
"Yang Mulia...!" panggil Alea agak keras.
Namun sang Raja masih tertegun .
"Ayahanda...!" sekarang ganti Pangeran Lingzhi yang memanggil .
"Eeh..i..iya ada apa pangeran .." ucap Raja Rong Kyu kaget.
"Maaf..Lea'er sejak tadi memanggil Ayahanda tapi Ayah masih menatap keempat hewan kontrak itu ..." kata Pangeran Lingzhi sambil menahan senyum.
'Benarkah ...? Aah maaf..?" kata Raja Rong Kyu agak tersipu malu.
"Putri Lea..siapa mereka..?" tanya Raja Rong Kyu sambil kembali menatap keempat pria tampan yang kini sudah kembali berdiri di belakang Alea seperti penjaga yang siap melindungi majikannya.
"Baginda...merekalah mahluk kontak Hamba .." kata Alea dengan tersenyum .
"Jadi keempat pria tampan ini mahluk kontrakmu ..? laku siapa saja mereka...?" tanya Raja Rong Kyu kembali .
Keempat pria yang ada di belakang Alea maju kedepan bergantian memperkenalkan diri lalu kembali lagi di sebelah Alea.
"Hamba White si ular putih." kata white sambil memberi salam dan kembali ketempatnya.
"Hamba Lauyan si burung Phoenix ." kata Lauyan .
"Hamba Eagle Elang dewa ...." ucap Eagle dan terakhir .
"Hamba Xiao Bai Rubah ekor sembilan ." kata Xiao Bai dengan wajah diinginnya .
Mendengar mereka memperkenalkan diri , Raja Rong Kyu semakin sok. Pantas mereka bisa menjelma sebagai manusia, ternyata keempatnya adalah hewan legendaris yang sangat langkah. ( untung Raja tidak pingsan..🤣🤣)
"Ya dewa...menantuku ini gadis apa..? Kenapa di dalam tubuh cantik ini begitu besar kekuatannya. Aku kira hanya Putra Mahkota lah yang mampu menandingi kekuatannya . Untung kini dia jadi calon menantuku. Bagaimana mungkin gadis secerdas dan sejenius ini akan aku tukar dengan gadis- gadis manja seperti mereka itu. Aku tidak bisa membayangkan kalau dia menjadi musuh kerajaan Shi, aku tidak bisa melepas keberuntungan kerajaan Shi ini , untunglah putra Mahkota sangat mencintai gadis ini, Ya dewa...hamba bersyukur kau telah menganugerahkan gadis sejenis putri Lea pada kerajaan Shi..." seru Raja Rong Kyu sambil menatap mereka satu persatu. Dan terakhir menatap Alea.
"Nak...Ayahanda sangat bersyukur kau menjadi bagian dari kerajaan ini, Ayah tidak pernah menyangka kalau kau mampu memiliki keempat hewan legendaris ini, nak...kemarilah, boleh Ayah memelukmu..." ucap Raja Rong Kyu dengan wajah terharu dan gembira .
"Tentu Ayah..." jawab Alea, dia segera berdiri dari duduknya dan melangkah menuju singgasa .Alea mendekati Raja Rong Kyu yang telah merentangkan tangannya. Dengan lembut Raja Rong Kyu memeluk tubuh Alea yang semampai itu .
"Gadis ini...walaupun memiliki segudang ke istimewaan tetapi tetap saja bersahaja tidak sombong dan tinggi hati. Betapa beruntungnya rakyat kerajaan Shi yang telah memiliki Seorang Ratu yang bersahaja dan rendah hati seperti gadis ini..." batin Raja Rong Kyu. Sedang Perdana Mentri dan Jendral Murong tersenyum bahagia melihat Raja begitu menyayangi Alea.
"Ya dewa...gadis yang pernah kusia- siakan ternyata gadis yang berharga di mata semua orang, betapa jahatnya aku dulu, Andai gadis itu sejak dulu aku perhatikan , tak akan ada penyesalan seperti sekarang di dalam hatiku, maafkan aku sayang... Karena wanita gila itu aku telah menyia- yiakan kehidupanmu dulu. Untung masih ada maaf darimu untuk Ayahmu yang jahat ini nak.. Trimakasih kau telah memaafkan Ayah.. Batin Jendral Murong Han sambil menatap sang putri yang masih dalam pelukan Raja Rong Kyu. Setetes air mata kebahagiaan, serta keharuan menetes di mata Jendral Murong Han.
