"Ini namanya kue lumpia..." ucap Alea.


Alea juga membuat saos lumpia dari tomat yang banyak di dapur. Setelah itu dia membagi hasil lumpia buatan yang memang banyak, satu kotak untuk kerajaan Amora, satu kotak untuk para tetua dan satu kotak lagi untuk santapan mereka . dia menyuruh pelayan untuk membawa kotak - kotak tadi kedalam istana. Lalu dia menaruh beberapa lumpia di atas piring dan membawanya kearah ketiga pria yang tadi membantunya. Namun sebelum dia keluar dia berkata.


"Sisahnya kalian makan, tapi sisahkan untuk teman kalian yang aku suruh tadi. Ada berapa orang tadi yang aku suruh.." tanya Alea pada kepala pelayan.


"Ada tiga Putri..." jawabnya.


"Ya sudah sisahkan untuk mereka..." kata Alea sambil berjalan keluar.


Saat Alea keluar, dapur pun menjadi gempar setelah menyisahkan makanan untuk ketiga pelayan tadi. Kepala pelayan segera menyuruh mereka merasakan masakan Alea. Saat mereka makan, mereka berseru dengan takjum.


"Ya ampun...enak sekali kue ini...aku belum pernah memakan masakan seenak ini..." seru salah satu pelayan.


"Benar aku baru sekarang merasakan makanan seenak ini..." jawab yang lain.


"Dia kah cucu dari guru Agung...?" kata salah satu pelayan.


"Benar sekali...dia cucu dari guru Agung. Kabarnya ilmunya sangat tinggi. Dan dia memiliki hewan kontrak banyak sekali. Tapi dia juga putri yang sangat ramah penyabar dan cantik ya....aku belum pernah bertemu dengan orang sebaik dan secantik dia..." kata salah satu pelayan.


"Kabarnya dia sudah di angkat menjadi Putri Mahkota Kerajaan Shi yang besar dan kuat itu. Dan kalau tidak salah, bukankah Pria tampan yang tadi bersama Pangeran Huang kan...?" ucap seorang gadis yang terlihat lincah dan cantik.


"Aku sangat mengagumi putri Alea..." lanjut gadis itu.


"Putri Alea...? Siapa dia..?" tanya sang teman.


"Putri Alea adalah nama Putri tadi bodoh.." ucap gadis tadi sambil tertawa.


Merekapun terus membicarakan Alea tanpa bosan. Sedang yang menjadi gosip kini sedang makan bersama keempat orang terdekatnya.


"Hatsiii..." tiba- tiba dia bersin .


"Lea'er...ada apa...?Kau sakit...?" tanya Pangeran Lingzhi khawatir.


"Tidak...mungkin ada orang yang sedang membicarakan diriku..." jawab Alea cuek.


"Sayang...minumlah obat...aku takut nanti kau sakit..." ucap Pangeran Lingzhi khawatir.


"Tidak My Zhi...aku sehat kok..!' jawab Alea.


"Tapi aku akan tenang kalau kau minum obat. Bukankah nanti sore kita akan berangkat ke rumah nya dia.." kata pangeran Lingzhi sambil menunjuk putra Mahkota Huang dengan dagunya.


Sore harinya mereka segera berpamitan untuk kembali ke kerajaan Shi.


Saat akan berangkat ternyata tabib Cheng Raw ikut juga pergi ke kerajaan Shi . Sedang Sekte Tiangzi di pimpin sementara oleh tetua Han yang memang selalu memimpin Sekte jika kedua kepala Sekte bepergian. Merekapun segera berangkat ke Kerajaan Amora . Lima jam kemudian, mereka telah sampai di gerbang kerajaan Amora. Ketika melalui pintu gerbang, mereka tidak melalui pemeriksaan karena adanya pangeran Huang si putra Mahkota berada di dalam rombongan.


