PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
HUKUMAN BUAT PINGLUH.


__ADS_3

Ketika melihat Jihao keluar , Pingluh mengoleskan sesuatu pada tubuhnya tanpa setahu pangeran Lingzhi yang sedang menatap pada kepergian Jihao, tapi Alea yang sejak kedatangan Pingluh sudah memperhatikan gadis itu, dia melihat dengan jelas apa yang di lakukan Pingluh.


"Ternyata ini niatan kedatanganmu nona... Ternyata benar apa yang aku fikirkan ..untung aku sudah memberi penawarnya pada Pangeran Lingzhi..." gumam Alea pelan sambil menatap tingkah gadis itu.


"Bebar- benar seperti gadis murahan...?" ucap Alea pelan.


"Ada apa kau mencariku..." tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap gadis itu dengan tatapan jijik.


"Maaf yang Mulia... Apakah anda tidak salah memilih putri Lea sebagai calon permaisuri anda....? Seorang permaisuri harusnya seorang gadis yang kuat dan wibawa. Bukan seperti putri Lea.... apakah anda tidak mendengar rumor tentang dia...? Dia hanyalah gadis bodoh dan tak tahu apa- apa , dan sekarang terlihat cantik, jangan- jangan itu hasil dari ilmu hitam yang dia tekuni...anda harus sadar itu yang Mulia.."ucapnya sambil menatap pangeran Lingzhi dengan berani.


Sedang pangeran Lingzhi mulai merasakan ada bau harum lain di sekitarnya. Dan Baize di dalam ruang tempat tinggalnya selama ini berucap.


"Hati- hati yang mulia....gadis ini memakai ilmu pemikat yang dia taruh di wewangian di tubuhnya..." ucap Baize .


"Pemikat...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget .


"Dasar gadis murahan..Untung Lea'er memberiku pil penawar tadi..." geram Pangeran Lingzhi dalan hati.


"Benar yang mulia..." jawab Baize.


"Cih...berani sekali dia... dasar wanita tak tahu diri... dan dia masih juga berani menghina kekasihku.. " seru Pangeran Lingzhi marah. Dia menatap Pingluh dengan tatapan tajam menakutkan,,


Sedang Pingluh ketika melihat pangeran Lingzhi terdiam karena berbincang dengan Baizi , membuat dia merasa menang. Dia fikir isi botol yang dia pakai telah berhasil membuat pangeran Lingzhi tertarik padanya. Karena kegembiraan hatinya ,dia tak melihat sorot mata jijik di mata pangeran Linhzhi . Dengan wajah bahagia dia bangun dari duduknya dan berjalan perlahan kearah Pangeran Lingzhi dengan langkah genit dan gemulai.


"Ya ampun ...nekat benar gadis ini.. Dasar gadis bodoh...dia fikir dia berhadapan dengan siapa..aku tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan sang pangeran...." seru Alea dalam hati. Dia dengan tenang menatap kearah Pingluh yang sedang berjalan dengan genit kearah pangeran Lingzhi.


Sedang Pingluh mulai mendekati pangeran Lingzhi yang telah mengeluarkan Aura membunuhnya.


"Pangeran...Lihatlah aku...bukankah aku tak kalah cantik dari gadis sialan itu, pangeran...lebih baik aku menggantikan dia jadi kekasihmu, atau Putri Mahkota kerajaan Shi, aku lebih pandai dari dia Lo...?" ucap Pingluh dengan wajah genitnya,,Dia mendekat dan ingin memeluk dan merabah pangeran Lingzhi. dia sudah membayangkan kalau dia bisa duduk dan bersandar di dada bidang itu. Namun sebelum tangannya sampai memegang tubuh pangeran Lingzhi. Tiba tiba dia merasakan hantaman keras di tubuhnya ,dan dia merasakan tubuhnya melayang di udara dan terhempas dengan keras di dinding rumah milik Alea dengan jeritan nyaring dari mulutnya . Dia merasakan dadanya sesak dan teramat sakit, terlihat dia memuntahkan seteguk darah segqr dari mulutnya.


"Berani sekali kau ingin menyentuhku...!" teriak pangeran Lingzhi marah. Jihao dan Guansi yang mendengar teriakan yaring juga teriqkan marah pangeran Lingzhi , segera berlari kedalam rumah. Begitupun dengan Alea, dia segera berlari masuk kedalam keruangan tempat pangeran Lingzhi dan Pingluh berada . Dia tadi sempat melihat hantaman keras tangan Pangeran Lingzhi di dada Pingluh.