Selir Zhena yang sejak tadi menatap Jendral Murong Han ikut terharu melihat suaminya meneteskan air mata untuk gadis yang selalu dia bela sejak kecil dulu. Perlahan dia menggenggam tangan jendral Murong Han.
"Jendral...betapa membanggakan putri kecil kita , hamba bangga padanya Jendral..." ucap Lembut selir Zhena sambil menatap Alea yang sudah di lepaskan oleh Raja Rong Kyu.
"Benar..gadis kecilku sangat membanggakan bagi keluarga. Kau benar istriku..sejak dulu kaulah yang selalu benar.." jawab Jendral Murong sambil membalas genggaman sang istri yang sejak dulu selalu membela mati- matian Putri Lea.
Sedang di depan terlihat Raja Rong Kyu melepas pelukannya.
"Putri Lea..kau ini..kenapa masih menyebut ku Baginda...bukankah aku sudah menyuruh mu memanggilku Ayahanda...?" kata Raja Rong Kyu sambil mencium lembut dahi Alea.
"Maaf Ayah..putri lupa.." jawab Alea sambil tersenyum.
"Yang Mulia..hamba juga ingin memeluk menantu hamba.." tiba- tiba terdengar protes dari permaisuri. Mendengar sang istri protes Raja Rong Kyu tertawa.
"Lihatlah nak...Bunda mu sudah protes, dia sudah merindukanmu sejak kemarin, pergilah padanya, nanti bisa- bisa dia ngambek pada Ayah..." kata Raja Rong Kyu sambil terkekeh.
"Baik Ayah..." jawab Alea sambil tersenyum lembut dan berjalan kearah permaisuri yang sudah merentangkan tangannya . Alea tersenyum dan memeluk permaisuri.
"Menantuku cantik ..Bunda bangga padamu. Walaupun kau memiliki segudang keistemawaan tapi kau selalu bersahaja. Kau bagai gadis yang tak mampu melawan kehidupan ini. Teruslah bersikap seperti ini nak..Bunda percaya kau akan mendampingi putra mahkota agar bertindak lebih bijaksana.." ucap Ibu permaisuri sambil memeluk Alea.
Mendengar ucapan permaisuri , Alea terlihat malu dan Wajahnya memerah . setelah berucap seperti itu, permaisuri melepas pelukannya. Saat melihat wajah Alea yang menyerah, permaisuri tertawa kecil,
"Hey...kenapa wajahmu memerah sayang..? Apa kau sakit...?" goda permaisuri sambil tertawa kecil.
"Ti..tidak Bunda.." jawab Alea gugup. Mendengar omongan permaisuri dan melihat tingkah Alea, semua orang tersenyum menahan tawa. Mereka tahu apa yang membuat gadis kuat itu tersipu malu dan memerah Wajahnya . mereka tadi mendengar perkataan Permaisuri.
"Ya sudah kembalilah ketempatmu.." kata Permaisuri dengan lembut.
"Baik Bunda..." ucap Alea lalu kembali ketempatnya. Ketika sampai di kursi tempat duduknya, keempat mahluk kontraknya meminta ijin ingin kembali ke ruang dimensi.
"Lea'er ..kami kembali keruang dimensi.." ucap Eagle .
"Pergilah gege....oh ya..apa susu si mahluk kecil masih ada..?" tanya Alea pelan.
"Masih ada beberapa botol Lea'er, kalau bisa beli lagi susu buar mereka.." jawab Eagle.
"Mahluk kecil apa Lea'er..?" tanya pangeran Lingzhi yang mendengar pembicaaraan mereka.
"Nanti hamba tunjukkan kangsung pada Anda My Zhi..." jawab Alea sambil menatap pangeran Lingzhi. Sedang keempat pria tampan itu segera menghilang dari pandangan mereka semua.
"Janji..." kata Pangeran Lingzhi.
"Iya aku janji..." jawab Alea sambil menatap kembali kearah sang raja.