Ketika mereka memasuki istana. Tiba- tiba terdengar seruan nyaring dari arah taman kerajaan


"jiejie Alea....Seru suara nyaring seorang gadis ketika Alea baru saja turun dari kudanya. Saat Alea ingin melihat siapa yang memanggilnya, tiba- tiba tubuhnya telah di peluk oleh seorang gadis.


"Jiejie...kau datang ...?" seru suara gadis dan ternyata dia putri Yuan Tan . Saat itu Putri Yuan Tan ingin pergi keruang sang Ayah. Namun matanya tertarik dengan kedatangan beberapa penunggang kuda. Dan saat melihat siapa yang datang. maka kebahagiaan pun ada di hatinya. Dia segera berlari menyambut pendatang yang menaiki kuda itu.


"Hey..gadis manis , apa kabar...?" sapa Alea pada gadis yang kini sudah memeluk tubuhnya.


"Jiejie ..kenapa tidak pernah kemari..?" tanya putri Yuan Tan dengan wajah sedih.


"Sayang...jiejie sibuk...lagian jarak kerajaan Amora dengan Kerajaan Shi jauh sayang..." jawab Alea.


"Kalau begitu kau tinggal di sini saja... !" kata Putri Yuan Tan dengan wajah cemberut.


"Tidak bisa sayang...jiejie juga punya Ayah yang pasti akan menunggu kedatangan jiejie.." jawab Alea.


"Dan dia juga punya kekasih yang nggak ingin dia jauh dari nya putri nakal.." ucap Pangeran Lingzhi yang tiba- tiba sudah berdiri di dekat Alea.


"Gege Lingzhi....gege juga ada di sini..?" tanya Putri Yuan Tan kaget.


"Tentu saja Putri Nakal..." kata Pangeran Lingzhi sambil mencubit hidung Putri Yuan Tan


"Lalu apa maksud gege kalau kekasih jiejie Alea tidak suka jiejie tinggal di sini..?" tanya Putri Yuan Tan bingung.


"Kalau dia di sini lalu kekasihnya dengan siapa di sana...?" jawab Pangeran Lingzhi.


"Memangnya Jiejie Alea punya Pacar..?" tanya Putri Alea polos.


"Tentu saja...dan pria itu sekarang berdiri di depanmu..." kata Pangeran Lingzhi sambil tersenyum.


"Di depanku...? maksudnya gege Lingzhi pacar jiejie Alea..?" tanya Putri Putri Yuan Tan lagi.


"Hmm..." anggun Pangeran Lingzhi dengan bangga.


"Apa benar jiejie Lea...?" tanya Putri Yuan pada Alea.


"Benar Sayang..." jawab Mimi lembut.


"Selamat ya Jiejie...selain sebagai jiejie angkatku, kau kini menjadi jiejie iparku, aku senang jiejie...!" seru Putri Yuan bahagia.


"Ya sudah ayo kita masuk menemui Paman dan Bibi..."ajak pangeran Lingzhi lembut.


Bertepatan saat itu pangeran Huang berjalan kearah mereka. dan akhirnya mereka semua menemui Raja dan permaisuri.


Mereka bersama - sama pergi keaula kerajaan. Setelah kasim menyebutkan nama mereka , merekapun berjalan masuk kedalam ruang pertemuan.

__ADS_1


"salam sejahtera Raja dan permaisuri semoga selaku di berkati.."ucap mereka bersama.


"salam kalian aku terima dan sekarang duduklah. .." jawab sang Raja. .


"Aku dengar Sekte Tiangzi di serang... apa benar itu guru...?" tanya Raja pada Kakek Jing Hao setelah mereka duduk dengan tenang .


"Benar Yang Mulia... namun semua sudah teratasi berkat anak- anak muda ini Yang Mulia... dan sepertinya Penyerangan itu hanya untuk menculik Putri Alea cucu hamba , untunglah semua sudah teratasi dan terselesaikan dengan dengan baik .." jawab Kakek Jing Hao.


