
Kasim kerajaan berseru kalau Raja kerajaan Tartar bersama sang putri telah datang. Dan tak lama masuklah Pria paruh baya bersama seorang gadis yang bertubuh ramping dan berwajah cantik, masuk kedalam aula pertemuan. Saat masuk terlihat sekali kesombongan , keangkuhan, dan mata yang memandang penuh kelicikan dan merendahkan orang lain membuat wajah itu terlihat sangat menakutkan. Dia berjalan dengan angkuh kedalam ruangan. Saat matanya menatap pada Raja Lingzhi, terlihat binar kekaguman karena terpesona di mata liciknya. Namun saat melihat Alea tatapannya menjadi dingin , Gadis itu menatap Alea dengan dingin dan perasaan benci dan iri. Namun saat melihat harimau yang duduk di dekat Permaisuri dengan kaki depan di tegakkan hingga membuat Harimau itu terlihat besar dan gagah . Terlihat tatapan iri di mata kelamnya. Melihat tatapan gadis itu pada Chesi Alea sengaja membelai kepala Chesi. Dan harimau itu mengusapkan kepalanya di pipi Alea. Melihat apa yang di lakukan Alea pada harimau besar itu.membuat Putri Yaman menjadi Marah karena iri. Dia mengepalkan tangannya.
'Lea'er...gadis itu sebenarnya sedang marah padamu..." kata Xiao Bai saat melihat tingkah putri Yaman.
"Dia iri padaku karena aku memiliki Chesi, bagaimana kalau dia tahu masih ada Chesi yang lain yang aku punya ya...?' ucap Alea.
"Mungkin dia akan menangis meraung- raumg Lea'er..." ucap White Sambil tertawa.
"Aku akan membuat dia semakin marah..." ucap Alea sambil terkekeh.
"Kau memang gadis nakal dan kejam
Lea'er...aku fikir saat kau hamil , kejahilanmu akan hilang..." ucap Xiao Bai.
"He he he...mana bisa gege...ini adalah perbuatan yang sangat menyenangkan.." ucap Alea sambil terkekeh.
"Dasar gadis nakal..." kata White dan Xiao Bai hampir bersamaan .
Sedang di depan sana Raja dan Putri Yaman memberikan penghormatan pada Raja dan permaisuri. Raja Lingzhi dapat melihat pancaran kekaguman Raja Tartar pada sang istri. Dia melihat kalau Raja Tartar selalu menatap pada sang istri yang terlihat sedang menatap pada gadis dari Tartar itu.dan sesekali membelai tubuh Chesi yang besar.
"Lea'er..gadis dari Tartar itu tidaklah secantik dan semudah itu, kau ingin tahu wajah sebenarnya...?" tanya Xiao Bai pada Alea . mendengar perkataan Xiao Bai Alea kaget.
"Apa benar gege...?" tanya Alea kepo.
"Kau ingin tahu...?' ucap Xiao Bai.
"Baik..aku ingin tahu wajah dia yang sebenarnya...?" ucap Alea.
"Baik sebentar lagi kau akan tahu itu.." dan Alea tiba- tiba merasakan matanya menghangat sebentar , Alea memejamkan matanya. Dan saat perasaan hangat hilang, Alea membuka matanya. Dan ...hampir saja dia tertawa keras saatelihat wajah Putri Yaman. dia tak pernah menyangka wajah cantik itu berubah bagai badut.
"Ampun, ampun, ya dewa...jangan sampai Putra - putriku memiliki wajah seperti itu.. ucap Alea dalam hati sambil mengusap perutnya. Dia berusaha dengan keras menahan tertawanya. Bagaimana tidak saat belum di buka mata batin Alea, dia melihat wajah gadis Tartar itu cantik dan anggun. Namun setelah di buka mata batinnya tiba- tiba dia melihat wajah gadis itu sudah agak tua. Dan dia memakai dandanan yang amat menor sekali. Hingga bagai seorang badut.
"Gege...kok jadinya begini...kemana wajah cantik tadi... ?" Ucap Alea heran.
