PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
RENCANA ALEA.


__ADS_3

Terlihat wajah Alea pucat setelah mengalami benturan tenaga dalam dengan pria berbaju serba hitam itu.


"Kau tidak Apa- apa Lea'er..." ucap Lauyan dan Xiao Bai bersamaan dengan wajah cemas menatap Alea .


"Tidak gege...haya dadaku sedikit sesak. ." jawab Alea.


Lauyan dan Xiao Bai yang ada di kanan dan kiri Alea segera memapah Alea untuk duduk di bawa pohon.


Eagle yang mendengar ucapan Alea segera pergi ke ruang dimensi untuk mengambilkan sebotol air kehidupan dan buah pohon kehidupan. Setelah kembali dari ruang dimensi dia segera mendekati Alea yang sedang duduk di dekat pohon dengan di temani oleh ketiga hewan kontraknya serta sang gege.


"Lea'er...minumlah ini dulu.." ucap Eagle sambil menyodorkan air pada Alea.


Alea tahu apa yang di berikan Eagle padanya, dia segera meminum air dan mengambil ramuan Qi dari dalam cincin ruangnya . Dia meminum sekaligus dua butir pil ramuan Qi tersebut. Setelah itu dia bermeditasi untuk menyembuhkan luka dalam ya .


"Gege...jaga diriku sebentar..."ucap Alea sambil memejamkan matanya. Tanpa di mintapun keempat mahluk kontraknya beserta Lian Han , pasti dengan siaga melindungi Alea dari apapun. Sedang ke lima teman- temannya menunggu Alea agak jauh dari tempat Alea dengan wajah khawatir.


"Qing Ju..apakah mereka mahluk kontrak Hanpey...?" tanya Gu Jing dengan wajah menatap Alea dan para mahluk kontraknya.


"Kemungkinan besar iya..bukankah mereka tiba- tiba datang membantu kita, tanpa kita tahu dari mana mereka..?" ucap Qing Ju sambil menatap kearah Alea .


"Melihat mereka begitu cemas, aku takin memang mereka mahluk kontrak Alea, apalagi melihat Lian Han biasa saja pada mereka.


"Kalau memang mereka mahluk kontrak Alea, hewan Apa yang bisa berubah menjadi manusia..?" ucap Gu Jing sambil menatap Alea sedikit iri.


"Tadi bukankah kita sudah melihatnya , salah sati hewan kontrak Hanpey adalah rubah ekor sembilan . sedang yang lainnya aku juga belum pernah melihat wujudnya. Tapi apakah kau masih ingat pada peristiwa saat kita baru menjadi prajurit khusus...?" tanya Qing Ju sambil menatap Alea.


"Emangnya ada apa...?" tanya Gu Jing heran.


"Bukankah saat kita pulang dari hutan Halimun ada peristiwa Alea mendapat penghinaan dari si Lan Yuyun dan saat itu salah satu dari mereka muncul di depan kita semua kan..." ucap Qing Ju mengingatkan mereka.


"Benar...aku juga ingat itu..sebab pada saat itu aku berada di belakang Hanpey dan Putra Mahkota..." ucap Xio Wei dengan cepat.


"Ya dewa...siapa sebenarnya gadis itu.. Mana mungkin empat hewan legendaris menjadi hewan kontrak dia...jangan kan sampai empat, satu saja kita tidak bisa memiliki hewan seperti itu , kita hanya bisa memiliki kontrak dengan hewan roh biasa saja..." ucap Yu Kui sambil menatap Alea dengan wajah kagum.


"Benar sekali... Tapi untunglah gadis yang memiliki kemampuan seperti itu Hanpey, andai gadis lain pasti tingkahnya semena- mena...untung sekali Putra Mahkota memiliki calon istri seperti dia.." ucap Gu Jing dengan kagum, walaupun tidak dia pungkiri ada sedikit rasa iri pada Pangeran Lingzhi yang bisa memiliki kekasih seperti Alea. Andai dia bisa memiliki kekasih seperti Alea...😔 .


Sedangkan Alea kini sudah selesai dalam meditasinya.


"Fuuh...." Alea bernafas lega.


"Gimana Lea'er...kau sudah sembuh..?" tanya Xiao Bai yang sejak tadi menatap Alea dengan wajah cemas.


