Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 26


__ADS_3

Malvyn menyambar ponsel nya yang sedari tadi bergetar. Dilihat nama sang oma tertera disana. Ia pun menarik nafas dan menghembusnya perlahan barulah mengangkat sambungan telepon tersebut.


Belum juga benda pipih itu menempel ditelinganya, Malvyn sudah menjauhkan hingga beberapa jarak. Suara pekikan Oma Nadira hampir memecahkan gendang telinganya.


"Memang kamu itu keturunan rudal Amerika, ya Malvyn. Kalau gak di hubungi pasti bakal diem saja. Cepat kamu pulang ke mansion, Oma tunggu!!" pekik Oma Nadira yang selalu kesal bila berkunjung tidak ada Malvyn disana.


Malvyn menggosok telinga nya sesaat. "Malvyn sedang ada pekerjaan, Oma."


"Oma tunggu. Malam ini kita makan bersama," ucap Oma Nadira lagi.


Malvyn menatap ponselnya setelah panggilan itu terputus. Memang benar ia belum makan malam karena sibuk mengurusi Aisyah.


Ketika hendak ke kamar mandi, ia melihat Aisyah yang tengah bermain ponsel dengan headset di telinga gadis itu.


Melihat Malvyn masuk ke dalam kamar mandi, Aisyah mengelus dada karena takut dicurigai. Padahal ia mendengar apa yang diucapkan pria itu.


Baiklah, Ais. Jangan membuat ulah malam ini.


Malvyn telah selesai membersihkan diri kemudian segera bersiap hendak ke mansion utama.


Melihat Aisyah telah terlelap, ia mengecup dahi istrinya itu kemudian pergi dari apartemen.


*


*


Keluarga Malvyn terbiasa setiap dua Minggu sekali pada akhir pekan akan makan malam bersama. Sebenarnya bukan sesuatu yang wajib, namun mereka telah terbiasa melakukan ritual makan malam bersama.

__ADS_1


Malvyn baru saja sampai dan langsung memeluk sang Oma yang masih terlihat cantik. "Apa kabar, Oma?" tanya Malvyn setelah melepas pelukan.


"Oma baik. Gimana denganmu? apa masih seperti dulu?" tanya Oma Nadira beruntun yang tahu bagaimana kebiasaan Malvyn.


"Big No!! aku sudah nggak seperti dulu," sahut Malvyn membuat Opa, Oma, dan kedua orang tuanya memicing seperti meminta penjelasan.


Malvyn berdehem. "Jangan menatapku seperti itu," kata nya datar.


"Jadi kamu akan menikahi Jesica?" tanya mami Ivy.


Malvyn berdecak. "Bukan dia. Untuk saat ini aku belum bisa kasih tahu kepada kalian. Sudahlah, ayo kita makan."


Malvyn meninggalkan keluarga nya menuju ruang makan dimana sudah ada Malya disana. "Kamu gak apa-apa?"


Malya hanya mengangguk saja dan menunggu keluarganya berkumpul.


"Apa cucuku kurang tampan sampai di umur 27 tahun belum juga menikah?" tanya Opa Qenan menatap papi Edzard dan mami Ivy.


"Mommy kalian saja di umur 21 sudah melahirkan Edzard. Lihat, betapa topcer nya Opa kalian!" celetuk Opa Qenan yang sedari tadi tampak diam.


"Dad!!" desis Oma Nadira merasa pusing ketika kenarsisan Opa Qenan kambuh.


"Aku berkata jujur, mi amor?!"


Malvyn menghela nafas panjang. "Ada sesuatu yang harus aku selesaikan sebelum punya anak, Opa. Aku gak mau anak ku nanti mengalami apa yang dirasakan anak orang lain karena rintangan rumah tangga yang berat. Aku ingin anak ku lahir setelah semua nya baik-baik saja," kata Malvyn menjelaskan.


Rasanya hari ini begitu banyak menguras energi yang mengharuskan Malvyn banyak bicara.

__ADS_1


"Kerumitan itu kamu sendiri yang buat. Jadi pertanggungjawab kan segera. Ingat!! pilihlah wanita baik-baik," terang papi Edzard.


Malvyn hanya mengangguk. Setelah selesai makan malam, mereka melanjutkan kumpul keluarga di ruang keluarga.


"Kenapa kamu melihat jam terus, nak?" tanya mami Ivy sedari tadi memperhatikan Malvyn.


Malvyn langsung menatap mami Ivy. "Aku harus pergi, mi."


"Bukan bermain wanita lagi, kan?" tanya mami Ivy menatap curiga.


Malvyn berdecak. "Nggak, mi. Besok aku akan mampir. Maaf, Malvyn buru-buru. Daahh, semua!" Malvyn bergegas keluar mansion. Seperti itulah Malvyn bila di depan keluarga akan menjadi hangat namun tetap saja enggan mengungkapkan apa yang ada dalam hidupnya.


"Ck. Anak itu!!"


*


*


Setelah sampai di apartemen, Malvyn di buat terkejut karena melihat Aisyah sedang bermain sebuah kartu yang tidak di ketahui nya bersama John dan Johan dengan wajah mereka sudah belepotan lipstik.


"Astaga, KALIAN!!!"


Aisyah yang terkejut langsung jatuh dari kursi dimana mereka sedang bermain di dapur.


BRAK


"Aisyah..."

__ADS_1


__ADS_2