
Alea dan Mimi serta kedua pangeran dan sang kakak menikmati makanaan yang mereka beli tanpa bicara lagi. Alea merasakan keadaan di antara mereka sedikit canggung dan kaku . Alea pun segera mempercepat makan makanan miliknya. Begitupun dengan Mimi , Ketika melihat Alea makan tergesa- gesa, dia segera mempercepat makannya. Setelah mereka selesai Alea pun segera berpamitan untuk pergi lebih dahulu.
"Maaf pangeran...hamba dengan kak Mimi akan pergi dulu..." pamit Alea sopan,
"Kenapa buru- buru putri... begitu marah kah kau padaku...? hingga kau begitu tantangan melihatku..." tanya Pangeran Fang mengejutkan Alea.
"Maksud pangeran...?" tanya Alea dengan raut wajah tenang.
"Apakah kau begitu marah karena masa lalu kita...? Tidak adakah maaf untukku..?" tanya Pangeran Fang dengan menatap mata biru Alea.
"Maaf pangeran... Kejadian itu sudah menjadi masa lalu buat kita, hamba sudah tidak ingat lagi , jadi anggap saja itu mimpi buruk buat kita..." kata Alea bijak.
Pangeran Fang melihat kalau di mata Alea yang dulu terlihat sangat mencintai dan mengharap cintanya, kini mata itu dingin dan datar, Di sana tak ada lagi cahaya cinta yang mendamba buatnya.
"Putri Lea...kenapa sekarang aku tak melihat sinar cinta di matamu lagi... teriak pangeran Fang dalam hati. Dia merasakan sakit di dalam hatinya .
"Apakah kita tidak bisa menjalin persahabatan...?" tanya sang pangeran menatap wajah Alea tajam.
"Baiklah...karena kau sahabat gege Lian, maka aku akan menjadi sahabatmu juga..." jawab Alea.
"Terimakasih putri..." ucap pangeran Feng dengan wajah datar. walau di dalam hati dia merasakan kekecewaan yang sangat besar.
"Baiklah kalau begitu aku mohon pamit , kita akan bertemu di lain hari, selamat siang Putra Mahkota dan pangeran Chu...?" ucap Alea sambil memberi hormat, lalu melangkah meninggalkan Pangeran Fang dan pangeran Chu.
"Sampai ketemu lagi putri..." jawab pangeran ketiga.
"Hati- hati..." kata Pangeran Fang ramah.
"Trimakasih pangeran..." jawab Alea tanpa memalingkan mukanya .
"Tunggu Lea'er...aku akan pergi bersamamu,...." seru Lian Han sambil buru- buru berdiri dari tempat duduknya.
"Gege mau ikut Lea...?" tanya Alea sambil menghentikan jalannya .
"Iya..maaf pangeran hamba pergi dulu.." kata Lian Han sambil menyusul Alea yang telah berjalan kembali .
Merekapun pergi meninggalkan putra Mahkota dan pangeran ketiga .
'Lea'er...kau mau kemana...?"tanya Lian Han sambil mensejajarkan langkahnya.
"Aku mau ke bagian belakang ruang latihan....katanya di sana ada tempat untuk kultivasi , aku mendengar kalau yemoat di sana banyak mengandung Qi, jadi Sangat baik untuk kultivasi, apa benar berita itu Lian'ge..?" tanya Alea .
"Benar sekali, gege juga sering pergi ke sana Lea'er..." jawab Lian Han.
"Yang bener...kalau begitu antar Lea'er kesana ya...?" ajak Alea.
"Boleh... ayo gege antarkan kau kesana sekarang...?" jawab Lian Han kembali.
"Trimakasih Lian'ge..." seru Alea gembira. Tak lama terlihat tiga orang itu pergi kearah belakang ruang latihan. Ketika sampai di sana mereka menemukan kalau tempat itu telah banyak di kunjungi siswa lainnya .
"Gege....ternyata tempat ini banyak yang suka ya...?" tanya Alea pelan pada Lian Han.
