PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
GADIS PINGLUH.


__ADS_3

Sedang di dalam ruangan Alea sudah kembali merasakan segar setelah meminum air kehidupan dan memakan buah dari pohon kehidupan, serta bermeditasi sebentar. Saat Zio Sang masuk kedalam , Alea baru saja berdiri dan turun dari ranjang tempat dia bermeditasi sebentar tadi.


"Kak...setelah aku keluar suruh orang tuanya masuk, tapi jangan berisik kasihan si pasien..." kata Alea sambil menjauh dari ranjang pasien.


Pangeran Lingzhi yang melihat keadaan Alea sudah kembali sehat , mendekat dan mengambil tangannya untuk dia genggam.


"Kau sudah baikan sayang...?" ucapnya lembut.


"Sudah My Zhi...ayo kita keluar..." ucapnya mengajak pangeran Lingzhi keluar dari kamar pasien. Namun langkahnya terhenti dan dia kembali memandang Zio Sang.


"Kak...jangan kau perbolehkan mereka membawa pasien pulang, bilang pada mereka besok baru bisa di bawa pulang. Dan pindahkan pasien di ruang perawatan,...." ucap Alea sambil menatap Zio Sang dengan wajah terlihat tegas.


"Baik Hanpey...kakak akan bikang pada mereka, dan pasien akan aku pindah di ruang perawatan setelah para pekerja datang..." jawab Zio Sang dengan wajah terlihat bangga pada Alea.. Tatapan Zio Sang tak luput dari pandangan mata Pangeran Lingzhi. Dan terlihat mata pangeran Lingzhi menggelap karena cemburu. Sedang Zio Sang merasakan kedinginan di tengkoknya, tanpa sadar matanya menatap pangeran Lingzhi, dan dia dapat melihat tatapan Pangeran Lingzhi yang tajam sedang menatapnya, dia segera merasakan kedinginan dan ketakutan di hatinya , Dia buru- buru menatap kelain arah. Sedang Pangeran Lingzhi tanpa sadar tangannya yang menggenggam tangan Alea mengeras. Hingga Alea merasakan sedikit sakit di tangannya . Alea segera menatap wajah Pangeran Lingzhi .


"Ada apa My Zhi...?" tanya Alea dengan wajah heran . Mendengar suara Alea, pangeran Lingzhi tersadar , dia segera menatap wajah Alea yang terlihat heran menatapnya.


"Ah...tidak ada apa - apa sayang... Ayo kita pergi...." ucap Pangeran Lingzhi sambil menarik tangan Alea pergi. Alea hanya bisa mengikuti pangeran Lingzhi yang menarik tangannya dengan lembut. Saat sampai di luar ruangan Alea bertemu dengan Ayah pasien yang segera menghampirinya saat melihat Alea keluar dari ruang tempat putranya tadi di rawat.


"Tabib ...gimana keadaan putraku...?apakah dia masih bisa di tolong..?" tanya pria tua itu dengan wajah cemas. Alea dan pangeran Lingzhi berhenti berjalan. Mereka menatap pada pria paruh baya Ayah dari si pasien.


Sedang gadis putri pria itu ketika melihat kedatangan pangeran Lingzhi, terlihat mulai genit .


"Selamat pagi Pangeran..." ucapnya manja sambil menatap Pangeran Lingzhi penuh kekaguman, namun sang pangeran tidak memperhatikannya, dia malah sibuk mengusap wajah Alea yang penuh keringat dengan kain kecil putih miliknya. Terlihat dia melakukannya dengan penuh kasih sayang . melihat perbuatan pangeran Lingsi Alea tersenyum, namun tidak dengan gadis Pingluh, dia menatap Alea penuh dengan iri dan rasa benci di dalam dadanya, dia segera berjalan kedepan kearah pangeran Lingzhi dan Alea yang sedang berbincang dengan sang Ayah.


"Ayah ...kenapa kau terlaku percaya padanya...? mana mungkin dia bisa menyembuhkan adik...Ayah tahu sendiri kan , kalau banyak tabib Handal tidak mampuh menyembuhkannya...?apalagi hanya gadis muda seperti dia, ...?" ucap gadis itu pada sang Ayah. dengan menatap Aleah denga. wajah menghina.


