
Setelah kepergian Lauyan dan ketiga orang tadi , Alea segera menatap tiga temannya.
"Maaf...kalian sudah mendengarkan dan melihat semua kejadian hari ini..." kata Alea sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hanpey...apa benar kau seorang gadis..?" tanya Saojin sambil menatap Alea penuh pertanyaan.
"Dasar Rubah sialan....sekarang terpaksa gue membuka penyamaran gue dech..." gerutu Alea.
"Saudara Hanpey kami menunggu jawabanmu..." kata Saojin perlahan.
"Iya...aku memang seorang gadis. ." jawab Alea pelan.
"Apaaa..." seru mereka bersamaan saat mendengar perkataan Alea. Sebenarnya mereka tak percaya dengan perkataan rubah ekor sembilan, tapi ketika Alea membenarkan kenyataan itu, mereka kaget bukan main.
"Jadi kau ini seorang gadis...? Lalu kenapa kau menyamar jadi l laki- laki...? Dan bagaimana kalau guru besar mengetahui semua ini...?" kata Saojin lagi.
"Beliau sudah mengetahui kalau aku ini wanita..." jawab Alea tenang.
"Tapi aku harap kalian mau merahasiakan semua ini lebih dulu..." kata Alea lagi.
"Kenapa ....?" tanya Xio Mei heran.
"Benar...dan sampai kapan...?" tanya Yunja .
"Suatu saat pasti aku akan membuka identitasku yang sebenarnya, dan kenapa aku menyembunyikan kalau aku seorang gadis, ..dulu ada satu masalah yang mengharuskanku menyembunyikan keadaanku, namun lama- kelamaan aku merasa tenang saat aku menjadi seorang Pria. hidupku tenang tanpa mendapatkan. gidaan ..." jawab Alea. Mereka bertiga saling berpandangan. Tak lama terlihat senyum di bibir mereka.
"Baiklah kami akan merahasiakan dirimu, tapi biarkan kami jadi sahabatmu, dan satu lagi, bolehkah kami melihatmu sebagai seorang wanita...?" kata Saojin dengan wajah penasaran.
"He he he...kenapa kalian ingin melihatku sebagai seorang wanita...? Kalian tak percaya kalau aku benar- benar seorang wanita...?" kata Alea sambil tertawa.
"Bukan begitu...kami penasaran aja, gimana wajahmu jika terlihat sebagai wanita..." jawab Saojin.
"Baiklah, aku hanya bisa menunjukkan pada kalian sebatas ini saja...." Alea lalu membuka ikat rambutnya , dan saat rambut itu terlepas dari ikatannya, terlihat rambut yang lurus panjang terurai indah sampai di pinggang . wajah tanpa riasan terlihat sangat cantik menawan. Saat melihat wajah Alea seperti itu wajah ketiga teman Alea ternganga karena melihat kecantikan yang tiada tara.
Saojin dan Yunja merasakan detak jantung mereka sangat keras berdetak, dan wajah mereka memerah karena terpesona pada kecantikan Alea.
"Hey...ada apa dengan kalian...?' tanya Alea polos saat melihat Saojin dan Yunja tertegun menatapnya .
Mendengar pertanyaan Alea membuat mereka sadar.
"Ah..tidak..tidak ada apa- apa..." kata Yunja gelagapan.
"Lalu siapa namamu yang sebenarnya...?" tanya Saojin saat lepas dari pesona Alea.
"Putri Lea Min Han...putri dari jendral Murong Han. Dan kalian mungkin juga kenal dengan kakakku..." jawab Alea.
"Apaa...putri Lea Min Han...?" seru mereka hampir bersamaan.
"Iya...emang kenapa....?" tanya Alea.
"Mana mungkin...bukankah putri Lea terkenal gadis sampah yang membuat malu kediaman jendral Murong Han...?" seru Xio Mei sambil mendekap mulutnya.
"Benar...sampai- sampai membuat sang kakak malu mengakuinya..." kata Saojin lagi.
"Percaya atau tidak itu terserah kalian... Yang penting aku sudah berkata jujur pada kalian dan kalian harus merahasiakan semua ini..." jawab Alea.
"Ternyata rumor tak selalu benar... Kalau putri Lea di katakan sampah dan gadis yang mempermalukan keluarga, lalu orang seperti kita di bilang apa..." kata Yunja dengan mimik tak percaya.
