PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENOLONG ORANG KERACUNAN.


__ADS_3

"Kau fikir mudah membunuhku..?"tanya Alea dengan tatapan dingin.


"Ha ha ha...jangan sombong kau nona, gadis lembut sepertimu bisa apa sich... lebih baik kau jadi wanitanya bos kami aja, kau bisa hidup bahagia..." kata pria yang ada di sebelah pria codet itu.


"Apakah kau takut menghadapiku...?" tanya Alea dengan sinis.


"Sombong....bos biarkan aku menghajar mulut nya...." teriak pria itu marah.


"Baik...kau hajar dia, tapi jangan sampai kau bunuh , aku ingin merasakan tubuh nya..." jawab pria codet dengan tatapan mesum pada Alea.


'Baik Bos..." teriak si anak buah gembira . Pria itupun segera berjalan kearah Alea. Dan tak lama dia mulai menyerang Alea. Dengan wajah penuh percaya diri dia menyerang Alea dengan pukulan mengarah wajah Alea. Terlihat Alea hanya tenang - tenang saja. Saat tangan besar laki- laki yang menyerang Alea hampir mengenai wajah mulus Alea, semua orang menahan nafas berat karena mereka menyayangkan wajah cantik itu akan terkena pukulan dari teman mereka yang terkenal dengan pukulan tapak harimaunya . Sedang Quiran terlihat tertawa puas. Namun bayangan mereka tak terwujud, tiba_- tiba pria yang menyerang Alea terlempar kembali di depan sang bos dengan kehilangan nyawanya. Mereka kaget dan tercengang kenapa dengan sang teman, apa yang terjadi, sebab mereka tidak melihat Alea bergerak dari tempatnya berdiri.


Setelah kesadaran mereka kembali sang bos penjahat marah.


"Brengsek...kau telah membunuh anak buahku...?" teriaknya dengan marah.


"Kan sudah kubilang....apa kalian mampuh melawanku..." kata Alea dengan wajah dinginnya.


"Dasar wanita ja'***g ....kalian bunuh dia


Aku ingin dia mati...!" teriak pria itu marah.


"Majulah kalian bersama agar aku cepat membereskan kalian semua...." ucap Alea datar.


"Sombong....serang...!" teriak pria itu kalap. Mendengar perintah sang ketua dengan serentak mereka menyerbu Alea.


"Gege...jaga wanita gila itu, jangan sampai dia pergi ..." kata Alea pada Lauyan sebelum menghadapi kumpulan pria kasar yang menyerbu kearahnya.


"Jangan khawatir Lea'er..." jawab Lauyan. Sedang Alea segera mengeluarkan pedang saljunya . melihat kilatan pedang salju kepala penjahat itu terkejut. Tiba tiba terlihat wajahnya memucat.


"Pedang salju....ya dewa pedang itu telah keluar..tidak, aku harus mengatakan ini pada master tua..." ucapnya ketakutan.


"Tunggu....!" serunya lantang. Mendengar teriakan sang pimpinan, para anak buah sang penjahat mengurungkan niat mereka , dan mereka tidak berani bergerak menyerang Alea.


"Nona....apakah itu pedang salju...?" tanya sang pimpinan sambil berjalan kearah Alea dan melihat pedang Alea.


"Kenapa...? Kau takut....?" tanya Alea acuh.


Tiba- tiba pria itu berlutut di depan Alea membuat para anak buahnya kaget dan melongo, begitupun dengan Alea. Dia kaget dan heran, ada apa dengan pria ini. Ketika mereka sadar para anak buah si penjahat mengikuti sang pimpinan berlutut di depan Alea.


'Master...maafkan kami, maafkan hamba yang tak tahu tingginya gunung fuji...maafkan kami master..." seru pria itu ketakutan.


"Hey..ada apa dengan kalian..?bukankah kalian ingin membunuhku...?" tanya Alea heran.