"Nach karena kita sudah kumpul semua, kita akan membahas tentang peresmian putri Lea menjadi putri Mahkota, karena itu saya mengumpulkan Jendral Huang dan Perdana Mentri Heng untuk membicarakan masalah ini. Karena ada berita yang membuat putra mahkota agak marah. maka peresmian Putri Alea menjadi Putri Mahkota akan dilaksanakan nanti malam bersamaan dengan pesta penyambutan kedatangan kembali putri Mahkota dari Dunia kecil, jadi persiapkan semuanya..." ucap Raja Rong memerintah .
"Tunggu Ayahanad...ada sedikit berita yang harus hamba sampaikan pada Ayahanda. .." kata pangeran Lingzhi .
"Ada apa nak...? Apakah kau tidak setuju kami mengumumkan sekarang..?" tanya sang Ayah.
"Bukan , bukan masalah itu Ayah..tapi masalah kejadian yang menimpa putri Alea..." kata Pangeran Lingzhi lagi.
"Kejadian yang menimpa Putri Lea..apa maksudmu..?' tanya Raja Rong Kyu heran.
"Putri Alea hampir terbunuh dua kali, dan itu di karenakan seseorang telah mengirim pembunuh bayaran, jika saja Leat'er tidak memiliki ilmu yang tinggi dan tidak memiliki mahluk kontrak, niscaya kita hari ini akan mendengar kematiannya..." ucap pangeran Lingzhi dengan marah.
"Pembunuh bayaran...? siapa yang berani melakukan itu..!" seru Raja marah.
"Istri dari Mentri keuangan Ayah dan sahabat Ayah Raja We..." jawaban Pangeran Lingzhi membuat Raja dan Permaisuri serta Perdana Mentri kaget bukan main .
"Apaa ..!" seru mereka hampir bersamaan.
"Ya...mereka telah mengirimkan pembunuh bayaran pada Lea'er, dan itu mereka lakukan hampir menewaskan semua rombongan Lea'er. Untung saja ada mahluk kontrak Putri Mahkota, kalau tidak..Kita akan kehilangan mereka semua, serangan srigala itu adalah ulah dari si pembunuh bayaran, dan dia adalah pengawal kepercayaan Raja kerajaan We sahabat Ayah..." kata Pangeran Lingzhi sambil menatap sang Ayah kesal.
"Kurang ajar...kenapa Saujin seberani itu.. Apakah karena Putri Alea belum resmi menjadi putri Mahkota. Berani sekali dia, tunggu saja akan aku balas perbuatannya...." ucap Raja Rong Kyu marah. Saujin adalah nama Raja We .
"Ayah..boleh hamba berkata...?" tanya Alea dengan sopan.
"Katakanlah nak..." jawab Raja Rong Kyu.
__ADS_1
"Hamba mohon Ayah jangan melakukan tindakan apapun dulu, sebab jika terjadi kesala pahaman maka akan terjadi peperangan antar kerajaan , apalagi kita tidak punya bukti keterlibatan Raja kerajaan We pada rencana membunuhan di dunia kecil. Mungkin mereka juga tidak tahu kalau utusan mereka sudah mati di tangan kami, jadi hamba sudah memiliki cara yang lebih baik dari pada melibatkan kerajaan. Hamba takut rakyatlah yang sengsara jika kita bermusuhan, karena itu biarkan dulu hamba yang melakukan rencana ini, hanya satu jika beliau ingin meminta pertolongan pada hamba , Ayahanda jangan menyuruh hamba melakukan apapun permintaan beliau ..." kata Alea tegas.
"Jadi kau ingin memberikan pelajaran pada mereka tanpa melibatkan kerajaan..?" tanya Raja terharu.
"Benar Ayah...hamba takut Rakyatlah yang akan menanggung akibatnya jika terjadi permusuhan antar kerajaan..." jawab Alea.
Mendengar perkataan Alea semua yang ada di dalam ruangan itu terharu juga bangga pada Alea yang memikirkan keamanan rakyat .
"Putra Mahkota...ternyata pilihanmu tak salah nak...aku bangga memiliki menantu seperti ini.dan kalian para pangeran putraku semua...kalau kalian mencari istri, carilah yang memiliki sedikit saja persamaan sifatnya dengan putri Mahkota..." seru Raja Pada putra- putranya yang lain.