Dia segera mendekati Pangeran Lingzhi .


"My Zhi...sabarlah..." hibur Alea sambil mengusap pelan lengan pangeran Lingzhi. Mendapat usapan lembut di lengannya dari Alea, kemarahan pangeran Lingzhi bagai mendapat siraman air di dalam hatinya.


Dia langsung memeluk tubuh Alea yang ada di sebelahnya. Tentu saja Alea kaget namun merasakan masih ada kemarahan dan ketegangan di dalam diri pangeran Lingzhi, Alea membalas pelukan sang pangeran. perlahan dia mengusap lembut punggung pangeran Lingzhi agar meredahkan amarahnya.


"My Zhi ...sabarlah..." ucap Alea menenangkan, setelah agak lama dalam pelukan Alea, Pangeran Lingzhi terlihat sudah sedikit tenang. Pertahankan dia melonggarkan tangan yang memeluk pinggang Alea,


"Dasar wanita brengsek...berani sekali dia ingin memelukku, kau fikir dengan racun pemikat, kau bisa memilikiku...? Jangan mimpi, ...dasar wanita tak tahu diri. Siapa yang kau hadapi sekarang ha...! Jihao hukum dia hilangkan kekuatannya, hancurkan meridian nya aku tidak ingin melihat dia memiliki keahlian apapun, ...." teriak Pangeran Lingzhi dengan marah. terlihat wajahnya yang memerah. Alea yang masih berdiri di sebelah pangeran Lingzhi karena salah satu tangan pangeran Lingzhi masih memeluk pinggangnya, hanya bisa diam menatap Pingluh.


"Tidak, tidak pangeran...maafkan hamba, maafkan perbuatan hamba yang telah lancang ingin memiliki baginda, jangan hukum hamba yang mulia, hamba melakukan itu karena hamba mencintai baginda., kenapa wanita itu boleh mencintai baginda, sedangkan hamba kenapa tidak boleh...hamba juga tidak kalah cantik dari dia..tolong yang mulia, hamba juga mau jadi selir banginda... tolong jangan hukum hamba..., !" seru Pingluh sambil merangkak ingin mendekati pangeran Lingzhi. Namun usahanya terhalang oleh tubuh Jihao dan Guansi yang telah membawanya pergi dan melaksanakan perintah pangeran Lingzhi pada mereka .


"Yang Mulia...jangan hukum hamba , hamba mencintai yang mulia,...!" teriak gadis itu saat di bawa keluar .


Ternyata di luar banyak orang yang datang melihat kejadian itu, mereka melihat Pingluh yang di bawa pergi dari rumah Alea. Sedang Nyonya San dan nyonya Zio serta Zio Sang hanya bisa diam melihat kejadian itu . Mereka tadi memang melihat kedatangan Pingluh saat ingn menemui Pangeran Lingzhi. Zio Sang fikir Pingluh akan menemui Alea, dan melakukan apa yang menjadi pertengkaran mereka tadi, hingga Zio Sang memanggil ibu dan nyonya San. Serta menceritakan kejadian saat Pingluh menghina Alea, juga perkelahian yang akan mereka lakukan siang ini, Saat penduduk yang sedang makan mendengar perkataan Zio Sang, mereka marah dan ingin melihat Pingluh yang akan di hajar Alea, Namun kenyataannya lain, Ketika mereka sampai di rumah Alea, mereka melihat Jihao membawa Pingluh yang memakai pakaian seksi masuk kedalam rumah Alea, mereka segera mendekat ingin melihat apa perkelahian itu sudah di laksanakan , namun kenapa di dalam rumah Alea bukan di tempat latihan...dan saat melihat Jihao dan Guansi berada di depan pintu, mereka jadi semakin heran, kenapa Pingluh di tinggal di ruang tamu Alea, namun keheranan mereka terjawab ketika terdengar teriakan kesakitan, dan suara kemarahan Pangeran Lingzhi. Saat Jihao dan Guansi masuk kedalam rumah, Mereka segera ikut melihat apa yang terjadi sesungguhnya, walaupun mereka tidak masuk kedalam rumah. Mereka hanya melihat dari pintu yang terbuka. Terlihat pangeran Lingzhi sedang teramat marah , dan di tenangkan oleh Alea yang memeluk pangeran Lingzhi, walau sebenarnya pangeran Lingzhilah yang mendekap Alea . serta Pingluh yang mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Dan mereka juga mendengar apa yang di katakan pangeran Lingzhi. Mereka juga melihat Pingluh yang masih berusaha merayu Putra Mahkota. Akhirnya mereka tahu masalahnya, ternyata Pingluh ingin menjebak Putra Mahkota dengan ilmu pemikat .


