
Ketika melihat sang suami datang yaitu Mentri Lan . nyonya Lan terlihat gembira. Dua merasa penyakitnya akan segera sembuh . Namun ketika melihat sang suami datang sendiri dia heran, dengan wajah masih tetap bahagia dia bertanya.
"Suamiku...mana Putri Mahkota, apa dia ada di luar...? Kenapa tidak kau suruh saja dia kemari, suru dia langsung kemari suamiku...!" ucapnya bahagia.
Sedang Mentri Lan hanya menatap sebentar lalu berjalan kearah Almari bajunya. Dia menatap sebentar kesana. Lalu berjalan kembali keluar.
"Suamiku..kau panggil dia...aku sudah tidak tahan menahan sakit dan gatal ini..!" teriaknya ketika melihat sang suami keluar dari kamarnya.
Sedang tuan Lan memanggil dan mengumpulkan semua penbantu dan pengawal yang bekerja di rumahnya .
Setelah semuanya kumpul Dia lalu berkata kalau dia di kirim kedaerah perbatasan . Setelah itu dia menyuruh mereka mengemasi barang - barang yang akan di bawa pergi. Mendengar perkataan Mentri Lan, mereka semua kaget,
"Kalian kemasih barang- barang yang mudah kita bawa. Sebab lusa kita akan pindah keperbatasan, untuk kalian yang ingin ikut silahkan berkemas juga,tapi jika ada yang ingin tinggal, silahkan saya tidak memaksa kalian ikut kami. Dan untukmu paman Sam...kau bisa tinggal disini untuk menjaga rumah ini, kami akan kembali lagi Lima tahun lagi. Jadi kalau kau tidak mau tinggal di dalam rumah ini , kau bisa tetap tinggal di rumahmu, kau bisa datang kemari sesekali untuk membersihkan rumah ini.." ucap Mentri Lan pada para pembantunya . sedang pada Paman Sam dia berucap seperti itu, karena Paman Sam adalah seseorang yang telah lama ikut dengannya.
"Baik tuan...hamba akan datang tiap hari kemari. Tapi untuk tinggal di dini, Maaf... hamba tidak bisa..." jawabnya.
"Iya aku tahu...aku sangat berterimakasih jika kau mau datang membersihkan rumah ini..." kata Mentri Lan. Setelah itu dia berjalan kembali kekamar nyonya Lan dengan beberapa pelayan yang akan mengemas barang yang akan mereka bawa . ketika mereka masuk , terlihat nyonya Lan sudah menunggu dengan bahagia.
"Lo mana putri Lea...?" tanya Nyonya Lan Pada sang suami.
"Dia tidak ada di sini...?" jawab tuan Lan dengan wajah sedih.
"Apakah Raja tidak menyuruh putri Lea datang menolong aku dan Lan Wen...?" tanya nyonya Lan dengan wajah marah.
"Memang siapa dirimu...? Hingga membuat Raja menyuruh Putri Mahkota menolong kalian...?" tanya Mentri Lan sinis .
"Apaa...dia tidak menyuruh Putri Lea kemari...? Mana mungkin...aku adalah sahabat istrinya , dia pasti menghormati diriku...!" serunya marah.
"Cih...siapa yang akan menghormati seseorang yang berani menyakiti atau membunuh calon menantu kesayangannya... Untung saja kau tidak di hukum mati oleh baginda, mungkin kalau sekarang keadaanmu sehat, pasti hukuman itu jatuh padamu, namun sekarang karena kau dalam keadaan mati tidak, hidup pun tidak, maka Raja memberi ampunan padamu , tapi dia telah menghukumku karena aku sudah salah mendidik istri dan anakku, dia mengirimku pergi ke perbatasan bersama keluargaku selama lima tahun. Dan karna perbuatanmu itulah kita semua celaka...!" ucap Mentri Lan dengan dingin.
"Apaa...apa maksudmu Suamiku...?" tanya Nyonya Lan kaget .
