
Putri Asuya mengambil kursi dari meja sebelah dan menaruhnya di dekat Zheng Bai. Karena hanya di tempat Zheng Bai ada cela untuk menaruh kursi .
"Boleh aku makan dengan kalian...?" tanya Putri Asuya dengan riang.
"Tentu saja boleh..." ucap Alea sambil tersenyum. Dia bisa melihat kebahagiaan dan kerinduan di mata putri Asuya pada sahabat, pengawal sekaligus saudaranya. Putri Asuya segera memesan makanan untuknya.
Para pembeli di restoran itu kaget ketika mereka melihat putri Asuya yang merupakan Putri kesayangan Raja mereka sedang makan di kedai ini bersama para pemuda asing yang memang terlihat beda dari rakyat biasa .
"Kenapa kalian tidak datang ke istana ku..?" tanya Putri Asuya sedih.
"Maaf jiejie...lain kali mungkin kami akan singga , tapi kalau hari ini tidak bisa ... soalnya ada pekerjaan penting yang harus kami selesaikan...?" jawab Alea dengan lembut .
"Apa tidak bisa barang sebentar saja...?" tanya Putri Asuya berharap.
"Sekali lagi maafkan kami putri..lain kali pasti kami akan datang, dan kami akan singga di istana putri..." kata Alea memberi pengertian pada putri Asuya. karena jika sekarang mereka singga di takutkan masalah tidak bisa selesai.
"Benar ya...?kalian harus janji.." ucap Putri Asuya dengan wajah sedih.
"Baik aku janji..lalu dari mana kau tahu kami ada di sini...?" tanya Alea.
"Pengawalku tanpa sengaja melihat kedatangan kalian, dan dia melaporkan padaku..." jawab Putri Asuya dengan wajah ceriah.
Tak lama pelayan datang membawa pesanan Putri Asuya. Dan di belakang pelayan itu terlihat wanita pemilik kedai mendatangi meja Alea dengan tingkah yang sombong dan congkak .
"Selamat datang Putri Asuya yang agung.. Selamat datang di kedai milik kami.. soga Putri dan Para sahabat putri menyukai masakan kami..." ucap Wanita itu dengan lemah gulai. Dia berjalan dengan sengaja mendekati Pangeran Lingzhi , namun sebelum dia dekat Jihao sudah berada di belakang Raja kerajaan Shi itu dengan wajah garang.
'Tolong jangan mendekati junjungan kami..." ucap Jihao datar .
"Cih...sombong sekali, jangan mentang- mentang mengenal putri Asuya kau sombong tuan..." ucap wanita itu sinis.
"Semua bukan urusanmu nyonya... Jaga sikap anda..." kata Jihao dingin.
"Tuan...tuan anda bukan seorang Raja, kenapa anda bertingkah seperti orang yang melindungi Raja saja, aku akui kalian tampan semua, tapi jangan hanya karena memiliki wajah tampan kalian jadi sombong seperti ini..." ucap wanita itu tak takut. Putri Asuya yang sudah ingin berdiri di cegah Zheng Bai.
"Lalu maumu apa nyonya...?" tanya Jihao dingin.
"Aku hanya ingin menyapa tuanmu...?" jawab wanita itu dengan wajah angkuhnya.
"Apakah anda tidak pernah berkaca...?" kata Jihao dingin.
'Kenapa...?" tanya wanita iti dengan Mimik heran.
"Apakah pantas wajah seperti anda mendekati tuan kami. Coba anda bandingkan wajah anda dengan wanita yang ada di dekat tuan kami...pergilah sebelum kami merusak kedai anda...!" kata Jihao dengan wajah marah .
