
Dua minggu sudah Alea tidak bangun dari tidur panjangnya. Dan sang pangeran dengan setia akan berada di sampingnya. pangeran Lingzhi akan pergi hanya untuk mandi. Sedang makanan tidak pernah dia sentuh . dia bagai seseorang yang sedang menghukum dirinya sendiri.
Hari ini adalah hari ke lima belas Alea tertidur. Banyak sudah pil penyembuh di masukkan kedalam tubuh Alea. Karena tidak bisa memasukkan dengan benar, akhirnya pangeran Lingzhi menyuapi ramuan kedalam mulit Alea dengan cara meminum dan memasukkan kemulut Alea dengan mulutnya . dengan cara itu ramuan dapat masuk ketubuh Alea dengan benar . Para pelayan ataupun tabib hanya bisa melongo kaget . namun lama- kelamaan mereka terbiasa . malah mereka sangat haru meluhat cinta dan kesetiaan Pangeran Lingzhi pada sang istri. Ke empat hewan kontrak Alea juga heran, kenapa sampai sekarang Alea belum juga siuman , apakah ini efek dari pil penawar racun yang di minum Alea.
Seperti saat ini saat setelah selesai mandi pangeran Lingzhi kembali duduk di dekat Alea. Kini tubuh pangeran Lingzhi tidak terawat lagi. Wajahnya di tumbuhi kumis dan jambang serta jenggot . Mata kuyuh dan selalu meneteskan air mata jika melihat keadaan Alea.
Dengan perlahan Dia mengambil kain dan air hangat yang sudah di siapkan pelayan untuk membersihkan tubuh Putri Alea . dengan air dan sepotong kain ada di dalam bak kecil yang terbuat dari perak, Pangeran Lingzhi mulai membasuh dan membersihkan tubuh Alea .
"Sayang...kenapa kau masih tidak mau memaafkan diriku...ayo bangun sayang..apakah kau tidak merasa kasihan padaku...?" ucap Pangeran Lingzhi yang membasuh muka Alea dengan lembut.
Setelah itu dia mengganti baju Alea dengan penuh kasih sayang. Dia tidak mau orang lain yang merawat Alea. Dia tidak ingin tubuh sang istri di jamah oleh orang lain, walaupun itu Mimi atau pelayan setia sang istri yaitu Sela dan Gita. mereka memang sudah datang dari kamoung ketika meteka mendengar kalau sang Putri ada yang meracuni . Dengan kelembutannya Oanheran Lingzhi merawat sang istri. Setelah selesai dia menyelimuti Alea dengan kain yang baru . Tak berapa lama Raja dan permaisuri datang. Mereka datang bersama dua orang pelayan yang membawakan makanan untuk Pangeran Lingzhi.
Melihat Raja dan permausuri datang, Pangeran Lingzhi berdiri.
"Salam Ayah, Bunda..." ucap Pangeran Lingzhi. Kini dia terlihat sangat kurus.
"Putra Mahkota duduklah kembali...." ucap Raja Rong Kyu lembut.
"Trimakasih Ayah..." ucap Oangetan Lingzhi sambil duduk kembali . sedang Raja duduk di sofa dekat pembaringan . sedang sang Bunda duduk di dekat pangeran Lingzhi yang sedang memegangi tangan sang istri.
"Putraku, sekarang makanlah...apakah kau tak ingin lagi menunggui istrimu..?" ucap sang Ayah.
"Bukankah hamba sedang menunggui Lea'er Ayah..." ucap Pangeran Lingzhi.
"Apakah kau bisa menunggui istrimu jika kau sakit...?" ucap sang Ayah dengan marah. Sedang Petmaisuri hanya bisa menangis sambil membelai Pangeran Lingzhi.
"Tapi Ayah..."
"Tidak ada tapi- tapian ...atau ayah akan menyeretmu keluar dari kamar istrimu.." seru Raja Rong Kyu marah. Dia tahu keteguhan hati pangeran Lingzhi. Untuk itu dia harus tegas menghadapi sang Putra.
"Baiklah Ayah , Lingzhi akan makan....." jawab Pangeran Lingzhi akhirnya.
Permaisuri segera menyuapi putra kesayangannya itu. Namun beberapa saat dia berhenti dan memuntahkan kembali nasi yang telah dia telan.