'Cih dasar tak tahu diri...kalau aku jadi putra Mahkota sudah kuhabisi dia..." kata seorang pemuda yang berada di antara penonton dengan marah.


"Benar- benar wanita gila...apa dia tak pernah berkaca, wajah seperti itu menginginkan Putra Mahkota.. " jawab yang lain.


'Hay...apa kalian lupa sifat dari Pingluh, bukankah dia gadis yang sombong, arogan, licik, dan merasa dirinya cantik dan paling kaya di desa ini..." ucap seorang gadis di antara para penonton.


"Benar...apalagi setelah dia masuk kedalam perguruan Widas merah, dia semakin sombong dan congkak, Dia bagai gadis tak terkalahkan, karena kesombongannya itu hingga dia tak bisa melihat tingginya gunung fuji di depannya. Malah dia berani menghina dan menyebut tabib Hanpey gadis yang memiliki ilmu hitam...dasar wanita sialan.." ucap salah satu gadis yang ikut menonton dan tahu sifat Pingluh.


"Dasar manusia licik...bisa- bisanya dia berfikir ingin menjebak Putra Mahkota dengan ilmu pemikat, kalau itu sampai terjadi, bukankah dia yang memiliki ilmu hitam, dasar gadis gila...." kata salah satu dari mereka.


Sedang gadis Pingluh terlihat di bawa oleh Jihao dan Guansi pergi dengan teriakannya yang menyakitkan telinga.


Akhirnya penduduk yang melihat kejadian itu kembali kerestoran dengan wajah kesal. Mereka kesal kepada Pingluh yang terlalu percaya diri hingga dia berani berbuat seperti itu pada Putra Mahkota.


Dan berita itu segera menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut.

__ADS_1


Sedang di dalam rumah Alea, terlihat Alea sedang memperhatikan Pangeran Lingzhi yang masih menahan kesal di hatinya . namun dia tak melepas pelukannya di pinggang Alea.


"My Zhi...sudah jangan marah lagi... bukankah dia sudah pergi, dan Putra Mahkota ini telah menghukumnya...?" ucap Alea pelan.


"Sayang...biarkan aku memelukmu sebentar...." ucapnya pelan.


"Ada apa...kau kenapa....?" tanya Alea heran.


"Lea'er...pangeranmu terkena serbuk bunga pemikat, serbuk itu sangat berbahaya, jadi lebih baik kau bawa dia keruang dimensi dan berendam di bawah air terjun kehidupan, agar harum serbuk bunga itu hilang..." ucap Eagle dari ruang dimensi.


"Serbuk bunga...? Serbuk bunga apa...?" tanya Alea kaget.


"Serbuk bunga ponny..." jawab Eagle.


"Serbuk bunga Ponny...?" apakah seperti bunga ponny yang ada di ruang dimensi..?" tanya Alea lagi.


"Benar... serbuk bunga ponny seperti bunga ponny yang ada di ruang dimensi.. sebenarnya bunga ini sudah langkah keberadaannya, entah dari mana gadis itu mendapatkan serbuk bunga ponny ini..." ucap Eagle dengan heran.


"Tapi bukankah bunga Poni adalah bunga untuk ramuan pil peremajaan...?" tanya Alea heran.


"Iya...tapi bisa juga untuk serbuk pemikat..." jawab Eagle.


"Kok bisa...?" tanya Alea lagi.


"Nanti aku jelaskan, sekarang tolong dulu Pangeranmu...cuma yang aku bingungkan dari mana gadis itu mendapatkan bunga ponny itu..." ucap Eagle lagi.


"Mungkin ada seseorang yang sengaja ingin mencelakakan putra Mahkota Lingzhi . dan kebetulan si gadis gila itu menyukai pangeran Lingzhi..." ucap Alea lagi.


"Benar sekali perkataanmu Lea'er... untung saja kau tadi telah memberi penawar racun pada pangeran Lingzhi, dan kekuatan ilmu sang pangeran kuat sekali, kalau tidak mungkin sekarang pangeran Lingzhi sudah terkena jebakan Pingluh.


"Untinglah aku masih waspada, baiklah aku akan membawa dia keruang dimensi duli, My Zhi...kita pergi keruang dimensiku ya...?" ucap Alea pelan.