"Itulah kenyataan yang sebenarnya Lea'er..dia memakai ilmu sihirnya agar selalu terlihat cantik. dia mandi darah gadis perawan agar terlihat mudah dan cantik..." jawab Xiao Bai.
"Gila...dia melakukan itu agar awet muda ..?" tanya Alea.
"Iya...tapi di mata manusia biasa, tapi untuk kita itu tidak berguna..." ucap Xiao Bai lagi .
"Apakah pangeran Lingzhi tidak bisa melihat sepertiku...?' tanya Alea.
"Sudah..Baizi sudah melakukannya..!" ucap Xiao Bai. Terlihat Raja Tartar sedang berbincang dengan Raja Lingzhi.
"Maaf Raja Tartar...apakah selain ingin berkunjung apakah anda memiliki maksud tertentu datang ke kerajaan Shi ini...?" tanya Raja Lingzhi setelah berbincang seadanya.
"Benar yang Mulia...selain kami ingin berkunjung dan melihat keindahan kerajaan Shi yang tersohor ini. saya ingin mengikat persaudaraan dengan kerajaan Shi dengan lebih erat, Saya ingin memberikan Putri Hamba sebagai istri sekaligus permaisuri kerajaan Shi. Untuk itu sudilah Raja Lingzhi menerima putri kami , menjadikan dia Permaisuri kerajaan Shi ini . saya sangat yakin jika Yang Mulia menjadikan Putri Saya seorang permaisuri, saya yakin Kerajaan Shi ini akan menjadi Kerajaan yang lebih terkenal......" ucapnya dengan wajah seperti tidak bersalah.
"Tunggu...anda mengatakan bahwa anda ingin memberikan putri anda sebagai permausuriku...apa benar itu Raja Tartar...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah menatap Raja Tartar.
"Benar yang Mulia...anda akan bangga memiliki putri Hamba Yaman sebagai permaisuri anda, apalagi dia sangat mengagumi dan mencintai anda..." ucap Raja Tartar dengan bangga.
"Apakah anda tidak pernah dengar kalau saya telah mempunyai seorang permaisuri. Dan anda perlu tahu kalau saya tidak akan pernah memiliki permaisuri lebih dari satu. Dan saya juga tidak berkeinginan memiliki selir. Jadi maaf saya tidak menginginkan putri Anda..." jawab Raja Lingzhi dengan tegas.
"Apaa...anda menolak permintaan kami..?" tanya Raja Tartar kaget. dia menatap sang Putri yang sedang diam sambil menatap Raja Lingzhi sambil mulutmu terlihat sedang mengucapkan sesuatu .
"Kalau anda menolak keinginan kami , itu sama saja anda menghina kami. Dan itu tidak baik untuk negara ini..." ucap Raja Tartar dingin.
"Anda mengancam saya di kerajaan saya sendiri...?" ucap Raja Lingzhi dingin.
"Bisa di bilang begitu...kami tidak senang bila keinginan kami di tolak..!" ucapnya dengan sombong .
" Keparat...! berani sekali anda berkata seperti itu di kerajaan ku...kau fikir aku takut padamu...!" teriak Raja Lingzhi Marah.
"Lea'er...wanita itu mulai mengeluarkan sihirnya agar suamimu tahluk padanya...." ucap Xiao Bai .
"Apakah Raja sudah tahu...?" tanya Alea.
"Jangan cemas ..Raja dalam Lindungan Baizi..." ucap Xiao Bai lagi.
Alea segera berdiri dari duduknya. Dia mendekati Raja.
__ADS_1
"Yang Mulia apakah kau tidak apa- apa..?" tanya Alea dengan wajah khawatir.
"Tidak Sayang...ada Baizhi bersamaku .." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencium lembut kening sang istri.
"Sekarang kau duduk dan istirahat yang baik, aku akan membereskan mereka..." ucap Raja dengan lembut .
"Tidak Yang Mylia ,dia telah menargetkan suamiku, dia ingin merebutmu dariku , Dia ingin menyingkirkan aku dari kerajaanku, jadi biarkan aku melawannya...." kata Alea dengan marah.
"Baiklah , baiklah jangan marah lagi... Aku akan menghabisi Ayahnya dan kau melawan gadis itu.." ucap Raja Lingzhi dengan wajah terlihat pasrah. Dia tak ingin melihat sang istri marah lagi kepadanya.
