PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
KE KACAUAN KECIL.


__ADS_3

Pagi hari Alea bangun karena merasakan benda berat menimpah tubuhnya. Saat mata Alea terbuka, ternyata di atas pinggangnya ada tangan kekar melingkar di tempat itu. Hampir saja Alea menjerit kaget , kalau dia tidak melihat wajah tampan itu kini sedang berbaring di sebelahnya. Akhirnya dia sadar kalau dia kemarin telah resmi menjadi istri dari seorang Putra Mahkota yaitu pangeran Lingzhi. Dan dia mengingat apa yang kejadian tadi malam antara dirinya dengan pangeran Lingzhi. Tentu saja mengingat semua itu wajah Alea menjadi merah karena malu.


Dan dia semakin malu setelah melihat kalau tubuh mereka berdua polos tanpa busana. dia merasakan dekuruh tubuhnya sakit semua . Perlahan Alea membuka tangan pangeran Lingzhi. Namun bukannya terbuka, tangan itu malah lebih menempel erat di pinggang Alea. Karena tak ingin sang suami bangun, Akhirnya Alea menghentikan usahanya . dia menatap wajah pangeran Lingzhi yang ada di sampingnya. Perlahan dia menghadap pada wajah sang suami , dia menatap wajah tampan yang ada di depannya .


"Hmm...ternyata kau tampan sekali suamiku...pantas saja banyak gadis yang tergila- gila padamu. aku kasikan pada mereka , bagaimana perasaan mereka ketika kau bersanding denganku kemaren, apakah banyak yang patah hati ya...?' ucap Alea sambil membelai wajah tampan itu sambil tersenyum . perlahan Alea mengecup lembut hidung pangeran Lingzhi yang mancung itu. Lalu kembali menatapnya dengan wajah senang.


"Apakah kau sudah puas menatap wajah tampanku sayang...?" kata pangeran Lingzhi tiba- tiba membuat Alea terlonjak kaget.


"My Zhi...kau sudah bangun...?" seru Alea kaget. Pangeran Lingzhi hanya menjawab dengan mengangguk kepalanya .


"Sejak kapan...?" tanya Alea dengan perasaan malu .


'Sejak seorang istri mengagumi ketampanan sang suami..." goda pangeran Lingzhi.


"Jadi kau sudah bangun sejak tadi...?" tanya Alea kaget. Pangeran Lingzhi kembali memeluk tubuhnya .


"Iya ada apa..? Apakah kau hanya berani melihat suamimu saat dia tertidur hm.?" goda Pangeran Lingzhi dengan wajah nakal.


"My Zhi...cukup ya...aku mau bangun.." ucap Alea karena merasa malu sambil ingin melepas tangan Pangeran Lingzhi yang masih memeluk pinggangnya. Namun tangan itu semakin erat memeluknya.


"My Zhi...!" seru Alea kesal, karena dia merasa sangat malu, perbuatannya ternyata ketahuan sang suami. kalau dia sedang mengagumi wajah Pangeran Lingzhi.


" Ada apa ..? kenapa kau malu, dan Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu..." jawabnya dengan wajah seperti orang teraniaya.


"Tanggung jawab...? Tanggung jawab apa...?" tanya Alea heran.


"Karena kau telah menggodaku, jadi kau harus bertanggung jawab untuk itu..." jawabnya dengan wajah sedih.


"Aku menggodamu...? Kapan...?Katakan yang jelas apa maksudmu..?" tanya Alea polos dan terlihat kecemasan di matanya.


"Kau menggodaku dan sekarang aku menginginkan dirimu lagi...." kata Pangeran Lingzhi sambil bergerak keatas Alea. Tentu saja Alea kaget.


"My...." dan kalimat itu tidak dapat di teruskan karena pangeran Lingzhi telah kembali meminta haknya sebagai seorang suami pada Alea. Dan Aleapun hanyabbisa pasrah tak bisa berbuat apa- apa.


"Dasar pria mesum...tadi malam sudah meminta beberapa kali dan kini pagi - pagi meminta lagi...umpat Alea dalam hati ( dan author nggak bisa ngejelasin kan ...coba bayangin sendiri ya...🤣🤣


Maaf...)


Dan pagipun berlalu dengan kebahagiaan pangeran Lingzhi yang bisa membuat putri Alea kelelahan . Alea tertidur kembali karena kelelahan. Saat dia terbangun terlihat sang suami sudah rapi dan kini berada di dekatnya sambil memainkan hidung Alea.


