Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 85


__ADS_3

"Aku enggak terima kak. Gadis kecil itu mengatakan aku sebagai jaalang Malvy. Aku enggak terima," Jesica histeris sepulang dari restoran. Niat awal untuk memanasi Aisyah, justru dirinyalah yang lebih panas karena menerima ucapan Aisyah yang sangat menyusuk hatinya.


Jerolin mendengar adik semata wayang nya hanya dapat menghela nafas panjang saja. Semenjak pertemuan nya dengan Aisyah, ia seakan kehilangan identitas dirinya yang terkenal kejam dan berdarah dingin.


Jika biasanya ia tidak akan menghukum musuhnya tanpa ampun dengan kedua tangan nya sendiri. Namun, tidak lagi setelah pertemuan pagi itu dimana Aisyah menolong nya.


Sebenarnya, pagi itu Jerolin berencana untuk mencelakai Aisyah yang sedang sendiri. Tetapi, seakan takdir tak ingin membuat istri Malvyn itu terluka hingga dirinya sendiri yang terluka terkena pecahan kaca, seperti pecahan botol minuman.


Jerolin ingat betul bagaimana mata indah Aisyah memandangnya dengan ketulusan. Ia pun bertanya-tanya, apakah wanita muda itu belum mengingat peristiwa 8 tahun silam sehingga tidak marah ataupun ketakutan berhadapan dengan nya.


"Kak!!" sentak Jesica membuat Jerolin terkejut.


"Kenapa kakak akhir-akhir ini banyak melamun?" tanya Jesica seakan menyadari perubahan Jerolin.


Jerolin menghela nafas panjang. "Itu hanya dugaan kamu saja. Jangan berbuat sesuka hatimu, Jes. Bukankah kamu memang gak dianggap 10 tahun ini? sudah cukup kamu berkorban selama ini," terang Jerolin, entahlah! ia tidak tahu menasehati Jesica atau melarang agar tidak menyakiti Aisyah lagi.


Tetapi agaknya Jesica tidak menerima ucapan Jerolin. Ia pergi begitu saja meninggalkan sang kakak.

__ADS_1


*


*


"Ini terlalu banyak, Vyn." kata Aisyah melihat betapa banyak paperbag dikedua tangan nya dan tangan Malvyn dengan nama merk terkenal.


Malvyn tersenyum menanggapi ucapan Aisyah. Baginya tidak ada yang lebih penting daripada kebahagiaan istri yang dicintainya ini.


Kedua nya saat ini berada di pusat perbelanjaan barang branded mendunia. Ia tidak segan mengocek rekening demi untuk istrinya berbelanja. Walau kenyataan nya, belanjaan untuk Aisyah hasil dari pilihan nya karena istrinya itu selalu kebingungan setiap disuru memilih.


Aisyah juga tidak lupa membelikan barang untuk kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Opa Qenan dan Oma Nadira, Satria dan Sania, John dan Johan serta bibi Lala, terakhir untuk Metandan Gio.


Malvyn dan Aisyah berdiri di depan pusat perbelanjaan itu sedang menunggu Mario mengambil mobil di parkiran bawah tanah. Pengunjung tampak ramai keluar masuk ke pusat perbelanjaan.


Ada sebuah mobil berhenti di sana, seseorang turun dari sana dengan penampilan serba hitam, memakai topi, kaca mata, dan masker hitam pula.


Masih dalam keadaan tidak ada yang menyadari, seseorang itu mengarahkan senjata apii yang dipegangnya kepada Aisyah.

__ADS_1


DORR


"Aahh,,"


❤️


Hai.. Sore semua. Emak mau ngenalin novel temen emak yang tidak kalah seru. Yuk Mampir !!


Blurb


Nama adalah doa. Hal itu telah diketahui semua orang.


Banyak orang yang memberi nama anaknya sesuai dengan karakter tokoh idola masing-masing. Sama halnya dengan pasangan Reyhan dan Laura yang memberi nama anaknya Salman Alfarisi.


Keduanya berharap kelak putranya mewarisi segala kebaikan yang ada pada diri salah satu sahabat nabi yang di jamin masuk surga itu.


Namun apa jadinya, jika doa tulus itu di kabulkan Allah? Termasuk soal percintaannya.

__ADS_1


Mau tau seperti apa kisahnya? Silahkan ikuti novel ini.



__ADS_2