
Setelah mengetahui kalau mereka harus menempuh perjalanan hanya satu bulan setengah, Alea dan kawan- kawan akhirnya mempercepat perjalanan mereka. Mungkin karena mereka sudah tertinggal cukup jauh dari peserta lainnya, saat mereka sampai di desa persinggahan, mereka tidak melihat adanya peserta lainnya . hingga mereka bisa menikmati tidur dengan tenang. Keesokan paginya mereka segera berangkat kembali. Dan itu berlanjut hingga beberapa hari. Pangeran Huang semakin tahu sifat Alea, beberapa minggu hidup bersama Alea dan teman- temannya, Pangeran tahu kebaikan Alea, serta solidaritas kesetia kawanan Alea pada teman dan sahabat yang dalam satu perjuangan , Hingga pagi ini mereka berangkat bersama- sama menuju daerah selanjutnya. Kini mereka berada di hutan yang terlihat cukup lebat. Saat Alea bersama rombongan berjalan menyusuri lebatnya hutan., tiba- tiba beberapa orang pria datang .
"Maaf tuan dan Nona...apa anda melihat seekor harimau saat melintasi daerah sini...?' tanya salah satu dari mereka.
"Harimau...?" tanya Alea dengan wajah heran.
"Benar..harimau milik kami lepas dari kandangnya..." jawab pria itu sedikit mencurigakan .
'Maaf kami tidak berjumpa dengan seekor hewan satu pun hari ini tuan..." jawab Alea dan di benarkan oleh yang lain.
"Kalau begitu kami pergi dulu nona.. Sampai jumpa lagi.." jawab Pria itu lalu pergi kearah berlawanan.
"Lea'er...aku mencurigai perkataan pria tadi, jangan - jangan mereka sedang mengejar hewan buruan mereka.." ucap White dari dalam ruang dimensinya.
"Mungkin mereka pemburun gege.." ucap Alea.
"Mana ada pemburu di dunia kecil Lea'er..." jawab White lagi.
"Lalu apa yang harus aku perbuat gege.?" tanya Alea.
"Kita selidiki mereka, kau suru teman- temanmu melanjutkan perjalanan, lalu kita ikuti pria- pria tadi.." ucap White lagi.
"Benar sekali ide White Lea'er..."kata Lauyan .
"Baiklah..." ucap Alea. Dia segera menyuruh teman- temannya untuk melanjutkan perjalanan nya, sedang dia sendiri ada pekerjaan penting yang harus dia kerjakan . " ucap Alea pada mereka.
"Putri saya ikut...!" seru Zhen Bai pada Alea .
"Tidak usah kak Zhen...aku hanya sebentar saja...!" seru Alea sambil berlari dengan cepat. Dengan sekejap saja Alea sudah tidak terlihat lagi.
"Gimana Pangeran...apakah kita melanjutkan perjalanan..?"ucap Zhen Bai dengan wajah masich terlihat cemas.
"Entahlah...aku tidak tahu..aku masih menghawatirkan Putri Lea.." jawab Pangeran Huang.
"Lebih baik kita pergi, jangan terlalu menghawatirkan Lea'er..dia bukan pergi sendiri. Masih ada empat hewan kontraknya yang bersama dengan dia.." ucap Lian Han tenang.
"Empat hewan kontrak ..?" tanya Pangeran Huang.
"Benar...putri Lea memiliki empat hewan kontrak dan beberapa puluh serigala hitam yang tunduk padanya..." kata Qing Ju menimpali.
"Empat hewan kontrak dan serigala hitam...? Apa maksud nya...?" tanya Pangeran Huang heran. Dia memang tahu kalau Alea memiliki hewan kontrak lebih dari satu,namun dia tak mengira kalau ternyata hewan kontraknya ada empat. Dan sekarang ada hewan srigala lagi, maksudnya apa ini..gumam Pangeran Huang.
"Hewan kontrak putri Lea adalah empat hewan legendaris, dan sekarang bertambah dengan beberapa puluh serigala hitam yang tetap menginginkan putri Lea menjadi majikan mereka, walaupun putri tlah menolak mereka .." ucap Qing Ju bercerita.
"Lian Han..apa benar dia adikmu..?" tanya Pangeran Huang pada Lian Han.
"Ck..apa maksud pangeran...?" tanya Lian Han dengan wajah kesal.
"Habis dia terlalu jenius untuk menjadi adikmu, semua kepandaian dia miliki, ." ucap Pangeran Huang pada Lian Han.