"Hamba yang Mulia.." seru mereka serempak. Walaupun di dalam hati mereka mengumpat.
"Mana mungkin kami bisa mencari wanita se sempurna kakak ipar, andai kakak ipar belum menjadi kekasih Putra mahkota, kami juga menginginkan gadis seperti dia Ayah...!" seru mereka dalam hati.
"Baiklah kalau begitu, kita bersiap - siap untuk nanti malam , dan kau Putri , mulai sekarang kau bisa menempati istana anggrek yang ada di dekat istana Rose milik Putri Yinhan sampai nanti kalian menikah.
"Tapi Ayah...apakah hamba tidak bisa kembali ke Perguruan...?" tanya Alea dengan wajah kaget.
"Tidak nak..kau tidak boleh kembali keperguruan , tapi sebelum mendekati hari pernikahan kau bisa pergi ke manapun asal bersama Putra mahkota atau seijin Ayah atau calon suamimu, dan mulai sekarang kau mendapat pengawal pribadi ,kau mengerti nak...?" tanya Raja Rong Kyu yang tahu Alea tak bisa di kekang.
"Mengerti Ayah, tapi hamba sudah memiliki dua pengawal pribadi yang mulia..." jawab Alea.
"Benarkah..?.siapa mereka..?" tanya Raja lagi.
"Dua saudara hamba yaitu kak Mimi dan kak Zheng Bai..." jawab Alea.
"Ya sudah kalau itu maumu putri, yang penting kau mempunyai pengawal.." kata Raja Rong Kyu. walau dalam hati, dia akan memberikan pengawal bayangan untuk Putri Lea.
Setelah Raja ingin berbicara dengan Jendral Murong Han dan Perdana Mentri Heng, para putra - putri segera undur diri. begitu juga dengan para ibu- ibu, mereka di undang Permaisuri untuk berbincang di pavilyun milik permaisuri. bersama keluarga.
Ketika mereka keluar dari ruang pertemuan, Ternyata Jihao dan Zheng Bai telah menunggu mereka.
"Jihao menghadap Pangeran, Putri.." ucap Jihao.
"Zheng Bai menghadap Pangeran, Putri.." ucap Zheng Bai bersamaan dengan Jihao.
"Apakah kalian sudah bertemu dengan keluarga penjahat itu..?" tanya Pangeran Lingzhi.
"Sudah Pangeran...mereka kami bawah ketempat tersembunyi.." jawab Jihao.
"Kalau begitu kita kesana sekarang..ayo sayang kita pergi menemui mereka..." kata Pangeran Lingzhi mengajak Alea .
merekapun segera pergi bersama Menuju tempat di sembunyikannya keluarga dari Penjahat itu. mereka berempat mengikuti Jihao dan Zheng Bai.
Mereka menaiki kuda menuju tempat persembuyian itu. hampir satu jam mereka memacu kuda mereka, akhirnya mereka tiba di sebuah desa yang terlihat agak sepi. saat mereka tiba di depan sebuah rumah sederhana terlihat seorang pria paruh baya datang menghampiri mereka.
"Selamat datang Putra Mahkota Lingzhi, Selamat datang tuan mudah Jihao.." sapa pria paruh baya itu.
"Hmm..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mengibaskan tangannya.
"Silahkan Masuk yang Mulia.." ucap Pria itu dengan wajah sedikit takut. akhirnya mereka berenam masuk kedalam rumah .
"Di mana ibu dan anak itu Paman...?" tanya Jihao pada pria itu.
"Ada di dalam tuan..." jawab laki- laki itu.
"Salam sejahtera dan hormat kami yang mulia..." ucap Wanita itu sambil bersujud memberi hormat di ikuti kedua anaknya.
"Bangunlah...dan duduklah.." kata pangeran Lingzhi datar.
"Ampuun yang Mulia...biarkan hamba dan putra , putri hamba duduk di sini saja.." jawabnya sambil menunduk.
"Kenapa seperti itu Ibu...?" tanya Alea pelan.
"Hamba tidak pantas putri...biarkan hamba dan anak- anak hamba di sini.." jawab Wanita itu dengan wajah menunduk.
"Baiklah kalau memang itu keinginan kalian..." jawab Alea. Dia pun membiarkan mereka bertiga duduk di bawa.
