PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
TAMU DARI TARTAR .


__ADS_3

Setelah memakai pakaian rapi dan memberi sentuhan tipis di wajahnya, Alea segera keluar dari kamarnya. Raja Lingzhi yang duduk di ruang tamu segera berdiri ketika dia melihat sang istri keluar dari kamarnya, Raja Lingzhi terbelalak.


"Sayang...kenapa kau begini...?" tanya Raja Lingzhi bagai tak rela melihat penampilan Alea .


"Kenapa hubby..apakah aku terlihat jelek dan konyol...tapi setahuku tadi aku nggak memakai make up berlebih dech, malahan tipis sekali lo..." ucap Alea heran.


"Nggak, kita nggak jadi pergi...biar orang lain nanti yang ngurus..." ucap Raja sambil membawa Alea kembali masuk kekamar. Sedang Mimi , Sella dan Gina jadi bingung, sebab hari ini Putri Alea terlihat sangat cantik.


"Hubby..tunggu...apakah aku terlihat memalukan ya...?"ucap Alea dengan wajah sedih. Dan terlihat sebentar lagi air matanya turun. Entah kenapa sejak mulai hamil perasaan sensitifnya sangat besar . dia akan mudah sakit hati dan selalu cepat sedih dan menangis.


"Bukan, bukan itu sayang...aku hanya tak rela wajah cantikmu terlihat utusan dari kerajaan Tartar , Aku tak ingin wajah cantikmu di lihat orang lain.." ucap Pangeran Lingzhi .


" Bohong...ternyata kau malu memperlihatkan aku pada orang lain . baiklah aku akan menghilang darimu dan tidak akan memperlihatkan wajahku lagi. Maafkan aku. Dan tiba- tiba Alea sudah hilang dari pandangan mereka. Melihat kejadian itu Raja kaget, dia kaget melihat sang istri marah. Dia tak menyangka kecemburuannya membuat sang istri marah. Begitu juga dengan semua orang, mereka kaget melihat Permaisuri menghilang dari pandangan mereka. Melihat itu Pangeran Lingzhi berteriak ketakutan dan cemas.


"Sayang...sayang...tolong jangan marah..aku hanya tak tela kecantikanmu di nikmati orang lain, sayang....jangan marah lagi,..." Pangeran Lingzhi berlari masuk kekamarnya dan menutup pintu. Dia tahu sang istri berada di ruang dimensi miliknya, dan dia tidak bisa kesana sendiri tanpa sang pemilik. Setelah itu dia memanggil kedua mahluk kontraknya .


"Baizi, Liaon...keluarlah.." ucap Raja Lingzhi panik. Tak lama dua pria gagah berdiri di depan Raja Lingzhi.


"Hamba menghadap tuanku..." ucap mereka bersamaan.


"Tolong apakah kalian bisa membawaku ke dalam ruang dimensi istriku..." ucap Raja Lingzhi dengan wajah memelas.


"Tidak bisa yang Mulia...itu bukan wewenang kami, mungkin hamba bisa menghubungi sahabat kami Elang dewa.." ucap Baizi lembut.


"Baiklah cepat lakukan...!" seru Raja panik. Baizi akhirnya menghubungi Eagle dengan telepati. Tak lama Eagle berada di depan Raja Lingzhi.


"Baginda...anda memanggil hamba..?" tanya Eagle pada Raja Lingzhi.


"Eagle tolong bawa aku menemui Lea'er, aku salah pada dia, tolong Eagle..." ucap Raja Lingzhi pada Eagle.


"Hamba tidak bisa tanpa seijin putri Yang Mulia..." jawab Eagle pada sang Raja.


"Lalu apa yang harus aku lakukan...?" tanya Raja dengan wajah sedih.


"Mintalah maaf padanya Raja... Dan berjanjilah menghargai usahanya. Dan tolong jaga perasaannya yang mulia, kata orang , wanita yang saat hamil perasaannya sangat sensitif. Dia marah karena anda tidak menghargai usahanya, dia melakukan Itu demi yang Mulia, dia kecewa saat anda menolaknya..." ucap Eagle panjang kali lebar .