"Hamba baru mengenal dia setelah beberapa tahun ini pangeran..." ucap Luan Han sambil berjalan menyusuri hutan.
"Maksudmu...?" tanya Pangeran Lingzhi tak mengerti.
"Sejak berumur tuju tahun. Hamba dan Ayah hamba sangat membenci Lea'er, semua itu karena fitnah dari selir Ayah Yang memfitnah adik hamba sebagai pembunuh ibu Mei Li yaitu ibu hamba sendiri juga ibu Lea'er..." jawab Lian Han sambil berjalan bersama yang lain .
"Jadi beneran rumor yang mengatakan kalau Putri Lea di benci Oleh Ayah dan kakak kandungnya itu kenyataan..?" ucap Gu Jing yang berada di belakang Zhen Bai.
"Itu Benar..saat itu entah kenapa , aku dan Ayah begitu percaya dengan selir Rolia. Kami sangat membenci putri Lea yang kala itu masih berumur 7 tahu. Dan kami juga menelantarkan kehidupan nya.hingga beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu, aku dan Ayah benar- benar tidak menghiraukan dia. hingga oada akhirnya semua terbongkar, saat kami pulang dari perbatasan, kami mulai melihat perubahan di dalam dirinya. Dia yang selalu takut pada siapapun, kini menjadi gadis pemberani. Dan barulah semuanya terungkap, kalau sebenarnya yang membunuh ibunda adalah selir Rolia sendiri. Bukan itu saja, dia juga memberikan racun pada Lea'er kami. Dan semuanya Lea'er sendiri yang mengungkapkannya..." ucap Lian Han dengan penuh penyesalan.
"Sialan...! Kenapa kalian sebodoh itu, kenapa kalian tidak menyelidiki dulu kebenarannya...!" seru Zhen Bai penuh emosi. Dia tak menyangka kalau sesulit itu kehidupan putri Lea'er saat kecilnya.
"Benar...memang benar, semua itu memang kesalahan kami, yang begitu bodoh telah terkena hasutan selir Rolia .." seru Luan Han kembali.
"Lalu di mana selir sialan itu...?" tanya Zhen Bai dengan nada marah .
"Ayah telah menghukumnya dengan hukuman mati, karena ada masalah lain yang menambah dosa yang dia lakukan.." jawab Lian Han .
Mereka melanjutkan perbincangan sambil melanjutkan perjalanan mereka .
Sedang di dalam hutan , Alea sedang berada di atas pohon sedang mengintai beberapa orang yang terlihat sedang mencari keberadaan harimau yang mereka tanyakan pada Alea tadi. Dan tanpa sengaja dari atas pohon Alea melihat sebuah gua yang agak menjorok di atas tebing tidak jauh dari keberadaan mereka. Mata Alea yang tajam melihat kalau di depan gua itu banyak berceceran darah. Melihat itu Alea yakin kalau harimau yang mereka cari pasti di dalam gua itu. Tapi kenapa banyak darah...? Fikir Alea.
Akhirnya Alea memutuskan untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi pada Harimau itu. Dengan ilmu teleportasi yang baru dia pelajari dan sekalian mencoba ilmu barunya . Alea berusaha berteleportasi ke gua itu. Dan dalam sekejap Alea sudah berpindah kedalam gua itu. Dan berapa terkejutnya Alea, ketika melihat di depannya ada seekor harimau yang sangat besar sedang terluka parah. Dan lebih mirisnya lagi, harimau itu sedang mengandung, dan sepertinya dia akan melahirkan.
"Seekor Harimau...?" gumam Alea.
"Lea'er..harimau angin,.. dia adalah harimau angin yang terkenal dengan kecepatnya dalam bergerak. sepertinya dia akan segera mati. Tapi kita harus menolongnya, kasihan bayi di dalam perutnya...tapi bagaimana ini, di depan masih banyak orang yang sedang mencarinya..." ucap Lauyan prihatin.
Merasakan kehadiran manusia di dekatnya, Harimau itu menggeram pelan.
"Sst...jangan berisik...aku akan berusaha membantumu, di luar banyak orang yang mencarimu, jadi tolong jangan kau mengeluarkan suaramu, aku tidak akan berniat jahat padamu..." ucap Alea sambil mengelus pelan kepala harimau itu.