"Maafkan...maafkan hamba... Hamba tidak mengenali master pemilik pedang salju, ampuni kami master..." seru pria itu ketakutan.


"Ck...ada apa sebenarnya dengan kalian ...? Sudah, sudah ayo berdiri..." seru Alea kesal.


"Tidak sebelum anda memaafkan perlakuan kami pada anda..." seru pria itu lagi. Alea memandang pada sang pimpinan dengan wajah kesal.


"Ck..kalian ini...Baiklah aku memaafkan kalian, sekarang bangunlah..." kata Alea dengan wajah kesalnya.


'Trimakasih Master..." perlahan mereka berdiri. Melihat tingkah para penjahat yang kini tunduk pada Alea tanpa bertemput membuat Quiran


Marah. Dia segera mendekati Pimpinan penjahat itu.


"Hey bos , apa-apaan ini..... ?,aku membayarmu bukan untuk tunduk padanya, aku membayarmu untuk membunuhnya..." teriak dia marah .


Plaak....


Terdengar suara tamparan menggema di udara.


"Tutup Mulutmu atau kau lah yang akan aku bunuh, kau fikir siapa dirimu...kau hampir membuat kami celaka, dasar wanita murahan,...." teriak pria codet itu pada Quiran.


"Bos kau memukulku...? Bukannya kau harus membunuh dia, kenapa malah kau ingin membunuhku...?" tanya Quiran kaget.


"Dsar Wanita sombong dia itu master kami, dan ingat jika kau berani memgusik master, kau akan berhadapan dengan kami...!" teriaknya marah.


"Mana mungkin dia akan mengusikku nyawanya belum tentu selamat dari tanganku..." ucap Alea dingin.


Perkataan Alea membuat Quiran membeku . dia merasakan kedinginan di dalam hatinya.


"Kalau begitu boleh hamba mohon diri master..." kata pria bercodet itu dengan rasa was- was.


"Baik pergilah tapi ingat...jika aku melihat kalian masih melakukan pekerjaan seperti ini lagi, jangan salahkan aku jika aku menghabisi kalian..." ucap Alea datar.


"Baik master..." jawab mereka. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Alea dan Quian . Melihat kepergian mereka Quiran merasa ketakutan berada didekat Alea. Alea menatap wajah Quiran yang terlihat memucat.


"Ada apa...? Kau merasa takut...? Bukankah kau tadi ingin membunuhku, kau ingin mengambil putra mahkota dari tanganku...? Ck kenapa kau sekarang ketakutan...kau lupa dengan perkataanmu tadi...?" ejek Alea.


"Kau sekarang menang..tunggu pembalasanku..."serunya dan ingin pergi.


"Eee...siapa yang memberimu ijin pergi...?" ejek Alea .


"Kauu..." serunya marah, namun Alea tahu ada kepanikan di mata hitamnya.


"Kau telah menghinaku, dan sekarang kau juga mengancamku, lalu apa salah kalau aku ingin menghukummu...?" tanya Alea dengan nada dingin.


"Itu harus kau lakukan sayang...kalau kau tidak menghukum dia, akulah yang akan menghabisi dia... Berani sekali dia menghina permaisuriku..." ucap pangeran Lingzhi yang tiba- tiba sudah berada di sana bersama kedua pengawalnya . Dia mendekati Alea .

__ADS_1


"Pangeran...!" seru wanita itu kaget. Terlihat wajahnya semakin pucat. Namun dasar otak bodoh dan kotor. Bukannya menyadari kesalahan tapi dia malah ingin membuat trik lain untuk memikat sang putra mahkota.


"Pangeran...tolong hamba...tolong hamba pangeran.. Tabib Hanpey ingin membunuh hamba..." seru Quiran sambil berlari kearah pangeran Lingzhi.


