
"Aku ingin makan daging manusia seperti makan pentol ini!!!"
Jerolin menelan saliva mendengar pernyataan yang baru saja dikatakan oleh Aisyah. Entah mengapa ia merasakan bila ibu hamil ini menjadi lebih menyeramkan dari biasanya. Hatinya bertanya-tanya pernyataan Aisyah hanya menyindir saja atau lebih dari itu.
"Kenapa diam?" tanya Aisyah melihat Jerolin hanya diam menatap nya saja.
Jerolin menggeleng cepat sedikit takut melihat tatapan Aisyah yang tak biasa. Kali ini bukan hanya berdebar karena berdekatan dengan ibu hamil ini melainkan rasa takut juga menyergap hatinya.
"Jangan takut. Aku bukan psikopat, kok. Aku hanya wanita biasa yang ingin hidup dengan tenang dan damai," ungkap Aisyah menipiskan bibir setelah mengucapkan keinginan nya.
"Maaf," hanya itu yang dapat dikatakan Jerolin setelah mendengar ucapan Aisyah yang sangat menyayat hati. Andai pun takdir berpihak padanya bisa membuat wanita itu melupakan Malvyn dan bersanding dengan nya, pastilah kehidupan nya tak luput dari mara bahaya.
"Enggak apa-apa. Aku gak mempermasalahkan yang sudah terjadi. Mau aku marah sampai gimana pun gak akan mengembalikan keadaan, bukan? Aku benar-benar sudah baikan, sekarang."
Jerolin menatap Aisyah dengan tatapan pias. Helaan nafas pun terdengar lirih memikirkan nasib sang pujaan hati.
"Apa enak?" tanya Jerolin ingin menciptakan obrolan agar Aisyah terbiasa dengan nya.
Aisyah yang sedang mengunya pentol menghentikan kunyahan, menatap Jerolin sejenak lalu menelan pentol tersebut. "Lumayan. Persis abang-abang tukang Pentol di Sekolah ku," sahut Aisyah jujur.
Jprolin tersenyum senang mendengar sahutan dibumbui pujian.
__ADS_1
"Tapi sedikit lebih asin. Kata papi aku, kalau masakan nya asin minta nikah. Om sudah pingin nikah?" tanya Aisyah tak lagi ketus seperti tadi.
Jerolin terbatuk lantaran pentol nya tertelan begitu saja mendengar pertanyaan Aisyah. Ia sungguh-sungguh terkejut. Batuk yang membuat wajah nya memerah.
Aisyah panik langsung menuang air minum dan menyodorkan pada Jerolin. Ia ikut panik hingga menghampiri pria itu, membantu menepuk-nepuk punggung Jerolin.
"Maafin Ais, Om. Maaf gak sengaja," kata Aisyah lirih. Ia merasa bersalah atas pertanyaan nya kepada Jerolin.
Setelah batuk Jerolin redah dan merasa lebih baik, ia menatap Aisyah sejenak. "Jangan khawatir. Aku baik-baik saja, Ais. Aku hanya terkejut tadi. Lagi pula jawaban ku belum ingin menikah untuk saat ini," kata nya masih menatap mata Aisyah.
Tatapan mereka bertemu sehingga membuat jantung Jerolin berdebar kencang. Ia mulai menyadari bila saat ini benar-benar telah jatuh cinta dengan Aisyah.
Tapi, ia tak mungkin mengungkapkan isi hatinya. Sadar betul bagaimana buruknya dirinya sehingga sampai sekarang belum juga mendapatkan tambatan hati sebelum mengenal Aisyah.
Jerolin langsung bangkit kembali ke dapur dimana melihat kotak susu hamil disana. Ia pun melihat kotak tersebut membaca cara penyajian. Sesuai aturan, ia mengambil gelas dan memasukkan susu hamil rasa cokelat tersebut ke dalam gelas. Setelah itu, ia seduh dengan air panas separuh gelas.
"Mau pakai es atau panas saja?' tanya Jerolin balik badan menatap Aisyah.
"Pakai es saja, om."
Aisyah melihat perlakuan Jerolin justru merasa semakin sedih karena justru pria lain yang perduli dengan nya. Sementara pria yang membuatnya hamil justru tak pernah melakukan itu.
__ADS_1
Pasti Jesica diperlakukan begini sama Malvyn, gumam Aisyah dalam hati. Matanya kembali mengembun memikirkan kebahagiaan mereka telah lengkap. Sementara dirinya hidup sebatang kara.
"Kamu jangan kerja, Ais. Kasihan anak kamu," kata Jerolin seraya menaruh segelas susu hamil dingin di depan Aisyah.
Aisyah meraih gelas itu lalu menyeruputnya, tak lantas menjawab pertanyaan Jerolin. "Aku gak punya siapa-siapa disini, Om. Aku harus bekerja untuk biayain hidupku," terang nya tetapi Jerolin menggeleng tegas.
"Maafkan aku kalau kamu merasa gak nyaman, Ais. Tapi, bisakah kamu berhenti bekerja? Aku akan mencukupi kebutuhan hidupmu dan juga anak mu demi menebus rasa bersalah ku."
****
"Gimana?"
"Beberapa hari ini dia sudah mau keluar dari tempat itu. Kita sudah bisa melaksanakan rencana kita."
"Baiklah. Jangan biarkan dia merajalela lagi."
❤️
Hayo.. Apa Ais bakal mau?
Siapakah yang akan melakukan kejahatan selanjutnya?
__ADS_1