"Cih..sok kuasa..." ucapnya sambil berlalu. Namun tatapannya tak lepas dari wajah Sauki yang berada di sebelah Alea. Jika ini Sauki yang dulu, pria itu tak akan pernah membiarkan seseorang menghinanya. Tapi Pria itu terlihat tenang sambil memakan makanannya. Apakah dia Sauki kekasihnya dulu, dan dia berani berkata begitu pada Jihao karena dia tahunya Sauki anak seorang bangsawan dan teman- temannya hanyalah anak bangsawan yang cengeng dan tak memiliki kekuatan apapun, memang sejak dulupun teman- teman Sauki tergolong pria- pria tampan yang mudah di goda dan di rayu. Jadi saat melihat pangeran Lingzhi yang sangat tampan , apa salahnya dia menggoda. Dan kalau bisa tidak salah kan kalau dia menggantikan suaminya dengan pria yang terlihat akrab dengan Putri Asuya penguasa kerajaan ini. Dan jika pria itubisa dia dapatkan , sangat menguntungkan sekali buat dia, dia akan memiliki suami yang sangat tampan, serta menjadi terkenal dan di segami karena dia berteman dengan seorang Putri. Tapi gara- gara pria brengsek itu dia jadi tidak bisa mendekati pria tampan tadi . Aah..mungkin dia bukan Sauki yang dia kenal. Mungkin dia orang lain yang wajahnya mirip sauki. Melihat keraguan di mata wanita itu. Alea berucap dengan keras.
"Gege Sauki..Apakah kau tambah lagi Makanannya...?" kata Alea agak nyaring.Membuat langkah wanita itu terhenti. Dia menatap Alea dan Sauki yang sedang berbicara.
"Tidak Lea'er..makanan di sini tidak terlalu enak, lebih baik kita keluar sekarang. ." kata Sauki nyaring pula.
"Baiklah kita keluar. Ayo sayang kita keluar..." seru Alea sambil menatap Pangeran Lingzhi .
"Baik sayang..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mengusap kotoran bekas makanan di bibir dan pipi Alea dan mencium lembut kening Alea. . lalu mereka berdiri dan berjalan keluar kedai diikuti semua orang , hanya tinggal Jihao yang akan membayar harga makanan yang telah mereka makan.
'Tunggu..." terdengar teriakan wanita itu. Semua berhenti dan menatap wanita itu yang berjalan kearah Sauki.
"Kau Sauki kan...?" ucapnya seperti tak percaya.
"Benar ada apa..?" tanya Sauki dingin.
"Apakah kau lupa denganku...?" tanya dia sambil menatap Saiki dengan mata genitnya.
"Siapa kau...? Aku tidak mengenalmu..?" ucap Sauki dingin.
"Kau sudah lupa aku..? Aku Manglin... Manglin kekasihmu...?" ucap Wanita itu dengan percaya diri sambil mendekati Sauki yang berada di dekat Alea dan Pangeran Lingzhi.
"Siapa Manglin...? aku tidak mengenal gadis yang namanya Manglin. Maaf aku tidak mengenalmu Nona, jangan sok akrab .. ayo Lea'er kita pergi.." ajak Sauki pada Alea. Alea segera menarik tangan Pangeran Lingzhi.
"Tunggu Sauki...!" teriak wanita itu marah. Dia mengejar Sauki yang berjalan dengan pangeran Lingzhi gan Alea namun langkahnya tertahan , saat tubuh Jihao dan Guansi serta Zheng Bai menghalangi langkahnya.
"Maaf jangan anda teruskan. Aku sudah bilang jangan mengganggu tuanku..." ucap Jihao dingin.
"Sialan..pergi kau, aku ingin mengejar pacarku...!" teriak marah wanita yang bernama Manglin itu.
"Siapa pacarmu Nyonya , setahuku tidak ada yang menjadi pacarmu di antara kami, jangan memfitna orang Nona... Jangan sok akrab dengan mengaku- ngaku pacar teman kami...?" ucap Jihao sinis.
"Aku adalah pacar Sauki temanmu itu...!" teriak wanita itu marah.
"Apakah kau lupa setatusmu nyonya, kau sudah memiliki suami dan sahabat kami masih pria lajang , jangan sok kenal ...!" ucap Guansi dingin .
"Brengsek kalian...dia dulu pacarku...!" teriaknya marah.
"Ha ha ha...apakah Sauki gila menyukai wanita sepertimu..." tawan Jihao menggema di dalam kedai makanan Itu.
"Mana mungkin kakakku memiliki pacar sepertimu..." ucap Quiro dingin yang tiba- tiba sudah berada di antara mereka.
"Nona...kalau kau berkaca kau tidak akan berani berkata seperti itu..mana mungkin seorang Putra perdana Mentri suka padamu..." ucap Zheng Bai sinis.
