PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENYEMBUHKAN PUTRI YUAN TAN


__ADS_3

Alea kembali keruangan kamar putri Yuan Tan.


"Lea'er kau sudah kembali...? Tanya Mimi pada Alea yang terlihat sudah berada di kamar itu kembali.


"Iya kak...apakah ketika aku tak ada , ada yang datang kak...?" tanya Alea.


"Tidak Ada Lea'er, sepertinya ada penjaga di depan yang menghalangi mereka masuk kesini..... " jawab Mimi.


"Syukurlah kalau begitu..oh ya Kak... apakah kau bisa memanggilkan tuan Borong untuk datang kemari...?" tanya Alea.


"Bisa Lea'er... tapi kalau mereka tanya sesuatu padaku, aku harus bilang apa..?" tanya Mimi.


"Bilang saja aku membutuhkan tuan Borong untuk mencarikan bahan untuk membuatkan obat untuk tuan putri.." jawab Alea.


"Baik Lea'er..." kata Mimi sambil berjalan keluar ruangan. Setelah kepergian Mimi, untuk sementara Alea memberi pil yang menekan racun agar tak menyebar dalam tubuh tuan putri. Lalu dia mengambil buku tentang racun di dalam ruang dimensinya. Untuk mepelajari racun yang ada di tubuh tuan putri Yuan Tan. Dia fokus membaca tentang semua racun dan penagkalnya. Dia berhenti membaca saat terdengar ketukan di pintu ruangan. Tak lama terlihat Mimi datang bersama tuan Borong. Alea bisa melihat wajah tuan Borong yang penuh pertanyaan. Saat dia sudah berada di dalam kamar itu. Alea berucap.


"Kak tutup pintunya...." ucap Alea.


"Baik Lea'er..." jawab Mimi,


Mimi segera menutup pintu kamar itu. Namun sebelum pintu tertutup terlihat seekor burung kuning cantik masuk kedalam kamar dan hinggap di pundak Alea. sedang di tangan Alea juga terlihat seekor ular putih cantik melingkar dengan manisnya. Ular itu menutupi gelang giok milik Alea. Melihat semua itu tuan Borong terlihat terkejut dan membeku. Karena tuan Borong merasakan kekuatan yang sangat besar keluar dari kedua hewan itu.


Dia menatap burung, ular, dan Alea secara bergantian.


"Tabib Hanpey...apakah itu ular putih legendaris...?" tanya ruan Borong dengan wajah penuh tanya.


"Kau mengetahuinya tuan...?" jawab Alea dengan wajah tenang.


Tuan Borong terduduk di kursi yang ada di dalam ruangan itu.


"La..lalu burung itu...?" tanya tuan Borong dengan gagap.


"Sama...dia burung Phoenix mahluk kontrakku juga..." jawab Alea sambil tersenyum.


"A..apaa..burung Phoenix..." ucapnya kembali gagap.


"Iya...mereka dua hewan legendaris yang menjadi mahluk kontrakku...." jawab Alea kembali.


"Kau memiliki dua mahluk kontrak...?" tanya tuan Borong tak percaya.


"Memangnya kenapa tuan...?" tanya Alea heran.


"Banyak orang yang memiliki hewan kontrak, tapi yang aku tahu mereka hanya mampu memiliki mahluk kontrak hanya satu, dan yang aku tahu lebih dari satu cuma Putra Mahkota Lingzhi dari kerajaan Shi saja, karena dia terkenal dengan kejeniusannya dan kekuatannya,


Setelah itu aku belum pernah mendengar lagi orang memiliki mahluk kotrak lebih dari satu , baru sekarang aku mendengarkan lagi, dan itu dirimu.." kata tuan Borong dengan wajah kagum.


"Gimana kalau kau tahu aku memiliki lebih dari dua..." tanya Alea menggoda .


"Apaa...Mana mungkin...!" seru tuan Borong tanpa sadar.


"Stt...jangan keras- keras..putri Yuan sedang sakit tuan..." kata Alea mengingatkan. Tanpa sadar tuan Borong menutup mulutnya.


