
Aisyah memerhatikan bagaimana cekatannya Malvyn berkutat dengan alat masak. Jika begini, Malvyn tidak terlihat menyeramkan seperti genderuwo bule yang selalu disematkan untuk pria itu.
"Mau aku bantuin gak?" tawar Aisyah membuat Malvyn menoleh kebelakang.
"Gak perlu, Ais. Cukup kamu duduk menunggu aku memasak," jawab Malvyn yang pasti akan dibuat ketar-ketir jika Aisyah membantunya.
Malvyn terbiasa hidup sendiri membuatnya melakukan apapun sendiri. Bahkan menghadirkan pelayan saja membuatnya tidak nyaman. Karena hal itulah bi Lala tidak ada di apartemen jika dirinya berada disana.
Malvyn terperanjat ketika Aisyah berdiri disampingnya. "Buat kaget saja," cebiknya.
Aisyah terkekeh karena melihat ekspresi Malvyn ketika terkejut tadi. "Maaf, ya."
Malvyn hanya berdehem kemudian mengambil 2 piring dan memindahkan nasi goreng spesial ke atas piring dan memberikannya kepada Aisyah.
"Taruh di atas meja. Hati-hati, Ais. Cukup jalan perlahan saja. Jangan pecicilan!" sepertinya Malvyn benar-benar memerhatikan tingkah Aisyah selama ini. Bahkan cara berjalan juga diperhatikan.
Sementara Aisyah hanya mencebik namun menurut apa yang dikatakan Malvyn. Andai pria itu tahu jika masih di kampung halaman, setiap malam akan menjelma menjadi penarik pelanggan kebab dan burger sang papi.
Seperti dedemit saja.
"Lihat. Nggak tumpah, kan?" tanya Aisyah memamerkan kedua piring berisi nasi goreng itu tertata rapi di atas meja.
Malvyn tersenyum tipis seraya mengacak rambut Aisyah. Pria itu merasa seperti mendidik keponakan nya sendiri. Tetapi tidak, gadis dihadapan nya adalah istri yang dicintainya sejak lama.
Sementara Aisyah termangu mendapat perlakuan manis Malvyn. Sebagai gadis muda, belum pernah mengenal cinta, tentu saja membuat darahnya berdesir.
Malvyn sadari jika Aisyah tampak termangu mengambil kesempatan mengecup bibir istri kecilnya.
"Haaiisshh.. Kamu mencuri," pekik Aisyah karena terkejut atas perlakuan Malvyn.
Malvyn tergelak mendengarnya justru membuat Aisyah terpesona. "Ayo kita makan," katanya.
Aisyah menarik kedua sudut bibirnya disertai anggukan. Keduanya makan begitu menikmati begitu juga dengan Aisyah.
__ADS_1
Aisyah ingat betul dengan rasa nasi goreng spesial ini pernah menjadi salah satu menu makan siang nya di kampus. Tapi ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.
"Aku pernah makan nasi goreng seperti ini dulu. Tapi aku lupa siapa yang masakin buat aku," celetuk Aisyah seraya kembali makan nasi goreng spesial itu.
Sementara Malvyn langsung tersedak setelah mendengar celetukan Aisyah. Gadis itu dengan sigap memberikan segelas air minum miliknya kepada Malvyn.
"Aku gak akan ambil nasi goreng kamu, kok. Tenang saja, jangan buru-buru."
Lagi-lagi ucapan yang pernah didengarnya dahulu terucap kembali, kini. Tatapan keduanya saling bertemu.
Aisyah menelan saliva nya ketika bayangan masalalu kembali teringat di benak nya namun kembali ia tepis karena tak ingin mengingatnya lagi.
Malvyn menatap Aisyah dengan sendu. Ingin rasanya mendekap erat tubuh gadis itu dan mengatakan jika dirinyalah yang pernah memasak nasi goreng spesial ini, dahulu.
Keduanya kembali melanjutkan makan malam mereka hingga selesai.
*
*
Tetapi, aksi nya yang hendak memeluk kedua pengawal itu telah terbaca oleh Malvyn sehingga ketika sudah merentangkan kedua tangan, tas ransel Aisyah di tarik dari belakang oleh Malvyn.
"Nggak ada peluk-peluk," kata Malvyn dingin memamerkan wajah datarnya sehingga membuat Aisyah mencebik.
Malvyn juga menarik Aisyah ke dalam pelukan nya. "Peluk aku saja. Jangan yang lain," ungkap Malvyn memejamkan mata dan menikmati aroma tubuh dan parfum Aisyah yang menjadi satu.
John dan Johan melihat tuan muda mereka hanya dapat diam saja. Padahal keduanya juga merindukan nyonya muda mereka dan ingin memberikan oleh-oleh pada Aisyah.
Aisyah dapat mendengar detak jantung Malvyn yang begitu kencang karena kepala nya tepat berada di dada bidang suaminya itu.
Kenapa jantung nya juga sama sepertiku?
*
__ADS_1
*
"Ini untuk nyonya muda," kata John menyerahkan makanan khas Manado kepada Aisyah.
Aisyah tersenyum senang kemudian menerima oleh-oleh tersebut. "Ini namanya apa, pak?"
"Ini kacang goyang dan klappertaart."
Johan datang memberikan teh kepada Aisyah untuk pelengkap makan oleh-oleh dari mereka.
Kudapan manis sekaligus gurih ini memang dikenal nikmat, terlebih jika disajikan bersama teh atau kopi. Umumnya,klappertart berbahan dasar kelapa, susu, tepung terigu, mentega, dan telur ayam. Meski pertama kali diperkenalkan oleh Belanda,klappertartmasih menjadi hidangan favorit di Indonesia.
Selain lezat, adanya kandungan susu yang tinggi dalam makanan ini menjadikannya bermanfaat baik bagi tubuh. Mulai dari mencegah osteoporosis, menyeimbangkan tekanan darah, hingga mencegah timbulnya kerusakan gigi adalah beberapa khasiat yang dihasilkanklappertart.
Sementara kacang goyang memiliki bentuk, tekstur, dan warna yang beragam, menjadikan camilan ini menarik dan banyak diburu oleh wisatawan. Konon, nama penganan ini diambil dari teknik pembuatannya yang digoyangkan setelah melalui proses sangrai.
"Enak. Makasih, pak."
*
*
Aisyah menatap ponsel nya yang bergetar. Saat ini ia tengah duduk di meja belajar karena Malvyn memerintah ya agar belajar karena akan menghadapi ujian semester tak lama lagi.
Terlahir sudah memiliki kepintaran dibawah rata-rata tentu saja sangat sulit untuk memahami materi-materi yang sudah dipelajarinya.
"Ya, mi?" jawab Aisyah mengangkat telepon dari mami Adzilla.
"Gimana kabar kamu? sehat?"
"Sehat. mi?"
"Gimana? sudah hamil?"
__ADS_1