Mendengar perkataan Zheng Bai Manglin kaget bukan main, ternyata Sauki putra seorang Perdana Mentri. Mengingat itu, ada penyesalan di dalam hatinya.
__ADS_1
"Bodoh gara- gara dendam kakak aku kehilangan kesempatan menjadi seorang bangsawan , Bodoh..bodoh...." teriaknya dalam hati.
"Nyonya...jangan memfitna sahabat- sahabatku , atau kau akan merasakan kemarahanku...!" teriak Putri Asuya.
"Ayo kak...kita keluar..." ajak Putri Asuya sambil menarik Zheng Bai keluar kedai. Sedang Mimi yang melihat Zheng Bai di tarik Asuya menurut saja jadi ingin tertawa. Tumben pria itu diam saja. Jangan- jangan dia suka juga pada putri Asuya...ucap Mimi dalam hati sambil tertawa.
Sedangkan Jihao , Quiro dan Guansi segera keluar juga mengikuti Zheng Bai. putri Asuya dan Mimi.
Sedang Manglin geram melihat sikap mereka. Dia segera memanggil suaminya dan anak buahnya. Dia mengatakan kalau mereka telah berani menghinanya, dan mereka ingin memberi pelajaran pada Sauki dan kawan- kawannya kalau perlu membunuhnya. Dalam hati dia ingin menangkap pangeran Lingzhi hidup- hidup . dia ingin pangeran Lingzhi menjadi suaminya. ( dasar wanita koplak)
Mendengar ucapan sang istri , suaminya sangat marah. Dia segera memerintahkan anak buahnya untuk menghadang Alea dan kawan- kawan.
Sedang Alea dan kawan- kawan ingin pulang pulang . Karena urusan mereka sudah selesai. Setelah berpamitan dengan Putri Asuya dan berjanji akan bernain lagi ke istana nya, Alea dan Kawan- kawan segera kembali pulang. Mereka segera memacu kuda mereka pulang kembali kekerasan Shi. Namun apa yang terjadi . ketika mereka keluar dari kota kerajaan, tiba- tiba segerombolan manusia menghadang mereka. Dan di antara mereka terlihat wanita itu bersama suaminya ada di antara mereka ..Mereka segera turun dari kuda mereka.
"Gege...ternyata keinginanmu untuk balas dendam terpenuhi...." kata Alea pada Sauki.
"Benar Lea'er...ternyata pesta hukuman bukan untuk dirimu saja , ternyata dewa memberiku kesempatan untuk melakukannya sendiri. .." ucap Sauki bahagia.
"Siapa di antara mereka yang lebih dulu memberimu rasa sakit..." tanya Alea dengan tersenyum sinis.
"Siapa lagi kalau bukan wanita ja***g itu dia tertawa senang kala aku terluka dan menderita. Setelah melihat aku terluka parah , dia masih sempat menginjak tubuhku ..." ucap Sauki dengan perasaan dendam.
"Kalau begitu dia bagianmu..." jawab Alea dengan wajah menatap wanita itu dengan tatapan dingin.
Sedang wanita yang bernama Manglin sangat marah melihat Alea dan kawan- kawan menatap mereka dengan tatapan remeh.
"Ada apa kalian menghadang kami...? Apakah kau wanita tua masih penasaran pada gegeku...?" tanya Alea yang hampir membuat kelompoknya tertawa keras.
"Dasar gadis nakal ..." ucap mereka dalam hati.
"Apa kau bilang...? Kau bilang aku wanita tua...? Dasar wanita Ja***g, kau fikir kau itu masih muda ha... !" terlihat Manglin marah.
"Tentu saja...aku cantik , mudah dan seksi...kalau kau tak percaya tanyakan saja pada suamimu atau anak buahmu..." jawab Alea tersenyum menggoda. Membuat para pria yang ada di depannya ternganga tak berkedip sambil meneteskan air liurnya. Dan saat Alea melakukan itu. Dia merasakan tengkuknya dingin.
"Sayang....jangan kau lakukan itu lagi, atau aku akan menciummu di depan mereka dan mengambil mata para pria yang berani melihat wajah cantik dirimu dengan nafsu itu..." bisik sang Suami.
Mendengar Ancaman Pangeran Lingzhi Alea tersadar kalau sang Suami manusia yang sangat posesif.