"Nona Hanpey...apa benar ucapanmu kalau kau memiliki mahluk kontarak lebih dari dua hewan ..?" tanya tuan Borong dengan wajah tak percaya.


"Kalau kau menyebutku Nona, namaku Lea Min Han tuan , bukan nona Hanpey...tapi sudahlah kita jangan membahas ini dulu,masalah mahluk kontrak suatu saat anda akan melihatnya, sekarang aku akan membahas masalah tuan putri Yuan Tan dulu,..." kata Alea mengingatkan tujuan dia memanggil tuan Borong.


"Benar sekali maafkan aku, habis kau mengangetkan diriku Nona.." kata tuan Borong sambil mengusap mukanya.


Lalu dia menatap Alea serius.


"Apakah kau sudah tahu penyakit tuan putri...?" tanya tuan Borong dengan wajah serius .


" sudah tuan...dan hamba memanggil anda kesini karena masalah penyakit tuan putri...?" jawab Alea .


"Lalu apa penyakit tuan putri Nona..?" tanya tuan Borong penasaran.


"Dia terkena racun..." jawab Alea datar.


"Apaa...racun...?" seru tuan Borong keras. Untung Alea sudah menutupi ruangan ini dengan arai pelindung, hingga suara di dalam kamar ini tidak bisa di dengar oleh orang yang ada di luar.


"Ck...kenapa tuan sampai berteriak seperti itu... Hamba memanggil tuan kemari agar tidak ada yang tahu masalah ini, untung hamba sudah menutup kamar ini dengan arai pelindung, jika tidak pasti orang yang sekarang sedang memata- matai kita akan mendengar suara anda..." kata Alea dengan kesal. Saat lauyan masuk tadi, dia berkata kalau pelayan muda itu adalah mata- mata dari salah satu selir raja . dan sepertinya merekalah yang meracuni Putri Yuan Tan.


Dan pelayan mata- mata itu kini telah kembali berada di depan pintu tanpa setahu dua penjaga yang di siapkan sang Raja. Karena itulah Alea langsung menutup ruangan ini dengan arai pelindung.


"Apa maksud Nona..." tanya tuan Borong tak mengerti.


"Tuan tahu pada pelayan yang tadi membawa hamba kemari...?" tanya Alea dengan wajah tenang.


"Bukankah pelayan itu pelayan tuan putri ..." ucap tuan Borong.


"Saya tidak tahu...yang saya tahu dia mata- mata salah satu selir Raja , dan hamba rasa dia ada hubungannya dengan racun yang ada di tubuh tuan putri..." kata Alea yang membuat tuan Borong menatap Alea tak percaya.


"Anda bingung...akan kujekaskan. Setelah hamba meneliti darah di tubuh tuan putri Yuan Tan, saya menemukan kalau dia mengalami keracunan, dan racunnya ada tiga macam.( Alea lalu menjelaskan seperti yang dia jelaskan pada ketiga mahluk kontraknya) karena itu saya memanggil anda kemari agar anda dapat menyelidiki siapa yang telah meracuni tian putri. Soal obat penawaran racun , akan saya usahahakan agar saya bisa membuat penawarnya, tapi saya membutuhkan beberapa tanaman obat dari kalian..." kata Alea dengan muka serius.


"Ya dewa...jadi tuan putri terkena racun..?" gumam tuan Borong pelan seakan tak percaya .


"Benar...tapi tolong jangan anda katakan pada raja dulu, takutnya si pelaku akan waspada, dan menghilangkan barang bukti, .." ucap Alea.


"Baiklah aku akan menyelidiki masalah ini sampai tuntas, dan soal tumbuhan obat atau bahan yang di butuhkan, katakan saja pada saya, saya akan mengusahakan bahan itu secepatnya.." kata tuan Borong dengan wajah terlihat marah.


"Baguslah kalau seperti itu ...dan satu lagi tuan...anda awasi si pelayan yang sekarang berada di depan pintu ini, dia sedang menguping pembicaraan kita, tapi jangan khawatir dia tak akan mendengar apapun di sana. Dan dia adalah mata- mata dari salah satu selir Raja..." jawab Alea.