"Lea...mulai sekarang bolehkah aku jadi sahabatmu...?" tanya Xio mei sambil memegang tangan Alea.
"Ya ampun...tentu saja...siapa yang tak ingin berteman dengan gadis cantik sepertimu...?" kata Alea sambil memeluk tubuh Xio Mei yang tingginya hampir sama dengan dirinya. Memang rata- rata tinggi gadis yang menjadi calon prajurit khusus sangat profesional. Tinggi, ramping namun berisi dan cantik, tapi semua itu tak akan berguna kalau kecakapan dan kultivasinya tidak memenuhi syarat. Kebanyakan keahlian dari prajurit utama adalah Ahli dalam ilmu beladiti, ilmu strategi, dan banyak dari mereka merupakan kultivator tingkat tinggi.
"Trimakasih putri Lea..." ucap Xio Mei bahagia.
"Hey..jangan kau panggil aku putri , panggil aku seperti biasa Hanpey..." kata Alea kesal.
"Iya, iya maaf...." kata Xio Mei dengan wajah bahagia.
"Kita juga ingin menjadi sahabatmu Hanpey..." kata Saojin.
"Iya...kalian bertiga adalah teman dekatku..." jawab Alea sambil tertawa.
"Ya sudah ayo kita melanjutkan pencarian hewan kontrak kalian..." kata Alea.
"Tunggu...Hanpey aku mau tanya...siapa pria yang bersamamu tadi..." tanya Saojin tiba- tiba. Alea tertegun mendengar pertanyaan dari Saojin.
__ADS_1
Alea tahu yang di tanyakan Saojin adalah Lauyan, akhirnya dia memutuskan untuk mengatakan siapa Lauyan.
"Dia hewan kontrakku..." jawab Alea tenang .
"Apaa.."seru mereka hampir bersamaan,
"Iya dia hewan kontrakku yang sudah aku miliki sejak lama..." jawab Alea membuat mereka bertiga serasa jatuh ke dalam danau.
Mereka tak percaya, pria atau gadis di hadapan mereka ini telah memiliki hewan kontrak yang sudah bisa berubah jadi manusia. Bukankah hewan yang bisa berubah jadi manusia adalah hewan yang sudah menjadi mahluk ilahi..batin mereka.
"Hewan apa yang kau miliki itu...?" tanya Yunja perlahan, dia tak ingin mendengar kejutan lagi dari Alea.
"Burung Phoenix..." jawab Alea tenang .
Mereka ternganga mendengar jawaban Alea. Sejak tadi mereka sudah mengira bahwa hewan yang di miliki Alea adalah hewan yang kuar biasa, namun mereka tak pernah mengira kalau hewan itu adalah burung Phoenix yang merupakan hewan legendaris yang telah hilang berpuluh tahun yan lalu.
"Ya sudah jangan kaget seperti itu... ayo kita berjalan lagi ..." kata Alea sambil melangkah meninggalkan tempat itu.
Mereka mengikuti Akeh dengan wajah sedikit hitam karena rasa iri pada Alea .
Sedang diruang dimensi milik Alea terlihat Xiao Bai sedang mengagumi tempat Alea itu .
"Ini di mana...?" tanya Xiao Bai dengan perasaan kagum.
"Di ruang dimensi milik Lea'er..." jawab Lauyan.
"Lea'er... Jadi ini ruang dimensi miliknya..?" tanya Xiao Bai sambil menatap tempat itu dengan perasaan kagum.
"Selamat datang Xiao Bai..." sebuah suara menyapanya. Xiao Bai dan kedua bawahan nya kaget . saat mereka melihat kearah suara itu datang, terlihat dua pria berdiri di sebuah pohon yang terlihat sudah berbua lebat.
"Kaauu...raja wali dewa...?" seru rubah ekor sembilan.
"Kau masih mengingatku...." jawab Eagle lembut.
"Jadi kau juga hewan kontrak milik putri Lea..?" tanya Xiao Bai.
"Jangan memanggil dia putri, dia akan marah...panggil dia Lea'er seperti kami.." kata Eagle lagi.
"Ia akubtahu...lalu dia...?" tanya Xiao Bai sambil menunjuk White.
"Kau ular putih sungai Han...!" teriak rubah ekor sembilan kaget.