"Sekarang tunggu di sini dulu..aku akan mencoba membuat arai pelindung agar mereka tidak menyadari kau di sini.." ucap Alea pada harimau itu . merasakan aura bersahabat dari Alea, atau karena dia sudah tidak bisa bergerak , Harimau itu diam. Hanya matanya saja yang bisa bergerak menatap Alea yang sibuk membuat arai. Tak berapa lama selesai sudah tugas Alea. Gua itu kina tidak terlihat dengan kasat mata. Alea segera mendekati harimau itu.
Perlahan dia mendekat. Dia menyalurkan tenaga dalamnya pada si harimau betina itu. Namu. terdengar suara harimau itu.
__ADS_1
"Maaf...sepertinya hidupku tidak akan lama lagi . Jadi kau percuma mengeluarkan tenaga dalammu, aku memintamu menolong anak- anakku yang akan lahir..." ucap harimau itu perlahan. Dia ternyata bisa bicara.
"Kau bisa bicara...?" tanya Alea.
"Aku adalah salah satu hewan roh , jadi aku bisa berbicara . bukankah kau juga memiliki mahluk kontrak..?" jawab Harimau itu dengan lemah. dia berusaha berbicara dengan kekuatannya yang sudah lemah.
"Apakah kau hewan peliharaan mereka..?" tanya Alea.
"Bukan...aku hidup bebas, entah dari mana mereka tahu aku akan melahirkan. Saat aku sudah merasakan akan melahirkan, tiba- tiba mereka datang dan ingin membunuhku karena menginginkan anak- anakku..." jawab Harimau itu.
"Dan mereka mengeroyokmu..?" tanya Alea .
"Benar... Akhirnya aku bisa melarikan diri. Tapi ternyata mereka tidak putus asa untuk mencariku.." ucap ibu harimau dengan wajah sedih.
"Dan sekarang , sepertinya aku sudah tidak ada harapan untuk hidup , karena itu aku akan memberikan anak- anakku pada mu. Tolong kau rawat dia, aku percaya kau akan merawat mereka dengan benar, tolong jangan kau pisahkan mereka satu dengan yang lain.." ucap Ibu Harimau dengan nafas semakin lemah.
"Gege ...gimana ini...? Mana mungkin aku memiliki hewan lagi...?" tanya Alea bingung.
"Kau tidak bisa menolak lagi Lea'er...kau tidak bisa menolak keinginan hewan yang akan mati.." ucap Eagle.
'Benar Lea'er..tolonglah dia..?" ucap Xiao Bai.
'Baiklah aku akan menjanjikan itu padamu..." janji Alea pada ibu harimau itu. Mendengar perkataan Alea, harimau itu tersenyum lega. Melihat harimau angin terlihat hampir mati. Keempat mahluk kontrak Alea keluar. Melihat keempat pria tampan di dekat Alea, harimau itu tersenyum.
"Ternyata aku tidak salah memberikan keturunan ku padamu, dengan empat mahluk ilahi bersamamu, aku tahu kehidupan anak- anakku akan terjaga. Trimakasih putri..." ucap Hewan itu smbil tersenyum perlahan matanya terpejam dan akhirnya dia menutup mata untuk selamanya. Melihat itu Alea terkejut, namun dia tidak berani lama- lama membiarkan bayi harimau itu berada di dalam perut ibunya yang sudah mati. Dengan cekatan Alea mengeluarkan pisau bedah dan alat- alat bedah dari dalam riang dimensinya. Alea cepat- cepat membedakan perut harimau itu untuk mengeluarkan bayi nya. Tak berapa lama terlihat tiga bayi harimau berada di dekat Alea. Setelah mengeluarkan semua bayi dari perut sang induk Alea segera membawa bayi harimau itu kedalam ruang Dimensinya .
Dia memandika. ketiga harimau itu di sungai air kehidupan. setelah bersi dia segera membawa ketiganya kedalam istananya. Terlihat bayi- bayi harimau itu sudah bisa berdiri walaupun dengan tubuh sempoyongan.
"Gege...bantu aku merawat mereka..." kata Alea pada keempat mahluk kontraknya.
"Baik , jangan khawatir Lea'er..." ucap Eagle.
"pergilah, selesaikan urusanmu dengan induk mereka..." ucap Xiao Bai.
"Baik..trimakasih.." kata Alea lagi.
"aku akan bersamamu Lea'er.." kata Lauyan.
"Aku juga..." ucap White. akhirnya mereka bertiga keluar dari ruang dimensi .