"Hmm ...kau sudah mandi..?" tanya Alea dengan suara khas orang bangun tidur.


"Sayang ayo bangun...hari sudah siang dan kau belum makan... ayo bangun, mau kumandikan...?" tanya Pangeran Lingzhi lembut.


"Tidak...aku bisa mandi sendiri...tolong mintakan air hangat untukku My Zhi...?" ucap Alea.


"Sudah ada di kamar mandi...ayo aku bantu bangun..." kata pangeran Lingzhi lembut.


"Tidak..aku bisa sendiri..." jawab Alea, dia ingat kalau sekarang di balik selimut ini tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh putih nya. Dengan menarik selimut untuk menutup tubuh polosnya , Aleh berusaha bangun dari tempat tidur . dia berdiri dan berusaha berjalan , namun baru saja satu langkah, dia merasakan sakit di bagian bawah perutnya.


"Aauuu.." serunya tertahan. Pangeran Lingzhi yang sejak tadi sudah memperhatikan dirinya. Segera berjalan mendekatinya dan mengangkat Alea dengan membuang selimut yang menutupi tubuh halusnya.


"Aauu My Zhi...apa yang kau lakukan... Turunkan aku...!" serunya kaget.


Apalagi dia di gendong dalam keadaan tampa busana.


"Apa yang kau permalukan lagi...aku sudah melihatmu berkali kali tadi malam dan tadi...?" goda pangeran Lingzhi.


"Ck..kau memang suami mesum..." ucap Alea sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu. Melihat sang istri malu , pangeran Lingzhi semakin ingin menggodanya.


"Mesum pada istri sendiri tidak masalah, karena itulah kita menikah agar kau bisa selalu aku mesumi..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencium rambut Alea yang wangi. Alea hanya bisa tersenyum bahagia.


Sesampainya di bak mandi. Pangeran Lingzhi memasukkan Alea kedalam bak mandi yang telah di isi air hangat. Setelah itu dia menyingsingkan lengan bajunya dan mulai memandikan Alea .


"My Zhi..tidak usah, kau oergilah aku bisa mandi sendiri.." ucap Alea .


"Tidak, kau sekarang milikku dan kau sudah menjadi tanggung jawabku. Kau sekarang kelelahan karena ulahku. Nach sekarang kau akan aku mandikan..." ucap Pangeran Lingzhi Lembut


"Tapi My Zhi.."


"Diamlah...atau aku akan membuatmu semakin lelah...?" kata pangeran Lingzhi sambil menatap Alea dengan mata menggoda. Tentu saja ancaman itu langsung membuat Alea diam dan menurut. Kalau tidak pasti ancaman pangeran Lingzhi akan terjadi . Pangeran Lingzhi tersenyum senang melihat istrinya diam dan menurut.


Setelah selesai pangeran Lingzhi membawa Akea kembali kekamar dan menaruhnya di atas tempat tidur. dia membantu Alea mengeringkan badannya serta memakaikan baju .


"My Zhi...biarkan aku melakukan sendiri, bukankah kau sudah memandikanku, aku bukan anak kecil ..." ucap Alea sedikit kesal. Sebab dia merasa bagai seorang gadis kecil yang di mandikan oleh sang Ayah.


"Baiklah kalau maunya istriku seperti itu.." ucapnya sambil mencium kepala Alea sayang.


"Aku keluar dulu sebentar...jangan kemana - mana...?" kata pangeran Lingzhi sambil berjalan keluar kamar.

__ADS_1


"Iya..." jawab Alea, dia segera memakai bajunya sendiri.


"Ck...apa begini ya jadi pengantin baru.. Mandi aja harus dia yang memandikan, atau dia aja yang terlalu protektif ... emang aku anak kecil.." sungut Alea.


Tak lama terlihat Pangeran Lingzhi telah kembali bersama beberapa pelayan yang membawa makanan buat mereka berdua.


"Sayang kemarilah...ayo makan.." ajak pangeran Lingzhi sambil tersenyum lembut pada Alea yang sedang menyisir rambutnya . Para pelayan yang melihat tingkah pangeran Lingzhi pada Alea sangat kaget . Tapi mereka segera keluar setelah menata makanan di meja yang ada di kamar pangeran Lingzhi.


Namun mereka sempat melirik oada Akea yang sedang menyisir rambutnya yang basah . Mereka sangat mengagumi kecantikan Putri Mahkota. Tak salah jika Putra Mahkota begitu mencintai putri Alea.