Setelah lama terdiam , Pangeran Lingzhi menatap pada mereka bertiga.
"Apakah kalian tahu kenapa kalian di bawa kemari...?" tanya Pangeran Lingzhi datar.
"Ampun yang mulia, hamba bertiga tidak tahu . hanya tadi pagi kami di datangi oleh kedua tuan itu dan mengajak kami kemari karena ada orang yang ingin berbuat jahat pada kami.." jawab ibu dari kedua anak itu.
"Benar..kalian dalan bahaya...dan aku mau tanya apakah kalian tahu pekerjaan dari suamimu , Ayah dari anak- anakmu..?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.
"Tidak yang Mulia..." jawab Wanita itu tanpa berani menatap wajah pangeran Lingzhi dan Alea.
"Kau tidak tahu sama sekali pekerjaan suamimu...?" tanya Pangeran Lingzhi tak percaya.
"Ampun yang mulia...hamba tidak tahu sama- sekali pekerjaan suami hamba, dia hanya akan datang beberapa bulan sekali sambil memberi hamba uang atau barang, tapi hamba juga bekerja sebagai petani di desa kami demi kehidupan kami, karena uang yang suami berikan pada kami tidak mencukupi kebutuhan kami yang dia tinggal berbulan- bulan . .." jawab wanita itu dengan wajah menunduk.
"Apakah kau akan percaya jika kuberitahu pekerjaan suamimu yang sebenarnya..?" kata Pangeran Lingzhi lagi.
wanita itu mendongakkan kepalanya sejenak seperti orang yang kaget karena perkataan Pangeran Lingzhi. lalu cepat- cepat menundukkan kembali kepalanya.
"Hamba akan mempercayainya yang Mulia..." jawab Wanita itu.
"Suamimu bekerja sebagai kepala pembunuh bayaran..." kata Pangeran Lingzhi dingin .
Terlihat wanita itu kembali menatap Pangeran Lingzhi dengan wajah pucat, setelah itu dia kembali menunduk.
"Dan kau tahu siapa yang akan dia bunuh...? Gadis ini calon Istriku , putri Mahkota kerajaan Shi ini yang akan dia bunuh.." kata Pangeran Lingzhi dengan dingin. Mendengar perkataan Pangeran Lingzhi wanita itu terbelalak lalu tiba- tiba dia pingsan. tentu saja semua orang yang ada di dalam rumah kaget, dan terdengar teriakan kedua anak wanita itu. Alea segera bangun, dan meminta Jihao dan Zheng Bai untuk mengangkat wanita itu agar menaruhnya di atas ranjang. dan segera menotok jalan darahnya agar menyadarkan wanita itu. tak lama wanita itupun kembali sadar. Ketika dia melihat Alea berada di sampingnya, dia segera bangun dan turun dari tempat tidur.
"Ibu...ibu mau kemana...?" tanya Alea,
kaget sambil berusaha mencegah dia turun. namun Wanita itu memaksa dan sujud di depan Alea.
"Putri..maafkan kami...hamba mohon maafkan kami...kami tidak tahu , benar- benar tidak tahu pekerjaan suami hamba , Ayah dari anak- anak hamba. ampunkan kami Putri..." ucap Wanita itu ketakutan sambil menangis minta ampun di ikuti kedua anaknya yang ikut menangis.
"Hey..kenapa kalian minta ampun dan menangis..siapa yang akan menangkap kalian , justru kami membawamu kemari karena kami ingin menyelamatkan dirimu dari orang yang telah menyuruh suamimu membunuhku... aku tahu jika dia tahu kalau suamimu gagal membunuhku, pasti dia akan mencarimu untuk menyiksa kalian atau akan membunuh kalian , karena itu kami membawa kalian kemari.." acap Alea denga lembut. Mendengar perkataan Alea, wanita itu mendongakkan kepalanya. dia terlihat syok sekali .
"Apakah itu benar putri...?" tanya dia tak percaya.
"Untuk apa aku berbohong...tapi maaf Suami atau Ayah kalian sudah meninggal.." kata Alea lagi.
Terlihat wajah mereka sedih. namun terlihat kalau mereka sudah pasrah.