"Tutup mulutmu Pingluh...! kau berani sekali menghina tuan putri...!" seru sang Ayah marah.


"Aku mengatakan yang sebenarnya Ayah... dan jika dia bisa menyembuhkan adik...pasti dia memiliki ilmu hitam..." ucap Pingluh dengan begitu yakinnya.


Mendengar perkataan gadis itu terlihat wajah pangeran Lingzhi memerah karena marah. merasakan kemarahan pangeran Lingzhi, Alea mengelus pelan tangan yang masih bertautan dengan jemarinya. dia mengusap pelan punggung tangan itu.


"Sabar pangeran...biar hamba yang membereskannya..." bisik Alea pelan .


sedang Ayah gadis itu terlihat sudah semakin marah. bukan hanya marah, tapi dia juga takut hukuman yang akan di jatuhkan oleh putra Mahkota pada keluarganya. jika hanya sang putri , dia tak jadi masalah . namu jika seluruh keluarganya... dia tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan keluarganya. dasar gadis bodoh...sejak tadi dia selalu ingin membuat permusuhan dengan putri Lea...teriak pria paruh baya itu dalam hati.


"Jadi jika aku mampuh menyembuhkan adikmu kau menganggapku seorang penyihir...?" tanya Alea sambil tersenyum sinis.


"Benar...karena tidak ada seorang wanita muda yang bisa menyembuhkan gigitan ular kirin kalau dia bukan seorang penyihir..." jawab wanita itu sambil menatap pada pangeran Lingzhi yang sudah menatapnya dengan bara api di matanya. bukan kekaguman yang dia dapatkan, tapi dia bisa melihat kalau Pangeran Lingzhi menatapnya dengan penuh kemarahan dan kebencian . melihat itu, hatinya menjadi ciut .


"Apakah aku telah salah memfitnah gadis ini dengan perkataan seorang penyihir , tapi memang benar kalau dia bukan penyihir lalu apa...? Bukankah sudah beberapa tabib Pandai yang datang untuk menyembuhkan adik, tapi tidak ada satupun yang mampu menyembuhkannya.


" Ck..ck.. ck ..kau berlagak seperti seorang yang pandai , pintar dan berpengalaman ...tapi kenapa otakmu otak kampungan, seharusnya kau jangan menyamakan semua orang sepertimu,.... karena kau tolol maka semua orang muda setelol dirimu..." ucap Alea dengan nada menghina, mendengar ucapan Alea terlihat wajah gadis itu memerah.


"Kauu....!" serunya dengan wajah terlihat sangat marah.


"Kenapa...? apakah aku salah...?Ck ck ck.. aku fikir kau itu gadis pintar, ternyata hanya seorang gadis kampung yang tak tahu diri...." ucap Alea, dengan nada dinginnya . Pangeran Lingzhi yang mendengar perkataan sang kekasih terlihat ada senyum di wajahnya, dan Zio Sang yang tadinya ingin memberitahu pada Ayah pasien tertegun mendengar perdebatan di depan ruang rawat.


""Dasar sombong...kau fikir karena kau kini calon istri seorang Putra mahkota semua orang takut padamu, kau merasa lebih hebat dari siapapun, ha ha ha...kau belum tahu siapa aku, aku adalah murid perguruan Widas merah yang tersohor itu tidak akan pernah takut pada gadis cengeng yang hanya tahu memamerkan wajah cantiknya , kalau kau berani mari kita bertarung, jangan hanya sembunyi di belakang pangeran Lingzhi..." ucapnya dengan senyum sinisnya .


"Sudah..aku tidak ingin bertengkar di sini, sebentar lagi banyak orang yang akan datang untuk berobat bukan mendengar ocehanmu, dan aku juga tak ingin adikmu terganggu, jika kau masih penasaran padaku , aku tunggu kau di arena latihan di belakang rumahku, kau bisa melawanku di sana dalam pertemanan satu lawan satu, agar kau puas siapa diantara kita yang memiliki kemampuan, tapi ada taruhannya, kalau aku kalah, kau bisa menyuruhku apapun, atau kau ingin membunuhku silahkan, tapi jika kau yang kalah apa yang akan kau pertaruhkan padaku...?" tanya Alea dingin.


