PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PENGACAU.


__ADS_3

Mereka menelusuri hutan Halimun hingga kedalaman . dan banyak sudah inti Roh yang mereka dapatkan. Inti roh mereka kumpulkan untuk harimau dan para serigala di ruang dimensi.


Alea membawa putra- putranya ke dalam hutan halimun selama tiga hari. Dan segera kembali ke kerajaan Shi. Kini di antara mereka telah ada sepasang pengawal Xiao Bai . Satu minggu kemudian Mereka sudah berada di pinggiran hutan Halimun. Dan mereka segera pulang kembali keistana. Namun saat mereka berada di luar hutan Halimun tiba- tiba mereka di hadang segerombolan prajurit kerajaan. Melihat pakaian mereka , mereka memakai pakaian prajurid kerajaan Shi.


"Hey berhenti.....!" seru mereka nyaring.


Alea dan rombongan berhenti dan menatap mereka.


"Kami pak...?"tanya Zheng Bai pada prajurit itu.


"Iya ..siapa lagi bodoh..!" serunya galak. Melihat tingkah mereka , mereka bukan prajurit kerajaan. Kalau memang mereka prajurit kerajaan seharusnya mereka tahu kalau Zheng Bai dan Mimi adalah jendral mudah mereka. Sedang Zio Sang adalah kepala pengawal kerajaan. Kalau Permaisuri dan ketiga Pangeran mungkin mereka tidak tahu karena mereka masih memakai pakaian kerajaan. Namun di tilik dari keberadaan Mimi dam Zheng Bai yang merupakan pengawal pribadi permaisuri. Pasti mereka mudah menebaknya.


"Ada apa kalian menghentikan perjalanan kami...?" ucap Zheng Bai marah.


"Ada apa, ada apa...apa kalian tidak tahu kalau kalian harus membayar upeti pada kami...lihat itu...mereka sudah membayar . ayo cepat keluarkan barang- barang kalian semua...!" teriak mereka sambil mendorong Zheng Bai. Sedang yang di dorong tidak bergeming sedikitpun.


"Siapa yang menyuruh kalian meminta upeti pada rakyat..." terdengar suara lembut menegur mereka.


"Hey...anak muda..jangan kau sok pandai dan melawan kami. Cepat berikan barang- barang kalian pada kami, atau wajah- wajah tampan kalian akan terluka karena sikap membangkang kalian ha....!" teriak prajurit itu pada Alea. Melihat sikap mereka. Alea dan rombongan mulai curiga. Siapa mereka , berani sekali mereka mengacaukan kerajaan Shi.


Alea segera memasukkan semua barang putranya kedalam ruang dimensi . tampa sepengetahuan semua orang.


"Maaf tuan...kami tidak memiliki barang berharga..." ucap Alea lembut.


'Berikan semua barang yang ada di tubuh kalian...seru prajurit itu dengan sombong sambil berkacak pinggang di depan Alea. Zheng Bai sudah tidak tahan lagi. Dia segera mendekati Alea dan berdiri di depannya.


"Yang Mulia biarkan hamba yang bicara...' ucapnya dingin. Melihat kemarahan Zheng Bai Alea segera mundur. Zheng Bai mencengkeram baju prajurit itu.


"Kau berani membentak orang yang ada di depan mu...siapa kalian, apa kalian tidak tahu dia siapa kami ha...?!" ucap Zheng Bai marah.


"Ha ha ha...apa kami harus tahu siapa kalian...? Orang- orang gembel seperti kalian apakah pantas kami ketahui...!" seru prajurit itu sambil mencoba melepaskan diri dari tangan Zheng Bai.


"Ada apa ini...kenapa ribut sekali... apakah kalian tidak tahu kalau jendral sedang tidur...!" seru seorang pria yang baru saja datang menghampiri mereka.


Pria itu berperawakan kekar dan Zheng Bai maupun Alea dan Mimi tidak mengenal mereka.


"Siapa jendral kalian...?" ucap Zheng Bai.


"Hey kau...berani sekali kau menanyakan Jendral kami...!" teriaknya marah.


"Apakah Jendral kalian Jendral kerajaan Shi ini...?" ucap Mimi lagi.


"Siapa yang mencariku...?" terdengar suara keras dari dalam sebuah tenda besar yang berada di belakang para prajurit itu. Tak berapa lama terlihat seorang pria besar dan sangar keluar dari dalam tenda itu..


"Maaf Jendral...maaf telah mengganggu tidur anda...!" ucap Pria itu dan para prajurit, ketika mereka melihat pria itu keluar dari dalam tenda.


"Brengsek...! Kalian berani mengganggu tidurku...? Apa kalian. sudah punya nyali besat...!" teriaknya menggelegar.


