
"Urus semua kepindahan kami, Nick." Titah Jerolin kepada Nick.
"Pi, dimana Lucas?" Tanya Dominic baru saja tiba mendekati papi Jerolin. Ia tak melihat adik nya yang super aktif itu di dekat Jerolin ataupun Nick.
Jerolin menoleh ke belakang melihat Dominic, sedetik kemudian tampak raut wajah mereka menjadi panik. "Kemana anak itu, astaga!"
"Dom. Pastikan Mom gak keluar. Papi akan cari adik kamu itu," tegas Jerolin kepada Dominic. Bocah laki-laki itu menurut saja dan kembali ke dalam ruangan bersama Mommy dan yang lain nya.
***
Aisyah sangat antusias untuk berkunjung ke Rumah Sakit dimana Sania di rawat. Awalnya ia terkejut ketika Sania bercerita bila kakaknya itu menjadi istri ketiga. Tapi, melihat perlakuan suami kakak nya, ia menjadi lebih tenang.
"Hati-hati, Ais." Kata Satria ketika Aisyah menggendong bayi milik Sania.
Aisyah mencebik bibir merasa kesal. Ia melirik tajam ke arah Satria. "Bolehkan, mas Adit? Aku kan sudah berpengalaman. Anak aku sudah dua," kata nya menatap Satria dengan wajah imut nya.
Aditama terkekeh melihat Aisyah berwajah imut itu. "Silahkan, Ais. Hati-hati, ingat kata Dokter."
"Iya." Aisyah menatap Satria dengan senyum mengejek.
__ADS_1
Satria menggeleng melihat tingkah Aisyah seperti itu. Masih saja seperti adik kecil nya. Padahal, anak Aisyah sudah dua.
"Dia sangat cantik 'kan?" Bisik Jerolin mengejutkan Aisyah. Ia membisikkan pertanyaan itu dari belakang tubuh istrinya.
"Kamu mengejutkan aku, Pi." Kekeh Aisyah lalu senyuman nya itu terbit ketika kecupan mendarat di pipi nya. "Dan kamu benar. Anak kak Sania cantik," imbuhnya kemudian.
"Tapi lebih cantik kamu."
"Hentikan, Pi." Kata Dominic jengah menatap papi nya selalu bermesraan. Bukan tak suka, hanya merasa papi nya tidak tahu tempat.
Jerolin menatap Dominic setelah ditegur. "Baiklah. Papi akan lepasin Mom kalian sementara waktu karena ada pekerjaan bersama Paman Nick. Tolong jaga Mom untuk Papi," kata nya. Sebelum keluar dari ruang perawatan itu, ia sempatkan mengecup pipi Aisyah sekali lagi.
"Aku ikut, Pi." Pekik Lucas berlari mengikuti Jerolin. Melihat Lucas berlari, suster bertugas menjaga Lucas juga ikut keluar.
***
Nick menggeleng.
Gelengan Nick semakin membuat Jerolin panik. Bukan hanya keselamatan sang anak yang dipikirkan. Tetapi ia juga memikirkan Aisyah yang pernah masuk Rumah Sakit karena Dominic diculik.
__ADS_1
"Cek CCTV, Nick."
Jerolin dan Nick melangkah lebar menuju tempat operator Rumah Sakit. Ia ingin melihat dimana Lucas berada. Berharap masih berada dalam lingkungan area itu.
***
"Lucas!!" Yang memanggil itu adalah suster Ana, pengasuh Lucas.
Lucas duduk disebelah Malvyn menoleh ketika mendengar namanya dipanggil oleh seseorang yang sangat dikenalnya. "Hai, bibi Ana."
Suster Ana menggeleng tak percaya melihat tuan muda nya bisa membuat panik seorang Jerolin. Tatapan nya tak sengaja menatap Malvyn yang juga menatapnya.
Mirip tuan muda Dom.
"Ayo kita bersama Papi. Papi sedang mencari Lucas," terang suster Ana membuat Lucas panik.
"Oh My God! Aku lupa izin, bi. Apa Mom tahu? Pasti Mom menangis saat ini," kata Lucas panik gegas turun dari kursi tunggu mendekati suster Ana. Ia menarik jemari suster anak pergi dari sana. Tetapi saat langkahnya terlihat, ia menghentikan nya dan menoleh ke belakang. "Sampai bertemu lagi, Paman."
"Bi. Lihat paman tadi, nggak?" Tanya Lucas menengadah menatap suster Ana.
__ADS_1
"Ya. Kenapa?" Tanya Ana.
"Mirip Kak Dom, kan?"