PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
LOLOS UJIAN PRAJURIT KHUSUS.


__ADS_3

Satu persatu para siswa yang mendaftar pemilihan prajurit khusus mendapat ujian, dan kini giliran Alea yang mendapat giliran nya . Perlahan Alea berjalan ke tengah arena, di sana telah berdiri seorang pria tua yang terlihat sangat berwibawa, pria itu masuk ke arena kala Alea berdiri dan menuju arena.


Saat pria tua itu bergerak kearah arena, para siswa senior kaget,


"Lo..kenapa guru besar yang memberikan ujian pada siswa baru itu..?" seru seorang siswa lama pada sang teman.


"Benar....kenapa mesti beliau...?" tanya yang lain.


"Bukankah guru besar hanya menguji pada siswa utama..." seru yang lain.


Dan banyak lagi pertanyaan yang keluar dari mulut murid siswa senior. Sedangkan para tetua tahu kalau kakek guru turun memberi ujian pada seorang siswa, pasti guru besar menginginkan siswa itu menjadi muritnya. Apakah anak muda itu cukup mampu menjadi pilihan guru besar...? pikir mereka. hanya guru Can Lokya yang tahu kekuatan yang di miliki Alea. dia tersenyum menatap Alea yang sedang berhadapan dengan guru Besar.


Setelah saling berhadapan Alea berucap sopan.


"Murid mohon bimbingan guru..." ucap Alea sambil menunduk hormat.


"Kau siswa baru nak....?" tanya pria itu lembut .


"Benar guru...hamba Hanpey siswa Baru yang mendaftar kemaren...." jawab Alea.


"Kau sudah siap..." tanya sang guru.


"Hamba guru..." jawab Alea .


"Mulailah...." kata sang guru tenang.


Alea pun segera memasang kuda- kuda.


"Maafkan saya guru..." seru Alea mulai membuka serangan. Sang guru hanya tersenyum pada Alea sambil menerima serang dari Alea. Ketika melihat serangannya mudah di patahkan oleh orang tua itu, Alea tidak main- main lagi, dia mulai menyerang sang guru dengan mempercepat gerakannya. Terlihat pertempuran yang membuat semua orang kaget. Bukanya dia murid baru yang baru mendaftar kemaren..? Namun kenapa dia bisa mengimbangi gerakan guru besar. Itulah pertanyaan di benak para penonton. Sedang Alea sendiri merasakan agak kesulitan menghadapi permainan sang guru yang baru dia temui ini. Sedang sang guru sendiri merasakan bahagia mendapatkan calon murid yang dia tahu ilmunya di atas rata- rata. Malah mungkin hampir sama dengan murid utama .


"Dia ternyata memiliki stamina yang cukup tinggi, dan aku tahu ilmu beladirinya bukan hanya di rana Kaisar.


Di mana sebenarnya tingkat kultivasi yang sebenarnya dia miliki... Dan kenapa dia menyembunyikan nya..." ucap guru besar dalam hati.


"Lea'er...sepertinya guru yang mengujimu mulai curiga padamu..." kata Eagle dari ruang dimensi.


"Aku juga merasakan itu..tapi aku sudah terlanjur gege...." jawab Alea.


Suapin segera ingin mengurangi gerakannya.


Namun sebelum Alea melanjutkan niatnya, terdengar suara sang guru berucap.


"Sudah cukup anakku...." Alea kaget mendengar omongan sang guru ,namun dia segera menyudahi serangannya .


Terlihat wajah guru besar tersenyum, dia menatap Alea dan berucap kembali.


"Kau lolos ujian seleksi ini ... istirahatlah...datanglah besok pagi keruanganku..." ucapnya sambil berjalan meninggalkan arena ujian.


"Tapi guru...hamba besok mengikuti tes Alkemia..." jawab Alea.


"Kau ikut tes Alkemia juga...?" tanya Guru besar. sambil berhenti dan berbalik menatap Alea.


"Benar guru..." jawab Alea .


Terlihat senyuman kembali di wajah tuanya.


"Kalau begitu setelah selesai mengikuti tes Alkemia kau temui aku di ruanganku..." ucap guru besar.