""Selir yang mana Nona...?" tanya tuan Borong penasaran.


"Itu tugas anda...tapi nanti jika anda benar- benar tidak tahu, baru tanyakan itu pada saya..." kata Alea sambil tersenyum lucu . namun senyum itu terlihat manis di mata tuan Borong.


"Baiklah saya akan menyelidiki masalah ini dengan tuntas, dan jika saya tidak mampu tolong bantu saya..." kata tuan Borong dengan rendah hati.


"Baik...saya sepakati itu, dan sekarang tolong anda sediakan ramuan yang telah saya tulis ini, dan jangan biarkan siapapun masuk kedalam kamar ini tanpa ijin dari saya, dan tolong di depan kamar beri beberapa penjaga kuat tetapi kekuatannya tidak di ketahui oleh penghuni istana ini.." kata Alea.


"Baik Nona aku akan usahakan itu..oh ya apa boleh kedua saudaraku mengetahui semua ini...?" tanya tuan Borong.


"Silahkan kalau itu bisa membantu tuan, yang penting jangan sampai ada orang yang tahu selain saudara anda..." jawab Alea.


"Baiklah, kalau begitu saya akan menyiapkan bahan yang anda perlukan,.." pamit tuan Borong.


"Silahkan dan tolong kalau guru hamba bertanya soal saya , dia boleh datang kemari, dan tolong Siapapun tidak boleh kemari selain guru hamba.." kata Alea menegaskan,

__ADS_1


"Baik..." jawab tuan Borong, dia segera berjalan keluar ruang kamar tuan putri.


Setelah tuan Borong keluar White dan Lauyan berubah menjadi manusia.


"Lea'er...apa benar putri ini terkena racun.." tanya Lauyan yang belum mendengar kabarnya.


"Benar gege..Dia terkena tiga racun sekaligus, tapi racun yang terakhir baru beberapa hari ini mereka berikan..." jawab Alea.


"Dan raja tidak mengetahui itu...?" tanya Lauyan tak percaya.


"Racun itu tak berwarna, dan tak berbau, hingga jika ada tabib akan mengobati sang putri , kalau mereka tidak benar- benar teliti , mereka tidak akan tahu kalau sang putri keracunan. .." jawab Alea.


"Kenapa kalau memang ingin membunuh putri Yuan Tan kenapa tidak langsung aja..." kata Lauyan kesal.


"Karena mereka takut ketahuan, bukankah putri Yuan adalah putri yang paling di sayangi Raja Tan, jadi mereka melakukannya dengan cara perlahan.." jawab Alea penerka


.


"Kenapa mereka sejahat itu sich...?" seru Lauyan gemas.


"Karena itu aku tidak ingin mempunyai suami yang memiliki banyak istri, aku tidak ingin kejadian seperti diriku dulu ataupun seperti nasip putri Yuan ini menimpa putri atau putraku..." jawab Alea sambil menghela nafas berat.


"Kau memang selalu bijak Lea'er..." ucap Lauyan sambil mengusap kepala Alea penuh sayang.


"Siapa dulu, Aleaa..." kata Alea sombong . membuat Lauyan, dan White gemas dan mencubit pipi Alea kanan kiri. sedang Mimi hanya bisa tertawa pelan ketika Alea mengadu kesakitan.


Setelah itu Alea mulai mengeluarkan tungku pil untuk membuat ramuan penetral racun di tubuh tuan putri. Tapi sebelumnya Alea. Mengeluarkan darah yang mengandung racun, dengan tehnik akupuntur, sedang racun yang sudah mengendap di tubuh putri Yuan hanya bisa di hilangkan dengan pil penawar racun Yang Alea buat nanti . perlahan Alea mulai menancapkan jarum akupuntur ketubuh tuan Putri Yuan Tan, setelah itu dia mulai mengontrol tenaga dalam yang dia salurkan ketubuh tuan putri Yuan, dia takut tenaga dalamnya malah akan menyakiti tuan putri. Namun saat Alea terlalu lama menggunakan tenaganya untuk mendorong racun yang ada di Aliran darah tubuh tuan putri, tiba- tiba tubuh tuan putri bergetar, Akhirnya Alea menghentikan pengobatannya. Dia tertegun melihat itu.