"Memangnya ada apa sayang...?" tanya Pangeran Lingzhi yang masih memejamkan matanya.


"Apaaa...aku terkena serbuk bunga pemikat...? Maksudmu apa lea'er...?" tanya pangeran Lingzhi sambil menatap wajah Alea dengan tatapan sayu.


"Akan kujelaskan setelah kita berada di ruang dimensi...?" jawab Alea sambil tersenyum lembut. Dia tahu saat ini pangeran Lingzhi telah menahan penderitaannya karena serbuk bunga ponny .Alea sadar itu sehingga dia membiarkan saja pangeran Lingzhi memeluknya.


"Baiklah ayo kita pergi kesana....?" ucap Pangeran Lingzhi sambil menatap sang kekasih dengan hasrat yang dia tahan dengan sekuat tenaga. Akhirnya Pangetan Lingzhi dan Alea segera pergi keruang dimensi.


Saat sampai di sana terlihat keempat mahluk kontrak Alea sudah menunggu kedatangan mereka. Ketika mereka melihat Alea dan pangeran Lingzhi yang ada di pelukan Alea, dan kini mereka sudah berada di dalam ruang dimensi, mereka segera memberikan jus Buah dari buah pohon ke hidupan pada Alea .


"Lea'er...minumkan ini pada pangeran Lingzhi..." ucap Lauyan pada Alea,


Alea segera mengambil mangkok berisi jus buah yang di buatkan oleh Lauyan.


dengan cepat pangeran Lingzhi meminum jus buah itu.


"Nah Lea'er..tolong jelaskan apa maksud dari serbuk bunga pemikat itu. ..?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea. Alea meminta tolong pada Eagle yang lebih tahu kegunaan atau berbahaya nya serbuk bunga ponny jika untuk kejahatan.


Dan dengan sabar Eagle menjelaskan kalau sebenarnya bunga pony itu sangat bagus untuk eksrak campuran bahan pembuat Pil langkah yaitu pil peremajaan. namun jika di buat kejahatan sangatlah ampuh, pil ini jika sampai di gunakan seperti Pingluh yaitu untuk memikat seseorang, jika pria yang ingin mereka kuasa memiliki tenaga dalam yang tidak terlalu tinggi , maka dengan mudahnya pria itu akan tergila- gila pada gadis yang menyukainya, dan penawar serbuk bunga ponny sangat sulit, untunglah Alea tadi telah memberi Pangeran Lingzhi pil penawar racun yang terbuat dari beberapa tanaman obat dan bunga serta daun pohon kehidupan yang merupakan penawar dari segala racun. kalau tidak, sekuat apapun pangeran Lingzhi menolak racun bunga Ponny, lama- lama akan kalah juga kalau dia tidak segera pergi dari pangeran Lingzhi.


"Gege..apakah Jihao dan jendral Guansi akan terkena imbasnya juga...? bukankah mereka sekarang bersama Pingluh..?" ucap Alea khawatir.


"Tidak...bukankah niat Pingluh memikat Pangeran Lingzhi...jadi hanya pangeran Lingzhi yang terkena racun itu. itulah keistimewaan bunga ponny. Dia akan menyerang orang yang ada di fikiran dan hati si pemakai....." jelas Eagle.


"Nach sekarang kalian berdua segera pergi ke air terjun kehidupan untuk membersihkan racun yang ada di tubuh pangeran Lingzhi, walaupun racunnya tidak sejahat tadi..." ucap Eagle.


Mendengar perkataan Eagle. Alea segera menatap pangeran Lingzhi yang enggan melepas pelukannya.


"Sekarang kita ke air terjun My Zhi...kita akan bermeditasi di sana..." ajak Alea.


Pangeran Lingzhi dengan enggan melepas pelukannya dan berjalan kearah air terjun bersama Alea. sampai di sana mereka segera mengambil duduk lotus di bawah air terjun. untuk menemani pangeran Lingzhi , Alea juga duduk lotus untuk bermeditasi.tak berapa lama kedua orang itu mulai berkultivasi. dam ternyata hewan Kontrak Pangeran Lingzhi keluar dan bergabung dengan keempat mahluk kontrak Alea. Mereka melihat kearah Master mereka yang sedang berkultivasi.

__ADS_1


Sedang di luar ruang dimensi terlihat Jihao dan Guansi telah selesai melaksanakan hukuman terhadap pingluh di depan kedua orang tuannya serta saudara- saudaranya .


Sang Ayah bukannya membela dia ketika dia mendapat hukuman, dia malah menampar Pingluh dengan marah.