"Sayang..maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud menghinamu, aku hanya takut mereka akan merebut dirimu dariku. Maafkan aku sayang...aku mohon, kembalilah. Aku berjanji tak Akan kulakukan lagi kesalahan seperti ini, aku janji sayang...." ucap Raja dengan wajah sedih.


"Aku juga minta maaf hubby, aku juga terlalu egois..." ucap Alea yang kini sudah berada di belakang Raja Lingzhi .


Tentu saja sang Raja sangat bahagia melihat kembali istri terkasihnya. Dia langsung memeluk Alea .


"Sayang...jangan berbuat ini lagi ya...aku mohon , jangan buat suamimu ini ketakutan lagi..." kata Raja Lingzhi sambil menciumi wajah Alea bertubi- tubi. Melihat tingkah Pangeran Lingzhi Alea tertawa sambil menahan wajah sang Suami yang masih mencium seluruh wajahnya.


"Sudah cukup hubby...sudah..." ucap Alea di sela tawanya.


"Biar ini hukuman untukmu agar tidak lagi membuat suamimu ketakutan lagi.." ucap Raja Lingzhi sambil tetap menciumi Alea,


"Baiklah aku menyerah, maafkan aku..." ucap Alsa. Akhirnya pangeran Lingzhi menghentikan ciumannya.


"Habis Alea kesal, sudah berdandan dengan baik, eeh..Malah malu membawa Alea keluar. Kalau begitu biar Alea tidak akan keluar dari kamar selamanya...." kata Alea yang masih kesal pada sang Raja.


"Iya, iya aku salah...lain kali tak akan aku ulangi lagi. Tapi janji kau tidak akan pernah meninggalkan aku seperti tadi.." kata Raja dengan wajah memohon .


"Iya hubby. Aku janji..." jawab Alea sambil memeluk sang suami lalu mencium lembut kedua Pipi nya.


"Ini belum..." ucap Raja sambil menunjuk bibirnya.


"Ck..dasar mesum..." ucap Alea namun dia mencium juga bibir sang suami.


Setelah berciuman cukup lama, akhirnya mereka keluar dari dalam kamar. Para pelayan yang ketakutan atas hilangnya Alea, jadi terdiam ketika melihat Raja keluar bersama Permaisuri dari dalam kamarnya. Semua orang panik saat Raja kehilangan Permaisuri di depan mereka. Hanya Mimi yang terlihat tenang saja.


Raja dan permaisuri segera berjalan menuju Aula kerajaan. Ketika sampai di aula kerajaan ternyata utusan dari kerajaan Tartar sudah datang. Saat kasim berkata kalau Raja telah datang, mereka segera berdiri menyambut Raja dan Permaisuri yang masuk kedalam aula. Saat itulah kedua utusan itu melihat Raja dan permaisuri kerajaan Shi datang. Mereka sempat tercengang dengan kecantikan permaisuri kerajaan Shi. Mereka tidak pernah bertemu dengan wanita secantik permausuri kerajaan Shi. sampai - sampai mereka hampir lupa menunduk dan memberi salam pada Raja dan permaisuri kerajaan Shi itu.Setelah Raja dan Permaisuri duduk terdengar salam bersama dari mereka.


"Salam sejahtera bagi Raja dan Permaisuri, semoga berumur panjang dan selalu bahagia..." ucap mereka serempak.


"Salam kalian aku terima duduklah..." ucap Raja Lingzhi pada mereka . mereka kembali duduk.


"Apakah kau utusan dari Tartar...?" tanya Raja Lingzhi sambil menatap dua orang utusan dari kerajaan Tartar itu .


"Benar yang mulia , kami utusan dari Kerajaan Tartar . Kami kemari hanya ingin memberitahukan bahwa Raja kami besok akan berkunjung kemari..." jawab salah satu dari mereka.


"Begitu...apakah ada tujuan Raja kalian. datang kemari..?" tanya Raja Lingzhi dengan datar.