Melihat kedatangan wanita yang tidak dia kenal , Dengan cepat pangeran Lingzhi mengibaskan tangannya kearah datangnya Quiran , hingga akhirnya Quiran terpental menghantap pohon yang ada di sana. Terlihat Quiran memuntahkan seteguk darah.


"Lancang sekali kau... Berani sekali kau memiliki keinginan menyentuhku....!" teriak pangeran Lingzhi marah. Melihat apa yang di perbuat pangeran Lingzhi dan kemarahannya , Quiran kaget bukan main, Dia tak menyangka kalau Pangeran Lingzhi akan menolak dia sampai separah itu, Dia gadis putri saudagar kaya yang tak pernah di tolak siapapun , kini terduduk di bawah pohon dengan mengalami luka dalam. Dia memang mendengar kalau pangeran Lingzhi itu dingin tapi saat dia melihat wajah pangeran yang sabar dan merayu gadis seperti Alea ,dia menjadi tak percaya dengan rumor itu . Saat dia memanggil pembunuh bayaran seperti si codet itu, untuk membunuh Alea, didalam bayangannya dia sudah merasa mendapatkan sang putra Mahkota. Tapi kini...semuanya musnah, pria yang dia anggap mudah dia dapatkan, kini berada di depannya dengan kemarahan yang besar.


"Kau fikir siapa dirimu ha...?" terlihat wajah pangeran Lingzhi yang memerah karena mara.


Alea yang melihat kejadian itu hanya bisa menatap kebodohan Quiran.


"Dia fikir pangeran Lingzhi mudah di dekati... " ucap Alea dalam hati. Terlihat senyuman tipis di bibir merahnya.


"Ma..maaf pangeran...tapi memang kenyataannya, dia telah menculik hamba dan membawa hamba kemari untuk di bunuh..." seru Quiran masih berusaha mencari simpati pangeran Lingzhi.


"Dasar wanita Bodoh...sudah bersalah masih berani memfitna orang, kau fikir hanya dirimu yang ada di sini ha... Joy...keluar...!" teriak pangeran Lingzhi .


Seorang oengawal bayangan tiba- tiba sudah berada di depan mereka, dia memberi hormat pada pangeran dan putri Lea.


"Hamba menghadap yang Mulia.." kata sang pengawal dengan hormati .


"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat ini...?" tanya Pangeran Lingzhi. Sebenarnya pangeran sudah tahu kebenarannya, tapi dia ingin mempermalukan wanita yang telah menghina kekasihnya.


Pengawal bayangan putra mahkota segera menceritakan semua yang terjadi mulai dari Alea pulang dari sawah sampai berada di sini. Dia juga mengatakan tentang niatan Quiran untuk menjadikan pangeran Lingzhi miliknya. Pengawal bayangan pangeran Lingzhi juga tahu kalau sebenarnya Quiran anak dari seorang saudagar kaya yang ikut menjadi tabib yang di rekrut kerajaan untuk misi kemanusiaan ini . mendengar perkataan pengawal bayangannya Pangeran Lingzhi terlihat sangat marah.


"Kau ingin menjadi wanitaku....?" tanya pangeran Lingzhi sinis.


"Benar pangeran...hamba lebih segala- galanya dari dia, Kekayaan keluarga hamba tak akan pernah habis. hamba adalah putri dari saudagar Yancu dari Kerajaan Li..." ucap Quiran bangga.


"kau terlalu percaya diri Nona... kau tahu, jangankan putri seorang saudagar sepertimu. sedang putri kerajaan We saja tidak bisa menandingi kecantikan wajah dan hati kekasihku, apalagi hanya putri seorang saudagar kaya seperti dirimu..." ucap pangeran Lingzhi menghina Quiran.


"Yang Mulia hamba lebih baik dari dia.." ternyata Quiran masih ngotot dia lebih baik dari Alea.


"Apa sebenarnya yang bisa kau banggakan hingga kau menghina permaisuriku...?" tanya pangeran Lingzhi dengan nada kesal.


