
Di istana milik Selir Qin terlihat Selir Qin marah besar, dia melemparkan beberapa barang mahal di dalam kamarnya.
"Dasar wanita ja***g...kenapa harus dia yang di pilih Putra Mahkota. Kenapa Yulian yang cantik tidak bisa membuat hati Pangeran Lingzhi jatuh .cinta. Dasar gadis bodoh, bisa- bisanya dia kalah dengan gadis dari kerajaan Long itu, gadis rendah, cantik juga kalah jauh dari Yulian, apa sich istimewa dia, sampai - sampai baginda dan permaisuri menyukai gadis itu bodoh...!" teriaknya marah. Dia melempar barang apa saja yang ada dekat dengannya.
Sedang para pelayan dan dayang tidak ada yang berani mendekati sang Selir. Mereka takut terkena barang yang melayang. Namun saat para pelayan mendengar Selir Qin menjelekkan Alea, mereka saling pandang, apalagi kecantikan Alea di bandingkan dengan gadis keponakan dari selir Qin yang manja itu, mereka rasanya ingin tertawa. Mereka sudah tahu kehebatan Alea dan kebaikan Putri Mahkota. Sebenarnya mereka pada iri pada pelayan atau dayang yang ada di kediaman putri Alea. Kata mereka, Putri Alea menganggap kalau mereka bukan dayang atau pelayan, kata Alea menganggap mereka bagai keluarga bukan pelayan atau dayang . Mereka di ajarkan untuk saling bantu dan tolong- menolong sesama teman, dan mereka juga merasakan makanan apapun yang di makan putri Alea. Mereka juga bercerita terkadang Putri Alea suka memasak di dapur dan masakannya sangat lezat sekali , makanan yang tak pernah mereka makan selama hidup mereka.
mereka iri, kenapa mereka tidak di pilih untuk tinggal di istana putri Alea.
Dan sekarang mereka mendengar Putri Secantik Putri Alea di bandingkan dengan gadis manja seperti putri Yulian, dan kehebatan putri Alea masih di pertanyakan..?apa nggak salah Selir Qin.. fikir para pelayan dan dayang yang ada di sekitar kamar Selir Qin. Rasanya mereka ingin mentertawakan kebodohan selir Qin.
Tak berapa lama kegaduhan itupun berakhir dan terdengar teriakan Selir Qin
"Dayang Sio...!" teriaknya nyaring.
"Hamba Selir..." seorang Dayang paruh baya masuk kedalam kamar selir Qin.
"Panggil beberapa pelayan untuk membersihkan ruangan ini sampai bersih . dan panggil kepala pelayan untuk menghadap diriku...!" ucapnya memerintah.
"Baik yang Mulia... hamba undur duri.." ucap pelayan tadi sambil menunduk dan berjalan keluar ruangan itu. Setelah memanggil beberapa pelayan ,dayang tua tadi keluar dari istana milik selir Qin. Tanpa di sadari selir Qin seekor burung parkit duduk dengan malas di lubang Angin mendengar dan melihat perbuatan Selir Qin. Dia sangat marah ketika Seller Qin menjelekkan dan mengucap kata kasar untuk Alea. Ingin rasanya dia menghajar wanita itu agar dia jerah.
Tak lama dia melihat kalau dayang yang di suruh Selir Qin sudah kembali.
"Hamba menghadap Selir..." kata dayang itu .
"Mana kepala pelayan...?" tanya Selir Qin dengan wajah masih marah.
"Maaf Selir...kepala pelayan sejak tadi pagi pergi dan belum kembali..." ucap dayang itu.
"Brengsek...kemana dia pergi...!" serunya marah.
"Hamba tidak tahu Yang Mulia...hamba sudah menanyakan pada beberapa pelayan, mereka tidak tahu kepergian kepala pelayan .." jawab Dayang itu dengan wajah ketakutan.
"Cih..dasar kepala pelayan sialan, kemana dia pergi...kau..tunggulah sampai dia datang, lalu suruh dia kemari.!" kata Selir Qin penuh kemarahan.
"Baik yang Mulia..." ucap Wanita itu lalu mohon diri.