"Beliau sendiri yang akan menyampaikan pada anda yang Mulia.." jawab utusan itu dengan tenang.

__ADS_1


"Baiklah silahkan datang kemari jika maksud kedatangan Raja kalian baik- baik saja, tapi jika maksud kalian jahat, jangan harap kalian bisa keluar dari kerajaan ini dengan aman. Katakan itu pada Raja kalian..." kata Raja dengan kalimat datar.


"Kami mengerti yang Mulia...kalau begitu kami mohon diri..." kata mereka sambil memberi hormat. Mereka menyempatkan diri kembali melihat wajah permaisuri walau hanya sebentar. Mereka begitu kagum atas kecantikan permaisuri kerajaan Shi . Mereka segera keluar dari istana.


Sespainya di luar, salah satu utusan itu berucap.


"Kau tadi lihat tidak permaisuri kerajaan ini...?" tanya sang teman.


"Ya ampun...cantik sekali wajah permaisuri Raja Lingzhi, benar sekali apa yang kita dengar dari luar kalau Permaisuri Alea cantik bagai dewi. Dan Raja sangat mencintainya... Siapapun akan seperti itu jika memiliki Permaisuri secantik Permaisuri Alea...." kata utusan itu dengan wajah terlihat sangat kagum.


"Kalau di banding putri Yaman waah...putri Yaman kalah jauh, mana mungkin Raja mau sama Putri kerajaan kita..." ucap sang teman.


"Tapi putri Yaman memiliki ilmu sihir teman...." kata sang kawan.


"Itulah yang kita takutkan, putri Yaman memiliki ilmu sihir , karena itu sikapnya sangat arogan dan sombong. Kalau putri Alea yang aku dengar dia seorang yang baik hati, lemah lembut. Dia suka menolong. Dia jauh dari kata jelek. Wajah dan hatinya sangat baik hingga para penduduknya sangat mengagumi dan mencintainya. Kau dengar saja , kita dua hari di sini dan menanyakan tentang Raja dan permaisuri apa yang kita dengar. Mereka memuja dan sangat menghormati Raja dan Ratu mereka, mereka sangat membanggakan Raja dan Ratu terutama sang permaisuri..." kata sang teman sambil berjalan meninggalkan istana Kerajaan Shi.


"Benar katamu sobat. Andai aku di suruh memilih , aku ingin hidup di kerajaan ini..." jawab sang teman lagi .


"Jangan berkata begitu...kau masih punya istri , saudara, orang tua, dan sahabat di Kerajaan Tartar.." jawab utusan pertama .


"Itulah yang kusesalkan, kenapa aku tidak menjadi masyarakat kota ini..." kata utusan kedua.


"Hey..jangan khawatir, jika misi Raja kita berhasil kita akan menjadi penduduk kota ini juga..." ucap sang kawan.


"Aku malah mengharapkan misi ini tidak berhasil, karena kejahatan Putri Yaman akan membuat Ratu dan masyarakat Kerajaan Shi ini menderita.." ternyata mereka prajurit yang baik hati.


"Benar katamu sahabat...jika Putri Yaman menjadi permaisuri kerajaan Shi. Pasti dia akan lebih jahat, arogan dan sombong. Aku tak bisa membayangkan kejahatan apa yang akan di lakukan Putri Yaman pada permaisuri yang cantik dan baik hati itu..." ucap prajurit itu. Akhirnya mereka mempercepat perjalanan mereka dengan lebuh cepat . Mereka menuju luar kota kerajaan Shi.


Sedang Raja dan Permaisuri yang ada di kerajaan Shi. Segera masuk kedalam kamar kerja Raja setelah Raja mengarahkan semua prajurit serta para pembesar kerajaan Shi untuk bersiap- siap menyambut Raja kerajaan Tartar yang datang besok. Dan mereka di harapkan untuk bersiap- siap berperang jika Raja kerajaan Tartar berbuat macam- macam.


