
Malam harinya ketika Alea baru saja keluar dari ruang dimensi setelah mandi dan berkultifasi walaupun hanya beberapa jama waktu dunia luar, tiba- tiba terdengar ketukan di pintu kamar yang dia tempati .
Tok tok tok...
"Lea'er...kau sudah bangun...?" terdengar suara putri Yinhan dari luar pintu kamar Alea .
"Ya jiejie..sebentar....!" seru Alea sambil berjalan kearah pintu untuk membukakan pintu kamarnya.
Ketika pintu terbuka, terlihat putri Yinhan Sudah berdiri di depan pintu kamar dengan anggunnya , bersana dua orang pelayan yang membawa dua buah kotak di tangan mereka masing - masing.
"Jiejie ayo masuk...." ucap Alea sambil membuka pintu kamar lebih lebar lagi .
"Aku tidak mengganggu tidurmu kan ...?" tanya putri Yinhan sambil tersenyum.
"Tidak Jiejie..aku sudah bangun sejak tadi....." jawab Alea sambil tersenyum.
"Syukurlah...kau sudah mandi...?" tanya putri Yinhan lagi.
"Sudah...memang ada apa Jiejie...?" tanya Alea.
"Ini...dari pangeranmu..." kata putri Yinhan sambil menyuruh dua pelayan itu untuk memberikan kotak yang mereka pegang pada Alea.
"Pangeran ku...? Siapa...dan apa ini...?" tanya Alea sambil menerima kotak dari para pelayan yang datang bersama putri Yinhan.
"Siapa lagi kalau bukan pangeran Lingzhi mu..Memangnya kau punya pangeran lain selain Putra Mahkota Lingzhi ha...." jawab Putri Yinhan sambil mencubit hidung Alea dengan gemas.
"Bukan begitu Jiejie...rasanya aneh jika kau menyebut pangeran Lingzhi pangeranku...bukankah dia milik rakyat kerajaan Shi..." jawab Alea sambil tersenyum.
"Tapi dia calon suamimu sayang..." jawab putri Yinhan sambil tertawa.
"Jiejie...." terlihat wajah Alea memerah karena malu. Melihat itu putri Yinhan tertawa.
"Terang saja adikku tergila- gila padamu Lea'er...kau semakin cantik saat kau tersipu malu seperti ini..." kata Putri Yinhan kembali tertawa. Alea hanya bisa memperlihatkan wajahnya yang semakin memerah.
"Jiejie...boleh aku buka sekarang...?" tanya Alea pelan.
" Boleh.. " jawab putri Yinhan lembut.
Perlahan Alea membuka kotak itu satu demi satu. dan saat kotak pertama terbuka, terlihat sebuah baju pesta berwarna kuning keemasan yang terlihat kalem dan kitak kedua sepasang sepatu serta kotak perhiasan berada di dalam kotak . Alea kaget melihat barang- barang pemberian pangeran Lingzhi.
"Kak untuk apa barang- barang ini...?" tanya Alea heran .
"Ya untuk kau pakai sekarang sayang ..." jawab putri Yinhan lembut.
"Bukankah hanya makan malam saja kak...?" kata Alea dengan wajah keheranan .
" bukan hanya makan malam sayang...ini perjamuan makan malam.. Akan banyak para mentri dan bangsawan yang akan datang, mereka akan membawa istri dan putra - putri mereka nanti, jadi kekasihmu akan menunjukkan hubungannya pada mereka , agar tidak ada lagi wanita- wanita yang ingin mendekatinya, dan berhayal menjadi kekasihnya...." kata putri Yinhan menerangkan.
"Oo..tapi apakah jiejie akan datang juga...?" tanya Alea lagi.
"Tentu saja .... Mana mungkin aku membiarkan kakak iparmu pergi sendiri di perjamuan nanti..." jawab pitri Yinhan kembali sambil cemberut .
" He he he.. Jiejie takut kehilangan kakak ipar juga ya....?" goda Alea.
"Tentu saja sayang...bukankah kakak iparmu pria tampan...pasti masih banyak gadis yang akan menggodanya...!" ucap Putri Yinhan dengan wajah bangga.
Mendengar perkataan putri Yinhan , Alea tertawa keras.
"baiklah jiejie...aku akan mengganti bajuku dulu..." kata Alea sambil terkekeh.