Namun dengan sabar sang Bunda kembali menyuapi Pangeran Lingzhi. Tapi beberapa suapan lagi dia sudah berhenti .
"Sudah bunda ...aku sudah tidak sanggup lagi... Nanti aku akan memuntahkan lagi..." ucap Pangeran Lingzhi .
"Sedikit lagi nak..." kata sang ibu dengan lembut.
"Bunda...hamba tak sanggup lagi..nanti nasi yang hamba makan keluar lagi..." ucap Pangeran Lingzhi menelas sambil menatap sang ibu.
"Tapi nak...."
"Budaaa..." ucap Pangeran Lingzhi memohon.
"Apakah kau akan makan sedikit saja suamiku, bagaimana jika kau sakit... aku tak mau melihat kau sakit. ..?" terdengar suara lembut itu membuat pangeran Lingzhi dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu kaget . Mendengar suara yang sudah lama dia rindukan itu, pangeran Lingzhi pakai tak percaya. Dia dengan cepat menatap sang istri yang kini terlihat tersenyum dengan lemah. Alea masih merasakan badannya sakit semua dan lemah tidak memiliki tenaga.
"Sayang....!" seru Pangeran Lingzhi bahagia. Tanpa malu dia memeluk sang istri dan menangis seperti anak kecil .
"My Zhi...sudah jangan menangis... apakah kau tidak suka aku bangun... atau haruskah aku tidur lagi..atau kau ingin pergi lagi...atau aku saja yang akan pergi....?" kata Alea pelan , dia masih lemas untuk menggerakkan badannya .
"Ck kau ini ...aku bahagia sayang....aku bahagia kau sadar...mana mungkin aku membiarkan dirimu tidur lagi, tidak.. maaf aku ya...maafkan aku yang pengecut ini ..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mempererat pelukannya.
Dia bagai orang yang takut kehilangan Alea lagi. Hingga Alea merasakan nafasnya sesak.
"My Zhi....apakah kau ingin membunuhku...?" tanya Alea pekan .
"Tidak...mana mungkin sayang... Aku terlaluan mencintaimu...?" jawab Pangeran Lingzhi.
"Ta ..tapi kau.. terlalu erat memelukku..." kata Alea. Mendengar omongan Alea , Pangeran Lingzhi baru sadar kalau dia terlalu erat memeluk Alea.
"Maafkan sayang..aku terlalu bahagia, aku tidak sengaja menyakitimu...." jawab Pangeran Lingzhi sambil melonggarkan pelukannya membuat Alea bernafas lega
Melihat tingkah pangeran Lingzhi Raja dan permaisuri tersenyum haru. Mereka bahagia melihat cahaya kebahagiaan di mata sang putra kembali lagi .
"Aku fikir kau tak akan kembali lagi jika aku masih ada di istana ini, sebenarnya aku ingin memutuskan akan pergi dari istana ini...agar kau bisa kembali kemari lagi, aku kasihan Ayah dan Bunda jika kau tak kembali..." jawab Alea dengan wajah kesal.
"Tidak, tidak sayang ...kau tidak boleh pergi... Mana mungkin kau bisa meninggalkan suamimu ini ... !" seru Pangeran Lingzhi marah.
"Tapi kau akan meninggalkan aku lagi kan ...?" ucap Alea pelan dengan wajah masih kesal .
"Maafkan aku..maafkan aku sayang... aku salah, aku terlalu menyayangimu, aku malu padamu, hingga aku tega meninggalkan dirimu. Maafkan aku sayang, maafkan suami bodohmu ini ya...?" ucap pangeran Lingzhi dengan nada lembut dan memohon.
"Kau janji tidak akan melakukan itu lagi.." kata Alea dengan nada lemahnya.
"Iya aku janji..." jawab Pangeran Lingzhi.
"Berjanjilah kalau ada masalah di antara kita lagi jangan menghindar, kau harus mengatakan padaku dan kita akan hadapi bersama..." kata Alea lagi.
"Aku janji, aku Janji tidak akan jadi pengecut lagi...aku janji kita akan menyelesaikan semua masalah bersama- sama.." janji Pangeran Lingzhi.
__ADS_1
"Walaupun itu rahasia banget...?" tanya Alea.
