
Johan turun dari ranjang setelah mencapai puncak. Di pungut pakaian yang berada di sofa tua itu kemudian keluar kamar menuju kamar mandi terletak di dapur.
Ia mengguyur tubuh menggunakan gayung. Menikmati setiap air yang mengalir di permukaan kulitnya. Tak ada sedikitpun rasa bersalah dengan yang dilakukan terhadap Jesica. Hatinya terbakar amarah karena masih mengingat betapa terpuruknya Aisyah.
Tubuh mungil itu menangis kencang dengan tubuh bergetar sewaktu dicampakkan oleh Malvyn. Darah nya mendidih seiring tangisan tiada henti. Sumpah serapah terus terucap dalam hati dan berjanji untuk membalaskan kesakitan yang dialami Aisyah.
Seperti tadi, ia bermain kasar agar kandungan itu gugur. Tidak ada belas kasihan meski ia melihat Jesica meraung menangis meminta ampun agar permainan kasar nya dihentikan.
Di dalam kamar, kedua tangan masih terikat ke atas. Tatapan mata yang kosong lurus ke langit-langit kamar tanpa asbes ataupun plafon. Jesica tak lagi terisak. Namun, air matanya mengalir deras. Tubuhnya terasa sangat sakit, apalagi inti tubuhnya terasa perih.
Baru pertama kali Jesica merasakan tubuhnya sangat tidak diinginkan. Johan benar-benar melakukan nya dengan kasar sehingga perut bagian bawah nya terasa sakit.
Ia tak dapat lagi berusaha melepaskan diri karena tenaganya hampir habis. Untuk berbicara pun sangat sulit baginya.
Johan keluar kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggang nya. Di buka nya bungkusan plastik berisi makanan yang di beli nya sebelum datang ke tempat ini. Tanpa mengenakan baju dan menawarkan makanan ke Jesica, ia menghabiskan makanan itu sendiri.
Kemudian ia masuk ke dalam kamar dan melihat Jesica menatap kosong langit - langit kamar. Seringai tajam terukir di wajah tampan nya yang sudah matang. Ia mendekat ke arah tempat tidur lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos wanita itu.
Jesica terperanjat. Ia kembali ketakutan apalagi melihat wajah Johan yang beringas. Ia mencoba meronta-ronta berharap ikatan di kedua tangan nya terlepas. Tetapi, ikatan itu tak sedikitpun melonggar.
__ADS_1
"Kamu mau apa?" tanya Jesica ketakutan.
"Sudah aku katakan, aku akan membuat mu kehilangan anak itu. Persis apa yang kamu buat kepada Aisyah."
Johan merangkak naik dan mengukung Jesica.
CUIH!!
Jesica meludah tepat di wajah Johan hingga membuat pria itu naik pitam. Niat awalnya akan melakukan lagi dengan pemanasan yang lembut membuat berubah pikiran.
Di cengkram rahang Jesica hingga menimbulkan ringisan. Tanpa rasa kasihan, Johan naik dan tepat di atas wajah wanita itu.
Johan tak merasa iba melihat wajah Jesica sudah memerah akibat perbuatan nya. Merasa puas berada di mulut wanita itu, ia memasukkan pusakanya ke inti tubuh Jesica, lagi.
"Kau lebih hina dari pelaacur," hina Johan seraya menghentakkan tubuhnya sangat keras dengan sengaja.
"Le-lepaskan aku," rintih Jesica. Dalam hatinya telah berkobar api dendam kepada Aisyah yang entah berada dimana.
Erangan Johan terdengar keras di kamar rumah tua tersebut. Beruntung letak rumah tua itu jauh dari para tetangga perkampungan itu.
__ADS_1
Hingga hentakan-hentakan akhir permainan membuat Johan memejamkan mata. Cairan masa depan nya sengaja disemburkan ke dalam sana agar memicu hal-hal yang diinginkan nya.
Johan bangkit lalu mengelap bekas percintaan itu dengan tissue lalu memakai pakaian nya secara lengkap. Ia membuka ikatan tangan Jesica kemudian mengambil paperbag di atas sofa tua itu dan di lemparkan nya ke atas tubuh Jesica.
"Cepat pakai atau aku akan membawa mu tanpa busana," sentak nya lalu keluar dari kamar.
Sementara Jesica memaksakan diri untuk bangun dan memakai pakaian nya. Setiap gerakan, akan meringis keluar dari mulut nya. Sangat sakit, sakit lahir dan batin.
Menyisir rambut lalu mengikatnya. Keluar dari kamar dengan jalan pelan dan tertatih karena sangat sakit di area inti tubuhnya. Bukan hanya disitu, seluruh tubuh nya sangat sakit.
"Lamban," sentak Johan lalu menarik tangan Jesica dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Sa-sakit," cicitnya tapi Johan tak perduli.
Johan melajukan mobil menuju Apartemen Malvyn. Sesampainya disana, tanpa memasuki basement, Johan menghentikan mobil tepat di depan pintu masuk Gedung Apartemen tersebut.
"Keluar!!!"
Jesica hanya diamenuruti dan keluar mobil. Ia terkejut mobil itu melaju sangat kencang. Tiba-tiba pandangan nya menjadi gelap dan ia tak sadarkan diri."
__ADS_1
❤️