"Ma...maaf Jendral bukan kami yang mengusik anda , tapi merekalah...!" ucap anak buah sang Jendral.


"Kalian....? Siapa kalian...berani sekali membuat keributan di sini, apa kalian ingin mati ha...!" teriaknya marah.


"Siapa sebenarnya kalian ini...dan mau apa kalian sebenarnya...?" ucap Zheng Bai dingin. Terlihat wajahnya menahan kemarahan.


"Siapa kami bukan urusanmu. Dan perlu kau tahu aku adalah Jendral kerajaan Shi , yaitu Jendral Guansi...!" ucapnya sombong.


'Siapa ..? Jendral Guansi...? Ppfff...Hua ha ha...kau sedang mennggigau pak tua.." teriak Pangeran Le sambil tertawa.


"Jaga mulutmu anak kecil...kau fikir siapa dirimu, kau berani tertawa di depan seorang Jendral...!"teriak Jendral itu marah.


"Lalu kalau kau Jendral mana Rajamu...?" seru Le dengan menahan tawanya.


"Untuk apa kau mengetahui raja kami. Kau yang hanya Rakyat jelata tidak berhak bertemu dengan Raja kami..". Ucap Jendral Guansi.


"Aku dengar Raja dan Permaisuri orangnya baik...lalu kenapa kau sangat galak..." kata Pangeran Wee menyela pembicaraan mereka.


"Benar....atau...kalian bukan Raja atau Jendral sebenarnya Ya...?" ejek Wee sambil terkekeh.

__ADS_1


"Bodoh...siapa bilang deperti itu ...Raja kami adalah raja yang sangat berkuasa mana mungkin Raja kami ingin menemui kalian yang hanya seorang rakyat jelata..." ucap pria itu dengan marah .


"Maaf aku tidak tahu itu ..kami tidak tahu kalau kerajaan Shi memiliki Raja yang seperti itu..." ucap Mimi. Namun Alea segera menyuruh Lauyan menjemput Raja dan kedua pengawalnya.


"Cih dasar rakyat jelata ...karena kalian telah menggangu tidurku. Maka Kalian akan aku beri hukuman yang akan selalu membuat kalian mengingatnya.


Pengawal...! Tangkap mereka semua dan beri hukum cambuk tiap- tiap orang 30 cambukan, agar mereka tahu hukuman bagi orang yang berani membangkang perintahku dan menggangguku...!" teriaknya marah.


"Baik Jendral...!" seru beberapa prajurit.


Dan mereka telah mengepung Alea dan anggotanya.


"Permaisuri biarkan kami yang menangani mereka...." ucap Zheng Bai.


"Bereskan mereka semua , mereka telah berani memfitna kerajaan Shi. dan mereka harus di musnakan.


Untuk sang Jendral biarkan dia hidup , aku ingin mengorek keterangan darinya." ucap Alea dengan wajah menahan marah.


"Hamba yang Mulia..." ucap Mimi, Zio Sang dan Zheng Bai. Mereka segera menghadapi para prajurit itu. Dan Terjadilah pertempuran melawan para prajurit yang mengaku prajurit kerajaan Shi. Hanya membutuhkan beberapa menit saja, maka mereka telah tumbang.


"Kalian memang benar- benar bodoh.. mengalahkan penduduk miskin seperti ini saja kalian tidak tahu, Kalian hanya bisa makan saja..!" teriak sang Jendral marah.


Dia lalu mendekati mereka, rombongan dari putri Alea . dan di sana Pangeran Mongli belum berpisah dengan Alea. Dia berniat sekalian akan kembali ke istana . Terlihat Jendral Guansi Palsu langsung menyerang Dan perkelahianpun terjadi .


Namun tiba- tiba banyak prajurit dari pasukan mereka datang di pimpin oleh seorang pria paruh baya yang berpakaian seperti seorang raja, dan seorang wanita yang mengenakan baju causan yang sangat indah. Baju laki- laki seperti biasa Alea lakukan . hanya saja wajah itu terlihat kejam dan sombong.


"Siapa kalian...?" teriak pria itu dengan lantang. Tentu saja teriakannya menghentikan gerakan sang Jendral yang sedang menyerang. Akhirnya perkelahian itu berakhir.


"Maaf yang Mulia....mereka rakyat biasa sepertinya ingin melawan perintah kita..." kata sang Jendral..


"Siapa kalian...?!" teriak orang yang di panggil yang mulia itu.


"Kami hanya rakyat jelata tuan...?" jawab Alea dengan sopan.


"Lalu mengapa kalian membuat kerusuhan, ..?" kata pria itu.


"Ah..biarkan pria ini tetap melakukan sandiwaranya. Baiklah akan kuturuti permainan mereka, sampai Raja Lingzhi datang tuan..." ucap Alea dengan wajah datar.