"Kita akan pergi ke perbatasan dua hari lagi. Dan itu sudah keputusan baginda Raja.." jawab Mentri Lan datar .
"Tidak..itu tidak mungkin...mana mungkin Raja berani mengirim kita ke perbatasan , aku adalah sahabat yang sangat di sayangi Permaisuri, mana mungkin dia tega mengirim kita ke perbatasan.. Tidak...itu tidak mungkin.." seru Nyonya Lan marah.
"Cih sahabat...siapa sahabat permaisuri. Kau itu bukan sahabat yang baik, kau hanya memanfaatkan permaisuri , kau tidak tulus bersahabat dengan dia. Sudah berapa kali aku menasehatimu, tapi kau terlalu serakah dan licik. Karena kebaikan hati permausuri kau selalu memanfaatkannya, Juga keluargamu. Tapi sekarang permaisuri pasti akan bebas dari sahabat yang serakah dan tak tahu malu dan tak tahu balas budi seperti dirimu. Semoga kau bisa berubah jika kita sudah berada di perbatasan. Dan kau bisa mendidik putrimu lebih baik lagi . itupun kalau kalian bisa sembuh dari penyakit yang kalian derita ini.." ucap Mentri Lan datar. Sebenarnya dia sudah muak dengan perbuatan nyonya Lan yang terlalu egois. Sifatnya jauh sekali dengan selirnya. Saat mudah sebenarnya Lan Tao Su sudah mempunyai tambatan hati, dan mereka akan segera melangsungkan pernikahan. Namun karena keluarga Kwi , keluarga kaya dan sangat terpandang datang melamar Lan Tao Su untuk di nikahan dengan Phanyu Kwi. Maka Lan Tao Su tidak bisa berkutik lagi. Keluarga Lan memang sudah berhutang budi banyak pada keluarga Kwi . Dan saat keluarga Kwi meminta Lan Tao Su untuk menikahi Putri mereka, Mereka akhirnya hanya bisa menyetujui pernikahan itu, walaupun mereka tahu kalau Lan Tao Su sudah memiliki seorang kekasih. Setelah satu tahun menikah, akhirnya Lan Tau Su menikahi kekasihnya yang bernama Siva Yun. Seorang gadis dari keluarga bangsawan teman dekat Putri Shulia . Dari sang kekasih Mentri Lan memiliki Tiga orang anak yaitu dua anak laki- laki dan satu wanita. Namun ketiga anak dari selir Siva sangatlah penurut dan baik hati. Tidak seperti dua anak dari istri sahnya ini.
"Tidak...itu tidak mungkin, Shulia pasti akan menolongku, dia tidak akan bisa lepas dariku, sejak remaja dia selalu takut dan sayang padaku...!" teriak Nyonya Lan marah.
"Salah..dia bukannya takut padamu, tapi dia sangat sayang padamu karena dia menganggap dirimu telah menolongnya, tapi dia tidak tahu kalau sebenarnya kaulah yang telah mendorong dia kedanau itu karena kau iri padanya, kau iri karena dialah yang terpilih menjadi Putri Mahkota. Karena Raja Rong Kyu lebih memilih dia dari pada kau gadis jahat berwajah malaikat..." jawab tuan Lan yang telah sangat kecewa dengan tingkah nyonya Lan yang membuat dia sampai di tegur dan di kirim ke perbatasan, Semua ini gara - gara sang istri
"Ka..k..kau...tahu semua...?" seru nyonya Lan kaget.
"Cih dasar munafik.. Kau fikir apa yang kau lakukan tidak ada yang tahu...? Aku mendiamkan semua ini karena aku berharap kau akan berubah. Namun tidak , semakin lama kau semakin tak tahu diri. Aku mendiamkan dirimu karena aku tidak tega melihat permaisuri terluka karena kepalsuan kasih sayangmu...." ucap tuan Lan Tao Su dengan wajah jijik pada sang istri.