"Trimakasih sayang..." ucap Alea sambil mencium sekilas bibir pangeran Lingzhi. Dia melakukan itu memang dia sengaja untuk memberi pemanas pada hati putri Yaman. Setelah itu dia melompat dengan ringannya kedepan Putri Tartar yang sedang menahan kemarahan. Sedang yang mendapat ciuman kaget bukan main, tumben sang istri berani mencium bibirnya di muka umum. Para mentri dan Bangsawan yang tidak bisa ilmu beladiri segera menjauh . sedangkan yang memiliki ilmu kanoragan segera keluar karena di depan sepertinya terjadi pertempuran.
Sedang Putri Yaman sangat kaget dan geram, Dia heran kenapa ilmu sihirnya untuk menaklukkan Raja Lingzhi tidak mempan . apa karena dia jatuh cinta pada Raja tampan ini. Akhirnya dia terpaksa memanggil gurunya. Karena itu dia diam saja saat Alea dan Raja Lingzhi sibuk berdebat tadi. Dan dia bahagia dann temang karena sebentar lagi sang guru akan datang. Dia yakin kalau sang guru bisa membantunya membuat Raja pujaan hatinya tahluk padanya .
"Hubby...aku merasakan ada kekuatan besar datang.." ucap Alea yang memang sangat peka terhadap kekuatan lawan.
"Aku juga merasakan sayang..." jawab sang Raja sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan melanjutkan menghajar rubah tua yang tak tahu diri ini Suamiku...!" teriak Alea sambil menyerang Putri Yaman. Dia mendesak gadis itu untuk keluar dari aula pertemuan. Dan usahanya berhasil . akhirnya mereka bertarung di luar istana. Tepatnya di halaman depan istana.
"Ches...bantu kak Mimi dan kak Zheng Bai...jangan biarkan seorangpun keluar dari istana ini...!" teriak Alea sambil menyerang Putri Yaman. Walau perutnya sudah terlihat agak besar, namun Alea dengan lincah menyerang Putri Yaman yang terlihat makin terdesak oleh ilmu pedang kembar Alea. Siapapun yang melihat kelincahan Permaisuri dalam ilmu pedangnya. mereka akan kagum. para pelatan dan prajurit rendahan hanya bisa melihat peryempuran dari jarak jauh. Mereka sangat kagum dengan gerakan sang permausuri yang sedang melawan musuh walau sedang hamil. Saat pertempuran sedang berlangsung, tiba- tiba seorang nenek tua berlari menyerang Alea dengan kabut hitamnya. Melihat kabut hitam datang Allea segera mengeluarkan pukulan bayu birunya. Terdengar ledakan dasyat di udara. hingga membuat pohon fi fepan istana roboh. Alea merasakan sedikit rasa sesak didadanya. Dia segera meminum pil penyembuh.
"Kau tidak apa- apa Lea'er...?" tanya Xiao Bai dan White bersamaan .Mereka cemas melihat Alea memegang dadanya dengan wajah pucat .
"Aku tidak apa- apa gege...hanya sedikit sesak di dada..." jawab Alea .Tak berapa lama dia merasakan nafasnya kembali normal. Sedang wanita yang menyerang Alea memuntahkan darah dari mulutnya.
"Waah ...pasti dia gurumu ya...?dasar Nona tua yang licik... ternyata sifat licikmu warisan dari gurumu itu ya...?" kata- kata Alea sungguh sangat tajam.
Sedang wanita tua yang datang dan menyerang Alea tadi merasakan penghinaan mendengar ucapan Alea .
"Tutup mulutmu anak muda...jangan sombong kau, apa yang kau handalkan hingga kau berani membuatku marah .." ucap wanita tua itu dengan marah.
"Nek..jangan marah dulu...wajahmu sudah keriput, jadi jangan terlalu suka marah, nanti Wajahmu jadi berlipat- lipat lo kerutannya.." goda Alea sambil terkekeh.
"Dasar wanita beracun... Bukan hanya ahli dalam racun. Ternyata mulutmu beracun juga...ucap para gege mahluk kontrak Alea sambil tertawa.
