
Pangeran Lingzhi berdiri dari tempat duduknya.
"Kita keruangan Ayahanda..." kata pangeran sambil berjalan keluar ruangan.
"Hamba yang mulia...." jawab Jihao.
Dia berjalan mengikuti di belakang pangeran Lingzhi . Dengan wajah dingin Pangeran Lingzhi berjalan di koridor kerajaan . Saat berpapasan dengan para pelayan ataupun prajurit kerajaan , mereka merasa ketakutan saat melihat wajah pangeran Lingzhi yang dingin itu. Mereka hanya menunduk hormat dan cepat- cepat pergi setelah melihat sang pangeran berlalu meninggalkan mereka.
Ketika sampai di istana , kasim Su kepercayaan raja yang berada di depan pintu istana segera berteriak
"Pangeran lingsi tiba...." seru kasim Su.
Sedang pangeran Lingzhi langsung masuk kedalam istana.
"Salam Ayah..salam Bunda...." seru pangeran Lingzhi memberi salam pada kedua orang tuanya. Dia segera menekuk kedua kakinya dengan posisi lutut kaki kiri menekan lantai. serta tangan kanan mengepal dan di satukan dengan telapak tangan kiri di depan dada dan kepala menunduk. Begitupun dengan Jihao dia mengikuti perbuatan Pangeran Lingzhi.
"Salam sejahtera bagi Raja dan permaisuri, semoga berumur panjang ..." kata Jihao memberi salam.
"Salam kalian Aku terima, duduklah kalian berdua...." kata sang raja dengan lembut . permaisuri Shulia hanya tersenyum melihat sang putra datang menghadap .
"Trimakasih Ayah..." ucap Pangeran Lingsi.
"Trimakasih Baginda..." kata Jihao perlahan.
Pangeran Lingzhi segera duduk di kursi yang tidak terlalu jauh dari singgasana sang Raja. Sedang Jihao berdiri di sebelah pangeran.
"Ada apa kau datang menghadap Ayah , putraku..." tanya Raja Rong Kyu sambil menatap putra Mahkota.
"Hamba mendengar kalau Raja We akan berkunjung ..?apa benar itu Ayah...?" tanya Putra Mahkota.
"Benar nak...hari ini mereka akan datang kemari... Ada apa...? Kenapa kau tanyakan itu...?" tanya sang Raja.
"Apakah ada sesuatu yang akan Ayah rundingkan denga beliau Ayah...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap sang Ayah curiga.
"Tidak...Raja We hanya ingin berkunjung ke kerajaan kita... Memangnya ada apa Pangeran...?" tanya Kembali sang Ayah.
"Tidak ada ayah...hanya ananda minta pada Ayah, jika nanti Raja We ingin menjodohkan hamba dengan putrinya, hamba mohon ayahanda menolaknya, karena hamba tidak ingin menikah denga. putrinya....." kata pangeran Lingzhi dengan tegas.
Raja Rong Kyu tersenyum mendengar perkataan pangeran Lingzhi, karena dia tahu gadis yang sedang menggoda hati sang putra Mahkota. Begitupun dengan permaisuri . dia juga tersenyum menatap putra Pertamanya itu.
"Kenapa...apa kau tidak menyukai putri Asuya...?" tanya sang Ayah.
"Tidak sama sekali ayah..." jawab pangeran Lingzhi tegas.
"Apakah ada wanita lain yang kau sukai...?" goda Raja Rong Kyu kembali.
"Benar Ayah...hamba telah memiliki calon permaisuri sendiri..." jawabnya dengan tegas.
"Kenapa kau tidak pernah membawanya kemari nak...apakah Ayah dan Bunda mengenalnya...?" tanya sang bunda.
"Ayah dan Bunda mengenalnya...untuk saat ini hamba belum bisa membawanya kemari, suatu saat ananda akan membawanya kemari sebagai calon istri hamba Bunda..." jawab pangeran Lingzhi dengan wajah percaya diri .
"Bagus anakku...bawa dia kemari sebagai calon istrimu, dan Ayah akan bangga saat kau bisa memilikinya..." kata Raja Rong Kyu dengan senyum di bibirnya.