Saat sampai di gua lagi, Alea segera mengubur harimau angin itu di dalam gua.setelah itu Dia segera berteleportasi menjauh dari tempat itu. dan akhirnya dia segera menyusul teman- temanmu dengan kekuatan gingkangnya. terlihat tubuh Alea berlari dan melompat bagai terbang di sela pepohonan hutan. tak membutuhkan waktu lama, dia sudah keluar dari dalam hutan . hanya membutuhkan tak sampai setengah hari, dia sudah bertemu dengan teman- temannya.
"Kau sudah sampai Lea'er...?" tanya Lian Han yang melihat Alea sudah berada bersama mereka.
"Lihatlah Hanpey...pengawalmu sangat mencemaskan dirimu, kapan - kapan jangan sampai kau tinggalkan dia, kalau kau tak ingin dia frustasi..." goda Pangeran Huang pada Zhen Bai.
"Ck..pangeran Huang, tentu saja hamba merasa cemas, karena putri yang akan hamba lindungi pergi terlaku lama . apalagi ini di dunia kecil yang kita tak tahu ada di mana.." ucap Zhen Bai dengan wajah cemberut.
"Sudah, sudah..lain kali kau tak usah terlalu cemas memikirkan kepergian ku, baiklah agar kau tak cemas, kau akan selalu aku bawa. dan nanti akan aku perkenalkan pada hewan kontrakku.." ucap Alea pada Zhen Bai.
mendengar Janji Alea, membuat wajah Zhen Bai senang. dan terlihat sorot mata iri di wajah pangeran Huang..
'Aah...andai aku bukan seorang putra Mahkota, pasti aku bisa menjadi penjaga gadis yang telah menolongku dari kematian. Aku rela hanya jadi penjaga keselamatannya, Asalbaku bisa melihat dia selalu bahagia dan selamat. .." batin Pangeran Huang.
"Ayah Ibu...Terimakasih kau telah memberikan jalan untukku membalas budi kebaikan putri Alea. aku rela menjadi pengawal pribadi nya seumur hidupku, asal aku bisa melihat dia hidup bahagia dengan pangeran Lingzhi . aku tahu pangeran Lingzhi sangat mencintai dia. aku pastikan kalau aku akan menjaga keselamatan dan kebahagian dia dengan baik...batin Zhen Bai dengan hati bahagia.
mereka melanjutkan perjalanan menuju kota penilaian yang tinggal beberapa minggu lagi. karena mengejar waktu, mereka tidak bisa berjalan dengan santai. mereka harus mengejar waktu yang tertinggal karena berada di rumah kuno di peninggalan purba. dan akhirnya mereka sampai di desa persinggahan . saat sampai di sana ternyata tempat persinggahan itu cukup ramai. ternyata kecepatan mereka mengejar para pembudidaya yang lain tidak sia- sia.
Saat mereka memasuki kota yang cukup ramai itu. mereka me jadi pusat perhatian. para pembudidaya itu masih ingat. bukankah mereka itu kelompok perguruan yang terkunci di bamguanan purba itu.
"Hey...bukankah mereka para pembudidaya yang masuk kedalam bangunan kuno itu kan...?" kata seorang pria muda dari kelompok perguruan lain.
"Benar, mereka adalah kelompok yang masuk kedalam rumah kuno itu kan...?" kata yang lain. dan banyak lagi percakapan dari peserta yang lain ,ketika kelompok Alea dan pangeran Huang masuk kedalam kota itu. namun Alea dam kawan- kawan hanya diam saja. Mereka sibuk mencari penginapan untuk mereka. Namun saat mereka telah menemukan dua rumah untuk kelompok mereka. tiba- tiba beberapa pria kekar datang menyerobot. seperti sengaja. mereka terdiri dari dua puluh orang pria berwajah sangar. sepertinya mereka bukan salah satu peserta. mereka berwajah sangat dan terlihat tua. mereka seperti seorang preman atau perampok.
"Hey...apa- apaan kalian ini...apakah kalian tak tahu kalau kamilah yang pertama menemukannya.." seru Lian Han marah.
"Benar...kamilah yang menemukan tempat ini, lalu kenapa kalian tiba- tiba menyerobot tempat ini..?" seru Xio Wei dengan marah.
"Suka - suka kami...kenapa ..? apa kalian tak suka..?" kata salah seorang dari mereka.
"Kalian sengaja cari gara- gara...?" kata Xio Wei marah.