"Tidak apa- apa putri...Dia sendiri yang mencari masalah, jadi untuk apa putri meminta maaf, seharusnya hamba lah yang harus meminta maaf pada putri..." jawab wanita itu dengan wajah sedih dan masih ada rasa takut.
__ADS_1
"Sudahlah, semua itu bukan salah kalian, jadi saya harap kalian jangan pulang dulu ke desa kalian, sebab aku takut kalian akan menjadi sasaran orang yang menyuruh suami ibu untuk membunuh diriku .." kata Alea .
Mendengar perkataan Alea, wanita itu terlihat cemas dan resah.
"Kenapa...?apakah ada keluarga ibu yang tinggal di desa lain...? biar nanti pengawal kami akan membawa kalian ke desa saudara ibu...?" tanya Alea lembut.
"Kami tidak lagi memiliki saudara putri. rumah dan tempat kami bekerja adalah desa yang kini kami tinggali. jadi maafkan kami, biarlah kami akan kembali ke desa itu, kalau memang nasib kami harus mati di tangan orang yang telah menyuruh suami hamba, mungkin itu sudah takdir kami..." jawab Wanita itu pasrah.
Melihat wanita itu terlihat pasrah Alea menjadi iba. dia menatap mereka bertiga lagi.
"Bangunlah... ayo kita keluar..." ajak Alea.
Ketika sampai di depan Pangeran Lingzhi Alea lalu membicarakan masalah wanita itu. Akhirnya Mereka memutuskan membawa mereka pergi dari desa itu . mereka membeli kereta kuda untuk mereka bertiga.
"My Zhi..akan kita taruh di mana mereka nanti .. ?" tanya Alea pada Pangeran Lingzhi. saat mereka sedang di dalam perjalanan pulang.
"Kalau aku mencarikan tempat tinggal untuk mereka lalu apa hadiah untukku..?" tanya Pangeran Lingzhi sambil tersenyum Licik.
"My Zhi sayang...memang mereka itu rakyatnya siapa..? lalu mengapa aku harus memberi hadiah padamu...?" jawab Alea dengan senyum menggoda.
Pangeran Lingzhi kaget ketika Alea mengucapkan kata sayang .
Bukankah itu kalimat atau panggilan langkah dari Alea.
""Kau tadi memanggilku apa...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea .
"My Zhi..." jawab Alea heran.
"Bukan, bukan , setelah My Zhi..." tanya Pangeran Lingzhi.
"Setelah My zhi...memang mere..." kalimat Alea terpotong oleh perkataan Pangeran Lingzhi.
" Bukan, bukan itu... sebelum kau mengatakan kalimat mereka itu dan sesudah kaliamat My Zhi...!" seru Pangeran Lingzhi gemas.
"Sesudah My Zhi dan sebelum memang mereka...?" Alea kembali mengingat perkataannya . tak lama dia sadar apa yang dia ucapkan untuk membalik perkataan Pangeran Lingzhi tadi. terlihat wajahnya memerah karena malu.
Melihat wajah sang kekasih memerah, Pangeran Lingzhi terlihat bahagia.
"Tidak..aku tidak mengatakan apapun..' jawab Alea sambil mempercepat laju kudanya mengejar kereta kuda yang memang sengaja melaju lebih dahulu dari rombongan mereka, agar tidak terlihat menyolok . Dan yang menjadi kusirnya adalah Zheng Bai yang menyamar jadi pak tua . karena dia belum dikenal penduduk kota kerajaan Shi.
Melihat tingkah Alea, Pangeran Lingzhi tersenyum bahagia, itu bertanda gadisnya mulai mencintai dirinya .
"Sayang kau imut sekali ketika merasa malu.." gumam Pangeran Lingzhi sambil mengejar dan mensejajarkan kembali kudanya . Merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Ketika sampai di ibukota kerajaan , Jihao menggiring kereta itu menuju suatu tempat.
"Kita mau kemana My Zhi..?" tanya Alea heran.
"Lihat saja sayang...ada kejutan buatmu.." jawab Pangeran Lingzhi penuh teka- teki.
"Kejutan...?" tanya Alea.
"Hmm..." angguk pangeran Lingzhi sambil tersenyum menatap Alea.
"Kejutan apa sich...kok aku jadi penasaran juga...?" batin Alea.