"Dasar bodoh semua...bagaimana caraku mencari seseorang untuk memberikan racun pada makanan putri sialan itu, dengan membiarkan dia kelaparan , tidak ada gunanya. andai aku tidak mendengarkan perkataan Mongli , pasti wanita sialan itu sudah kuberi racun tempo hari ..." ucapnya perlahan sambil berfikir. Mendengar perkataan Selir Qin yang akan memberi racun pada Alea, Eagle sangat marah.
"Dasar wanita serakah, kau akan meracuni gadis kecil kami...? Ha ha ha.. Lihat sendiri akibat kalau kau mengusik gadis racun itu.." seru Eagle sambil tertawa.
"Baiklah mungkin sudah cukup pengintaianku, bagaimana dengan Lauyan, apakah dia juga sudah selesai..?" kata Eagle sambil terbang meninggalkan kamar Selir Qin. Ketika dia sampai di depan istana milik pangeran Lingzhi, dia melihat Lauyan juga sudah terbang kembali .
"Kau sudah kembali..." tanya Eagle pada Lauyan.
"Iya...kau sendiri sudah selesai...?" tanya Lauyan pada Eagle.
"Sudah...kalau begitu Ayo kita keruang dimensi, sepertinya Pangeran dan Lea'er ada di sana..." ajak Eagle.
"Ayo...." mereka segera terbang kedalam dan tak lama menghilang dari pandangan orang . Ketika sampai di dalam ruang dimensi mereka melihat Putri dan Pangeran sedang berkultivasi di bawa air terjun. Merasakan keberadaan Lauyan dan Eagle. Alea segera menyudahi kultivasinya. Begitu juga dengan pangeran Lingzhi. Mereka segera keluar dari dalam air terjun. Karena dalam keadaan basah mereka mengeringkan tubuh mereka dengan cara menyalurkan tenaga dalam mereka. Dalam sekejap saja baju dan rambut mereka telah kering. dengan santainya Alea dan Pangeran Lingzhi mendekati keenam hewan kontrak mereka. mereka duduk di bawah pohon kehidupan untuk berbincang.
"Gimana gege...apakah kalian sudah berhasil menemukan siapa yang bertanggung jawab masalah Alea...?" tanya Alea pada Lauyan dan Eagle.
"Sudah Lea'er...ada dua orang..." jawab Eagle.
"Dua orang...? Tanya Alea tak percaya.
"Iya..mereka Selir Qin dan Pangeran ketiga..." jawab Lauyan.
"Apaa...Selir Qin...?" tanya putra Mahkota kaget.
"Benar pangeran...mereka berbuat itu karena ingin menggagalkan perkawinan anda..." jawab Eagle.
"Ya ampun...mana mungkin..." ucap pangeran Lingzhi tak percaya.
"Begitulah kenyataannya Pangeran... kami tadi membagi tugas, Lauyan mengikuti Pangeran Mongli sedang hamba mengikuti Selir Qin..." jawab Eagle lagi.
"Sekarang apa anda siap mendengarkan penjelasan kami, atau anda tak ingin mendengar penjelasan itu.?" tanya Lauyan tenang. Terlihat pangeran Lingzhi bagai tak percaya. Adik ketiganya yang terlihat pendiam dan dingin apa mungkin bisa melakukan perbuatan itu.
"Pangeran apakah kau tak ingin mendengarkan masalahnya...?" tanya Alea lembut. Dia memegang dan menggenggam tangan Pangeran Lingzhi dengan lembut. Melihat pangeran Lingzhi diam saja. Alea menatap kedua gegenya.
"Baiklah kita tidak akan membicarakan ini lagi...." kata Alea selanjutnya.
Walaupun Alea sedikit kecewa pada sang pangeran , namun dia memaklumi perasaannya.
"Sudah jangan di fikirkan lagi, ayo masuk atau kita kembali ke istana saja..?" tanya Alea masih berwajah dan bersuara lembut. Pangeran Lingzhi tetap diam saja. Entah ada apa di dalam fikiran pangeran Lingzhi.