Mendengar perkataan sang Raja, Pangeran Lingzhi kaget. Begitu juga dengan Jihao yang ada di sebelahnya.
"Ayah...apakah Ayah sudah tahu gadis yang hamba maksud...?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah tanya.
"Kau fikir kau bisa menyembunyikan perasaanmu di depan Ayah dan Bundamu...tentu saja kami tahu siapa dia, dan kami sangat menyetujui pilihanmu, tapi sepertinya kau akan kesulitan mendapatkan dia...?" kata sang Raja menggoda kembali .
Terlihat senyum bahagia di wajah tampan pangeran Lingzhi.
"Jangan khawatir Ayah, Bunda..hamba pastikan kalau hamba bisa menjadikan dia permaisuri hamba..." jawab pangeran Lingzhi penuh percaya diri .
"Bagus...Ayah dan bunda akan selalu mendukungmu, dan soal keinginan Raja We, jangan kau masalahkan itu..." kata sang Raja meyakinkan.
"Trimakasih Ayah...kalau begitu hamba mohon pamit..." ucap Pangeran Lingzhi undur diri bersama Jihao.
"Pergilah...ingat..bawakan menantu Ayah kemari secepatnya..." kata Raja Rong Kyu kembali.
"Pasti Ayah..." ucap pangeran Lingzhi sambil tersenyum bahagia menatap kedua orang tuanya yang menatapnya dengan tersenyum.
Setelah sang putra Mahkota keluar dari istana, Raja Rong Kyu berkata pada sang Permaisuri.
"Apakah putramu bisa mendapatkan gadis yang kau sukai itu menjadi menantumu Bunda...?"kata Raja pada permaisuri Shulia.
"Hamba yakin Baginda...hamba yakin putra hamba mampu membuat gadis cantik itu menjadi calon permaisurinya.." jawab permaisuri Shulia dengan yakin.
"Lalu gimana dengan gadis putri sahabatmu itu,...." tanya sang raja.
"Tenang saja Baginda...bukankah hamba belum menyetujui perjodohan itu, lagian putra kita tidak menyukai putri Lan Wen.." jawab permaisuri lagi .
Waaah...ternyata Alea mendapat lampu hijau dari camer nich 😂😂
Sementara itu Alea dan ketiga sahabatnya sedang dalam perjalanan keluar dari hutan Halimun. mereka berjalan dengan cepat kembali ke perbatasan hutan. Agar tidak mendapatkan hambatan dari binatang buas, Alea meminta salah satu hewan kontraknya mengeluarkan aura mistis mereka. Dan akhirnya Lauyan dan White menemani Alea, mereka keluar dari ruang dimensi. White melingkar di tangan lembut Alea, sedang Lauyan bertengger dengan manis di pundak Alea. Saat melihat burung cantik berwarna kuning keemasan berada di pundak Alea, Saojin yang melihat lebih dahulu berseru .
"Hanpey...sejak kapan kau menemukan burung yang ada di pundakmu itu..." serunya gembira.
Mendengar seruan Saojin kedua temannya melihat pundak Alea. Mereka melihat seekor burung cantik berwarna kuning keemasan bertengger di bahu kanan Alea dengan tenangnya. Melihat itu Alea tersenyum.
"Dia Yan ge si burung phoenix..." jawab Alea tenang.
__ADS_1
Mereka bertiga ternganga takjub melihat burung kecil itu.
"Kau memanggilnya gege...?" tanya Xio Mei heran .
"Iya...aku menganggap mereka kakak, saudara, teman, sekaligus sahabat..." jawab Alea.
Mendengar perkataan Alea mereka bertiga merasa salut dan bangga menjadi teman Alea juga. Namun pembicaraan mereka terhenti ketika tiba- tiba di depan mereka berdiri empat orang pria bertubuh kekar dan berwajah sangar, namun salah satu dari mereka ada yang berwajah bersih dan tampan.
"Waah...kita ketemu lagi Saojin..." seru pria yang berwajah bersih.