"Hamba lebih ahli dalam bidang pengobatan dari dia...?" ucap Quiran dengan sombong .


"Kau ahli pengobatan..? baiklah kalau begitu kita akan mengadu kekuatan .." ucao Alea menantang Quiran.


"Baik aku setuju..." jawab Quiran percaya diri.


Namun belum juga mereka menentukan apa yang akan menjadi ajang percobaan dari kekuatan pengobatan Alea dan Quiran tiba- tiba seorang prajurit datang dengan terburu- buru menghadap pada pangeran Lingzhi .


"Ampun yang Mulia...terjadi kecelakaan di sungai di bagian hulu..." lapor prajurit itu.


"Beberapa orang pekerja telah terluka ketika dua orang pria menyerang para pekerja di daerah bagian hulu sungai..." lapor prajurit itu .


"Baik kita kesana..sa..." saat pangeran Lingzhi ingin mengajak Alea pergi , ternyata Alea telah pergi lebih dahulu.


"Jihao bawa wanita itu ikut kita, biar dia bisa membuktikan kesombongannya..." Kata pangeran Lingzhi sambil melesat pergi setelah berucap pada Jihao.


Sedang Alea sudah melesat pergi ketempat kejadian setelah mendengar laporan prajurit itu , sampai di sana Alea mengetahui kalau para pekerja sudah di bawa ke rumah pengobatan. dia kembali berlari menuju rumah pengobatan. sesampainya di sana, dia datang hampir bersamaan dengan pangeran Lingzhi.


"Apa yang terjadi...?" tanya Alea cemas.


"mereka terluka oleh senjata tajam tabib.." jawab seorang tabib muda.


"Beberapa orang...?" tanya Alea lagi .


"Lima orang tabib..dua orang terluka ringan, dua terluka parah dan seorang prajurit terluka cukup parah. ..." lapor tabib itu.


"Apakah mereka sudah di tangani..?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Dua orang yang terluka ringan sudah di tangani yang mulia tinggal tiga orang yang lukanya serius masih di tangani yang mulia... "jawab tabib itu. dan bertepatan dengan berakhirnya ucapan sang tabib , Jihao datang bersama Quiran. sedang Alea segera mendekati para tabib yang sedang menangani pasien. melihat kedatangan Alea , semua tabib yang berada di sana bernafas lega.


'Ada apa..?" tanya Alea pada mereka, mereka tiga tabib yang berasal dari perguruan Calang. mereka sudah tahu kemampuan Alea. walau umur mereka lebih tua dari Alea.


"Gawat putri...Mereka bertiga terkena racun, tapi prajurit itu yang lebih para dari mereka bertiga.


"Apaa..terkena Racun...?" seru Alea kaget.


Sedang pangeran Lingzhi lebih kaget lagi karena prajurit yang terkena racun adalah pengawalnya.


"Sibao...." seru sang pangeran kaget.


dia segera mendekati sang pengawal.


"Pangeran...jangan memegang dia lebih dulu...hamba takut racun itu berbahaya untuk anda..." ucap Alea memperingati.


Pangeran Lingzhi segera mundur kebelakang. Alea segera mengambil sarung tangan khusus dari dalam cincin ruangnya. saat Alea memakai sarung tangan itu, semua orang heran melihatnya.


"Tolong kalian menyingkir dulu aku akan memeriksanya..." ucap Alea setelah memakai sarung tangan.


"Tabib Hanpey...kalau menunggu melihat kau yang sok pintar,.. bisa - bisa mereka mati duluan..." seru Quiran sombong.