"Kau harus tampil memukau agar para gadis yang selalu berharap cinta kekasihmu mati kutu, aku akan memanggil seseorang agar membantumu berhias. Agar kau tampil semakin memukau.." kata putri Yinhan sambil tertawa. Dia dan kedua pelayan itu keluar ruangan , tak lama dia masuk lagi dengan dua orang pelayan di belakangnya .
"Kau bantu putri berpakaian dan berdandan...." ucapnya sambil menyuruh mereka masuk.
"Baik putri Yinhan...." jawab kedua pelayan itu sambil membungkukkan badan mereka memberi hormat.
"Ingat buat dia secantik mungkin..." kata putri Yinhan lagi.
"Kami mengerti Putri ...." jawab Mereka kembali.
"Jiejie...kenapa repot- repot sich..aku bisa sendiri kok...!" ucap Alea menolak secara halus.
"Tidak sayang...mereka harus membantumu berdandan, kau tetap harus menerima bantuan dari mereka untuk membuatmu lebih cantik ..." kata putri Yinhan tenang .
"Harus ya...?" tanya Alea bodoh. mendengar kepilisan Alea , putri Yunhan tertawa.
"Harus...kau harus mau, aku tidak ingin adikku marah karena kau tidak di dandani dengan bebar...." ucap putri Yinhan dengan wajah gemas melihat kepilisan Alea.
"Baiklah..." jawab Alea pasrah.
Putri Yinhan tertawa sambil berjalan pergi dari kamar yang di tempati Alea. Akhirnya dengan pasrah Alea menerima bantuan dari dua pelayan itu. Namun benar juga ide Putri Yinhan, bukankah Alea tidak bisa berdandan , jangankan memakai peralatan kecantikan, mengikat rambut saja harus Mimi yang membantu kalau ingin rapi.
Mengingat itu Alea tersenyum sendiri.
Setelah mengganti baju dengan baju yang di kirim Pangeran Lingzhi, Alea segara di bawa ke depan meja rias. dua orang oelayan itu sibuk merias wajah Alea dengan benar, namun meteka merasa tidak kesulitan, karena wajah Alea memang sudah terlihat sangat cantik tanpa riasan di wajahnya.Tak lama terlihat wajah Alea telah berubah. wajah cantik itu hanya mendapat polesan tipis sudah membuat wajahnya cantik luar biasa.
"Putri....anda sangat cantik..." seru salah satu dari pelayan itu.
"Ck...ternyata mulut mu manis juga ,..." ucap Alea sambil tersenyum.
"Tidak putri...anda memang benar- benar cantik ..." kata pelayan satunya dengan wajah terkagum- kagum.
"Baiklah, baiklah...kalau begitu trimakasih atas bantuan kalian..." kata Alea sambil tersenyum.
'Sama- sama putri..." jawab mereka ikut tersenyum pula .
"Ya ampuun sayang...kau cantik banget..." tiba - tiba suara putri Yinhan sudah berada di belakang Alea.
"Trimakasih Jiejie...Jiejie juga cantik..." puji Alea ketika melihat penampilan putri Yinhan yang berada di belakangnya. Dia segera berdiri dan menghadap sang putri.
__ADS_1
"Tak salah kalau adik ku teramat mencintaimu Lea'er..." puji Putri Yinhan sambil melihat penampilan Alea.
"Trimakasih Jiejie...tapi jangan di teruskan, nanti kepalaku jadi besar mendengar pujian jiejie...." seru Alea sambil tertawa lembut. Mendengar perkataan Alea, putri Yinhan ikut tertawa, begitupun dengan pelayan yang tadi membantu Alea berdandan, mereka menutup mulut mereka, takut Alea tersinggung dengan tawa mereka.
"Kau sudah siap...?" tanya Putri Yinhan setelah tawanya meredah.
"Siap kapten..." jawab Alea berkelakar.
"Kalau begitu ayo...pangeranmu sudah menunggumu sejak tadi...' goda putri Yinhan sambil menggandeng tangan Alea keluar dari ruangannya. Ketika mereka sampai di ruang tamu, terlihat pangeran Lingzhi sudah menunggu kedatangan Alea. Dia sedang berbincang dengan suami putri Yinhan.
