PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
SELEKSI PERTANDINGAN.


__ADS_3

Setelah menjemput Mimi, Alea segera kembali ke penginapan bersama Mimi. Ketika sampai di penginapan, ternyata para siswa dari perguruan Calang sudah pada datang, terlihat guru besar Juan dan guru Can lokya sudah berdiri di depan kamar guru Lao . dan terlihat para murid Calang juga berada di depan kamar guru Lao.


"Salam guru Juan, guru Lao , guru Can..." ucap Alea dan Mimi hampir bersamaan.


"Kalian sudah pulang...?" tanya guru Lao sambil menatap kedua muridnya yang mendekat.


"Sudah guru..." jawab Alea.


"Gimana , apa sudah selesai pengobatannya dan gimana keadaan putri Yuan Tan...?" tanya kembali guru Lao.


"Sudah selesai guru...keadaan putri Yuan sudah bisa bangun dan berjalan kembali..." jawab Alea.


"Kau hebat nak...aku yang setua ini tidak mampuh, tapi kau yang masih mudah sudah menyelesaikan nya dengan cepat..." kata guru Lao dengan bangga.


"Guru bangga miliki murid sepertimu nak..." kata guru Juan menyambung.


"Memangnya Hanpey dari mana guru...?" tanya salah satu siswa yang ikut dalam kompetisi pertemuan para cabang perguruan.


"Dari istana kerajaan Amora..." jawab Guru Cen yang di tanyai anak itu.


"Ke istana...bukankah kita akan menghadiri pertemuan itu di sekte Harimau putih guru..." tanya murid tadi.


"Dia pergi kesana untuk menyembuhkan putri kerajaan Amora..." jawab guru Can lagi.


"Ooo..." mendengar perkataan guru Can siswa laki- laki itu hanya bisa ber o ria, mereka memang banyak yang tahu keahlian Alea di bidang pengobatan.


"Lea'er..." tiba - tiba terdengar seseorang memanggil Alea, dan Alea tahu siapa dia.


"Gege Lian..." ucap Alea saat melihat sang kakak datang bersama beberapa orang pria muda, dan salah satu dari mereka adalah pangeran Fang Sing Long putra Mahkota kerajaan Long yang dulu membatalkan pertunangan mereka.


"Tuan muda Lian..." ucap Mimi juga.


"Kau baik- baik saja kan...?" tanya Lian sambil menatap Alea dari ujung atas sampai bawah.


"Aku bauk- baik saja Lian'ge... " jawab Alea sambil tertawa.


"Syukurlah kalau kau sehat- sehat saja,..." kata Lauyan sambil bernafas lega.


"Apa kabar putra Mahkota Fang. pangeran ketiga,..." sapa Alea pada putra Mahkota kerajaan Long.


"Aku baik- baik saja Hanpey..." ucap putra Mahkota lembut.


"Aku juga baik- baik saja Hanpey... Dari mana kau tadi..." kata pangeran ketiga sambil mendekati Alea.


'Hamba dari kerajaan Amora pangeran.." jawab Alea lembut.


"Waah...kau sekarang menjadi siswa yang paling sibuk Lea...;" kata pangeran ketiga lagi.


"Hamba merasa kalau hamba biasa- biasa saja pangeran...."jawab Alea merendah.


"Biasa- biasa...? Mana mungkin...kami melihat kau jarang sekali berada di perguruan, dan itu karena kau sedang menyembuhkan seseorang..." ucap pangeran ketiga lagi.


"Oh ya , apa kalian sudah mendapatkan kamar...?" tanya Alea mengalihkan pembicaraan .


"Kami hanya mendapatkan tiga kamar dan satu untuk guru ...." jawab Lian lagi.


"Emang sudah nggak ada lagi kamar yang kosong Lian'ge...?" tanya Alea.


"Karena pertemuan tinggal tiga hari lagi, maka banyak kontingen dari benua atau kerajaan lainnya yang sudah datang . Untung kami masih menemukan tiga kamar , kalau tidak bisa- bisa kami tidur di alam terbuka selama pertandingan..." jawab Lian Han.

__ADS_1


'Memangnya berapa orang yang datang kemari...?" tanya Alea lagi.


'Semuanya 12 orang termasuk kamu. Dua di Alkemia, dan sepuluh di ring adu kekuatan..." jawab Lian Han menjelaskan .


Alea terdiam sesaat. Kalau hanya tiga kamar yang mereka dapatkan, satu kamar untuk guru mereka , otomatis dua kamar untuk sebelas orang, apa muat ..?Tak lama dia berucap.