Sedang Alea sendiri saat itu segera menghentikan kegiatannya , Dia berjalan kearah pangeran Lingzhi yang sudah menunggu dia di depan meja yang penuh dengan makanan.


"Sini sayang...kau mau makan Apa...?" tanya pangeran Lingzhi lembut setelah melihat Alea berjalan mendekatinya. Dia menuntun Alea agar duduk di kursi yang dia inginkan , setekah melihat Alea duduk dengan manis.


"Apa saja karena aku sudah lapar My Zhi..." kata Alea dengan wajah kelaparan. Pangeran Lingzhi tersenyum melihat sang istri terlihat sudah kelaparan.


Alea makan dengan lahab , dia tak petduli dengan oangeran Lingzhi yang ada di depannya .


"Sayang...pelan- pelan...tidak ada yang akan merebut makananmu..." jawab Pangeran Lingzhi sambil tersenyum . Alea menatap Pangeran Lingzhi dan tersenyum lucu.


"Maaf aku lapar sekali. Kemaren sejak siang aku belum makan dan sekarang kau lihat sudah siang kan...?" jawab Alea dengan wajah cemberut.


"Apaa...kau tidak makan sejak kemaren siang...?" tanya pangeran Lingzhi kaget.


"Bukan cuma siang, tapi kemaren aku belum makan sama sekali sejak pagi..." jawab Alea sambil cemberut .


"Apaaa...!" seru pangeran Lingzhi kaget.


"Kenapa kau tidak makan...?" tanya pangeran Lingzhi marah.


"Mana sempat makan, aku langsung di dandani oleh mereka..." jawab Alea.


"Apa mereka tak menyuruhmu makan lebih dahulu..." terlihat kemarahan di wajah Pangeran Lingzhi. Melihatnya Akeh sadar dengan ucapannya. dia melihatbpangeran Lingzhi marah dan dia takut Pelayan yangvtidak bersalah akan celaka.


"Tunggu...jangan salahkan mereka, semua ini bukan salah mereka, mereka sudah memaksaku untuk makan dan aku yang tidak mau..." jawab Alea berhenti dari makannya.


"Apa benar itu...?" tanya Pangeran Lingzhi tak percaya.


"Iya... aku yang menolak, aku fikir acaranya cuma sebentar ternyata sampai malam, dan kau juga salah. Kau tidak memberiku kesempatan untuk makan.." lanjut Alea sambil cemberut.


Dia menyembunyikan kebenarannya, para pelayan kemaren memang sedang melupakan dia untuk memberi Alea makan atau memang ada kesengajaan. Entahlah Alea tidak tahu.


Namun beda dengan kemaren , dia tidak makan buah pohon kehidupan setelah itu sehari- semalam tidak makan dan harus bekerja kuat lagi...untung bukan orang biasa , andai itu orang biasa mungkin sudah jatuh pingsan.


Tanpa Alea sadari sebenarnya pangeran Lingzhi menyadari kebohongan Alea. Setelah makan selesai dia menemui dua pengawal kepercayaan nya. Dia menyuruh Jihao dan Guansi untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi. Saat pangeran Lingzhi keluar , Alea segera memanggil Mimi.


"Gimana kak...apakah kau sudah menemukan biang keroknya...?" tanya Alea dengan wajah kesal.


'Apa Lea'er bi..bi apa Lea'er...?" tanya Mimi tak mengerti.


"Biang kerok kak...biang kerok itu pembuat masalahnya kak..." jawab Alea.


"Ooo.. Sepertinya pembuat masalah adalah kepala pelayan Lea'er...sebab kata para pelayan putrilah yang tak ingin makan karena mau menikah . sebenarnya Sella dan Gita ingin membawakan makanan buat Putri, tapi di hadang oleh kepala pelayan, Setelah itu mereka di pindahkan ke gudang bahan.." jawab Mimi dengan nada kesal.


"Apaa...di gudang bahan makan..?" tanya Alea kaget.


"Benar Putri...!" ucap Alea marah.


"berani sekali mwteka memindahkan pelayanku tanpa ijin dariku , ayo ikut aku kak...!" ucap Alea segera berdiri dari duduknya.


"Baik Putri..." jawab Mimi. Namun sebelum mereka keluar dari kamar Alea tiba- tiba pintu terbuka.


"Sayang...kau mau kemana...?" tanya Pangeran Lingzhi yang baru masuk.


"Ah My Zhi...maaf boleh aku keluar sebentar...?" tanya Alea sambil tersenyum.