"Dari mana semua cerita ini kau ketahui.." terlihat nyonya Lan gelisah.
"Kau fikir hanya kau yang ada di sana, Munafik dan licik. dan saat kau tahu ada orang datang. kau berpikiran - pura panik. Lalu kau meminta tolong untuk menolong Putri Shulia yang tenggelam. dan saat Putri Shulia . Lalu kau membasahi bajumu agar putri Sulia menyayangi kau yang telah menolongnya . dan usahamu berhasil. hingga sampai sekarang Putri Shulia mengira kaulah penolongnya..dasar munafik ..." jawab Alea.
"Ooo...ternyata ceritanya seperti itu..? Tak kusangka wanita yang kuanggap penolongku ternyata hanys seekor serigala licik yang bermuka malaikat. Tak salah aku datang kemari karena ingin menanyakan kebenaran kalau kau tega dan berani menyakiti menantu kesayanganku. Aku tak menyangka kalau kau memiliki watak yang begitu kejam dan sadis. Tega- teganya kau mengirim pembunuh bayaran pada menantuku hanya karena Lan Wen ingin merebut posisi Putri Mahkota.
Apa kau fikir setelah Putri Asuya meninggal lalu Putra Mahkota akan menyukai Lan Wen...? Kau naif sekali Phanyu . dan baru sekarang aku mengetahui kelicikanmu . jadi ternyata selama ini kau sudah membodohiku...? Ya ampuun...bodohnya aku...ternyata gadis yang aku anggap melebihi sahabat atau saudara ternyata manusia serigala berkedok malaikat... Dan sekarang kau sudah mendapat pembalasannya sendiri....!" ucap Permaisuri Shulia yang berdiri di depan pintu kamar nyonya Lan.
"Bohong...jangan percaya itu Shulia.. jangan percaya itu...kita bersaudara kan...? Mana mungkin aku memiliki niat seperti itu...!" seru nyonya Lan ketakutan.
"Cukup...! Tak usa berbohong lagi... Aku sudah mendengar apa yang kau katakan dan apa yang di katakan oleh Mentri Lan. Kau tahu .....andai bukan karen aku yang mohon pada suamimu , mungkin kau sudah lama di ceraikan oleh Mentri Lan. Dia mempertahankan dirimu demi melihat persahabatan diriku dengannya. Aku sampai mengorbankan sahabatku Siva Yun demi wanita licik seperti dirimu. Dasar wanita ular... Sekarang rasakan semua penderitaan yang kini kau rasakan...." ucap Permaisuri dengan perasaan marah dan kecewa. Dia tak menyangka kalau wanita yang dia anggap seorang malaikat di hidupnya , Penolong kehidupannya , sebenarnya seseorang yang membuat dia celaka .