"Sudah gege... Aku sudah baikan.." jawab Alea sambil beranjak akan berdiri . Xiao Bai buru- buru membantu Alea . setelah Alea berdiri Eagle memberikan buah kehidupan pada Alea.


"Makanlah ini dulu...agar tenagamu pulih kembali. " ucap Eagle dengan lembut. Alea segera memakan buah itu dengan cepat, hingga dia tersedak karena terburu- buru.


"Perlahan Lea'er...siapa yang ingin merebut buah itu darimu..." goda Lauyan sambil terkekeh.


"Aku lapar gege...lagian aku tak ingin mereka melihatku memakan buah ini..?" jawab Alea sambil cemberut.


"Nggak akan ada yang tahu, mereka tertutup oleh badanku..." ucap Lian Han . Memang tempat Alea duduk agak jauh dari ke lima teman- temannya. Hingga apa yang Alea lakukan tidak terlihat oleh mereka.


Setelah merasa keadaannya kembali sehat , Alea berjalan mendekati manusia berbaju hitam yang telah mati bersama serigala temannya.


"Gege, Kita buka penutup kepala pria ini..." ucap Alea pada sang gege. Lian Han segera membuka tutup kepala pria itu. Terlihat wajah seorang pria paruh baya yang wajahnya terlihat datar .


"Kau mengenalnya gege...?" tanya Alea pada Lian Han.


"Tidak.. Aku belum pernah bertemu dengan pria ini..." jawab Lian Han.


"Kakak- kakak...coba kalian kemari..apa dari kalian ada yang mengenal pria ini.!" seru Alea sambil melambaikan tangan pada teman- temannya.


Mereka segera mendekati Alea dan melihat wajah pria yang menyerang mereka tadi. Saat melihat wajah itu, Xio bersaudara mengatakan kalau mereka tidak kenal, begitu juga dengan Qing Ju dan Gu Jing, mereka bersamaan mengatakan kalau mereka tidak mengenal pria penjahat itu. Namun beda dengan Yu Kui , dia tiba- tiba tertegun menatap pria yang berada di depannya. Tanpa sadar kedua tangannya menutup mulutnya dengan wajah terbelalak kaget.


"Ada apa kak Yu Kui..apakah kau mengenal pria ini ..?" tanya Alea dengan wajah heran.


Yu Kui terdiam sejenak, lalu dia berkata dengan pelan.


"Hanpey...apakah kau ada permusuhan dengan kerajaan We..? Tanya Yu Kui dengan menatap tajam wajah Alea . karena dia tadi sempat mendengar kalau pria itu ingin membunuh Hanpey atas suruhan seseorang .


"Tidak...untuk apa aku barus bermusuhan dengan mereka.. Aku tidak mengenal mereka...?" jawab Alea heran.


"Lalu mengapa kerajaan We mengutus pengawal kepercayaan nya untuk membunuhmu....?" ucapan Yu Kui membuat semua orang kaget. Memang Yu Kui adalah warga kerajaan We yang berguru di perguruan Calang.


"Apaa ..pengawal kepercayaan...?" seru mereka kaget selain keempat hewan kontrak Alea yang menatap mereka dengan wajah dingin.


"Iya...dia adalah pengawal kepercayaan kerajaan We yang selalu bersama dengan putri Asuya..." ucap Yu Kui dengan wajah terlihat cemas.


"Apaa...pengawal putri Asuya..." teriak mereka kembali.

__ADS_1


"Itu berarti putri Asuya lah yang menyuruh pengawalnya membunuhku..." ucap Alea dingin.


"Dan itu dia lakukan tanpa melihat atau memperhitungkan keselamatan nyawa teman yang bersamaku...tega sekali gadis itu, kenapa jika dia memang menginginkan kematianku, seharusnya dia menemuiku saja bukan melibatkan orang lain.." ucap Alea kesal .


"Ck...dasar gadis sombong...sejak lama aku tidak menyukai dia...dia terlalu sombong karena anak seorang Raja.." ucap Xio Wei dengan wajah kesal dan marah.


"Gadis seperti itu seharusnya mendapat pelajaran yang setimpal.." ucap Xio Yixing dengan nada marah.


"Kita harus memberikan pelajaran pada dia Hanpey..." ucap Qing Ju dengan nada marah.