Tak lama mereka berhenti di sebuah restoran mega yang para pengunjungnya sangat penuh. terlihat restoran itu sangat ramai. dan di sebelahnya terlihat sebuah penginapan yang memiliki tiga lantai. dan penginapan itu di tata dengan sangat indah dan mega. namun sepertinya bangunan itu baru selesai di bangun.
"My Zhi...kenapa kita kesini...? apakah tidak berbahaya bagi mereka bertiga...?' tanya Alea dengan wajah khawatir.
"Tidak sayang...ada orang bilang, persembunyian yang bagus adalah tempat yang tak akan di duga oleh si penjahat , dan temoat itu adalah tempat yang ada di sekitar mereka..." jawab Pangeran Lingzhi.
"Iya sich...tapi tempat siapa ini.." tanya Alea lagi. namun pangeran Lingzhi hanya tersenyum, dan terlihat kereta memasuki pekarangan sebuah bangunan kecil yang ada di samping restoran dan agak masuk kedalam.
"Ayo sayang kita turun..." ucap Pangeran Lingzhi setelah melihat kereta berhenti. Dia segera melompat turun . lalu mendekati Alea dan mengulurkan tangannya untuk membantu Alea turun .
Alea segera melompat turun , dan dia segera mendekati kereta kuda dengan tangan masih dalam genggaman Pangeran Lingzhi.
"Putri Kami di mana...?" tanya wanita itu dengan tatapan bingung.
"Kalian Ada di dalam kota kerajaan Shi. dan sekarang identitas kalian harus berubah, kalau di tanya siapapun Kalian bilang dari kerajaan Long, dan nama ibu nyonya Lut, sedang gadis cantik ini namanya Juzhi dan kau pria tampan namamu Rolan kalian mengerti...?" kata Pangeran Lingzhi sambil tersenyum.
"Hamba yang Mulia..." jawab mereka bertiga serempak.
"Ya sudah ayo masuk.." kata Pangeran Lingzhi sambil berjalan membawa Alea masuk kedalam restoran melakui pintu belakang. dan betapa terkejutnya ketika Alea melihat siapa yang sekarang berada di depannya sedang melayani para pembeli.
"Ibuuuu....!" seru Alea sambil berlari kearah mereka yang sedang berada di dapur restoran..
"Hanpey...!" seru mereka bahagia. mereka bertiga saling berpelukan, yach...mereka adalah nyonya Zio dan nyonya San .
"Kapan kalian datang...!" seru Alea bahagia.
"Sudah sejak empat bukan yang lalu nak.." ucap Nyonya San.
" Dan restoran ini sejak kapan di buka..?" tanya Alea lagi.
"Tiga bulan yang lalu sayang..." suara bariton itu menjawab.
"Bagaimana kau bisa melakukannya My Zhi..?" tanya Alea dengan wajah haru.
"Apa sich yang tidak bisa aku lakukan untukmu sayang..." jawab Pangeran Lingzhi sambil meneluk Alea dari belakang.
"My Zhi ...kita ada di restoran..." ucap Alea pelan.
"Kau gadisku, kau calon istriku...biar semua tahu itu..." jawab Pangeran Lingzhi dengan bangga.
"My Zhi...mereka bertiga...?" kata Alea ingat pada keluarga penjahat itu.
"Jangan khawatir, mereka sudah berada di dalam kamar yang aman., Jihao sudah membawa mereka...." jawab Pangeran Lingzhi.
"Benarkah..?" seru Alea bahagia.
"Hmm...." angguk pangeran Lingzhi. terlihat wajah Alea yang bahagia.
"Sekarang kita makan dulu , perutku sudah lapar ..." ucap Pangeran Lingzhi sambil membawa Alea untuk duduk di ruangan yang memang khusus untuk pangeran Lingzhi.
"Ibu..bawakan makanan kesukaan putri cantikmu ini..." ucap pangeran Lingzhi pada kedua nyonya yang tersenyum bahagia melihat begitu cintanya Pangeran Lingzhi pada Alea penolong mereka. namun sebelum Alea melangkah , terdengar teriakan dua bocil yang baru masuk.
"Jiejie...!" seru mereka bersamaan.
Bersambung dulu ya... jangan lupa Like, vote dan komennya aku tunggu. 🙏🙏
__ADS_1