Akhirnya Alea membawa pangeran Lingzhi kembali kekamar di istana pangeran Lingzhi. Sesamoainya di sana, Alea mengajak Pangeran Lingzhi tidur. Namun pria itu tetap diam.
"My Zhi...ada apa...? Apakah kau marah pada kedua gegeku yang mengatakan kebenaran itu...?" tanya Alea . terlihat pangeran Lingzhi ada respon dengan melihat Alea sekilas.
"Baiklah aku meminta maaf padamu atas kedua gegeku, maafkan aku , aku yang meminta pada mereka untuk menyelidiki ini..." kata Alea sambil tersenyum. Walau dalam hati ada kesedihan saat seseorang yang dia sayangi mengabaikan dirinya . Mereka para gegenya melakukan itu karena mereka menghawatirkan dirinya. Terlihat pangeran Lingzhi pergi tanpa menjawab perkataannya. Alea memandang kepergian pangeran Lingzhi dengan hati kecewa. Setelah melihat kepergian pangeran Lingzhi , Alea segera pergi kembali kedalam ruang dimensi . sesampainya di sana, dia menemui keempat gegenya.
"Maafkan aku Lea'er...?" jawab Lauyan dan Eagle pelan.
"Tidak masalah gege...semua bukan salah gege. Aku yang ingin tahu kebenarannya. Ada apa sebenarnya, hingga mereka melakukan itu padaku, tingkah mereka ramah ...?" tanya Alea.
"Pangeran ketiga melakukan itu karena dia mencintaimu Lea'er..." jawab Lauyan sambil menatap Alea.
"Apaa...mencintaiku..? Kau nggak salah ngomongkan gege...?" tanya Alea tak percaya.
"Tidak Lea'er...dia sangat mencintaimu, dia terobsesi padamu..dia melakukan itu karena dia ingin merebut dirimu dari tangan pangeran Lingzhi , namun semuanya gagal karena kau tidak jatuh pingsan dan pernikahan itu terus berlangsung...dan kau tahu rencana dia selanjutnya...?" tanya Lauyan.
"Apa...?" tanya Alea dengan wajah bertanya.
"Dia ingin menculikmu dan ingin membawa dirimu pergi dari Kerajaan ini dan jauh dari pangeran Lingzhi.." kata Lauyan tenang.
"Apa - apaan...apa dia sudah gila...!" seru Alea kesal.
"Benar...dia sudah gila padamu, dia tidak ingin kerajaan, dia tidak ingin kedudukan, dia hanya ingin memilikimu dan ingin pergi jauh bersamamu...hanya itu yang dia inginkan..." lanjut Lauyan.
"Dasar gila...emang aku mau dengan dia...sembarangan...!" ucap Alea kesal.
"Itulah cinta Lea'er...bisa membuat orang gila..." kata Xiao Bai sok tahu.
"Emang gege pernah jatuh cinta...?" tanya Alea.
"Nggak juga sich..." jawab Xiao Bai cuek. Mereka semua tertawa mendengar ucapan dari Xiao Bai.
"Lalu kalau Selir Qin gimana...?" tanya Alea lagi.
"Kalau dia lain ceritanya Lea'er... sebenarnya dia menginginkan kedudukan Putra Mahkota, tapi sang putra tidak akan mampu mengalahkan pangeran Lingzhi, jadi dia ingin keponakan dia yang jadi Putri Mahkota. Sebenarnya dia ingin membunuhmu dengan racun..untunglah niatnya di ketahui Pangeran Mongli, jadi dia menghalangi. Dan akhirnya cara itu yang dia lakukan, tapi sekarang dia akan menyuruh seseorang intuk memberikan racun itu pada makananmu...?" kata Eagle dengan nada marah.
__ADS_1
"Apakah dia bisa...?" tanya Alea.
"Si gadis racun mau di racun..." kata White.
"Tapi lebih baik aku berjaga- jaga, gege White lebih baik kau bersamaku saat siang hari..." kata Alea lagi.
"Baik Lea'er..." jawab White.