"Benar...aku merasa di menyepelekan nyawa seseorang..." ucap Yu Kui dengan kesal.


"Tunggu...kalian jangan ikut campur menghukum dia...aku tidak ingin sesuatu terjadi pada kalian, jika kalian memberi pelajaran pada dia saat ini..." ucap Alea menatap satu parsatu sang teman.


"Lalu apa yang harus kita lakukan..?" tanya Gu Jing dengan wajah terlihat marah. Sebenarnya Gu Jing sudah lama tidak menyukai sifat putri Asuya yang memiliki sifat semena- mena, sombong, dan tinggi hati. Dia sering menindas orang yang lemah. Banyak siswa di perguruan Calang yang pernah merasakan akibat dari tingkah Putri Asuya yang sombong itu. Namun ternyata kali ini dia sendiri yang mendapatkan kesulitan yang hampir merenggut nyawa dia dan teman satu timnya karena tingkah putri Asuya. Untung ada putri Lea atau Hanpey dan para mahluk kontraknya yang memiliki kemampuan dan ilmu tinggi. Kalau tidak habis sudah hidup mereka di dunia kecil ini. Dan apa jadinya jika semua kalau sampai ini terjadi. Dia tidak bisa membayangkan kesedihan sang Bunda di rumahnya ketika dia tak bisa kembali.


"Dasar wanita jahat , sombong dan munafik...!" teriak Gu Jing dengan marah.


"Lalu apa yang akan kau lakukan Hanpey...?" tanya Yu Kui dengan kemarahan terlihat di Wajahnya .


Alea menatap mereka satu persatu.


"Serahkan semuanya padaku, percayalah aku akan memberi pelajaran yang setimpal buat gadis itu dan ayahnya tanpa mereka sadari kalau itu dari kita, dan ingat jika nanti kita bertemu dengan dia, bersikaplah seperti biasa , bagai kita tak pernah terjadi masalah. Biarkan dia bingung sendiri dengan fikiran apa yang terjadi dengan pengawal kepercayaan sang Ayah. Dan kita lihat apa reaksi dari Raja kerajaan We jika kehilangan salah satu pengawal kepercayaannya..." kata Alea sambil tersenyum sinis. Melihat senyum Alea, Lian Han yang tahu sifat sang adik bergidik ngeri. Alea memang seorang yang sangat penyayang dan sabar, walaupun dia terluka jika itu dirinya sendiri, dia akan biasa. Namun jika teman, sahabat , atau saudara yang dia percaya dan mulai dia sayangi terluka atau dalam bahaya, maka tidak ada ampun bagi orang yang melukai mereka.


"Baik kami akan melakukan apa yang kau sarankan, kami akan menunggu apa yang akan terjadi padanya nanti..." ucap Qing Ju dengan wajah marah.


"Baiklah ayo kita melanjutkan perjalanan kita..sepertinya kita harus mempercepat perjalanan kita karena kita terhambat di sini cukup lama, tapi sebelum itu kita kumpulkan dulu inti roh dari serigala hitam itu, hey...kenapa masih ada serigala hitam yang masih hidup dan tak pergi...?" seru Alea sambil melihat pada beberapa serigala yang tiduran dengan kepala di taruh di atas tanah dan mata menatap mereka dengan wajah memelas.


"Gege Xiao Bai, ada apa dengan mereka?" tanya Alea heran.


Xiao Bai tersenyum menatap Alea.


"Mereka ingin mengikuti dirimu, mereka ingin menjadikan dirimu majikan mereka.." ucap Xiao Bai sambil tersenyum lebar.


"Tidak.., tidak..tidak..mana mungkin itu.. Aku tidak mau gege..bilang pada mereka aku akan membebaskan mereka, aku tidak akan menghukum atau membunuh mereka, suruh mereka pergi sesuka mereka..." ucap Alea dengan nada kesal.


"Mereka mendengar perkataanmu, mereka mengerti ucapanmu, tapi mereka tidak mau pergi, mereka tetap ingin ikut denganmu.." ucap Xiao Bai lagi. Kini dia tertawa ketika melihat wajah kebingungan Alea.


"Dasar mereka ya...bagaimana bisa mereka mengikuti diriku.." seru Alea frustasi .