Sesampainya di dalam ruang kerja Raja, Raja Lingzhi lalu menyuruh sang istri untuk istirahat dulu di tempat tidur. Namun Alea tidak mau, dia mau langsung membantu Raja menyelesaikan masalahnya. Karena di khawatirkan besok adalah hari yang menegangkan bagi mereka berdua .


"Sayang...kau berbaringlah dulu, kau sudah kelelahan apalagi sempat marah pada hubby..." ucap Raja Lingzhi dengan sayang.


"Tidak hubby...aku baik- baik saja kok.. biar kita selesaikan laporan para pejabat hari ini. Aku takut besok kita akan mengalami masalah yang sulit.." ucap Alea sambil duduk di kursi yang ada di hadapan suaminya. Akhirnya dengan terpaksa Raja Lingzhi mengikuti maunya sang istri. Karena dia juga merasa kalau besok adalah hari yang akan membuat mereka sibuk. tak lama merekapun mengerjakan pekerjaan mereka.


💖💖💗💗


Keesokan harinya Alea dan Raja Lingzhi sibuk memberi tugas pada pengawal mereka untuk berjaga- jaga. dan dia sudah menyiapkan beberapa pil penyembuh di dalam ruang dimensinya. Dia menyuruh mahluk kontraknya untuk mempersiapkan diri jika terjadi sesuatu pada kerajaan Shi .


"Lea' er...biarkan aku bersamamu untuk menjagamu dari serangan manusia sihir itu..." ucap White.


"Aku akan berada di mahkota Lea'er..." ucap Xiao Bai tiba- tiba.


"Di mahkotaku...?" tanya Alea tak mengerti.


"Dia bisa masuk kedalam berlian yang ada di mahkotamu Lea'er...jadi dia dan White bisa menolak serangan sihir yang akan mereka lakukan padamu..dan kami di sini juga bisa membantu jika kekuatan itu besar. namun aku kira cukup mereka berdua, manusia sekuat apapun tidak akan sanggup menandingi mereka .. , ." kata Eagle menjelaskan.


"baiklah.. kalau itu mau kalian, aku ikut saja..." jawab Alea. setelah bermain sebentar dengan ketiga harimau peliharaannya, Alea segera keluar dari ruang dimensi namun niatnya terhalang ketika salah satu harimau miliknya menggigit ujung bajunya.


"Hey...ada apa dengan kalian...?"ucap Alea heran. tak biasanya mereka berlaku demikian.


"Bunda...biarkan kami ikut Bunda..." ucap salah satu dari mereka yang kini sedang menggigit ujung bajunya .


"Ches...kau tidak bisa ikut sayang...akan ada masalah di luar nanti..." ucap Alea lembut pada salah satu harimau itu. Alea memang sudah memberi nama untuk ketiga harimau miliknya. Chesi, Tiger, dan Jino .


"Biarkan kami bersama Bunda...kami sudah besar Bunda..." ucap Jino sambil mengaum lembut. Bagaiman mereka bisa ikut keluar semua. bisa- bisa gempar kerajaan Shi.


"Gege...gimana ini, apa mereka sudah bisa keluar dari ruang dimensi ini..?" tanya Alea bingung.


"Sepertinya bisa Lea'er, sebab mereka sudah kami latih. dan dasarnya mereka memang Harimau Fengling yang kuat..." jawab Eagle.


"Bagaimana jika salah satu dari kalian dulu yang ikut Bunda...dan yang lain, jika nanti terjadi peperangan kalian bisa ikut pergi bersama paman Eagle dan paman Lauyan, tapi kalian harus janji tidak akan jauh dari kedua paman kalian juga bunda ..." ucap Alea pada ketiga harimau yang kini memang sudah dewasa.


"Baik Bunda kami berjanji..." jawab ketiganya .


"Baiklah, kalau begitu Siapa di antara kalian yang ingin ikut Bunda..." ucap Alea.


"Akuuu...!" teriak mereka bersamaan.


"Hey...bunda hanya bisa membawa satu dari kalian, ..." ucap Alea dengan perasaan bingung.


"Kalian jangan membuat Bunda bingung Ches...kau ikut Bunda dulu..." ucap Eagle yang bijaksana dan di segani oleh mereka bertiga.