"Tempat ini adalah tempat favorit para siswa yang ingin berkultivasi..." jawab Lian Han.
"Apakah setiap hari seperti ini kak...?" tanya Alea lagi.
"Benar...apalagi kalau pagi hari , di pagi hari banyak sekali siswa yang datang kemari..." jawab Lian kembali.
"Ya sudah ayo kita cari tempat yang baik..." ajak Alea sambil berjalan mencari tempat untuk meditasi.
Setelah mencari di antara para siswa yang telah duduk bermeditasi, akhirnya mereka menemukannya . Alea segera duduk lotus mulai konsentrasi . dia merasakan aliran Qi yang cukup banyak berada di sekitarnya. Dengan perasaan bahagia dia mulai menyerap Qi yang berada di sekitark. Rasa hangat mulai menjalar kedalam tubuhnya dan masuk kemeridian miliknya . Akiran Qi mengalir cukup deras kedalam meridian miliknya. Perlahan dengan pasti rasa hangat itu menyebar keseluruhan tubuhnya. Namun tiba- tiba dia merasakan tekanan panas sepertinya dia akan mengalami terobosan kultivasi Ke tingkat setahap lebih tinggi . Rasa panas menyerang tubuhnya dengan begitu kuat . Alea mulai melindungi dan menonyrol meridian dengan cepat. terlihat bulir- bulir keringat membasahi wajah dan tubuh Alea . Alea semakin memperkuat penyerapan Qi di sekitarnya, meridian di dalam tubuh semakin memperkuat penerimaan aliran Qi dan menyebarkan keseluruh tubuh. dan kini Akea merasakan kekuatan terbenruk di dalam meridian nya , Kekuatan yang membuat Alea seperti berada di taman keindahan dunia .Dan perlahan akhirnya rasa panas itu meredah dan kembali hangat. Alea merasakan energi Qi dalam tubuhnya semakin kuat.Kejadian itu membuat murid yang ada di sana terkejut. Apalagi murid senior. Gadis yang menyamar jadi pria itu telah berada di level langit . Mereka heran siswa baru mengapa sudah sampai ke level langit .
"Lea'er selamat kau sekarang berada di level 4 dari rana langit...." kata Eagle. Saat itu Eagle dan Xiao Bai Sedang berkultivasi dan dia merasakan kalau Alea mengalami terobosan.
"Trimakasih gege..." ucap Alea.
Alea segera membuka matanya. Terlihat Mimi dan Lian Han sedang menatap pada dirinya dengan wajah kagum.
"Lea'er...kau mengalami terobosan...?" tanya Lian Han sambil memandang Alea dengan perasaan kagum .
"He he iya Lian'ge..." jawab Alea sambil tersenyum .
"Selamat Lea'er...." seru Mimi sambil memeluk Alea.
"Ck kau ini...kenapa cepat sekali mengalami terobosan....?" seru Lian Han kesal. Dia mengacak rambut Alea gemas.
"Itu tantangan untuk gege agar rajin berkultivasi..." jawab Alea menggoda .
__ADS_1
"Iya, iya...gege akan lebih rajin berkultivasi agar gege tidak kalah denganmu...." ucap Lian Han dengan semangat.
"Aku juga akan lebih sering berkultivasi agar tidak mengecewakan Lea'er..." ucap Mimi menyela pembicaraan Alea dan Lian Han.
"Bagus kak aku senang mendengarnya."
Ucap Alea memberi semangat.
Alea juga melihat kalau kedua mahluk kontraknya juga melakukan kultivasi.
Ternyata hari sudah sore, setelah melihat kedua hewan kontraknya selesai berkultivasi Alea segera mengajak mereka pulang. Merekapun akhirnya meninggalkan tempat itu.
Saat mereka melewati ruang pengobatan , mereka bertemu dengan Lhipo yang sedang berbincang dengan empat gadis muda. Setelah mereka mendekat ternyata mereka adalah putri Asuya dan putri Lan Wen serta dua gadis dari kelas kultivasi .