"Walaupun itu rahasia banget. Aku tak ingin merahasiakan apapun Darimu lagi..." janji pangeran Lingzhi. Dia mencium lama kening Alea. Andai tidak ada kedua orang tuanya, Pangeran Lingzhi pasti sudah ******* bibir pucat Alea.
"Hemm..." deheman dari sang Ayah .
Mendengar suara itu Pangeran Lingzhi melepas pelukannya . Melihat keberadaan Raja Rong Kyu dan Permaisuri Alea tersenyum lembut.
"Salam sejahtera Ayah , Bunda..." ucap Alea lemah.
"Kami baik- baik saja sayang...Apa kabar nak...apakah masih ada yang sakit...?" tanya Raja Rong Kyu lembut.
"Tidak terlalu Ayah, hanya sedikit lemas .. sebenarnya ada apa dengan Alea...?" tanya Alea seolah tak mengetahui masalah keracunannya.
"Kau keracunan nak...?" jawab Raja Rong Kyu lagi.
"Keracunan.. ?" tanya Alea.
"Iya..kau keracunan makanan yang kau makan ..." kata Raja lembut. Alea berfikir sejenak lalu berucap dengan pelan.
"Aku ingat, saat itu aku sedang makan sop iga kesukaanku..setelah itu aku merasakan perut dan kepalaku sakit. Dan tak lama aku sudah tak ingat apapun... Lau siapa yang telah meracuniku...?" tanya Alea lagi.
"Benar apa katamu sayang... Selir Qin dan keponakannya yang telah meracunimu.." kata Pangeran Lingzhi sambil membelai rambut Alea.
"Benarkah...? Lalu kenapa dia meracuniku...?apa salahku pada Selir Qin My Zhi...?" tanya Alea lagi.
"Selir Qin ingin menyingkirkan dirimu. Dia ingin keponakannya menjadi istriku atau Putri Mahkota..." jawab Pangeran Lingzhi.
"Tapi saat pelantikan ku kenapa dia diam saja...?" tanya Alea.
"Karena dia tahu kalau aku tidak menyukai keponakannya..." jawab Pangeran Lingzhi lagi.
"Racun apa yang mereka berikan padaku...?" tanya Alea lagi.
"Racun mematikan. semua tabib sudah angkat tangan karena tidak mampu membuat penawarnya. tapi untunglah tubuhmu bisa bertahan. dan entah mengapa racun itu terlihat melemah dengan sendirinya. hingga obat tabib bisa masuk dan menyembuhkanmu. walaupun itu memerlukan waktu yang lama..." ucap Pangeran Lingzhi.
"Benarkah...untunglah kalau begitu.." ucap Alea sambil bernafas lega.
"Sayang ...jangan di pikir lagi..sekarang lebih baik kau beristirahat lagi, atau kau mau makan sesuatu...biar dapur istana menyediakan apapun yang kau inginkan.." kata Permaisuri sambil tersenyum dan mengusap lembur Alea.
"Benar nak....kau harus banyak istirahat agar kesehatanmu pulih kembali. Ya sudah kalau begitu kami akan meninggalkan kalian berdua, Lingzhi... jaga istrimu dengan benar. Jangan lagi kau membuat dia terluka,.." kata Raja Rong Kyu pada Pangeran Lingzhi.
'Baik Ayah..." jawab Pangeran Lingzhi dengan wajah cerah.
"Sayang terimakasih kau sudah kembali sadar. kalau tidak, mungkin suamimu yang akan pergi meninggalkan dirimu untuk selamanya..." ucap sang bunda lembut .
"Bunda...." kata Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea yang terlihat marah.
"Sudah...Bunda pergi dulu, banyak istirahat sayang...dua minggu lagi pelantikan Putra Mahkota menjadi Raja. Dan kau sebagai Permausurinya...." ucap Permausuri sambil mencium kening Alea lembut.
"Baik Ibunda..." jawab Alea sambil tersenyum. Tak lama terlihat permaisuri melangkah pergi dari kamar pangeran Lingzhi dan Alea. Setelah kepergian Raja dan permaisuri keemoat mahluk kontrak Alea ternyata telah kembali kedalam ruang dimensi setelah melihat Alea telah siuman kembali . kini di dalam kamar hanya tinggal Alea dan Pangeran Lingzhi.
"My Zhi...apa benar perkataan Ayah tadi...?" tanya Alea dengan wajah marah.