Saat Alea masuk terlihat pangeran Lingzhi terpanah. Dia terpanah dengan penampilan Alea yang terlihat teramat cantik dan anggun. Dia tertegun dan terdiam cukup lama. Dia hanya diam melihat dan menatap Alea dengan mata tak berkedip.
"Pangeran...apa kita tidak jadi pergi ...?" goda Alea sambil tersenyum. Perkataan Alea menyadarkan pangeran Lingzhi.
"Tentu saja kita pergi , Ayo...." ajak sang pangeran sambil berdiri, Merekapun akhirnya pergi menghadiri perjamuan makan malam di aula kerajaan, begitu pun dengan putri Yinhan, dia dan sang suami berangkat bersama dengan pangeran Lingzhi dan Alea. Ketika mereka tiba di perjamuan, ternyata para mentri dan para bangsawan telah banyak yang hadir bersama keluarga mereka.
Saat Pangeran Lingzhi dan Alea serta putri Yinhan dan suaminya masuk, mereka menjadi sorotan para tamu. Terutama Alea dan pangeran Lingzhi yang malam ini terlihat sangat menawan. Yang satu tampan dan gagah, sedang yang wanita terlihat cantik dan anggun. Mereka terlihat sangat serasi ketika berjalan berdampingan. Banyak tamu wanita terutama para gadisnya yang merasa iri melihat Alea melangkah di sisi pangeran Lingzhi. namun banyak juga yang memuji kecantikan Alea. Dan di antara tamu- tamu itu, ada putri Lan Lan putri mentri Coiran dan ada juga putri mentri keuangan yaitu Lan Wen yang datang bersama kedua orang tuanya. Saat mereka melihat kedatangan pangeran Lingzhi dan Alea serta putri Yinhan Dan suaminya, Lan lan terlihat mengepalkan tangannya di bawa dengan bajunya. Dia merasakan kemarahan yang teramat sangat. Rasa marah, rasa benci, rasa iri bercampur menjadi satu. Dia menatap pada Alea dengan tatapan tajam dan marah. Andai tatapan itu menjadi sebuah pisau, mungkin Alea kini tercabik- cabik oleh ketajaman pisau cemburu dan benci dari mata Putri Lanlan. Ingin rasanya dia mendekati Alea dan menariknya menjauh dari pangeran Lingzhi.
"Lanlan...jangan membuat masalah..." bisik mentri Coiran yang tahu tabiat sang anak. Dia tahu sang putri ingin membuat keributan.
"Tidak ayah...aku akan membuat wanita ja***g itu menjauh dari pangeran Lingzhiku..." seru putri Lanlan dengan wajah marah.
"Jangan macam- macam...di sini banyak tamu orang- orang penting dan bangsawan, jangan membuat Ayah dan ibumu malu..." tekan Mentri Coiran dengan nada marah .
"Aku tak perduli Ayah...aku akan membuat gadis itu merasakan akibatnya karena telah berani mengusik calon suamiku..." kata Putri Lanlan tak perduli.
"Cukup...! Pangeran Lingzhi tidak pernah menyukaimu, kau sendiri yang tergila - gila padanya Lanlan , jadi jangan membuat masalah, dan ingat dia adalah putra mahkota kerajaan ini, dan harus kau ingat lagi , gadis yang ada di sebelahnya adalah calon istri putra mahkota yang pangeran inginkan...!" tekan Mentri Coiran dengan wajah marah.
"Tidak Ayah...Putra Mahkota milikku, tidak ada seorang gadispun yang berhak berada di sisinya kecuali aku...!" seru Lanlan marah...
"Terserah apa katamu, tapii ingat...jika kau mempermalukan Ayah, Ayah tak akan memaafkanmu dan kau tahu akibatnya nanti..." kata perdana Mentel Coiran dengan marah. Mendengar perkataan sang Ayah, putri Lanlan kaget, dia tak menyangka sang Ayah akan terlihat marah dan tak mendukungnya.
"Ayah..." ucap Putri Lanlan dengan wajah kaget. Namun sang Ayah tak memperdulikannya . Mana mungkin dia memperbolehkan sang putri mengusik tabib Hanpey yang mentri Coiran tahu kalau gadis itu kesayangan keluarga kerajaan . karena jika mereka tahu niat putrinya, tak bisa mentri Couran bayangkan akibatnya. Bukan hanya pada putrinya, tapi pada seluruh keluarganya.