"Murid melaksanakan guru...." jawab Alea sambil menunduk memberi hormat. Terlihat guru besar kembali ketempat duduknya. Sedang Alea segera kembali ketempat di mana pangeran dan kedua sahabatnya serta sang kakak Jendral muda kerajaan Long Chen Lian Han sedang menunggunya.


"Kau lolos...?" tanya pangeran Lingzhi saat Alea mendatangi mereka.


"Benar pangeran hamba lolos...." jawab Alea sambil tersenyum.


"Kalau begitu aku ucapkan selamat , kau akan bergabung dengan prajurit khusus Kerajaan Shi..." kata Pangeran Lingzhi datar. Namun sekilas ada senyum di bibir dinginnya .


"Selamat tabib Hanpey...kau akan bergabung dengan kami..." kata Guansi mengucapkan Selamat.


"Selamat Hanpey...." ucap Jihao.

__ADS_1


"Trimakasih Jendral , Jihao..." kata Alea sambil tersenyum.


"Gila...kau hebat sekali Lea'er..." seru Cham Lian sambil memeluk sang Adik.


"Lea'er...?" ucap Pangeran Lingzhi mengulang panggilan Chan Lian. Walau dia tahu siapa tabib Hanpey.


Lian sadar dengan ucapan yang dia lontarkan tadi. Dia menatap Alea dengan wajah minta maaf.


"Ah...maaf..kakak menyebut nama panggilan hamba saat kecil...." kata Alea mengoreksi.


"Panggilan saat kecil...?bukankah nama Lea adalah nama adik perempuan Jendral mudah Chan Lian...? " tanya Pangeran Lingzhi lagi. Alea dan Chan Lian terdiam . mereka tidak bisa lagi menjawab perkataan pangeran Lingzhi .


"Maaf baginda hamba ingin mencari kakak hamba Mimi. Sebab ada sesuatu yang harus hamba berikan padanya....ayo kak antar aku kesana...." kata Alea mengelak ingin lari dari masalah. Dia segera berbalik dan ingin pergi.


"Tunggu...aku akan mengantarmu...." kata pangeran Lingzhi sambil memegang lengan Alea yang ingin melarikan diri .


"Tapi hamba akan kesana dengan gege Chan Lian pangeran...." tolak Alea. Pangeran Lingzhi tahu kalau mereka mengelak dari pertanyaannya tadi.


Jadi kali ini dia tak ingin mendesak penjelasan dari mereka.


"Aku tetap ingin mengantarkanmu..." jawab pangeran Lingzhi tenang , terlihat senyuman licik di bibir tipisnya. Guansi dan Jihao ternganga melihat tingkah putra mahkota yang terlihat mengherankan dan tak biasa .


"Baiklah kalau putra Mahkota memaksa, tapi aoakah pangeran Lingzhi tidak merasa terganggu.....?jangan salahkan hamba jika banyak wanita yang akan menggoda anda..." jawab Alea memperingatkan.


"Aku tak akan merasa terganggu. biarkan saja mereka semaunya , aku hanya akan menatap seseorang yang akan aku kejar..." jawab pangeran Lingzhi.


"Begitukah...? ya sudah kita pergi sekarang, tapi bisakah tangan anda melepas lengan hamba pangeran Lingzhi, hamba takut mereka salah paham jika mereka melihat kita bergandengan tangan..." kata Alea sambil menatap tangan pangeran Lingzhi yang masih erat memegang lengannya.


"Baik, baik...akan ku lepas tanganmu , tapi dengan syarat mulai sekarang kau resmi menjadi pengawal ku, dan aku tidak mau mendengar penolakan...." ucap pangeran Lingzhi dengan menatap tajam Alea.


"Bukankah hamba masih harus berlatih pangeran... dan hamba memiliki waktu untuk di bagi , satu mempelajari seni beladiri dan yang satu jika hamba lulus di kelas Alkemia , hamba akan sibuk di dua kelas itu...?" ucap Alea .


"Kau bisa melakukan semua itu, tapi saat kau pergi, kau harus meminta ijin dariku.