"Guru...bagaimana kalau guru tidur di kamar kak Mimi, sedang kak Mimi bisa tidur bersamaku , jadi tiga kamar bisa di pakai mereka ..." kata Alea mengusulkan.


"Benar juga guru...kita bisa membagi satu kamar untuk tiga wanita itu dan dua kamar untun kami delapan orang, jadi satu kamar bisa buat empat orang, biarlah kita berdesak- desakan sedikit dari pada tidur di luaran ..." seru Lian Han bersemangat.


'Baiklah kalau itu pemikiran Kalian..." kata guru besar Juan.


Merekapun segera membagi kamar mereka masing - masing. Seperti apa yang di bicarakan Lian, setiap kamar terdiri dari empat orang siswa pria, sedang tiga siswa wanita tidur satu kamar. Kini mereka memiliki kamar untuk tidur, walaupun harus berdesakan.


Alea dan Mimi segera masuk kedalam kamar mereka untuk beristirahat.


Sesampainya di dalam kamar , Alea segera tertidur di atas pembaringannya. Mimi hanya tersenyum melihat gadis kesayangannya yang langsung tidur tanpa mandi dan berganti baju. Mimi segera menutup tubuh cantik itu dengan selimut yang sudah ada di sana. Lalu dia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan badannya.


💖💖💖💖💖


Tak terasa tiga hari berlalu dengan cepat. kini pertandingan itu telah menunggu mereka. pagi- pagi sekali Alea bersama para siswa perguruan Calang sudah bersiap- siap. Kini turnamen antar cabang perguruan di seluruh benua akan segera dilaksanakan. Setelah selesai sarapan pagi di penginapan, mereka segera pergi ke tempat sekte Harimau putih. ketika sampai di sana , ternyata para pembudi daya dari beberapa perguruan dan sekte telah banyak yang hadir. Saat perguruan Calang berada di pintu gerbang Sekte , mereka di sambut dengan ramah oleh para siswa sekte Harimau putih dengan ramah. dan tanpa mereka duga , mereka berpapasan dengan sekte keluarga Yue yang juga baru datang. Keluarga Yue yang pernah bermasalah dengan Alea. mereka bertemu di pintu gerbang, saat mereka ingin masuk ke sekte Harimau putih . Ketika mereka melihat Alea berada di antara siswa perguruan Calang, mereka berusaha menghindar. Melihat itu Alea hanya cuek saja. setelah itu salah satu siswa sekte Harimau putih membawa Alea dan rombongan , Mereka di bawa kesebuah tempat lapangan yang cukup luas yang di tenganya di bangun sebuah arena adu kekuatan , dan di kelilingi dengan tempat duduk yang cukup nyaman untuk melihat pertandingan. tempat itu muat untuk beratus orang yang ingin melihat pertandingan. saat Alea akan duduk tiba- tiba seorang siswa dari sebuah perguruan atau sekte yang memiliki tubuh kekar dan tampan memdatanginya.


"Putri...hamba dari sekte Tiangzi datang untuk menyerahkan ini pada putri, benda ini pemberian tetua Agung. tetua berharap setelah selesai turnamen ini, anda bisa datang ke Sekte Tiangzi..." kata siswa itu sambil memberikan sebuah kotak berukuran kecil dari balik jubanya. Tentu saja perbuatan siswa itu membuat teman dan orang di sekitar Alea menatap Alea dengan wajah heran. mereka memiliki tanda tanya yang sangat besar. ada hubungan apa antara Alea dengan. perguruan atau sekte yang sangat besar itu. Mengapa siswa dari perguruan itu memberi hormat dan menyebut Alea putri.


"Baik...tolong katakan pada tetua agung, Setelah turnamen ini berakhir , aku akan datang kesana, aku juga ingin menanyakan banyak pertanyaan pada beliau. ..." kata Alea setelah menerima kotak pemberian dari tetua agung sekte Tiangzi.


"Hamba mengerti yang Mulia...hamba undur diri..." pamit pria kekar berwajah tampan itu.


"Pergilah...terimakasih atas pemberianmu ini..." jawab Alea.


"Hamba hanya seorang utusan putri..." jawab pria itu, setelah itu dia berjalan pergi dari tempat Alea. dia kembali ketempat sektenya berada, mereka duduk di tempat agak jauh dari Alea. saat Alea menatap kearah tempat mereka berada, terlihat mereka juga menatap kearah Alea, dan mereka bersama - sama menunduk memberi hormat pada Alea.


Alea memberikan senyum dan. menunduk membalas penghormatan mereka.


"Aku juga belum tahu Lian'ge... mereka berkata seperti itu tanpa menjelaskan maksud mereka...?" jawab Alea.


