
"Nyonya akan merasakan sesak atau nafas terasa berat seiring semakin besarnya janin di dalam rahim. Keluhan ini biasanya akan mereda setelah posisi janin sudah siap lahir di beberapa Minggu ke depan. Posisi siap lahir itu kepala janin terletak di bagian bawah rahim."
Dokter kandungan itu menjelaskan keluhan yang biasa di rasakan oleh ibu hamil termasuk Aisyah.
"Iya. Saya ngalamin nafas terasa berat, Dok."
"Pertumbuhan dan perkembangan janin pada saat usia kehamilan 7 bulan akan semakin pesat. Kebutuhan nutrisi janin mencapai puncaknya pada trimester ketiga kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil 7 bulan perlu cukup mengonsumsi makanan bergizi yang kaya protein serta vitamin dan mineral, seperti vitamin C, zat besi, asam folat, dan kalsium."
Aisyah dan Jerolin mendengarkan penjelasan dari Dokter kandungan bernama Mona itu dengan seksama. Tidak sedikitpun sepatah kata keluar sebelum penjelasan itu selesai.
"Berat badan janin sudah 1,1kg dan panjang 38,5cm. Tengkorak sudah mulai mengeras seiring dengan perkembangan otak, paru-paru, dan otot. Jenis kelamin juga sudah jelas. Mau di lihat, tidak?" tanya Dokter Mona.
Aisyah tampak tersenyum, pandangan nya menatap Jerolin yang juga menatapnya. "Mau, Dok."
__ADS_1
"Baiklah, kita lihat dulu." Dokter Mona menggerakkan alat nya kembali. "Lihat," kata Dokter Mona membuat Aisyah dan Jerolin menatap layar monitor. "Kedua testis sudah turun dari dekat ginjal ke skrotum."
Ucapan Dokter Mona agaknya tak dapat membuat Aisyah dan Jerolin mengerti karena keduanya masih bingung menatap layar monitor tersebut.
"Dari hasil yang kita lihat, calon anak tuan dan nyonya kemungkinan besar berjenis kelamin laki-laki," terang Dokter Mona membuat Aisyah tersenyum senang. Matanya berkaca-kaca mendengar itu.
Perut Aisyah di bersihkan dan Jerolin membantu turun dari brankar, duduk bersebelahan di hadapan sang Dokter.
Dokter tersebut menulis resep vitamin yang harus di konsumsi oleh Aisyah lalu diserahkan kepada Jerolin.
Aisyah mengangguk di sertai senyuman. "Terima kasih, Dok."
"Terima kasih kembali. Sebab sudah trimester ke tiga, Tuan harus lebih sering di atas, ya? gaya misionaris lebih aman dan nyaman bagi ibu hami trimester ketiga," Dokter Mona memberikan masukan dimana banyak setiap pasangan menanyakan hal tersebut padanya.
__ADS_1
Namun, selama menjadi Dokter Aisyah, tak pernah sekalipun Jerolin menanyakan mengenai urusan ranjang selama Aisyah hamil. Pikirnya, mungkin saja terlalu malu untuk menanyakan mengenai hal ini sehingga dirinya berinisiatif memberi tahukan saja.
Jerolin mendengar ucapan Dokter Mona menjadi salah tingkah. Wajah nya memerah karena malu. Diri nya saja tak pernah berpikir ke arah sana. Mengapa bisa diberi tahukan hal semacam ini padanya?
Sementara Aisyah hanya dapat menunduk malu.
Dokter Mona tersenyum lucu melihat reaksi keduanya terkesan malu-malu. "Sesering mungkin dapat membantu jalan lahir, tapi itu pada saat sudah usia 9 bulan. Kalau sekarang, normal saja. Senyaman nya nyonya ya, Tuan."
Jerolin nyengir kuda disertai anggukan saja.
Setelah pemeriksaan itu, keadaan keduanya menjadi canggung hingga sampai ke Apartemen.
"Ais. Lupakan ucapan Dokter tadi," ungkap Jerolin mencekal tangan Aisyah agar tidak masuk ke dalam Apartemen lebih dulu.
__ADS_1
Aisyah menelan saliva dengan kasar. "I-iya, om. Maaf harus merasakan ini karena sudah menemani aku periksa."
"Aku suka, Ais."