"Ada apa kau menghalangi perjalanan kami Cuki....?" kata Saojin sinis.
"Ha ha ha...ternyata kau masih tetap sombong ya...? Jangan kau puas karena telah mengeluarkan aku dari perguruan Calang , kau fikir kau akan lepas dari tanganku baj****n...?" teriak pria yang bernama Cuki marah.
"Kau keluar dari perguruan Calang bukan kesalahanku....tapi perbuatanmu sendiri yang mengeluarkan dirimu dari sana..." jawab Saojin sinis.
Melihat tingkah mereka, Alea menyadari kalau ada masalah di antara mereka berdua yang membuat mereka bermusuhan, dan dari perkataan mereka Alea menyadari kalau pria yang bernama Cuki itu pernah belajar di perguruan Calang.
"Brengsek...kalau kau tidak mengadukan pada guru, mana mungkin mereka akan tahu dan mengeluarkan aku...!" teriaknya marah.
"Hey...bukankah kau sudah tahu kalau bukan aku yang melaporkan mu, tapi kenapa sekarang kau menyalahkan aku..?" seru Saojin tersulut emosinya.
"Masa Bodoh.. sekarang kita bertemu di sini, dan jika kau kubunuh saat ini, tak akan ada yang tahu apa yang terjadi padamu... dan kalian bertiga juga harus mampus di tangan kami..." kata Cuki dengan wajah sombong.
"Urusanmu hanya denganku bukan dengan mereka , jadi kita selesaikan itu antara kita..." kata Saojin marah.
"Ha ha ha...apakah teman- temanmu hanya seorang pengecut...?" tanya dia mengejek.
"Kauu....." seru Saojin Marah.
Alea memegang tangan Saojin lembut.
"Kak biarkan saja kalau mereka menginginkan bermain dengan kita...bukankah kita sudah dua hari tidak berolahraga...?" kata Alea datar.
Alea memindahi mereka satu- persatu. ternyata mereka memiliki kultivasi di ranah kaisar semua. hanya satu orang yang ada di rana kaisar tingkat lima. sedang Cuki musuh Saojin serta kedua temannya berada di ranah kaisar tingkat dua dan yang satu masih di rana awal kaisar.
"Bagus...ternyata temanmu lebih berani darimu..." ejek Cuki.
"Baiklah kalau itu permintaan mu..." jawab Saojin.
"Kak...hadapi dia dengan sabar...kontrol emosi kakak, sepertinya kultivasi dia sama dengan kakak...jadi biar aku akan menghadapi pria berbaju hijau, karena dia lebih kuat dari yang lain, sedang kak Yunja dan kak Xio Mei bisa menghadapi sisahnya...." kata Alea pelan.
"Bagus Hanpey...kalau begitu ayo kita hajar mereka bersama...sudah sejak tadi tanganku gatal ingin memukul kepala seseorang...." kata Yunja gemas.
Dan akhirnya pertempuran pun terjadi pada mereka. mereka mendapatkan satu lawan satu. seperti perhitungan Alea, Dia mendapatkan lawan Pria yang berpakaian hijau yang memiliki kultivasi lebih tinggi dari keempat orang itu.
Pertempuranpun terjadi sangat seru, hingga beberapa saat kemudian pihak lawan terdesak.
"Lea'er hati- hati...dia memiliki ilmu hitam kata Lauyan .
"Biarkan aku mengambil asap itu Lea'er..." seru White. Asap beracun dari ilmu hitam merupakan hawa racun yang sangat berbahaya bagi manusia, namun asap itu akan membuat kekuatan White bertambah. Asap racun dari tenaga dalam aliran hitam bagai tonic buat White.
"Baik White ge..."jawab Alea. dia segera mengarahkan lengan kirinya kearah asap hitam yang akan menyerang mereka. Tak berapa lama terlihat seluruh asal hitam yang ada di udara tersedot kearah tangan Alea yang mengepal di udara.
Kontan saja pria yang telah mengeluarkan asap hitam itu kaget bukan kepalang. terlihat tubuhnya bergetar karena takut.
"Siapa kau...!" serunya ketakutan.