"ist...aku mempunyai ide, tapi aku akan keluar dulu, mungkin besok aku akan kemari lagi, di sana mungkin sudah malam.." kata Alea, dan dalam sekejap dia sudah hilang dari pandangan.
Sesampainya di kamar, Alea belum melihat keberadaan pangeran Lingzhi, dia lalu tidur tanpa mengganti baju nya. Dia tidur menghadap dinding. Dia tak ingin aksi diem Pangeran Lingzhi berlanjut.
Tapi kalau sang Pangeran tetap seperti ini dengan terpaksa dia akan membiarkan tempat permaisuri di gantikan gadis lain, dan dia akan menjauh dari pangeran Lingzhi selamanya. Hampir satu jam lebih Alea menanti sang pangeran. Namun ternyata
Pangeran Lingzhi tidak datang juga.
Tiba- tiba Alea merasakan kekesalan dalam hatinya.
"Sabar...sabar...aku harus sabar menghadapi semua ini..." ucap Alea dalam hati. Dia mengusap dadanya lembut. Tak berapa lama Alea tertidur.
Malampun berganti pagi. Alea terbangun saat matahari menerobos masuk kedalam kamarnya. Setelah membuka matanya, Alea melihat kesamping, dan dia tidak melihat keberadaan Pangeran Lingzhi . Saat tempat tidur dia pegang , ternyata terasa dingin dan itu bertanda pangeran Lingzhi tak kembali kekamar tadi malam . Melihat semua itu ada perasaan sakit di hatinya. Namun dia bergegas pergi kekamar mandi. Dan ternyata air panas sudah tersedia. Alea pun segera mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi dia melihat para Pelayan sudah datang. Begitu juga dengan Sella dan Gita. Melihat sang Putri sudah keluar, Gita segera menghampiri.
"Selamat pagi putri...?" tanya mereka bersamaan.
"Pagi ....ayo bantu aku memakai baju..." kata Alea yang masih memakai baju dalaman saja .
"Baik Putri..." jawab Gita.
"Oh ya...apa kak Mimi ada di depan...?" tanya Alea .
"Ada putri..." jawab Gita.
"Tolong panggilan kan dia Gita..." kata Alea .
"Baik Putri...." jawab Gita.
Gitapun keluar dari kamar Alea. Tak berapa lama terlihat Gita dan Mimi masuk kedalam.
"Putri...kau memanggilku...?" tanya Mimi sambil berdiri di depan Alea. sedang Gita mulai membantu Sella memakaikan baju pada Alea.
"Kak...apakah pangeran tadi malam tidak pulang....?" tanya Alea tenang .
"Aku tidak melihat dia datang Lea'er..." jawab Mimi .
"Oo..mungkin ada tugas di luar...Baiklah ...kakak boleh pergi ..." kata Alea lembut dia menutupi masalah mereka . dia tak ingin Mimi dan kedua pelayannya tahu apa yang sedang terjadi padanya . Mimi segera keluar dari kamar Alea .
"Gege Eagle kau bisa membantuku...?" tanya Alea sambil berjalan duduk di depan meja rias karena akan di ikat rambutnya
"Kenapa kau tanyakan itu...tentu saja bisa Lea' er..." kata Eagle .
"Tolong kau cari pangeran Lingzhi , jangan kau katakan apapun, lihat saja dimana dia..." kata Alea sabar.
"Baik Lea'et..." jawab Eagle.
Tak lama keluarlah seekor burung pipit dari kamar Alea melalui cendela.
"Putri kau telah rapi...apa masih ada yang harus kami kerjakan putri...?" tanya Gita dan Sela. Alea melihat sekilas pantulan dirinya di kaca perunggu di depannya. terlihat wanita anggun berada di sana. Walah wanita itu datar seperti biasa.
"Siapkan makanan ringan dan teh buatku.." kata Alea.
Sela dan Gita segera keluar dari ruangan itu.
Sedang Alea berjalan kearah cendela dan berdiri di cendela menatap halaman yang terlihat memiliki bunga sakura persis di sebelah kamar pangeran Lingzhi.
Tak berapa Lama Gita dan Sela masuk membawa nampan berisi kue dan Teh. segera menatanya di atas meja kamar.