"Aku dan keluargaku akan menanggung semua hukuman yang akan di berikan pada kami..." jawabnya lantang. tentu saja ucapannya membuat sang Ayah kaget. begitu juga mereka yang sedang berada di sana, tak terkencuali Alea.


"Dasar wanita licik...dia yang mencari masalah kenapa keluarganya yang menanggung juga akibatnya.


"Tidak....itu tidak benar, kenapa kau mengikutkan keluargamu, kau yang sejak tadi menghinaku dan malah memfitnaku sebagai seorang penyihir kenapa kau melibatkan keluargamu,...?" sang Ayah juga marah mendengar perkataan putrinya. apakah Pingluh benar- benar sudah gila..."teriak sang Ayah dalam hati.


"Tidak...aku tidak mau itu, kau yang bersalah , kau yang menantangku , kau yang menghinaku, kenapa kau ikutkan mereka...? aku hanya ingin kau sendiri yang merasakan hukuman itu, dan nati putra Mahkota yang menentukan hukumanmu jika kau kalah dariku nanti .


nach sekarang aku pergi , aku tunggu kau nanti siang di arena latihanku, biar nanti gege Zio yang akan mengantar mu kesana. gege...bawa dia nanti kesana, dan paman...jika putri mu kalah , kau harus merelakan dia mendapat hukuman apapun dari putra mahkota, karena dia yang berbuat, maka dia juga yang harus bertanggung jawab. dan sekaran


Anda bisa melihat keadaan putra anda sendiri tuan..." kata - kata Alea membuat pria Paruh baya itu bernafas lega. untuk putri rak mengikutkan kami di dalam kegilaan Pingluh. pria itu menatap putrinya sejenak, lalu dia menatap Alea dengan wajah lembut.


"Apakah kami boleh melihatnya tabib...?" tanya pria .


"Boleh silahkan...tapi jangan berisik karena dia masih belum siuman, mungkin sebentar lagi dia akan siuman, " jawab Alea.


"Trimakasih putri...trimakasih telah menolong putraku... dan soal putriku, aku pasrah pada hukuman putra Mahkota jika nanti dia kalah ... "ucapannya dengan wajah malu dan marah jadi satu.


"Sama- sama...ya sudah kami pergi duku paman...." ucap Alea .


"Silahkan putri...sekali lagi trimakasih putri ..." kata pria paruh baya itu sambil menunduk memberi hormat. Alea tersenyum dan kembali berjalan meneruskan langkahnya bersama pangeran Lingzhi yang masih menggenggam tangannya. Terlihat sekali kalau pangeran Lingzhi menunjukkan begitu besarnya cintanya pada Alea, membuat gadis Pingluh menatap dengan wajah cemburu, iri dan dengki.


Namun di dalam hati kecilnya dia mulai ragu, melihat putri Alea yang terlihat tenang menerima tantangannya. begitu juga dengan pangeran Lingzhi, gadis itu sempat melihat senyuman di wajah tampannya. apa dia salah telah mbuat tantangan pada putri Alea. ah tapi tidak... pasti aku bisa mengalahkan gadis manja itu, dan aku akan mendapatkan pangeran Lingzhi dan akan menjadi seorang permaisuri dari seorang pangeran yang sangat tampan dan memiliki kekuasaan yang besar. mengingat semua itu, dia tertawa senang. Kini sudah terbayang di dalam pikirannya , saat nanti dia akan menjadi istri penguasa kerajaan Shi.


Sedang Alea dan pangeran Lingzhi sedang berjalan keluar dari rumah pengobatan. Ketika mereka sampai di luar rumah pengobatan, terlihat Jihao dan Guansi sudah menunggu mereka di depan rumah pengobatan.


"Sudah lama kalian di sini...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Sudah tadi Pangeran...kami di sini sudah sejak anda masuk bersama putri" jawab Guansi.