"Kenapa Lea'er..." tanya Lauyan.


"Dia tidak kuat menerima tekanan kekuatan Qi ku gege..." kata Alea pelan.


"Mungkin karena terlalu lama dia sakit, jadi kekuatannya hilang ..." hibur White.


"Mungkin juga ..." kata Alea pelan. Dia menatap wajah putri Yuan Tan.


Ada perasaan sakit di dalam hatinya, dia teringat masa lalunya, andai dia tak masuk kedalam tubuh putri Lea Min Han, Mungkin saat ini putri Lea telah tiada. Dia menatap kembali tubuh tuan putri Yuan Tan. Dia mencari cara tercepat dan terbaik untuk menyembuhkan tuan putri Yuan Tan, tapi Apa..?


Andai dia bisa membawa putri Alea kedalam ruang dimensi, mungkin Alea tak cukup kerepotan membuat pil penawar. Cukup di rendam di dalam kolam air kehidupan.


Eeh tunggu... Bukankah aku bisa merendam tuan puti di sini...' teriak Alea dalam hati.


"Gege...nggak masalah kan aku merendam putri YuanTan dengan Air kehidupan di sini...?" kata Alea pada Lauyan dan White.


"Ide yang bagus Lea'er...kita bisa mengambilkan air dari ruang dimensi kesini.... " jawab Lauyan.


"Kalau begitu kita coba saja Lea'er..." kata White.


"Kita tunggu aja rempah buat mandi tuan putri di antar tuan Borong..." jawab Alea.


Setelah berfikir seperti itu, Alea merasakan hatinya sangat lega. Semoga tuan Borong cepat mendapatkan apa yang dia tulis tadi. Harapan dalam hati Alea.


Saat mereka sedang merencanakan cara penyembuhan putri Alea, di sebuah kamar yang mewah seorang wanita cantik sedang berbicara dengan salah satu pelayan yang dia tempatkan di istana putri Yuan Tan.


"Gimana kabar putri Yuan...?" tanya wanita cantik itu pada pelayan di depannya .


"Hamba selir ,keadaannya masih seperti biasanya, tidak ada perubahan sama sekali.." jawab pelayan itu dengan wajah menunduk.


"Sudah selir mereka sudah datang..." jawab sang pelayan.


"Lalu gimana apakah tabib itu dapat menyembuhkan penyakit putri...?" ucapnya dengan wajah sinis.


"Mana mungkin tabib itu bisa menyembuhkan putri..." jawab si pelayan mencemooh.


"Kenapa kau berkata seperti itu...?" tanya si Selir sambil menatap pelayan dengan dahi berkerut.


"Tabib itu masih muda sekali Selir, lagian mana mungkin penyakit yang di derita putri Yuan Tan akan dapat di ketahui..." kata si pelayan dengan wajah penuh ejekan.


" Ha ha ha...aku ingin tahu , siapa tabib yang mampu mengobati gadis itu, tapi memang nyawa gadis itu alot sekali, seharusnya dengan racun yang aku berikan terakhir kali dia akan mati , tapi kenapa nyawanya masih tetap tinggal di raga kurus itu.." serunya marah.


"Tenang putri hamba yakin sebentar lagi nyawanya pasti akan hilang ,lihat saja pasti kita akan segera mendengarkan kabar itu ..." hibur si pelayan.


"Benar katamu...ya sudah, kembalilah ke istana putri Yuan Tan, cari kabar lebih banyak untukku..." ucap Selir itu sambil tersenyum bahagia.


"Baik Selir...kalau begitu hamba mohon diri.." kata pelayan itu. Si pelayan terlihat keluar dari istana sang selir , dia kembali ketempat putri Yuan.