"Ya ampun penguasa....kenaoa kau merepotkan sekalu sich..andai aku bukan berada di negaramu sudah ku telan kau hidup- hidup..." teriak Alea dalam hati.


"Baiklah akan aku lepaskan... sebenarnya masa bodoh dengan fikiran mereka, tapi karena kamu yang meminta aku akan melepaskannya...." kata pangeran Lingzhi dengan tenang. Jendral Guansi dan Jihao hanya bisa menghela nafas berat mendengar perkataan pangeran mereka.


"Sedangkan Chan Lian menatap putra Mahkota dengan wajah penuh keheranan.


"Apakah dia sudah mengetahui identitas Lea'er...kenapa dia terlihat sangat posesif pada Lea'er.. dia bukan memandang Lea'er sebagai seorang pria, tapi dia memandang Lea'er seperti seorang wanita yang sangat dia cintai. dan kedua pengawalnya malah tersenyum melihat semua itu..." pikir Chen Lian curiga.


Dengan enggan pangeran Lingzhi melepas tangannya dari lengan Alea. mereka segera berjalan meninggalkan ruang aula. dan benar apa yang ada di dalam fikiran Alea. saat mereka berjalan menuju kelas siswa baru, mereka banyak mendapatkan tatapan atau sapaan langsung dari para gadis. dan Alea sudah bisa membayangkan wajah pangeran Lingzhi. Dingin, cuek dan angkuh, namun wajah itu terlihat semakin mempesona.


"Ck...andai pangeran Lingzhi hidup di jaman modern pasti dia akan menjadi idola kaum hawa, dan bisa mengalahkan pesona opa- opa korea..." monolok Alea dalam hati


"Pangeran...kalau anda tidak tahan, anda boleh kembali dulu bersama kedua pengawal anda...biar hamba bersama Lian gege saja ke tempat kak Mimi..." kata Alea lembut. sebenarnya dia ingin tertawa melihat wajah pangeran yang terlihat dingin , dan sepertinya gerah menjadi pusat perhatian para gadis perguruan.


"Tidak aku akan tetap bersamamu sampai kita kembali ..." jawab pangeran Lingzhi.


Alea pun hanya bisa diam sambil mengangkat bahu dan melanjutkan langkahnya.


Ketika mereka sampai di tempat tinggal siswa kelas pemula dua mereka melihat Mimi baru keluar dari kamarnya. saat melihat kedatangan Alea terlihat binar kebahagiaan di wajah cantiknya.


"Pey'er...kau kemari..." seru Mimi gembira. dia memeluk Alea dengan erat.


"Kak...ingat kita di muka umum..." bisik Alea mengingatkan .


Memang mereka sekarang sedang menjadi tontonan para siswa baru yang sedang beristirahat. mereka terlihat iri melihat Alea yang juga murid baru begitu dekat dengan ketiga pria yang mereka tahu sangatlah sulit di dekati. apalagi si dingin putra mahkota. namun mereka heran , pria tampan yang juga baru menjadi siswa di perguruan calang ini kok bisa akrab dengan ketiga orang yang terkenal itu. dan mereka juga tahu pria yang ada di sebelah Alea merupakan putra Jendral besar kerajaan Long. apalagi siswa yang berasal dari kerajaan Long.


"Maaf aku lupa Pey'er..." jawab Mimi.


"He he he...kau memang gadis pelupa..." goda Alea.


"Hey..nggak kebalik...bukankah kau yang suka lupa Pey'er...?" goda Mimi balik.


'Iya sich ha ha..." jawa. Alea sambil tertawa. Mimi menatap orang yang datang bersama Alea. Dia kaget saat melihat putra mahkota berada di depannya. buru- buru dia menyapa.


"Selamat siang putra Mahkota Lingzhi, Jendral Guansi dan pengawal Jihao..." sapa Mimi pada ketiga pria yang sudah dia kenal.

__ADS_1


"Hmm..." gumam pangeran Lingzhi menjawab sapaan Mimi .


"Siang juga Mimi..." jawab Guansi dan Jihao hampir bersamaan.