"Kenapa kalian tidak ikut masuk...?" tanya Alea.


"Kami tidak ingin mengganggu putri..." jawab Guansi lagi.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita kerumah makan... perutku sudah lapar minta di isi..." kata Alea . Mereka segera berjalan menuju rumah makan milik Alea. Ketika sampai di sana, ternyata restoran masih tidak terlalu ramai, dan ketika nyonya San dan nyonya Zio melihat kedatangan Alea bersama Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya , nyonya San segera menyambut kedatangan mereka .


"Nak..Kau sudah datang...? Ayo masuk.. mari pangeran , pengawal silahkan duduk..." ucap nyonya San mempersilahkan Alea dan Pangeran serta pengawalnya duduk di dalam restoran. Sedang nyonya Zio sudah menyiapkan makanan untuk mereka santap pagi ini.


"Gimana nak...apakah anak muda itu masih bisa di tolong...?" tanya nyonya San sambil menata makanan di atas meja bersama nyonya Zio.


"Bisa ibu...dia sekarang sedang beristirahat, setelah ini tolong antar bubur untuk dia ibu..." kata Alea .


"Baik nak...aku akan mengantarnya nanti..." kata ibu Zio dari sebelah nyonya San.


"Kami yakin kau pasti bisa menyembuhkan anak itu Hanpey..." ucap nyonya San sambil menatap Alea sekilas.


"Bukan Hanpey yang menyembuhkan dia ibu...tapi dewa masih menginginkan dia untuk hidup lebih lama, jadi Dewa menyembuhkan dia ibu..." ucap Alea merendah.


"Kau selalu seperti itu nak... Walaupun kau berkata seperti itu, tapi semua orang tahu kemampuanmu Hanpey..." ucap nyonya San dengan wajah bangga , bangga karena bisa mengenal dan hidup bersama Alea. Gadis cantik , baik hati, serta ramah dan jenius. Tidak pernah nyonya San bertemu dengan gadis seperti Alea, cantik, baik hati, dan tidak sombong dengan segala kelebihannya. Selama ini kebanyakan gadis- gadis muda, jika kaya dan cantik, kebanyakan dari mereka bersikap sombong, congkak, dan tinggi hati.


Sedang pangeran Lingzhi menatap penuh bangga pada Alea .


Mereka segera makan setelah di meja terlihat makanan dan minuman terlihat sudah tersaji lengkap.


Setelah selesai makan, pangeran Lingzhi berkata.


"Sayang...kenapa gadis itu mencari masalah denganmu sejak tadi pagi...?" tanya pangeran Lingzhi pada Alea.


"Seorang gadis berani mencari masalah dengan putri di depan yang mulia...?" tanya Jihao heran.


"Benar, dan seingatku bukankah gadis itu yang kemaren menanyakan siapa kita waktu kita bertemu dengan para penduduk...?" ucap pangeran Lingzhi lagi.


"Benar pangeran...dia memang gadis itu.." jawab Alea.


"Lalu kenapa dia benci padamu, dan mencari gara- gara denganmu...?" tanya pangeran Lingzhi lagi .


"Karena gadis itu menginginkanmu My Zhi.. Dia ingin merebutmu dariku, .." jawab Alea tenang.


"Apaa...dia menginginkanku...? gila..., dia fikir aku mudah di rebut gitu..? dasar orang gila...!" seru pangeran Lingzhi marah.


"Karena itu aku ingin mematahkan keinginannya...." ucap Alea datar.


"Apakah kau juga cemburu sayang...?" goda pangeran Lingzhi sambil menatap wajah Alea yang memerah mendengar pertanyaan pangeran Lingzhi.


"Aah..aku akan kembali kerumah dulu..." seru Alea sambil beranjak dari duduknya untuk menyembunyikan wajahnya yang merah agar tidak terlihat pangeran Lingzhi. Namun tangan pangeran Lingzhi lebih cepat dari gerakan Alea, saat dia melihat sang kekasih akan lari. dia segera memegangnya.


"Sayang...jawab dulu pertanyaanku, nanti kita akan pergi sama- sama..." ucap pangeran Lingzhi .