"Lanlan...kau harus mendengarkan perkataan Ayahmu kalau kau tak ingin Ayahmu marah..." ucap istri Mentri Coiran lembut. Lanlan hanya mendengus marah.
Begitupun dengan Lan Wen putri Mentri keuangan.
"Ibu...bagaimana ini...kenapa gadis itu bersama pangeran Lingzhi..." bisik putri Lan Wen dengan wajah cemas.
"Dia itu siapa...?" tanya sang ibu.
"Dia hanya seorang suswa dan tabib dari perguruan Calang bu..." jawab putri Lan Wen dengan wajah cemasnya .
"Aah...hanya seorang tabib...mana bisa di bandingkan denganmu Lan Wen..." kata sang ibu.
"Tapi dia selalu dekat dengan putra mahkota ibu..." ucap putri Lan Wen lagi.
"Tenang saja Lan Wen...nanti ibu akan bertanya pada permausuri..." jawab sang ibu.
"Apa ibu sudah menegaskan pada permaisuri tentang hubunganku dengan putra mahkota. ...?" tanya sang putri.
"Sudah..." jawab istri mentri keuangan dengan tenang.
"Permaisuri hanya menjawab kalau putra mahkota sendiri yang akan menentukan kehidupan nya sendiri.." kata sang ibu. Mendengar ucapan sang ibu, putri Lanlan terlihat sangat kecewa,
'Ibu...kenapa kau tidak membujuk permaisuri untuk menyetujui perjodohan ini...!" seru Putri Lanlan dengan wajah kecewa.
"Hey...kenapa kau ketakutan seperti itu... Jangan takut nak.. Dia itu tidak sebanding denganmu.. Kau seorang bangsawan, putri seorang mentri keuangan, pasti raja dan permaisuri memilihmu putriku..." ucap istri mentri keuangan dengan perasaan yakin.
Sedang orang yang mereka percakapan sekarang dengan tenang berjalan bersama pangeran Lingzhi dan putri Yinhan dan suami berjalan menghampiri Jendral Murong dan Raja Rueyan yang sedang bercakap - cakap dengan beberapa mentri.
"Selamat malam paman . selamat Malam yang Mulia..." sapa Pangeran Lingzhi, putri Yinhan dan sang suami.
"Selamat malam Ayah, selamat malam yang Mulia..." sapa Alea bersamaan dengan ucapan Pangeran Lingzhi, putri Yuan dan suaminya. mereka memberi salam pada petinggi kerajaan Long itu dengan sopan .
"Salam kalian aku terima...ini putri Yinhan kan...?" tanya Raja Rueyan sambil menatap putri Yinhan sambil tersenyum.
"Hamba yang Mulia...dan ini suami hamba Mentri Ji..." ucap putri Yinhan ramah.
"Aku dengar kau sudah mempunyai putra, apa benar itu...?" tanya Raja Rueyan lagi .
"Benar yang Mulia..." jawab Putri Yinhan.
"Selamat ya..." ucap Raja Rueyan dengan ramah.
"Trimakasih yang Mulia..." ucap putri Yinhan.
"Apa kabar putriku....? kenapa kau tak datang kerumah Ayah...? dan Selamat malam Raja Rueyan , Putra Mahkota Lingzhi , putri Yinhan dan suami, serta sahabatku Jendral Murong...." sapa perdana Mentri dengan menunduk sedikit memberi hormat. serta di ikuti istri dan kedua putranya. Raja kerajaan Long dan Pangeran Lingzhi serta putri Yinhan dan suami balas menunduk sedikit. Sedang Alea yang membelakangi Perdana Mentri tidak tahu diapa yang datang, mendengar ucapan itu Alea melihat pada suara yang menyapa mereka. saat Alea melihat siapa yang menyapanya, terlihat perdana Mentri Heng bersama istri dan kedua putranya Sauki dan Quiro sedang menunduk hormat pada semua yang ada di sana.
Melihat semua itu, Alea tersenyum dan segera menyapa dengan lembut .
"Selamat malam Ayah , Ibu..apa kabar..." sapa Alea memberi salam dan menghormat .
"Kami baik- baik saja sayang.." ucap Perdana mentri Heng. sedang sang istri segera memeluk Alea.