Dia segera mendekati salah satu pasien yang ada di depan Alea. mendengar perkataan Quiran, Alea hanya diam saja, Dia segera memeriksa denyut nadi sang pasien. setelah Itu dia menotok jalan darah disekitar luka yang terkena senjata tajam agar racun tak menyebar. untung racun yang menyerang pria ini tidak terlalu ganas. setelah mengetahui kekuatan racun dalam tubuh pria itu, Alea segera mengambil pil penawar racun dari cincin ruangnya. Setelah itu dia menyalurkan tenaga dalamnya ketubuh pria itu. tak lama terlihat pria pekerja itu memuntahkan darah hitam beberapa kali, dan lukanya mengeluarkan dara hitam pula. setelah pria itu tak lagi mengeluarkan darah hitam dari mulut dan lukanya Alea mengakhiri pengobatannya.


"Tolong kalian balut luka pria ini, aku akan mengobati luka pengawal Putra Mahkota. ..." kata Alea sambil berdiri dan melangkah ke tempat pengawal Putra mahkota.

__ADS_1


Sedang Quiran masih sibuk memeriksa pria yang terluka satunya.


Alea tak perduli itu, dia berjalan kearah pengawal yang terluka parah .


Dia segera memeriksa nadi pengawal yang bernama Sibao.


"Lea'er...selamatkan dia..." ucap Pangeran Lingzhi pelan saat Alea memeriksa pengawal itu.


"Akan hamba usahakan yang Mulia..." jawab Alea pelan sambil menatap pangeran Lingzhi yang sedang menatapnya . Dia memberikan senyuman lembut untuk menenangkan pangeran Lingzhi. Alea kembali memeriksa tubuh pengawal Putra Mahkota. dan dia mulai melihat denyut nadi pengawal itu. namun Alea kaget, denyut nadi sang pengawal terlihat sangat kacau, dan racun itu telah menyebar keseluruhan tubuh pengawal Sibao dengan cepat .


"Gege White.. kau tahu ini racun apa...? kenapa aku baru melihat racun ini..."tanya Alea pada White .


"Tunggu Lea'er , aku akan keluar..." ucap White sambil meluncur di lengan baju Alea. dan melingkat di pergelangan tangan Alea , sedang kepalanya menjulur kedepan. Alea tahu kalau White ingin melihat lebih dekat pada luka si korban, sedang orang- orang yang berada di sana dan melihat ular keluar dari tangan Alea, tercengan dan kaget sekali .


"Ular putih...." seru mereka.


Namun Alea diam saja. dia mendekatkan ular itu pada si korban.


"Gimana White'ge...apa kau tahu racun itu..."tanya Alea.


"Ini racun kalajengking Hitam Lea'er, kau sulit mendetoksi racun ini..."jawab White.


"Lalu gimana cara menyembuhkan racun ini..?" tanya Alea bingung.


"Coba dengan cara jarum akupuntur seperti yang kau lakukan pada racun ular kirin..." jawab White kembali.


"Baiklah akan aku coba..." jawab Alea.


Dia segera mengeluarkan jarum akupuntur nya dari dalam cincin ruangnya. Saat Alea mengeluarkan jarum Akupuntur semua tabib ternganga , mereka yang telah lama hidup sebagai seorang tabib belum pernah melihat tehnik akupuntur jarum. dan sekarang di depan mereka ada seorang tabib yang akan melakukan tehnik itu.


"Apakah itu tehnik jarum akupuntur...." seru salah satu tabib dari rumah pengobatan Lan.


"Ya dewa...selama hidup menjadi seorang tabib baru kali ini aku melihat tehnik jarum akupuntur...." seru kagum dari salah satu tabib itu.


"Aku sangat penasaran, gimana tehnik jarum akupuntur itu...." serunyang lain.


sedang Quiran kaget saat dia sedang bingung merawat pria yang terluka di depannya, dia mendengar seruan orang membicarakan tentang tehnik akupuntur.


"Apaa..tehnik akupuntur...? siapa yang bisa melakukan pengobatan dengan tehnik akupuntur yang telah hilang itu.." serunya terheran- heran. Dia segera melepaskan rawatannya pada pasien yang sedang dia rawat. dia segera mengarahkan tatapan matanya pada fokus orang - orang yang ada di sekitarnya. ketika dia melihat siapa yang sedang mereka lihat, Quiran kaget sekali.


ternyata yang mereka pandang adalah Alea yang sedang mengeluarkan sekotak jarum akupuntur dari cincin dimensinya.