"Kau sudah mengingatku..." seru White sambil kembali kewujud manusianya.
"Ya Dewa...ternyata sekarang kita bisa bersama- sama berada di sini..." seru Xiao Bai gembira.
"Sudah pertemuan nya sampai di sini dulu...kau masih perlu pengobatan lukamu agar kau terhindar dari kematian..." kata Lauyan memotong percakapan mereka.
"Dan Ini makanlah...lalu kau mulai meditasi di bawah air terjun yang ada di sebelah sana..." seru Lauyan sambil memberikan buah pohon kehidupan pada Xiao Bai.
"Phoenix...jangan kau katakan ini buah pohon kehidupan..." seru Xiao Bai kaget ketika dia menerima buah dari Lauyan.
"Xiao Bai bodoh...namaku Lauyan , jangan kau panggil diriku dengan sebutan phoenix . dan Itu memang buah pohon kehidupan...kau lihat , pohonnya ada di hadapanmu...?" jawab Lauyan dengan tenang.
"Ya ampuun...kejutan apa lagi yang akan aku terima ...." gumam Xiao Bai pelan.
"Ada lagi...Air terjun yang akan menjadi tempatmu bermeditasi menghilangkan racun adalah air terjun kehidupan..." kata Lauyan membuat Xiao Bai tersentak kaget.
"Siapa sebenarnya gadis yang menjadi master kita ini Lauyan.." kata Xiao Bai pelan. dia merasa sangat sok mendengar dan melihat semua itu.
"Kuberitahu padamu....dia seorang gadis yang ahli dalam soal pengorbanan dan juga ahli racun..." kata White yang membuat Xiao Bai terduduk karena kaget. Begitupun dengan kedua anak buahnya, mereka rak pernah menyangka kalau gadis yang menjadi master mereka merupakan seorang gadis jenius yang memiliki kemampuan tinggi. namun di hati mereka timbul perasaan bahagia dan bangga. karena memiliki seorang master jenius.
"Ya sudah ayo kita pergi ...kau harus segera bermeditasi. sepertinya racun yang ada di dalam tubuhmu sudah menyebar ke seluruh tubuhmu. jika terlambat mungkin Lea'er akan kesulitan menyembuhkanmu..." kata Lauyan. sebab dia baru saja mendapat perintah dari Alea agar Xiao Bai segera bermeditasi di bawah Air terjun kehidupan , karena tadi tanpa sengaja Alea melihat ada warna hitam di bawah mata Xiao Bai.
"Baik...aku akan kesana, ...." ucap Xiao Bai sambil melangkah dan makan buah Pohon kehidupan.
"Dan untuk kalian berdua...kalian bisa bermeditasi di bawah pohon kehidupan, tapi sebelum itu makanlah buah ini dulu.." kata Lauyan sambil memberikan buah pohon kehidupan pada kedua pria bawahan Xiao Bai.
"Trimakasih..." jawab mereka berdua serempak. sedangkan Xiao Bai sekarang sudah membuka bajunya dan hanya memakai celana, sedangkan bagian atas tubuhnya dia biarkan terbuka.
"Nah sekarang pergila kau kebawah air terjun. dan bermeditasilah di bawah air terjun itu...." kata Lauyan memberi intruksi. Xiao Bai segera melaksanakan perintah Lauyan. lalu dia duduk lotus di atas batu yang ada di bawah air terjun .
"Lakukan itu sampai besok..dan kau boleh menghentikan kultivasimu hanya untuk minum obat penawar racun.." teriak Lauyan. Setelah itu dia pergi meninggalkan Xiao Bai.
Ketika sampai di bawah pohon kehidupan, terlihat kedua bawahan Xiao Bai sedang bermeditasi di bawah pohon kehidupan.
__ADS_1
Sedang Alea kini kembali berjalan menyusuri hutan Halimun bersama ketiga temannya. terlihat sesekali kedua pria yang bersamanya menatap wajahnya penuh kekaguman. Alea sadar itu, tapi mau gimana lagi...dasar rubah sialan, kenapa dia mesti membongkar penyamaranku sich...sungut Alea.
"Lea'er...ada apa...? sepertinya kau sedang kesal...?" kata White yang kini telah kembali berada di pergelangan tangan Alea.