"Mana mungkin aku bisa makan sedang kau dalam keadaan sekarat...?" kata pangeran Lingzhi.
"Tapi kau salah jika tidak memikirkan kesehatan dirimu sendiri...!" ucap Alea marah. hingga membuat dia tersengal- sengal karena berseru agak keras. hingga pangeran Lingzhi mengambilkan air minum untuk Alea.
"Iya, iya aku salah....maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi..." ucap pangeran Lingzhi. Alea hanya diam menatap pangeran Lingzhi dengan wajah haru. Dia tak menyangka tidakannya untuk menghukum pangeran Lingzhi membuat pria dingin ini bertindak sampai seperti itu.
"Sayang...jangan tinggalkan suamimu ini lagi ya.. Jangan membuatku cemas seperti ini..." kata pangeran Lingzhi sambil menggenggam erat tangan Alea.
"Memang siapa yang pergi lebih dahulu..." ucap Alea sambil cemberut. Melihat wajah sang istri , pangeran Lingzhi mencium lembut bibir Alea.
Tentu saja Alea kaget. Dia sudah dua minggu tidak bangun, dan pangeran Lingzhi mencium bibirnya.
"My Zhi...kau ini, aku bau tahu...!" seru Alea kaget.
"Kenapa...? Kau hidupku , kau selalu harum bagiku. Tanpa merasakan harum tubuhmu aku merasa tidak bisa bernafas..." jawab Pangeran Lingzhi menggombal.
"Ck..mana mungkin, buktinya kau meninggalkan aku sendiri..." ucap Alea lemah.
"Sayang...bukankah aku sudah meminta maaf padamu...?" ucap Pangeran Lingzhi lembut.
"Baiklah aku sudah memaafkanmu, nach sekarang tolong bawa aku ke ruang dimensi, aku ingin bermeditasi menghilangkan racun yang ada di tubuhku..." ucap Alea pelan.
"Baiklah kita kesana, sebentar aku akan meminta kedua kakakmu untuk menjaga kamar ini agar tidak ada yang masuk..." kata Pangeran Lingzhi.
"Baik..." jawab Alea .Pangeran Lingzhi segera berdiri dan berjalan keluar kamar. Tak berapa lama dia telah kembali. Akhirnya mereka berdua pergi keruang dimensi. Sesampainya di ruang dimensi terlihat ke empat hewan kontrak Alea dan tiga harimau kesayangan Alea berdiri menunggu.
Melihat Pangeran Lingsi yang membawa Alea yang masih lemas. Mereka ingin membantu .
__ADS_1
"Tidak usah...aku masih kuat, kalau bisa tolong buatkan makanan untuk Lea'er kalian, serta siapkan pil penyembuh..." ucap Pangeran Lingzhi. Melihat itu terlihat keempat mahluk kontrak Alea kesal. Alea hanya bisa melihat kekecewaan di mata mereka.
"My Zhi...tolong turunkan aku sebentar.." ucap Alea. Pangeran Lingzhi pun menurunkan Alea. dengan susah payah Alea berdiri.
"Gege Lauyan ...bisakah membuatkan jus buah pohon kehidupan untukku...?" ucap Alea.
"Bisa Lea'er..." jawab Lauyan senang.
"Gege Xiao Bai dan gege Eagle bisa kan buatkan aku Nasi dan telor goreng...?" kata Alea .
"Bisa Lea'er..." jawab mereka serempak.
"Gege White...siapkan beberapa pil penyembuh dan pil penawar racun, ambilkan di laboraturiumku..." ucap Alea lagi.
"Siap Lea'er..." seru White bahagia.
"Nach untuk kalian bertiga jaga aku disini ya...duduklah dengan patuh..." ucap Alea sambil tersenyum
"Baik Bunda..." jawab Mereka serempak.
"Hey..siapa yang mengajari kalian memanggilku bunda...?" tanya Alea kaget.
"Apa todak boleh bunda...?" tanya mereka bersamaan .
"Tentu saja boleh...ya sudah bunda mau turun ke air terjun...ayo My Zhi tuntun aku...!" ucap Alea. Pangeran Lingzhi yang melihat mereka gembira menerima perintah Alea, semakin merasa kagum pada Alea. Gadis yang menjadi istrinya ini adalah seorang gadis yang sangat penyayang. Dia sangat menyesali telah melukai hati gadis yang sangat dia cintai ini. Dengan segera dia mengangkat dan membawa sang istri kearah air terjun. Mereka segera mengambil duduk lotus dan mulai bermeditasi ketika sampai di bawah air terjun.