"Kalau tak salah dengar mereka tadi berkata dari sekte perguruan Tianhzi...?" tanya pangeran Feng yang duduk dekat dengan Lian Han.


"Benar...mereka dari sekte Tiangzi..." jawab Alea dengan tenang.


"Apaa..sekte Tiangzi...? Lea'er..apakah kau tahu sebesar apakah sekte tiangzi itu..?" tanya Lian Han dengan wajah kaget.


"Aku tidak tahu..".jawan Alea datar.


"Itu sebuah sekte terbesar di seluruh ketiga benua ini Lea'er...?" seru Lian Han penuh emosi.


"Mana aku tahu gege..." jawab Alea dengan tenang.


"Dasar kau ini...!" seru Lian Han sambil membelai rambut Alea dengan sayang.


melihat perbuatan Lian Han pada Alea, membuat mata para gadis menatap cemburu pada Alea, Karena ketampanan wajah Lian membuat mereka berhayal menjadi kekasih dari Lian Han. tetapi kini mereka melihat perlakuan Lian Han yang terlihat sangat menyayangi gadis di sebelahnya membuat mereka patah hati dan ceburu.


"Siapa sich gadis itu...? apa dia gadis dari pria itu..? dasar gadis genit...mengapa mereka menunjukkan kemesraan mereka di tempat umum sich..."seru mereka dengan keras, seolah mereka mengatakan sekeras itu agar Alea mendengarnya .


"Cih...seperti gadis tak bermoral..." kata mereka marah.


Alea dan Mimi yang mendengar perkataan mereka menjadi ingin tertawa, karena cemburu mereka berucap tak senono pada Alea. namun Alea tidak memperdulikan lagi omongan mereka semua, masa bodoh dengan filiran mereka, karena pertarungan akan segera di mulai , mereka lebih memfokuskan pada perlombaan . ternyata ada delapan kekuatan sekte yang datang di acara itu. dari benua Barat ada dua kekuatan, sedang dari benua tengah dan benua timur ada tiga kekuatan. Kini masing- masing siswa maju kedepan untuk mengambil nomor pertandingan, siapa yang akan menjadi lawan mereka nanti.


Di sini jika ketepatan kita mendapatkan nomor lawan yang lemah, itu suatu kebetulan buat mereka untuk mengalahkan mereka , namun jika mereka mendapatkan lawan yang kuat, maka suatu kesialan buat mereka.untuk di kalahkan.

__ADS_1


dan saat mereka melihat nomor yang mereka dapatkan, ternyata tak satupun dari mereka melawan murid dari Tiangzi.


Setelah semua murid sudah mendapat nomor pertandingan, maka pertandingan pun segera di mulai.


Dan merekapun satu persatu menghadapi lawan mereka. dan suatu kebetulan, dari sepuluh pertandingan mereka semuanya lolos pada babak berikutnya. dan babak berikutnya di lakukan esok hari. jadi mereka bisa beristirahat dengan benar.


Dan tiga hari berturut- turut seleksi para peserta menunjukkan kekuatan sekte atau perguruan yang berkualitas. hingga pada hari keempat ini seleksi peserta semakin menipis yang dari awal sepuluh peserta kini tinggal tiga dari perguruan, Calang , tiga dari sekte Tiangzi dan satu dari sekte Harimau putih dan satu lagi dari Sekte pedang perak dari benua timur.


dan kini akan di perkecil lagi menjadi empat orang yang akan menuju babak final . kini Alea harus berhadapan dengan siswa dari perguruan Harimau putih. dan yang Alea dengar , siswa ini merupakan siswa terpandai di perguruan.


Saat Alea turun kegelanggang terdengar teriakan dari siswa Calang sendiri. tapi tunggu.... mereka juga mendengar teriakan dari sekte Tiangzi memberi semangat pada Alea.


"Ayo putri...kalahkan mereka....kau pasti bisa...!" seru mereka memberi semangat pada Alea. Alea mengarahkan pandangannya kearah kelompok Sekte Tiangzi. terlihat wajah bersahabat terukir di wajah mereka yang sedang meneriaki namanya . akhirnya Alea memberikan senyum termanisnya pada mereka. dan pria gagah dari sekte Harimau putih telah berada di hadapannya. terlihat wajah arogan dan sombong menatap kepadanya.


"Hey anak mudah lebih baik kau mundur dari pertarungan ini daripada kau terluka..." ucapnya dengan sombong.


"He he he...di sini belum terbukti siapa yang menang atau kalah, mengapa kau sombong lebih dahulu..." jawab Alea.