"Apakah dia bisa melakukan tehnik jarum akupuntur itu...?" teriak Quiran dalam hati.melihat itu dia menjadi panas dan cemburu.


"Dasar Wanita sok pintar...Paling- paling dia hanya mencari muka saja... mana mungkin tehnik akupuntur jarum masih ada...tehnik itu sudah lama hilang, jangankan dia yang masih mudah. guru saja belum ada yang mampu melakukannya..."serunya dengan keras memecahkan ketegangan mereka.


Kontan saja mereka semua menatap kepadanya . namun Alea tetap terlihat tenang.


"Apakah kau bisa diam... atau aku harus mengusirmu dari sini. apakah kau sudah bisa menyembuhkan pekerja yang tadi terluka...?" tanya pangeran Lingzhi. terlibat wajahnya yang tampan memerah karena marah . Quiran segera menutup mulutnya rapat- rapat. dia sekarang menunggu Alea di permalukan karena perbuatannya sendiri. Tak lama terlihat Alea mulai menancapkan jarum akupuntur di titik- titik akupuntur di tubuh Sibao. untunglah baju Sibao sudah di lepas sejak tadi. karena luka berada di punggung Sibao. jadi sekarang Sibao tidurnya tengkurab. beberapa waktu kemudian tubuh Sinau penuh dengan jarum akupuntur. setelah itu terlihat Alea duduk lotus. terlihat tangannya membuka sarung tangannya dan mulai menaruh di atas tubuh Sibao. tak berapa lama tangan Alea bergetar. dan jarum - jarum itu bergetar dengan mengeluarkan uap tipis berwarna hitam. dan secara perlahan warna hitam di tubuh Sibao menjalar kearah luka yang ada di punggung Sibao . warna kulit Sibao yang terkena racun yang semulai putih kehitaman atau menghitam, kini berangsur- angsur kembali kewarna semula yaitu putih kecoklatan. dan warna itam itu berkumpul di punggung milik Sibao yang terluka. .dan luka di tubuh itu sekarang mengeluarkan darah hitam yang sangat banyak. darah hitam mengalir dengan cepat. melihat kejadian itu, semua orang menatap takjub pada Alea. sedang tubuh Alea sendiri terlihat agak pucat, di dahi dan mukanya terlihat bintik- bintik keringat berada di sana. . dapat di lihat kalau Alea terlalu banyak mengeluarkan Qi di dalam tubuhnya. Melihat semua itu, Pangeran Lingzhi merasa bersalah. Dua jam kemudian darah yang keluar dari tubuh Sibao berwarna merah terang dan tekanan di tubuh Alea telah hilang yang menunjukkan kalau darah Sibao telah bersih dari racun yang menyerangnya tadi . Alea segera menyudahi pengobatannya. perlahan Alea kembali membuka mata. Setelah melihat luka di tubuh Sibao Alea bernafas lega, begitu juga dengan orang yang berada di dekatnya. terlihat wajah kekaguman dan gembira dari wajah- wajah mereka , begitu juga dengan pangeran Lingzhi. dia menatap Alea dengan pancaran wajah penuh kebanggaan dan cinta . dia mendekati Alea dan mengusap peluh di dahi dan muka Alea dengan kain putih , dengan penuh kasih sayang . Sedang Alea yang mendapatkan perhatian seperti itu, terdiam ling lung. begitu pula dengan orang yang ada di sekitar mereka berdua. mereka hanya bisa tersenyum bahagia melihat perbuatan Putra Mahkota . beda dengan Quiran, dia menatap Alea dengan wajah penuh iri , benci dan cemburu, dia tak menyangkal kalau ilmu yang dia miliki sangat jauh jaraknya dari Alea.