"Dasar gadis sombong...jangan kau fikir kamu cantik sendiri ...!" teriak nenek tua yang baru datang itu. Sedang Putri Yaman yang sejak tadi diam terlihat Wajahnya semakin memerah karena marah.
Mendengar perkataan Alea mereka berdua kaget.
Ada apa ini...bukan saja aku tidak bisa menerapkan sihirku padanya. Tapi dia juga tahu wujud asliku...seru mereka dalam hati.
"Kenapa diam...? Kaget ya...?" ejek Alea.
"Bangsat..guru kita keroyok dia, biar dia cepat mampus..." teriak Putri Yaman marah , dia tidak bisa lagi menahan kemarahannya .
"Lea'er...biarkan kami yang menghadapi mereka berdua..." seru White dan Xiao Bai yang telah berujud manusia.
Melihat dua orang Pria tampan yang tiba- tiba berada di dekat Alea, membuat mereka kaget bukan main, dan mereka merasakan hawa dingin pada tubuh mereka .
"Baiklah gege...aku serahkan mereka kepadamu, Karena aku akan menggiring prajurid mereka keluar dari ibukota...! aku takut rakyat celaka...!" teriak Alea sambil melompat kearah para prajurit kerajaan Tartar yang berada di luar pintu gerbang. Dia meninggalkan istana karena di dalam istana sudah ada para bangsawan dan Mahluk kontrak Pangeran Lingzhi serta White dan Xiao Bai yangbmelawan Prajurit Tartar yang terlanjur ada di dalam istana .
Sesampainya di luar , ternyata pasukan musuh cukup banyak, ternyata mereka menyiapkan pasukan tak main- main . Alea meminta Eagle dan Lauyan untuk keluar,
"gege..kita giring mereka keluar kota...kalau tetap meembandel bunuh saja...!" teriak Alea pada hewan kontraknya.
"Baik Lea'er..." jawab Mereka.
"Apakah Jino dan Tiger ikut kalian.." tanya Alea lagi.
"Iya Lea'er..lihat di depan mereka bertiga seperti kerasukan..." ucap Eagle. ketika Alea melihat kedepan terlihat tiga harimau sedang melawan para prajurit, melihat semua itu Alea hanya bisa tertawa.
"Apakah mereka tahu mana musuh dan mana teman...?" tanya Alea.
"Jangan khawatir Lea'er...dia lebih cerdas dari prajuritmu..."goda Lauyan.
"Ck..kau membuatku kesal gege..." kata Alea merajuk. Dan kedua hewan kontraknya tertawa. Untung saja para penduduk sudah di perintahkan menjauh dari area istana, atau masuk kedalam rumah mereka. Begitu juga restoran dan penginapan serta rumah obat milik Alea, sudah sejak tadi malam mereka menutup restoran dan penginapan. Jika ada yang masih menginap di sana, mereka sudah tidak diperbolehkan keluar rumah , Mera di perintahkan untuk langsung masuk kekamar mereka. Makan dan minum langsung di antar kedalam kamar mereka masing - masing oleh Zio Sang , Sedang Paman Rekyu ikut bertempur . Jadi keadaan kota kerajaan memang di buat sepi. Saat Alea dan rombongan menghalau atau membunuh, mereka sudah tidak takut lagi akan terjadi bahaya pada para penduduk. Merekapun akhirnya bisa di halau keluar ibukota. Namun banyak juga yang menjadi korban keganasan trio macan milik Alea. Saat terjadi pertempuran para rakyat banyak yang menyaksikan secara sembunyi - sembun . mereka juga melihat kalau diantara para prajurit ada tiga harimau yang bertarung bersama para prajurit. Ketika baru pertama kali para prajurit melihat harimau itu ikut bertempur bersama para mereka , mereka sempat kager dan takut . namun mereka teringat kalau Permausuri istri Raja mereka memiliki harimau yang sangat besar. Akhirnya mereka sadar kalau harimau itu berada di pihak mereka. Saat sampai di luar ibu kota, para prajurit dari kerajaan Tartar tinggal sedikit. Dan akhirnya mereka menyerah.
