Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bonchap 1


__ADS_3

"Malvyn. Maafin aku yang seharusnya nggak pergi ninggalin kamu saat aku hamil. Aku akui, saat itu aku menuruti ego saja. Seharusnya aku tetap bertahan dan tinggal bersama keluarga kamu. Karena tetap saja aku adalah istri sah dan Dominic tetap menjadi ahli waris yang sah di keluarga kamu. Mungkin inilah rencana Tuhan. Aku diterima oleh pria kejam seperti Jerolin. Tapi, dia sangat menyayangi Dominic."


"Jesica keguguran dan di penjara selama 12 tahun," ungkap Malvyn mengejutkan Aisyah. 


"Maaf. Aku gk tahu soal itu," kata Aisyah merasa bersalah.


Malvyn mencoba memaksakan senyum. Andai dirinya tidak gegabah dan Aisyah lebih sabar menunggunya sebentar saja, pasti mereka tidak akan berpisah. 


"Selama aku disana, aku hidup sendirian. Aku senang bisa hidup di luar negeri seperti khayalanku dulu. Memang sedikit sulit beradaptasi dengan lingkungan sementara aku dalam keadaan hamil. Lalu, Jerolin menemukanku. Kebetulan, aku bekerja disalah satu Kafe miliknya."


"Kamu bekerja?" Tanya Malvyn khawatir.


Aisyah terkekeh mendengar pertanyaan dari Malvyn. "Jerolin menolongku saat aku pingsan dan dia mengetahui kehamilanku. Sejak saat itu, Jerolin melarangku untuk bekerja. Sebagai gantinya, dia tetap menggajiku asal aku melanjutkan kuliahku disana." Aisyah terkekeh mengingat betapa polos dirinya saat itu. 


"Apa Jerolin baik padamu?" 

__ADS_1


Aisyah mengangguk cepat dan hal itu membuat Malvyn sedih.


"Dia merawatku. Sampai kandunganku memasuki trimester ketiga, kami tinggal bersama."


"Apa?" 


Aisyah menoleh ke arah Malvyn dengan senyum yang mengembang. "Jangan berpikiran aneh. Kami masih saling menjaga batasan. Kami tidur terpisah, dan akan berdiskusi mengenai kuliah dan perkembangan kehamilanku. Kami akan menjadi ayah dan ibu saat senam hamil, periksa kandungan, dan membeli perlengkapan bayi."


"Selama itu pula aku tetap membentengi hatiku, Vyn. Aku gak mau kasih harapan lebih pada Jerolin. Bukan karena aku ingin kembali padamu, tapi aku sadar diri tidak pantas untuk Jerolin. Tapi, saat melihat pertama kali Jerolin menggendong Dominic dengan mata berkaca-kaca saat aku melahirkan dan saat Jerolin lebih memilih dipanggil papi dan Daddy adalah posisimu, aku sadar. Jerolin telah berubah dan aku menerima cintanya. Setelah pulih, aku sendiri yang meminta Jerolin untuk menikahiku."


Lama Malvyn terdiam setelah mendengar penjelasan Aisyah. Untuk apa dibicarakan lagi jika Aisyah telah dimiliki pria lain. "Apa kamu pernah mencintaiku?" Malvyn ingin mendengar kalimat cinta dari mulut Aisyah secara langsung. 


Aisyah menatap ke depan dimana Jerolin sedang duduk menatap ke arahnya menjaga Dominic dan Lucas sekaligus. "Dulu, iya. Aku sangat mencintaimu. Tapi, keadaan sudah berubah. Aku sudah memiliki keluarga dan aku harap kamu segera menemukan wanita baik dan hidup bersama."


Malvyn juga menatap ke depan dan kebetulan tatapannya bertemu dengan Jerolin. "Aku gak akan menikah lagi, Ais. Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama Dominic," ucap Malvyn tegas dan itu membuat Aisyah terkejut.

__ADS_1


"Kamu ingatkan, kalau kamu hanya bisa bertemu Dominic setiap akhir pekan? Jika Dominic ingin aku ikut pergi bersamamu, maka Jerolin juga harus ikut. Itupun harus seizin Jerolin." Perjanjian ini dibuat setelah Aisyah melahirkan anaknya yang ketiga. Selama masa pemulihan, Dominic tinggal bersama Malvyn dan membuat Jerolin merasa cemburu karena Dominic seakan melupakannya.


Malvyn terkekeh melihat kepanikan Aisyah. Masih persis seperti dulu, Aisyah masih terlihat sangat menggemaskan dimatanya. "Aku ingat."


Aisyah bernafas lega. Kemudian ia bangkit dari duduknya. "Semoga kamu bahagia selalu, Vyn. Aku akan ke suamiku."


Malvyn ikut duduk dan mengangguk. Ia menatap Aisyah berjalan menuju tempat Jerolin berada tanpa menoleh ke belakang. Kedua tangannya berada di saku celana, menghela nafas panjang kemudian masuk ke dalam mansion.


Jerolin dan Aisyah datang untuk menjemput Dominic dan mengunjungi papi Edzard dan mami Ivy. Sedangkan opa Qenan dan Oma Nadira sudah tiada.


Mami Ivy dan papi Edzard sangat senang melihat Aisyah baik-baik saja dan sangat bahagia mengetahui jika mereka telah memiliki cucu dari Malvyn. Meski sebenarnya pasangan suami istri paruh baya itu sangat menginginkan Aisyah kembali pada Malvyn, tapi mencoba menerima kenyataan.


Setelah makan siang bersama, Jerolin memboyong istri dan anak-anaknya untuk kembali pulang.


Aisyah berharap, akhir kisah mereka penuh kebahagiaan dan tidak terbelenggu oleh masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2