"Sepertinya mereka menyukaimu Lea'er.. Kau bisa membawa mereka kedalam ruang dimensi, nanti aku akan menyuruh mereka mandi di air terjun agar pengaruh kekuatan ilmu hitam mereka hilang.." bisik Eagle sambil tertawa melihat Alea uring- uringan.


"Kalian itu ya...sekarang kalian pergilah, aku tidak akan membunuh kalian, kalian bisa kembali kesanak saudara kalian,.. aku tidak akan membunuh atau menghukum kalian, cepatlah pergi sebelum aku berubah fikiran...!" seru Alea mengancam. namun tak satupun dari beberapa puluh hewan itu yang pergi .mereka tetap diam sambil menatap Alea dengan wajah sedih dan cemas.


"Baiklah setelah mereka di hilangkan dari aura gelapnya..." ucap Xiao Bai dengan wajah geli melihat tampang Alea yang cemberut membuat Wajahnya semakin cantik dan imut.


"Ya sudah kalian bawa mereka, dan kami akan melanjutkan perjalanan kami..." kata Alea. mereka segera mengumpulkan inti roh dari hewan yang mereka bunuh. dan Alea juga mendapatkan inti roh dari raja srigala hitam. setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. seperti biasa setiap perjalanan yang mereka tempuh selalu menemui hewan roh atau monster yang harus mereka kalahkan . ketika hari hampir malam untunglah mereka sampai di persinggahan selanjutnya. dan disana ternyata mereka melihat sudah banyak praktisi yang datang di desa persinggahan itu . Setelah berputar mencari rumah untuk menginap, akhirnya mereka menemukan sebuah tempat penginapan yang tidak terlalu bagus, namun cukup membantu mereka terhindar dari udara dingin. walaupun harus tidur berdasakan karena rumah itu hanya memiliki dua ruang tidur.


Setelah makan perbekalan mereka sendiri. mereka segera memutuskan untuk segera istirahat. karena besok pagi sekali mereka harus berangkat kembali.


Setelah merebahkan diri tak butuh waktu lama, terlihat Xio bersaudara sudah terlelap tidur. Melihat itu Alea segera pergi ke ruang dimensinya.


Sampai di sana dia melihat para serigala sedang berendam di bawa guyuran air terjun kehidupan. Alea bisa melihat di tubuh mereka terlihat mengeluarkan uap hitam tipis. Alea segera mendekati tempat ke empat hewan kontraknya.


"Sudah berapa hari mereka di sana...?" tanya Alea pada Eagle .


"Sudah cukup lama Lea'er..setelah mereka kami bawa masuk kesini sampai sekarang.." jawab Eagle.


"Baguslah... setelah uap hitam itu keluar dari tubuhnya , kalian bisa menghilangkan ingatannya tentang tempat ini, gege Xiao bolehkan aku menempatkan mereka di kerajaanmu..?" tanya Alea pada Xiao Bai .


"Kau masih tanya padaku...? kau ini masterku, jadi rakyatku juga rakyatmu Lea'er..." ucap Eagle pada Alea.


"Apakah di kerajaanmu sudah ada kakak ipar...?" goda Alea .


"Kau ini...kau mulai berani mengganggu ku Ya...?" seru Xiao Bai sambil menatap Alea kesal.


"He he he...siapa tahu di sana ada kakak ipar yang telah kau tinggalkan , aku takut dia akan marah padaku..." ucap Alea sambil terkekeh dan berjalan cepat menuju istananya.


"Lea'eeeer.....!" seru Xiao Bai kesal. andai gadis nakal itu bukan masternya sudah ku jitak kepala yang penuh ide kejahilan itu...dasat master usil...tapi kenapa aku selalu bahagia melihat kebahagiaan di wajahnya...aku bagai hidup bersama adik kecilku saja. bukan seperti hidup dengan seorang master..." seru Xiao Bai dalam hati.


Sedang Alea yang sedang berjalan dengan cepat menuju tempat laboratoriumnya semakin tertawa keras mendengar teriakan Xiao Bai. begitu juga dengan hewan kontrak Alea yang lain, mereka hanya bisa menahan tawa mereka ketika mereka melihat Xiao Bai kesal karena godaan Alea. mereka berempat memang sangat sayang pada gadis lincah , cantik dan baik hati itu .


