
Malvyn tidak menyangka bila Aisyah dipertemukan kembali Dengan Oma Nadira dan mami Ivy di panti Asuhan milik ayah Mario.
Ia juga tak menyangka bila sang istri menyisihkan uang bulanan nya untuk anak Panti, padahal keluarga nya adalah donatur terbesar di tempat tersebut.
Dibalik sifat kekanak-kanakan Aisyah, Malvyn menyadari dan jika istrinya itu memiliki jiwa belas kasih yang patut dibanggakan.
Setelah mendapat laporan dari John dan Johan mengenai Aisyah berada di Panti Asuhan Kasih Nadia, Malvyn memerintahkan kedua pengawal itu untuk menjaga dan tidak memperbolehkan Aisyah untuk datang ke acara ulang tahun Opa Qenan.
Bukan maksud hati untuk menyembunyikan Aisyah selamanya. Tetapi, mengingat bagaimana kejam nya mereka saat melakukan pekerjaan keji itu membuatnya takut untuk kehilangan Aisyah.
Bukan tak mampu melawan. Namun, orang-orang dibelakang Jesica begitu berbahaya. Ia tak ingin keluarga nya juga ikut terkena imbas atas perbuatan nya.
"Honey," panggil Jesica masuk ke dalam ruangan nya tanpa izin.
Rahang Malvyn mengeras mendapati kelancangan Jesica. Sementara Mario tetap berdiri pada tempatnya karena sudah tahu bila hubungan keduanya telah usai.
"Ayo kita ke acara Opa," ajaknya duduk di samping lalu merangkul lengan Malvyn.
"Berhentilah seolah kamu adalah kekasihku, Jes. Ingat! hubungan kita hanya partner ranjang dan itu dulu," gertak Malvyn namun Jesika tidak memperdulikan itu.
Jesica memberikan ponselnya berisi sebuah chat. "Aku nggak suka penolakan, honey. Kamu tahu aku bisa melakukan apapun. Apa kamu mau orang yang ada di pesan itu aku buat seperti gadis kecil yang kamu selamatkan 8 tahun lalu?"
Mendengar ucapan Jesica membuat Malvyn dan Mario menatap wanita itu dengan tajam. "Jangan coba-coba menyentuh mami, adik, dan Oma ku, Jes. Jangan lupa kalau aku bisa melakukan hal yang sama," sentak Malvyn langsung membuatnya berdiri. Ingin sekali ia melenyapkan Jesica saat ini juga.
Tetapi ia mengingat ada Aisyah dan tak ingin berimbas kepada calon anaknya yang mungkin saja sedang tumbuh di rahim istrinya itu.
Semoga.
Itulah harapan nya. Memiliki anak dengan Aisyah.
Mendengar sentakan Malvyn tidak membuat Jesica takut. Justru wanita itu tertawa nyaring melihat ketegangan yang ia ciptakan.
Jesica memerhatikan Malvyn dan Mario begitu tegang. "Sama seperti 8 tahun lalu, Vyn. Aku akan membebaskan tawanan sesuai kesepakatan. Aku yakin kamu menjauhiku karena ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku," ucap Jesica santai dan yakin apa yang diucapkan nya benar.
Ucapan Jesica mampu membuat tubuh Malvyn terpaku karena mengingat kejadian 8 tahun lalu. Karena itu pula ia takut terjadi kepada keluarga nya.
__ADS_1
Jesica ikut berdiri kemudian mengambil tas nya lalu mendekati Mario disertai merangkul tangan Malvyn. Ia menepuk bahu pria itu. "Aku tahu arti Malya dalam hidupmu, Rio!" bisiknya kemudian keluar dari ruangan itu bersama Malvyn.
Ketiga orang itu hanya terdiam disepanjang jalan menuju lokasi tempat acara ulang tahun Opa Qenan dengan Jesica terus bergelayut manja.
Sesampainya disana, tidak ada sambutan hangat. Hanya mami Ivy yang tampak berbicara dengan Jesica. Sementara Oma Nadira dan Malya memilih bercerita dengan opa Qenan mengenai seorang gadis muda baik hati.
Malvyn sendiri tidak mengetahui siapa gadis yang diceritakan Oma Nadira begitu antusias nya. Sampai membuatnya penasaran. Bahkan Malya disuruh menunggu di depan untuk menyambut gadis itu yang akan datang bersama suaminya.
Karena sangat penasaran membuat pandangan Malvyn ke arah Malya menuju keluar area Panti lalu bertabrakan dengan seorang gadis.
Selanjutnya, betapa terkejut Malvyn melihat gadis cantik yang bertabrakan dengan saudari kembarnya itu.
"Kamu lihatin siapa, honey?" tanya Jesica ketika ia mengajak Malvyn bicara namun tak ada jawaban karena tidak fokus padanya.
Malvyn langsung mengalihkan pandangan disertai gelengan. Ia tak ingin Jesica mengetahui bila gadis yang diselamatkan nya berada di dekat mereka dan gadis itu adalah istrinya.
Malvyn memerhatikan bagaimana perlakuan Oma Nadira dan yang lain terlihat sangat senang menyambut kedatangan Aisyah.
Memang selalu seperti ini jika Oma Nadira menceritakan sesuatu yang disukai maka semua orang merasa senang dan akan menyukai juga karena yakin dengan pilihan Oma Nadira.
"Aisyah. Panggil saja Ais."
Sumpah demi apapun rasanya ingin sekali memeluk Aisyah saat ini juga. Tetapi, ia seakan berada di persimpangan. Jika menunjukkan Aisyah di khalayak maka bersiap orang-orang yang disayanginya akan celaka. Meninggalkan Jesica dan tetap menyembunyikan Aisyah juga membahayakan keluarganya.
"Malvyn," katanya kemudian Jesica menjabat tangan Aisyah. Beruntung wanita itu tidak mengenali istrinya. Mungkin karena malam ini istrinya berdanda.
Bolehkah disaat aku melakukan kesalahan merasa cemburu karena Aisyah tampak cantik malam ini?
Malvyn curi-curi pandang memerhatikan Aisyah mengobrol dengan Oma Nadira, Malya, dan Opa Qenan. Lebih tepatnya hanya tiga wanita dan opa Qenan itu hanya mengikuti kemanapun istrinya berada.
Matanya memicing kala melihat Gio mendekati Aisyah dan mereka terlihat sangat akrab dan tertawa bersama.
*
*
__ADS_1
Aisyah mencoba menjaga jarak dengan Malvyn di tempat acara. Ia bukan nya takut jika hubungan mereka terbongkar. Namun takut bila tak bisa menahan diri menangis di depan umum.
"Jadi kamu tinggal di Jakarta karena kuliah dan ikut suami?" tanya opa Qenan.
Aisyah mengangguk. "Iya, opa. Keluarga Ais ada di Medan."
"Menikah muda itu nggak gampang kalau kedua nya gak ada berkomitmen untuk selalu bersama. Berusahalah untuk menjaga komitmen itu," Opa Qenan memberi nasihat karena sangat tahu bagaimana rasanya menikah diusia muda.
Aisyah mengangguk disertai senyuman. Tanpa terasa air matanya menetes dan membuat Oma Nadira spontan menghapus air matanya.
"Setiap rumah tangga itu pasti ada ujian nya. Bisa karena keluarga mertua nggak merestui, bisa karena keegoisan masing-masing, kurang nya komunikasi dan tidak saling terbuka. Bisa karena kekerasan verbal dan nonverbal, atau karena orang ketiga. Tapi, kamu harus ingat. Istri sah harus kuat menghadapi ujian itu. Tunjukkan kepada dunia bahwa istri sah itu harus menang melawan ujian," ucap Oma Nadira membuat Aisyah tersentuh diberi nasihat yang membuat hatinya kembali tenang.
"Mi amor... Malam ini kamu bukan hanya terlihat cantik. Tetapi malam ini kamu menjadi sangat pintar," puji opa Qenan membuat Aisyah tertawa.
Berbeda dengan Oma Nadira yang tahu maksud pujian opa Qenan karena biasanya ia begitu lamban.
"Ais," kata Gio kemudian menelisik penampilan Aisyah yang tampak berbeda, jauh lebih cantik.
Aisyah menoleh dan juga terperanjat melihat Gio berdiri disamping pria paruh baya. Pria paruh baya itu tak lain Pak Hasan, papa dari Gio.
"Kak Gio," gumam Aisyah.
Pak Hasan dan Gio memberi selamat kepada Opa Qenan kemudian Gio mengajak Aisyah untuk tidak bergabung dengan para orang tua.
"Kamu sudah lama?" tanya Gio menatap penuh kagum kearah Aisyah.
Aisyah mengangguk disertai senyuman. "Ternyata kakak gak bisa temenin aku beli baju karena alasan untuk mempersiapkan penampilan untuk datang ke acara ini.
Gio terkekeh disertai kedua tangan menggaruk tengkuk leher nya. "Kalau saja kakak tahu kamu juga diundang pasti kita berangkat bersama," kelakarnya membuat kedua nya tertawa.
Giobenar-benar bahagia malam ini bisa berdekatan dengan Aisyah. Apalagi papa nya selalu senang ketika dirinya menceritakan tentang Aisyah.
Andai kamu mengerti cinta ini, Ais.
❤️
__ADS_1
Bersambung