"Gara - gara gege Xiao Bai lihatlah kedua pria yang bersama ku, aku jadi nggak enak...mereka sering menatapku..." kata Alea kesal.
"Itulah resiko jadi gadis cantik..." jawab White sambil tertawa .
"Tapi aku nggak suka..." jawab Alea.
"Biarkan saja..mereka masih merasa syok karena kau ternyata seorang gadis yang teramat cantik, nanti lama kelamaan mereka akan terbiasa juga denganmu..?" kata White bijak.
"Semoga saja..." jawab Alea tak yakin.
💖💖💖💖💖
Satu minggu pun hampir selesai. Kini mereka sudah bersiap akan kembali ke tempat mereka pertama di lepas. Ketiga teman Alea masing- masing telah memiliki hewan kontrak.
Saojin memiliki hewan kontrak seekor macan kumbang roh yang dia kalahkan dengan susah payah. Yunja dia mendapatkan mahluk kontrak Beruang Roh , Sedang Xio Mei dia Mendapatkan hewan kontrak Harimau roh walaupun dia dapatkan dengan bantuan Alea.
"Karena kita semua sudah memiliki hewan kontrak, lebih baik kita kembali keperbatasan agar ketika sampai di sana kita tepat waktu..." kata Yunja dengan serius.
"Benar..jadi kita tidak akan terlambat datang..." timpal Xio Mei riang.
"Kalau begitu lebih baik kita segera berangkat, agar kita lebih cepat sampai di perbatasan..." kata Alea.
Mereka segera berangkat untuk kembali ke perbatasan tempat mereka kumpul..
sedang hewan kontrak mereka , telah mereka taruh di dalam cincin ruang mereka.
Sedang di dalam Kerajaan Shi terlihat pangeran Lingzhi sedang duduk dengan gelisah di ruang kerjanya , dia sudah beberapa hari ini merasakan keresahan di dalam hatinya.semua itu karena wajah cantik Alea selaku berada di kelopak matanya. waah pangeran Lingzhi dinlanda rindu 😂
"Ya Dewa...masih dua hari lagi aku bisa bertemu denganmu Lea'er...tapi kenapa hati ini selaku gelisah saat kau jauh dari sisiku....' seru pangeran Lingzhi dengan wajah gelisah. Dia kembali teringat kenakalan, seta senyum manis Alea. Hari- hari di mana dia selalu berada di posisinya. namun tiba- tiba bayangan Alea menghilang ketika terdengar .
Tok tok tok...
tiba - tiba terdengar ketukan di daun pintu.
"Pangeran...hamba Jihao menghadap..." seru Jihao dari luar.
"masuklah..." jawab Pangeran Lingzhi dingin dari dalam ruang kerjanya . perlahan pintu yang terbuat dari kayu jati kwalitas nomet satu itu mulai terbuka.
seraut wajah Jihao masuk kedalam ruang kerja sng pangeran .
"Hamba menghadap pangeran..." kata Jihao mengucap salam.
"Ada apa...?" tanya pangeran Jihao malas.
"Apakah putra Mahkota tidak akan datang saat penjemputan putri Lea...?" tanya Jihao .
"Pasti aku akan datang... bukankah masih dua hari lagi sisah waktu untuk penjemputan siswa calon prajurit..." kata Lingzhi datar.
"Benar pangeran...Dan ada berita lagi Pangeran..." kata Jihao sambil menunduk.
"Apa itu..." tanya pangeran Lingzhi sambil mengerutkan dahinya.
"Raja dari Kerajaan We sedang dalam perjalanan kemari. takutnya mereka akan menjodohkan putri mereka dengan pangeran..." jawab Jihao.
"Apaa...perjodohan...?"kata pangeran Lingzhi kaget.
"Benar tuan..." jawab Jihao.
"Dari mana kau tahu itu...?" tanya Pangeran Lingzhi marah.
"Dari pengawal pribadi Raja We.. mereka membicarakannya saat mereka sedang makan di sebuah restoran..." jawab Jihao lagi.
"Ck...apa mereka menginginkan putri mereka mati...." kata pangeran Lingzhi geram.
"Sedang Jihao merasakan udara di sekitar mereka dingin mencekam...
"Maaf udahan dulu ya...besok aku lanjutin
lagi...ingat selaku tinggalin Like Vite dan Komennya....
Bersambung.
__ADS_1
.