"Ada apa gadis itu masuk kedalam laboraturiumnya...?" kata Lauyan heran.


Setelah melihat kemana Alea pergi.


"Pasti dia punya ide gila lagi yang akan menyiksa seseorang..." jawab White.


Sebab jika Alea akan membuat pil obat . dia akan masuk kedalam ruang obat yang ada di samping istana. tapi kalau sudah masuk kedalam laboraturiumnya , maka pasti akan ada seseorang yang akan menderita jadi bahan percobaan.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa waktu di bawa pohon kehidupan . kini terlihat Alea sudah keluar dari ruang laboraturiumnya. dia berjalan kearah dimana ke emoat mahluk kontraknya berada .


Setelah berada di antara mahluk kontraknya Alea berucap.


"Gege..apakah kalian bisa melakukan sesuatu untukku, tapi pekerjaan ini cukup sulit...?" ucap Alea dengan wajah menatap keempat mahluk kontraknya satu persatu .


"Apa itu...?" tanya Lauyan.


"Menaburkan bubuk ini di tubuh putri Asuya saat bertemu dengan putri Asuya nantu..tapi jangan sampai dia menyadari kalau badannya di taburi bubuk ini..?" jawab Alea.


"Baik aku yang akan melakukannya..." ucap Lauyan dengan percaya diri.


"Gege yanin melakukan itu...?" tanya Alea.


"Yakin sekali...." jawab Lauyan.


"Trimakasih gege..." ucap Alea .


"Memang itu bubuk Apa...?" tanya Lauyan dan Eagle hampir bersamaan .


"Bubuk racun gatal seperti yang pernah aku buat dulu, dan reaksi ini akan terlihat beberapa bulan lagi, dan aku tak ingin membuat penawarnya..." jawab Alea dengan wajah sinis .


Mendengar perkataan Alea, meteka berempat merasa ngeri. Bubuk racun gatal yang pernah Alea buat untuk saudaranya dulu itu, sudah membuat mereka takut . apalagi bubuk racun yang tak ada obatnya.


"Baiklah aku keluar dulu.. kalau nanti kita bertemu putri terhormat Asuya, gege akan kuberitahu kapan gege harus menaburkan bubuk ini..." ucap Alea dengan wajah ceriah.


"Siap Lea'er..." jawab Lauyan .


"Aku pergi dulu ..." ucap Alea lalu menghilang dari pandangan mereka.


"Eh aku lupa..." ucap Alea yang tiba- tiba sudah kembali berada di depan mereka malah tubuhnya hampir berada dalam pelukan Xiao Bai. membuat pria tampan itu terkejut setengah mati.


"He he he..maaf nggak sengaja Bai'ge... tolong kalau kita sudah kembali ke dunia biasa, gege Xiao Bai memanggil kedua tangan kanan gege agar bisa menjemput mereka, uda ya aku kembali lagi daaa..." ucap Alea sambil menghilang kembali dari pandangan mereka , menyisahkan wajah Xiao Bai yang memerah malu karena tingkah Alea serta jantungnya yang masih berdebar tak karuan. habis wajahnya tadi hampir bertabrakan dengan wajah Alea yang memang sangat sembrono kalau masuk kedalam ruang dimensi.


"Dasar master tak berperasaan...!" umpat Xiao Bai dengan wajah gemas. dan ketiga sahabatnya hanya bisa tertawa melihat tingkah Xiao Bai yang marah karena tingkah Alea.


"Ha ha ha...kau harus melatih jantung mu agar tidak berdebar saat dia mulai memperlihatkan sifat manjanya pada kita. Dia memang seorang master yang sangat menggemaskan, aku sudah menganggap dia bagai adikku sendiri.." ucap Lauyan sambil tertawa kegirangan melihat tingkah Xiao Bai. karena dirinya dulu begitu juga, jika Alea sudah bersikap manja padanya.


"Dasar Master ceroboh..." umpat Xiao Bai yang masih kesal.


Sedang gadis yang menjadi masalah untuk Xiao Bai kini sedang tidur kembali di dalam kamar di dunia kecil bersama temannya. setelah tidur beberapa saat Alea segera bangun. ketika melihat sang teman masih tidur, dia buru- buru kembali ke ruang dimensinya untuk mandi. dan mengganti pakaiannya di istana miliknya. Setelah selesai dia segera kembali ke luar dari ruang dimensinya. ketika sampai di dalam kamar , Alea melihat Xio Wei sudah bangun.