"Kalau memang iya kenapa...?" jawab pria itu dengan wajah menghina.
"Oo..ternyata kalian sengaja mencari gara- gara pada kami..." ucap Pangeran Huang dengan wajah terlihat sangat marah.
"Kenapa ..kalian takut..? kalau begitu berikan gadis yang bernama putri Lea pada kami..!" kata salah satu dari mereka. mendengar perkataan mereka, Alea dan kawan- kawan saling berpandamgan.
"Memangnya kalian tahu siapa dari kami yang bernama Alea...?" kata Zhen Bai dengan wajah terlihat dingin.
"Aku tak perduli yang mana Putri Alea, yang kami tahu kami menginginkan putri Lea.." jawab Pria yang memiliki suara besar dan berwajah sangat menakutkan.
"Lalu untuk apa kalian mencari dia...?" tanya Xio Yixing dengan alis di kerutkan.
"Bukan urusan kalian...?" jawab Pria itu dengan menatap satu persatu para anak muda di depannya.
__ADS_1
"Untuk apa kalian mencariku..." kata seorang gadis yang berbaju merah dan celana hitam. Saat gadis itu maju kedepan, semua mata melihat padanya tak berkedip .
"Gila...apa gadis secantik ini yang harus kami bunuh...!" teriak dalam hati para anak buah pria itu , sambil menatap Alea dengan mata bernafsu.
"Apakah kau yang bernama Putri Lea...?" tanya pria sangar itu.
"Benar...lalu ada apa kalian mencariku..?" tanya Alea dengan wajah datar.
"Ha ha ha...ternyata gadis secantik ini yang harus kami bunuh.." seru pria itu dengan wajah terlihat sangat bernafsu.
"Kalian pembunuh bayaran...?" tanya Alea tenang.
"Benar...kami mendapat bayaran yang sangat besar untuk membunuhmu...?" jawab pria itu dengan wajah mesum menatap Alea.
"Begitukah...siapa yang telah membayar kalian ..?" tanya Alea.
"Tidak perlu kau tahu manis...lebih baik kau ikutlah dengan kami, kau bisa menjadi istriku, dan kita akan hidup bahagia..dari pada kau kami bunuh.." ucap pria itu sambil tetap menatap Alea dengan tatapan mesum.
"Ck..kalian ini ..apa kalian sudah yakin bisa membunuhku...?" tanya Alea dengan wajah tenang.
"Jangan terlalu sombong cantik...kau sudah ku kasih kesempatan untuk hidup lebih enak daripada mati di tangan kami." kata Orang itu dengan sombongnya.
"Ha ha ha...dasar pria bodoh...kau fikir kalian berhadapan dengan siapa..? kalian fikir kalian mampu membunuh putri kami..? dasar tolol, kalian mengharapkan uang banyak tanpa takut nyawa kalian hilang...!" seru Xio Yixing dengan terkekeh keras. dia merasa lucu saat ada orang berani meprovokasi Alea.
"Tutup mulutmu anak kecil...kau meremehkan kami ha...?"seru pria itu marah.
"Kalau begitu coba saja kalian bunuh aku kalau kalian bisa, dan jangan menyesal kalau kalian akan habis di dunia kecil ini.."ucap Alea dingin.
"Sombong...! jangan karena bisa di kirim kemari kau melupakan siapa kau yang sebenarnya, kau ini hanya seorang wanita Nona...!" seru salah satu dari mereka.
"Kalau begitu kemarilah coba kalau kau bisa memotong sehelai rambutku saja.." jawab Alea dengan bibir tersenyum tipis.
"Brengsek...kak, Biarkan aku mengajar gadis arogan ini, Dia perlu di beri pelajaran dulu sebelum menjadi pemuas ranjangmu...!" seru pria itu lagi.
Mendengar pria itu menghina Alea, para siswa Tiangzi terlihat mengepalkan tangannya karena marah.
" Beri dia pelajaran, agar dia tahu siapa kita ...!" seru sang kepala parampok itu.
"Baik kak...?" seru Pria itu. Dia segera maju kedepan dam memasang kuda- kuda.