"Kenapa kau tidak datang kerumah ibu...?" tanya Nyonya Heng sambil menatap Alea yang terlihat sangat cantik malam ini.
"Alea dan Pangeran baru datang dari benua tengah menghadiri pertemuan antar cabang Ibu..." jawab Alea.
"Dan kau memenangkan juara pertamanya kan ...? perguruan Calang merupakan juara pertama di seluruh benua, dan itu berkat adik kami..." ucap Quiro bangga.
"Benarkah sayang...?" tanya nyonya Heng dengan bangga.
"Kakak terlalu membesar- besarkan ibu.." ucap Alea merendah.
"Mana mungkin...guru besar yang mengatakan itu pada kami. dan kau juga juara pertama dalam Alkemia..." ucap Quiro membantah omongan Alea.
"Ternyata calon adik ipar ku seorang gadis tangguh dan jenius..." ucap putri Yuan . membuat pipi Alea memerah karena malu.
__ADS_1
"Selamat adikku...kau memang membanggakan kami..." ucap Sauki.
"Hey sahabatku yang paling baik...kenapa kau tidak memberitahukan kalau kau menjadikan putriku , anak angkatmu ha....?" ucap Jendral Murong pura- pura marah.
"Ha ha ha...kalau aku mengatakan padamu, pasti kau akan menghalangi niat ku, sekarang Alea bukan hanya menjadi putrimu, dia sekarang putriku juga, Lihatlah dia sudah kuikat dengan sah menjadi putriku..." ucap perdana Mentei Heng sambil menunjukkan gelang keluarga yang ada di pergelangan tangan Alea.
"Kau ini...." ucap Jendral Murong Han yang tak lagi bisa berkata apa- apa . Melihat itu Perdana Mentri Heng teryawa senang.
"Ayah, ibu...apakah kalian tak memperkenalkan aku pada adik baruku...?" sebuah suara mengagetkan mereka semua. mereka melihat seorang pria tampan berdiri di belakang Nyonya Heng dan perdana Mentri Heng.
"Kwecang...kau dari mana saja nak... Kau belum menyapa mereka...?" ucap Perdana mentri pada putra ketiganya.
Kwecang seger menyapa dan memberi salam pada semua orang, terutama Pangeran Lingzhi. dan ternyata dia sahabat pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya . mereka bersahabat sejak kecil. Setelah itu dia kembali menatap pada sang ibu.
"Ibu...inikah adik kami..?" tanya Kweceng pada sang ibu, dia mendekati Alea yang berdiri di depan nyonya Heng . namun sebelum dia sampai di depan Alea. terlihat tangan pangeran Lingzhi menahannya.
"Tidak usah terlalu dekat, cukup sampai di sini kau bisa melihat calon istriku..." ucap Pangeran Lingzhi dengan posesif.
"Hey...dia adikku..."seru Kwecang .
"Tapi dia calon istriku..." ucap Pangeran Lingzhi kesal.
"Tidak bisa ...dia adikku..." seru Kencang tak mau kalah .
"Hey kalian ini... kenapa setiap bertemu selalu bertengkar..." sela putri Yinhan sambil memukul bahu Kweceng dan Pangeran Lingzhi pelan. mendapat pukulan dari outri Yinhan keduanya tertawa bersama .
"Lea'er...kau jangan terkejut jika melihat tingkah mereka berdua seperti itu, lebih baik kau jewer telinga mereka berdua agar mereka berhenti bertengkar..." ucap Putri Yinhan pada Alea.
"Baik jiejie...aku akan mendengarkan perkataan jiejie, dan akan melaksanakannya .." ucap Alea sambil tersenyum cerah. melihat senyum Alea , Kweceng tertegun . dia menatap senyum Alea dengan wajah bodohnya.
Melihat tingkah Kweceng Pangeran Lingzhi gemas. Namun sebelum dia memukul sang sahabat terdengar kasim kerajaan meneriakkan kalau Raja Rong Kyu akan memasuki ruangan. terlihat Raja dan permaisuri serta kedua selir raja memasuki ruangan. juga beberapa pangeran dan putri berada di belakang sang Raja dan Permaisuri.
"Salam sejahtera Raja Dan Permaisuri kerajaan Shi..." seru mereka bersamaan sambil memberi hormat.