"Kau itu Bodoh atau gila ha...? kau berani sekali membuat rencana segila itu, ya dewa ...kenapa aku bisa memiliki putri yang segila ini, kau hampir mencelakakan seluruh keluargamu, ..apakah kau tak berkaca ha...kau itu tidak sebanding dengan putri Lea Min Han... andai di bandingkan, kau itu bumi dan dia langit...kau terlalu jauh jarak perbedaanmu dengan putri Lea...ya ampun Pingluh...apa kau tidak pernah berkaca ha...!" teriak sang Ayah frustasi.


Sedang para bibi , paman dan kerabatnya yang Lain hanya bisa menggeleng dengan wajah mencibir. mereka memang sudah lama melihat sifat Pingluh yang Arogan dan sombong. karena kedudukan sang Ayah yang memang menjadi kepala keluarga besar mereka, jadi Pingluh sangat sombong dan semena- mena pada keluarga yang lain, apalagi semenjak dia menjadi murid perguruan Widas Merah , dia sangat arogan dan sombong sekali . seakan di dunia ini dia wanita yang paling cantik, pintar , dan kaya. dan kini mereka benar- benar salut akan keberaniannya dan kelancamgannya melawan putra Mahkota Lingzhi yang terkenal dingin dan kejam . Untunglah hukuman itu tidak mengenai mereka. mereka tak bisamembayangkan apa yang akan terjadi pada keluarga mereka.


"Ayah...tapi aku mencintai pangeran Lingzhi Ayah....aku tidak kalah dengan wanita itu...!" ucapnya ngeyel.


"Ternyata kau bukan saja bodoh Nona.. tapi ternyata otak mulah yang bermasalah atau rusak, mana bisa kau membandingkan dirimu dengan putri kami, Dia gadis baik hati. pintar , cerdas dan penyayang, kalau kau masih belum percaya, kau bisa menanyakan pada warga desa sini. apa saja yang telah di perbuat untuk kemajuan desa ini, bagaimana kau bisa memnandingkan dirimu dengan putri kami, apalagi soal kecantikan, kau kalah jauh dengannya. dan perlu kau ketahui, bukan putri Alea yang mengejar pangeran Lingzhi seperti yang kau lakukan, tapi Pangeran Kamilah yang mengejarnya, jadi...jangan pernah kau bandingkan dirimu dengan Putri Lea Min Han..." ucap Guansi dengan marah.


"Dan perlu kau ingat, kalau hukumanmu ini cukup ringan, kalu bukan karena memandang putri Lea Min Han yang tak ingin mengikutkan keluargamu , pasti pangeran Lingzhi akan mengikut setakan hukuman ini pada keluarga bersamamu, camkan itu...!" ucap Jendral Guansi dengan nada Sinis.


"Maafkan hamba Jendral...hamba telah salah mendidik putri kami, hingga dia bisa berbuat senekad itu pada putra Mahkota...." ucap Ayah Pingluh sambil menunduk memberi hormat di ikuti semua keluarga besar pria itu. Setelah itu Jihao dan Guansi pergi meninggalkan mereka semua. sedang Pingluh masih terlihat kesakitan setelah dia dihilangkan kekuatannya.


sementara para keluarganya melihatnya degan wajah sinis dan marah, apalagi sang Ayah, dia tak habis fikir, kenapa dia bisa memiliki putri yang sebodoh dan tolol seperti dia. Mereka meninggalkan Pingluh di tempat dia tadi mendapat hukuman, tanpa seorangpun menolongnya. Melihat kejadian itu, dia merasa sangat menyesal dan juga marah. dia marah pada Alea yang memiliki nasib seberuntung itu. sebenarnya dia melakukan semua itu karena dia tahu siapa Hanpey atau putri Lea Min Han itu. Setelah mendapat tantangan dari Alea , Pingluh segera mencari tahu siapa putri Lea Min Han sebenarnya. dia penasaran melihat tabib Hanpey itu menantangnya dengan wajah percaya diri yang tinggi. dia lalu mencari informasi siapa sebenarnya gadis tabib itu. dan dia menjadi kaget ketika dia mendengar dari temannya sendiri yang mengatakan kalau putri Lea atau tabib Hanpey adalah seorang petarung yang sangat kuat, dan dia merupakan siswa dari perguruan Calang yang terkenal itu, dan sang teman bilang kalau gadis itu adalah murid kesayangan perguruan Calang karena kejeniusannya. dan sang teman juga bilang kalau dia juga tabib kesayangan kerajaan Long. karena dia baru saja menyembuhkan Kaisar tua. Mendengar perkataan sang sahabat dia menjadi sangat cemas. di saat itulah dia di datangi dua orang yang datang dengan memakai baju hitam dan penutup kepala. salah satu dari mereka ternyata seorang pria, pria itu berucap.