Sedang Manglin sangat marah melihat suami dan para lelaki yang berada di belakangnya hanya nisa melongo dengan tatapan mata tak berkedip pada Alea.
"Sialan...ada apa dengan kalian ha....!" teriaknya Marah.
"Sayang...gadis itu memang sangat cantik, mana mungkin kami melepas kesempatan untuk menatap wajah cantik itu... "rayu sang suami.
"Kalian memang laki- laki bodoh...!" seru Manglin marah. Sedang Alea tertawa.
Kata Alea sambil terkekeh.
"Sialan kau memang wanita Ja***g yang suka merayu orang..." teriak Manglin semakin marah.
"Tutup mulutmu... Sejak tadi kau mengucapkan kata- kata kotor pada Putri Alea, apakah kau sudah bosan hidup ha...!" teriak Mimi marah.
"Kak...sabar , dia bukan bagianmu, biarkan gege Sauki membalaskan semua dendamnya..." ucap Alea pelan pada Mimi.
"Benar katamu Lea'er..." jawab Mimi.
"Nach sekarang katakan padaku untuk apa kau menghadang perjalanan kami..?" tanya Alea tenang.
"Aku ingin mengambil nyawa kalian semua..." jawabnya sinis.
"Nyawa kami...? Apa kau tidak salah ucap Nyonya...apakah nyonya bisa ?" tanya Alea dengan nada mengejek.
"Sombong...ayo suamiku kita serang dia...!" serunya mulai menyerang kelompok Alea.
"Yang Mulia..biarkan kami yang membereskan mereka...!" ucap Guansi.
"Lakukanlah...." jawab pangeran Lingzhi. Dan terjadilah pertempuran kelompok Alea dan wanita itu . Alea menyuruh pada mereka agar tidak membunuh yang lain. Dan membiarkan Sauki melampiaskan dendamnya. Akhirnya kelompok Alea hanya membuat mereka jatuh pingsan. Dan menyisahkan Manglin dan suaminya saja yang masih bertahan. Dan tak lama Jihao membuat suami wanita itu terluka dan jatuh pingsan juga. Sedang Manglin menjadi bukan- bulanan Sauki. Hingga dia tidak bisa berkutik lagi dan terluka parah namun tidak sampai membuat dia mati .
"Ini balasan yang kau berikan padaku dulu, kau ingin membuatku menderita bukan...? sekarang nikmati sendiri penyakit yang kau berikan padaku. tapi aku tidak melakukan seperti apa yang kau lakukan wanita busuk... tapi kau akan menikmati siksaan dari dewa untukmu. dan perlu kau ketahui, wanita yang bersamaku tadi adalah adikku, dan yang ingin kaubrayu tadi adalah suaminya dan kau tahu siapa mereka...mereka adalah Raja dan Ratu kerajaan Shi..dasar wanita bodoh dan menjijikkan...!" ucap Sauki sambil menendang tubuh Manglin. Dia segera meninggalkan tubuh mangkin yang terluka. terlihat Manglin kaget mendengar perkataan Sauki. Dia merasa malu dan marah menjadi satu. ada penyesalan di dalam hatinya. saat tahu siapa Sauki yang sebenarnya.
Setelah itu mereka segera kembali meneruskan perjalanan pulang mereka.
Dua hari satu malam akhirnya mereka sampai kembali di kota kerajaan Shi. Pangeran Lingzhi segera membawa sang istri kembali ke istana naga. Kini terlihat senyum cerah di wajah putri Alea. Melihat itu Sang Raja hanya bisa ikut bahagia.
Namun saat turun dari kudanya dan ingin berjalan kembali masuk ke dalam istana Naga tiba- tiba Alea merasakan kepalanya pusing dan tiba- tiba pandangannya gelap. Akhirnya tubuh wanita kuat itu jatuh terkulai di depan istananya . Raja Lingzhi yang baru turun dari kudanya kaget begitu juga dengan Mimi dan Zheng Bai. Juga kedua pengawal pangeran Raja .
"Putri...." teriak mereka serempak.
Raja berlari kearah Putri Alea.
"Sayang , sayang bangun...jangan membuat lelucon, ayo bangun sayang... Raja langsung mengangkat sang istri yang terkulai tak sadarkan diri.
