Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 133


__ADS_3

Aisyah memejamkan mata menikmati salju yang mulai turun. Perasaan khawatir terus menyelimuti hati nya sedari Minggu lalu. Padahal, Dokter selalu mengingatkannya agar menjaga kesehatan pada musim dingin. 


Aisyah tersenyum ketika merasakan tangan kekar melingkar di perutnya dan dagu seorang pria berada di bahunya. Ya, dia adalah Jerolin. Pria yang telah menikahi nya lima tahun lalu. 


"Kalau belum siap, kita bisa menunda keberangkatan, sayang." Jerolin mendekap seraya mengendus leher Aisyah yang sudah menjadi candu baginya.


Aisyah memutar tubuhnya, menatap Jerolin dengan seksama. Kemudian ia menggeleng kecil. "Kak Sania baru saja melahirkan setelah keguguran dua kali, suamiku. Aku juga gak ingin kejadian bulan lalu terjadi lagi. Aku takut," ungkapnya membuat Jerolin kian merasa bersalah.


Beberapa bulan lalu, saat Nick ditugaskan menjemput anak mereka di play group, sementara mereka sedang berada di luar. Tanpa diduga, musuh Jerolin menculik Dominic. Sebab kejadian itu membuat Aisyah harus dirawat di Rumah Sakit kembali. 


"Maaf. Aku berjanji gak akan ada lagi kejadian itu, sayang. Maafin kecerobohan ku," ungkap Jerolin kepada Aisyah.


Aisyah mengangguk disertai senyuman. Ia tahu bila Jerolin sangat tulus padanya dan ia juga sudah menerima takdirnya bila harus hidup bersama pria yang memiliki masa lalu yang suram. Dinikahi Jerolin, tentu saja terbayang-bayang dengan masa lalu suami nya yang kelam. Namun, seiring berjalan waktu terlihat jelas perubahan yang dilakukan Jerolin pada keluarga kecilnya. 


"Mommy," pekik seorang anak laki-laki berusia 4 tahun baru saja membuka pintu sembari menggosok matanya.

__ADS_1


Aisyah dan Jerolin langsung menoleh ke sumber suara mendengar anak mereka. "Lucas, sayang. Kenapa terbangun?" Tanya Aisyah menghampiri hendak menggendong anak laki-laki itu.


Prince Lucas Marley, Pangeran Cahaya. Marley adalah nama belakang Jerolin. Anak laki-laki tersebut adalah anak Jerolin dan Aisyah. Tampan mirip Jerolin dengan mata biru nya. 


"Biar papi yang gendong. Kenapa bangun, Price?" Tanya Jerolin. 


"Aku mau tidur dengan Papi dan Mommy. Domi jahat, tidurnya sepak aku." Lucas menjelaskan yang dialami oleh nya.


Jerolin dan Aisyah tertawa melihat Lucas menjelaskan begitu imut bagi mereka. Lucas memang terlahir mirip dengan Jerolin, tetapi kepolosan nya sangat mirip dengan Aisyah. Berbeda sekali dengan Dominic yang sangat mirip dengan Malvyn.


"Hati-hati, Mom. Jangan lasak begitu," tegur Jerolin merasa khawatir melihat Aisyah terus bergerak. Ia tak menyangka istrinya itu terlalu aktif.


Aisyah tampak cemberut ditegur seperti itu. "Kurang nyaman, Pi." Rengeknya.


Lucas menoleh ke kanan dan ke kiri memperhatikan papi dan mommy nya. "Papi gak boleh marahin Mommy. Di bantu."

__ADS_1


Aisyah melirik ke arah Jerolin dengan senyum kemenangan. Benar saja, Dominic dan Lucas selalu membela dan melindunginya. 


"Bukan dimarahi, Prince. Mommy kalian ini susah diatur."


****


Untuk pertama kali nya Dominic dan Lucas dibawa pergi jauh oleh mereka. Dominic tampak biasa saja sedangkan Lucas tampak antusias. 


"Apa kamu gak suka kita pergi jauh?" Tanya Aisyah kepada Dominic yang sedari tadi tampak diam saja.


"Biasa saja dan harus ikut, bukan?" 


Menyebalkan sekali. Kenapa harus balik bertanya?


Aisyah hanya mengangguk saja. Padahal, ia merasa begitu khawatir jika takdir akan mempertemukan nya dengan Malvyn.

__ADS_1


Sudah siapkah ia bertemu dengan pria dari masa lalu nya?


__ADS_2