Alea hanya memerlukan waktu sehari waktu dimensi , untuk menghilangkan sisah racun yang ada di tubuhnya. Setelah itu mereka keluar dari air terjun. Kini keadaan Alea sudah membaik. Setelah berganti pakaian serta Pangeran Lingzhi mencukur halus cambang , jenggot dan kumisnya , mereka makan makanan yang di buat Eagle dan Xiao Bai, minum jus yang di buat Lauyan bersama Pangeran Lingzhi serta minum pil yang di sediakan White , Setelah itu Alea dan Pangeran Lingzhi segera kembali ke kamar mereka setelah menyapa dan bermain sebentar dengan ketiga harimau peliharaannya . Alea tidak lupa membawa buah dan air kehidupan untuk minuman dan cemilan, agar ketahanan tubuhnya kembali seperti semula. Ketika sampai di dalam kamar kembali Alea dan Pangeran Lingzhi memanggil ke empat pengawal mereka. Alea memberikan mereka buah -buahan itu satu orang satu buah. Karena Alea tahu mereka setiap hari menunggui dia dan Pangeran Lingzhi.
Keadaan Alea yang telah pulih kembali segera menyebar keseluruhan isi istana kerajaan, dan semua itu membuat semua orang bahagia. Kembalinya kesehatan Alea seperti kembalinya kebahagiaan mereka semua. Para keluarga segera berdatangan , tak terkecuali Ibu suri yang pingsan ketika saat itu tahu Alea sakit terkena racun.
Saat para pengawal mereka baru saja keluar, dan Alea baru saja berbaring, tiba- tiba kamar sudah di serbu oleh para anggota keluarga kerajaan. Dari para putri, pangeran, selir serta Ibu suri. Mereka mulai mendatangi Alea. Sampai- sampai Mimi, Zheng Bai dan Jihao dan Guansi kewalahan.
"Jiejie....kau sudah sembuh...hik hik hik..." terdengar suara Putri Sora sambil berlari kearah Alea. Dia memeluk dan menangis di dalam pelukan Alea yang kini sudah duduk di pembaringan. Putri Sora datang bersama beberapa saudaranya dan termasuk putri Yin Yi yang juga menangis sambil bergantian memeluk Alea .
"Kami fikir kau tidak bisa bersama kami lagi jiejie..hik hik..." terdengar ucapan Putri Yin Yi yang menangis dalam pelukan Alea.
"Hey..gadis- gadis cantik... Jangan menangis lagi...lihat jiejie kalian sudah sehat sayang... Jangan menangis, tersenyumlah... kalian jelek kalau menangis tahu...!" seru Alea sambil terkekeh.
"Jiejie...kau memang keterlaluan ya... dasar jiejie menyebalkan...." seru mereka sambil ikut tertawa . melihat tingkah mereka bertiga semua orang tertawa.
Terlihat Pangeran Lingzhi yang duduk di atas pembaringan menungui sang istri sambil sesekali membelai rambutnya. Tak lama Ibu Suri datang. Dia mendekati Alea yang sedang duduk di atas pembaringan.
"Sayang...apa kabar..Kau sudah sembuh....?" sapa Ibu Suri lembut. Dia memegang tangan Alea penuh kasih sayang. terlihat matanya berkaca- kaca.
"Salam sejahtera yang mulia semoga Nenek sehat dan bahagia...." sapa Alea dan Pangeram Lingzhi di ikuti saudara- saudaranya dan semua orang yang ada di kamar itu .
"Salam kalian aku terima, sudah jangan terlalu formal...kau masih sakit , gimana kabarmu sayang..." kata sang Nenek.
"Trimakasih Nek...Alea sudah agak baikan, mungkin beberapa hari lagi Alea akan kembali sehat Nek..." ucap Alea lembut.
"Syukurlah nak...Nenek bahagia mendengarnya. Kau membuat nenek cemas Alea..." ucap Ibu Suri . Setetes Air mata jatuh di pipi Ibu Suri.
"Maafkan Alea Nek...." ucap Alea dengan nada sedih. sambil mengusap air mata di pipi sang nenek.