"Mimiiii...panggil tabib..." teriaknya panik. Namun ternyata Jihao lebih dulu pergi mencari tabib. Sedang Raja dengan cemas membawa Alea masuk kedalam rumah. Dia membawa sang istri langsung menuju kamar mereka. Tak lama tabib istana masuk kedalam dan dia ternyata tabib Lao sang guru sendiri yang datang.
"Guru...tolong permaisuri..." ucap Raja panik.
"Hamba yang Mulia..." ucap tabib Lao sambil berjalan mendekati Alea. Dia segera melihat denyut nadi Alea. Tak lama terlihat senyum tipis tabib Lao .
"Gimana guru...sakit apa istriku...?" tanya Raja dengan wajah cemas.
__ADS_1
"Beliau tidak sakit apapun Raja...namun selamat, Permausuri sedang hamil..." kata tabib Lau mengucapkan selamat dan tersenyum lembut.
"Syukurlah kalau dia tidak apa- apa , dia hamil...apaaa hamil....?" seru Raja kaget.
"Benar yang Mulia...permausuri hamil..." ucap tabib Lau lembut.
"Benarkah istriku hamil...!" seru Raja sambil tertawa bahagia. Dia berjalan ke ranjang dan memeluk tubuh Alea yang masih tak sadarkan diri dengan hati bahagia. Dia tanpa malu menciumi wajah sang istri.setelah puas dia menaruh tubuh itu dengan hati- hati .
Sedang pingsannya Alea yang baru datang menyebar keseluruh istana, Raja Rong Kyu yang mendengar kabar itu pergi ke istana Naga dengan wajah marah.
"Dasar anak bodoh...sudah jadi Raja tidak bisa menjaga istrinya..." omel Raja Rong Kyu marah.
"Baginda...jangan terlalu marah... Nanti jantung Yang Mulia bermasalah lagi,..." ucap sang istri yang berjalan di sampingnya. Untuk istana Naga dengan istana mereka tidak terlalu jauh, hingga tak berapa lama mereka telah sampai di istana sang Putra. Namun saat sampai di sana terlihat semua orang berwajah bahagia.
Saat Melihat Raja Rong Kyu datang, mereka memberikan jalan agar sang Raja masuk . Raja Rong Kyu langsung masuk kedalam kamar sang Putra. terlihat Pangeran Lingzhi sedang duduk memandangi Alea dengan wajah bahagia.terlihat tabib Lao masih berada di sana.
"Dasar anak bodoh...kenapa kau malah memandangi istrimu yang pingsan, bukannya sedih malah senyum- senyum.." ucap Raja Rong Kyu marah .
"He he he...setelah mendengar inipun Ayah pasti akan tertawa..." goda Raja Lingzhi sambil tertawa .
"Dasar anak bandel, bukannya bilang apa penyakit istri, malah sempat menggoda orang tua...!" seru Raja Rong Kyu marah.
"Ayah aku akan jadi Ayah sepertimu..." ucap Raja Lingzhi sambil tersenyum.
"Tentu saja kau pasti jadi seorang Ayah.. apaaa...jadi Ayah...? kau akan jadi Ayah...!" seru Raja Rong Kyu kaget.
"Hmm..." angguk Raja Lingzhi sambil tersenyum.
"Maksud kamu menantu Ayah sedang hamil...?" seru Raja Ring Kyu menegaskan.
"Iya Ayah...aku akan menjadi Ayah seperti dirimu..." ucap Raja Lingzhi bahagia.
"Ha ha ha...aku akan menjadi Kakek lagi...!" seru Raja Rong Kyu sambil tertawa bahagia . karena suara tawa Raja Rong Kyu Alea tersadar. dia membuka pelan matanya. dia masih merasa lemas dan pusing.
"My Zhi...." ucap Alea pelan. mendengar suara sang istri Raja Lingzhi kaget dan
menatap sang istri yang agak bingung karena di dalam kamar mereka banyak orang.
'Sayang ...kau sudah bangun...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan lembut.
"Ada apa ini...kenapa denganku...? kenapa banyak orang di sini My Zhi...?" tanya Alea heran.