Saat Lhipo melihat Alea dia segera berseru.
"Junior Hanpey kau mau menengok Shecan...?" tanya Lhipo dengan wajah gembira.
"Maaf kak... Kami baru saja berlatih jadi badan kami masih kotor, biarkan kami membersihkan badan dulu, nanti malam kami pasti akan menjenguk kakak Senior..." jawab Alea sopan.
"Ooo nggak masalah..." jawab Lhipo .
"Keadaan kakak Shecan baik- baik aja kan...?" tqnya Alea .
"Dia baik- baik saja junior ..." jawab Lhipo dengan wajah cerah. keakrapan yang di perlihatkan Lhipo pada Alea membuat Wanita di depan mereka tak percaya. seban Lhipo terkenal dengan wajah Dingin dan dingin. dia tak perduli pada siapapun terkecuali guru dan teman dekatnya.
"Syukurlah....kalau begitu kami pamit dulu kak..." ucap Alea berpamitan .
"Tunggu...." terdengar suara putri Asuya menghentikan langkah Alea.
"Anda berbicara dengan hamba putri..?" tanya Alea dengan wajah datar.
"Lalu kau fikir aku ngomong sama siapa...?" jawab putri Asuya angkuh .
"Maaf putri...lalu untuk apa putri menghentikan hamba...?" tanya Alea dengan sabar.
"Bunarkah yang aku dengar, kalau sebenarnya kau ini seorang wanita...?" tanya putri Asuya sinis.
"Benar...lalu...?" tanya Alea kembali.
"Untuk apa kau berpura - pura jadi seorang pria..." kata putri Asuya congkak.
"Berani kau berkata seperti itu padaku...? Kau tidak tahu siapa aku...?" ucap putri Asuya Marah.
"Untuk apa hamba takut...bukankah pertanyaan Putri yang salah.... Apakah hamba harus mengatakan masalah hamba pada putri...?" tanya Alea tenang.
"Kurang ajar kau...dasar ja***g...Oo... jangan- jangan ini trik kamu untuk mendekati putra Mahkota Lingzhi kan..?" tuduh putri Asuya dengan wajah sinis.
"He he he...seorang putri kerajaan juga memiliki perkataan yang tajam, yang tidak sesuai dengan tata kesopanan seorang putri kerajaan, dan anda juga menuduh hamba putri, tidak ada bukti apakah itu pantas putri...?" jawab Alea tenang. Dia harus berhati- hati dengan gadis putri raja Kerajaan We ini.
"Kaauuu....!" teriak putri Lingzhi marah.
"Maaf putri...hamba harus kembali keasrama kami, kalau ada masalah lagi kita lanjutkan lagi lain hari, hamba mohon diri putri...." jawab Alea dengan wajah datar. Alea segera berjalan bersama Mimi dan Lian meninggalkan putri Asuya. Namun ternyata putri Asuya tersinggung dengan perbuatan Alea, dia menganggap Alea telah meremehkan dirinya.
"Bangsat....kau fikir kau mudah pergi dari hadapanku...? Sebelum kau pergi tinggalkan dulu sebelah tanganmu untuk menggantikan kesombonganmu yang telah menghinaku..." teriak putri Asuya sambil mencabut pedangnya dan melompat menebas tangan kanan Alea. Alea yang merasakan gerakan dari putri Asuya segera mencabut pedangnya untuk menangkis pedang putri Asuya yang mengalah kepadanya.
Trriiing.....
Terdengar suara benturan keras yang di sebabkan dua buah pedang saling bertemu bergema di udara. Putri Asuya mundur dua langkah , sedang Alea tegak berdiri dengan anggunnya.
"Putri...kalau kau ingin menyerang seseorang seharusnya dari depan bukan dari belang, itu adalah tindakan dari seorang pengecut putri..." ucap Alea dengan menatap putri Asuya dingin .