"Dasar tidak tahu di untung...kau di kasihani tidak mau, maka lihatlah kekuatanku sepenuhnya..." serunya marah.


"Siapa yang ingin mendapatkan belas kasihanmu...." ejek Alea memprovokasi pria besar itu.


"Dasar tak tahu diri, kau akan merasakan kekuatanku..." serunya marah.dia segera mengeluarkan mahluk kontrakan yang berupa harimau putih besar. melihat lawan mengeluarkan mahluk kontaknya , Alea meminta salah satu dari mahluk kontraknya juga. dan keluar lah Xiao Bai dari ruang dimensinya. Xiao Bai yang berubah menjadi manusia tampan membuat kaget para penonton .


"Hey...siapa pria tampan itu..." teriak para penonton.


"Apakah dia mahluk kontrak dari gadis itu..." kata penonton yang lain.


"Mahluk kontrak yang berubah menjadi manusia adalah mahluk kontrak legendaris. siapa sebenarnya gadis itu.. hebat sekali kalau dia mampuh memiliki mahluk kontrak seekor hewan legendaris pasti dia manusia yang beruntung dan kuat..." jawab yang lain. Sedangkan dari sekte Tiangzi terlihat menatap Alea dengan perasaan bangga.


Sedang dari perguruan Calang bukan rahasia lagi tentang mahluk kontrak Alea.


"Lea"er...biarkan aku bermain- main sebentar dengan dia..." kata Xiao Bai dingin.


"Boleh... kau hadapi dia dulu, aku akan berhadapan dengan majikannya..." seru Alea datar.


Alea segera berhadapan dengan siswa dari perguruan Harimau putih itu. sedang Xiao Bai berhadapan dengan maklum kontrak pria itu. namun sayang sekali , ternyata hanya sebentar saja Xiao Bai telah mengalahkan Harimau putih itu. Harimau itu duduk ketakutan di bawah arena adu kekuatan, si pria pemiliknya merasa syok melihat tingkah mahluk kontraknya. Karena merasa kecewa dengan mahluk kontraknya, dia melampiaskan pada Alea. dia menyerang Alea dengan jurus- jurus mematikan, namun tak satupun dari jurus yang dia miliki mengenai tubuh Alea. Hingga pada jurus kesekian kalinya Alea bisa memukul keras tubuhnya dengan tenaga inti bumi kekuatan milik Alea. itupun dia keluarkan kekuatannya hanya sebagian saja. terlihat dia jatuh di luar arena dengan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


"Bagaimana...apakah kau masih sanggup meneruskan pertarungannya ..?" tanya Alea dengan tenang.


"kaaauuu..." serunya menahan marah. dia berusaha berdiri, namun tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi, tubuhnya terkulai dengan nafas memburu, dan pria itu terkulai pasrah saat dia tak bisa lagi berdiri. dan juri mengatakan kemenangan di pihak Alea. Akhirnya Alea turun dari atas ring dengan wajah tenang. terdengar sorakan dari perguruan Calang dan perguruan Tiangzi. sedang pria tampan yang bersama Alea telah kembali kewujud nya sebagai rubah kecil dan imut. rubah itu melompat kedalam pelukan Alea.


Melihat rubah itu semua orang tercengang,


"Apakah itu rubah ekor sembilan, rubah legendaris yang sulit di dapatkan...?" seru para kultivator yang ada di sana.


Begitu juga dengan para guru Alea. mereka terkejut dengan hewan kontrak Alea.


"Gadis itu...ternyata dia memiliki hewan kontrak rubah ekor sembilan..." seru guru Laoheran.


"Jangan kaget kak...dia bukan hanya memiliki satu hewan kontrak legendaris, tapi empat hewan legendaris. kau bisa melihat gelang yang melingkar di pergelangan tangannya itu, itu ular putih yang banyak di cari orang..." kata guru Juan.


"Apaa..empat...?" seru guru Lao kaget.


"Iya empat...salah satunya burung kuning yang sering bertengger di bahu kanannya, itu burung Phoenix ..." kata guru Juan lagi membuat guru Lao sok berat.


"Siapa sebenarnya gadis yang menjadi murid kita itu Juan....?" ucap guru Lao dengan wajah sok nya.


Sedang gadis yang mereka bicarakan sedang asyik berjalan dengan tenang menuju tempat duduknya kembali.

__ADS_1


Maaf..aku hanya bisa mbuat cerita segini dulu ya..sebab author kesehatannya agak terganggu..jangan.lupa like. vote, dam komennya.🙏🙏🙏


Bersambung.


__ADS_2