Dan tanpa setahu Alea pangeran Lingzhi memberi kode pada Jihao dan Guansi untuk meninggalkan mereka.


"Pangeran...kita ada di restoran, dan di sini banyak orang..." ucap Alea mengingatkan pada pangeran Lingzhi agar tidak menunjukkan kemesraan di depan umum . mendengar itu pangeran Lingzhi tersenyum.


"Karena itu cepat jawab pertanyaanku...?" ucap pangeran Lingzhi dengan wajah semakin menggoda.


"Ck..si balok dingin...kenapa perangainya semakin lana semakin berubah ya...?" ucap Alea dalam hati.


"Gimana...masih tidak mau menjawab...? atau aku akan menciummu di tempat ini..?" ancam pangeran Lingzhi dengan wajah menatap Alea dengan alis mata di naik- naikan. tentu saja mata Alea melotot saat mendengar ancaman Pangeran Lingzhi .


"Pangeran...!" seru Alea tertahan.


"Kenapa...kau tidak percaya...? atau aku harus membuktikannya..." ucap Pangeran Lingzhi yang membuat Alea menjadi kaget dan takut. karena dia tahu, pangeran Lingzhi pasti akan membuktikan ucapannya. dan tak bisa Alea bayangkan, perasaan malu yang akan dia terima jika ancaman Pangeran Lingzhi di laksanakan.


"Baiklah aku akan menjawab..." Alea terlihat terdiam sejenak, dan pangeran Lingzhi tersenyum senang atas kemenangannya.


"Aku memang sedikit marah pada gadis itu, saat dia melihat dengan tatapan genit pada My Zhi , dan wajah seperti hewan Liar menemukan mangsanya, tapi aku semakin marah ketika dia dengan sengaja mengatakan aku seorang penyihir di hadapan mu, memangnya aku wanita sejahat itu...karena itu aku akan menunjukkan padanya siapa gadis yang dia benci itu.." jawab Alea dengan wajah cemberut. mendengar perkataan Alea yang polos, membuat pangeran Lingzhi tertawa gembira. dengan melihat perasaan Alea yang marah karena melihat gadis yang menatapmya, itu bertanda kalau Alea mulai mencintainya, pangeran Lingzhi merasa bahagia,


"Trimakasih sayang...aku bahagia, karena itu bertanda kalau kau mulai mencintaiku.." ucap pangeran Lingzhi menggenggam tangan Alea dengan lembut, dan membawanya ke mulutnya, perlahan punggung tangan Alea dia cium dengan lembut.


"Aku mencintaimu...." ucap pangeran Lingzhi lembut.


"Trimakasih pangeran ..." jawab Alea dengan wajah semakin memerah. pangeran Lingzhi tersenyum melihat wajah gadis yang dia cintai semakin memerah. ingin rasanya dia mencium wajah cantik itu. namun dia tahu di mana mereka sekarang . dia juga tak ingin sang kekasih merasa malu .


"Ayo kita pergi ketempat latihanmu...?" kata pangeran Lingzhi sambil berdiri, namun tangan kuatnya masih menggenggam tangan Alea dengan posesif.


"Ayo....." jawab Alea sambil tersenyum.


Mereka segera berpamitan pada Nyonya San dan nyonya Zio lalu melangkah kearah belakang tempat tinggal Alea.


Pangeran Lingzhi tersenyum kagum ketika mereka telah sampai di tempat Alea belajar ilmu bela dirinya.


Di tempat itu terlihat sebuah karung yang di isi pasir tergantung dengan kokoh di sebuah tiang yang terlihat kuat sekali. .


Dan beberapa peralatan beladiri , seta tempat memanah dengan busur dan anak panasnya.


"Kau juga bisa memanah sayang...?" tangan pangeran Lingzhi dengan wajah kaget.


"Sedikit...." jawab Alea merendah, Jangankan hanya memanah , menggunakan pistolpun Alea bisa. dan benda itupun di istana ruang dimensinya ada beberapa.