"Dasar gadis sombong trimalah ini...!" seru pria itu sambil mulai menyerang Alea. Namun sebelum dia menyentuh Alea. tiba- tiba Alea yang masih melipat tangannya di dada tiba- tiba melayang di udara serta kaki kiri dan kanan nya bagai berjalan di tubuh pria itu menendang tubuh dan wajahnya. dan terakhir tendangan kaki kanan Alea melesat di tubuh besarnya menghantam tepat pada dada dan kepalanya hingga pria besar itu terbang dan melayang jatuh menghantam dengan keras tiang di depan penginapan yang akan mereka tempati. sedang Alea kembali berdiri dengan tangan masih terlipat dengan manis di dadanya. melihat gerakan Alea, semua orang terpanah. dan menatap dengan wajah kagum. begitupun dengan kepala penjahat itu. dan pria yang telah menyerang Alea kini sudah terbujur lemas tak bernyawa.
Melihat kejadian itu, pria besar itu bagai tak punya tenaga.
"Ya ampun...jadi gadis ini sangat kuat, terang saja istri mentri keuangan memberikan bayaran besar untuk membunuh gadis ini...seru hati kepala penjahat itu.
"Jangan bangga dulu Nona...kau belum tahu siapa kami, jangan kau sesali jika kau nanti mati ditanganku...!" seru si kepala penjahat.
"Mati hidup seseorang bukan berada di tangan manusia seperti kalian . mati hidupku, hanya dewa yang menentukan.." ucap Alea dengan datar.
"Baiklah kalau begitu kami tak sungkat lagi untuk menghabisi kalian, kawan- kawan bunuh semua teman gadis ini...?" seru si kepala Penjahat pada teman- temannya.
Dan akhirnya terjadilah pertempuran Antara rombongan Alea dan pangeran Huang dengan penjahat itu. Alea segera mengambil pedang kembar nya yang berada di punggungnya. dan kini terlihat gerakan Alea bagai dewi kematian sedang menjemput ajal seseorang. Namun tak butuh waktu lama, semua penjahat itu terkapar di tanah. dan Alea memang sengaja , menyisahkan si kepala penjahat untuk di tangkap hidup- hidup. namun sebelum pria itu bunuh diri dengan menggigit racun yang ada di mulutnya, Alea lebih dulu menotok jalan dara di pangkal lehernya dan mengambil racun di mulutnya. setelah itu dia memasukkan sebuah pil berwarna hijau muda kedalam mulutnya .
"Aku tahu kau memiliki putri dan istri yang kamu cintai, Kalau kau berani bunuh diri,, maka jangan salahkan kami kalau kami akan membuat istri dan keluargamu semua menderita untuk menggantikan dirimu..." kata Alea tenang.
"Kau licik ..!" teriak pria itu marah .dia tak pernah menyangka kalau dia akan di kalahkan oleh seorang gadis .
sebenarnya Alea tadi berkata seperti itu hanya memancing pria itu , apakah dia mempunyai keluarga. ternyata pancingannya mengena .
"Lalu apa yang kau masukkan kedalam mulutku tadi...!" teriak pria itu marah .
"Kak Zhen ,Lian'ge...tolong bawa pria ini masuk kedalam rumah..." kata Alea pada Lian Han dan Zhen Bai.
"Baik Putri..." ucap Zhen Bai.
"Baik Lea'er..." jawab Lian Han.
mereka segera membawa pria besar itu kedalam rumah dengan di bantu oleh beberapa orang . karena Alea sudah membuat pria itu lumpuh tak bisa bergerak. hanya mulutnya saja yang bisa berbicara. mereka segera masuk kedalam rumah. sedang para peserta yang menyaksikan kejadian tadi. hanya bisa melongo dan ngeri melihat pembantaian pada penjahat tadi.
Sedang Alea dan kawan - kawan segera mengintrogasi pria itu setelah di taruh di atas batu alat tidur mereka yang ada di dalam rumah itu. sedangkan sebagian lagi masuk kedalam rumah yang satunya agar tidak di tempat praktisi lain.
"Gadis..apa yang kau masukkan kedalam mulutku tadi...?" tanya pria itu setelah melihat Alea duduk di depannya.
"Racun..." jawab Alea tenang.
"Apaaa...racun...?" tanya Pria itu kaget.
"Benar...racun itu akan segera bereaksi kalau tidak mendapatkan penawarnya . dan aku akan memberikan penawar itu jika kau mengatakan siapa yang telah menyuruhmu membunuhku..." jawab Alea datar. Terlihat wajah pria itu terdiam dan menatap Alea.
Udah dulu ya...jangan lupa like, vote, dan komennya selalu aku tunggu.
Trimakasih jika kalian merasa bahagia dan terhibur dengan ceritaku
Bersambung.
__ADS_1