Sedangkan di kamar putri Yuan terlihat tuan Borong mendatangi kamar putri Yuan dengan membawa sebuah kantong. Setelah sampai di depan ruangan kamar putri Yuan, dia berbicara pada si penjaga.


"Apakah pelayan itu belum datang kemari...?" tanya tuan Borong pada penjaga itu.


"Belum tuan...setelah kami usir tadi, dia belum datang kemari lagi..." jawab si penjaga.


"Bagus...ingat jangan sampai dia bisa mendekati kamar ini, apapun caranya atau alasannya jangan sampai dia bisa lolos dari penglihatan kalian..." kata tuan Borong dengan tegas.


"Baik tuan...hamba akan memperhatikan dia..." jawab si penjaga.


"Ya sudah aku mau masuk, ingat siapapun tidak boleh masuk kedalam kamar ini selain aku , ingat itu..." kata tuan Borong menegaskan.


"Baik tuan..." jawab penjaga itu dengan wajah tegas.


Tuan Borong lalu mengetuk pintu kamar tuan putri Yuan Tan . Dia segera masuk setelah Mimi membukakan pintu kamar. Ketika dia masuk dia melihat Alea sedang melihat denyut nadi tuan putri Yuan. Tuan Borong segera mendekati Alea, dan duduk agak jauh dari Alea.


"Nona...ini ramuan yang kau butuhkan.." kata tuan Borong sambil memberikan bungkusan yang dia bawa.


Alea segera mengalihkan fokusnya pada tuan Borong.


"Semua lengkap tuan...?" tanya Alea.


"Semuanya lengkap Nona..." jawab tuan Borong.


"Baguslah...kalau begitu saya akan memulai pengobatan ini, oh ya..kenapa guruku tidak datang kemari...?" tanya Alea sambil menatap tuan Borong.


"Dia tadi ikut mencari ramuan ini Nona,.. mungkin sebentar lagi beliau akan datang, atau aku bawa saja dia datang kemari.. " jawab tuan Borong .


"Tidak usah tuan.. biar nanti saja kalau memang guru ingin bertemu dengan kami, pasti dia kenari. walau begitu saya ucapkan trimakasih atasckebaikan anda.., dan maaf hamba terpaksa menyuruh- nyuruh anda..." kata Alea sopan.


"Tidak masalah Nona...semua akan hamba lakukan demi kesembuhan tuan putri..." jawab tuan Borong dengan wajah sabarnya.

__ADS_1


"Tuan Borong sangat menyayangi tuan putri ya...?" tanya Alea.


"Semua orang menyayangi dia Nona..." jawabnya lagi.


"Kecuali orang yang menginginkan dia mati..." jawab Alea.


"Benar...kecuali dia..."jawabnya dengan wajah marah.


"Ya sudah saya pergi dulu Nona..." kata tuan Borong sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Silahkan...sekali lagi trimakasih tuan..." kata Alea . Tuan Borong hanya tersenyum , lalu dia berjalan pergi meninggalkan kamar tuan putri.


Setelah tuan Borong pergi , Alea segera melihat bungkusan dari tuan Borong. Ternyata semua permintaannya sudah lengkap di dalam bungkusan itu, dia lalu buru- buru masuk ke ruang dimensi. Dia akan merebus rempah yang dia peroleh dari tuan Borong.


Tak berapa lama bak mandi putri Yuan Tan telah penuh dengan air dan rebusan rempah penawar racun . ,setelah itu Alea dan Mimi di bantu Lauyan dan White memasukkan putri Yuan Tan kedalam bak mandi . terlihat wajah tuan putri Yuan hanya terlihat kepalanya saja yang tak terendak air, namun sesekali Alea menyuruh Mimi untuk membasuh kepala tuan putri dengan Air rendaman , sedang dia sendiri mulai sibuk menyiapkan ramuan penetral racun. Sedang tubuh tuan pitri yang di rendam lama- lama mulai samar terlihat tubuh tuan putri mengeluarkan uap tipis hitam dan air di dalam bak mandi terlihat mulai menghitam. semakin lama warna air semakin hitam pekat.