"Sayang...aku jadi heran...lalu apa yang nggak bisa kamu lakukan...?" tanya pangeran Lingzhi sambil memeluk pinggang ramping itu,

__ADS_1


"Aauu ..pangeran...kau mengagetkanku.." seru Alea benar - benar kaget. sebab saat ini dia teringat pada Mimi yang kini berada di perguruan Calang.


"Ada apa...kau memikirkan apa tadi , sampai- sampai kau begitu kaget saat ku peluk...?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Aku teringat kak Mimi..sudah satu bulan lebih aku berpisah dengannya,...." jawab Alea.


Pangeran Lingzhi sadar, kalua sang kekasih memang sangat dekat dengan gadis pelayannya yang sudah dia anggap kakak itu.


"Bukankah besok kita akan pulang..." ucap pangeran Lingzhi lembut.


"Benar sekali... kita akan pulang besok pagi sekali..." jawab Alea.


"Sayang...ternyata kau begitu dekat sekali dengan Mimi ya...?" kata Pangeran Lingzhi lembut .


"Saat aku masih menjadi putri Lea Min Han, kak Mimilah yang menjagaku dengan sepenuh hati, saat diriku sering di ejek atau di siksa oleh selir Rolia dan kedua putrinya yaitu Putri Mailan dan Pitri May, kak Mimilah yang melindungi dan membelaku, hingga dia mendapat hukuman dari selir Rolia. dan saat aku sering tidak di beri makan, maka kami akan memakan basi tanpa lauk jatah milik kak Mimi. kami akan makan nasi berdua walaupun nasi itu terlalu sedikit, jika di makan oleh satu orang saja masih kurang. terkadsng dengan berpura - pura masih kenyang, kak Mimi akan memberikan nasinya padaku, dan setelah itu aku akan melihat kak Mimi meringis sakit perut karena kelaparan ...dan sampai sekarang pun perhatiannya tak berubah walau dia tahu siapa aku yang sebenarnya.... " jawab Alea dengan nada sedih dan merindukan sosok Mimi .


"Dia memang wanita baik..aku harus mengucapkan banyak terimakasih pada dia, karena dia telah menjaga gadis cantikku hingga saat ini... bagaimana kalau kita mencarikan jodoh buatnya...?" kata pangeran Lingzhi dengan wajah ceriah.


"Jangan My Zhi...sepertinya antara Gege Zio Dan kak Mimi ada sesuatu, biarkan dulu mereka bertemu dan dekat, kalau memang mereka tidak memiliki hubungan, baru kita carikan jodoh buat kak Mimi.." ucap Alea sambil tersenyum .


"Oo..jadi mereka berdua ada hubungan ya..?" kata Pangeran Lingzhi kepo.


"Aku bilang sepertinya My Zhi..." jawab Alea sambil menatap Pangeran Lingzhi yang kepo seperti emak - emak komplek.


Namun percakapan mereka terputus saat Jihao datang menghadap.


"Maaf Yang Mulia hamba mengganggu..." ucap Jihao sambil memberi hormat pada Pangeran Lingzhi dan Alea.


"Ada apa...?" tanya pangeran Lingzhi kesal karena percakapan mereka terganggu karena kedatangan Jihao.


"Nona Pingluh ingin bertemu dengan yang Mulia.." kata Jihao dengan perasaan tak nyaman, melihat wajah Lingzhi yang kesal.


"Denganku....?" tanya Pangeran Lingzhi heran .


"Benar Yang Mulia..." jawab Jihao.


"Bukankah ini bukan waktu pertandingan, lalu untuk apa dia ingin bertemu denganku...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Entahlah yang Mulia....dia malah berkata ingin bertemu dengan yang mulia sendiri...dan gerak - geriknya mencurigakan yang mulia..." ucap Jihao pada pangeran Lingzhi.


"Hmm...mencurigakan...?gimana sayang, apakah aku harus menemuinya..? " ucap Pangeran Lingzhi menatap Alea.


"Aku merasa juga agak janggal, kenapa dia datang sebelum pertandingan kami... lagian kenapa harus menemui yang Mulia...?."ucap Alea sambil mengerutkan dahinya.


"Lalu apakah aku harus menemui dia...?" tanya pangeran Lingzhi lagi.