"Aku...? tentu saja aku teman kak Saojin.. aku murid perguruan Calang..." kata Alea dengan wajah polosnya.
"Tidak...tidak mungkin...kau pasti bukan murid perguruan Calang..." serunya dengan panik.
"Ya ampuun...kau itu sudah tua tapi kok ngeyelan sich... aku ini murid perguruan Calang..." kata Alea lagi.
"Cuki...kita pergi sekarang...!" teriaknya ketakutan.
"Tapi tuan...." seru Cuki protes.
"Kalau kau ingin berkelahi , berkelahila sendiri, kami akan pergi..." seru pria itu lagi, dan dia segera pergi dengan wajah ketakutan. melihat orang itu pergi, kedua temannya ikut pergi juga. dan akhirnya Cuki mengikuti mereka dengan wajah kecewa.
"tunggu aku akan membalas kekalahanku ini..." teriak Cuki sambil berlari pergi dari hadapan Alea dan ketiga temannya.
"Dasar pria licik..." seru Yunja marah.
"Hanpey dan kalian berdua...maafkan aku..." kata Saojin pelan.
"Ck..bukan salahmu kak...sebenarnya siapa dia.." tanya Alea.
"Dia Cuki , Dia dulu juga murid perguruan Calang..." kata Saojin dengan wajah sedih.
"Jadi dia juga pernah menjadi murid perguruan Calang...?" tanya Alea .
"tiga tahun yang lalu dia di keluarkan dari perguruan..." jawab Saojin.
"Di keluarkan...?" tanya Xio Mei heran.
"Dia di keluarkan karena kesalahan dia sendiri..."kata Saojin menjelaskan .
"Tapi kau yang di salahkan olehnya...?" tanya Xio Mei.
"Benar..." jawab Saojin pekan.
__ADS_1
"Ya sudah..lebih baik kita melanjutkan perjalanan , karena sebentar lagi hari menjadi malam lebih baik kita mencari tempat untuk bermalam..." kata Alea mengalihkan pembicaraan, karena dia merasa Saojin menyembunyikan suatu masalah dari mereka .
"Baiklah ayo kita pergi...semoga sebelum malam kita menemukan tempat yang Aman buat kita..." kata Xio Mei.
Merekapun segera bergerak pergi meninggalkan tempat itu.
Saat hari menjelang petang, mereka menemukan gua yang cukup baik untuk mereka tinggali. setelah memeriksa dan merasa gua itu cukup aman, mereka segera membuat api unggun untuk mengurangi hawa dingin . tak berapa lama mereka tertidur dengan lelap.
Mereka memutuskan tidur lebih cepat karena mereka akan melanjutkan perjalanan mereka pagi- pagi sekali.
💖💖💖💖💖
Keesokan paginya, mereka segera melanjutkan perjalanan mereka kembali ke perbatasan. karena esok hari adalah batas kepulangan mereka.
"Apakah kita tepat waktu sampai di sana..?" tanya Xio Mei sambil berjalan di sisih Alea.
" Kita harus mengerahkan kekuatan lari kita agar kita lebih cepat sampai..." jawab Alea.
"Benar ucapan Hanpey...ayo kita berlari berlomba dengan waktu..." seru Saojin semangat.
Akhirnya mereka berlari dengan cepat berlompatan di antara pepohonan dan jalanan terjal hutan Halimun, mereka tak lagi menghiraukan untuk mengisin perut mereka. Mereka hanya istirahat untuk minum saja. di malam Haripun mereka tak perduli. dengan bantuan petunjuk Arah dari Lauyan, Alea dan ketiga temannya berlari menembus gelapnya hutan Halimun.
Dan usaha mereka berhasil, saat dini hari mereka telah sampai di pinggir hutan Halimun.
Terlihat para guru sudah berada di sana menunggu kedatangan mereka.
sedang Alea dan ketiga temannya yang sedang berlari semenjak kemaren bernafas dengan lega.
"Fuh...akhirnya sampai juga..."seru Xio Mei dengan perasaan gembira.
"Rasa lelah tubuhku hilang seketika melihat kita sudah sampai di sini..." ucap Yunja sambil bernafas lega .