"Tidak, tidak sayang...kau tidak bersalah. Kau adalah gadis baik kami, kau adalah cahaya hidup kerajaan Shi sayang..." kata Ibu suri sambil merentangkan tangannya. Alea pun memeluk hangat tubuh Ibu Suri.
"Trimakasih Nenek..." ucap Alea.
Pangeran Lingzhi tersenyum bahagia melihat semua itu.
Penyesalan yang hampir hilang kini timbul kembali. Tak henti- henti penyesalan menghampiri dirinya. Demi meragukan kabar yang dia terima dan ingin menyelidiki sendiri kabar itu hampir saja merenggut wanita yang dia cintai. Gadis yang begitu baik dan di sayangi semua anggota keluarga kerajaan . Demi Wanita yang mencintai dia dengan kepalsuan hampir saja merenggut kebahagiaannya. Karena itu dia tidak akan pernah memaafkan Selir Qin dan keponakannya. Yang kini mendapat hukuman di kembalikan ke keluarganya .
Demi menghargai jasa sang Ayah yang seorang Mentri dan saudara iparnya yang seorang Jendral, maka Selir Qin dan keponakannya yang telah menjadi gila dan tidak bisa di obati, di kembalikan ke rumah keluarganya. Itu hukuman yang paling menyakitkan untuk keluarga mentri dan Jendral. Karena keluarganya juga mendapatkan hukuman di turunkan jabatan serta kebangsawanan mereka menjadi rakyat biasa. Untung saja mereka tidak di hukum mati sekeluarga dan seluruh keturunan keluarga mentri.
walau begitu Mentri Sen Pao dan Jendral Honglan tidak sakit hati malah merasa beruntung masih di ampuni nyawa mereka. walau bagaimanapun mereka akan tetap berbakti pada negara. karena mereka tahu semua itu salah Selir Qin dan Putri Yuanli.
"Sayang cepat sembuh... Sekarang istirahatlah, kau butuh istirahat yang banyak dan kalian semua setelah mengucapkan selamat, segeralah keluar dari sini. Biarkan Putri Mahkota dan Putra Mahkota istirahat. Bukankah kalian tahu pangeran tidak bisa tidur selama Putri sakit..." ucap Ibu Suri lembut pada mereka yang ada di dalam kamar Alea.
"Baik Nek..." kata para putri dan Putra kerajaan.
"Baik Yang Mulia Ibu Suri..." jawab Selir dan penghuni kerajaan yang Lain.
Setelah berkata demikian, Ibu Suri segera berjalan keluar setelah mencium Alea dan kembali menasehati untuk beristirahat di ikuti oleh para anggota kerajaan yang selesai mengucapkan selamat pada Alea. Terlihat Pangeran kedua Pangeran Honge mendekati Pangeran Lingzhi.
"Gege.. Jangan terlalu sakit hati pada Pangeran Ke tiga. Siapapun akan jatuh cinta pada Putri Mahkota. Jika ada yang bilang tidak mencintai Putri Mahkota, itu bertanda dia sudah gila. Jadi jangan salahkan saudara ketiga...maka itu, tolong jaga Putri dengan baik. Jangan sampai kau menyia- nyiakan wanita yang terlalu baik ini. Wanita yang bagaikan seorang dewi. Sebab jika dia terlepas dari tanganmu, masih banyak yang dengan suka rela melebarkan lengan dan dadanya untuk merengkuh dia dalam pelukan mereka. Ingat itu.." bisik Pangeran kedua Honge . Mendengar ucapan sang adik Pangeran Lingzhi menatap pangeran kedua dengan tajam dan marah.
"Apakah itu termasuk kau....?" tanya Pangeran Lingzhi dengan nada cemburu.
"Itu termasuk diriku...!" ucap Pangeran kedua dengan tegas.
"Jangan harap....!" ucap pangeran Lingzhi dengan marah. Pangeran kedua hanya tersenyum dan mengedipkan matanya. Memang kegilaan Selir Qin membuat semua orang tahu kalau Pangeran ketiga Mongli mencintai Putri Mahkota. Semua itu sempat menjadi gosip hangat di kerajaan Shi.
__ADS_1
Maaf segini dulu ceritanya ya...besok aku buat kembali. jangan lupa like, vote dan komennya selalu author harapkan . maaf kalau banyak typo nya .
Bersambung.