Setelah mengumpulkan mereka. Alea bersama para hewan kontraknya dan ketiga harimau miliknya berjalan ke istana kembali. di ikuti Mimi, Jihao , Zheng Bai dan Guansi. Karena para prajurit sedang membereskan sisa prajurit Tartar yang menyerah.
"Bunda naik di punggungku...'ucap Jino pada Alea yang sedang berjalan .
__ADS_1
"Tidak usah sayang...bunda akan memakai ilmu meringankan tubuh saja Jino..." kata Alea menolak, sebab mereka baru saja bertempur.
"Jangan bunda..biarkan aku membawa pulang Bunda..." Jino memaksa.
"Baiklah sayang...apa kalian tidak lelah.." tanya Alea .
'Tidak bunda...malah kami seperti habis berlatih..." ucap Tiger. Kini terlihat Alea mulai naik ke atas punggung Jino tak lama terlihat mereka sedang berjalan di jalanan kota dengan di apit oleh Chesi dan Tiger. Saat memasuki kota kerajaan ternyata para penduduk sudah keluar. Dan terlihat oleh mereka Permaisuri sedang menunggangi seekor harimau raksasa dan di apit oleh dua harimau lagi. Sedang di belakang mereka terlihat beberapa prajurit sedang berjalan bersama delapan pria tampan mengiringi Permaisuri. Mereka sangat ngeri melihat Alea yang begitu tenang berada di punggung harimau itu, apalagi masih ada dua lagi di kanan kiri Alea.
"Ya dewa...Permaisuri kita memang wanita hebat, tak rugi kerajaan Shi ini memiliki ibu kerajaan yang sehebat itu dalam segala hal. .." rumpi para penduduk.
"Kalian tahu, ingin rasanya aku naik di punggung besar itu..." ucap salah satu penduduk yang berada di pinggir jalan. Namun karena mereka melihat keberadaan ketiga harimau, akhirnya mereka mundur agak jauh dari jalanan .
"Apakah kau sudah gila...apa kau ingin di cabik- cabik oleh mereka seperti para prajurit dari Tartar itu...?" kata teman di sebelahnya.
Dan banyak lagi ucapan para penduduk terhadap permaisuri kerajaan mereka.
Sesampainya di istana terlihat keadaannya sudah mulai tenang. Itu bertanda semuanya sudah selesai. Saat Alea sampai di pintu gerbang istana, terlihat White dan Xiao Bai sudah menunggu mereka.
"Apa semua sudah beres gege...?" tanya Alea pada kedua mahluk kontraknya.
"Sudah Lea'er...sayang sekali guru Putri dari kerajaan Yaman mati di tangan Xiao Bai..." ucap White.
"Karena dia telah berani hampir melukai Lea'er kita..." ucap Xiao Bai dengan marah.
"Tidak masalah gege...dan Putri kerajaan Tartar apakah masih hidup..?" tanya Alea.
"Dia masih hidup begitu juga dengan Ayahnya. Sepertinya Suamimu ingin menyiksa mereka terlebih dahulu..." jawab Xiao Bai .
"Ya sudah ayo kita masuk, di mana sekarang suamiku..." tanya Alea.
"Ada di depan Aula pertemuan ..." jawab White. Merekapun segera masuk . mereka jadi tontonan penduduk kerajaan Shi yang terkagum- kagum pada hewan peliharaan permaisuri mereka. Sedang ketiga harimau kesayangan Alea, terlihat berjalan dengan bangga di samping bunda mereka. Ketika sampai di dalam istana, terlihat sang suami, Raja Lingzhi sedang berdiri bersama para mentri dan Bangsawan . Mereka sedang menatap Raja san Putri Kerajaan Tartar serta beberapa pengawal mereka. Melihat kedatangan rombongan prajurit bersama permaisuri yang sedang menaiki seekor harimau dan di kawal juga oleh dua ekor lagi di sebelah jaman dan kirinya , tentu saja membuat mereka berteriak kaget. Dan bahkan ada yang pingsan di tempat. Begitu juga dengan pelayan dan prajurit yang juga melihat kedatangan rombongan Alea. Ada yang sampai kencing di celana.( eh author tidak jorok lo..😂 )
"Ya ampun ..kenapa dengan mereka Yang Mulia...?" tanya Alea tidak sadar dengan kelakuannya.