Sedangkan Alea kini dia mulai mencabuti jarum akupuntur dari tubuh Sibao.


Setelah itu dia melihat pada para tabib yang berada di sekitarnya


"Kalian sekarang sudah bisa membalut lukanya..." ucap Alea pelan.


"Baik tabib...'"jawab mereka dengan wajah gembira.


Alea bangun dari tempat tidur itu di bantu sang Pangeran dengan penuh kasih sayang.


"Bagaimana dengan pekerja yang terluka satunya ...?" tanya Alea pada putra Mahkota setelah dia berdiri bersama sang pangeran.


"Oo hampir lupa, ayo kita lihat..." kata pangeran Lingzhi sambil mengambil tangan Alea , mereka menuju ketempat Quiran yang sedang mengobati pekerja yang terluka. namun ternyata keadaan sang pasien terlihat semakin menghawatirkan, dan terlihat dia mengalami kesulitan bernafas.


"Kaauuu...apa saja yang kau lakukan ha.." seru Alea kaget dan marah , karena pekerja yang terluka itu keadaannya semakin menghawatirkan sekali .


"Aku sudah berusaha melakukan sebisaku, tapi racun di dalam tubuhnya sangat kuat..." jawab Quiran dengan nada kesal.


"Cih...tadi aja sok tahu, malah memarahi tabib Hanpey..ih ternyata dia tidak bisa menolong juga..." kata salah satu tabib yang sejak tadi sudah ingin marah saat Alea di hina.


"Benar...gayanya aja sok pandai, kalau di bandingkan dengan tabib Hanpey jauh banget kepandaiannya...." jawab yang lain.


"Kau tahu, Dia itu sangat benci dengan tabib Hanpey, dan dia mengatakan kalau tabib Hanpey itu sebenarnya Bodoh dan sok pintar, dia sering menjelek- jelekkan tabib Hanpey, namun apa yang akan dia katakan setelah dia melihat sendiri kepandaian tabib Hanpey..." jawab teman yang lain.


Mendengar perkataan para tabib itu, pangeran Lingzhi mengepalkan tangannya kuat. Dia sangat marah ternyata ada juga orang yang tidak tahu malu seperti itu ikut rombongannya. dan dengan terus terang wanita itu mengatakan kalau dia mencintai dirinya.


"Jihao...." panggil pangeran Lingzhi .


"Hamba yang Mulia..." ucap Jihao sambil berdiri di depan pangeran Lingzhi.


"Setelah ini kau tahu yang mesti kau lakukan...?" ucap sang putra Mahkota dengan marah.


"Hamba mengerti yang Mulia...." jawab Jihao dengan wajah tahu apa yang di inginkan sang junjungan.


Sedang Alea segera mendekati pekerja itu setelah Quiran berkata tidak mampu menyembuhkan pekerja itu.


"Kenapa baru sekarang kau ucapkan, sekarang biarkan aku menggantikan kamu menolongnya..." ucap Alea dengan kesal. dia segera mendekati pria itu, karena racun telah menyebar keseluruhan tubuh, Alea segera mengambil pil penawar racun dan segera memasukkan kedalam mulut pria itu. dia melihat nadi di pergelangan tangan pria itu, dia ingin tahu apakah dia bisa di tolong tanpa menggunakan jarum akupuntur. Setelah merasakan denyut nadi sang pasien agak lemah , dengan terpaksa Alea mengeluarkan kembali jarum akupuntur nya. Setelah menusukkan jarum Akupuntur di titik akupuntur, Alea kembali menggunakan tenaga dalamnya. Dia kembali membantu mendorong darah yang terkena racun keluar dari tubuh pekerja itu . dan perlahan- lahan darah itu keluar melalui luka yang ada di tubuhnya.


Bersambung dulu ya...jangan lupa like, vote dan komennya.

__ADS_1


__ADS_2