"Trimakasih...Gita, Sela..." kata Alea sambil menatap kedua pelayan khusus miliknya yang sudah dia anggap bagai sauda .
"Sama- sama Putri..." jawab mereka. lalu mereka segera keluar dari dalam kamar Alea. Tak berapa lama Eagle datang.
"Lea'er aku datang..." kata Eagle sambil hinggap di atas almari.
"Di mana dia gege...apakah kau menemukan dia...?" tanya Alea dengan tenang.
"Dia berada di rumah Guansi. Dia bersama kedua pengawalnya. Sepertinya dia juga tidur di sana bersama kedua pengawalnya..." kata Eagle . Alea terlihat tenang, walaupun hatinya kini sangat kecewa. Dia kecewa kenapa Pangeran Lingzhi tidak menyelesaikan permasalahananya dengan tenang , kenapa harus pergi menghindar.
"Trimakasih gege, gege boleh kembali, sebentar lagi aku mau kesana kok.." kata Alea .
"Baik...aku pergi Lea'er..." kata Eagel.
Alea hanya menganggukkan kepalanya.
Dia berjalan kearah meja dan memakan sedikit makanan ringan dan meminum tehnya. Setelah itu dia berdiri dan berseru.
"Kak Mimi..apakah kau ada di depan ...!" seru Alea memanggil Mimi.
Tak lama Mimi masuk kedalam .
"Anda memanggilku Putri...?." tanya Mimi .
"Kak...aku akan keruang dimensi...kalau ada yang mencariku bilang aku sedang istirahat, dan jika pangeran Lingzhi datang suruh dia memanggilku...?" kata Alea .
"Baik Lea'er..." jawab Mimi. Tak lama Aleapun hilang dari pandangan Mimi.
Sesampainya di dalam ruang dimensi. Alea sudah di tunggu ke empat mahluk kontraknya, dia segera menghampiri mereka.
"Lea'er...kau tidak apa- apa kan...?" tanya Eagle khawatir. mereka tahu masalah itu membuat hati Alea sedih walaupun gadis itu menyembunyikan dengan pintar .
"Tidak gege...aku tidak apa- apa...gege apa yang sedang di lakukan pangeran saat ini...?" tanya Alea dengan wajah tenang.
"Dia sedang duduk dengan wajah gelisah. Jihao dan Guansi sepertinya sedang membujuknya..." jawab eagle lagi.
"Bisakah kalian berdua kembali mengawasi Selir Qin dan pangeran ketiga...?" tanya Alea pada Lauyan dan Eagle.
"Bisa Lea'er..." jawab mereka serempak.
"Trimakasih gege...aku akan membuat sesuatu untuk kejutan pada mereka, sekarang pergilah kalian berdua, gege White dan gege Xiao Bai bantu aku di laboraturiumku..." kata Alea sambil menatap mereka berempat.
"Baik Lea' er..." jawab mereka berempat.
Eagle dan Lauyan segera menghilang sedang Alea pergi ke laboraturiumnya bersama White dan Xiao Bai.
__ADS_1
Sesampainya di laboraturium miliknya , Alea segera mempersiapkan beberapa bahan tanaman obat . ada yang di ambil dari ladang tanaman obat ada yang di ambil dari ruang pengawet.
"Kau mau membuat apa Lea'er..." tanya Xiao Bai.
"Racun...!" jawab Alea tenang.
Kedua mahluk kontraknya kaget mendengar perkataan Alea.
"Racun...? Racun apa...?" tanya Xiao Bai lagi.
"Kalian akan tahu nanti..." jawabnya sambil tersenyum devil.
Melihat senyum Alea, White dan Xiao Bai bergidik ngeri. Tak lama merekapun terlihat sibuk sekali. Hingga sore hari Alea dan kedua hewan kontraknya baru keluar dari laboraturium milik Alea.
"Fuu...ternyata hari sudah sore , gege... Aku akan membuatkan makanan untuk kalian, semoga gege Lauyan dan gege Eagle segera kembali.." kata Alea sambil berjalan masuk ke istananya.