"Baik Paman...maaf saudaraku aku pergi bersama Bunda..." ucap Ches dengan wajah menggoda . Terdengar auman lembut kedua saudaranya yang merasa kesal pada Chesi.

__ADS_1


"Kalian akan bergantian keluar besok..." hibur Alea pada kedua kucing besar itu.


tak lama Alea, White, Xiao Bai dan Ches keluar dari ruang dimensi. Ketika sampai di dalam kamarnya, terlihat Raja Lingzhi baru masuk kamarnya. melihat Alea bersama Chesi dan kedua mahluk kontraknya Pangeran Lingzhi kaget.


"Sayang...kenapa mereka ada di sini...?" tanya Sang Raja sambil mendekati Alea .


Chesi langsung melompat kearah Raja, dan menjilati wajah Raja .


"Hey...kau sudah besar Chesi..aku bisa jatuh kalau kau melompat seperti itu..." ucap Raja Lingzhi sambil tertawa geli.


"Mereka ingin melindungi kita hubby...dan Chesi ingin bermain di luar..." jawab Alea.


"Bagaimana dengan kedua saudaranya.?" tanya Raja Lingzhi .


"Mereka akan bergantian ...." jawab Alea.


"Ya sudah sekarang bersiaplah,.." ucap Sang Raja sambil berjalan ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi Alea membantu sang Raja untuk bersiap- siap. setelah Raja terlihat rapi dia keluar untuk memberi waktu pada Sang Permaisuri berdandan. Saat Raja keluar Sella dan Gita masuk namun saat melihat Chesi di sebelah Alea mereka berteriak kaget. membuat Zheng Bai dan Mimi masuk. dan merekapun berteriak bersamaan.


"Hey...ada apa dengan kalian...dia adalah harimau peliharaanku..." ucap Alea kesal.


"Peliharaan Putri...?" ucap mereka bersamaan.


"Ches...kemari..." ucap Alea pada Chesi. dengan patuh Chesi bergerak mendekati Alea dan mencium serta menjilati tangan Alea .Melihat tingkah hewan buas itu mereka merasa ngeri. namun terlihat kalau hewan itu sangat menutup pada Alea.


"Nah apa kalian masih ingin berteriak...?" ucap Alea pada mereka berempat.


"sejak kapan Putri memelihara mereka...?" tanya Zheng Bai dengan wajah masih cemas. dia masih dalam mode siaga.


"Sejak mereka kecil Zheng Bai.. mereka aku dapatkan dari dunia kecil..." jawab Alea dengan lembut.


"Mereka....? maksud Putri...?" tanya Mimi dan Zheng Bai hampir bersamaan.


"Suatu saat kalian akan aku beritahu, tapi bukan sekarang. mereka ada tida ..." jawab Alea.


"Haaaa..."suara mereka hampir bersamaan. mereka juga melihat dua pria yang ada di dekat putri Alea yang mereka sudah ketahui sebagai mahluk kontrak sang putri dan juga gege Permaisuri.


"Ya sudah ayo bantu aku mengganti bajuku...ucap Alea sambil berjalan ke ruang ganti. sedang kedua mahluk kontraknya serta harimau itu duduk dengan tenang di atas pembaringan.


tak lama Alea sudah kembali dengan berpakaian lengkap sebagai permaisuri. Sella dan Gita segera mendandani Alea dengan riasan tipis. karena Mereka sudah tahu kesukaan junjungan mereka. setelah terlihat rapi dan sudah memakai mahkota kebesaran, White segera melingkar dengan manis di pergelangan tangan Alea dan Xiao Bai masuk kedalam berlian yang ada di mahkota Alea yang bertengger manis di kepala permaisuri cantik itu. Setelah terlihat rapi, Alea segera keluar dari dalam kamarnya. Ketika sampai di luar terlihat sang suami sedang berbincang dengan kedua pengawalnya. Alea yang keluar bersama harimau yang terlihat besar dua kali lipat dari besar harimau biasa membuat mereka berteriak. namun sang Raja hanya tertawa.