"Syukurlah kalau begitu. Ya sudah kalau begitu kalian istirahat dulu. nanti malam kita bertemu lagi di acara makan makan, kalian pasti menginap kan...?" tanya Raja Tan sambil tersenyum lembut.


"Benar yang mulia...karena besok pagi kami akan pergi ke kerajaan Shi .." jawab kakek Jing Hao.


"Kalau begitu kalian perlu istirahat, kalian baru menempuh perjalanan jauh, prajurit...!" seru Raja Tan .


Seorang Prajurit masuk kedalam ruangan dengan cepat.


"Hamba yang Mulia..." ucapnya sambil memberi hormat.


"Antarkan mereka ke istana para tamu ..." kata Sang Raja.


"Hamba yang Mulia..." jawab prajurit itu .


Mereka segera mengikuti prajurit itu setelah memberi salam pada sang pengusaha Kerajaan Amora . begitu juga dengan Putra mahkota, dia ikut undur diri mengikuti mereka. tak terkecuali Putri Yuan Tan. yang tak mau berpisah dengan Alea.


Malam harinya diadakan makan malam bersama. dan saat itulah Putra Mahkota Huang memberikan kue lumpia buatan Alea. dan seperti pangeran Huang sangka. sang Ayah dan Bundanya sangat senang dengan kue buatan Alea itu. di acara makan malam mereka juga membahas tentang pernikahan Alea dan Pangeran Lingzhi yang akan di adalah kurang dari dua bulan lagi.


"Apa..,Paman sudah mendapat undangannya...?" tanya Pangeran Lungzhi kaget.


"Benar...apa kalian tidak tahu...?" tanya Raja Tan heran.


"Kami memang merencanakan setelah kami pulang dari Sekte tiangzi ini, kami memang akan melangsungkan pernikahan, tapi ternyata bukan hanya aku yang ingin secepatnya menikah, Ayah dan Bundaku sudah menginginkan Putri Alea jadi menantu mereka secepatnya ..!" seru Pangeran Lingzhi bahagia.


"Tentu saja Ayahmu ingin cepat- cepat menjadikan putri Alea menantunya, siapapun pasti akan melakukan itu. jika itu aku, mungkin sudah kemaren- kemaren Putri Alea jadi menantuku..." ucap Raja Tan sambil tertawa.


"Ayah...kenapa berucap seperti itu..?" ucap Alea malu.


"siapa yang tak akan bangga memiliki Menantu yang serba bisa seperti dirimu nak...Ayah saja yang hanya Ayah angkatmu saja merasakan kebanggaan menjadi Ayah angkatmu..' ucap Raja Tan sambil kembali tertawa.


"Ayah... apakah aku boleh berangkat dulu bersama mereka ...?bukankah Ayah akan berangkat beberapa hari lagi...?" tanya Pangeran Huang menyela pembicaraan.


.


'Kau ingin berangkat bersama mereka..?" tanya Raja Tan sambil menatap Pangeran Huang .


"Benar Ayah... Huang akan berangkat bersama mereka..." kata Pangeran Huang lagi.


"Boleh...kau bisa pergi bersama mereka." jawab Raja Tan sambil tersenyum.


Memang sejak kecil Pangeran Lingzhi dan Pangeran Lingzhi sangatlah dekat. dulu saat mereka kecil hampir setiap Tahun sang Putra yaitu Pangeran Huang Akan meminta padanya untuk berlibur di kerajaan Shi selama dua bulan penuh dan dia akan sulit di ajak pulang kembali ke kerajaan Amora.


"Ayah...aku juga pergi bersama gege Ya.?" ucap Putri Yuan Tan tiba- tiba. .


"Tidak bisa nak...kau akan berangkat bersama Ayah ..." jawab Raja Tan lembut.


"Ayaaah...aku juga ingin pulang bersama jiejie Alea Ayah..." ucapnya merajuk.


Raja Tan bingung untuk berkata pada putri kesayangannya itu, akhirnya Alea berucap.


