
"Ya ampun. Maaf, aku ketiduran." Cicit Aisyah baru saja terbangun dan pemandangan pertama kali dilihat adalah Jerolin tengah menggendong dan memberi susu baby Dominic.
Jerolin tersenyum sebagai tanggapan. Sungguh, ia menikmati peran nya sebagai seorang ayah meski bukan sekandung.
Aisyah sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Dan sekarang mereka telah berada di sebuah rumah bertingkat dua, bergaya minimalis. Rumah tersebut di hadiahkan Jerolin buat baby Dominic. Awalnya Aisyah menolak karena rumah sebelum nya sangat besar. Jadi membuat pria itu membeli rumah sesuai keinginan dan kecocokan bagi Aisyah.
Ada rasa tak enak hati meski sekarang telah menjadi pasangan Jerolin. Pria itu begitu memuja nya, padahal dirinya adalah seorang janda beranak satu.
"Kenapa bangun?" tanya Jerolin seraya mendekati Aisyah lalu duduk tepi ranjang.
"Aku teringat Dominic. Sini gantian sama aku, pasti kamu cape," kata Aisyah ingin mengambil alih baby Dominic justru di halangi oleh Jerolin.
Jerolin menaruh botol susu baby Dominic ke atas nakas kemudian menatap Aisyah penuh cinta. "Tidurlah. Aku saja yang menjaga Dominic. Dia hampir nyenyak," kata Jerolin.
__ADS_1
Aisyah mengangguk pasrah. Jika saja dirinya tidak menuruti, maka akan terulang kembali seperti malam-malam sebelumnya. Ia tetap terjaga meski Jerolin sudah menyuruh nya agar tidur lebih dahulu, alhasil Aisyah hanya diam saja dan Jerolin menemani baby Dominic sepanjang malam tanpa memberi kesempatan Aisyah menjaga selain hanya ketika akan memberi ASI saja.
Entahlah. Aisyah justru semakin sakit melihat nya. Ia takut jika suatu saat tahu bila baby Dominic mengetahui Jerolin bukanlah ayah kandung melainkan Malvyn. Mengingat mantan suaminya, ia yakin bila anak pria itu juga telah lahir dan hidup bahagia.
Jerolin tersenyum melihat Aisyah kembali terlelap. Kemudian ia bangkit dan menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan sembari menepuk pelan punggung tangan nya tepat di bagian bokong bayi tersebut.
Pria itu menatap wajah bayi mungil, berwajah bule, rambut cokelat tua. Sangat mirip dengan Malvyn.
Jerolin sendiri tidak menyalahkan atas kelahiran baby Dominic, hanya saja. Ia khawatir bila suatu saat Aisyah bertemu dengan Malvyn akan memutuskan kembali bersama demi anak dan kembali padanya.
Sebenarnya Jerolin tahu kabar Malvyn di tanah air. Pria itu semakin melebarkan sayap bisnis nya dan mendapat kabar masih sendiri setelah adik angkatnya telah dipenjara.
Jerolin memutuskan tidur di kamar sebelah sebab tidak ingin membuat Aisyah tidak nyaman atas kehadiran nya.
__ADS_1
***
"Ya ampun, Ais. Kenapa dia tampan sekali!!" Pekik Grace ketika mengunjungi Aisyah dan melihat ketampanan baby Dominic sudah terlihat jelas sejak dini.
Kini, usia bayi mungil dan tampan itu sudah menginjam usia 3 bulan. Bayi itu sudah mulai belajar tengkurap dan menegakkan kepala.
"Jangan kamu cubit, Grace!" cicit Aisyah melihat Grace hendak mencubit pipi anaknya.
Grace menjadi tertawa dan mengurungkan niat. Tentu saja tidak berani melakukan hal itu, sebab Jerolin sangat menyeramkan.
"Aku takut sama papi nya," bisik Grace membuat Aisyah terkekeh. "Dia sangat menyayangi Dominic, Grace. Padahal dia tahu kalau anakku bukan anak kandung nya."
Grace setuju. Ia sudah tahu hubungan Aisyah sebelum bersama Jerolin.
__ADS_1
"Sudah saatnya kalian bersama, Ais."
❤️