"Betul katamu...semua lelah jadi hilang semua... rasanya aku pingin segera pulang dan mandi berendam ..." kata Alea dengan wajah cerah.
"Ha ha ha..Hanpey...kalau kau berkata seperti itu, sifat gadismu yang berbicara.." goda Saojin sambil tertawa.
pletaak...
"Aaauu...." teriakan Saojin menggema saat kepalanya terkena pukulan Alea.
"Hanpey...sakit tahu...dosa kau berani sama orang yang lebih tua...." seru Saojin pura- pura marah. dia mengusap kepalanya yang terasa sakit.
"Maaf...habis mulut kakak ember..." kata Alea sambil cemberut, sedang kedua temannya tertawa melihat wajah kesakitan Saojin. namun tawa kedua teman Alea segera terhenti saat melihat wajah Alea yang cemberut. begitu pula dengan Saojin, mereka melihat wajah yang sangat cantik dan menggemaskan berada di depan mereka . melihat ketiganya bengong Alea jadi kaget .
"Hey...ada apa dengan kalian...?" tanya Alea bingung. namun ketiganya hanya menatap Alea dengan diam.
"Woooyyy....." seru Alea keras. dan itu baru menyadarkan mereka.
"Kalian kenapa...?" tanya Alea sambil menatap mereka satu persatu.
"Kau cantik banget Hanpey...." kata Xio Mei pelan.
"Ck...kalian ini....ini sudah sampai, jangan lupa janji kalian..." kata Alea memperingatkan.
"Iya ...kami ingat janjin kami....." jawab Saojin. Mereka segera berjalan mendekati para guru yang sudah menunggu mereka.
"Selamat ya...Kalian murid pertama yang datang...?' kata guru Sen pada Alea dan ketiga temannya.
"Trimakasih guru..." jawab mereka serempak.
"Apakah kalian sudah mendapatkan hewan kontrak kalian...?" tanya guru Sen lagi.
"Sudah guru..." jawab mereka kembali.
"Kalau begitu pergila ke guru Yichen untuk melaporkan hasil inti roh binatang yang kalian dapatkan serta binatang apa yang menjadi hewan kontrak kalian..." kata guru Sen lagi.
"Baik guru..." jawab mereka lagi.
Merekapun segera berjalan kearah guru Yichen yang sudah berada di depan meja tempat mencatat hasil dari Para murid . ternyata inti roh yang di hasilkan mereka akan mendapat poin yang akan menentukan siapa yang akan menjadi juara di dalam ujian itu.
Setelah melaporkan hasil perolehan inti roh yang mereka dapatkan dan hewan kontrak mereka, Alea segera berjalan menjauh dari ketiga temannya. karena dia ingin melihat keadaan rubah ekor sembilan saat ini. namun ketika dia sedang berjalan tiba- tiba seseorang memeluk tubuhnya dan membawanya kedalam dekapan di dada seseorang.
"Aauu..." Alea terkejut bukan kepalang, siapa yang berani memeluknya. namun saat dia ingin melepas pelukan itu terdengar suara berucap pelan.
"Diamlah sebentar, aku merindukanmu..." terdengar suara yang sangat dia kenal.
"Pangeran...." ucap Alea pelan.
"Hmmm...." terdengar gumaman pelan.
"Ini di depan umum pangeran.... ada banyak guru yang akan memandang kita.." kata Alea lagi dia berusaha lepas dari pelukan kekar tangan Pangeran Lingzhi. namun pelukan itu terlalu kuat.
"Akan aku lepaskan , asal kau berjanji tak akan pernah menjauh dariku..." kata pangeran Lingzhi lagi.
"Ck...dasar suka mencari kesempatan..." seru Alea kesal dalam hati.
"Baiklah terserah pangeran..." jawab Alea pasrah. sebab andaipun dia menolak pasti pangeran Lingzhi akan tetap menempel padanya. 😂😂 Alea pasrah.
Udahan dulu ya...ceritanya buat besok lagi. jangan lupa like vote dan komennya selalu author tunggu. 🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1