"Apakah kau lupa, bukankah kau tadi jatuh pingsan di depan istana kita...?" ucap Raja Lingzhi sambil mencium kening Alea. akhirnya Alea ingat kalau tadi dia merasa pusing dan pandangannya tiba- tiba menghitam.
"Lalu aku sakit apa...?" tanya Alea sambil berusaha bangun.
"Pelan- pelan sayang... "kata Raja Lingzhi sambil membantu Alea bangun dan duduk di pembaringan.
"Ayah..Ayah dan Bunda juga ada di sini...?" tanya Alea setelah menyadari kalau sang mertua ada di dalam kamar juga .
"Benar nak...Ayah dan Bunda ada di sini, kami kaget mendengar kau pingsan.." ucap Raja Rong Kyu lembut.
"Lalu apa sakit Alea My Zhi..." ucap Alea sambil menatap sang suami dengan penuh tanda tanya.
"Kau sebagai tabib apakah tidak bisa merasakan apa penyakitmu...?" tanya sang suami dengan wajah menggoda.
"Benar juga ya...?" ucap Alea. dia segera memegang nadinya. perlahan dia memejamkan matanya. namun beberapa saat matanya terbuka dengan lebar.
Dia merasakan denyut lain di dalam denyut nadinya.
"My Zhi...a..apa..apa aku hamil...?" tanya Alea gagap. Mendengar pertanyaan Alea Pangeran Lingzhi tersenyum.
"Be..benar...benarkah aku hamil...?" tanya Alea merasa tak percaya. namun Air matanya mulai jatuh.
"Benar sayang...kau sedang hamil..." ucap Raja Lingzhi sambil tersenyum lembut. mendengar ucapan sang suami Alea segera memeluk tubuh tegap itu. dia menangis karena bahagia.
"Hey...kenapa kau menangis...sudah sayang jangan menangis , nanti putramu juga ikut sedih lo..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mengusap punggung Alea.
"Aku bukan sedih My Zhi...aku bahagia, aku akan menjadi ibu..." ucap Alea sambil masih menangis.
"Aku tahu sayang... kita akan merayakan kebahagiaan ini, ..." ucap Raja Lingzhi sambil melepas pelukannya.
"Tidak, kita tidak boleh terlalu bahagia karena adanya putra yang ada di sini, lebih baik kita bersyukur dengan cara memberikan santunan pada anak yatim, anak terlantar dan para fakir miskin, dari pada kita berpesta lebih baik harta dan uang kita untuk rakyat kita yang membutuhkannya My Zhi.." ucap Alea bijak. mendengar perkataan Alea, bukan saja Raja Lingzhi yang kaget, namun Raja Rong Kyu dan Permaisuri lama serta orang yang ada di dalam kamar Alea kaget sekaligus kagum akan kebijakan dan kasih sayang Permaisuri Alea pada rakyatnya .
"Sayang...kau memang Permaisuriku yang hebat, kau membuat suamimu ini semakin kagum padamu. trimakasih sayang...trimakasih atas pelajarannya pada ku sebagai seorang Raja..." ucap Raja Lingzhi sambil memeluk kembali Permausuri Alea.
"Ya Dewa...aku ucapkan terimakasih padamu, telah memberikan aku seorang menantu yang berbudi luhur seperti Putri Alea. aku semakin percaya kalau Pangeran Lingzhi akan menjadi Raja yang bijaksana di kemudian hari. aku akan tenang melepas kekuasaanku pada putraku ini..." ucap Raja Rong Kyu dengan wajah bahagia.
"Ya ampun ...ternyata kami tak salah pilih. menantu kami begitu baik dan bijaksana, dia wanita yang anggun dan baik hati. semoga kehidupan mereka selalu bahagia..." doa sang Bunda.
"Kami sangat bangga pada Permaisuri kami, kami yakin kejayaan akan ada di tangan Raja Lingzhi . kami yakin Kerajaan Shi akan semakin jaya dengan memiliki seorang permaisuri atau Ratu seperti Putri Alea..." ucap dalam hati orang- orang yang berada dalam kamar itu .
Maaf sampai di sini ceritanya ya...besok aku lanjut kembali.
jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.
Oh ya cerita baru author baru saja upload yang berjudul PERUBAHAN GADIS POLOS jadi baca juga ya...aku tunggu komen kalian.
Bersambung.
__ADS_1