"Kami bukan melakukan sesuatu yang merugikan yang Mulia...kami hanya ingin tahu dan mengenal raja kami. ..." jawab Alea dengan sopan .


Sedang di istana Kerajaan Shi, terlihat Lauyan telah bertemu dengan Raja Lingzhi di ruang kerjanya. Lauyan yang menyamar menjadi burung kecil dengan mudah masuk kedalam ruang sang Raja. Setelah berada di depan Raja Lingzhi , Raja Lingzhi sangat kaget.


"Lauyan...kenapa kau ada di sini...?" ucap Raja Lingzhi kaget.


"Maaf hamba di suru Lea'et untuk menjemput Yang Mulia bersama kedua pengawal anda..." kata Lautan .


"Ada apa...? Apa ada masalah..?" tanya Raja Lingzhi dengan cemas.


"Nanti anda akan bertemu dengan mereka dan mengetahui apa yang terjadi . Tapi sebelum itu, Raja harus mengganti baju anda dengan baju rakyat jelata...!" ucap Lauyan dengan tenang.


"Baiklah tunggu di sini...aku akan mengganti bajuku..." ucap Raja Lingzhi dengan perasaan cemas. Untunglah di ruang kerjanya selalu tersedia baju biasa untuk dia ganti saat melihat atau memantau keadaan kerajaannya dan mengetahui kehidupan rakyatnya bersama sang istri. Karena itu di ruang kerjanya ada baju ganti . Setelah selesai dia segera mengajak pengawal serta sahabatnya untuk mengikuti Lauyan . agar waktu tidak banyak terbuang, Raja dan kedua pengawalnya menaiki Lauyan .


Dengan kecepatan tinggi , Lauyan membawa sang raja.


Saat itulah Raja Lingzhi yang sudah turun dari punggung Lauyan. Yang berhenti agak jauh dari kejadian , berjalan dengan ilmu meringankan tubuhnya mendekati sang Permaisuri .


Pada saat itulah Raja Lingzhi sedang melihat sang istri sedang berdebat dengan seseorang yang asing baginya.


"Maaf tuan ..kalau kami boleh tahu, apakah anda Raja Lingzhi dan Permaisuri Lea..." tanya Alea lembut dam sopan .


"Kalau sudah tahu kenapa tidak menghormati kedatanganku..!" seru wanita yang berdiri dengan angkuh itu.


"Siapa yang mengatakan Raja Lingzhi ada di sini...!" tiba - tiba tiga orang pria gagah dan tampan berjalan kearah mereka . Dua orang pria gagah itu seperti sedang mengawal pria tampan yang terlihat sangat dingin , sedang berjalan di depan mereka dengan tenang . Dan prai itu segera mendekati Alea dan mencium dahi dan bibirnya sekilas.


"Ayaaaah...teriak ketiga pria remaja yang ada di belakang pria cantik itu.


"Kalian sudah kembali, kenapa masih di sini...?" tanya Raja Lingzhi pada ketiga putra dan istrinya.

__ADS_1


"Ayaaah...pria yang do depan Ayah itu mengaku sebagai Raja Lingzhi dan Istrinya Putri Lea. Para anak buahnya telah menahan kami karena kami tidak membayar upeti.


"Apaaa...upeti...? Upeti untuk apa...?" tanya Raka Lingzhi kaget.


"Banyak rakyak yang di.mintai upeti oleh mereka saat mereka melintas di wilaya ini.." jawab Alea.


"Bukankah ini masih wilaya kerajaan Shi...?" kata Raja terlihat makin marah.


"Karena mereka mengaku sebagai Raja Lingzhi , permaisuri Lea dan Jendral Guansi..." lanjut Alea.


"Apaaa...!" seru mereka bersamaan.


"Apakah pertemuan keluarganya sudah selesai...? dan apakah kalian tidak menghormati Raja kalian...?!" seru pria yang mengaku raja berucap dengan keras dan lantang . Namun terlihat wanita yang mengaku sebagai permaisuri menatap Raja Lingzhi dengan wajah sangat terpesona. dia tidak pernah mengalihkan pandangannya dari wajah Raja Lingzhi . wajahnya bagaikan serigala yang menemukan mangsa . Terlihat binar kekaguman saat melihat pertama kali Raja Lingzhi datang . dan saat Raja Lingzhi memeluk dan mencium pria tampan yang sedang berbicara dengan sang suami , Dia sangat marah dan iri. mana bisa Pria tampan itu mencium Pria yang terlihat cantik itu. Dia memeluk dan mencium Pria itu dengan mesra. terlihat tangan wanita itu mengepal dengan erat.


