
Dua orang saling mematung dengan tatapan mengunci. Mata Aisyah terasa perih melihat tatapan pria yang disebut matan suami. Ia juga melihat Malvyn menggendong seorang anak kecil perempuan. Ah, ia yakin pasti anak pria itu dan Jesica, pikirnya.
Aisyah juga melihat tatapan Malvyn masih sama seperti dahulu. Tapi selanjutnya ia menggeleng kecil merasa tak yakin dan tak percaya lagi. Sebab, pastilah mantan suaminya itu telah bahagia dengan keluarga kecil mereka.
"Nyonya," panggil Pak Eko.
Aisyah memutuskan pandangan dan gegas menoleh ke arah pak Eko. "Ya, pak. Ada apa?"
"Tidak ada, nyonya. Saya akan mengantarkan anda ke ruang nyonya Sania," kata pak Eko dan diangguki oleh Aisyah.
Sementara Malvyn masih terpaku dalam keterkejutan nya.
"Om. Ayo kita lihat adik aku," ucap bocah perempuan seusia Dominic, ia adalah Jeslyn.
Malvyn tersadar dalam lamunan. Hatinya terasa sakit ketika Aisyah seperti tidak mengenalnya.
"Temui dia, Vyn. Selesaikan masalah kalian. Seenggaknya kalian sudah saling memaafkan," tutur Mario mendekati Malvyn kemudian mengambil alih anak perempuan pertamanya dari gendongan Malvyn.
Malvyn menatap Mario dan gegas menyusul Aisyah setelah Mario mengangguk. Pria itu berjalan cepat menyusuri koridor seraya pandangan nya mencari dimana Aisyah pergi.
Aku gak nyangka akan bertemu denganmu lagi, Ais. Kamu terlihat sangat bahagia, sementara aku masih berpijak ditempat yang sama. Aku masih mencinta, aku masih merindu, aku masih memiliki harapan yang sama.
__ADS_1
"Ahh," Aisyah memekik ketika lengan nya disekal dan ditarik Malvyn hingga menabrak dada bidang pria itu. Aisyah langsung membuka mata ketika tak sengaja mencium dada dan menghirup aroma maskulin dari tubuh Malvyn. Segera ia dorong dada itu dan menatap Malvyn nyalang.
"Anda sudah melewati batas, tuan." Aisyah mundur beberapa langkah membuat jarak antara keduanya.
"Ma-maafkan aku, Ais. Aku gak sengaja," ucap Malvyn benar-benar merasa bersalah. Ia hendak mendekati Aisyah kembali namun pak Eko dengan cepat menghalangi.
"Jangan ganggu nyonya saya."
Malvyn berhenti bergerak memperhatikan pria yang melindungi Aisyah.
Tanpa berkata Aisyah berbalik tapi suara Malvyn menghentikan langkahnya.
"Tolong kasih aku waktu untuk bicara dengan mu," kata Malvyn terdengar menyedihkan.
Pak Eko tampak ragu sebab Jerolin memerintahkan agar tetap menjaga Aisyah.
"Pak," tegur Aisyah setelah beberapa saat pak Eko tak kunjung meninggalkan dirinya dan Malvyn.
Mereka berada di lantai khusus ruang perawatan pasien VIP sehingga tampak sepi. Pak Eko akhirnya pergi meninggalkan Aisyah dan Malvyn berdua. Ia juga tak mungkin memaksa kehendak agar Malvyn tidak lagi menemui Aisyah. Itu sudah melanggar privasi majikan nya.
Sejenak tatapan Aisyah dan Malvyn terkunci hingga Aisyah balik badan berjalan ke arah lift diikuti Malvyn.
__ADS_1
Aisyah segera duduk di bangku taman Rumah Sakit tersebut sebab sudah sangat lelah sekali. Begitu juga Malvyn duduk di sebelahnya dengan jarak beberapa centimeter saja.
Cukup lama keduanya berdiam diri. Aisyah sendiri memejamkan mata merasakan sesuatu yang telah lama hilang.
"Sudah berapa bulan kandunganmu, Ais?" Tanya Malvyn menahan sakit di hati melihat Aisyah tengah hamil besar. Saat pertama melihat Aisyah, ia tidak memerhatikan. Sejak duduk di sebelahnya barulah menyadari perut mantan istrinya membuncit. Ia tersenyum miris melihat dirinya sendiri yang belum bisa melupakan dan masih mencintai Aisyah.
"Sembilan bulan. Dua Minggu hpl nya."
Malvyn mengangguk seraya mencoba tersenyum. Ia dapat melihat Aisyah menjawabnya tanpa beban seakan memang benar-benar telah melepaskan kisah diantara mereka di masa lalu.
"Vyn," panggil Aisyah tanpa menoleh ke arah mantan suaminya.
Malvyn menoleh ke arah Aisyah. "Ya."
Aisyah menghela nafas sambil memejamkan mata sejenak. "Maaf kalau dulu aku pergi tanpa pamit. Semoga gak ada lagi dendam diantara kita," kata Aisyah.
Cukup lama keduanya saling diam. Malvyn merasa ucapan Aisyah Barus tanda bahwa hubungan mereka benar-benar akan menjadi asing.
"Apa kamu bahagia selama berpisah dengan ku?" Tanya Malvyn.
Aisyah tersenyum tanpa mengatakan apapun. Dan ini diartikan Malvyn bila tak ada lagi kesempatan untuknya.
__ADS_1
Kita selesai..