"Ck...kalian terlalu penakut..lihatlah istriku saja dengan tenang berjalan dengan harimau itu. kenapa kalian begitu ketakutan...?" ucap sang Raja sambil tersenyum mengejek.


"Raja...jangan kau bandingkan kami dengan Permaisuri...kami hanya orang biasa..." ucap Jihao kesal.


Thaak...


"Aaauuu...!" seru Jihao mengadu.


"Lalu kau fikir istriku orang apa..?" ucap Raja Lingzhi menjitak dahi Jihao dengan kesal.


"Kalian sepasang manusia setengah dewa...!" seru Jihao lagi.


"Benar Jihao...benar apa katamu...!" ucap Guansi menimpali.


"Sudah, sudah ayo kita pergi ke istana..." ucap Raja sambil menggenggam jemari sang istri dan melangkah kearah aula istana. Sedangkan Harimau Chesi berjalan dengan gagah di sebelah Alea.


Benar saja kehadiran Chesi menggemparkan istana , banyak para pelayan yang berlari ingin melihat harimau besar itu berada di sisi sang permaisuri. Saat mereka melihat keberadaan harimau itu, mereka hanya bisa ternganga keheranan juga kagum pada Raja dan permaisuri.


"Ya dewa...Raja dan permaisuri memang manusia yang langkah..." ucap salah satu Prajurid istana.


"Benar...selain memiliki mahluk kontrak mereka juga memiliki harimau besar itu " ucap prajurit temannya.


"Hey kawan ...aku dengar hewan itu milik Permaisuri...!" seru sang kawan yang berlari dari arah dapur.


"Apaaa...benarkah...?" ucap prajurit satu.


"Iya...para pelayan mendengar semua itu dari kedua pelayan Permaisuri. mereka berkata kalau harimau itu sangat menurut dan sayang pada Permaisuri.." jawab prajurit ketiga.


"Ya dewa...kita memiliki seorang permaisuri yang hebat bagai dewi...semasa hidupku baru sekarang aku bertemu dengan manusia seperti permaisuri kita. sudah cantik, baik , berbudi luhur dan kini kita mengetahui kekuatannya..." ucap Prajurit kedua.


"Hey...apa kalian lupa kalau beliau jiga pergi berperang...?" kata prajurit pertama.


"Benar sekali...!" seru kedua temannya serempak. Dan banyak lagi pembicaraan dari para prajurid sampai para dayang atau pelayan yang melihat harimau Alea. Dan kabar itupun sampai di istana tempat Raja lama berada.


Sedang Raja Lingzhi dan permaisuri segera masuk kedalam aula istana . di sana sudah menunggu para pejabat dan Mentri kerajaan Shi. tak lama Raja dan permaisuri mendengarkan laporan dari para pejabat dan mentri. sesekali terlihat Alea ikut dalan percakapan. mereka memang sudah biasa dengan suasana seperti itu. karena setiap usulan atau pendapat Alea selalu membuat masalah terpecahkan dengan mudah. mereka sangat menyukai dan menghormati sang permaisuri yang cerdas itu. hingga akhirnya kasim mengatakan kalau tamu dari kerajaan Tartar sudah datang dan segera masuk kedalam aula. mendengar tamu yang di tunggu datang. para pejabat maupun Mentri terlihat cemas. namun kebalikan dari mereka, Raja dan Permaisuri terlihat sangat tenang dan santai menghadapi orang yang akan membuat masalah kerajaan Shi. mereka sudah tahu niat dari Raja Tartar dan sang Putri. mereka juga tahu tabiat jahat sang Putri Tartar. Mereka tak ingin Putri Tartar itu menggantikan permaisuri mereka.

__ADS_1


Maaf udahan dulu ya..aku lanjut besok lagi. jangan lupa, like, vote, dan komennya aku tunggu. sekali lagi mohon maaf kalau ada typo yang nggak di sengaja author. Selamat menunaikan ibada puasa bagi kaum muslim. 🙏🙏


Bersambung.


__ADS_2