
Satu Minggu sudah Aisyah dirawat dan hari ini diperbolehkan pulang. Dua hari setelahnya mereka akan kembali ke ibu kota karena Aisyah sudah waktunya masuk kuliah.
Selama Aisyah dirawat, keluarga Malvyn menginap di Hotel karena rumah orang tua Aisyah tidak memiliki kamar yang cukup untuk menampung mereka.
"Ya ampun. Kenapa ramai sekali?" pekik Aisyah setelah mobil mereka berhenti di halaman rumah orang tuanya melihat para tetangga berkerumun disana.
Malvyn yang menyetir mobil mertuanya juga menjadi kesal. Bagaimana tidak? ini sudah berlangsung setiap hari selama dirinya berada di kampung halaman sang istri.
Papi Askar dan mami Adzilla langsung keluar dari mobil dan berusaha untuk membuat para tetangga pergi karena mereka sangat sungkan kepada keluarga Malvyn.
Tetapi, Oma Nadira tampak tidak terganggu karena ia menyadari jika hidupnya besar dikalangan orang biasa. Berbeda dengan keturunan nya.
Bahkan Oma Nadira sangat mengingat bagaimana dirinya yang selalu ikut serta atas perjuangan suaminya demi mendirikan pabrik dan Perusahaan sendiri agar keturunan nya tidak mengalami kesusahan mereka. Walau suaminya juga terlahir dari keluarga yang bercukupan.
Semua orang keluar dari mobil kecuali Aisyah. Malvyn keluar mobil dan mengitari, membuka pintu mobil dimana Aisyah berada. Tanpa berpikir hal lain, Malvyn menggendong Aisyah dan membawa masuk ke dalam rumah.
Para tetangga terlihat histeris atas perlakuan Malvyn yang begitu romantis dan terlihat sangat mencintai Aisyah.
Bahkan para tetangga banyak yang mengabadikan momen mereka sehingga menjadi viral di media sosial.
Menjadi trending topik SEPRANG GADIS DESA DINIKAHI BULE KAYA RAYA.
PEBISNIS MUDA, MALVYN CARLSON ABRAHAM MENIKAHI GADIS DESA. JESICA MILLLER, MERANA!
ADA APA DENGAN HUBUNGAN MALVYN DAN JESICA, SEHINGGA MENIKAHI GADIS DESA.
Masih banyak lagi judul artikel terkait hubungan mereka yang viral saat itu pula.
*
*
Dua hari setelah itu mereka sudah sampai ke ibu kota. Aisyah tersenyum melihat kedua pengawal nya juga ikut menyambut kedatangan nya.
"Pak John.. Pak Johan..," pekik Aisyah merentangkan tangan hendak berlari memeluk kedua pengawal yang dirindukan nya.
__ADS_1
Tetapi langkahnya terhalangi karena baju yang dikenakan nya ditahan dari belakang oleh Malvyn. Aisyah menoleh kearah suaminya itu disertai cebikan.
"Jangan coba-coba memeluk pria lain jika masih ingin melihat mereka," ancam Malvyn membuat keluarganya menggeleng.
"Dia persis sepertimu," bisik Oma Nadira membuat opa Qenan terkekeh.
"Sebaiknya kita masuk kamar, mi amor. Aku sudah libur seminggu ini karena kamu lebih banyak menghabiskan waktu di Rumah Sakit dengan cucu menantu," bisik Opa Qenan membuat Oma Nadira mencebik.
John dan Johan menunduk menahan tawa melihat bos mereka cemburu kepada mereka. Mereka tidak menyangka bila bos mereka bisa merasakan cemburu.
"Ya sudah ayo masuk saja," kata Aisyah cemberut seraya merangkul tangan Malvyn dan mengajak masuk.
Berbeda dengan dua pasangan itu. Papi Edzard memerhatikan lekuk tubuh mami Ivy dari belakang. Karena terlalu gemas, ia pun menepuk bokong istrinya itu.
PLAK
"Aauwh..," pekik mami Ivy kemudian memegang bokong nya yang di tepuk papi Edzard.
Mami Ivy langsung memutar tubuhnya ke arah papi Edzard dan menatap suaminya berang. "Kak."
Papi Edzard terkekeh kemudian menggendong istrinya itu masuk ke dalam Mansion membuat ke dua pengawal itu tercengang.
John yang sudah dua kali gagal dalam hububangan pernikahan menjadi iri dan ingin segera menemukan pelabuhan hatinya untuk terakhir kali.
Johan mencebik saja. "Aku justru gak mau nikah," kata nya santai.
"Han. Apa aku cari sugar baby saja terus aku buat hamil dan aku nikahi ya?" tanya John meminta pendapat oleh Johan. Tetapi, reaksi yang di dapat John dari Johan justru membuatnya curiga, pasalnya teman nya ini berubah menjadi tegang.