Dan wanita itu kini ingin membunuh Menantu kesayangannya pula , dan semua itu dia lakukan demi keinginannya menjadikan putrinya istri dari Putra Mahkota. Dia tak menyangka sahabat yang dia jaga dan dia sayangi adalah manusia ular. Tanpa terasa air mata jatuh di pipinya. Dia tak menghiraukan teriakan- teriakan dari nyonya Lan. Ingin rasanya dia membunuh wanita keji itu, tapi karena masih ada kasi sayang dalam hatinya, walaupun telah tertutup kebencian . dia menguringkan niatnya, dan dia tahu penyakit yang di derita nyonya Lan lebih menderita dari pada kematian. Permaisuri pun segera pergi meninggalkan nyonya Lan. Andai dia tadi tidak nekat datang sendiri kemari mungkin dia tak akan tahu semua kejadian masa lalu itu. Tadi ketika Mentri Lan Tao Su keluar dari ruang kerja Raja , Tanpa sengaja Permaisuri melihat itu . dia heran ada apa Mentri Lan datang keruang kerja sang suami . dan saat dia bertanya pada Raja . Raja pun mengatakan kalau Mentri Lan ingin sang menantu membantu menyembuhkan nyonya Lan dan Lan Wen. namun Raja menolak, saat itu Permaisuri memohon pada Raja untuk sang sahabat, karena permohonan itulah akhirnya Raja mengatakan penyebab dia tidak mau, dia mengatakan kalau nyonya Lan ingin membunuh Putri Mahkota ketika di dunia kecil, yaitu dengan mengirimkan pembunuh bayaran . untunglah sang menantu mampuh menyelamatkan diri . Raja juga menunjukkan bukti keterlibatan Nyonya Lan . saat mendengat perkataan sang Raja permaisuri tak ingin percaya. mana mungkin sahabatnya yang bagaikan malaikat itu memiliki perbuatan seperti itu . Karena itu dia ingin menanyakan sendiri pada sang sahabat. Saat itu dia pergi dengan perasaan sedih , marah , dan kecewa . dengan perasaan campur aduk dia pergi kerumah nyonya Lan tanpa setahu Raja. ketika dia sampai di rumah Mentri Lan, dia hanya bertemu dengan beberapa pelayan. dan dia langsing menanyakan keadaan sang sahabat. dari si pelayan dia mendengar kalau keadaan nyonya Lan sangat parah. saat mereka ingin memberitahukan kedatangannya, permaisuri mengatakan tidak usah karena dia akan langsung masuk kedalam kamar nyonya Lan, karena sudah biasa Permaisuri tidak mendapat halangan. namun saat dia ingin masuk kedalam kamar nyonya Lan, dia mendengar namanya di sebut. Dia menghentikan niatnya yang akan masuk . akhirnya dia mendengarkan semuanya dari luar kamar yang memang pintunya tidak di tutup. dan berapa terkejutnya ketika permaisuri mendengar keyataan yang sebenarnya. saat itu dia ingin segera keluar, namun karena dia ingin tahu yang sebenarnya, akhirnya dia mendengarkan semua percakapan mereka. dan dia semakin kecewa dan marah ketika mendengar kejadian yang terjadi saat dia terjatuh di danau dulu . betapa sedih dan Marahnya dia ketika dia tahu kalau sebenarnya nyonya Lan lah yang mendorong dia dari pinggir danau. Saat itulah dia mulai Menyadari kalau dia telahbdi tipu oleh nyonya Lan begitu lama.
Sebenarnya Dia , Mentri Lan dan selir Mentri Lan adalah tiga sahabat yang saling menyayangi saat mudah dulu.
gadis Shulia, Siva Yun, dan Lan Tao Su adalah tiga sahabat yang selalu bersama. Saat itu Lan Tao Su sudah memiliki hubungan dengan Siva Yun, hingga mereka berjanji akan menikah jika Lan Tao Su keluar dari pendidikannya di sekolah kerajaan. Shulia bahagia melihat dua sahabatnya akan bersatu, Namun semuanya hancur ketika keluarga Kwi meminta Lan Tao Su menikahi Phanyu Kwi. Dan gadis Shulia yang saat itu masih menjadi Putri Mahkota tidak bisa berbuat apapun untuk menolong dua sahabatnya karena Phanyu juga sahabatnya yang telah menolong dirinya saat dia tenggelam.