"Kau sudah bangun Hanpey..." sapanya.


"Sudah kak..." jawab Alea. merekapun segera bersiap - siap untuk melanjutkan perjalanan mereka. Setelah selesai membersihkan badan. mereka menikmati makanan kering yang mereka bawa. sebenarnya Alea ingin memberi makan yang akan dia buat sendiri dari ruang dimensinya , tapi dia takut ruang dimensi miliknya akan di ketahui umum.


Setelah makan pagi mereka melanjutkan perjalanan, begitu juga dengan para peserta lainnya. mereka segera melanjutkan perjalanan mereka.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. hari berganti hari, minggu berganti bulan. dan tak terasa Alea berada di dunia kecil sudah melalui hari selama satu setengah tahun lebih, hari penilaian tinggal empat bulan lagi. dan itu berarti berakhir pula kehidupan mereka di dunia kecil. Mereka akan kembali kedunia nyata . Seperti saat ini mereka sedang berjalan di padang rumput yang luas. dan saat Alea dan kawan - kawan sedang berjalan , tiba- tiba mereka mendengar dari beberapa praktisi yang mereka jumpai kalau di depan perjalanan mereka, akan ada sebuah peninggalan purba yang akan terbuka , meninggalkan purba ini bisa berupa sebuah bangunan atau sejenis monumen , dan saat ini entah apa yang akan dapat mereka temukan. Mendengar itu mereka ber tuju yang sudah kehilangan semangat , seperti mendapatkan energi yang cukup membuat mereka berjalan dengan penuh semangat .


"Maaf kak...apakah banyak praktisi yang akan datang...?" tanya Alea pada kelompok itu yang terlihat cukup ramah.


"Tentu saja Nona...karena tujuan kita salah satunya adalah menemukan peninggalan itu. dan kalau kita berjodoh kita akan mendapatkan manfaatnya.." ucap praktisi itu lagi .


" Oo begitu ya kak.. kalau begitu ayo kita kesana..." ucap Alea.


"Mari..." jawab priktisi yang diajak bicara dengan Alea. Merekapun segera berjalan kearah para peserta yang berjalan kesatu arah.


Ternyata benar , banyak praktisi yang datang ketempat itu. melihat semua praktisi datang kesana, Alea yakin kalau Putri Asuya dan kawan- kawannya pasti akan kemari juga.


"Kalian harus hati- hati , pasti kita akan bertemu dengan Putri Asuya. jadi jangan bersikap berlebihan, bersikaplah biasa saja seperti kita tak pernah bermasalah dengan dia..." kata Alea dengan wajah tenangnya .


"Kami siap Alea..." jawab Xio Wei dengan meyakinkan.


"Jangan khawatir Alea ..dia tak akan tahu kalau kita sudah mengetahui kebusukannya...." ucap Xio Yixing dengan nada sinis karena kesal dan marah pada gadis itu .


"Bagus..kalau begitu ayo kita segera kesana..." kata Alea dengan semangat .


Mereka segera berjalan semakin mendekati tempat di mana adanya meninggalkan jaman purba itu.


Ketika mereka sampai di sana. ternyata tempat itu telah menjadi lautan orang atau para peserta yang datang kedunia kecil. melihat keadaan itu, Alea teringat di jaman modern , yaitu saat adanya konser musik akbar yang akan menampilkan penyanyi favorit para kaum mudah .


Saat mereka sedang berjalan perlahan sambil melihat para praktisi yang datang. tiba- tiba mereka di kejutkan dengan suara seseorang yang menegur mereka


"Waah ternyata ada seorang putri yang tidak di akui orang tuanya datang kemari juga ya..." ucap seseorang dari arah belakang mereka. tentu saja sapaan itu membuat mereka menatap kearah seseorang yang menyapa mereka.


Maaf bersambung dulu ya...


Aku ucapkan terimakasih atas like , vote dan komen yang kalian kirim buat author. Author tak bisa membalas kebaikan kalian, biar Allah yang membalasnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu


Bersambung.


__ADS_2