"Kak...sekarang jangan pakai air itu untuk membasuh kepala tuan putri. basuh kepalanya dengan air yang ada di sebelah kakak .....?" kata Alea yang mulai memanaskan tungku Pil .


"Baik Lea'er... " jawab Mimi. dia segera mengguyur kepala tuan putri dengan air yang barada di sebelahnya secara perlahan. dan kepala putripun mengeluarkan asap pula tipis.


sedang Alea kini sibuk dengan pekerjaan memurnikan pil penawar racun untuk menghilangkan racun yang mengendap di tubuh putri Yuan,


Putri Yuan tetap di rendam di dalam bak air sampai Alea selesai memurnikan pil penawar racun terbentuk.


Akhirnya setelah tiga kali pembakaran dupa, Alea membuka matanya, dan tercium bau harus ramuan di dalam kamar Tuan putri . setelah itu Alea segera membuka tungku pil , terlihat dua buah pil putih kehijauan berada di dalam tungku pil. Alea segera mengambil pil itu dan di masukkan kedalam botol giok yang sudah dia siapkan.


"kau sudah bisa membuat penawarnya Lea'er..." tanya Lauyan dengan tersenyum bahagia.


"Benar gege...semoga pil ini bisa menawarkan racun yang telah mengendap cukup lama di tubuh tuan putri...." jawab Alea.


Alea segera berdiri dan menghampiri putri YuanTan yang berada di dalam bak air. Alea bisa melihat kalau air rendaman putri Alea berwarna hitam pekat. .


Dia segera mengambik sarung tangan dari dalam cincin ruangnya. dan dia melihat wajah Putri Yuan kini tidak terlalu pucat lagi. dia membagikan sarung tangan itu pada Mimi dan kedua mahluk kontraknya.


"Kami berdua tidak aoa- aoa tanpa benda itu Lea'er..." kata Lauyan .


"Lebih baik kau memakainya kak..." jawab Alea.


"Lea'er...kenapa racun itu sekarang berwarna hitam..." tanya Lauyan heran, "bukankah racun yang menyerang tubuh putri Yuan Tan tidak berbau dan tidak berwarna. sedang racun yang sekarang bercamour dengan air tendaman putri Yuan berwarna hitam dan berbau sangat amis . "lanjut Lauyan.


"Mungkin karena bersentuhan dengan air kehidupan gege..." jawab Alea


"Iya juga sich.. " kata Lauyan mengerti.


"Sekarang Ayo pindahkan dulu tuan putri keatas tempat tidur lagi, Aku akan merendamnya sekali lagi ..." kata Alea.


Merekapun segera mengangkat Putri Yuan Tan dan menaruhnya di atas tempat tidur. Setelah itu Alea mengganti lagi air di dalam bak Air, sekali lagi Alea merendam putri Yuan di dalam air kehidupan. sambil merendam sang putri, Alea memasukkan pil penawar racun kedalam tubuh tuan putri. setelah itu dia kembali mencoba menyalurkan tenaga Qi nya kedalam tubuh tuan Pitri. dan ternyata tidak ada menol"akan dari tubuh tuan putri terhadap Qi yang Alea salurkan. cukup lama Alea melakukan itu , tiba- tiba tuan putri memuntahkan darah hitam cukup banyak. Mimi , Lauyan dan White sangat bahagia melihat keberhasilan wanita kesayangan mereka. mereka tertawa bahagia. putri Yuan Tan tiga kali memuntahkan darah hitam dari mulutnya . Setelah agak lama Akhirnya Alea menyudahi pengobatannya.


perlahan di membuka matanya dan melihat putri Yuan Tan yang masih berada di dalam bak mandi.


"Kenapa Airnya masih sehitam ini....?" kata Alea


"Bukan Lea'er...itu darah yang keluar dari mulut tuan putri jatuh kedalam air rendaman..." kata Mimi menjelaskan.