"Trimakasih...salam kalian aku terima..." ucap Raja Rong Kyu membalas penghormatan mereka. Raja Rongkyu segera duduk di singgasananya. dan semua undangan mencari tempat duduk yang sudah di siapkan untuk mereka.
Setelah mereka semua duduk, Raja Rong Kyu berbicara kembali.
"Saya ucapkan terimakasih pada kalian semua, yang mana kalian telah menyempatkan diri menghadiri perjamuan makan malam untuk menghormati sahabatku Raja dari kerajaan Long yang telah datang di kerajaanku bersama Jendral yang dia percaya. selain itu ada kabar baik yang akan aku sampaikan pada kalian semua.
yaitu...mulai saat ini Putri Lea Min Han putri dari Jendral besar kerajaan Long, dan putri Angkat perdana Mentri Heng saya nyatakan sebagai calon putri mahkota Kerajaan Shi, dan pertunangannya akan di selengarakan di sini dua bukan lagi. Dan untuk pengikat sementara juga sebagai bukti kalau dia calon putri mahkota yang sebenarnya , aku akan memberikan Cincin ini sebagai buktinya. nach Pangeran , Putri Lea Min Han kemarilah. ...Oangeran, sematkan cincin ini di jari manis calon putri Mahkotamu..." ucap Raja Rong Kyu sambil memberikan kotak kecil berisi Cincin pengikat untuk Alea. perkataan Raja Rong membuat sebagian orang yang belum tahu Alea terkejut. begitu juga dengan putri Lanlan , dia sangat marah dan tak terima, tiba - tiba dia berjalan kedepan dan berbicara di hadapan Raja Rong Kyu .
"Yang Mulia itu tidak boleh terjadi, putra Mahkota tidak boleh mengambil seorang calon putri mahkota yang bukan dari kerajaan ini, itu tidak adil yang mulia...!" seru putri Lanlan dengan berani .
"Kau menyangkal keputusanku...?" kata sang Raja dengan agak marah.
"Lanlan cukup...! maafkan putri Hamba yang lancang yang mulia..." ucap mentri Coiran ketakutan.
"Tidak ayah...aku mencintai putra mahkota Ayah...aku sangat mencintainya, dan aku yakin putra mahkota juga mencintaiku, mana bisa dia mengambil putri Mahkota dari kerajaan lain..." seru Lanlan marah. karena cemburu dan iri dia lupa di mana dia sekarang, dia lupa dengan siapa dia berbicara.
"Lancang sekalian kau putri...siapa yang mencintaimu... dari mana kau berfikir aku menyukaimu...?" seru Pangeran Lingzhi marah.
"Sabar yang Mulia..." ucap Alea sambil mengusap lembut tangan yang sedang menggenggam tangannya sejak tadi.
"Karena aku sangat mencintaimu Putra Mahkota, dan akulah yang lebih cocok mendampingi dirimu..." ucapnya dengan wajah menatap pangeran Lingzhi.
sedang Raja sudah mulai kesal.
"Berani sekali gadis ini membuat masalah..." kata Raja Rong dalam hati.
"Mentri Coiran ..andai aku tak memandang pengorbananmu pada kerajaan , pasti aku sudah menghukum putri mu yang kurang ajar ini, tapi karena aku memandang budimu maka bawa putri mu keluar dari sini, dan aku tidak ingin melihat dia berada di sekitar istana ini lagi ..." ucap Raja Rong Kyu dengan dingin.
"Trumakasi yang Mulia...hamba akan mendidik putri hamba lebih baik lagi . Hamba mohon diri, maafkan kami yang telah merusak acara ini..." mentri Coiran memberi hormat lalu membawa putrinya dengan paksa keluar dari perjamuan. terdengar teriakan putri Lanlan yang tidak mau diajak pergi. Setelah kepergian putri Lanlan, acarapun di lanjutkan. pangeran Lungzhi dengan bangga memasukkan cincin dari Raja Rong Kyu ke jari manis putri Lea Min Han. Di saksikan oleh para pembesar kerajaan Shi . Melihat semua yang terjadi, Raja Rueyan merasa sangat kecewa. gadis yang dulu hampir menjadi menantunya, kini telah menjadi calon menantu kerajaan Shi. Dia menyesalkan keputusan yang di ambil oleh putranya pangeran Fang yang terburu- buru.