"Sayang...kau berangkat brsama Ayah dan bunda saja...bukankah kau lihat , kami menaiki kuda, dan itu akan membuatmu masuk angin. bukankah kau baru saja sembuh. bagaimana kalau jiejie akan menyiapkan kamar yang bagus dulu di sana buatmu...?" Rayu Alea.


"Apa benar Jiejie .." tanya Putri Yuan Tan dengan lugu.


"Benar sayang..." jawab Alea sambil tersenyum lembut. melihat cara Alea membujuk putrinya yang tak pernah mendengarkan perkataan mereka. Permaisuri sangat kagum pada Alea. sayang sekali gadis yang sangat baik ini bukan untuk Putranya. namun dia senang juga karena gadis ini akan menjadi Istri dari keponakannya. yang dia lihat sangat mencintai gadis itu. Permaisuri bahagia dan tersenyum melihat itu.


Raja juga bertanya soal Putri Alea yang ternyata Cucu atau penerus dari penguasa Sekte Tiangzi . Guru agung pun menceritakan singkat kejadiannya.


Setelah berbincang sebentar. Mereka segera undur diri .


💖💖💖💖


Ke esokan paginya mereka segera bersikap- siap untuk kembali kekerajaan Shi . Setelah makan pagi, mereka segera berpamitan pada Raja dan Permaisuri. dan Pangeran Huang ikut juga membuat Pangeran Lingzhi cemberut. Melihat tingkah Pangeran Lingzhi. Alea hanya bisa menahan tawanya.


"Dasar si bucin..." seru Alea dalam hati.


Dia tidak pernah menyangka akan memiliki calon suami yang sangat lucu seperti Pangeran Lingzhi . pria yang terlihat sangat cuek ,sinis, dan sombong itu, jika bersama dirinya akan berubah seratus delapan puluh derajat sifatnya. dia akan manja, posesif, dan kekanakan.


Namun sekarang Alea mengetahui perasaannya yang sangat mencintai pria tampan ini.


Pria yang dulu tidak pernah dia harapkan menjadi pendampingnya karena sifat dinginnya. kini bisa membuatnya bahagia dan di sayangi. walaupun dia mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orang - orang di sekitarnya apalagi mahluk kontraknya.


"Sayang...kenapa kau senyum- senyum sendiri...?" tanya Pangeran Lingzhi yang melihat Alea tersenyum sambil menatap dia sesekali.


"He he he..aku anya nggak nyangka bisa memilikimu My Zhi..." jawab Alea sambil tertawa.


"Benarkah...?" tanya Pangeran Lingzhi senang.


"Hmm...aku tidak pernah menyangka menjadi calon istri dari pria yang sangat dingin , sinis, serta cuek sepettimu.." jawab Alea.


"Benarkah aku seperti itu ...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget.


"ist...dasar pria songong... sudah tahu kalau dia adalah pria yang memiliki sifat dingin dan sadis , ee..masih nanya..seru Alea dalam hati.


"Emang Pangeran nggak merasa ya..?" seru Alea kesal. mereka memang bisa ber bincang santai karena mereka masih berada di dalam kota. hingga berjalan dengan santai.


"masak sich...?" ucap Pangeran Lingzhi mengesalkan. namun percakapan mereka tidak bisa di lanjutkan karena mereka harus memacu kuda mereka untuk lebih cepat berjalan.


"Sayang...kita lanjut percakapannya nanti, kau harus menjelaskan semuanya padaku..." seru pangeran Lingzhi dari belakang. Alea hanya melihat sekilas sambil tersenyum.


Mereka mulai melanjutkan perjalanan dengan cepat. agar segera sampai di kerajaan Shi .


Maaf udah dulu ceritanya ya... aku lanjut besok lagi. jangan lupa like, komen , dan votenya author tunggu selalu.


Bagi umat muslim selamat menunaikan ibadah puasa ya..🙏🙏

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2