Sebenarnya dulu gadis Shulia tidak terlalu akrab dengan Phanyu , hanya sebatas tetangga . tapi semua berubah saat Phanyu menolong dia dari dalam danau. Saat itu dirinya yang baru saja di angkat sebagai Putri Mahkota di ajak oleh Phanyu pergi kedanau dekat hutan yang memang sangat indah. Alasan Phanyu untuk mencari bunga yang memang banyak di tempat itu. Namun baru sekarang Permaisuri sadar, saat itu Phanyu hanya mengajak dirinya. Dan saat dia berdiri di pinggir danau menikmati keindahan danau , tiba- tiba dia merasa ada yang mendorongnya. dan dia yang tidak bisa berenangpun tenggelam. namun di antara kesadarannya yang hampir hilang, tiba- tiba dia merasa ada seseorang yang menariknya keatas . dan saat dia sadarkan diri. dia sudah berada di pinggir danau bersama Phanyu. dan gadis itu juga dalam keadaan basah. dia berkata kalau dia yang menolongnya . saat itulah dia merasa kalau dia berhutang nyawa pada Phanyu. gadis Shulia yang semula tidak terlalu akrab pada Phanyu akhirnya bersahabat dengan Phanyu . Dia menganggap Phanyu bagai saudara. Ketika ada masalah dengan sang sahabat , gadis Shulia tidak dapat menolongnya. dan kini setelah dia tahu masalahnya dia sangat kecewa dan marah. Dia benar - benar telah di bodohi wanita licik itu . namun dia juga bernafas lega, saat dia ingat kalau dua sahabatnya itu telah bersatu dan memiliki dua putra dan satu putri yang baik hati. tidak seperti Lan Wen yang manja . Akhirnya permausuri pulang bersama para pengawal dan pelayannya kembali ke kerajaan dengan wajah kecewa dan masih marah. untunglah saat sang putra di dekati Lan Wen, Putra Mahkota tidak tertarik malah terkesan benci.
Melihat Permaisuri pergi meninggalkan dirinya, nyonya Lan marah dan dia melampiaskan kemarahannya pada sang suami.
__ADS_1
"Bodoh...gara- gara dirimu permaisuri tahu rahasia itu. Bodoh...! " teriaknya marah. dan karena gerakan tubuhnya terlaku keras karena marah, terlihat luka di tubuhnya mengeluarkan darah dan nanah. Melihat itu tuan Lan Tao Su menatap dengan bergidik. bagaimanapun dia hanya manusia biasa .
"Sudah separah ini , ternyata kau masih juga tak menyadari kesalahanmu, kau masih saja memiliki sifat sombong , angkuh dan licik....bertobatlah sebelum ajalmu datang menjemput..." ucap sang suami.
"Brengsek...bajingan...kau memang suami bodoh , sialan...!" teriaknya marah .
"Terserah apa katamu, sekarang kau pilih ikut kami ke perbatasan atau tinggal disini, atau akan kembali ke keluargamu, tapi jika kau ingin ikut bersama kami, kau harus rela hidup tanpa kekayaan lagi...!" ucap tuan Lan dingin.
"Apakah kau akan pergi dengan selir jalangmu itu...?" tanya dia marah .
"Tentu saja...aku akan pergi dengannya. dan dia bukan wanita ******, kami saling mencintai , kau tahu itu. demi dedammu padanya karena dia yang aku cintai , Kau sengaja memakai kekuasaan keluargamu untuk membuatku menjadi suamimu.." ucap Lan Tao Su dengan nada Sinis.
"Sialan...dasar penghianat pergiiii....!" teriaknya marah.
Tuan Lan Tao Su keluar dengan wajah terlihat kecewa dan pasrah. Dia sudah banyak mengorbankan perasaan menahan kesabaran pada nyonya Lan. dan Wanita itu masih tidak tahu diri.
######
Sedang di tempat Lain terlihat rombongan Rekyu dari kerajaan We telah sampai di ibukota Kerajaan Shi .
Karena hari sudah siang dia mengajak istri dan anaknya serta kakaknya dan pengawal setia sang kakak untuk makan di restoran. dan kebetulan dia melihat restoran yang terlihat penuh.
"Ayah....lihatlah, restoran itu sangat penuh sekali hingga terlihat banyak orang yang sedang antri...apakah kita akan makan disana yah...?" tanya putri satu- satunya.
"Kalau kita Antri, kapan kita makannya nak..?" tanya Rekyu pada sang putri dan di sambut tawa oleh yang lain.
"Tapi aku ingin mencoba masakan di sana yah...sebab tidak mungkin mereka sampai antri kalau tidak enak..." jawab sang anak.