"Mau kemana...? Mimi..keluarlah


aku ..." kata pangeran Lingzhi pada Mimi.


"Baik yang Mulia..." jawab Mimi. Mimi segera keluar dari kamar mereka.


"Sekalian tutup pintunya...!" seru pangeran Lingzhi lagi. Setelah Mimi keluar Pangeran Lingzhi menghampiri Alea. Dia memeluk pinggang sang istru lembut.


"Sayang...ada apa...? Jangan coba- coba membohongi suamimu ini, aku tahu tadi kau Telah berbohong padaku . Jadi tolong jangan lagi ..." kata Pangeran Lingzhi sambil memeluk Alea.


"Ck..kenapa sich kau tidak bisa di bohongi sedikiiiit saja..." kata Alea kesal.


"Matamulah yang tidak bisa berbohong . nach sekarang katakan padaku sebenarnya ada apa...?" tanya Pangeran Lingsi sambil menatap Alea dengan penuh kasih.

__ADS_1


"Baiklah akan kukatakan...sebenarnya aku kemaren itu tidak makan memang disengaja oleh seseorang, entah maunya apa dia. Dia mengatakan pada semua orang kalau aku emang sengaja tidak mau makan karena akan menikah , namun Sella dan Gita tidak percaya. Mereka dengan sengaja ingin membawakan aku makan, tapi kepala Pelayan mengatakan kalau aku yang tidak mau makan karena akan menikah. Mungkin karena mereka tetap ngotot akhirnya pelayan pemberian nenek di pindah ke gudang makanan oleh kepala pelayan. Dan aku sekarang akan pergi kesana mengambil mereka My Zhi..." jawab Alea sambil menatap Pangeran Lingzhi. Terlihat wajah pangeran Lingzhi memerah karena marah. Dan tak lama dia berteriak dengan keras .


"Jihaooo...!" serunya nyaring.


jihao masuk kedalam ruangan dengan wajah cemas.


'Hamba yang mulia..." jawanJihao .


"Tangkap kepala pelayan dan bawa dia kegudang , serta keluarkan Sella dan Gita dari gudang makanan....!" seru Pangeran Lingzhi pada Jihao .


"Baik Yang Mulia...hamba undur diri.." jawab Jihao . dia memberikan hormat lalu segera keluar kamar sang Pangeran Mahkota.


"Sudah puas Sayang ...?" tanya pangeran Lingzhi pada Alea.


"Belum.. karena wanita kepala pelayan itu belum di tangkap dan belum tahu apa mau dia ...." jawab Alea manja. melihat Akeh manja , kemarahan Pangeran Lingzhi lumer seketika.


"Sebentar lagi kau akan melihat wajahnya dan kau akan tahu kenapa di melakukan nya..." kata pangeran Lingzhi sambil mencium dahi sang istri.


Tak berapa lama Guansi telah datang , dia memberi salam lalu berubah .


"Jihao menghadap Pangeran dan putri .."ucap Jendral Guansi .


"Bagaimana...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Mereka ada di gudang yang mulia..." jawab Jendral Guanzhi.


"Bagus ...ayo sayang kita pergi melihatnya..." kata pangeran Lingzhi. Terlihat sekali ada kemarahan di wajahnya. Mereka keluar dari kamar mengikuti Jendral muda Guansi . Mimi dan Zheng Bai ikut mereka . Pangeran Lingzhi menggandeng tangan Alea dengan lembut. Mereka berjalan menuju arah belakang istana. Dan akhirnya mereka sampai di depan pintu sebuah ruangan yang ada di belang istana pangeran Lingzhi. Jihao yang melihat kedatangan mereka segera membuka pintu ruangan itu. Pangeran Lingzhi dan Alea segera masuk kedalam kamar itu setelah Jihao membukanya dengan lebar di ikuti para pengawal mereka . Saat mereka sampai di dalam terlihat tiga orang wanita berada di sana. Sella dan Gita serta seorang wanita paruh baya yang terlihat berwajah cemas. Saat dia melihat kedatangan pangeran Lingzhi dan Alea serta oara pengawalnya, terlihat wajahnya kaget dan pucat. Sedangkan Sella dan Gita terlihat sangat bahagia. Jihao segera mengambilkan tempat duduk untuk kedua majikannya. Alea dan Pangeran Lingzhi segera duduk di kursi itu dengan tenang. Namun wajah mereka terlihat sangat marah.


"Salam sejahtera Putra Mahkota dan Putri mahkota, semoga selalu bahagia.."sapa mereka bertiga. Sella dan Gita mengucapkan dengan bahagia, sedang wanita itu mengucapkan dengan wajah pucat dan gemetar.