"Masa bodoh...menghadapi orang seperti dirimu tak perlu memiliki etika... Hanya seorang gadis desa sepertimu tak perlu memakai etika..." seri Putri Asuya sombong . Dia kembali menyerang Alea dengan gerakan cepat . namun dengan tenang gadis itu menahan serangan dari putri Asuya . putri Asuya merasakan perasaan marah dan tak berdaya ketika setiap serangannya mengalami jalan buntu, karena selaku dapat di patahkan oleh Alea .
Dia melihat kalau Alea terlihat hanya seperti orang yang sedang main- main saja. itu membuat putri Asuya marah .
"Hanpey...jangan hanya jadi pengecut..
lawanlah aku, jangan hanya menghindar saja...!" teriak putri Asuya. Dia semakin marah dan malu karena kini mereka sudah menjadi tontonan para siswa yang sudah kembali ke asrama. Saat para siswa mulai pulang, mereka mendengar keributan , dan setelah di lihat ternyata putri Asuya sedang mengertak murid baru yang menjadi perbincangan mereka akhir- akhir Ini karena kepandaiannya.
"Baiklah kalau ini permintaan tuan Putri ..." jawab Alea tenang, dia segera bergerak lebih lincah . hingga akhirnya Alea bisa menendang pedang yang di pegang putri Asuya. Pedang itu terpental jauh , sedang pedang Alea berada di depan lehet putri Asuya.
"Maaf ...anda yang memulai lebih dahulu putri..." kata Alea datar .
Pitri Asuya terkesiap kaget ketika merasakan kekuatan milik Alea . apalagi kini pedang Alea berada di depan lehernya. Kalau Alea mau..dia bisa menebas lehernya dengan mudah.
Namun sayang, putri Asuya memiliki kesombongan yang tinggi kalau harus mengakui kekalahan.
__ADS_1
"Jangan sombong karena sudah menjadi pengawal pribadi putra mahkota. Kau hanya pengawalnya saja, kau bukan siapa- siapa...?" kata putri Asuya sinis.
"Benar...hamba bukan siapa- siapa, karena itu anda tidak usah kuatir lagi, bukankah anda takut pangeran Lingzhi menyukai hamba kan... ? jika memang pangeran Lingzhi mencintai anda, pasti dia jadi milik anda putri..." jawab Alea datar. Dia segera menyarungkan kembali pedangnya . setelah itu dia melangkah meninggalkan putri Asuya yang terlihat pucat menahan marah dan malu. terlihat tangannya mengepal keras di balik lengan bajunya. sedang ketiga temannya hanya bisa melihat pertengkaran mereka. sedang Lhipo hanya diam melihat kejadian itu , tapi tanpa detahu mereka ada senyuman di wajahnya.
"Kau memprovokasi orang yang salah putri...." gumam Lhipo dalam hati .
sedang putri Asuya segera pergi bersama teman- temannya, terlihat kemarahan di wajah cantiknya.
"Putri...kau tidak apa- apa kan....?" tanya putri Lan Wen..." walau di dalam hati dia ingin tertawa. dia memang sengaja membiarkan putri Asuya melawan Alea, Dia ingin Hanpey menjadi musuh putri Asuya, agar dia tidak repot- repot menghalau para wanita yang menginginkan pangeran Lingzhi. Dia ingin memanfaatkan putri Asuya yang tergila- gila pada pangeran Lingzhi.
"Kenapa kalian diam saja tidak membantuku...!" seru putri Asuya marah.
"Mana mungkin kami membantu Putri kalau putri tidak meminta. Bukankah itu perintah pitri sendiri...?" jawab salah satu temannya.Terdengar omelan dari putri Asuya.
Sedang Alea segera kembali ke kamarnya bersama Mimi dan Lian Han .
"Lea'er...kau harus hati- hati mulai sekarang, kau tahu putri Asuya itu sangat licik dan pendendam..." kata Lian Han pada sang adik.
"Lea tahu Lian'ge...aku tahu dia gadis pendendam, tapi kau jangan cemas gege aku akan membuat dia tahu batasan seorang putri raja, untunglah dia bukan putri raja kerajaan Shi ini..." jawab Alea datar .