"Baiklah kita akan anti di sana.." jawab sang Ayah. akhirnya mereka memarkirkan kereta dan kuda mereka di tempat parkir yang memang sudah di sediakan oleh rumah makan.
"Ayah...lihatlah di sini juga ada penginapannya, bagaimana kalau kita menginap di sana ayah. kita bisa memesan makanan dari sana. sepertinya restoran dan penginapan satu lokasi , mungkin juga pemiliknya satu orang Ayah..." kata putrinya lagi.
"Gimana kak...apakah kita menginap di sini..?" tanya Rekyu pada tabib Cheng Raw.
"Ide yang bagus...keponakanku memang cerdas..." jawab tabib Cheng sambil mengusap kepala putri Rekyu dengan sayang. Merekapun segera berjakan ke arah penginapan untuk memesan kamar inap.
"Zheng Bai...?" seru Rekyu dan tabib Cheng Raw hampir bersamaan. sedang Alea yang baru turun dari kudanya terlihat menatap pada rombongan Rekyu.
"Kak Zhen..bukankah itu paman Rekyu pengawal kerajaan We...?" tanya Alea yang masih mengenal dan mengingat nama Rekyu.
"Mana Nona...?" tanya Cheng Bai .
"Itu rombongan yang ada disebelah kereta..." jawab Alea sambil menunjuk tempat Rekyu dan rombongan. Zheng Bai segera menatap Arah tempat Alea menunjuk. Dan Dia melihat Rekyu bersama rombongan, dan dia juga melihat paman Cheng Raw berada bersama mereka .
"Benar Nona...malah di sana ada paman Cheng Raw..." ucap Zheng Bai bahagia.
"Kalau begitu Ayo kita kesana..." ajak Alea. Mereka segera berjalan kearah tempat Rekyu dan rombongan.
"Selamat datang Paman Rekyu dan Paman Cheng Raw..." sapa Alea dengan lembut.
"Terimakasih Putri...apa kabar...?" jawab tabib Cheng Raw. namun Rekyu bingung ketika Cheng Raw menyebut Putri.
"He he he... paman tidak mengenalku... ? aku putri Lea paman Rekyu..." ucap Alea sambil terkekeh.
"Oo maaf Putri...hamba tidak tahu...apa kabar putri...?" tanya Rekyu .
"Kami baik- baik saja, dan siapa mereka..?" tanya Alea sambil menunjuk orang - orang yang ada di belakang mereka berdua.
"Perkenalkan Putri, ini istri dan anak hamba , dan kedua orang itu pengawal kak Cheng Raw..." jawab Rekyu dengan sopan.
"Salam Putri..." jawab mereka berlima bersamaan.
"Salam juga...Tunggu dulu , apakah Paman Rekyu pindah kekota ini...?" tanya Alea dengan wajah bahagia.
"Benar Putri..." jawab Rekyu sambil menunduk.
"Ya ampuun...syukurlah...aku bahagia mendengar itu, tapi kok Paman Cheng Raw bisa bersama paman Rekyu...?" tanya Alea heran.
__ADS_1
"Ceritanya panjang Putri...?" jawab tabib Cheng Raw .
"Ya sudah kalau begitu kalian semua ikut aku kedalam yuk..." Ajak Alea pada mereka.
"Tapi kami ingin memesan penginapan dulu Putri..." ucap Rekyu.
"Sudahlah...ikut aku saja yuk..." ucap Alea lagi sambil menghampiri istri dan putri Rekyu dan mengajaknya masuk melewati jalan yang ada di sebelah restoran. Sedang Zheng Bai mendekati Cheng Raw dan Rekyu.
"Apa kabar paman..." sapa Zheng Bai pada mereka berdua sambil memeluk mereka satu persatu.
"aku baik saja Bai'er..." ucap Cheng Raw.