Pangeran Lingzhi hanya melambaikan tangannya sebagai tanda salam mereka sudah dia terima.


"Kalian berdua...kenapa beberapa hari ini kalian tidak menjalankan tugasmu dengan benar. Apakah kalian sudah bosan membantu Pitri mahkota...?Kalian pergi kemana...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan nada marah .


"Maaf yang Mulia kami bukannya bosan melayani Putri tapi kami di tugaskan ke gudang makanan ...!" jawab Sella dengan wajah sedih.


"Ke gudang makanan...? Apa kalian sudah berpindah tugas...? Dan siapa yang berani mengganti tugas kalian..? Bukankah kalian merupakan dayang hadiah untuk Putri Mahkota...? Seharusnya kalian tahu kalau bukan perintah Putri Mahkota , kalian tidak boleh mengikuti perintah orang lain, apakah kalian tidak paham itu...?" tanya Pangeran Lingzhi kesal.


"Tapi kata kepala pelayan Putrilah yang memerintahkan itu pada kami...?' kata Sella dengan wajah menatap kepala pelayan. yang terlihat gugup dan ketakutan .


"Apa benar yang di katakan mereka kepala pelayan...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah marah menatap kepala pelayan .


"Tidak pangeran...mereka sendiri yang meminta untuk di pindahkan, mereka mengatakan sudah bosan melayani tuan Putri...!" ucap Wanita itu dengan berani.


"Itu bohong Pangeran....!" seru kedua pelayan itu.


"Kami tidak pernah merasa bosan melayani tuan Putri. Kami sayang pada tuan putri, dia adalah majikan , sahabat , serta saudara buat kami, mana mungkin kami bosan yang Mulia...!" seru Sella dengan marah.


"Tidak ..! Kalian berkata seperti itu padaku keti...." belum sempat tersekesaikan ucapan kepaka pelayan tiba- tiba terdengar suara tamparan menggema di udara .


Plaak.....


"Kau fikir kami percaya...kau belum tahu siapa putri Alea ha...lancang sekali kau mengatakan itu pada kami. Sekarang katakan yang sebenarnya, siapa yang telah menyuruhmu untuk tidak memberikan makanan pada putri saat sebelum Putri berhias dan memakai baju pengantin...?" tanya Pangeran Lingzhi marah.


""Tidak yang Mulia...hamba tidak memerintahkan itu..!" seru kepala pelayan dengan wajah semakin pucat.


"Bohong yang Mulia...dia mengatakan pada para pelayan agar tidak mengirimkan makanan apapun atas perintah Putri Alea sendiri ..!" kata Sella dengan marah.


"Jihao , Guansi...urus wanita itu agar dia mau mengakui siapa yang telah menyuruh dia, aku keluar dulu . dan kalian berdua ikut kami....!" seru Pangeran Lingzhi dengan wajah terlihat semakin marah.


"Baik Yang mulia..." jawab Jihao dan Guanzi serempak sambil memberi hormat.


Pangeran Lingzhi dan Alea keluar dari ruangan itu bersama kedua pelayan setia Alea serta kedua pengawal Putri Alea . mereka kembali ke kamar mereka.


"Kalian berdua rawat kembali Putri Mahkota. di hari selanjutnya jangan mau di perintah siapapun selain putri Alea ,mengerti...!" kata Pangeran Lingzhi pada Sella dan Gita.


"Kami mengerti Yang Mulia..." jawab mereka serempak.


"Sayang...aku pergi dulu, aku akan keluar sebentar. .." ucap Pangeran Lingzhi sambil memeluk dan mencium kening Putri Mahkota. sedang kedua pelayan dan kedua pengawal Alea membalikkan badan mereka.


"Zheng Bai dan kau Mimi jaga Putri Mahlota dengan benar. jangan sampai kejadian ini terulang lagi, kali ini aku tidak menghukum kalian semua, tapi tidak untuk lain kali..." kata Pangeran Lingxhi datar.


"Trimakasih Yang mulia..kami akan lebih hati- hati, maafkan kami..." ucap Zheng Bai dengan wajah menunduk.


"Ya sudah aku pergi dulu..." kata Pangeran Lungzhi sambil berjalan keluar. Setelah itu terlihat pangeran Lingzhi keluar dari kamar nya.


..Maafvsegini dulu ceritanya. besok aku sambung lagi . jangan lupa like, vote dan komennya ya...?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2