"Jendral ...mengapa kau biarkan Raja Rong Kyu menjadikan putri Lea sebagai menantu..." ucap Raja Rueyan dengan kecewa.
"Karena hamba melihat mereka saling mencintai yang Mulia..." ucap Jendral Murong Han pelan. Dia ingat sore tadi setelah Alea pergi dari istana tempat mereka tinggal, tiba- tiba seorang prajurit datang ke istana kediaman mereka, prajurit itu berkata kalau Raja Rong Kyu ingin mengatakan sesuatu padanya.
Dengan perasaan heran dia datang ke tempat ruang kerja Raja Rong Kyu. ketika sampai di sana , ternyata Raja Rong Kyu melamar putrinya Lea Min Han untuk di jadikan istri dari putra Mahkota. dan Raja Ring Kyu juga sudah tahu semua masalah yang terjadi pada Alea. setelah mendengar dan melihat kalau keluarga Raja dan pangeran Lingzhi sangat mencintai putrinya, dengan rasa syukur Jendral Murong Han menerima pinangan yang di ajukan Raja Rong Kyu. karena itulah malam ini Raja Rong Kyu mengumumkan setatus Alea. Raja Rueyan tidak bisa berkata- kata lagi. dia hanya bisa menyesali sikap sang putra dulu . Setelah acara penyematan cincin di jari Alea, acarapun di lanjutkan. Saat Alea mendapat cincin dari putra Mahkota, terlihat Lan Wen meneteskan air mata.
"Ibu...kenapa jadi begini...?" tanya Lan Wen pada sang ibu yang terlihat juga syok sejak saat mendengar perkataan Raja Rong Kyu kalau gadis itu telah terpilih menjadi putri Mahkota.
Angan- angannya untuk menjadi besan permaisuri Shulia kandas di tengah jalan, Keinginan menjadikan putrinya seorang putri Mahkota hilang di telan angin. dia fikir karena dia dekat dengan Permaisuri, maka keinginannya untuk menjodohkan putri satu- satunya dengan putra sang penguasa akan terlaksana dengan mudah. tapi ternyata putra Mahkota yang dingin itu tidak tertarik pada sang putri.
"Tenanglah nak...bukankah kau masih bisa jadi selir pangeran Lingzhi..." ucap sang ibu.
"Aku ingin jadi permaisuri ibu..." jawab
Putri Lan Wen.
"Tenang nak... kita akan menjadikanmu permaisuri secara perlahan..." kata sang ibu dengan senyum liciknya.
"Benarkah ibu...?" kata putri Lan Wen dengan wajah bahagia.
Namun keinginan mereka buyar seketika saat mereka mendengar ucapan sang Pangeran dan di setujui sang Raja.
"Ayah...aku akan mengatakan ini sekarang, aku tidak akan mengambil seorang selir di dalam kehidupan rumah tanggaku, aku akan memiliki seorang istri satu- satunya yaitu putri Mahkotaku yaitu putri Lea Min Han sebagai istriku satu- satunya selama hidupku. jadi aku harap para pembesar kerajaan yang di dalam hatinya berkeinginan putrinya akan di jadikan Selirku, mulai sekarang hilangkan itu dari fikiran kalian...." kata pangeran Lingzhi dengan wajah dinginnya.
"Baik nak...Ayah menyetujui itu..." jawab Raja Rong Kyu dengan tenang.
"Trimakasih Ayah..." ucap Pangeran Lingzhi dengan bahagia. Setelah itu acarapun di lanjutkan dengan makan bersama.
💖💖💖💖💖
Keesokan harinya setelah selesai makan pagi bersama, Jendral Murong Han, Alea, pangeran Lingzhi Jihao dan Guansi serta Raja Rueyan pergi ke kerajaan Long. Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya mengantar Alea pergi ke kerajaan Long untuk melihat kondisi Kaisar tua Ayah dari Raja Rueyan.
Raja Rueyan menaiki kereta berlambang kerajaan Long, sedang Jendral Murong Han, Alea, Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya menaiki kuda. sebenarnya Alea di minta ikut naik kereta, tapi dia menolak karena dia lebih senang naik kuda.
Maaf segini dulu cerita hari ini, besok gue lanjut lagi .
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komennya selalu author tunggu,
Bersambung.