"Baguslah Lea'er aku sudah lapar .." kata White.
"Baik...aku akan membuat makanan yang enak dengan cepat..!." jawab Alea , dia menghilang kedalam istana.
Satu jam kemudian Alea memanggil kedua hewan kontraknya itu. Dan ternyata Eagle dan Lauyan belum datang. Merekapun segera makan bersama. Setelah makan dan membersihkan dapur di bantu White dan Xiao Bai , Alea memilih masuk kamar dan tidur di istananya. Keesokan Harinya, Pagi- pagi sekali Alea sudah bangun. Dia pergi ke air terjun untuk berkultifasi. Dan dia berkultifasi selama tiga hari tiga malam hingga dia mendapatkan kenaikan tingkat kultivasinya. Kini dia berada di tahap Awal langit atau tingkat oren Awal.
Setelah mendapatkan peningkatan kultivasinya Alea segera menyudahi meditasinya.
"Selamat Lea'er...kau sudah berada di tahap langit oren awal..." ucap Xiao Bai.
"Selamat Lea'er..." kata White Pula.
Begitu juga Lauyan dan Eagle yang sudah datang memberi selamat pada Alea.
"Trimakasih gege...lo kalian sudah datang...?" tanya Alea pada Lauyan dan Eagle.
"Kami sudah datang kemaren Lea'er..." jawab Lauyan.
"Gimana penyelidikan kalian dan apakah Pangeran Lingzhi tidak pulang...?" tanya Alea pada Lauyan dan Eagle.
"Penyelidikan gege pada pangeran Mongli tidak terlalu ada gerakan Lea'er.. Hanya aku melihat kalau pangeran Mongli terlihat sangat sedih dan sedikit pucat. Sepertinya dia sakit Lea'er..." kata White.
"Kalau soal Selir Qin kemaren keponakannya datang , mereka sepertinya merencanakan sesuatu. Tentang racun yang akan mereka berikan pada dirimu , mereka telah menyuruh seorang pelayan untuk membubuhkan racun itu pada makananmu..dan tentang pangeran Lingzhi aku melihat dia tidak kembali ke istana..." ucap Eagle.
"Baguslah kalau mereka sudah mulai bergerak ..." jawab Alea.
"Oh ya kalian tunggu disini. aku punya sesuatu untuk mereka, tapi aku akan mencobanya lebih dahulu...." kata Alea sambil melangkah kearah labiraturiumnya dan dia masuk kedalamnya. tak berapa lama dia datang lagi sambil membawa dua botol yang berisi beberapa pil di dalam botol itu.
"Apa itu Lea'er...?" tanya Eagle.
"Racun hadiah untuk selir Qin dan keponakannya..." jawab Alea sambil kembali tersenyum devil.
Melihat senyum Alea keempat mahluk kontraknya hanya bisa bergidik ngeri.
"Gege...apakah kau bisa membawa salah satu serigala kemari...? oh ya gege... apakah makanan untuk mereka masih ada...?" tanya Alea.
"Tenang Lea'er...ternyata setelah kau mendapatkan cincin giok pasangan dari ketiga giok itu. aku menemukan ada hutan kecil di ujung lembah yang penuh dengan hewan - hewan jinak seperti kijang , Ayam , kelinci, rusa dan monyet. jadi kami akan berburu jika makaan buat mereka habis..." jawab Xiao Bai .
"Benarkah...kapan- kapan aku ikut berburu gege..." kata Alea gembira.
"Baik...kita akan berburu bersama- sama.." jawab Xiao Bai.
"kalau begitu tolong gege bawakan satu serigala kesini..." kata Alea lagi.
"Baik Lea'er..." jawab kembali Xiao Bai. Dia segera pergi kebalik bukit. tak berapa lama dia telah datang bersama seekor serigala yang cukup besar.
setelah berada di depan Alea , serigala besar itu tidur dengan kepala di depan menunduk pada Alea.
"Bangunlah...." kata Alea lembut. serigala itu lalu berdiri.
"Maaf..kau akan kujadikan percobaan, tapi tenang saja kau tidak akan mati.. apakah kau mau...?" tanya Alea.