"Syukurlah kalau kau mengerti itu..." kata Lian Han sambil menghembuskan nafasnya lega. mereka segera kembali kekamar mereka sendiri .
Alea dan Mimi kembali masuk kekamar Alea. Sesampainya di dalam kamar Alea, Mimi segera menyiapkan air mandi buat Alea.
"Lea'er...mandilah dulu, airnya sudah kakak siapkan..." ucap Mimi sambil mengusap kepala Alea yang tiduran di atas kasurnya.
"Lo..kakak nyiapin air buatku...?" tanya Alea kaget.
"Iya kenapa...? " tanya Mimi heran.
"Kakak...aku bisa menyiapkan air sendiri kak... aku kira kakak tadi mau mandi..." jawab Alea.
"Sayang... selama kakak masih ada, kakak akan tetap menyiapkan keperluanmu . dan kakak minta jangan pernah kau menghalangi kakak... kau tahu , selama kakak berada di asrama itu jauh darimu kakak selalu merasa resah siapa yang menyiapkan segala keperluanmu..." kata Mimi sambil mengusap kepala Alea.
Alea tertawa dan bangun dari tidurnya.
"kakak...kau terlalu lebai... aku ini sudah dewasa... aku bisa menjaga diriku sendiri, mana mungkin aku tidak bisa menyiapkan keperluanku sendiri kak.." jawab Alea sambil tertawa.
"Iya, iya kakak tahu...tapi karena sekarang kakak tinggal kembali bersamamu maka jangan kau halangi kakak yang akan kembali merawatmu.." ucapan Mimi membuat Alea tak bisa bicara lagi.
"Baiklah kalau itu memang sudah menjadi keinginan kakak..." jawab Alea pasrah.
Dia segera beranjak pergi kekamar mandi. namun sebelum Alea masuk kedalam kamar mandi, terdengar pertanyaan dari Mimi.
"Lea'er tunggu...." seru Mimi mencegah langkah Alea masuk kekamar mandi.
"Ada apa kak..." tanya Alea sambil memalingkan muka menghadap Mimi.
"Siapa sebenarnya gadis tadi. ?" tanya Mimi antusias.
"Yang mana...? yang melawanku tadi..?" tanya Alea.
"Benar gadis yang sombong itu, siapa dia.." tanya Mumi dengan marah. Melihat kemarahan di wajah Mimi , Alea tertawa .
"Jangan marah...dia putri dari kerajaan We..." jawab Alea sambil tertawa.
"Dasar ...apakah karena dia seorang putri hingga dia bisa bersikap sesombong itu.." kata Mimi dengan marah.
"Biarkan saja kak....mungkin dia seperti itu karena dia cemburu padaku..." jawab Alea tenang.
"Cemburu...?" tanya Mimi tak mengerti.
"Iya ..dia penggemar berat putra Mahkota Lingzhi..." jawab Alea sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.
"Apa pangeran Lingzhi tahu Lea'er...?" tanya Mimi dari balik bilik kamar mandi.
"Iya dia sudah tahu,... ah sudahlah kak...jangan kau membicarakan putri itulah, hanya setelah ini kita harus lebih waspada sekarang, karena yang aku dengar putri Asuya itu seorang wanita yang licik dan pendendam..." kata Alea lagi .
"Baik...aku akan mematuhi perkataanmu Lea'er..." jawab Mimi. lalu dia segera menyiapkan baju untuk putri asuhnya.
Tak lama Alea keluar dengan wajah yang segar.
"Kak mandilah aku akan ganti baju, setelah ini kita keruang perawatan memeriksa kak Shecan..." kata Alea sambil berjalan ke arah baju yang sudah di siapakah Alea.
"Baik lea'er..." jawab Mimi.
Alea segera memakai baju yang telah di siapkan Mimi, sedang Mimi pergi berjalan kekamar mandi.
__ADS_1
Udahan dulu...jangan lupa, like, vote, dan komennya author tunggu. kalau ada tipi tolong maafkan author ya..._🙏🙏
Bersambung.