"Oo..aku pikir masih sehitam itu racun yang keluar dari tubuh tuan putri..." kata Alea.


"Tidak...kita tadi lihat air nya tidak terlalu hitam malah terlihat agak bening..." kata Mimi lagi.


"Syukurlah kalau begitu usaha kita berhasil..." kata Alea sambil membuang nafas nya.


"Bukan usaha kita Lea'er..tapi usahamu sendiri..." kata Lauyan mengoreksi ucapan Alea.


"Baiklah kalau begitu ayo kita taruh tuan putri di atas pembaringannya kembali,.." kata Alea mengajak mereka mengangkat Putri Yuan Tan keluar dari bak Mandi. Setelah di taruh di atas pembaringan, Alea meminta Mimi untuk mengganti baju yang di pakai pitri Yuan Tan. sedang Alea sendiri pergi keruang dimensi untuk membuatkan sari buah dari pohon kehidupan untuk putri Yuan Tan. setelah mendapatkan satu mangkok sari buah pohon kehidupan , Alea segera keluar dari ruang dimensi. ketika sampai di dalam ruang kamar tuan putri Yuan, Alea melihat kalau Mimi telah mengganti baju tuan putri dengan hanfu yang baru dan terlihat bagus.


"Kak...minumkan minuman ini kedalam mulut tuan pitri.."kata Alea pelan sambil memberikan mangkuk berisi sari buah.


"Baik Lea'er..." jawab Mimi.


Perlahan Mimi menyuapi isi mangkok pemberian Alea kedalam mulut putri Yuan. Dengan telaten dan lembut, Mimi dapat memasukkan sari buah dari pohon kehidupan kemulut putri Yuan .


"Fuuh...akhirnya selesai sudah ..." kata Alea sambil bernafas lega.


"Kau kembali memecahkan masalah penyakit Lea'er..." kata Mimi memuji.


"Syukurlah kak...berapa hari kita berada di ruangan ini...?" tanya Alea denga. wajah tenang.


"Tiga Harian Lea'er..." jawab Mimi.


"Apa tiga hari...? kok perasaanku kita berada di sini cuma sehari..." kata Alea dengan wajah heran.


"Kesibukan mu membuatmu hampir lupa makan Lea'er... coba kau ingat berapa kali kau makan selama tiga hari ini..?" tanya Mimi dengan wajah kesal.


"He..he...seungat Alea , Alea maka cuma sekali...." jawab Alea polos.


"Benar sekali...ternyata kau sadar itu, untung ada buah kehidupan yang masih sempat kau makan...." kata Mimi marah.


"He he he...Maafkan Akeh kak...mana mungkin aku bisa makan kalau tugasku belum selesai..." kata Akeh lagi.


"Itulah dirimu yang sering membuat kakak kesal..." kata Mimi marah.


"Ho ho...kakakku marah...maafkan aku kak...aku tidak akan mengulangi lagi..." kata Alea sambil memeluk tubuh Mimi .


"Ck..dasar gadis nakal...siapa yang bisa marah terlalu lama padamu Lea'er... " ucap Mimi sambil mengusap kepala Alea sayang.


"Kak...apakah guru Lao tidak kemari...?" tanya Alea pada Mimi saat pelukannya di tubuh Mimi sudah terlepas.


"Ada saat kau sibuk memurnikan pil dan kita merendam putri Yuan Tan , tetapi guru segera pergi ketika beliau tahu kalau kau sedang sibuk memurnikan pil untuk tuan putri..." jawab Mimi.


"Lalu siapa yang mengirimkan makana yang kita makan setiap hari...?" tanya Alea lagi.


"tuan Borong sendiri..." jawab Mimi.


"Tuan Borong...? gila , yang bener aja kak.." seru Alea kaget.


"Iya beneran dia....dia tak mempercayai para pelayan , jika mereka yang membawa kesini ..." kata Mimi menjelaskan.


Jangan Lupa like, vote dan komennya.

__ADS_1


Aku tunggu ya...maaf kalau masih banyak tipo nya. 🙏🙏


Bersambung.


__ADS_2