"Aauuuu...." terdengar lolongan pelan serigala itu sambil mengangguk- angguk.
"Trimakasih...sekarang makanlah pil ini..." kata Alea sambil memegang kepala serigala itu lalu memasukkan sendiri satu pil kedalam mulut serigala itu. demi keamanan lingkungan Alea memasukkan serigala itu kedalam ruangan kecil . dan tak berapa lama terlihat serigala itu melolong- lolong seperti serigala yang ketakutan, lalu berguling- guling. melihat itu Alea tersenyum. dia segera memasukkan pil yang ada di botol lain kedalam mulut srigala . tak berapa lama serigala itu diam. beberapa saat kemudian dia berdiri dan menunduk pada Alea.
"Trimakasih...sekarang mandilah di air terjun..." kata Alea. serigala itu segera pergi ke air terjun. Sedang Alea keluar dari ruangan itu.
"Gege...apakah diantara kalian ada yang bisa memasukkan pil ini kedalam makanan yang di makan Selir Qin dan Keponakannya...?" tanya Alea.
"Kami bisa Lea'er..." kata Eagle .
"Baguslah... aku ingin kalian memasukkan pil itu kedalam makanan yang akan di makan oleh kedua wanita itu setelah aku keracunan .." kata Alea.
"Maksudmu kau akan membiarkan racun itu masuk kedalam tubuhmu...?" tanya Eagle kaget.
"Benar..." jawab Alea.
"Lea'er...apakah tidak membahayakan buatmu...?" tanya White ketakutan.
"Gege...apakah kau lupa kalau racun berkadar rendah tidak mempan terhadap tubuhku...?" kata Alea lagi.
"Tapi aku yakin kalau dia akan memberikan racun kuat buatmu,jika itu terjadi lalu apa yang harus kami lakukan..?" tanya Eagle khawatir .
"Aku akan melindungi bagian vital tubuhku agar tidak terkena racun, dan kau tahu bagian vital tubuh manusia adalah jantung. jadi jika aku sudah mulai keracunan. dan tabib datang kalian semua keluarlah , dan setelah tabib memeriksaku, minumkan ini tanpa setahu pangeran Lingzhi dan para tabib , pil ini akan cepat menetralkan racun apapun yang masuk ke tubuhku. Tapi mereka tidak akan menyadari itu, karena mereka akan melihat diriku masih keracunan parah. dan berpura- puralah sedih. jika Pangeran Lingzhi meminta kalian menolongku, bilang kalau kalian tidak tahu soal pengobatan racun . apa kalian paham gege...?" kata Alea.
"Baik Lea'er..." jawab mereka berempat secara serempak. Alea segera memberikan botol giok yang berisi beberapa pil racun untuk Selir Qin dan keponakannya.
"Berikan ini satu atau dua pada masing- masing orang. dan pada botol hijau ini ,pil yang harus kalian berikan padaku di saat aku keracunan . di sini ada dua, kalian bisa memberikan padaku satu saja. ingat jangan sampai pangeran Lingzhi tahu itu. nanti aku akan sadar sendiri setelah beberapa hari..." kata Alea.
"Bagaimana jika tabib memberimu obat lain Lea'er...?" tanya Lauyan.
"tidak masalah...obat itu akan menjadi netral sendiri karena terpengaruh obat ini.
"Bagaimana jika kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu khawatir..." tanya Lauyan.
"Besok kita akan pergi diam- diam ke penginapan menemui Kakek dan Ayah.." jawab Alea.
"Baiklah kalau begitu Lea'er..." kata Eagle.
"Ya sudah aku pergi dulu. dan gege White ikut aku . agar aku tahu makanan mana yang beracun agar aku tidak menyia- nyiakan hadiah dari Selir Qin.." kata Alea sambil tersenyum devil.
"Baik Lea'er..." jawab White.
White segera berubah menjadi ular pitih kecil dan melingkar manis di tangan Alea . Dan tak lama mereka menghilang dari pandangan ketiga mahluk kontrak Alea.
__ADS_1
sekian dulu ceritanya ya...besok aku sambung lagi. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung.