
Aurora Fazia Marley artinya Gadis yang lahir ketika fajar memiliki kesuksesan di kemudian hari. Marley adalah nama marga sang papi, Jerolin.
Aisyah tersenyum melihat kedua putranya bermain bersama. Tidak, lebih tepatnya Lucas sedang menjahili Dominic yang selalu menjaga wibawa sebagai anak tertua.
Disana, di ujung taman terlihat Malvyn duduk memperhatikan Dominic dengan senyuman yang dahulu hanya kepada Aisyah akan mengembang.
"Jangan terus menatap Malvyn, sayang." Rajuk Jerolin seraya melingkarkan tangan di bahu Aisyah.
Aisyah terkekeh mendengar teguran dari Jerolin. "Kamu sudah tahu, Jero. Cinta dan hidupku telah ku serahkan padamu. Malvyn hanya masa lalu dan Daddy Dom. Aku mencintaimu. Sampai kapan kamu terus saja gak percaya begini?" Ia menjadi kesal. Tapi lihatlah, Jerolin justru tertawa sambil mengusap lengannya.
"Malah ketawa lagi," sungut Aisyah. Andai baby Aurora tidak dalam gendongan, pasti sudah Aisyah beri pelajaran suaminya itu.
"Sayang. Kamu itu harus aku cemburuan agar kamu terus meyakinkan aku dan mengungkapkan perasaannya padaku. Kalau nggak, pasti hanya aku yang terus ungkapkan perasaanku padamu."
Aisyah tidak lagi kesal kepada Jerolin sebab ucapan suaminya itu benar sekali. Ia sangat jarang mengungkapkan perasaan melalui kata-kata. Sebab, ia lebih suka mengekspresikan cinta dengan sebuah tindakan.
Mengurus suami dan ketiga anaknya. Walau semenjak kelahiran Lucas ada pengasuh yang membantu. Sepertinya, Jerolin sangat paham jika keturunannya tidak cool seperti Dominic.
"Aku mencintaimu, Jerolin Marley. Terima kasih telah menerima dan mencintai aku juga Dom. Andai dulu kamu gak datang ke kafe itu, pasti aku masih bekerja part time demi menghidupi Dom."
"Dan gak akan ada Lucas dan Aurora," sambung Jerolin dan diangguki oleh Aisyah.
__ADS_1
Jerolin mendekap tubuh Aisyah pelan sebab ada baby Aurora diantara mereka.
"Papi.. Mommy!!" Pekik Lucas dan Dominic memeluk kaki Jerolin dan Aisyah.
Aisyah tidak menyangka jika takdir cintanya akan seperti ini. Akan mengalami kegagalan sebelum pada akhirnya menemukan cinta yang tulus. Persis seperti kisah cinta papi Askar dan mami Adzilla. Papi Askar datang membawa penawar segala luka.
Bedanya, mami Adzilla terluka atas perbuatan dari suami pertamanya. Sementara Aisyah, terluka atas kejahatan dari orang masa lalu Malvyn.
Jika ada yang bertanya kenapa Aisyah tidak bertahan? Padahal Malvyn sangat mencintainya. Jawabannya ialah, ia tidak sanggup bertahan karena akan selalu mengingat siapa saja menjadi korban atas cinta Malvyn.
Cinta Malvyn memang indah tetapi sangat menyakitkan.
Setelah beberapa hari yang lalu ketika berdamai dengan Jerolin dan berakhir di kamar hotel, keduanya menghabiskan waktu bersama. Meluapkan rasa rindu yang menggebu akibat tidak bertemu selama seminggu lebih.
Sempat terjadi bersitegang diantara kedua pria tersebut. Tetapi berakhir damai meski masih ada pergulatan batin diantara keduanya.
Keputusan akhir yang diputuskan Aisyah ialah, Dominic bebas bertemu dengan Malvyn. Jika suatu saat Dominic menginginkan kehadiran Aisyah dan Malvyn secara bersamaan, Jerolin wajib berada disana juga.
****
Berat rasanya merelakan Aisyah hidup bersama dengan pria lain. Apalagi mengetahui siapa pria beruntung tersebut. Namun, ia juga menyadari bahwa sudah waktunya tidak lagi berharap, tidak lagi memohon agar Aisyah kembali padanya.
__ADS_1
Malvyn menghela nafas panjang melihat betapa Jerolin mencintai Aisyah. Meski tidak dapat memiliki Aisyah lagi, setidaknya hatinya lega melihat Aisyah telah bahagia.
"Papi Jero sangat baik, Dad." Celetuk Dominic mengikuti arah pandang Malvyn.
Malvyn menoleh ke arah Dominic sesaat lalu kembali pada pandangan semula. "Daddy tahu. Kenapa Dom panggil papi Jero, papi? Bukan Daddy."
"Karena kata papi, ada Dad yang lebih berhak."
Malvyn tersenyum sambil mengelus kepala Dominic. "Mom memang baik hati."
"Iya. Dad juga akui itu."
TAMAT.
Hai..
Doain emak bulan depan, buku emak akan terbit. Buku yang isinya puisi ciptaan emak sendiri.
Penjara Cinta Tuan Malvyn
Sudah tamat yaa..
__ADS_1
Salah satu anak Aisyah akan berjodoh di novel emak yang lain.
Makasih banyak dukungan nya..