"Sayang...mereka ketakutan dengan hewan- hewanmu..." ucap Raja Lingzhi sambil membantu sang istri turun dari punggung Jino. Sedangkan Putri Yaman dan sang Ayah yang sedang di ikat walaupun terluka parah terlihat kaget dengan keberadaan tiga hewan yang sangat mengagumkan itu.
"Ya dewa...dari mana putri Alea mendapatkan harimau Fengling ini... harimau langkah yang tak ternilai harganya. Dia memiliki bukan hanya satu tapi tiga... Apakah dia manusia...? Gila...ternyata aku salah langkah... seharusnya aku tidak menjadi musuh dari manusia- manusia kuat ini , semua ini gara- gara gadis bodoh itu. Gadis bodoh yang tergila- gila pada suami orang...!" ucap Raja Tartar dalam hati dengan wajah penuh sesal.
Sedang Putri Yaman menatap pada Alea dan ketiga harimau yang ada di sebelah Alea dan Raja Lingzhi dengan penuh ke irian, marah , benci , dan cemburu.
"Sialan gadis itu memiliki tiga harimau yang sangat aku inginkan, dari mana dia mendapatkan harimau- harimau yang sebesar itu. Sialan, sialan, sialan....dasar perempuan serakah. Semua kebaikan dia miliki. Dari suami yang tampan, kaya dan terlihat sekali kalau Raja Lingzhi sangat mencintai wanita itu. Dan lihatlah mereka yang berada di belakang dia...mereka menatap padanya dengan penuh kasih sayang. Siapa mereka itu. Mereka sangat tampan dan pria yang mengalahkan diriku juga terlihat sangat menyayangi wanita sialan itu. Dasar gadis sialan , mereka telah membunuh guruku, Bangsat...kenapa aku bisa kalah dengan gadis rendahan seperti dia, Cih...menyebalkan..!" teriak putri Yaman dalam hati. dia menatap Alea penuh kebencian.
Alea mendekati ketiga hewan peliharaannya . Dia membelai satu parsatu hewan itu.
"Apakah kalian tidak lelah...?"tanya Alea dengan lembut .
"Tidak Bunda...kami baik- baik saja kok.." ucap Jino dengan bahagia.
"Tapi kalian habis bertempur..." ucap Alea.
"memang kami agak sedikit lelah Bunda... dan kami merasa bau darah..." kata Tiger .
"Kalau begitu kembalilah kalian dulu bersama paman kalian, Mandilah di air terjun. nanti kalau Bunda sudah berada di istana Naga Kalian akan bunda panggil untuk makan bersama..." ucap Alea dengan lembut.
"Baik bunda..." jawab Chesi dan Teger.
"Bunda ..biarkan aku bersama bunda.. Aku masih ingin diluar..." ucap Jino.
"Baiklah kalau itu keinginanmu..." ucap Alea. Dan tak lama mereka berenam menghilang dari pandangan semua orang. sedang kan ke empat pengawal yang berada di belakang Alea, hanya bisa syok sejak pertama kali melihat keberadaan ketiga hewan itu.
Mereka bertekat akan bertanya pada Raja dan permaisuri . Sedang Jihao dan Guansi yakin kalau harimau itu milik Putri Alea.
"Ya dewa...ternyata Permaisuri kami orang yang sangat kuat..." seru mereka dalam hati. Setelah itu Raja segera menyuruh Keempat pengawal mereka bersama para prajurit untuk membawa tawanan ke penjara bawah tanah. mereka akan berada di sana sampai keputusan hukuman untuk mereka.
Dan sebagian para prajurit yang lain membersihkan kekacauan yang di sebabkan oleh Raja Tartar dan putrinya.
Untuk Prajurit Yang berada di luar kota semua sudah di bawa ke kerajaan . mereka menunggu keputusan Raja .
cukup dulu ceritanya ya...besok author sambung lagi.
Jangan lupa like, vote, dan komennya author selalu tunggu.
__ADS_1