John menatap Johan curiga. "Kenapa kau berubah menjadi tegang seperti maling yang tertangkap basah?" tanyanya mengintimidasi.
Johan berdehem untuk menetralkan kegugupan nya. "Jangan asal menuduh," elaknya tetapi agaknya John tidak mudah percaya.
"Beneran, kan? kamu punya gadun? berarti kamu kasih dia mas batangan, tas branded, baju branded, ajak ke hotel mewah. Waahh... Kasih tahu aku ya pengeluaran sebulan berapa biar aku pertimbangkan," kata John tetapi Johan tidak menggubris ucapan nya.
*
__ADS_1
*
Di dalam kamar Malvyn dan Aisyah rebahan dan saling berpelukan. Semenjak Aisyah keguguran, ada sewaktu-waktu walau mereka sedang bersama tetapi pikiran mereka melayang.
Seperti saat ini, keduanya saling berpelukan. Kelihatan nya pasangan itu tak dapat membendung kesedihan yang menimpa. Kehilangan calon anak sebelum disambut kedatangan nya itu begitu sakit bagi keduanya.
Lagi-lagi baik Malvyn maupun Aisyah tak dapat membendung kesedihan mereka dan membuat kedua nya saling mengeratkan pelukan.
"Ma-maafin aku... Maafin aku," gumam Aisyah masih merasa bersalah karena sudah meminum pil kontrasepsi tanpa sepengetahuan Malvyn. Apalagi melihat betapa sedih suaminya karena kehilangan calon anak mereka.
Malvyn mengurai pelukan lalu mengusap air mata Aisyah disertai gelengan lembut. "Aku yang seharusnya minta maaf," katanya. "Berusahalah, jika ini adalah kali terakhir kita menangisi calon anak kita," imbuhnya lagi langsung di angguki oleh Aisyah.
"Setelah kamu pulih, katakan saja kamu siap nya kapa ingin punya anak lagi," imbuh Malvyn lagi membuat Aisyah mengecup pipinya.
"Suamiku.. Apa kamu gak kangen aku?" tanya Aisyah tersenyum nakal.
Aisyah melakukan ini karena ingin menjerat Malvyn agar tidak tergoda oleh wanita lain. Walau disadari cinta pria itu tulus dan besar untuknya.
Tetapi, tetap saja untuk mengantisipasi karena perebut suami orang zaman sekarang tidak tahu malu dan pada berani. Di depan mata istri sah juga tak sungkan menunjukkan aksi untuk menggoda suami orang.
Malvyn menahan nafas ketika tangan Aisyah mulai nakal meraba dada bidang nya yang ditumbuhi bulu-bulu. Ia memejamkan mata menikmati sensasi sentuhan jemari itu dan berusaha agar tetap waras.
"Ais," kata Malvyn dengan suara parau.
"Ya," sahut Aisyah sensual dan menggoda.
"Jangan sekarang, Ais. Kamu belum sehat dan belum di izinkan untuk melakukan itu," Malvyn mulai frustasi akibat tangan Aisyah sudah turun kebawah dan nakal dibawah sana.
Mulut berbicara penolakan namun tubuhnya menikmati setiap sentuhan jemari Aisyah. Bahkan Malvyn menengadah saking nikmatnya atas perlakuan sang istri.
Selain misi utama, Aisyah mengerti bila Malvyn begitu tersiksa menahan hasrat saat merawatnya di Rumah Sakit. Bahkan saat berpelukan, ia merasakan dibawah sana sudah bangun dan menonjol.
"Kamu boleh menikmati tubuh ku, tapi jangan yang inti!" kata Aisyah meyakinkan Malvyn setelah tahu bila suaminya itu tak dapat membendung hasratnya lagi.
Malvyn memegang tangan Aisyah yang ingin masuk ke dalam celana nya. "Sekuat tenaga aku menahan agar sampai bulan depan, Ais. Kenapa kamu menggodaku?" tanyanya frustasi. Wajahnya memerah karena menahan hasratnya.
__ADS_1
"Aku milikmu, suamiku. Yang dilarang dokter kamu memasuki ku, bukan berarti kamu gak boleh menikmati bagian tubuhku yang lain dan dokter gak melarang kalau aku menyentuh bagian tubuh mu." Aisyah memasukkan tangan nya ke dalam celana Malvyn yang kebetulan memakai celana rumahan berbahan kain. Ia pun membiarkan Aisyah menurunkan celananya.
Malvyn memejamkan mata menikmati remaasan disertai gerakan maju mundur yang membuatnya mabuk kepayang. Istriku bukan lagi gadis kecil yang polos!