"Kau tidak menyapaku Mimi...." tegur Chan Lian Han kesal.


.


"Tuan muda..anda juga ada di sini..?" tanya Mimi kaget.


"Sejak tadi aku juga ada di sini Mimi..."ucap Chan Lian semakin kesal.


"Maaf...sebab mata Mimi fokusnya sama tabib Hanpey tuan..." jawab Mimi.


"Ha ha ha...kau tidak terlihat Jendral Chan..." olok Jihao.


"Dasar kau ini...." seru Chan Lian semakin kesal pada Mimi.


"maaf t?uan mudah ..? gimana kabar tuan besar...?" tanya Mimi meminta maaf.


"Ayah sudah semakin sehat...." jawab Chan Lian.


"Oh ya kak...aku bawakan pil ramuan Qi. kau minum nanti. agar latihanmu semakin baik.." kata Alea sambil menyerahkan botol giok berisi 2 buah pil ramuan Qi yang membuat mata semua orang terbelalak.


"Pey'er...apakah itu benar- benar pil ramuan Qi...?" tanya Chan Lian sang kakak.


"Benar gege. ada apa....?" tanya Alea heran.


"Kau begitu gampang memberikan pil ramuan Qi pada Mimi...?" tanya Chan Lian tak percaya.


"Emang kenapa kak...aku banyak memiliki pil itu...?" jawab Alea enteng.


'Ya Dewa...dari manakah kau dapatkan pil itu Lea'er...?" tanya Chan Lian tak percaya.


"Aku membuatnya sendiri kak...?" jawab Alea polos .


"Kalau begitu apakah kau bisa memberi kakakmu ini pil ramuan Qi juga...?" pinta Chan Lian


"Baiklah...kalian akan aku beri pil ramuan Qi buatanku, dan kalian bisa merasakan manfaatnya..." kata Alea sambil mengambil botol pil ramuan Qi dari dalam lengan causannya , lalu dia memberikan botol giok berisi 2 pil ramuan Q pada Chan Lian , Guansi dan Jihao.


"Trimalah...kalian nanti bisa merasaka. kasiat dari kekuatan pil Ramuan Qi yang aku buat...." ucap Mimi pada ketiga pria di depannya. mereka menerimanya dengan rasa senang.


"Tabib Hanpey...untuk pangeran...?" tanya Jendral Guansi karena Alea tidak memberikan botol padanya.


"He he he...maaf..ini untuk pangeran, dan di dalam botol itu ada 3 butir pil ramuan. Qi dan 1buah pil pencuci tulang..." jawab Alea.


"Apaa...ada juga pil pencuci tulang...?" seru keempat pria di depan Alea bersamaan .


Pil pencuci tulang adalah ramuan yang sangat bagus untuk para kultivator dan pembudi daya kekuatan. karena pil itu akan meningkatkan kekuatan tulang bagi para kultivator. hingga membuat mereka mudah menyerap Qi dengan lebih cepat. pil pencuci tulang sama langkahnya dengan pil ramuan Qi.


"Ya ampun tabib...semua ini kamu yang membuat...?" tanya Guansi.


"Iya aku yang membuat...kalian nggak percaya...?" tanya Alea.


"Bukan...tapi kami kagum padamu...?" jawab jendral Guansi.


sedang pangeran Lingzhi sangat bahagia dengan pemberian pil dari Alea. apalagi pil yang dia miliki lebih lengkap.


"Ya sudah ayo kita kembali ke ruang kamar kita...kak aku kembali kekamarku, kau harus banyak berlatih..." ucap Alea pada Mimi.


"Baik lea'er.. kakak akan banyak berlatih..


kau harus. menjaga kesehatanmu..." jawab Mimi.


"Baik kakak ku sayang....aku pergi dulu..." kata Alea sambil melangkah pergi bersama ke empat pria yang bersamanya. dan tanpa Alea sadari setelah kejadian itu, dia menjadi topik pembicaraan para siswa di perguruan Calang.


Udahan dulu ya.... jangan lupa like, vote, dan komennya Author tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2