" Boleh...aku juga penasaran, apa yang akan dia lakukan padamu, Mungkin dia akan memikatmu dengan cara halus My Zhi..." ucap Alea dengan wajah menggoda.


"Ha ha ha...apakah dia mampuh...dan jika benar itu terjadi, maka hanya kematian yang dia dapatkan, setelah dia menghina calon permaisuri serta memfitnamu ,kini dia ingin menjebakku, lalu hukuman apa yang harus dia terima Jihao...?" tanya pangeran Lingzhi pada Jihao yang terbelalak mendengar omongan pangeran Lingzhi.


"Apaa...dia berani menghina dan memfitnah tuan putri...? apa yang telah dia fitnahkan pada tuan putri yang Mulia..?" tanya Jihao marah. memang tadi Jihao dan Guansi tidak tahu apa yang terjadi di rumah Pengobatan .


"Dia memfitnah putri Lea seorang penyihir orang yang memakai ilmu hitam..." jawab pangeran Lingzhi yang membuat Jihao menganga karena kaget.


"Benar- benar gadis gila...berani sekali dia mengatakan itu pada putri Lea. dan Yang Mulia..apakah anda membiarkan saja masalah ini..." ucap Jihao geram.


"Nanti setelah pertandingan dia dengan putri Lea, aku akan memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. dan sekarang aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan padaku..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Sayang....minumlah ini dulu, kau akan terhindar dari segala racun yang akan menyerangmu..." kata Alea sambil memberikan sebutir pil warna hijau tua pada pangeran Lingzhi.


"Apa ini sayang...?" tanya pangeran Lingzhi sambil mengambil pil kecil itu dari tangan Alea.


"Aku tahu kau kuat, kau mumpuni, tapi lebih baik kita berjaga- jaga, takutnya kita akan kecolongan , ini pil penawar segala racun, kau akan terhindar dari segala racun yang akan dia berikan padamu....." jawab Alea sambil tersenyum lembut. Mendengar perkataan Alea, pangeran Lingzhi memeluk erat tubuh Alea, dan pengecup keningnya dengan lembut dan mesra.


"Trimakasih sayang..." ucap pangeran Lingzhi lembut.


"Sama- sama...ya sudah pergilah,.. temui dia di ruang tamu saja..." kata Alea lembut.


"Kau tidak ikut...?" tanya Pangeran Lingzhi khawatir .


"Hey...bukankah dia ingin menemuimu sendirian...?" jawab Alea sambil terkekeh.


"Aku tidak ingin hanya berdua dengannya..." kata Pangeran Lingzhi dengan wajahnya terlihat kesal . Melihat itu Alea tertawa.


"Baiklah aku akan menjagamu dari jauh, jika ada gerakan mencurigakan aku akan segera datang...." jawab Alea smbil kembali terkekeh.


"Jangan jauh dariku..." ucap pangeran Lingzhi sebil membawa Alea masuk kedalam rumah. sesampainya di ruang tamu Alea, pangeran Lingzhi segera duduk di kursi sendirian , sedang Alea berada diruang sebelah dan duduk di kursi di pojokan ruangan, yang bisa melihat tempat pangeran Lingzhi dan Pingluh nanti berbicara,


Setelah itu pangeran Lingzhi menyuruh Jihao untuk memanggil Pingluh datang menghadap dirinya. dengan patuh Jihao pergi memanggil Pingluh.


Tak betapa lama terlihat gadis itu datang bersama Jihao. Terlihat dia memakai pakaian seksi seoerti pakaian kurang bahan, waah...ternyata di jaman kuno ini ada juga baju kurang bahan ya...seru Alea dalam hati .


Terlihat gadis itu bersimpuh di depan pangeran Lingzhi yang sedang duduk di kursi ruang tamu Alea.


"Ada apa kau mencariku...?" tanya pangeran Lingzhi sambil menatap gadis itu dengan wajah jijik setelah Jihao mengundurkan diri keluar dari ruangan.

__ADS_1


Maaf sampai di disini dulu ceritanya. jangan lupa like, vote, komennya author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2