"Salam sejahtera yang mulia Raja,..semoga panjang Umur dan bahagia..." ucap Pangeran Ketiga Mongli dan pengawalnya.


"Pangeran Mongli...kau ada di sini juga..?" tanya Raja Lingzhi pada sang adik.


"Kami bertemu Pangeran Mongli di hutam Halimun Suamiku..." ucap Alea .


Terlihat ada kilat kecemburuan di mata sang suami. dan Alea tahu itu . Si bucin akut telah mengeluarkan taring. dan itu sangat merepotkan baginya nanti .


"Selamat datang kembali di kerajaan adikku..." ucap Pangeran Lingzhi datar.


"Hey....kenapa kalian ngomong sendiri..? kau tidak menghargai rajamu ha...!" teriak Raja Lingzhi Palsu Marah.


"He he he...apakah kalian tahu siapa orang yang sekarang berada di depan kalian ha...dan kau Guansi gadungan ... berani sekali kau memfitna namaku, berani sekali kau mengaku sebagai Jendral Guansi dari kerajaan Shi...!" teriak Guansi marah.


"Pria yang mengaku sebagai Guansi sangat kaget , terlihat wajahnya memucat.


"Siapa kau...akulah Jendral Guansi dari kerajaan Shi...jangan mengaku- ngaku kau...!" teriaknya dengan keras. walaupun hatinya sudah mulai ketakutan. karena Jendral Guansi yang dia dengar adakah seorang Jendral yang sangat menakutkan di medan perang seperti sang Raja sendiri.


"Ha ha ha...Bodoh... apakah kalian tahu apa yang sekarang kalian lakukan. dan apakah kalian tahu siapa Pria yang berada di depan Kalian ini...dialah Raja Lingzhi yang sesungguhnya. dan Pria yang kau hina sejak tadi adalah Permaisuri yang menyamar dan ketiga pria tampan dan masih mudah itu adalah ketiga putra mereka....!" seru Zheng Bai yang sudah sejak tadi ingin menampar mulut pria yang mengaku Raja Lingzhi itu . mendengar perkataan Zheng Bai, Mereka sangat kaget . apalagi ketika Zheng Bai mengatakan pria yang tampan itu adalah permaisuri yang sedang menyamar.


"Kalian fikir kami takut...? jangan mengada - ada...akulah Raja Lingzhi yang _sesungguhnya...!" teriak dia marah.


"Ayo prajuritku...serang mereka. bunuh semuanya...!" serunya pada sang prajurit.


"Serbu....!" seru mereka bersamaan.


Raja Palsu sebenarnya sudah ketakutan, dia dan pengikutnya tidak pernah tahu kalau perbuatan mereka cepat ketahuan


'Jadi Misi untuk mengacaukan Kerajaan Shi yang baru saja mereka lakukan, sudan terbongkar, semua ini terhalang dengan pertemuan mereka dengan Permaisuri kerajaan Shi yang asli.


hingga membuat .rencana mereka berantakan. Namun Raja Palsu Lingzhi tidak percaya kalau wanita remaja itu adalah permaisuri Kerajaan Shi yang terkenal sudah mempunyai Putri Lima.


"Mana mungkin wanita yang masih terlihat remaja itu adalah Permaisuri yang sudah memiliki anak tiga...? dia bagai wanita yang masih berusia muda...mana mungkin gadis itu Permaisuri yang sudah mempunyak lima putra...?" seru Raja Lingzhi palsu.


Merekapun terlibat dalam pertempuran .


"Ayah...biarkan aku berlatih ya...?" seru Pangeran Wee.


"Benar Ayah...aku juga...!" seru Pantesan Le sambil berlari masuk kedalam pertempuran bersama saudara kembarnya. dan Raja hanya bisa geleng kepala sambil tersenyum bangga. tak lama pasukan musuh tumbang satu- satu. dan terlihat Guansi sedang memggempur Jendral Guansi palsu hingga babak belur.


Sedang Mimi berhadapan dengan Alea palsu. Jihao langsung berhadapan dengan Raja Palsu. Sedang Zheng Bai dan Pangeran Do Hyun membantu sang adik melawan puluhan prajurit.


"Guansi, Jihao..jangan kalian Bunuh mereka. dan kau juga kak Mimi dan kak Zio Sang..Biarkan mereka hidup, aku menginginkan. hidup mereka....' teriak Alea.


"Baik Permaisuri...!" seru Mereka bersamaan.


"Untuk Apa sayang...!" ucap Raja pelan .


"Aku ingin mengorek keterangan dari mereka. .." jawab Alea.


Bersambung dulu ya...maaf telat , ada kesibukan sedikit yang harus author hendel 🙏🙏


jangan lupa like , vote dam komennya author tungu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2