"Kami Baik- baik saja Bai'er...tapi kok Putri seperti akrab banget di restoran ini , dan kenapa dia berpakaian seperti seorang pria..?" tanya Rekyu yang belum pernah melihat penampilan Alea saat berpakaian Pria. beda dengan Cheng Raw yang sudah mengenal Alea sebelumnya. dia sudah tidak kaget lagi.
"Dia tidak leluasa keluar kalau tidak memakai penyamaran, bukankah sekarang dia adalah Putri Mahkota kerajaan ini...dan jangan kaget, restoran dan penginapan ini milik Putri Mahkota Paman..." jawab Zheng Bai .
"Apaa...Milik Putri Mahkota...?" ucap mereka hampir bersamaan.
"Ssttt...pelan- pelan Paman..." ucap Zheng Bai sambil menaruh telunjuknya di bibirnya.
"Maaf..." ucap mereka sambil menutup mulut mereka.
"Jangan kaget paman...kalau paman melihat perbuatan, atau apa yang di miliki Putri Alea, kau akan selalu terkejut denga. apa yang di lakukan Putri..." ucap Zheng Bai lagi.
"Benar Apa yang di katakan Zheng Bai Rekyu...pemimpin Sekte kita sekarang, walaupun dia masih mudah, namun kejeniusannya melebihi kita yang tua ini " ucap Cheng Raw menimpali.
tanpa terasa mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang ada di belakang restoran. melihat keadaan di sana, Rekyu dan Cheng Raw berdecak kagum begitu juga istri, anak dan pengawal Cheng Raw. karena di depan ruangan yang mereka datangi terlihat taman bunga dengan kolam di tengahnya terlihat sangat indah. dan agak kedalam terlihat sebuah gasebu yang berada di tengah - tengah kolam . ada jembatan yang melintang di atas kolam untuk jalan menuju kesana .
"Ya ampun Ayah...indah banget tampannya....! aoa boleh aku bermain di sana. ?" seru putri Rekyu.
"Boleh...kau boleh bermain di sana, tapi sekarang kau harus istirahat dulu, bukankah kalian baru tiba, kau pasti lelah.." ucap Alea menjawab oertanyaan putri Rekyu sambil tersenyum.
"Trimakasih Putri...!" seru gadis itu.
"Sama- sama...ayo masuk..." kata Alea sambil tersenyum ramah.
Saat itu terlihat Zio Zang sedang berjalan kearah Alea.
""Putri...kalian disini...?" tanya Zio Zang .
"Iya kak..oh ya kak , tolong siapan enam kamar untuk mereka..paman apakah enam kamar kurang paman..?" tanya Alea pada Cheng Raw.
"Cukup putri..." jawab Cheng Raw .
"Nach kak...kau bisa mengajak kak Mimi, dan sekalian Minta sama Ibu untuk menyiapkan makanan..." ucap Alea.
"Biar kakak saja yang bilang Putri..." ucap Zheng Bai menyela .
"Boleh kalau kakak tidak keberatan.." jawab Alea.
"Tidak Putri...kalau begitu kami permisi undur diri putri..." ucap Zheng Bai.
"Kami permisi undur diri putri..." ucap Mimi dan Zio Zang bersamaan.
"Pergilah..." jawab Alea lembut. Mereka bertiga segera pergi meninggalkan tempat itu .
Alea , Rekyu dan tabib Cheng Raw segera berbincang- bincang . Rekyu segera menceritakan masalah keterlambatan dia pindah Ke kerajaan ini. dan Cheng Raw menceritakan tentang penyakit yang di derita Putri Asuya.
"Aku juga mendengarnya Paman... apakah separah itu keadaannya...?" tanya Alea
"Sangat parah...dan banyak tabib yang sudah datang, namun mereka tidak mampu menyembuhkannya.." ucap Rekyu.
Maaf udah dulu ceritanya. Besok aku sambung kembali.
Jangan lupa like, vote dan komennya selaku aku tunggu.
Bersambung.
__ADS_1