"Apakah kau menginginkan pangeran Lingzhi...?" tanya orang itu. Mendengar perkataan orang itu Pingluh curiga.Dia menatap kedua orang itu dengan tatapan tajamnya.


"Jangan khawatir aku temanmu...kalau kau ingin memiliki Pangeran Lingzhi aku memiliki obat yang bisa membuat Pangeran Lingzhi jatuh Cinta padamu..." ucap Pria itu dengan tenang.


"Benarkah...?" ucap Pingluh kaget.


"Benar....apakah kau menginginkan pangeran Lingzhi ...?" tanya pria itu.


"Apakah kau bisa membuat dia jatuh cinta padaku...?" tanya pingluh dengan wajah berbinar.


"Bisa....." jawab Pria itu.


"Bagaimana caranya....?" tamya Pingluh penasaran.


"Kau hanya perlu bertemu dengan Pangeran Lingzhi sendiri. setelah kau berhadapan dengannya kau tuangkan air di dalam botol ini ke tubuhmu. tunggu sebentar, dan kau akan melihat hasilnya.." kata pria itu dengan menatap Pingluh dengan tatapan licik.


"Apakah dengan cara seperti itu aku bisa membuat pangeran Lingzhi jatuh cinta padaku...?" tanya Pingluh tak percaya.


"Kau harus mempercayai itu, kalau tidak kau tidak akan berhasil membuat pangeran Lingzhi jatuh cinta padamu..." ucap pria itu lagi. akhirnya Pingluh melakukan apa yang di ucapkan orang berbaju hitam itu. Dan kini hasilnya bukan seperti yang dia bayangkan. Malah membuat dia hancur.


💖💖💖💖💖


Keesokan harinya, Alea dan pangeran Lingzhi berpamitan untuk kembali ke Kerajaan Shi. dan Zio Sang sudah mulai mencari pembeli untuk penginapan yang sekaligus restoran milik Alea serta rumah kecil milik Alea. Sedang kedua nyonya dan kedua anak kecil itu, sudah mempersiapkan barang- barang yang akan mereka bawa pindah ke kerajaan Shi.


"Aku pergi dulu Bu...kalau nanti kalian mulai pindah Ke kerajaan Shi, kalian tidak usah memakai kereta yang terlalu menyolok , agar keselamatan kalian terjaga, dan ini kak...aku sempat membelikan cincin ruang agar kau bisa menyimpan benda- benda berharga saat kalian pindahan nanti. ..." ucap Alea sebelum dia naik keatas kudanya.


Dia memberikan cincin ruang yang sempat dia lihat ketika dia berjalan- jalan di kerajaan Shi kemaren bersama Putra Mahkota Lingzhi. Dia sempat membelikan tiga cincin ruang yang akan dia berikan pada Mimi, Lian Han dan Zio Sang sebagai oleh- oleh untuk mereka.


"Ini untukku Pey'er....?" seru Zio Sang kaget dan bahagia.


"Iya gege...simpanlah barang yang penting di dalam sana, agar tak membahayakan kalian nantinya..." ucap Alea pada Zio Sang.


"Trimakasih Pey'er ..." ucap Zio Sang haru.


"Sama- sama...dan kau anak- anak kecil , jangan nakal dalam perjalanan nanti, Jiejie akan menunggu kalian si kota kerajaan Shi. kita akan ketemu lagi disana...." ucap Alea sambil mengacak kedua kepala kecil yang ada di depannya.


"Siap Putri Mahkota..." jawab Mereka bersamaan sambil menaruh tangan mereka di kening mereka . tentu saja Alea kaget mendengar perkataan dua bocil itu .


"Hey...siapa yang mengajari kalian memanggil putri Mahkota....?" tanya Alea dengan wajah pura- pura marah.


namun kedua bocil itu menunduk sambil tersenyum, dan Alea sempat melihat mata kedua bocil itu melihat kebelakangnya. terlihat putra Mahkota yang berpura- pura sibuk membetulkan pelana kudanya.


Maaf sampai di sini dulu ya.. dan mohon maaf author ada kesibukan sedikit hingga agak lambat up date nya.


jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2